PAINT OF PAIN
-oOo-
.
.
.
Disclaimer: Masashi Kishimoto
.
We gain no financial advantages by writing this.
.
.
.
Rated: M
.
Genre: Angst & Drama
.
Pair: Naruto U. & Hinata H, Kiba I. & Yakumo K.
.
Warning: OOC, Typo(s), Multichapter, this chapter is two years before the story start. M-rated for some reason.
.
.
.
Yakumo sangat membenci Hinata— karena menurutnya, Hinata itu perempuan menjijikan— apalagi setelah dia tahu bahwa Hinata dekat dengan Kiba. Entah kenapa, Yakumo menjadi menyukai Kiba karena pertemuan mereka waktu itu, dan ia masih menyimpan perasaannya dua tahun kemudian. Ia melukiskan Hinata sedang tidur bersama laki-laki berambut pirang yang waktu itu ikut menyertai misi.
-oOo-
.
.
.
Aku…
…tertarik dengan pemuda ini.
Bisakah aku—
—mendapatkannya?
PROLOG
Angin kencang sekali, tetapi tidak membuat kedua orang tersebut berhenti untuk menatap tajam satu sama lain. Seolah saling mengintimidasi. Mencekam.
"Cukup semua ini," si pemuda itu menghentikan tatapannya, memilih untuk menatap anjingnya yang sedang berlari-larian di sekitarnya.
Si gadis— dengan wajah yang memelas, atau dimelas-melaskan— memilih untuk tetap menatap pemuda di hadapannya, tapi tidak menyahut apa-apa.
"Mengapa kau sangat membenci Kurenai sensei?"
Nada itu mengintimidasi. Gadis dengan rambut coklat panjang itu masih diam. Sejujurnya, dia tidak suka dengan pertanyaan itu.
"Jawab. Aku. Kurama. Yakumo. Mengapa kau sangat membenci Kurenai sensei?"
"Apa pedulimu?" Yakumo bertanya balik dengan nada menantang.
Angin mendesau-desau. Pohon-pohon yang ada di hutan tempat mereka berbicara— atau berdebat— mulai bergoyang-goyang.
"Tentu saja aku peduli! Dia itu guruku!" Kiba— dengan frustasi— mengacak-acak rambut coklatnya yang sudah berantakan itu.
"Kau—" Yakumo menunjuk Kiba dengan jari telunjuk kanannya, "—kau tidak akan mengerti."
Kiba masih tidak mengalihkan penglihatannya dari Akamaru— yang kini sedang melompat menuju pundaknya. Akhirnya Kiba menatap langsung sepasang mata cokelat Yakumo.
Mereka tidak menyadari, langit sudah mulai gelap.
Suara si gadis terdengar lagi.
"Gurumu yang brengsek itu mencoba menghentikanku untuk menggunakan genjutsu!" seru Yakumo, dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Jelas saja!" tandas Kiba tanpa ampun, "kau tidak bisa mengendalikan kekuatanmu yang menjijikan itu. Bagaimana dia mau mendukungmu?"
Rintik-rintik hujan sudah mulai diturunkan oleh langit.
"Kau belum pernah merasakan kehilangan orangtuamu, dan sekarang kau juga mau mencegahku? Hahaha!" Yakumo mencoba tertawa, tapi gagal.
"Huh!" dengus Kiba, membuang ludah ke arah kirinya. Susah payah dia melindungi Akamaru agar tidak kehujanan. "Aku memang tidak pernah dan tidak akan mau mengalami itu. Tapi aku mempunyai teman yang bodoh, yang bahkan tidak pernah merasakan punya orangtua," lanjut Kiba, ingin sekali mencakar Yakumo sekarang.
"Jangan banyak bicara! Kau tidak tahu apa-apa!"
"Terserah! Kau tidak tahu, 'kan, dulu dia dikucilkan, dijauhi bahkan tidak ada yang mau berteman dengannya?"
Tentu saja yang dimaksud Kiba adalah Naruto.
"CUKUP!" teriak Yakumo di tengah-tengah hujan yang sudah mulai deras. Tapi kedua ninja ini tidak mau menyerah, mempertahankan ego masing-masing.
"Dia menginginkan sosok orang tua tapi tidak ada. Dia dikucilkan seperti sampah! Dia tidak pernah dianggap! Tapi apa? Sekarang dia begitu baik, bahkan dia menjadi orang yang ceria!"
Kiba melihat Yakumo mulai meneteskan air mata, tapi berusaha untuk tidak peduli.
"Aku tidak mau dengar lagi!"
"Sementara kau? Kau hanya memikirkan dirimu seakan kau yang paling menderita! Kau tidak berpikir bahwa tidak sedikit orang yang bahkan lebih menderita darimu!"
"DIAM!"
Yakumo mengeluarkan genjutsunya.
"Jurus ini lagi!" Kiba mendecih. Pandangannya mengabur. "Sekarang kau benar-benar payah! Mengendalikan dirimu sendiri saja kau tidak bisa! Sok berkata tentang penderitaanmu! Padahal sebenarnya banyak yang kesusahan karena jurus yang kau bangga-banggakan itu!"
Yakumo melihat wajah Kiba yang begitu berapi-api menceritakan tentang temannya— walaupun didera hujan sekalipun. Seketika itu juga, genjutsunya mulai menghilang.
Apa? Bagaimana ini bisa menghilang begitu saja? Biasanya ini akan menjadi semakin parah…
"Hei, bodoh! Aku pergi. Tidak ada waktu lagi berbicara denganmu," ujar Yakumo, mulai melangkah menjauh.
"Hei! Kita belum selesai bicara!" baru saja Kiba ingin mengeluarkan jurusnya, Hinata muncul tiba-tiba.
"Apa yang kau lakukan di sini, Kiba?" suara Hinata yang lemah lembut samar-samar terdengar. "Sepertinya tadi ada orang? A— apa perlu kugunakan byakugan?"
"Tidak ada," kali ini Kiba bersyukur hujan menyamarkan sedikit kebohongannya. "Ayo pergi."
"Ayo," sahut Hinata, tapi—
"Aaaaaaa!"
Kiba mengernyit.
"Hinata?"
Kiba menoleh, dan mendapatkan Hinata terpeleset karena licinnya tanah. Penyebabnya? Tentu saja hujan yang semakin deras. Akamaru bergerak tidak nyaman di pundak Kiba.
"Dasar bodoh! Aku gendong saja, ya?" tawar Kiba, lalu mengulurkan tangannya ke arah Hinata.
"Ti— tidak perlu!"
Samar-samar terlihat rona merah di wajah Hinata.
"Mengapa? Kau malu? Tidak ada siapa-siapa di sini!"
Hinata tidak menjawab, tetapi membalas uluran tangan Kiba dan bangkit sesegera mungkin.
Kiba sebenarnya bisa merasakan ada orang yang mengintip, tetapi dia diam saja. Dia sudah terlalu kesal dengan orang itu, jadi lebih baik dia memutuskan untuk pergi saja bersama Hinata.
.
.
.
Aku mulai menyukaimu…
Inuzuka Kiba.
Kenapa—
—gadis itu malah mengacaukannya?
-oOo-
A/N:
Star: Halo, semua! Star di sini'-')w iya, buat ada yang bingung, ini adalah fic collab. Tepatnya, fic collab pertama kami (saya dan shine, untuk yang penasaran siapa star siapa shine, silahkan cek profile._.) iya. Ini prolog yang mungkin masih kacaaaaaaaaaaaaaaaaaaaau banget. Tapi ya namanya juga prolog *maksa*. Masih pendek, dan belum ada naruhina hint sama sekali. Kalian bisa menemukan naruhina hint di chapter depan:D oiya, ini terinspirasi dari chapter yang keberapa gitu saat Naruto dkk menjalankan misi & bertemu Yakumo
Shine: Halo! Aku fans Naruto tujuh tahunan. Tapi aku biasa buat fanfic fandom Detective Conan, yang kebanyakan percakapannya sinis, hehe. Jadi kalo bikin Naruto ini rasanya gimana gitu wkwk…
Oh, ya. Mungkin sekarang masih banyak POV nya Yakumo, ya. Tapi chapter depan kami janji akan menampilkan naruhina hint:)
Oke, all! Makasih udah bersedia meluangkan waktu untuk melihat cuap-cuap kedua orang ini._.
Review? :D