DAY
.
.
A Fanfiction By LadyEXBang
.
Cast(s) : EXO member and My other cast
Pairing : TaoRis/KrisTao
Genre : Romance and Family
Rated : T
.
Desclaimer : Seluruh cerita ini milik saya, terkecuali para pemain yang merupakan milik Bapak,Emaknya dan Om Sooman. Dilarang mengcopy atau menyalin cerita ini
.
A/N: Ha..hallo #gugup hehe FF ini udah terlantar berapa lama ya? Ada yang tau? Karena author jantungan setelah melihat FF ni terbengkalai, Author langsung terbakar semangat buat lanjutinnya. Ada yang nunggu FF ini?
Warning :Typo(s)/Genderswitch for UKE/Alur Maksa/ EYD gak tepat/Pasaran/ DLDR!
.
Wu Zi Ren yang tidak bisa diam dan selalu bertanya seperti Mommy nya. TaoRis/KrisTao family. Genderswitch for UKE. DLRD!
.
.
Chapter 2
Vancouver, Canada
(06.00 a.m)
Ziren mengucek matanya yang terasa perih karena baru saja tebuka setelah 9 jam lamanya dia tertidur. Walaupun sebenarnya dia masih sangat ngantuk, ia tetap saja memaksakan otot-otot kecilnya yang belum siap bergerak itu untuk menuruni ranjangnya yang berbentuk Spongebob
Ia membuka pintu kamarnya yang berwarna gading itu dan menoleh ke kiri serta ke kanan. Sepi, tidak ada orang. Tumben sekali? Biasanya sang daddy tengah sibuk mondar-mandir mengurusi dokumen pekerjaannya. Ataupun mommy yang membantu daddy.
"Mom… Dad.. ?"
Ziren berteriak kecil memanggi kedua orang itu. Namun nihil, tidak ada jawaban sama sekali. Kemudian ia mengambil salah satu telfon penghubung di dinding untuk menghubungi dapur. Setelah menekan nomor 4 yaitu nomor cepat menuju dapur, ia menempelkan gagang telfon itu di telinga sesuai dengan prosedur yang diberikan daddy dan mommy nya
"Hello? Apa mommy disana? What, they not even come down?"
Ia menutup telfon dengan kesal dan menuruni tangga untuk menuju kamar orangtuanya. Dengan langkah kecilnya, ia berjalan cepat menuju ke pintu berwarna emas pucat yang tampak tertutup rapat itu.
"Daddy, open the door! Mommy I'm hungry!"
"Oh god, Ge lepaskan~ Ziren didepan kamar…"
"Bisakah dilanjutkan sebentar hmm?"
"Eungghh~~ ani gege!"
Ziren mengerutkan alis tebalnya yang menurun dari ayahnya itu tinggi-tinggi. Kenapa dua orang itu sangat gaduh pagi-pagi begini? Pikirnya.
CKLEEKKK…
"Morning dear.. why you wake up so early in the morning? Its Sunday if you forget it"
Tao keluar sambil mengikat tali bathrobe nya dan langsung mengangkat Ziren ke gendongannya. Sedangkan yang bersangkutan masih mengangkat alisnya tinggi-tinggi. Raut wajahnya cukup membuat Tao cemas. Raut wajah Ziren yang penasaran itu sudah cukup membuat otaknya terputar.
"Mommy.. can I ask you something?"
"Of course dear..", Tao tersenyum paksa
Ziren melongokan kepalanya mencoba melihat keadaan kamar mommy dan daddy nya. Benar saja, sangat mencurigakan.
"What are you doing inside? Aku mendengar mommy mengeluarkan suara seperti 'eunggh~~' seperti itu"
Rona merah menjalar dikedua pipi Tao, pertanyaan Ziren yang tadi benar-benar membuat seluruh darahnya terpompa ke pipi. Ia menggelengkan kepalanya
"Nothing dear, Kami baru saja bangun tidur kalau kau sangat ingin tahu"
"But, I hear some strange voice.. can you explain it? Daddy!"
Ziren merosot dari gendongan Tao dan masuk ke kamar berpintu emas itu untuk menerjang sang daddy yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit dipinggang.
"Oh.. my angel, sleep well hmm?"
"Yes dad.. but what are you doing?"
Kris baru saja hendak membuka mulut saat Tao datang dan melototkan matanya pada Kris. Mencegah pria pervert itu mengatakan yang tidak-tidak. Kris menyeringai
"Kami baru saja melakukan sebuah kegiatan yang tidak perlu kau ketahui dear.."
"I'm really curious dad.. can you tell me please..bbuing bbuing~~"
"I cant dear… look at your mommy, dia menatap daddy dengan sangat mengerikan. Daddy takut.."
Tao berdiri dan mencubit pinggang Kris, kemudian membisikan sesuatu
"Setelah apa yang gege lakukan semalam, gege harus bisa menjaga rahasia otte?"
"Hmm? Itu tergantung, cantik…"
Kris mencium pipi Tao yang sibuk menutupi mata Ziren yang masih polos
"Gege, stop it! Come on dear kita sarapan"
Tao mengambil alih Ziren dari tangan Kris dan berlalu menuju ke dapur untu memulai sarapan paginya
.
.
Vancouver, Canada
(22.00 p.m)
"Gege tadi siang makan kan?"
"Tentu saja baby. Gege akan mati bila mengabaikan perintahmu"
Tao beranjak melepaskan dasi yang melilit dileher suaminya itu dan membiarkan Kris melepaskan kancing kemejanya sendiri. Kris melirik istrinya yang tengah membereskan selimut diatas ranjang mereka.
Pikiran Kris yang kotor sepertinya mulai menguap keatas saat tanpa sengaja mata elangnya itu melihat pemandangan yang begitu menyegarkan matanya yang lelah. Seorang Tao yang sedang dalam posisi membungkuk ketika berusaha mengambil bantal yang terjatuh di pojok ranjang.
Bukan apanya, malam ini Tao menggunakan dress malam yang cukup pendek. Kalian tahu kan apa yang terjadi jika Tao membungkuk? Yap, paha dan 'sedikit' butt nya yang mulus menjadi sasaran empuk bagi Kris sekarang.
"Gosh.. ge, apa yang kau lakukan?"
Tao berusaha menyingkirkan tangan kekar milik Kris yang melingkar erat dipinggang rampingnya. Ia mulai merasakan hawa-hawa tidak menyenangkan disekelilingnya.
"Hmm? Nothing… gege hanya melakukan yang seharusnya gege lakukan", naga mesum ini mulai melancarkan aksinya dengan menjilat jalur leher Tao
"Jangan ge. we already do that last night eeuummh~"
"So?"
"GYAA! Gege don't… euunnghh~"
.
.
Ziren kembali terjaga untuk kesekian kalinya malam ini. Entah kenapa matanya tidak dapat menutup, padahal semua tugas sekolah miliknya sudah dikerjakan. Ia menyibakan selimut tebal yang dipakaikan mommy nya 1 jam yang lalu dan turun dari ranjangnya.
Ia mengetuk keras pintu kamar mommy dan daddy nya. Seperti tadi pagi, tidak ada sahutan sama sekali. Dengan nekat ia mendorong pintu itu, gotchaa! Tidak terkunci..
"Gegehh… morreeh~ ngghh"
"Yesss baby.. so tight shh.."
Ziren melebarkan matanya yang kecil. Apa itu? batinnya. Daddy nya sedang menindih sang mommy dan mengeluarkan suara weird seperti tadi.
"Mommy, daddy? Kenapa kalian naked? Where's your clothes?"
Kris menghentikan gerakannya dan menatap horror kearah Ziren yang berdiri di depan pintu. Sedangkan Tao langsung mendorong Kris dan bergegas menggunakan mantel tidurnya. Kris juga langsung meraih celana jeans nya yang tergeletak tak berdaya beberapa meter dari sana.
"Daddy, apa yang kau lakukan pada mommy? Kenapa tempat tidur kalian berantakan? What happen here?"
"Emm.. we.. we do nothing dear. Why you still awake?"
"Yes dear, go back to your room.", Kris menambahkan jawaban Tao
Ziren menggeleng keras, "No! tell me, what did you do?"
Tao menggoncangkan lengan Kris dan menampakan wajah risaunya. Sudah tahu anaknya keras kepala, masih saja ngotot.
"Son, come on let me explain to you. First, we need a cup of cocoa right?"
"Yes! But don't say 'we do nothing' I know you do something!", Ziren memukul kaki daddy nya keras
"Yeah, alright.. Baby lets go"
Tao mengangguk dan mengikuti kedua 'pria' itu walaupun Ia masih merasakan nyeri pada bagian bawahnya
.
Setelah meletakkan ketiga mug berisi cocoa itu secara sempurna diatas meja, Tao beranjak duduk disebelah Kris yang masih saja topless. Berniat untuk melanjutkan mungkin.
"So, why are you so curious dear?"
Ziren menatap mommy nya kemudian mengeluarkan jurus aegyo nya yang larut dengan rata pada darahnya, "Mommy, daddy… aku penasaran sekali. Tell me please…"
"Well, that's something that you doesn't have to know. Ini masalah orang dewasa", Kris mengelus surai kecokelatan milik Ziren
"Jinjja? Tapi aku sudah besar daddy.."
"Dengarkan kata-kata daddy, dear. Kita sudah punya kesepakatan kan?"
"But promised me, kalian harus memberitahuku ketika aku dewasa..", Ziren merajuk dengan memajukan bibirnya
"You can keep our promise.. Okay dear, you must sleep now"
Ziren naik ke kamarnya diatas dan melambai kepada mommy, daddy nya dibawah sana. Tao menghembuskan nafasnya lega dan beranjak untuk meletakkan ketiga mug itu di wastafel. Kris menatap istrinya yang pergi kedapur lalu merebahkan kepalanya pada punggung sofa dan memejamkan matanya yang lelah sejenak
"Ge, what's wrong?"
Kris membuka matanya kemudian menepuk pahanya, memberi isyarat pada Tao untuk duduk disitu. Tao tersenyum simpul kemudian duduk dengan nyaman dipaha kokoh suaminya. Kris menyembunyikan kepalanya pada cekungan leher Tao dan kembali memejamkan matanya.
"Gege capek? Mau Tao ambilkan vitamin?"
"Tidak love, gege tidak papa. Gege cuma butuh panda manis ini"
"Ishh… dasar gombal", Tao mencubit pipi Kris yang sedang tersenyum penuh arti lalu membelai surai pirang platina suaminya perhatian
"Ayo naik ge, jangan tidur disini…"
Tao menepuk lengan Kris yang terlihat mulai terlelap agar dapat tidur lebih nyaman diatas tempat tidur. Kris sedikit tersentak tapi kemudian mengangguk dan menggendong tubuh Tao untuk naik keatas.
Disaat lelah pun Kris masih bisa mencari kesempatan
.
.
Seoul, South Korean
(10.00 KST)
"Oh astaga! Taotao.. kapan kau kembali ke Korea? Kenapa tidak menelfon jiejie mu dulu ha?"
Xiumin a.k.a Kim Minseok yang merupakan senior terdekat dari Tao saat kuliah dulu, mulai berteriak heboh ketika melihat tiga orang yang datang secara tiba-tiba di depan rumahnya.
"Habisnya jiejie kalau kutelfon tidak diangkat. Chen gege juga! Ya kan Ge?"
Kris tertawa pelan menyambut protes dari Tao, "Chen sangat sibuk dengan kegiatan menyanyinya ya?"
"Ya begitulah, akhir-akhir ini tawaran untuk bernyanyi di TV swasta melonjak. Kupikir dia tidak bisa menolaknya", Xiumun terkekeh
"Hello siapa ini? Ini Ziren ya? Ya ampun sudah besar begini.."
"Ne jiejie, dia Ziren. Dear, perkenalkan dirimu"
Ziren yang awalnya asyik dengan sebuah robot gundam ditangannya mulai mengalihkan pandangannya setelah mendapat colekan dari sang daddy
"Annyeonghaseyo ajjhuma. I'm Ziren, nice to meet you.", Ziren melambai kearah Xiumin
"Aigo… dia sangat tampan, Tao!"
"Seperti daddy nya.."
Xiumin melirik sadis kearah Kris. Tapi benar juga sih..
"Ayo masuk, aku memasak banyak hari ini"
Kris, Tao, dan Ziren mengangguk kemudian masuk kerumah yang bernuansa hangat itu seteah melepaskan alas kaki mereka
.
.
Seoul, South Korean
(11.00 KST)
Ziren memandang takjub makanan yang tersaji diatas meja keluarga Kim itu. Semuanya lengkap, mulai dari makanan pembuka hingga penutup.
"Ajjhuma.. did you cook all of this?"
Xumin yang sedang mengangkat Pie ayam nya dari oven menganga, "Kris, kau ajarkan anakmu berbahasa apa hah?"
"Tentu saja bahasa yang digunakan disana. Ziren, gunakan bahasa Korea"
"Yes dad.. I mean, Ne appa.."
Xiumin tersenyum menatap Kris yang sedang meladeni putranya, padahal tadi Kris sedang meyeruput kopinya dengan tenang.
"Jie.. kalau sudah begini diapakan? Aku lupa caranya memasak jajangmyeon"
"Tinggal tunggu saja Taotao, biarkan sebentar lagi..", Xiumin mengambil alih spatula ditangan Tao dan mengaduk mie hitam pekat itu
"Oh ya jie, kenapa kau masak sangat banyak hari ini?"
Tao menatap seluruh makanan yang tersaji disana. Padahal keluarga ini hanya beranggotakan tiga orang.
"Hari ini Inseok pulang berkemah. Aku janji akan memasakannya banyak makanan"
"Who is Inseok, mom?", Ziren menatap Tao dengan penasaran
"Inseok is…
"Eomma… aku pulang…"
Sebuah suara kecil mengagetkan orang-orang disana. Hingga Ziren menatap sang pemilik suara…
Waktu bagaikan berhenti
"Wow.. so beautiful"
.
.
TBC
.
.
Ahhaayy….. Ada yang bisa tebak apa yang akan terjadi selanjutnya pada Ziren?
Ayo ayo ditebak lewat review
Halah ini mah modusnya author
Ok, ada yang berniat review?
.
