Desclaimer : TaoRis punya tuhan :3
Rating : T
Pair : TaoRis, HunTao, luhan.
Genre : Hurt/Comfort/romance
No Need To Know
Author POV
Semenjak sehun bersekolah dengan tao, semakin geram kris melihat dengan seenak jidatnya tao disentuh oleh si cadel –sehun- dan pergi kemanapun tetap saja tangan sehun tak mau lepas melingkar di pinggang tao.
'apa tao tidak risih?' batin kris yang kini melihat tao duduk di kantin dengan sehun.
Tiba-tiba, ia ingat ucapan sehun. Memang benar, kris tidak memiliki hak sedikitpun untuk melarang tao dekat dengan siapa saja. Kini kris tau apa yang disebut karma, dan ia sangat menyesal. Penyesalan selalu datang terakhir bukan?
Selama pelajaran matematika, kris selalu memperhatikan tao dan sehun yang terus saja mengganggu panda'nya'.
Saat pelajaran matematika selesai, lee sonsaengnim keluar. Sehun mengecup pelan pipi tao dan kris membulatkan matanya.
"aku ke toilet dulu ne" ucap sehun dan tidak diangguki tao. Hal itu membuat sehun mengecup pipi tao sekali lagi lalu pergi keluar.
Kesabaran kris sudah habis. Ia tak tahan melihat adegan HunTao dan langsung saja menggenggam tangan tao erat dan menyeretnya kasar keluar kelas.
Adegan itu dilihat oleh para siswa siswi yang hanya bisa terbengong dan kelas pun menjadi sunyi hingga mereka berdua keluar.
"Lepaskan aku bodoh! Sakit!"ucap tao setengah berteriak sambil berusaha melepaskan genggaman tangan kris yang mencengkram lengannya kuat.
Kris tetap saja tidak menjawab ucapan tao dan menyeret tao ke gudang dan mendorong tao kasar ke pojok dinding.
"Kau siapa?! Aku tidak mengenalmu bodoh!" ujar tao menatap kris dengan tatapan dingin.
"jangan pura-pura tidak mengenalku tao" balas kris tak kalah dingin.
"baiklah. Aku memang mengenalmu kris" ucap tao sambil berjalan menuju pintu gudang untuk keluar.
Kris menarik tangan tao lagi dan menindihnya ke pojokan dinding sambil meletakkan tangan tao diatasdan ditahannya.
"kris? Mana panggilan kris ge hm?" Tanya kris menatap tao dengan tatapan sedih.
"cih! Panggilan memuakkan macam apa itu. Jangan menatapku seperti itu kris" desis tao.
"baby panda.. maafkan aku" mohon kris.
"jangan memanggilku dengan panggilan bodoh itu"
"tao.. aku minta maaf"
"tak ada yang perlu dimaafkan kris"
"panggil aku kris ge seperti dulu"
"panggilan memuakkan"
"tetapi kau dulu selalu menyukai panggilan itu tao"
"dulu berbeda dengan sekarang kris"
Kris terdiam. Ia benar-benar sangat menyesal.
Ia mengelus pipi chubby milik tao dengan lembut.
"tak bisakah kau memberi ku kesempatan kedua?" mohon kris sambil menatap keping dark choco milik tao.
"untuk apa? Aku adalah namja yang jauh dari kriteria mu kris. Aku hanya bocah cengeng" ucap tao sambil menyindir kris.
Kris tertegun.
"tidak tao. Sungguh aku sangat menyesal telah berkata seperti itu padamu." Mohon kris sekali lagi.
"maaf kris. Aku bukan tao yang dulu lagi" ucap tao sambil melepaskan diri dari kris dan pergi.
Kris hanya bisa termenung melihat punggung tao yang semakin menjauh. Ia terduduk lemas.
"Aku harus berubah." Ucap kris.
.
.
.
Di kelas, tao termenung. Ia terus merenungkan perkataan kris tadi. Tak bisa ia pungkiri, setiap nada yang kris lontarkan seolah-olah memohonnya untuk benar-benar memberinya kesempatan kedua.
Jauh di dalam lubuk hati tao, ia masih sangat mencintai namja surai emas tersebut. Namun ia takut untuk memberikan hatinya pada kris, ia takut kris akan menghancurkan hatinya seperti dulu.
'apa aku harus memberinya kesempatan kedua? Atau tidak?' batin tao yang sedari tadi terus memikirkan itu.
Di satu sisi, ia ingin seperti dulu. Berada dalam dekapan kris, terlindungi oleh kris, dan ia sangat ingin tertawa bersama kris seperti dulu.
Namun di sisi lain, ia sangat takut. Ia takut kris mengulangi lagi kejadian itu, kris meninggalkannya seorang diri, dan kris yang menghinanya seperti dulu.
Kris masuk kedalam kelas dengan langkah gontai. Tao bisa melihat ekspresi sedih dan frustasi yang terpancar dari wajah bak pangeran tersebut. Ia menghela nafas berat dan focus lagi pada pikirannya sendiri.
.
.
.
Bel tanda pulang sudah berbunyi, kini seluruh siswa siswi pun berbondong-bondong keluar dari kelas. Nampak seorang namja bermata panda sedang tertidur pulas.
Kris yang tengah membereskan buku dan bersiap untuk keluar kelas pun menghentikan langkahnya melihat tao tertidur dengan posisi duduk dengan tangan dan kepala bertumpu pada meja.
Kris ingin menyentuh wajah tao dengan niat untuk membangunkannya, tetapi ia berhenti sejenak dan mulai menarik lagi tangannya. Ia melihat paras cantik tao yang tengah tertidur pulas.
Dari raut mukanya kris tahu. Tao kelelahan.
Akhirnya kris menunggu sambil menatap wajah tao dan mengelus rambutnya dengan pelan.
Luhan berlari tergesa-gesa kearah kelas tao. Ia sudah menunggu tao dari murid-murid baru keluar kelas hingga sekolahan pun sepi. Luhan mulai khawatir karena daritadi ia terus menunggu tao yang sama sekali belum menunjukkan batang hidungnya dan akhirnya memutuskan untuk mengecek tao di kelasnya.
Sesampainya di kelas tao, luhan melihat kris sedang menatap dan mengelus rambut tao dengan sayang. Hal itu membuat luhan tau, kris masih mencintai tao. Luhan tersenyum memandang keduanya.
"ehem" luhan menegur kris.
Kris merasa mendengar deheman seseorang dan terkejut melihat luhan sedang berdiri dan memandang kris yang tertangkap basah sedang mengelus rambut tao.
"mianhae aku mengganggu kalian" ucap luhan sambil terus tersenyum.
"g-gwenchana" jawab kris terbata.
"tao tertidur kah? Aish anak ini." Gerutu luhan sambil memandang tao yang tetap tertidur dengan sangat pulas.
"ah kris, bisa kau tolong bawa tao ke van? Kau tahu aku tidak bisa mengangkatnya karena badanku kan pendek jadi mustahil" tambah luhan menatap kris.
"a-ah tentu saja. Kajja" jawab kris lalu mengangkat tao ala bridal style dan membawanya ke van.
Kris membaringkan tubuh tao di kursi van dengan hati-hati.
"xiexie kris" ujar luhan.
"tidak masalah" jawab kris.
"ah ge, hari ini apa tao ada schedule?" Tanya kris.
"ada. Memangnya kenapa kris-ssi?" Tanya luhan balik.
"ah aniya. Hari ini schedule nya apa?" tanya kris sambil menggaruk tengkuk belakangnya yang tidak gatal.
"tao hari ini ada pemotretan. Kau ingin datang?" Tanya luhan sambil menggoda kris.
"apakah aku boleh datang?"
"tentu saja boleh kris-ssi. Dan kulihat juga kau cocok jadi seorang model karena postur tubuhmu sangat professional. Dan mungkin jika kau menjadi model kau akan terlibat dalam cinta segitiga antara kau, tao, dan sehun" ujar luhan santai dengan tawa sedikit di akhir katanya.
Mendengar kata sehun, kris langsung mengepalkan tangannya.
"luhan-ssi, apakah sehun dan tao berpacaran?" Tanya kris.
"eh? Sepertinya tidak. Memangnya kenapa?" Tanya luhan.
"ah aniya. Yasudah aku pulang dulu luhan-ssi. Annyeong" ujar kris lalu berbalik arah dan pulang ke rumahnya.
.
.
.
Malamnya, kris datang ke gedung tempat tao akan melakukan pemotretan. Semua para yeoja disana berbinar dan memekik tertahan melihat kris dengan santainya berjalan.
Bagaimana tidak? Kris sekarang memakai baju kaos hitam, celana hitam, dan sepatu hitam. Sangat kontras sekali dengan warna kulitnya yang putih. Dan yang menambah poin plus, rambutnya diatur acak dan itu membuat semua mata yeoja memusat padanya.
Kris kini memasuki ruangan tempat tao pemotretan. Disana terlihat luhan yang sedang sibuk berbincang dengan sang fotografer dan kris melihat sekeliling dan tidak terlihat tao.
"Kris!" panggil luhan setengah berteriak.
Kris menghampiri luhan dan terus mencari sekeliling. Luhan yang melihat kris melihat sekeliling tahu, kris sedang mencari tao.
"ia sedang di make up dengan cordi noona" ujar luhan dan itu membuat kris sedikit kaget namun kemudian ia mengangguk.
"ah luhan-ssi inikah yang kau maksud model baru itu?" Tanya sang fotografer melihat dari kaki hingga kepala kris.
Kris kaget. 'model baru?' batin kris.
"iya. Bagaimana? Cocok bukan dengan tao?" tawar luhan sambil mengedipkan sebelah matanya ke kris.
"sangat cocok. Baiklah ayo sekarang kau di make up" ujar sang fotografer senang lalu menyuruh kris untuk di make up.
Tao menghampiri luhan dan sang fotografer.
"ah tao-ie, akan ada model baru lagi yang akan kami pasangkan denganmu" ujar luhan.
"benar. Dan dia sangat cocok sekali denganmu tao" tambah sang fotografer antusias.
"model baru? Nugu? Aku tidak mau ia bertingkah menggelikan seperti sehun" balas tao cuek.
"tentu saja tidak tao. Ia sangat berkharisma" terang luhan.
Tao penasaran. Siapa model baru yang akan dipasangkan dengannya?
"siapa namanya?" Tanya tao ke luhan.
"namanya kris, hehe" jawab luhan sambil nyengir.
DEG
DEG
DEG
'kris?'
"Hai Tao.."
TBC
Gyaaaa bagimana chapter 4 ini? Jelek ya? -,-
Akhirnya gege mau benerin ini computer *sujud sukur*
Ah dasar virus ya kerjaannya bikin orang jengkel mulu *injekin* -_-
Oh ya saat ini saya segand UAS dan saya sudah kelas 9 mungkin akan updatenya agak lama karena WiFi bisa idup kalo gaada papa saya hoho (?)
Thanks ya buat semua yang udah review selama ini maaf saya gabisa bales satu satu u,u *dancing sorry sorry bareng kris*
Muah muah buat kalian yang udah reviews :** -_-
AKHIR KATA, RNR JUSEYOOOOOO~