Tittle: Today!

Author : LadyEXBang

Pairing : All EXO Official Couple

Cast(s) : My Another Cast

Genre : Romance, Drama,Humor

Rated : T

Desclaimer : Seluruh cerita ini milik saya terkecuali para pemainnya

.
Summary: 6 oneshoot kebahagian dari masing-masing Official Couple EXO! HUNHAN,KRISTAO,CHENMIN,KAISOO,SULAY and CHANBAEK is Here! SULAY for Chap 6! , Don't Like don't Read, RnR! [UPDATE CHAPTER 6!]

.

Warning : Genderswitch for Uke/ Typo(s)/ Alur kecepetan/ Cerita maksa/Karakter gak sesuai

.

A/N : Nguingg…nguingg… Author kembali lagi nih! Pertama, pengen minta maaf gegara fic SuLay yang author janjiin update kilat ternyata ngolor gegara Author sibuk bnget seminggu ini. Tapi sekarang udah update dan sebagai penggantinya, SuLay author buat yang special ! Read Jusseyo~~

Reviews bakalan dibales di bawah…

.

Chapter 6 : Pernikahan Unicorn dan Air

SULAY STORY!

.

.

Suho menatap penuh harap pada 5 namja di hadapan nya. Sesekali ia memasang tampang memelas pada mereka

"Ayolah…. Tega sekali kalian padaku yang malang ini"

"Hyung menikah duluan dan bilang yang paling malang? Aku sebagai penyanyi dadakan sangat keberatan akan hal itu"

Chen menyahut permohonan Suho tadi yang di barengi anggukan setuju dari yang lain nya

"Lagipula, aku tidak ada tampang untuk menjadi MC gratisan", Kris mengangkat bahunya cuek

"Ya! Kita sudah bersahabat 7 tahun dan kalian masih minta bayaran?"

Suho memandang takjub pada ke 5 orang di hadapannya yang asli matre itu

"Hyung mau aku dan Cadel menari ballet di tengah resepsi pernikahanmu nanti ?"

"Namaku bukan cadel, kkamjong!"

Sehun menjitak kepala Kai yang di balas dengan deathglare milik Kai yang pastinya masih kalah dari milik Kris

"Apa hyung mau aku menjadi comedian nanti?", Chanyeol menunjuk dirinya dengan senang hati

Suho menggaruk pipinya garing, "Kau pikir pernikahanku acara Stand Up Comedy?"

Ke enam namja itu terbahak membayangkan betapa hancurnya resepsi pernikahan Suho nanti , saat Chanyeol tiba-tiba mengambil alih microfon

"Apa hyungdeull sudah mendapat telfon?", Sehun mengecek ponsel di tangan nya

Sontak, mereka langsung mengambil ponsel di saku masing-masing dan membuang nafas lega bersamaan

"Kalau Kyungsoo tahu aku tidak pulang, bisa-bisa aku tidak dapat jatah nanti malam", Kai menjambak rambutnya frustasi

"Tenang saja, café ini berada di bagian utara Mall tempat para yeoja itu shopping", Suho menepuk bahu Kai

"Jadi, apa kalian mau membantuku? Lagipula Yeojachingu kalian menjadi pengiring kan? Aku sudah memberi kalian tempat istimewa di samping samping altar!"

"Lalu kalau aku berdiri di samping altar apa yang terjadi, hyung?", Sehun menatap bingung Suho

"Kalian bisa melihat yeojachingu kalian yang cantik itu dan langsung menggandeng tangan mereka. Simple bukan?"

"Apakah itu menguntungkan?", Kris mengangkat alisnya tinggi

"Tentu, karena kalian tidak boleh melihat mereka sampai Lay dan aku selesai tukar cincin"

Suho tersenyum manis pada mereka

.

.

"Oppa, maaf aku lama. Tao sempat hilang di sekitar tas branded"

Lay menutup pintu mobil yang ia masuki dan duduk di sebelah Suho yang menyetir

"Ah, anieyo.. Harusnya aku yang minta maaf. Aku mengadakan rapat dadakan dengan anak-anak tadi", Suho tersenyum dan mulai menjalankan mobilnya

"Rapat dadakan? Kenapa para yeoja tidak tahu?"

"Karena itu aku sebut dadakan, chagi… Aku bertemu mereka di parkiran tadi. Bagaimana dengan pengiring nya? Gaun warna apa yang akan digunakan?"

"Mereka memutuskan menggunakan gaun berwarna merah dan cream. Bagaimana anak buah oppa?"

Suho tertawa mendengar julukkan yang diberikan Lay pada mereka. Mungkin karena Suho selalu Nampak seperti bos?

"Entahlah, mereka meminta menggunakan warna hitam"

Lay tertawa renyah. Sudah hafal warna favorit 'calon suami' nya itu

"Ya, ya… sudah kutebak. Lagipula match dengan warna merah dan putih"

Suho tersenyum dan menjulurkan tangan nya untuk menggenggam tangan Lay yang berada di sanggahan tangan pada kursi

"Tidak kusangka akhirnya kita menikah juga"

"Ya, kita bahkan mendahului Xiumin Jie", Lay membalas mengeratkan genggaman tangan nya pada Suho

"Kukira Xiumin jie belum siap dengan pernikahan. Biarlah Tuhan yang mengatur"

Lay terkekeh mendengar ucapan Suho, "Sok religious…"

"Tapi kau suka kan?"

"Aku tidak akan menerima lamaran oppa kalau aku tidak menyukaimu"

.

.

[SKIP TIME]

Lay memejamkan matanya, mencoba menikmati angin malam yang mengibarkan kecil surai coklatnya. Ia berdalih keluar ke balkon untuk mencari angin. Padahal ia sangat gugup untuk pernikahan nya dengan Suho lusa

Sesekali ia mengusap dadanya pelan. Mencoba menghentikan detak jantungnya yang berdegup cepat

"Sedang apa kau diluar, Xingie?"

Lay nyaris berteriak kalau ia tidak menyadari siapa orang yang tengah memeluk pinggangnya itu

"Suho-oppa, jangan mengagetkanku!", Lay menepuk lengan Suho

"Hahaha,Mianhe…. Xingie ah, aku kangen. Sangat kangen"

Suho menenggelamkan kepalanya pada ceruk leher Lay dan menghirup wangi yang menguar dari tubuh tunangan yang sebentar lagi menjadi istrinya itu

"Kangen? Bagaimana oppa bisa kangen? Padahal kita baru bertemu di meja makan tadi"

"Aku tidak mau kau pulang besok…", Suho mengeratkan pelukan nya

"Ok, aku tidak pulang….

Suho tersenyum senang, "Jinjja?"

"Tapi oppa tidak akan melihatku di altar esoknya"

Suho mendengus mendengar jawaban Lay yang terkesan konyol. Suho berjalan ke hadapan Lay dan memeluk nya dari depan

"Kim Yixing….. kau tahu? Aku merasa akan mati sebentar lagi"

"Oppa ngomong apa sih? Tidak lucu tahu.. Oh ya, margaku masih Zhang"

"Aiisshh… lusa juga akan menjadi Kim. Dan tidak akan pernah berganti lagi", Suho mengecup puncak kepala Lay dan menahan nya disitu

Lay tersenyum dan melingkarkan tangan mungilnya di pinggang Suho. Bermaksud membalas pelukan namja pendek itu *plakk

"Aku tidak mau berpisah denganmu, Xing.."

"Oppa pikir aku mau? Aku tidak bisa menahan rasa tegang ini sendirian"

Suara Lay mulai bergetar seiring dengan suara isakan dari bibir nya. Suho tersentak saat menyadari permintaan nya membuat Lay menangis

Suho melepaskan pelukan nya dan mengusap air mata yang mengalir di pipi chubby setengah tirus milik Lay

"Sshhh.. ulljima Xingie, oppa hanya bercanda. Kita hanya berpisah satu hari saja. Hanya satu hari saja…"

"Tapi aku takut oppa, aku terlalu cengeng untuk ini"

"Dulu, oppa yang menangis saat kau pulang ke Changsa. Padahal hanya 3 hari saja. Itu berarti kau tidak cengeng"

"Oppa, jangan lupa untuk menelfon ku"

Suho mengangguk. Ia menangkupkan wajah Lay dan mencium keningnya. Lay kembali terisak dan memeluk Suho erat. Ia mencengkram punggung kemeja yang Suho gunakan hingga menimbulkan bekas kusut disitu

"Xingie ah, Wo Ai Ni…."

"Nado Saranghae, Joonmyeonnie.."

.

.

"Lay, ayo ambil Selca…"

Suho merangkul pundak Lay yang saat ini tengah duduk di sofa ruang keluarga di rumah Suho

"Ani, aku tidak suka selca. Dan aku bukan Tao, si Queen of selca"

"Jadi, aku harus memandang foto siapa saat akan tidur nanti? Sedangkan sebentar lagi kau akan pulang"

"Memangnya, di ponsel oppa tidak ada fotoku? Ku kira oppa selalu mengambilnya diam-diam"

Suho mengangguk pasrah dan kembali memasukan ponselnya ke dalam saku celana

"Baba sudah di depan pagar. Aku pulang dulu ne?"

Lay berdiri dan mengambil tas tangan nya yang tersampir di pinggir kursi. Ia membalas pelukan perpisahan dari Suho

"Suho oppa, istirahat yang cukup. Jangan terlalu lelah menyiapkan semuanya, banyak minum air putih dan jangan lupa vitamin nya. Arrachi?"

Lay menyibakkan poni Suho ke atas dan mengusap kening Suho pelan sebelum mengecupnya lembut

"Kau juga, Xingie ah…"

Suho mengelus rambut Lay dan mulai memberi ciuman lembut pada bibir Yixing. Yixing memejamkan matanya, menikmati ciuman terakhirnya dengan Suho hingga lusa. Lay menepuk pelan pinggang Suho saat ia merasa sudah kehabisan oksigen

"Oppa, jalljayo…"

"Jalljayo Xingie. Sampai jumpa di gereja"

Suho menatap nanar Lay yang tengah memasuki mobil milik calon mertua nya itu. Ia sebenarnya sangat keberatan dengan ide dari eomma nya

Memisahkan calon pengantin selama seharian penuh

What? Hell no! Suho bisa berhenti bernafas kalau tidak contact seharian penuh dengan Lay. Dan mungkin ia juga akan gila saat melihat pelayan di rumah nya membawa satu tabung oksigen

"Untuk jaga-jaga, kalau kau benar-benar kehabisan nafas"

Nyonya Kim ternyata benar-benar menganggap serius hal ini

.

.

Lay kembali menatap pantulan dirinya di cermin. Gaun putih panjang, buket bunga ditangan dan rambut yang digelung ke atas di tambah dengan penutup kepala

Author pikir Suho akan pingsan saat melihat Lay yang seperti bidadari saat ini

"Lay jie, kau siap? Astaga! Jiejie yang menikah tapi aku yang sangat bersemangat!", Tao meloncat girang

"Tao-ah, jangan terlalu banyak meloncat! Gaunmu tertarik lagi.."

Xiumin menghentikan gerakan Tao dan membenarkan gaun merah di atas lutut yang dikenakan Tao. Tao nyengir . Lay menatap seluruh sahabatnya yang tengah sibuk menyiapkan diri di depan kaca

"Terimakasih, kalian selalu mendukungku. Aku sangat beruntung memiliki sahabat seperti kalian"

Seluruh orang di ruangan itu menoleh kearah menundukan kepalanya, menahan tangisan bahagia yang akan keluar dari bibirnya

"Ya! Yixing.. jangan begitu, kita ini keluarga. Kita akan saling menolong, tidak usah menangis"

Kyungsoo mengelus bahu Yixing yang terbuka karena Wedding Dress yang ia gunakan

"Ini tidak sebanding dengan bantuan mu menjadi cupid bagiku dan Hunnie"

Semua tertawa mendengar ucapan Luhan. Yap, Luhan memang dekat dengan Sehun karena bantuan Suho dan juga Lay

"Akan kujamin saat kalian menikah nanti, aku akan selalu ada"

Baekhyun mengelus dagunya pede

"Lupakan, jie…"

Sahut Tao

.

.

"Suho, berhentilah berkeringat,jangan tegang.. astaga, sudah 3 kali bedakmu luntur"

Kris melirik Suho yang lagi-lagi harus memperbaiki bedaknya karena terhapus keringat

"Tuxedo milik hyung juga sudah basah.." , Sehun menepuk Tuxedo putih milik Suho yang sudah lembab

"Chen, ambilkan kipas dan kipasi punggung Suho! Ppali!", seorang stylist menunjuk kipas yang berada di ujung meja

"Aisshh… aku lagi yang kena"

Keadaan di ruangan namja sepertinya lebih ribut dibanding milik yeoja. Dimulai dari Kai dan Sehun yang terus bertengkar karena Tuxedo mereka tertukar, Chen yang terus berlatih untuk menyanyikan lagu pembukaan saat Lay masuk nanti, dan Kris yang menceramahi Suho karena sangat tegang

"Chanyeol, nyanyikan satu lagumu untukku… cepat, agar aku tidak gugup"

Chanyeol bergegas duduk di sebelah Suho dan menyanyikan lagu Rap andalan nya

"Kim Joonmyeon-shi? Sudah saatnya. Pastor sudah datang, kalian telah ditunggu"

Suho menarik nafas nya dalam dan membuangnya kemudian mencoba tersenyum seperti biasa

"Hyung, fighting!"

Chanyeol,Kai,Sehun dan Chen menepuk pundak Suho . Suho mengangguk

"jangan sampai kau ngompol nanti"

Kris tertawa keras dan pergi keluar untuk masuk gereja bersama yang lain

Senyum Suho memudar mendengar ucapan Kris

.

.

Suho merapikan Tuxedo nya sekali lagi dan menatap kearah pintu dengan mantap. Tak lupa juga ada Kris dkk, yang membisikan kata-kata penyemangat bagi Tuan Muda Kim yang satu ini

Potongan lagu Wedding March terdengar hingga pintu gereja terbuka. Dilanjutkan dengan dentingan piano dan suara merdu Chen yang menyanyikan lagu 'The Last Time'

"This is the first time, I fell in love was long ago…

Lay memasuki gereja dengan Tuan Zhang yang datang jauh-jauh dari China untuk mendampingi putri tercinta nya, dilanjutkan dengan para pengiring yang menggunakan gaun merah dan memegang buklet bunga

"I didn't know how to give my love at all…The next time I settled for what felt so close

Suho bisa melihat Lay yang tersenyum manis hingga memperlihatkan Single Dimple nya di balik penutup wajah yang ia gunakan dan Suho merasa Yixing nya sangat menawan di hari special mereka itu. Astaga, bahkan kalau Sehun tidak menyenggol kaki nya, ia mungkin akan terus menganga

"But without romance, you're never gona fall…

Tuan Zhang melepaskan tangan nya, mempersilahkan Lay untuk naik ke altar bersama Suho. Sebelumnya, Tuan Zhang membisikan sesuatu pada Lay dan mengecup kening putrinya. Kemudian Lay menyambut tangan Suho yang sudah terulur padanya

"Now it's finally my turn… This is the last time I'll fall… in love…"

Nyanyian Chen berhenti sesaat setelah Lay bergabung bersama Suho di atas altar, dan Chen bergegas ke pinggir altar untuk berdiri di sebelah Xiumin

Suho tersenyum untuk meyakinkan Lay dan membalik tubuhnya untuk menghadap kearah pastor

"Hari ini, kita berkumpul di sebuah acara istimewa. Dimana kita akan menjadi saksi pernikahan dua anak manusia yang saling mencintai"

Pastor memulai pembicaraan nya. Dan ada juga Tao yang terus menerus menggigit jarinya karena gemas, dan Kris yang menarik tangan Tao

"Kim Joonmyeon, bersediakah kau menerima Zhang Yixing sebagai pendampingmu dalam suka maupun duka, sedih ataupun senang, dan siap menerima setiap kekurangannya?"

Suho tersenyum dan mengangguk pasti

"Ya, saya bersedia"

"Zhang Yixing, bersediakah kau menerima Kim Joonmyeon sebagai pendampingmu dalam suka maupun duka, sedih ataupun senang, dan siap menerima setiap kekurangannya?"

Lay menghembuskan nafasnya kecil dan mengeratkan genggaman tangan nya pada Suho

"Ya,saya bersedia"

"Untuk itu, Kim Joonmyeon dan Zhang Yixing kalian telah di resmikan sebagai suami -istri yang sah dalam nama gereja. Kedua mempelai dapat bertukar cincin"

Suho meraih tangan Lay tak lupa mengecup punggung tangannya terlebih dahulu sebelum akhirnya memasangkan cincin pada jari manis Lay

Lay tersenyum dan memasangkan cincin di jari manis Suho juga

"Kim Yixing, Wo Ai Ni…."

Suho meletakkan tangan nya di pinggang ramping Lay sebelum akhirnya mengecup kening Lay lama

"Kim Joonmyeon, Wo ye Ai Ni…"

Dan Suho menarik dagu Lay untuk mulai memberi ciuman pada bibir nya. Lay memejamkan matanya, menikmati pangutan lembut dari Suho

Seluruh tamu memberikan tepuk tangan meriah untuk pasangan itu. Keduanya melepas pangutan mereka dan Suho menarik tangan Lay turun untuk melakukan acara selanjutnya. Melempar buket bunga di depan gereja

.

.

Lay bersiap untuk melempar buklet bunganya bersama Suho. Dibelakang sudah banyak orang terutama yeoja yang bersiap untuk menangkap

Dan yang pasti terlihat paling bersemangat adalah Baekhyun dan Tao

"Jiejie, gege! Lempar padaku!", Tao berteriak pada Lay dan Suho yang dibalas tawa oleh keduanya

"1,2,3!"

Suho dan Lay melempar bunga itu keatas

"Milikku,milikku!", Tao mundur kebelakang untuk mengejar buklet bunga itu. Kris bersusah payah untuk menahan nya, takut bila Baby Panda nya terinjak atau mungkin menginjak orang

"Tao-ah, sudah jiejie lempar untukmu!"

Lay berteriak pada Tao yang tengah bertengkar dengan Baekhyun untuk buklet bunga itu

Suho memeluk Lay dari belakang dengan erat, tidak ingin Lay pergi dari sisinya. Lay menyenderkan kepalanya pada dada bidang Suho

Dan mereka menikmati hidup mereka yang baru sebagai pasangan suami-istri

.

.

THE END

.

.

Akhirnya Today! Sudah selesai!

Chukkae…

Author minta maaf kalau dari chapter 1 ada cerita yang kurang sreg buat yeorobun dan juga SuLay yang selalu di akhir

Dan Author juga lagi buat project sequel nya…

Gomawo Yo!

.

REVIEW BOX for Chapter 5

Geby : Gomawo udah baca dan review. Iya author minta maaf banget dan memang sengaja menjadikan SuLay sebagai couple penutup

Haruka-SMstan : Iya kita sama-sama yadong :v Final Chapter udah update ini… Gomawo udah baca dan review

ByunnaPark : Hoho.. kejadian di dalam toilet sudah bisa ditebak kan? *Plaakk Gomawo udah baca dan review

Guest : gaya bahasanya terlalu rumit ya? Nanti author usahakan lebih ringan lagi. Gomawo yo

Berlindia : Ini nih! Mamih papih udah Author update… terimakasih banyak udah ngikutin ceritanya

Jaylyn Rui : Chanyeol mah gak tau malu *di gampar SuLay udah update nih. Gomawo

Kang Hyun Yoo : SuLay udah muncul ini…. Gomawo yo

Brigitta Bukan Brigittiw : Udah nyerempet M? M nya lagi masuk RS itu.. Aok aoak AOk. Gomawo yo

Michi Mizuka : SuLay udah update, dan semoga bitter sweet…. Gomawo Yo

Yoo ara : Ini SuLay dulu yang nikah. Nanti rencana sequelnya, KaiSoo udah nikah kok. Gomawo Yo.

.

Terimakasih banyak untuk semua pihak yang sudah mendukung pembuatan FF ini. Dan Author akan berusaha menulis dengan gaya yang lebih ringan lagi nanti

See You in Next Story!