Cast:
Cho Kyuhyun (F)
Choi Siwon (M)
Pair: WonKyu
Support cast: Leeteuk, Shindong
Warning: OOC, Typo(s), GS.
Genre: Romance
Rated: T
Siwon P.O.V
Way Back Into Love
part 2
.
.
Aku benar-benar bagai tubuh tak berjiwa ketika keluar dari mobil Shindong Hyung. Jam tangan yang melingkar di pergelangan tanganku sudah menunjukkan pukul 7 malam, shooting berjalan mundur dari waktu yang diperkirakan.
Aku terus berjalan ke depan, menolak untuk berbalik sekedar mengetahui bagaimana keadaan apartemen Kyuhyun. Rasanya aku belum sanggup melihat keadaan apartemen itu yang kosong nantinya, sama seperti aku sanggup bisa menerima kenyataan bahwa hari ini Kyuhyun berangkat ke Jepang.
Tanganku baru saja memutar kunci dan akan membuka pintu ketika kakiku menyentuh sebuket bunga mawar putih. Ini, untukku?
Kuambil buket itu setelah yakin bahwa itu memang ditujukan untukku, memang siapa lagi yang tinggal di sini. Tapi, dari siapa? Jika dari fans, rasanya sedikit aneh karena umumnya mereka mengirim ke kantor manajemen mengingat alamat apartemen ini juga disembunyikan dari publik.
Aku menemukan sebuah kartu berwarna babyblue di dalam buket itu.
Terima kasih untuk semua nada yang telah kau mainkan.
Setiap malam, aku selalu berdoa pada Tuhan
agar Ia mengirimkan 'Bulan' pada 'Bintang'ku
untuk mendengarkan permainannya,
menghapus kesepian dari hidupnya.
Jadi, bolehkah aku berharap jika suatu saat nanti,
kau tersenyum, tidak hanya di bibir,
namun juga di kedua manik obsidianmu,
dan maukah kau mememainkan "When The Love Falls", bintangku?
.
.
All I want to do is find a way back into love
I can't make it through without a way back into love
And if I open my heart again
I guess I'm hoping you'll be there for me in the end
"Masuklah, kami baru saja selesai berkemas," Leeteuk tersenyum sambil membukakan pintu ketika aku menekan bel. Aku memasuki ruangan yang tiba-tiba nyaris kosong itu. Memang, masih ada beberapa perabot besar-besar seperti lemari dan kursi namun karena apartemen ini lebih terisi dengan benda-benda pengisi seperti buku, pigura, atau benda lain yang kecil yang sudah dikemas sehingga terasa kosong.
Aku langsung berbalik dan cukup lega –nyaris lemas jatuh- melihat apartemen Kyuhyun masih terang, ada tanda-tanda kehidupan di dalamnya. Tanpa pikir panjang, aku langsung menyeberang dan menekan bel.
"Kupikir kalian berangkat hari ini, Hyung," nada lega amat terlihat dalam kalimatku ketika Leeteuk kembali dengan secangkir teh sambil tersenyum menenangkan.
"Kyuhyun, ia mengajukan syarat untuk menunda keberangkatan kami," Leeteuk duduk di sofa dekat Kyuhyun, membelai rambut gadis itu. Aku tersenyum ketika melihat Kyuhyun tengah tertidur di sofa ruang tamu. Wajahnya terlihat sedikit lelah.
"Kalian... tidak akan kembali lagi, Hyung?" hatiku kembali kacau ketika pertanyaan itu keluar dari mulutku.
"Entahlah, mungkin iya, mungkin tidak. Jika memang ada suatu alasan yang mengharuskan kami kembali lagi tinggal di Korea, kurasa itu bukanlah sebuah masalah. Aku sudah meminta seseorang untuk merawat dan membersihkan apartemen ini,"
"Alasan?"
"Ya, siapa tahu ada lelaki Korea yang jatuh cinta pada Kyuhyun dan melamarnya sehingga setelah menikah mereka tinggal disini. Hahaha... Tapi aku sedikit ragu mengingat Kyuhyun tidak terlalu peduli dengan hal-hal seperti itu," Leeteuk tertawa, mengacak rambut adiknya.
Aku terhenyak, tidak ikut tertawa, merasa sedikit tersindir meskipun aku tahu itu hanya gurauan. Tapi, tidak ada salahnya kan jika menjadi nyawa? Aku memandang Leeteuk dengan pandangan sulit diartikan, "Hyung...,"
"Ne?" Leeteuk menjawab sambil masih membelai sayang rambut Kyuhyun, tanganku rasanya ingin juga membelai rambut gadis itu.
"Bolehkah aku menjadi alasan untuk Kyuhyun kembali tinggal di Korea?" gerakan tengan Leeteuk terhenti mendengar kalimatku.
.
.
Aku memandang wajah damai itu dalam jarak dekat untuk yang ketiga kalinya. 'If I Could See You Again' menjadi satu-satunya permainanku malam ini. Ajaibnya, lagu itu benar-benar terdengar ceria seperti aslinya, tidak menyedihkan seperti biasanya. Apakah karena memang moodku yang sedang baik atau karena aku bermain dengan piano milik Leeteuk yang memang terletak tak jauh dari sofa? Karena aku bermain di dekat Kyuhyun?
Dan kini, aku tak lagi berkeinginan untuk membelai rambut gadis itu lagi karena tanganku memang benar-benar telah menyentuh rambut lembutnya, mengusapnya lembut. Aku berlutut di samping Kyuhyun, mendekatkan bibirku ke dekat telinganya, "See you, my moon,"
CUP
Kukecup pipi putih pucat itu cukup lama sebelum akhirnya melepasnya. Memandangi wajah itu lama, berusaha merekam dan menyimpan baik-baik wajah Kyuhyun sebelum akhirnya bangkit.
.
.
Beberapa hari kemudian
(author: moment pertemuan di taman dapat dibaca di chap 1)
And if I open my heart to you
I'm hoping you'll show me what to do
And if you help me to start again
You know that i'll be there for you in the end
"Kau tidak ingin bertanya?" aku masih sibuk memandangi gadis di sampingku yang sedari tadi menekan tuts-tuts piano tanpa aturan. Ia berhenti, namun kemudian bergerak lagi.
"Tanya? Hhhmm, mungkin tidak,"
"Kenapa?"
"Karena apapun pertanyaanku dan jawaban yang kau berikan, aku tidak peduli. Bagiku yang penting kau bukan ilusi saja saat ini. Dan yang paling penting, kau sudah kembali seperti dulu, bukan sekedar raga yang kosong," aku melihat kejujuran di manik caramelnya. Aku tersenyum mendengar jawabannya, ia berkata seolah-olah 'aku tidak apa asal kau bahagia'.
"Kau yakin?" aku mencoba menggodanya.
"Apakah ada hal lain yang harus kuketahui?" kuhentikan gerakan jarinya, menggenggam erat kedua tangannya dan menarik tubuhnya menghadapku.
"Kau tidak ingin tahu mengapa aku disini? Kau tidak ingin tahu mengapa aku membatalkan semua kontrakku selama beberapa hari ke depan untuk kesini? Kau tidak ingin tahu kenapa aku bisa tersenyum seperti ini lagi? Dan yang terakhir, kau tidak ingin tahu bagaimana perasaanku padamu?" aku tersenyum lembut memandang caramel coklatnya.
Ia memandangku lekat, hingga akhirnya manik caramelnya terpejam ketika bibir kami saling menyatu. Kucium bibir mungil itu dengan lembut, tanpa nafsu.
Beberapa saat kemudian kulepas, memberikannya kesempatan untuk bernafas. Rona merah itu mewarnai pipi pucatnya.
"Jadi, kau akan menceritakannya? Kenapa kau bisa disini?" beberapa saat kemudian ia memberanikan diri menatapku lagi. Aku tersenyum, memeluk tubuhnya dari belakang. Ia menegang sebelum akhirnya mulai rileks dan bahkan menyandarkan kepalanya di dadaku.
"Bagaimana jika kukatakan aku ingin mengembalikan saputanganmu?" aku meletakkan saputangan babyblue yang dulu ia berikan di gereja ke tangannya.
"Hanya itu?"
"Kalau iya?" aku menggodanya, entah kenapa rasanya senang sekali menggodanya. Kyuhyun tiba-tiba melepas pelukanku dan memandangku sambil mempoutkan bibirnya.
"Yah! Kalau begitu kembalilah ke Korea sana!"
"Aku tidak akan kembali sebelum kau mengembalikan milikku,"
"Milikmu?" matanya mengerjap bingung, kepalanya miring ke kanan, mengingat-ingat.
"Selimutku. Saat kau malam-malam tertidur di luar, aku menyelimutimu dengan selimutku. Sampai sekarang kau belum mengembalikannya,"
"Kalau begitu ambil sana di rumahku dan segeralah ke Korea!"
"Tidak semudah itu, Kyu," aku kembali menenggelamkannya dalam pelukanku. Sedikit rontaaan tapi akhirnya ia menyerah dan membalas pelukanku.
"Kenapa?"
"Aku tidak akan semudah itu untuk kembali ke Korea. Karena aku harus merealisasikan permohonanku pada Leeteuk Hyung terlebih dahulu,"
"Leeteuk Oppa?"
"Ya, aku akan menjadikan diriku alasan untukmu untuk kembali ke Korea. Aku harus kembali dengan hatiku yang telah kau curi. Bintangmu ini harus menjemput bulan yang telah dikirimkan Tuhan kepadanya,"
Kyuhyun mendongak, memandang wajahku dengan mata berkaca-kaca. Setetes air mata sudah jatuh di sudut matanya. Aku tahu, itu bukan tangisan sedih. Itu tangis bahagia.
CUP
Aku mencium bibirnya untuk yang kedua kalinya.
"Would you be mine?", kubuka kotak merah yang berisi cincin itu di hadapan Kyuhyun. Dan setetes air mata jatuh melewati bibir yang tengah melengkungkan senyum indah.
END
Seperti janji saya, ini update tercepat (?). Karena dalam waktu 24 jam, saya update 2 chap.. Sayangnya, ini sepertinya masih kurang panjang ya? Maaf, ne?
Ah iya, berita baiknya, ada beberapa adegan kissi di chap ini (murni dari author), dan untuk ff selanjutnya mungkin akan sedikit lebih banyak adegan kissi... #reader: thor, inget, bulan puasa, tobat..
That's way I will update at night :)
Anyway, Way Back Into Love ini lagunya Hugh Grant yang juga dinyanyikan KyuHaeTaeSicca di Music Travel Lalala lupa episode keberapa. Dan sama seperti di chap sebelumnya, ini lagu instrumentalnya semuanya dari Yiruma...
Saatnya balas review:
shin min young akan saya pertimbangkan, wkwkwkwk... masih dilema, but hope you like it..
FiWonKyu0201 Ini sebenarnya masuk dalam daftar cerita, bukan sequel... :)
Syifa0304 iyaa, Teuki Oppaa... Kalau saya berharapnya semoga Wonkyu bisa nikah dan punya anak yang unyu #plak
Choihyun93 akhir cerita sudah cukup banyak Wonkyu moment #author overdosis adegan kissi. Apakah masih kurang? :D
evil kyu iyaa... karena itu, Kyuhyun datang membawa cahaya ke kehidupan Siwon yang suram #plak
Jmhyewon mari kita jadi mak comblang mereka... hhahaha :D
rikha-chan mianhae.. But, hope you enjoy my next ff soon..
wonnie lanjut ke pelaminan? #plak
.WKS huwwwaaa... :'( Mianhae... sepertinya ada salah ketik waktu di update internet, soalnya di soft word sudah benar.. Maaf, ne? Usahanya untuk 'memanggil' berhasil, ini sudah lanjut, bagaimana? Apakah masih kurang memuaskan? Jangan bosan" review ya... :)
Minnah iyaa... tapi untunglah, masih ada kesempatan
Fitri MYWonkyu :* makasih...
At last, makasih buat semua yang udah review..
Hope you enjoy this last chap and my next ff...
See you! Review please :)
