Two Bad Guys
Kyuhyun & Ryeowook
Friendship
Rate : K
CHAPTER 2
Kyuhyun tengah asyik menikmati sinar matahari siang sambil menendang-nendang kerikil kecil di pinggir trotoar. Sinar matahari yang merayap dari balik rerimbunan pohon di pinggir trotoar cukup menghibur harinya yang membosankan.
Jam sepuluh pagi, dia mengenakan seragam sekolah. Tapi lagi-lagi membolos. Sudah hampir satu jam yang lalu ponselnya berdering. Hari ini, kedua orang tuanya dipanggil ke sekolah untuk membicarakan kelakuan Kyuhyun, tapi Kyuhyun justru sengaja membolos lagi.
Dia tak mau ke sekolah. Dia tak mau bertemu orang tuanya.
Dering halus pesan membuatnya langsung merogoh saku seragamnya. Hanya akan ada satu orang yang mengiriminya pesan di saat seperti ini.
Ahra Noona-nya tersayang.
From : Ahra Noona 3
Subject : Dimana kau, Kyu? Appa marah besar. Lebih baik kau pulang. Aku sudah tak bisa mengunjungimu lagi. Aku takut Appa menyuruh orang mengintai gerak-gerikku. Maaf, Sayang.
Kyuhyun langsung menghela nafas dan kembali memasukkan ponselnya ke dalam saku. Dia sudah tahu hari itu akan datang. Hari dimana semua kebebasan berlebihannya akan berakhir. Ya, seperti sekarang ini. Kalau Ahra Noona sudah tak bisa mengunjunginya, dengan apa Kyuhyun hidup?
Sebenarnya sesekali Kyuhyun berpikir, kenapa dia tidak bisa hidup norlam seperti remaja seusianya? Sekolah, berkumpul dengan teman, pokoknya melakukan hal-hal biasa. Tapi satu sisi dirinya tidak mau seperti itu. Kyuhyun lelah dengan belajar. Cukup baginya belajar mati-matian sejak SD sampai SMP demi kedua orang tuanya yang selalu memaksanya menjadi yang terbaik. Kyuhyun juga ingin bebas. Ingin lepas.
Pemuda itu berhenti melangkah, kemudian menengadah menatap langit biru dari balik dedaunan rimbun diatasnya. "Anak itu… Apa hidupnya menyenangkan?" Sejenak pikirannya melayang kearah Ryeowook.
Sudah hampir tiga hari sejak mereka bertemu.
"Apa dia masih terus mencuri? Apa sudah bertemu dengan Yesung Hyung-nya? Dia sedikit senasib denganku."
Mendadak sebuah pemikiran muncul dikepala Kyuhyun. Agak konyol, tapi Kyuhyun merasa ini cukup menarik untuk dilakukan.
Wajahnya yang tadi lelah berubah ceria. Senyum licik tak lepas dari bibirnya. Dan sedetik kemudian Kyuhyun buru-buru berlari dengan penuh semangat.
xXx
Ryeowook hanya bisa duduk di pinggir sebuah supermarket. Satu tangannya mengusap perutnya yang sejak tadi terasa sangat lapar. Sudah seharian ini dia belum makan apapun, dia tak memiliki uang sedikitpun. Semua uang hasil curiannya digunakan untuk memutari Seoul, demi mencari Yesung. Itulah alasan kenapa meski mencuri, Ryeowook selalu kekurangan makanan.
"Hyung.. Kau berdosa sekali, Hyung." gumamnya sambil menghela nafas.
"Ternyata kau benar ada disini! Hey, Ryeowook!"
Awalnya, Ryeowook sama sekali tidak mengenal suara itu. Dia menoleh dan barulah matanya membulat saat melihat Kyuhyun tersenyum ceria tak jauh dihadapannya. Dan detik berikutnya Kyuhyun sudah melemparkan sesuatu yang terjatuh di pangkuan Ryeowook.
Roti…
"Kau?" Setelah melihat roti dipangkuannya, Ryeowook kembali menatap Kyuhyun. "Ada urusan apa kau mencariku lagi? Bukankah kita sudah tak memiliki urusan apapun?" tanyanya sinis sambil mengabaikan roti dipangkuannya.
Rasa lapar yang sejak tadi dirasakannya menadadak muncul lagi. Ryeowook berdesis, sedikit mengumpat.
"Entah," Kyuhyun tersenyum datar sambil berjalan mendekat ke tempat Ryeowook duduk dan ikut duduk disampingnya. Sejenak dia terdiam, dan kemudian melanjutkan sambil menatap banyak orang di jalan, "Aku hanya merasa sangat kesepian. Jadi aku mencarimu."
Tentu saja jawaban itu membuat Ryeowook syok. "Maaf, apa katamu tadi? Kau kesepian dan mencariku?" Kali ini pemuda itu langsung tertawa sinis sambil merubah posisi duduknya agar lebih santai. "Lucu," lanjutnya, "kita bahkan tidak saling mengenal_"
"Kyuhyun."
"Eh?"
"Namaku Kyuhyun, kau Ryeowook. Itu artinya kita sudah saling mengenal." Kyuhyun menyunggingkan senyum iseng.
Satu kalimat itu membuat Ryeowook agak sebal. Senyum sinisnya hilang sudah dan gantian menatap kearah pejalan kaki yang melintasi tempat mereka duduk. "Oh, ya?" gumamnya dengan nada setengah mengejek. "Kalau kau memang kesepian kenapa mencariku? Kasihan. Kau seperti orang yang tidak punya teman."
Kyuhyun kembali tersenyum santai, "Begitulah," jawabnya apa adanya. "Aku memang tidak punya teman. Kau lihat sendiri, jam seperti ini, dengan menggunakan seragam, aku seharusnya di sekolah. Dan teman-temanku semua di sekolah. Itu sebabnya aku tidak punya teman." jelas Kyuhyun sambil melirik Ryeowook yang kini memandanginya penasaran.
"Kau bolos?" Alis Ryeowook mengkerut. Dia baru ingat tempo hari Kyuhyun juga mengatakan kalau dia kabur dari rumah.
Kyuhyun mengangguk.
"Bodoh," Kembali Ryeowook mengejeknya. "Banyak orang yang ingin bersekolah, ingin memiliki rumah atau keluarga, tapi kau justru membuangnya dengan hal-hal tidak berguna. Hidupmu sia-sia. Kasihan sekali,"
"Oh, ya? Apa kau begitu?"
Kembali Ryeowook diam menatap Kyuhyun. "Hmm?"
Kyuhyun tersenyum, "Apa kau begitu? Ingin sekolah, ingin keluarga dan sebagainya?" Gantian Kyuhyun yang kini mengejek Ryeowook. "Aku kasihan juga padamu, yang menginginkan itu tapi tak bisa memilikinya." senyumnya licik.
Kalau di tempat sepi, pastilah Ryeowook sudah memukul Kyuhyun. Pemuda itu memilih menatap kearah lain dan tak menanggapi ucapan Kyuhyun.
Tak ada balasan apapun selama beberapa menit, akhirnya Kyuhyun kembali bicara, "Gadis kemarin itu Ahra Noona, kakak perempuanku. Dialah yang membelikanku apartemen butut itu untuk tinggal saat aku kabur dari rumah. Dan hampir setiap beberapa hari dia akan datang menjengukku, memberikan semua keperluanku, merapikan rumahku plus mengomeliku," Kini muncul senyum tipis yang tulus di wajah Kyuhyun saat menceritakan hal itu.
Meski tak menatapnya, Ryeowook sendiri bisa merasakan kalau Kyuhyun tengah tersenyum. Ahra Noona Kyuhyun… Mengingatkannya kepada Yesung Hyung-nya.
"Tapi karena sudah hampir satu minggu aku membolos, para guru sialan itu memanggil orang tuaku. Sepertinya sih Appa akan membunuhku jika aku kembali. Ahra Noona juga tak bisa lagi menjengukku, karena Noona takut Appa mengikuti kegiatannya dan menemukanku. Menurut Noona, akan lebih baik jika aku pulang lebih dulu daripada aku ditemukan."
"Kenapa berlebihan, toh orang tuamu tak akan membunuhmu," cibir Ryeowook enggan.
Kyuhyun terkekeh miris, "Bodoh," balasnya kemudian melanjutkan, "Appa itu orang yang mungkin tega membunuhku. Lagipula dia sudah membunuhku sejak kecil."
"Maksudmu?"
"Aku punya alasan kenapa sekarang aku selalu membolos. Aku merasa lelah akan belajar. Aku ingin merasakan kebebasan." Sinar mata Kyuhyun tampak datar. "Sejak kecil Appa menginginkan aku menjadi yang terbaik, itu sebabnya aku belajar mati-matian bahkan mempelajari apa yang seharusnya belum mampu kupelajari. Waktu SMP aku sudah mempelajari 90% pelajaran SMA. Itu sebabnya sekolah sekarang menjadi menyebalkan. Membosankan."
Ryeowook terdiam sejenak, berusaha membayangkan seperti apa kehidupan Kyuhyun kecil yang dipaksa belajar dan terus belajar. Ryeowook sendiri terakhir bersekolah adalah setahun yang lalu, kelas 2 SMA. Setelah Yesung Hyung-nya menghilang barulah dia berhenti bersekolah dan memutuskan mencarinya.
Hidup Kyuhyun… Pastilah tidak semudah yang dia kira.
"Kau sendiri," Kini Kyuhyun menoleh kearah Ryeowook. "Kenapa Yesung Hyung-mu bisa menghilang?"
Ryeowook mendengus sebal kalau tahu pemuda disampingnya sudah berhasil menggeledah isi dompetnya dan mengetahui sedikit tentang dirinya. Tapi entah kenapa setengah dari hatinya seakan memerintahkannya untuk menceritakan sesuatu kepada Kyuhyun.
"Aku tak tahu," jawaba Ryeowook sambil menunduk.
"Tak tahu?"
Ryeowook mengangguk. "Yesung Hyung mengatakan kalau dia akan bekerja di Seoul. Tapi dia tak pernah kembali setelah mengirimkan sebuah surat." Kali ini Ryeowook menghela nafas.
Kyuhyun sepertinya bisa menebak kalau Ryeowook akan menceritakan sesuatu. Dia memilih diam mendengarkan.
"Aku dan Yesung Hyung bisa dikatakan anak yatim piatu. Kami dibuang oleh orang tua kami ketika aku masih berusia lima tahun, dan Hyung tujuh tahun. Kami ditinggalkan begitu saja di pinggir jalan sampai akhirnya polisi membawa kami ke rumah penampungan anak. Disanalah kami dibesarkan." Ryeowook sedikit memberi jeda dari ceritanya sebelum akhirnya melanjutkan, "Diusia sepuluh tahun Yesung Hyung sudah mulai bekerja sambilan. Uangnya dia kumpulkan untuk memenuhi kebutuhan pribadi kami karena kami tak mungkin terus meminta uang kepada Ibu pengurus panti. Lalu setahun yang lalu, Yesung Hyung bilang dia ingin ke Seoul. Dia ingin mencari kehidupan yang lebih layak untuk kami. Aku ingin sekali ikut, tapi Hyung mengizinkanku ikut jika aku sudah lulus SMA. Hanya saja setelah beberapa bulan dia pergi, aku tak pernah mendengar kabarnya. Barulah empat bulan kemudian ada surat darinya."
"Surat yang di dompetmu?"
Ryeowook mengangguk. "Aku sangat marah kepadanya. Dia bilang dia baik-baik saja tapi nyatanya dia tak mempedulikanku yang setengah mati menghawatirkannya. Karena itu kuputuskan pergi dari Mokpo dan datang ke Seoul untuk mencarinya."
"Kalau bertemu dengannya, apa yang akan kau lakukan?"
"Akan kupukul dia sampai babak belur."
Kyuhyun tertawa kecil mendengar jawaban Ryeowook. Dan entah kenapa Ryeowook ikut terkekeh bangga karenanya.
"Jadi, sudah berapa lama kau di Seoul? Hidup berantakan, tidak punya tempat tinggal dan akhirnya menjadi pencuri?"
"Empat bulan."
Kyuhyun mengangguk, namun sebelum dia melanjutkan ucapannya sebuah mobil yang berhenti dihadapan mereka membuat perhatian keduanya sama-sama beralih.
Mendadak Kyuhyun berdiri, tepat ketika seseorang berjas hitam menyeruak keluar dari mobil itu.
"Tuan Muda Cho,"
"Sialan. Mereka menemukanku."
Ryeowook menatap Kyuhyun bingung, "Siapa?"
Tak ada jawaban apapun dari Kyuhyun. Pandangannya tertuju kepada seorang pria berjas abu-abu yang melangkah keluar dari mobil mewah itu. Tatapannya dingin, dan itu sanggup membuat Kyuhyun gemetaran dan tak memiliki tenaga untuk kabur.
Pria itu melangkah mendekati Kyuhyun.
"Appa…"
BUGH! Sebuah pukulan akhirnya mengenai wajah Kyuhyun hingga pemuda itu oleng seketika.
"Hey!" Ryeowook yang melihatnya langsung berdiri terkejut.
Pria itu tak mengatakan apapun, dia kembali kearah mobilnya. Dan seorang berjas hitam tadi langsung menarik Kyuhyun kuat, seakan takut Kyuhyun melepaskan diri. Dengan paksa Kyuhyun masuk ke dalam mobil mewah itu dan seketika meninggalkan Ryeowook.
Ditempatnya berdiri, Ryeowook menatap syok. Dia tak tahu harus mengatakan apa.
xXx
"Apa yang terjadi dengannya? Apa orang itu ayahnya?" Malam itu Ryeowook termenung seharian. Selama beberapa jam berlalu sejak Kyuhyun diseret oleh orang-orang aneh, Ryeowook tak pernah bisa berhenti memikirkannya.
Apalagi saat melihat Kyuhyun dipukul. Itu cukup membuatnya keheranan.
Setidaknya, kalau orang yang memukulnya itu memang ayahnya, Kyuhyun berarti benar. Mungkin saja Kyuhyun akan dibunuh ayahnya sendiri. Dan kalau Kyuhyun dibunuh itu artinya sekarang…
Ryeowook menggelengkan kepalanya, menepis fantasi liar yang kini menyeruak dibenaknya. Entah kenapa dia percaya kalau Kyuhyun pasti baik-baik saja.
Kyuhyun HARUS baik-baik saja. Kyuhyun kan menyebalkan dan sesukanya jadi dia pasti akan baik-baik saja. Tunggu! Dari mana Ryeowook berani menjamin hal itu? Dia bahkan tak mengenal Kyuhyun.
Sebungkus roti yang tadi siang Kyuhyun berikan kepadanya masih ada ditangannya. Ryeowook merasa enggan memakan roti itu. Rasanya aneh memakan roti dari orang yang baru saja diseret pulang secara paksa.
Mendadak perut Ryeowook terasa mual dan aneh. Dia merasa tegang sendirian kalau mengingat Kyuhyun.
"Sialan!" gerutunya sambil melangkah cepat tanpa arah.
Sebenarnya tanpa arah, tapi ternyata kakinya menuntunnya ke satu arah. Satu tempat yang dia kira tak akan pernah dikunjunginya lagi.
Dan lima belas menit berikutnya, Ryeowook disana. Didepan pintu apartemen Kyuhyun.
"Dia… Tak mungkin disini. Tapi aku benar-benar ingin tahu kabarnya. Ada apa denganku!" gerutunya lagi.
Sebuah rintihan halus dari dalam pintu itu membuat Ryeowook terkejut.
Ada seseorang? Siapa? Pencuri?
Buru-buru Ryeowook membuka pintu itu lebar-lebar. Sontak matanya membulat karena bukan pencuri yang ditemukannya. Kyuhyun. Duduk di tengah ruang kosong itu sambil mengobati wajahnya yang dipenuhi luka. Bahkan sudut bibirnya berdarah.
"Kyuhyun…"
"Ryeowook?" Kyuhyun ikut terkejut. "Kenapa kau disini?"
"Ha-harusnya aku yang bertanya! Bukannya tadi…" Ryeowook terdiam ragu.
Tapi perlahan Kyuhyun tersenyum kecil. "Kaget ya? Apa kau datang karena mengkhawatirkanku?"
"Tidak!"
"Oh, ya?" Kyuhyun kembali mengobati sudut bibirnya dengan peralatan seadanya. "Kau pasti kaget kenapa aku ada disini. Setelah permainan kecil dengan Appa, yang membuat wajah tampanku nyaris hancur, akhirnya aku kabur lagi." Kali ini Kyuhyun tertawa miris sambil memanjangkan kakinya dan menoleh kearah Ryeowook.
Namun entah kenapa Ryeowook kembali merasa tegang dan takut. Dia tak tahu orang seperti apa Kyuhyun itu. Sudah dipukuli oleh ayahnya sendiri, tapi masih mampu berkelakuan santai dan memasang wajah seperti tak ada hal buruk terjadi.
Ryeowook saja sejak ditinggalkan Yesung menjadi kacau. Kewalahan sendirian dan tak bisa melakukan apapun. Tapi Kyuhyun… Dia berbeda. Sangat berbeda. Dia kuat. Bukan fisiknya, tapi mentalnya sangat kuat.
"Tapi sebagai gantinya, besok aku harus mulai bersekolah." Kyuhyun melanjutkan. "Payah, deh…"
Ryeowook kembali melihat sisi menakutkan Kyuhyun ketika pemuda itu menatap lurus kedepan. Kali ini senyumnya pudar, matanya sarat dengan emosi dan luka. Pastilah sebenarnya Kyuhyun marah, tapi ketika dia menatap Ryeowook, senyumnya sudah kembali.
"Terima kasih sudah mengkhawatirkanku." tambah Kyuhyun ceria.
Ryeowook tak tahu harus berkata apa. Dia juga tak mampu menyangkal. "Kalau begitu, lebih baik aku pulang_"
"Pulang kemana? Kau kan tidak punya rumah."
Knock down!
"Aku…"
"Disini saja, temani aku." Kyuhyun terlihat sendu sekarang. "Aku benci sendirian kalau sedang seperti ini. Kalau kau mau, ayo kita mengobrol semalaman. Bukankah kita teman?" tawa Kyuhyun iseng dan kali ini Ryeowook terkejut bukan main.
Kata 'teman' yang Kyuhyun ucapkan berputar-putar dikepalanya.
Teman? Dia dan Kyuhyun?
"Bagaimana, Ryeowook?"
"Hanya…malam ini saja."
xXx
Karena Kyuhyun harus pergi ke sekolah, Ryeowook memutuskan pergi pagi-pagi sekali. Dia bahkan pergi sebelum Kyuhyun bangun. Mereka mengobrol semalaman, entah apa saja yang mereka bicarakan. Hanya saja lebih banyak Kyuhyun yang bercerita. Kyuhyun ternyata tidak semenyebalkan kelihatannya.
Hari inipun… Ryeowook akan kembali mencari Yesung. Hanya saja dia tak tahu harus mencari kemana, Ryeowook tak memiliki uang sepeserpun.
"Hyung…" Pemuda itu menengadah menatap langit. Rasanya luntang-lantung tak jelas di Seoul ini lama-lama melelahkan.
Apa Yesung Hyung-nya sudah melupakannya? Kalau tidak, kenapa dia menghilang begitu saja.
Atau sesuatu yang buruk terjadi? Kalau tidak, dia pasti akan mengirim kabar.
Ryeowook benar-benar hilang harapan. Dari semua pertanyaan yang muncul dibenaknya, dia sama sekali tak bisa menjawab pertanyaan itu dengan hal-hal positif. Semuanya bersifat negatif. Yesung meninggalkannya. Yesung melupakannya. Yesung membuangnya. Yesung tak lagi membutuhkannya.
Mendadak mata Ryeowook terasa panas. "Sialan!" desisnya emosi. "Jika aku bisa menemukanmu, aku akan memukulmu, Hyung. Pasti~" ancamnya lagi dengan tertahan.
xXx
"Cho Kyuhyun! Besok kau juga harus masuk sekolah!" Seorang guru berseru ketika Kyuhyun berjalan melewati pagar sekolah.
Pemuda itu berpura-pura tak mendengarnya dan memilih terus menjauh dari wilayah sekolahnya yang masih cukup ramai sore itu. Sejak satu bulan yang lalu, ini pertama kalinya Kyuhyun ada di sekolah seharian.
Dan wajahnya terlihat sangat bosan.
Beberapa siswa atau siswi yang berjalan tak jauh darinya pun membicarakannya. Siapa yang tak mengenal Cho Kyuhyun? Pemuda jenius yang selalu membolos belakangan hari ini. Banyak orang yang akhirnya berpikir kalau Kyuhyun pasti stress atau tertekan di sekolah.
Tapi terserahlah. Seperti gaya Kyuhyun, pura-pura tak dengar saja.
"Si Ryeowook dimana, ya?" gumamnya.
Sepertinya Kyuhyun benar-benar senang berteman dengan Ryeowook. Tak peduli kalau ternyata pemuda itu sama sekali tak mau menerimanya sebagai teman, Kyuhyun tetap merasa Ryeowook itu keren dan lucu.
Itulah alasan Kyuhyun sengaja mencarinya atau mencari cara untuk mengobrol dengannya.
Menurut Kyuhyun, Ryeowook itu kesepian. Sama sepertinya. Dan pasti Ryeowook butuh teman, itu sebabnya Kyuhyun selalu ingin Ryeowook ada di dekatnya, mengobrol dengannya. Karena dengan begitu, keduanya tak akan kesepian.
Kyuhyun yang sebenarnya… Benci sendirian.
Sore itu Kyuhyun memutuskan untuk mencari Ryeowook, mungkin untuk sekedar mengganggunya. Dengan semangat dia menaiki bus dan turun di pertokoan Myeondong. Satu-satunya tempat yang ia percayai menjadi tempat yang akan dituju Ryeowook.
Ketika berjalan, Kyuhyun menajamkan matanya ke segala arah untuk menemukan pemuda bertubuh kecil, bertopi putih yang selalu mengenakkan jaket biru lusuhnya.
BRUGH! Karena tak memperhatikan jalan, Kyuhyun menabrak seseorang.
"Maaf,"
"Iya," Seorang pemuda berambut putih dengan senyum yang manis. "Aku baik-baik saja," ujarnya sambil berjalan melewati Kyuhyun.
"Hey, Yesung! Cepatlah!"
"Iya! Aku segera kesana!"
Mendadak Kyuhyun mematung ditempatnya berdiri.
Yesung…?
Segera Kyuhyun berbalik, tapi dia tak melihat lagi pemuda berambut putih yang tadi bertabrakan dengannya.
"Yesung? Namanya sama dengan kakak Ryeowook. Ataukah mungkin…" Jantungnya berdegup keras dan Kyuhyun memutar arah dan mulai berlari. Kali saja pemuda itu masih belum jauh dan Kyuhyun bisa bertanya dengannya apakah dia benar Yesung Hyung-nya Ryeowook atau bukan.
"Kyaaa! Pencuri!"
Detik berikutnya Kyuhyun berhenti berlari. Sebuah teriakan membuatnya terkejut.
Pencuri? Ryeowook?
Beberapa orang disekitar wanita yang tadi berteriak langsung mengerumuninya. Tak jauh dari arahnya, Kyuhyun melihat seseorang berjaket biru berlari menjauh dengan tergesa-gesa dan wanita tadi menunjuk kearahnya sambil berteriak pencuri.
"Ryeowook!" Kyuhyun sontak melupakan tentang orang bernama Yesung tadi dan langsung berlari mengejar pemuda berjaket biru yang diyakininya adalah Ryeowook itu. "Hey, Ryeowook! Tunggu, ini aku. Kyuhyun!" serunya berharap dengan begitu Ryeowook akan berhenti.
Pemuda itu berbelok ke sebuah gang kecil yang agak sepi dan berhenti. Namun disaat Kyuhyun hendak berteriak memanggilnya, mendadak seseorang menariknya hingga ia terjatuh ke balik tempat sampah.
"Hey!"
"Kyuhyun!"
Detik berikutnya Kyuhyun terkejut. Orang yang menariknya itu Ryeowook.
"Ryeowook?" Dia berbalik menatap seseorang berjaket biru yang sudah menatap kebelakang. "Aku pikir itu kau…"
"Aku melihatmu berlari mengejar seseorang, karena penasaran akhirnya aku ikut mengejarmu." Ryeowook berujar pelan. "Sekarang diamlah, atau mereka menemukan kita."
Kyuhyun mengatupkan mulutnya.
Kini Ryeowook mengintip dengan hati-hati kearah pencuri itu. Dua orang lain langsung menghampirinya. Mereka membuka tas yang baru saja dicuri dan mengeluarkan semua isinya.
"Dia pencuri?"
"Dengan lihat kau sudah tahu, kan?"
"Lalu kenapa kita bersembunyi?!" Kyuhyun terlihat tidak terima sekarang.
"Karena kalau mereka tahu kita mengikuti, kita bisa berada dalam bahaya." balas Ryeowook cepat.
Sejenak mereka terdiam, namun mendadak ketiga pencuri itu menoleh kearah tempat sampah tempat mereka bersembunyi dan melempar tas itu dengan sangat kencang. Cukup kencang hingga membuat Kyuhyun dan Ryeowook terkejut dan keluar dari balik tong sampah.
"Seperti dugaanku, kau diikuti." gumam salah satu dari mereka.
Kyuhyun dan Ryeowook mengambil gerakan berdiri dan bersiap kabur. Tapi mendadak dua orang lain yang sepertinya teman ketiga pencuri itu muncul dibelakang mereka.
"Kita terkepung," Kyuhyun berbisik.
"Aku tahu."
Orang yang mengenakkan jaket biru memilih maju. "Mereka hanya anak-anak SMA. Lebih baik habisi saja, tak akan ada yang tahu kalau kita yang membunuhnya, kan?" usulnya santai sambil mengeluarkan sebuah pisau lipat dari saku jaketnya.
Buru-buru Ryeowook juga mengeluarkan pisaunya dan bersiaga di depan Kyuhyun.
"Kau akan melukainya!"
"Berisik kau!" Ryeowook menoleh marah kearah Kyuhyun. "Ada dua kemungkinan disini, Kyuhyun. Pertama, mereka yang membunuh kita lebih dulu. Kedua, aku yang membunuh mereka lebih dulu. Menurutmu yang mana yang lebih bagus?"
"Sial! Aku tak mau jadi pembunuh!"
"Aku yang akan melakukannya! Kau diam saja dibelakang!"
"Diam kalian berdua!" Si jaket biru berteriak kesal mendengar perdebatan Kyuhyun dan Ryeowook. "Hey, anak kecil. Turunkan pisaumu itu. Itu bukan mainan untuk anak-anak, oke? Lebih baik sekarang kalian pergi. Kalau kalian pergi, aku akan membiarkan kalian pergi." usulnya lagi.
Ryeowook tersenyum sinis. Dia sudah hidup di jalanan cukup lama, dia tahu yang mana penipu yang mana bukan. "Jika kita memilih pergi pun, kau akan tetap menghabisi kami. Kami berdua sudah melihat wajah kalian. Kalian pasti tak mau kami datang ke kantor polisi dan menjelaskan bagaimana rupa kalian, kan?" balasnya santai.
Kyuhyun terkejut dengan ucapan Ryeowook. Hal itu sama sekali meleset dari pikirannya. Padahal tadi dia akan memilih untuk pergi saja.
Satu dari pencuri itu tertawa. "Dia pintar juga."
Ryeowook bersiaga saat mendengar langkah mendekat dibelakangnya. "Kyuhyun, kau bisa berkelahi, kan?"
"Aku memang suka membolos. Tapi aku belum pernah berkelahi secara fisik." balasnya.
Ryeowook mendesis. "Kalau begitu aku akan menyerang mereka. Lalu kau kabur."
"Dan kau?"
"Aku akan baik-baik saja."
"Tapi_"
"Ikuti saja perintahku!" Ryeowook kesal. Dia menatap Kyuhyun sambil melanjutkan, "Menurut usia, aku setahun lebih tua darimu. Jadi kau harus menurut kepadaku." lanjutnya sambil tersenyum iseng.
"Apa?" Kyuhyun mengerutkan keningnya tak percaya. Dia kembali melancarkan protesnya, "Tapi_"
Detik berikutnya, sebelum Kyuhyun sempat membalas ucapan Ryeowook, pemuda itu sudah berlari maju sambil menghunuskan pisau lipatnya untuk mulai menyerang. Kelima pencuri itu sontak ikut menyerang. Dua dibelakang memilih menyerang Kyuhyun.
Akhirnya perkelahian di gang sempit itu terjadi. Kyuhyun butuh sedikit waktu untuk bisa menyadari posisinya. Sulit baginya untuk berkelahi, jadi Kyuhyun lebih banyak berlari menghindar sambil sesekali melihat Ryeowook yang kelihatan lihai.
"AKH!"
Sebuah seruan membuat Kyuhyun terkejut. Dia menoleh kearah Ryeowook yang sudah terjatuh sambil memegangi lengannya.
"Ryeowook!"
NGIIUNG! NGIIUNG! Detik berikutnya suara sirine polisi terdengar.
"Itu polisi!"
"Ayo pergi!" Kelima pencuri itu langsung kabur.
Kyuhyun ikut panik, tapi saat dia ingin mendekati Ryeowook, pemuda itu berteriak.
"Pergi, Kyuhyun! Pergi dari sini!"
"Lalu, kau?!"
"Aku akan baik-baik saja!" Ryeowook berusaha untuk berdiri, masih dengan memegangi lengannya yang terluka cukup parah. "Kau tidak boleh tertangkap. Jika kau tertangkap, maka kau akan dibunuh ayahmu! Jadi, cepat pergi, Bodoh!"
Kedua kaki Kyuhyun gemetar. Jantungnya berdegup kencang. Haruskah dia menurut dengan Ryeowook?
Ryeowook pasti… Bisa mengatasinya. Tapi bagaimana kalau tidak?
"Aku…"
"CEPAT!" Ryeowook mendadak panik saat sirine polisi itu berhenti dan sebuah mobil polisi terlihat di ujung gang tempat mereka berada.
Detik itu juga Kyuhyun langsung berlari. Berlari menjauh dari tempatnya. Kyuhyun tak berani menoleh kebelakang. Dia takut kalau dia menoleh, dia akan berbalik untuk menarik Ryeowook. Ryeowook pasti akan marah.
Kyuhyun terus berlari, menabrak kerumunan orang yang berlalu di Myeondong. Berharap tak ada satupun polisi yang mengejarnya.
Jika ada…
BRAKK! Akhirnya Kyuhyun mendorong kasar pintu apartemennya dan menutupnya rapat. Nafasnya kacau dan peluh menetes membasahi seragamnya. Tubuhnya masih gemetar saat berdiri di balik pintu.
Dia merasa sangat takut sekarang. Seperti baru saja melakukan tindak kriminal.
Lalu bagaimana dengan Ryeowook? Satu pikiran itu menyeruak muncul. Apa Ryeowook baik-baik saja? Apa dia berhasil kabur? Atau Ryeowook tertangkap? Tapi Ryeowook tidak bersalah! Meski begitu dia akan tetap terkena masalah jika tertangkap.
"SIAL!" Kyuhyun memukul lantai apartemennya marah. "Kenapa aku pengecut sekali?! Seharusnya aku tidak kabur meninggalkannya!"
TOK~ TOK! Sebuah ketukan di pintu apartmenenya membuat jantung Kyuhyun nyaris berhenti berdetak.
Polisi...?
Jantung Kyuhyun berdegup sangat kencang. Dia takut dan sontak tidak berani mengatakan apapun. Bahkan kini Kyuhyun sudah menahan nafasnya.
"K-kyuhyun~" Berikutnya, suara rintihan terdengar.
Mata Kyuhyun terbuka sempurna dan langsung menarik pintu apartemennya agar terbuka. Ryeowook sudah disana, bersandar di pintu sambil memegangi tangannya.
"Ryeowook!"
xXx
"Aa~aaah! Sakit, Bodoh!"
"Berisik!" Kyuhyun mengomel sambil terus membasuh luka Ryeowook dengan air hangat. "Aku bilang lebih baik kita ke rumah sakit. Kau sendiri yang tidak mau. Jadi jangan salahkan aku kalau aku mengobatimu sebisaku!" lanjutnya lagi sambil terus membersihkan luka Ryeowook. Tidak dengan perlahan-lahan, jujur saja Kyuhyun agak merinding melihat luka Ryeowook.
Ryeowook cemberut sambil memandangi lukanya sendiri. "Sakit…"
"Jangan cengeng."
"Bawel, kau."
Kyuhyun menatap Ryeowook gusar namun akhirnya memutar bola matanya sambil mengambil obat dan mengusapkannya di luka Ryeowook. Kali ini dia mengambil perban dan melilitkannya di lengan itu sampai selesai.
"Siip, selesai."
"Trims." Ryeowook menatap perban ditangannya yang agak berantakan. "Ternyata tertusuk itu sakit juga."
Nyaris saja Kyuhyun tertawa mendengar ucapan Ryeowook, "Kau kan selalu membawa pisau. Masa kau tak pernah menusuk orang lain dengan benda itu?"
"Nyatanya memang tidak pernah," Ryeowook memanjangkan kakinya sambil berbaring di lantai kamar Kyuhyun. "Ini semua benar-benar karena Yesung Hyung. Aku tak akan hanya memukulnya, tapi akan kubuat dia memohon ampun kalau kami bertemu kembali." gumamnya.
Kyuhyun mendadak teringat sesuatu. "Hey!"
"Nghh?"
"Tadi aku bertemu dengan seseorang bernama Yesung."
Sontak Ryeowook kembali duduk dengan mata terbuka. "Dimana?"
"Di Myeondong. Kami bertabrakan. Tiba-tiba seseorang memanggilnya dengan nama Yesung. Aku memang tak tahu itu Yesung Hyung-mu atau bukan. Tapi rasa-rasanya tak ada salahnya jika kau mencarinya. Setidaknya, dia memang ada disini, kan… Seseorang bernama Yesung itu."
Ryeowook bisa merasakan jantungnya berdegup kencang. Dia menunduk dan secercah harapan kembali muncul dalam hatinya. "Aku… Akan segera mencarinya." bisiknya penuh tekad.
Sejenak Kyuhyun memandanginya, sampai akhirnya dia tersenyum. "Hey,"
"Hmm?"
"Aku… Akan membantumu mencari kakakmu."
Alis Ryeowook saling bertautan karena ucapan Kyuhyun. "Apa?"
"Tapi dengan syarat."
"Syarat?"
Kyuhyun mengangguk, "Kau harus berhenti mencuri. Jika kau butuh uang, aku akan membantu mencarikanmu pekerjaan sambilan. Dan kau juga boleh tinggal disini. Apartemen ini pasti tak akan sepi kalau ada dua orang yang tinggal." Senyum Kyuhyun muncul. Kali ini tampak tulus untuk Ryeowook.
Untuk beberapa detik Ryeowook terpaku, tapi detik berikutnya dia tertawa. "Bagaimana kau bisa menjamin aku akan berhenti mencuri? Bagaimana kalau aku menyetujui tawaranmu tapi diam-diam aku masih mencuri. Aku ini orang brengsek." tanyanya dengan nada mengejek.
Kyuhyun mengangkat bahu sambil tersenyum licik. "Aku tahu kau memang brengsek, tapi kau orang yang akan menepati janji. Lagipula kalau kau punya pekerjaan, kau tak punya alasan untuk mencuri, kan?" balas Kyuhyun setengah mengejak.
Kembali Ryeowook diam. Namun berikutnya dia langsung tertawa. Pemuda itu kembali berbaring masih sambil tertawa geli. Namun beberapa detik kemudian dia berhenti tertawa. Ryeowook tersenyum sambil menatap atap apartemen Kyuhyun.
"Apa tawaran itu…serius?" tanyanya perlahan.
Kyuhyun ikut berbaring di samping Ryeowook. "Begitulah."
"Apa setelah ini kau akan mengatakan, karena kita sekarang berteman?" Ryeowook bertanya lagi.
Kyuhyun terkekeh geli mendengar pertanyaan Ryeowook. "Yup. Karena kita teman, jadi aku akan menolongmu." jawabnya tanpa keraguan sedikitpun.
Ryeowook kembali tersenyum.
Kyuhyun menjunjung kepalan tangannya tinggi kearah atap sambil menoleh kearah Ryeowook. Ryeowook tak menatapnya, tapi hanya tertawa sambil ikut menjunjungkan tangannya seperti yang Kyuhyun lakukan.
"Aku merasa konyol melakukan hal ini," tawa Ryeowook pelan.
"Biar saja. Toh ini menyenangkan," balas Kyuhyun sambil terkekeh.
Hati Ryeowook kini merasa tenang. Entah kenapa dia merasa nyaman. Mungkin karena sekarang dia tak akan lagi sendirian. Sekarang dia memiliki seorang teman yang akan selalu membantunya.
Kyuhyun…
A/N :
Annyeong, InfiKiss here.
Likes my promise before, I updated the last one today.
I hope you'll enjoyed it. ^^
And then, I'll tell you guys some things.
First, I just writing about Friendship and Brothership story. Not Yaoi or GS story.
And second, I don't know but I like writing about Kyuhyun, Ryeowook and Henry only. I don't know will I writing about other pairing or not. ^^
I hope you like my story.
Some typos maybe, I'm sorry. I hope that wouldn't bothering you when reading.
Thanks for your review on chapter one and this chapter.
See you. ^^
InfiKiss
