Malam yang sangat indah jika hanya ingin digunakan untuk bergeliat ria diatas kasur, tapi itu tidak berlaku bagi seorang Xi Luhan, lihat lah betapa hancurnya sekarang kamar yang ditempatinya untuk tidur dan belajar itu, namja manis nan cantik /? ini masih setia mengingat apa yang Sehun katakan pada nya disekolah tadi, tidak lupa juga dengan wajah yang sudah memerah sempurna setiap kali kata kata Sehun teringat oleh nya.

'Aku suka saat kau berubah warna', begitulah kata kata Sehun yang berdengung /? ditelinga Luhan. 'Kau lucu dan... err.. manis', kalimat kedua itu lah yang sering membuat pipi Luhan memanas, membuat rona merah terus menjalar hingga ketelinga namja imut ini.

"Kyaaaaaaaaaaaa!", teriak Luhan sambil berguling guling ria dikasurnya, untung saja malam ini seluruh seisi rumahnya pergi keluar rumah entah kemana yang Luhan sendiri pun tidak ingin mengubrisnya karena ingin mengingat kembali yang Sehun lakukan padanya pagi tadi karena -menurut Luhan- itu adalah kesempatan yang -bahkan sangat- langkah.

Drrrttt... Drrrtttt...

Handphone Luhan bergetar hebat /? menandakan adanya telepon masuk mengingat tidak satu dua kali handphone itu bergetar, awalnya Luhan malas mengangkat, tapi kata hati berkata lain /eaaaaa xD/

"Yeoboseo", ucap Luhan malas mengingat 'si penelpon' sudah menganggu acara keramat yang jarang Luhan lakukan ini.

"Luhan? Ada sesuatu yang ingin aku katakan, ini SANGAT penting, cepat catat", ucap 'si penelpon' dengan kata 'sangat' yang sengaja ditekannya /?

"Nuguseyo?", tanya Luhan malas dan tidak ingin menuruti apa yang disuruh oleh 'si penelpon'

"Yaakkk! Aku menyuruhmu untuk mencatat, eoh? Aku Sehun, Luhan-ah", jawab 'si penelpon' yang diketahui Sehun itu.

"Oh, ada perlu ap- ANDWEEEEE!", teriak Luhan histeris setelah berhasil mencerna siapa yang menelponnya ini. "NUGU?! NUGUSEYO?!", lanjut Luhan teriak dengan semangat.

"Sehun, Oh Sehun, Luhan-ah. Dan berhenti berteriak, kekeke", ucap Sehun terkekeh ria mendengar ekspresi Luhan setelah ia mengucapkan namnya. "Yasudah, cepat siapkan pena dan kertas, ini sangat penting", lanjut Sehun.

"Ne, tunggu", ucap Luhan dan sibuk mencari pena dan kertas. "SIAP! Apa yang perlu aku catat?", tanya Luhan.

"Semuanya", Ucap Sehun. "Besok, di depan taman jam 2", lanjut Sehun.

"Didepan... Taman... Jam... 2", gumam Luhan sambil mencatat yang Sehun ucapkan.

"You'll have a date with me", sambung Sehun.

"Nge-date... Dengan... Se- Eh?!", ucap Luhan karena baru menyadari secara tidak langsung Sehun mengajaknya nge-date.

"Sudah selesai? See you later, mumumu, HAHAHA", ucap Sehun sambil tertawa keras karena mendengar Luhan yang shock setengah idup /? belum sempat Luhan protes, Sehun sudah memutuskan hubungan telepon mereka.

"Eh?! Yeoboseo?! YAKKKK! YAKKK!", teriak Luhan pada benda persegi panjang yang sedang digenggam nya itu.

'Perfect!', ucap Luhan dalam hati.

END