MINE
.

CHAPTER 2

.

KRISxBAEKHYUN

BAEKHYUN PAIRING (MAYBE) -_- #plak

.

Little NC (/..\)

Don't Like? Don't Read

.

Mian TypoxGajexSegala kesalahan yang lain

.

Hope you like it

.

Hai! Namaku Kim Jong-in, aku adalah seorang siswa biasa disalah satu SMA yang tak terlalu populer di kalangan ini. Well, walaupun sekolahku terbilang cukup tak populer—itu tak berarti untuk membuat prestasiku menurun.

Banyak sekali prestasi prestasi yang dapat kuraih berkat pengalaman pengalamanku. Yah, aku bisa dibilang anak yang cukup rajin.

Aku hidup disebuah rumah sederhana bersama seorang kakak sepupuku, ia bernama Byun Baekhyun. Ya, kebetulan kedua orang tua angkatku dan orang tuanya sudah meninggal dunia, jadi kita hidup bersama berdua. Baekhyun hyung adalah orang yang baik dan pengertian. Dia adalah satu satunya orang yang paling mengerti tentangku. Yah, aku sangat menyayangi hyung-ku itu. Jika ada yang berani menyakitinya.. maka dia harus berurusan denganku! Well, Baekhyun hyung bukanlah tipikal orang yang kuat, dia itu mempunyai badan yang lebih kecil dariku dan kudengar dia itu sangat sensitive.

Tapi ngomong ngomong... kemana dia sekarang? Ini sudah pukul 18.00 dan sampai sekarang dia belum pulang? Ini mencurigakan.
Jangan jangan ada sesuatu yang terjadi padanya?
Tapi.. Apa?
Ukh.. Baiklah, lebih baik aku menunggunya terlebih dahulu, jika masih belum datang aku akan menjemput dirinya kesekolah megah itu. Well, Baekhyun hyung adalah orang yang cerdas, sehingga dia mendapat beasiswa full disana. Sebenarnya-pun aku ditawari untuk bersekolah disana dengan beasiswa full pula, tapi aku menolaknya. Khh—disana terlalu banyak orang dikalangan papan atas, itu yang membuatku minder jika harus bersekolah disana.

BUKK! BUKK! BUKK!
"HEI, KAI! CEPAT BUKA PINTUNYA!"

Seketika lamunanku buyar ketika mendengar sebuah suara yang memanggilku diluar sana. Hey, aku kenal suara itu. Itu suara Yi Xing-gege, sahabat Baekhyun hyung.

Aku segera bangkit dari posisiku dan bergegas membukakan pintu.
Alangkah terkejutnya ketika aku melihat pemandangan yang tertera dihadapanku.

Well, didepan mataku tampaklah hyung kesayanganku sedang digendong oleh Yi xing gege dengan ekspresi yang sulit diartikan. Kau lihat saja, wajah Baekhyun hyung merona merah, bulir bulir keringat mengucur dari peluhnya, matanya terpejam ketakutan dan tubuh kecilnya bergetar hebat. Hei hei, kenapa hyung-ku ini? Ah eh—tunggu dulu, aku pernah melihat ekspresi ini sebelumnya. Ya, ya. 12 tahun lalu, saat itu.. ada Seorang preman yang hendak menodainya— walau tak jadi tetap saja.. ya, ini ekspresi yang sama seperti yang dulu.

"Hei Hei, Yi xing gege! Apa yang terjadi pada Baekhyun hyung?!" tanyaku panik ketika Yi xing gege mulai menerobos masuk begitu saja dan menghempaskan tubuh kecil baekhyun hyung di sofa. Ia melepaskan tas yang sedari tadi menempel di pundaknya, kemudian menyisingkan lengan bajunya.

Aku menelan ludahku sejenak, "He-Hei! Ada yang menyentuh Baekhyun hyung, kah?"

Yi xing gege tak menjawab. Matanya terus menyusuri lekukan tubuh Baekhyun hyung. He-hei! Apa yang akan dia lakukan pada Baekhyun hyung!?

Srett..

Dengan lihai tangannya mulai melepas celana yang melekat pada tubuh baekhyun hyung. Kedua bola mataku membulat sempurna. He-hei! Apa yang dia lakukan! "HE-HEI! APA YANG KAU LAKU—"

"Ya," akhirnya Yi xing gege mulai angkat bicara, "Ada yang menyentuhnya,"

"S-Siapa? A-apakah k—"

"Bukan, Bukan aku. Aku hanya membantu Hyungmu ini pulang," dengan gerakan cepat ia segera melepas semua yang dikenakan Baekhyun hyung. Aku hanya dapat memandangi apa yang dilakukan Yixing gege dihadapanku. He-Hei, apa ini yang dinamakan Membantu!? Apa Yi xing gege akan memperkosa hyungku disini?! Oh ayolah, hei! Aku belum cukup umur—tidakah ada ruangan lain yang lebih pan—

"Lihat," lagi lagi Yixing gege membuyarkan lamunanku. Tangannya menunjuk kearah junior kecil Baekhyun hyung yang nampak memerah dan berkedut kedut itu. Heii! INI BUKAN TONTONANKU! KUMOHON HENTIKAN INI! Tapi.. You know? Aku hanya bisa menelan salivaku dengan susah payah dan melihat Junior kecil hyungku ini. Jujur saja, sebagai walaupun ini milik hyungku.. ta-tapi, i-ini membuat.. hasratku untuk memiliki hyung kecilku yang satu ini meningkat. Well, lihat saja sendiri. Junior kecil yang menggemaskan, berwarna kemerahan dan berkedut kedut pelan, dan agak sedikit basah. Uh oh, aku ingin menyentuhny—

"Jangan berfikir yang macam macam, kai. Maksudku, lihat, junior hyungmu itu membengkak! Ini adalah masalah serius!" Yixing gege menyikut perutku karena melihat diriku yang terus terusan menatap junior Baekhyun dengan tatapan lapar. Aku hanya mendengus kesal menghadapi orang yang satu ini—hei, kenapa Yixing gege ini selalu saja membuyarkan fantasiku heh!? Menyebalkan.

Tapi benar juga, setelah dilihat lihat—junior kecil Baekhyun hyung memang tampak bengkak. Yah, yah.. benar.

"Akhh—Lay gege-hh,, Kai-hh j-janganhh lihathh," ujar Baekhyun hyung susah payah seraya meremas bantal sofa yang tak jauh darinya. Aku menelan salivaku dengan susah payah, begitu pula Yixing gege. Yap! Yap! Benar! Byun Baekhyun—benar benar membuat nafsu kami meningkat naik. Hei—bagaimana tidak, suaranya itu... benar benar menggoda.. sangat—err—sexy! Dan tatapannya yang sayu itu, keringat yang membasahi tengkuknya, bibirnya yang kemerahan karena ulah gigitannya, nipple-nya yang berwarna pink kemerahan, arghh! Membuat akal sehat kami hilang.

"Ah Eh, Maaf—" akhirnya Yi xing gege mengusap wajahnya dan segera menarik lenganku pergi tanpa komando. Hei hei, sebetulnya apa sih yang diinginkan Yi xing gege ini!? Sudah memecah fantasiku, mencoba menarikku keluar dari pemandangan indah itu. Errhh—

Yi xing gege membawaku menuju dapur, yang jaraknya lumayan jauh dari ruang tengah dimana Baekhyun hyung tengah berbaring di sofa dengan keadaan telanjang bulat. Okay, bukan saatnya berfantasi lagi.

"Arrghh! Bisa gila aku melihatnya seperti itu—" erang Yixing gege seraya mengacak acak rambutnya frustasi. Hei hei, dia memiliki perasaan yang sama denganku. Ah, tak disangka Yixing gege yang diam ini juga sama sama bisa berfantasi ria sepertiku. Hehehe, tertangkap kau Yixing gege.

"Ah eh, Yixing gege—"

"Panggil aku Lay, Kai. Sudah berapa kali aku ingatkan padamu untuk memanggilku Lay, heh?! Yi xing terlalu formal, aku tak suka," hei, lagi lagi dia mendahuluiku saat berbicara. Benar benar tak sopan. Aku heran, bagaimana bisa Baekhyun hyung punya sahabat yang tak sopan seperti ini. Errhh—

"Ah ne, Lay gege. Jadi, apa yang terjadi pa-pada B-Baekhyun hyung?" entah mengapa setelah aku mengatakan nama 'Baekhyun hyung' wajahku kembali merona merah. Ah oh, lagi lagi fantasi itu melayang layang kembali dikepalaku. Dan, hei hei lihat! Wajah Yixi—maksudku Lay gege juga memerah setelah mendengar nama 'Baekhyun hyung'. Haha, pasti fantasi fantasi panas itu sedang melintas membakar otaknya, hahaha.

Lay gege menarik nafas sejenak, "Well, you see—Dia disentuh oleh seseorang, dengan amat teramat... kasar. Kau lihat sendiri bukan? Junior indahnya it—"

"Indah?" selaku seraya tersenyum penuh kemenangan kearahnya. Dan bisa kau tebak, Lay gege hanya bisa meneguk ludahnya dan menggaruk tengkuknya gusar. Hahaha, kalian punya matras? Berikan padaku! Aku ingin melakukan koprol karena melihat tingkah kikuk dari seorang Yixing—maksudku Lay, hahahaha. "Umphh—Lanjutkan,"

"Errhh—Kau lihat sendiri tadi kan? Junior inda—maksudnya junior kecil—akhh! Maksudku juniornya itu membengkak! Pasti orang itu memperlakukannya dengan kasar sehingga Junior menggodany—maksudku juniornya itu terluka!" jelas Lay gege dengan susah payah. Hahaha, lihat, wajahnya memerah. Dapat kukoreksi, dia telah melakukan 3 kali kesalahan. Bukan kesalahan sih, tapi lebih mirip dikatakan keceplosan. Hahaha.

"Lalu, siapa yang melakukannya? K-kau?" tanyaku hati hati. Lay gege segera mendelik kearahku. Oke, oke. Aku tahu maksud dari tatapannya. Dia sudah bilang bukan dia pelakunya. Yayaya, aku mengerti Lay gege.

"Kurasa, itu Kris."

"Kris? Siapa itu?"

"Kris, Wu Yi Fan, Pangeran Sekolah kita," ucap Lay gege, "Aku berpapasan dengannya ketika dia keluar dari Toilet sore tadi, aku memang pulang agak terlambat karena piket. dan, aku langsung saja mencurigainya. Dia pangeran sekolah yang paling malas ikut kegiatan club, apalagi piket. lalu kenapa dia bisa pulang sesore itu, mencurigakan bukan?"

Aku mengangguk mengiyakan, Lay gege menarik nafas sejenak sebelum ia melanjutkan penjelasannya. "Lalu, aku masuk saja ke Toilet diam diam, dan ternyata benar. Hyungmu itu sedang menangis didalam sana dengan posisi setengah telanjang. Dan bajunya itu, errhh—kotor dan sangat basah. Jadi, sebelum aku kemari, aku memakaikannya pakaian bersih yang dia pegang saat itu.."

"Tu-tunggu dulu.. Berarti.. kau menyentuh.. Baekhyun hyung.. juga, kan?!" tanyaku spontan ketika dia menceritakan tentang 'memakaikan pakaian' barusan. Lay gege menyikut perutku kuat kuat.

"Itu tidak penting, kkamjong!" ujar Lay gege dengan wajah yang bersemu merah. Oke, itu berarti dia benar benar ikut menyentuh Baekhyun hyung saat posisi setengah telanjang itu. "Lalu, setelah dia berpakaian rapih. Aku hendak mengantarkannya pulang tapi, dia malah tak bisa berjalan. Dia bilang Junior menggemaska—maksudku juniornya itu terasa sakit jadi dia tak mau berjalan. Yasudah, aku gendong saja kemari."

"Kau yakin gege?" tanyaku seraya menaikkan sebelah alisku.

"Ya, dengan presentase 57 persen" jawab Lay gege tenang.

"Kenapa hanya 57 persen?" tanyaku.

"Presentase yang lain ada pada Hyungmu sendiri Kai. Kau tanyakan ne padanya nanti, aku harus buru buru pulang dan kekamar mandi." Jelas Lay gege dengan wajah yang tampak tidak menyenangkan.

"Eh, memangnya gege mau ngapain?" tanyaku memastikan.

"Well, aku harus bermain solo, see ya!" ujar Lay gege seraya melesat pergi dengan cepat. Dapat kulihat dia berlari keruang tengah, mengambil tasnya—tersenyum dan membungkuk kearah Baekhyun hyung dan berlari sekencang kencangnya keluar dari rumah kecil kami. Haha, benar benar terangsang oleh Hyung kecilku itu. Kalau kupikir, aku juga iya sih.

Errhh—baiklah, saatnya meminta fakta tentang apa yang terjadi pada Baekhyun hyung.


-12-

[Normal_pov]

Seorang pemuda jangkung berambut pirang tampak mendengus sebal seraya memainkan handphonenya gusar di kursi tunggunya. Well, sudah 15 menit dia harus menunggu pesawat penerbangan dari Tokyo yang tak kunjung datang. Panggil saja pemuda berambut pirang itu Kris. Ya, seperti yang kita tahu, Sang pangeran sekolah kita yang tampan itu. Menunggu adalah hal yang paling dibenci oleh pangeran sekolah yang satu ini. Entah dalam konflik apapun. Well, kalau bukan karena dia yang meminta pangeran kita untuk menjemputnya. Tunggu dulu, dia? Ah, kalian akan mengetahuinya nanti.

"Sir, pesawat penerbangan dari Tokyo sudah tiba," ujar seorang pria paruh baya yang sedari tadi berdiri di sebelah kanan kris. Well, itu adalah asisten pribadinya. Kris hanya mendecak dan mengangguk pelan mengiyakan. Dia segera bangkit dari posisinya. Dan mencari sosok yang sedari tadi menganggunya saat bekerja itu.

"Hey! Kris gege, aku disini!" panggil Seorang pemuda tampan berambut soft grey seraya menyeret koper besarnya dan melangkah dengan tenang menuju Kris. Kris hanya memutar bola matanya kesal seraya menghampiri pemuda berambut Soft Grey tadi yang bernotabane sebagai sepupunya.

"Sudah besar juga kau rupanya, Oh Sehoon." Ujar Kris seraya mengamati pemuda berambut soft grey itu dari ujung kaki sampai ujung rambut. Sehun hanya mengangkat bahunya kemudian memberikan koper beratnya pada pria paruh baya disebelah Kris tadi. Tanpa dikomando, asisten Kris segera membawakan koper berat milik Sehun tadi.

"Tentu saja, gege. Ah ya, bagaimana keadaanmu, Ah ne, bagaimana keadaan adikmu—Luhan? Apa dia baik baik saja?" tanya Sehun seraya mengikuti langkah Kris yang sedari tadi beranjak menuju mobilnya.

"Well you see that—ah ya Oh sehun, aku tak mau dengar lagi kalau kau masih mengincar Luhan lagi, takkan kuberikan adik semata wayangku pada siapapun! Camkan itu!" terang Kris dengan intonasi yang sedikit dinaikkan.

Sehun hanya terkekeh mendengar ucapan Kris, "Ne gege, aku kan sudah berjanji takkan mengincar adikmu lagi. Lagipula, aku ini sepupunya kan. Percintaan dalam hubungan Saudara sangat tak diperbolehkan,"

Kris hanya mengangguk mengiyakan.

"Hey, gege. Dimana asistenmu?" tanya Sehun celingukan mencari sosok asisten Kris yang sudah nampak tua itu.

"Mungkin tertinggal, maklum, dia kan sudah tua." Jelas Kris santai seraya terus melaju menuju mobilnya, "Lagipula sebentar lagi aku akan punya asisten baru,"

"Asisten baru?"

"Ya," sebuah seringaian mesum memancar begitu saja dari bibir Kris, "Asistenku yang sensitive dan menggoda,"


-12-

[Kai_pov]

"K-Kaihh~" erang Baekhyun hyung memanggilku. Aku hanya dapat menggigit bibir bawahku, menahan semua hasrat yang akan memancar dari dalam tubuhku. Oh ayolah, hyung! Kau ini seperti obat perangsang saja, hyung! Begitu mudahnya merangsangku sampai seperti ini. "S-sampai-hh ka-kapanh.. Sshhh. Hy-Hyung a-akanhh.. te-telanjang.. ahh.. se-seperti ini-hh?"

"S-Sampai, rasa sakit pada tubuhmu menghilang, Hyung." Jawabku seraya mengalihkan pandanganku menuju arah yang lain. Oh ayolah, aku tak boleh melakukannya pada hyungku sendiri. Huft, tahan dirimu Kai. "Hyung, ceritakan padaku kenapa kau bisa seperti ini!"

"A-Ani-hh,,"

"Hyung.. ceritakan, aku ini Adikmu hyung, aku harus tahu tentang hal ini!"

"A-Ani,, a-akuhh t-tak mau-hh.."

Err—hyung ini, tidak tahu ya, kalau nafsuku ini sedang meledak ledak, "Hyung—cepat katakan sebelum aku memaksamu!"

"Aniiii..."

Entah setan apa yang merasukiku tiba tiba saja tubuhku begerak bangkit kemudian kembali menatap Baekhyun hyung yang masih berbaring di sofa dengan posisi telanjang bulat itu, dan itu benar benar membuat libidoku naik. Tanpa komando, aku segera merebahkan tubuhku menindihinya.

"Akkhhh~ Kai-hhh!" erang Baekhyun hyung tertahan. Ukh, aku sudah tak kuat lagi. Segera saja kukunci bibir manisnya dengan bibirku. Kulumat dengan ganas bibir manisnya. Sesekali kuhisap kuat kuat bibirnya, dan membuat bibirnya tampak sedikit membengkak dengan warna kemerah merahan yang menggoda. Aku mulai mengiggit bibir bawahnya dan, bingo! Tepat apa dugaanku Baekhyun hyung segera membuka mulutnya. Tanpa kubuang kesempatan ini segera saja aku memasukkan lidahku kedalam rongga mulutnya yang sempit. Ukh, rasanya benar benar hangat—namun manis. Segera saja kuabsen gigi-giginya yang memang kurasa sangat rapih itu, dan kuajak lidah kecilnya bermain dengan lidah lihaiku. Lidahku mulai melilit lidahnya dan menariknya keluar, dan benar saja, Baekhyun hyung berusaha melepaskan lilitan lidahnya. Namun, well, lidah ku ini benar benar lihai jika diajak bermain. Aktivitas kami membuat beberapa saliva mengalir melalui celah celah bibir kami. Entah saliva siapa itu, yang pasti aku sangat menikmatinya.

Setelah cukup puas dengan rongga mulutnya, bibirku bergerak turun menuju leher mulusnya itu, tanpa basa basi lagi segera saja kuhisap kuat kuat leher jenjangnya dan itu membuat Baekhyun hyung kembali melenguh panjang.

Tanganku bergerak menuju nipplenya. Dengan perlahan aku mulai menyentuh nipplenya dan..

Croottt!

Dan aku dapat melihat, junior kecil Baekhyun hyung mengeluarkan cairan putih kental yang membuat junior kecil dan selangkangnya basah. Aku segera tersadar dari apa yang kulakukan. Dapat kulihat wajah Baekhyun sudah benar benar memerah, dengan keringat yang membasahi sekujur tubuhnya, dan lagi lagi tubuhnya bergetar hebat.

Dengan mata sayu dan wajah memelasnya, Baekhyun hyung mendongak menatapku. Ukhh.. benar benar tatapan yang menggodaa. Bibirnya bergerak berusaha mengatakan sesuatu

"K-Kai-hh.. hentikan-hh.. b-baikhh.. a-akan.. hyunghh.. ce-ceritakan-hhh~"

TO BE CONTINUED

Heii~ Mianne aku baru Updet m)o
MODEM W BERMASALAH CHINGUDEUL~ MOHON MAKLUM NE? (/..\)
Mianne gak bisa Full NC, Berikutnya Mungkin~

Doakan ne?

Jangan Lupa RnR? Okeh~

Kecup manis From Papih Mamih Krisbaek :*