Chalice : ada yang bertanya kenapa Fic ini lama updatenya? Kaga ada?ya udah selesai #ditendang. Ehem… intinya.. GOMEEEENANSAAAAIIII! TELAT UPDATE QAQ CHALICE KAGA ADA IDEEE! PADAHAL TINGGAL DIKITLAGI FIC INI TAMAT LALU MENJALAR KE SEQUELNYA YAITU FLS! UUUWWWEEEE TTATT #plak. Dan maaf jika Chapter kali ini pendek, chalice bener-bener buntu ide apalagi WOTYF juga sama QAQ…
Disclaimer : apakah Yamaha dan Crypton Future media mau memberikanku Vocaloid? #digampar.
Warning : Warning : Gaje, abal, lebay, Shoujo fic (kan ada Shoujo manga, nah ini shoujo fic X3 #digampar), alur mudah di tebak, alur kecepatan, aneh, TYPO, EYD salah mengeja, makin aneh, dll yang ada disini.
~Happy Reading~
Miku melamun di meja tanpa mendengar Kiyoteru yang memngatakan sesuatu
'Apa maksudnya gadis itu akan mengambil Kaito dariku? Heh, aku kaga peduli dia ambil Kaito atau apa!' batin Miku
"…"
'AAAARRRRGGGHHH! KENAPA AKU MEMIKIRKAN ITU AKU MERASA KAGA ENAK?!' batin Miku sambil mengacak-ngacakkan rambutnya dengan Frustasinya.
TAP!
Tepukan seseorang di sebelahnya membuat Miku terlonjak kaget.
Miku menoleh ke arah samping dan melihat Rin menepuk pundak Miku.
"Ada apa, Rinny?" Tanya Miku.
"Hei, kau gak denger bahwa seminggu lagi kita akan camping besok ke hutan" bisik Rin.
"Eh? Honto ni?" Tanya Miku.
"Benar, Camping kelas 1, 2 dan 3, dan katanya di dekat sana ada pantai yang sangat indaaaah~ dan katanya disana ada tempat terahasia, tempat terahasia itu berada di atas berbatuan yang bawahnya pantai, katanya pasangan yang menemukan bunga edelweiss di bukit itu, cinta pasangan itu akan abadi" ucap Rin dengan wajah berbinar.
"Hei, Hei… Edelweiss kan bunga yang berada di tempat yang tinggi dan dingin, kenapa bisa ada disana?" Tanya Miku bingung.
"Kaga tahu, Tapi menurut legenda disana ada bunga Edelweiss!" ucap Rin kesal
"Jadi? Apakah kau mau kesana bersama Len?" Tanya Miku dengan senyuman seringai.
Spontan saja wajah Rin menjadi merah.
"A,APA?! TIDAK MUNGKIN AKU BERSAMA KEPALA PISANG ITU!" pekik Rin.
Siiiing…
Mereka berdua menyandari semua orang di dalam kelas memandangin mereka.
"Ah.. Maafkan saya, sensei.." ucap Rin minta maaf dan membungkuk minta maaf.
"Baiklah saya lanjutkan lagi penjelasan saya" ucap Kiyoteru sambil menghela nafas pasrah.
Rin menghela nafas lega, kemudian ia menoleh kearah Miku
"M.I.K.U sudah kubilang aku tidak menyukai BaKagamine itu! Apa kau mengerti itu!?" pekik Rin dengan bisikan
"Kau jangan terlalu Tsundere, Rinny~ aku tahu kau menyukai Len~" ucap Miku sambil mencubit pipi Rin.
Rin hanya megeluarkan wajah kesal tapi kemudian berubah menjadi seringai.
"Ooooh~ Mustinya perkataan itu buat dirimu sendiri, Mii-chaan~" ucap Rin yang membuat Miku punya firasat buruk.
"Eh? A, Apa maksudnya, Rin?" Tanya Miku dengan gugup.
"Kau menyukai Kaito kan? Kenapa kaga mengajaknya nanti ke bukit itu~" bisik Rin di telinga Miku yang spontan membuat Miku blushing.
"A, Apa maksudmu, RIIIN!" Tanya Miku dengan pelan dan penuh kekesalan.
"Tidak, Tidak ada maksud apa-apa kok~ Dan lupakan ucapanku dan laksanakan minggu depan" ucap Rin sambil siul-siul.
Miku hanya menatap Rin dengan kekesalan dan juga Blushing
TENG! TONG! TENG!
Jam bel pulang terdengar.
Miku hendak membenahin barang-barang, banyak murid-murid sudah pulang kecuali Rin, Luka dan Kaito yang sedang beres-beresin barang mereka.
GREEEK!
"Ah, Kaitooo~ Sudah lama aku tidak bertemumu~ wow, kau makin tinggi dan makin tampan aja~" ucap Meiko sambil memeluk lengan Kaito.
"Huh… cewe genit" cibir Rin melihat Meiko.
Miku hanya diam saja dan melihat Kaito di peluk Meiko,
Sakit! Rasanya sakit, batinnya merasakan dadanya sakit.
"Oh ya, Kaaaiii-chaan~ Ntar pulang bareng yuk~ rumahku berada di dekat rumahmu lhoo~" ucap Meiko dengan nada menggoda yang bisa membuat para lelaki blushing dan nosebleed mendengar suara menggodanya tapi untunglah Kaito tidak seperti itu.
"Sayang sekali, aku tidak tinggal disana lagi" ucapan Kaito membuat Meiko kaget
"EH!? Kenapa?!" pekik Meiko kaget
"Tidak ada apa-apa, sudahlah aku mau pulang dulu" ucap Kaito dingin.
"Tu, Tunggu! Bisakah kau memberi tahu rumahmu ada dimana!?" Tanya Meiko dengan mohon
"Maaf, tidak bisa, aku tidak mau memberi tahu kepada gadis sepertimu" ucap Kaito dan pergi dari kelas.
Meiko hanya menatap Kaito dengan pandangan sedih lalu dia membalikkan badannya dan menatap Miku dengan pandangan kaga suka.
Miku yang di tatap demikian merasa Meiko sangat membencinya
"Aku kaga akan kalah darimu, dan aku AKAN membuat Kaito menjadi milikku bukan kau!" ucap Meiko dan pergi dari sana,
"Eh?" Miku menampilkan wajah bingung
POK!
Luka menepuk pundak Miku.
"Sudahlah, jangan di pikirkan, ayo kita pergi ke café saja yuk, dan kita shopping juga~ Lumayan menghilangkan penat kan?" Tanya Rin dan dijawab Miku berupa anggukan.
Dan mereka segera pergi dan menuju café untuk menenangkan diri,
"Nah, Bagaimana ntar sebelum camping kita beli barang-barang buat camping bareng-bareng?" usul Rin.
"Boleh juga tuh" ucap Luka sambil minum Jus Tunanya.
"Benar, kelihatannya enak kalau nyari barang bareng-bareng" setuju Miku.
Dan pembincangan para perempuan pun tetap berlanjut sebelum ada seseorang menepuk pundak Rin.
Spontan saja 3mahluk ini menoleh kearah yang menepuk pundak Rin.
Terlihat Leon menepuk pundak Rin dan matanya udah berkaca-kaca.
"RIIIIIN! KAU MAU KAGA BERTUNANGAN DENGAN LEN, ANAKKUUU! PAMAN MUSTI APA SUPAYA KAU MAU BERTUNANGAN DENGANNYAAAA!?" pekik Leon dengan air mata yang keluar dengan deras dan langsung memeluk Rin
Rin, Luka dan Miku hanya bisa sweatdropped, begitu juga dengan penghuni yang ada di Café
'Kaga menyerah juga nih orang…' batin Rin dan Miku sama
'Leon-sensei ayahnya LEN?!' batin Luka kaget.
"Ehem, Leon-sensei yang—" ucapan Rin di potong Leon.
"Yang bener Leon-sensei yang imut dan maniiis~" ucap Leon sambil gaya imut.
Spontan saja Rin, Luka dan Miku hanya bisa sweatdropped
'Nih guru aneh banget...'batin Miku, Luka dan Rin bersamaan.
"Baiklah, Leon-sensei yang…imut dan manis, Yang kuinginkan hanya tidak mau di paksa bertunangan dengan LEN! APA KAU MENGERTI!?" Tanya Rin dengan penekanan beberapa kata
Leon hanya menghela nafas,
"Baiklah… tapi aku tidak akan menyerah, lihat saja!" ucap Leon mirip pelaku antagonis dan langsung pergi.
Rin, Luka dan Miku semakin sweatdropped.
"..Err… Kita pulang yuk" ajak Rin.
"Ayo, aku juga ada les habis ini" ucap Luka
Dan mereka segera keluar dari café tersebut setelah membayar minuman yang mereka beli.
Mereka sekarang berada di penyebrangan jalan dan menunggu lampu buat jalan menjadi hijau, mereka berada di barisan paling depan.
Meiko yang kebetulan ada di sana melihat Miku, posisi Meiko berada di belakang Miku,
'Rambut Teal, diikat Twintail, Miku Hatsune' batinnya melihat punggung Miku.
'Heh, aku kaga akan menyerahkan Kaito kepadamu,' batin Meiko kejam dan tangannya bersiap mendorong Miku.
DUK!
Miku di dorong Meiko sehingga dia jatuh dan berada di atas zebra cross.
"Eh?" Miku hanya menampilkan wajah bingung.
TIN! TIN! TIN!
Dari arah samping muncul Truk yang melaju kencang dan bersiap menabrak Miku.
"MIKU!" pekik Rin dan Luka kaget.
"Hehehe…" Meiko hanya tertawa kejam dan pergi dari sana.
"UWAAAA!"
Ch 14 : -end-
Chalice : PErasaan chalice ngebuat Miku sengsara mulu ya disini =w=
Miku : IYA! Dasar Author jahat! QAQ
Chalice : *cuekin* Gomenansai jika chapter kali ini lebih aneh, pendek dan tidak memuaskan QAQ GOMENASAAAIIIII! APALAGI KAGA ADA ROMANCENYAAA TTATT
Yuna : Tapi adakah yang mau mereview?
Balas Review yang gak Login :
: Sudah lanjut :D, Terimakasih atas reviewnya XD
Mizuki-Chan : hehehe… terimakasih atas reviewnya dan pujiannya X3, 7 pangeran dan ini udah update XD
clover 4 leaves : Balik kaga ya, masih bimbang juga :D Tapi gomenansai jika chapter kali ini kaga memuaskan, padahal udah update lama DX, termakasih atas reviewnya :D
Teika Vertrag : Oke XD, terimakasih atas reviewnya XD
dee-chaan : buat mereka pisah ah nanti pas pernikahan, buat Miku mati, huehehehe! #ditendang, kaga, Chalice mau buat Miku jadi first love KAITO! Meiko? Anggap aja dia teman masa kecil yang selalu mengejar Kaito X3, terimakasih atas reviewnya :D
Yuzumi Suzu'o : sudah lanjut :3, terimakasih atas reviewnya XD
Mind To Review?