"Perlu kugunakan kondom?" Sasuke sedikit mendongakkan wajahnya saat merasakan jilatan dan gigitan Naruto di leher dan rahangnya.
"Mmh," rasanya sulit hanya untuk berbicara saat tangan dan mulut Naruto menjelajahi tubuhnya sementara ia masih memainkan beberapa jarinya di dalam tubuhnya sendiri. "Hmp... tidak usah."
"Hei, jangan memulai tanpaku," Sasuke membuka kedua matanya saat tangan Naruto menarik tangannya yang tadi sibuk di bawah sana dan menghisap jari-jarinya ke dalam mulut.
"Kalau begitu sebaiknya kau segera memulai atau aku akan mencari sesuatu sebagai pengganti penismu untuk kumasukkan ke dalam sini."
Sasuke hanya memutar bola matanya mendengar Naruto tertawa, tidak setiap hari ia merasa se-horny ini dan sepertinya bagi Naruto itu sesuatu yang menyenangkan untuk dilihat. Ia sedikit berjengit saat Naruto melebarkan kedua kakinya dan ia merasakan gigitan dan hisapan di pahanya.
"Kalau begitu bersabarlah sebentar lagi."
"Naruto," Sasuke menutup kedua matanya dengan punggung tangannya saat kedua tangan Naruto menahan kedua kakinya untuk tak bergerak sementara ia merasakan gigitan Naruto semakin intens di kulitnya, membuatnya meremas seprai dengan satu tangan untuk menahan erangannya yang mendesak ingin keluar.
"Ngh—" Sasuke menggeliat dan dengan refleks meremas rambut Naruto dengan tangan yang tadi memegangi seprai merasakan mulut panas Naruto menghisap dirinya ke sana, melingkupinya dengan kehangatan yang rasanya melemaskan seluruh tubuhnya.
"Uh, sebentar, Naruto—" Naruto menghentikan kegiatannya saat menatap Sasuke yang perlahan bangkit dengan wajah sedikit merengut, meski dengan keadannya yang sekarang sangat terlihat tidak meyakinkan.
"Kenapa?"
"Aku juga mau," Sasuke menyingkap rambutnya yang menutupi dahinya sambil menatap Naruto dan memiringkan kepalanya.
"Baiklah, bawa tubuhmu kemari," Sasuke merangkak ke arahnya—dan pemandangan seperti ini hanya memperburuk keadaannya di bawah sana—sebelum memosisikan bokongnya tepat di atas wajah Naruto yang sedang berbaring, sementara ia menyangga tubuh bagian atas dengan siku dan menjulurkan lidahnya sambil memiringkan kepalanya dan menjilat penis Naruto yang tepat berada di depan wajahnya.
"Sasuke, jangan buat aku ejakulasi lagi," Naruto menjilat sebentar kedua jarinya sebelum memasukkan mereka ke dalam tubuh Sasuke perlahan sambil membuka mulutnya untuk melakukan oral pada milik Sasuke yang berada di atas wajahnya.
"Kenapa?" Sasuke menggenggam penis Naruto dengan satu tangannya sementara ia hanya menggunakan lidahnya.
"Ingin di tempat selain mulutmu," Naruto merasakan tubuh Sasuke sedikit menggeliat setiap ia menggerakkan jarinya. Ia membawa satu tangannya yang lain untuk meremas pantat Sasuke sementara ia menambahkan satu jari ke dalam, merasakan kehangatan itu melalui jari-jarinya yang bergerak melebar.
Sasuke menggerak-gerakkan bagian bawah tubuhnya setiap kali jari-jari miliknya menusuk agak dalam, erangan Sasuke tak terdengar jelas karena mulutnya pasti sedang sibuk di sana. "Ah, pemandangan yang indah."
Sasuke melepaskan hisapan pada miliknya setelah beberapa saat. "Ngh, sudah, sudah. Cepat masukkan penismu," meski Sasuke hanya sedikit berbisik, sepi yang melingkupi kamarnya membuatnya dapat mendengar perkataan Sasuke cukup jelas. Ia perlahan menarik dari dan memosisikan dirinya di belakang tubuh Sasuke sambil mencium leher Sasuke yang berkeringat.
"Apa yang merasukimu? Seandainya saja setiap hari kau seperti ini," geraman pelan Sasuke membuatnya tertawa sejenak sebelum ia meraih penisnya yang sangat ereksi dan menekannya ke lubang anal Sasuke agar masuk secara perlahan.
"Ngh, Naru—semuanya," jika tidak menyaksikan sendiri, Naruto tidak akan percaya jika ada orang yang mengatakan bahwa Sasuke bisa seperti ini saat berada di ranjang, yah meski itu bukan masalah karena hanya ia yang bisa menyaksikan secara langsung. Ia mendesis pelan merasakan ia diremas begitu erat di dalam tubuh Sasuke, sekali lagi sedikit menundukkan tubuhnya untuk memeluk Sasuke, ia mendorong dirinya masuk sepenuhnya dengan sedikit paksaan membuat tubuh Sasuke sedikit tersentak dan ia menahan teriakannya di dalam bantal.
Saat beberapa lama hanya terdengar desah mereka, Naruto merasakan Sasuke bergerak sedikit, sebelum ia bergumam saat Sasuke memanggil namanya dengan berbisik.
"Hm?" Saat ia menyadari apa yang Sasuke inginkan, ia menggerakkan tubuhnya perlahan, sebelum beberapa saat berlalu dan ia mendorong masuk semakin dalam di setiap gerakan, membuatnya mengerang setiap kali Sasuke menjepitnya di dalam sana begitu erat.
"Sasuke," Naruto menarik dirinya keluar perlahan saat Sasuke memanggil namanya, sebelum ia melihat Sasuke membalikkan tubuhnya dan berbaring melebarkan kedua kakinya karena ia tahu Sasuke tidak begitu suka dalam posisi itu berlama-lama.
"Naru," Sasuke mengulurkan kedua tangannya dan Naruto mengerti apa yang ia minta saat Naruto segera mendekatkan tubuhnya ke dalam jangkauannya dan ia segera memeluk leher Naruto, menariknya ke dalam ciuman sementara ia merasakan Naruto memasukinya lagi. "Ah—" Sasuke melingkarkan kedua kakinya di pinggang Naruto, menarik mulutnya sedikit menjauh saat ia merasakan seluruh tubuhnya seperti mengejang saat Naruto mendesak ke arah yang tepat. "Ah, lakukan itu.. ngh lagi."
Ia menutup mulutnya dengan satu tangan merasakan ia tak dapat menghentikan suara-suara memalukan itu untuk tidak keluar saat Naruto bergerak semakin cepat dan menusuk semakin dalam. Seks dengan Naruto selalu terasa seperti pertama kali, ia menyukai bagimana Naruto membelai rambutnya, mengecup wajahnya atau bagaimana Naruto tersenyum padanya sesekali sambil membisikkan namanya meski kebanyakan orang tidak akan memedulikan hal itu saat melakukan seks.
"Sasu," Sasuke membuka mata saat Naruto menarik tangannya yang tadi menutupi mulutnya dan mengecupnya. Sasuke hanya mengangkat sedikit alisnya, namun ia kembali berjengit merasakan Naruto terus saja mendesaknya di tempat ia tak bisa menahan diri untuk tak mendesah setiap kali Naruto bergerak.
"Bisa bangun?" Sasuke merasakan Naruto menarik tubuhnya perlahan untuk bangun dan ia kembali mengerang tertahan saat ia sudah berada di pangkuan Naruto merasakan penis Naruto di dalam tubuhnya menekan sangat dalam.
"Naru, ah," Sasuke mendongakkan wajahnya dan memeluk leher Naruto sambil berusaha bergerak perlahan. Suara-suara erotis itu tak juga berhenti, ia memejamkan mata membayangkan bagaimana penis Naruto bergerak keluar dan masuk di dalam tubuhnya membuat wajah dan seluruh tubuhnya terasa memanas.
"Lanjutkan seperti ini?" Naruto menghisap lehernya dan memeluk pinggangnya sementara Sasuke mencoba tetap bergerak menggunakan tenaganya yang tersisa dengan bantuan Naruto.
"Ugh, cium aku," Sasuke menundukkan wajahnya dan menjulurkan lidahnya pada Naruto dan Naruto melakukan hal yang sama sebelum ia mendorong belakang kepala Naruto untuk menyatukan mulut mereka lagi, sementara ia tak berhenti bergerak di bawah sana, mendesis setiap kali ia merasakan sengatan itu kembali lagi.
Entah berapa lama mereka dalam posisi itu, saling menggigit dan menghisap satu sama lain hingga Sasuke mengerang pelan merasakan tangan Naruto meremas miliknya yang terjepit di antara tubuh mereka yang diselimuti peluh dan rasanya ia tak dapat menahan diri lagi.
"Ah—lagi," Sasuke menarik satu tangannya yang tadi memeluk Naruto, meraba tubuhnya sendiri yang kini terasa begitu panas dan lengket oleh keringat sebelum ia membawa tangannya turun, melingkupi tangan Naruto dan ia meremas penisnya lebih erat membuat ia menggeliat sambil menyatukan dahinya dengan Naruto.
Saat merasakan tubuh Naruto sedikit mengejang, ia memutar dan menggetarkan bagian bawah tubuhnya sebelum menaik-turunkannya dengan cepat, menghentakkan tubuhnya di pangkuan Naruto setiap kali ia turun. "Ejakulasi di, ahh, dalam," Sasuke membuka matanya dan mencium mulut Naruto selama beberapa saat sebelum ia menggerakkan tangannya lebih cepat merangsang dirinya sendiri. "Bukankah kau bilang akan memberiku makan sebanyak apapun yang kuminta, Naruto-sama?" Sasuke berbisik pelan dan ia menggigit bibirnya untuk menahan diri agar tidak menyeringai dengan bodoh melihat Naruto yang hanya mengangguk menjawab perkataannya tanpa mampu berkata apapun. "Tidakkah kau lihat… nghh, kalau peliharaanmu kelaparan?"
Sasuke kembali berbisik dengan napas terengah. "Berikan semua spermamu yang tersisa, tumpahkan semua di dalam hingga… uhh aku tak bisa lagi menampungnya," Sasuke tidak memedulikan ranjang yang berderit protes, ia terus mengulangi apa yang ia lakukan hingga ia berhenti merasakan Naruto memeluknya begitu erat, cara ini selalu berhasil dengan baik karena beberapa detik setelahnya ia merasakan cairan panas itu di dalam tubuhnya, mengalir dan mengisi setiap sudut di sana hingga ia tidak tahan untuk tidak berteriak bersamaan ia menumpahkan diri di tangan Naruto yang masih menggenggamnya.
"Sasuke," membuka kedua matanya dengan malas, ia membiarkan saja saat Naruto menarik tubuhnya untuk berbaring di atas tubuh Naruto. Tenaganya terasa menghilang seluruhnya, terlalu lelah untuk peduli bahkan ketika ia merasakan cairan hangat itu mengalir keluar melalui analnya saat Naruto menarik memisahkan diri, membasahi bagian bawah tubuh Naruto, tidak peduli betapa memalukannya hal ini di esok hari nanti ketika ia bangun dan akan menemukan dirinya meneteskan sperma dari dalam anusnya. Namun saat Naruto mengecup kedua kelopak matanya dan mengucapkan selamat malam, ia mengangguk dan tersenyum tipis sebelum mimpi menjemputnya.
.
Mengedipkan matanya beberapa kali, Sasuke mengernyit dan kembali menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya termasuk kepalanya saat menemukan bahwa hal yang membuatnya terganggu adalah silau dari cahaya matahari dari tirai jendela yang terbuka. Ia mengerang kesal saat seseorang menarik selimut yang menutupi kepalanya dan merasakan kecupan di bibirnya.
"Waktunya untuk bangun, Sleeping Beauty," Sasuke hanya mendelikkan matanya menatap Naruto yang tengah tersenyum padanya dengan rambut yang basah dan tanpa mengenakan atasan.
"Aku masih ingin tidur, Idiot."
"Kau pikir ini jam berapa, Sasuke? Mandi dan ayo sarapan," Naruto membungkukkan tubuhnya dan menggesekkan hidungnya pada pipi Sasuke sehingga air dari rambutnya menetes di wajah Sasuke, membuat Sasuke semakin kesal dan mendorong kepalanya menjauh sebelum melemparkan bantal yang tepat mengenai wajahnya. Well, Sasuke ditambah pagi hari bukan hal yang menyenangkan untuk dihadapi. Apalagi jika ia sedang lelah, rasanya seperti membujuk seekor singa liar untuk berpose lucu di depan kamera. Sedikit absurd.
"Kupikir kau akan mengucapkan 'selamat pagi, Naruto-sama' dengan wajah yang manis seperti semalam saat aku membangunkanmu. Kembalikan Sasuke-ku yang dulu!"
Sasuke berdecak kesal dan membuka matanya dengan sangat terpaksa atau Naruto tidak akan diam hingga ia bangun. "Damn you!"
Naruto tersenyum lebar. "Aku sudah memesan makanan. Apa kau baik-baik saja?"
Sasuke menggeliat pelan. "Ck. Pegal, basah, dan pantatku sakit. Sialan," Naruto hanya menghela napas pelan, padahal siapa yang semalam mengatakan untuk—ah sudahlah. Sabar, sabar.
"Mood yang bagus dimulai sejak pagi, bagaimana kau bisa bahagia kalau sudah marah-marah sejak bangun tidur."
Saat Sasuke mengulurkan satu tangannya, Naruto sedikit membungkuk, untuk mendapati Sasuke yang langsung memeluk lehernya dan menariknya ke dalam ciuman. Selama beberapa menit mereka seperti itu, hingga Sasuke melepaskan diri dan membuka matanya. "Semalam menyenangkan, apa tidak apa-apa kalau aku kecanduan?"
"Asal hanya padaku," Naruto tersenyum dan mendekatkan wajahnya lagi untuk mencium bibir Sasuke sebelum terdengar suara yang membuat momen romantis itu rusak seketika. Sasuke membawa tangannya untuk mengelus perutnya.
"Uh, lapar."
Naruto facepalm. "Mau makan dulu?" Ia mengangkat satu alisnya saat Sasuke mengulurkan kedua tangan padanya. "Apa?"
"Mandi."
Naruto hanya tertawa pelan sebelum ia dengan perlahan mengangkat tubuh Sasuke bersama dengan selimut tebal yang masih membungkus tubuhnya. "Uh, kau berat. Mau kutemani mandi? Shower sex untuk memulai hari terdengar menyenangkan."
Sasuke memeluk lehernya dan bersandar padanya. "Kalau kau mau bertukar posisi tidak masalah."
"Kalau aku mau bertukar posisi, kita akan benar-benar melakukannya?"
Sasuke memutar bola matanya. "Fuck you."
"I love you, too, Sasuke-sama."
.
.
.
Naruto © Masashi Kishimoto
[END]
Thank you and see you in my next stories!
