ONE THING

sumarry: satu hal yang membuatku bergetar saat memandang matamu , satu hal yang membuatku tak bisa mengalihkan pikiranku padamu , satu hal yang membuatku rela menyimpan perasaan ini dan menyimpanya didalam lubuk hatiku ,karena aku takut , aku takut kau tak menerimaku... dan satu hal itu adalah keindahan yang hanya kulihat pada dirimu... #pair : SiBum , 2min , yunjae

Disclaimer: sibum , yunjae , 2min, milik diri mereka sendiri , tpi storynya punya author, editornnya Ferdinnand *sepupu*

Main Cast : Siwon , Kibum , Taemin , Minho , Yunho , Jaejoong

Chapter: 4/?

Genre : Romanece , Hurt/Comfort #mungkin

Warning: Sho-ai/yaoi

Rated:T

Note: INI YAOI JADI DILARANG KERAS BUAT PARA ANTI YAOI UNTUK MEMBACANYA! DON'T LIKE DONT READ... IF YOU DON'T LIKE CLICK BACK! DAN LANJUTKAN HIDUPMU!


chapter 4

Setelah pulang sekolah, Kibum menunggu Siwon di tempat parkir sekolah. Tak lama. baru sekitar lima menit yang lalu dia berdiri di sana, tubuhnya dilapisi keringat karna memang hari ini sangat panas.

"Dimana ya...? mana panas pula di sini.." Kata Kibum. Setelah menunggu lumayan lama datanglah Siwon yang terlihat terengah-engah karna habis berlari.

"Yo! kibum!" Panggil Siwon.

"E-eh? Siwon-ah?"

"Maaf ya lama. Tadi aku membantu Kim seonsaengnim di kelas." Kata Siwon setelah selesai terengah-engah. Tak beda dengan Kibum, badan Siwon pun dilapisi peluh yang lumayan banyak. Tanpa Siwon sadari keadaanya membuatnya lebih kelihatan macho di mata Kibum, membuat kedua pipi tak berdosa Kibum merona.

"Kajja, kita pergi." Ajak Siwon pada Kibum sebelum mengambil tangan sebelah kanan Kibum, menggenggamnya dengan penuh kasih yang bersamaan dengan penuh keposessif-an seolah-olah tak mau melepas tangan itu dan tak membiarkan tangan mungil itu berpindah tempat ke tangan orang lain, tanpa Siwon sadari perbuatannya membuat darah Kibum membeku dengan kilatnnya karna sudah menjalar menaiki tempat di kedua belah pipinya.

"Kibum-ah? apa kau sakit? kenapa pipimu memerah?" Tanya Siwon sembari menghentikan langkahnya untuk sekedar menghadap ke arah Kibum.

"T-tidak, he..he.. ak-aku hanya merasa se-sedikit panas di sini... ya, sedikit panas..hehe" Kata Kibum sambiltertawa canggung.

"E-eh? baiklah, kajja kita cepat masuk ke mobilku. Nanti kau sakit karna terkena panas yang menyengat." Tutur Siwon penuh perhatian.

'Siwon-ah... apa kau tak tau yang membuat suhu tubuhku memanas itu kau? Walau pun sudah memasuki mobil yang memiliki A/C berkadar tinggi ya... tetap saja percuma. Karna yang panas itu hati dan jantungku yang sedang berdetak kencang seperti sedang memasuki arena balapan.' Batin Kibum merana.

"Ki-kibum-ah? apa kau baik saja?"

"Eh? I'm okay.."

"Ya sudah, Kajja."

"N-ne.." Setelah mendengar Kibum bertutur seperti itu pun Siwon langsung kembali menggenggam tangan Kibum dan membawa Kibum memasuki mobilnya.

"Baiklah... kalau begitu, aku ingin mengajakmu ke suatu tempat." Tutur Siwon sambil menunjukan senyumannya.

"Kemana?"

"Well, itu masih menjadi rahasiaku."

"Huhhh... baiklah-baiklah." Mendengar perkataan Kibum pun, Siwon segera menghidupkan mesin mobilnnya.

.

.

.

'Hannie..."

"Ada apa Chullie?" Kata Hankyung sambil tersenyum.

"Kita ke taman yuk. Aku sedang bosan di sini." Kata HeeChull -namjachingu Hankyung.

Yah.. kalau kalian masih ingat dengan masalah Hankyung yang menduai Namjachingunnya dan menjadikan Kibum sebagai kekasih gelapnya, jangan salah tanggapan karna HeeChull bukanlah orang yang diduai Hankyung. Namja chingu hankyung yang hankyung duakan langsung meminta putus setelah 'kejadian' itu dan di dalam masa masa depresinnya Hankyung bertemu dengan pengobat sekaligus candu yang bernama HeeChull. Yaa.. HeeChull sudah bagaikan candu tersendiri baginnya. HeeChull adalah satu satunnya yang bisa menutupi kekosongan hatinnya setelah 'kejadian' itu terjadi. Hanya HeeChull yang menjadi tempat sandarannya saat itu. Hanya HeeChull yang begitu pengertian terhadapnnya. HeeChull di mata Hankyung adalah.. special. Entah kenapa setelah bertemu dengan HeeChull, sifat playboy-nya hilang dan meluap entah ke mana, yang pasti hanya seorang HeeChull lah yang bisa membuatnnya seperti itu. Hanya HeeChull... yaa benar, hanya HeeChull.

Tapi tentu saja Hankyung tetap merasa bersalah pada Kibum. Ia sangat ingin meminta maaf, hanya saja, ia masih tau diri untuk tidak memasuki kehidupan Kibum lagi dan tak menyakiti Kibum. Ia tau, kalau ia harus menunggu waktu yang tepat untuk meminta maaf pada Kibum, karna kesalahanya adalah kesalahan besar yang sampai-sampai membuat seorang Kim Kibum seperti tak mempunyai semangat hidup untuk waktu yang cukup lama.

"As you wish baby..." Kata Hankyung sebelum mengecup kilat bibir HeeChull.

.

.

.

"Yunnie-ya... bagaimana kalau cincin yang itu? sepertinnya bagus."

"Ahh.., tapi itu terlalu polos Boo. Sedangakan kata orang, cincin untuk sebuah ikatan itu harus ada berliannya minimal satu yang melambangkan kemurnian, ketulusan cinta dan juga katannya bisa membuat sang 'perempuan' memancarkan aura yang bersinar."

'Hemm... baiklah... kalau begitu bagai mana kalau cincin yang itu saja?"

"Baiklah sepertinnya cocok untukmu."

"Hehe, ne.." Jadilah pilihan mereka jatuh pada cincin emas yang dihias dua belas berlian kecil yang melingkari berlian yang lebih besar yang menjadi pusaran di cincin itu.

"Tapi yun, aku ingin bicara sesuatu."

"Apa itu Jae?"

"Siapa yang wanita? bukankah kita berdua namja?"

"ya ampun Boo, tentu saja kau yang menjadi 'yeoja' di 'hubungan' ini."

"Ya ya, seme ku yang baik." Kata Jaejoong yang merasa bete.

"Jumma, kami beli satu set cincin ini, ne." Tutu Yunho pada Ahjumma penjual cincin itu.

"Baiklah, ukuran berapa?"

"satu koma lima untuk yang pria, dan satu koma empat untuk yang wanita. Oh ya, jangan lupa ukirkan nama 'Kim Jaejoong' di cincin pria dan 'Jung Yunho' di cincin wanita." Kata Yunho pada Ahjumma yang mencatat pesanannya.

"Baiklah, empat hari lagi kalian sudah bisa mengambil cincin ini." Kata ahjumma itu.

"Baiklah. Gamsahamnida Ahjumma." Kata Jaejoong dan Yunho.

Kalian bertannya-tanya kenapa mereka membeli cincin? itu semua karna Kim Jaejoong dan Jung Yunho akan terikat pertunangan tiga minggu lagi dan pernikahan mereka akan dilaksanakan setelah mereka lulus kuliah. Yah... kita di sini hanya perlu memanjatkan do'a pada saat mereka menikah nanti. semoga ikatan suci mereka diberkati Tuhan, saudara maupun saudari mereka.

.

.

.

"Ahhh~Minho~ geli" Kata Taemin pada saat Minho menjilati lehernnya setelah membuat kiss mark di sana.

'mmhhh.." Desah Minho, menikmati aksi 'menjilatnnya' di bagian tubuh Taemin.

"Ahh... Minhoo..."

Dengan lincah tangan Minho membuka sema kancing baju Taemin. mencari-cari suatu titik kenikmatan di dada Taemin. Setelah menemukan titik itu, Minho langsung menurunkan jilatannya yang semula menjilati leher Taemin sekarang turun mendekati dada Taemin dan dengan sekali sentak ia langsung meraup nipple Taemin dengan rongga mulutnnya. Menggigit, menhisap, menjilat. Kegiatan itulah yang terus diulang-ulangnnya untuk memuaskan hasrat keduannya. Tangannya pun tak tinggal diam. Sekarang tangan Minho yang semula membantu memuaskan nipple Taemin yang satunnya turun hanya untuk sekedar bermain dengan 'benda' yang sudah mengeras di bawah sana.

"A-ah... Minhoo.. Ahhh..Ahh..."

"Sabarlah chagiya, 'permainan' klimaksnnya masih lama." Ucap Minho yang langsung membuka celana Taemin dengan sekali sentak. Membuat kedua pipi indah Taemin memerah.

"Min-minho.."

Tak menghiraukan panggilan Taemin, Minho tanpa aba-aba langsung memasuki junior Taemin di dalam liang mulutnnya.

"AH! MINHOOOO... ah~~~"

"~fast-faster..." Kata Taemin yang sudah masuk fantasi abstraknya.
Pada saat Taemin ingin cum. Minho langsung mengeluarkan junior Taemin dari mulutnnya.

"Bukan sekarang Minnie Chagi~" Kata Minho sambil menyeringai setan. Dengan sekali sentak seperti tak mempunyai urat kesabaran, Minho langsung melucuti pakaiannya yang langsung ia buang entah kemana.

Taemin yang tau akan arah permainan selanjutnnya hanya memposisikan tubuhnnya senyaman mungkin.

"Kau siap Minnie?"

"Ne.."

Baiklah kita tinggalkan pasangan yang membutuhkan privasi lebih itu. Karna authornnya udah ketawa guling-guling di lantai karna buat scane ini
#diketawain ferdinnand#
(Ferdinnand: Dasar bego, bilang aje lu capek ngetik.| author: dasar sepupu gak tau malu nyahut aje, tugas lu cuma ngedit ni FF! - -" jadi diem deh, biasannya lu juga gak pernah ngomong alias bisu mendadak! mending lu nyari uke baru deh..kasian gw ama lo, makannya jangan jadi orang irit ngomong, jadi diputusin deh - -" sayang benget tuh tampang, ganteng-ganteng kok jomlo :P) baiklah abaikan perbincangan diatas.

.

.

.

"Kibum-ah, kita sudah sampai. Kajja kita turun."

"Ne," Kata Kibum pada Siwon yang langsung membukakan pintu untuknnya. Sebenarnnya ia risih juga diperlakukan bak yeoja begitu, tapi apa mau dikata? sebenarnnya ia juga senang diperlakukan begitu. Entah perasaan apa yang ia raskan itu, seperti deja vu. Ia pernah merasakan perasaan ini sebelumnnya. Ya benar, ia pernah mengalami dan malah sangat mengenali perasaan ini. Perasaan yang ada pada saat hati kita mulai di isi kekosongannya oleh benih yang baru, benih yang begitu intim di hatinnya, benih yang selalu dekat dengannya. Sudah lama sekali semenjak Hankyung terpergok menduainnya, ia tak pernah lagi merasakan perasaan ini... tapi sekarang, perasaan itu tubuh lagi, menjadi benih kasih sayang yang lebih tebal, lebih dalam, dan lebih dekat yang membuat rangkaian benih itu dinamakan...cinta.

Kibum menerima uluran tangan Siwon yang langsung mengalirkan arus listrik ke telapak tangannya. Ia bagaikan orang yang tegang membeku karna darahnnya sudah mengalir semua ke pipi lembutnnya, melukiskan warna kemerahan yang langsung mewarnai pipinnya dan hatinnya.

"Kajja." Seru Siwon. Untuk sementara ia kembali membeku melihat pemandangan di depannya. Pemandangan yang begitu indah untuk di lihat, tapi juga melukiskan dunia abstrak yang tak bisa dilihat dan disentuh tetapi bisa dirasakan keindahan serta kemurniannya. Sekarang Kibum diperlihatkan pemandangan yang sangat indah, pemandangan yang jarang sekali dilihatnnya, bahkan tak pernah ia lihat mungkin. Dihadapannya sekarang terpamparlah pemandangan bunga-bunga cantik berwarna pink yang kira-kira tingginnya sebatas pinggulnya. Bahkan yang menghias pemandangan itu bukan hannya bunga-bunga itu saja tetapi pemandangan bukit yang menjulang tinggi seperti ingin mencakar langit. Ini benar-benar... indah..

"Si-siwon?"

"Bagaimana? Kau suka?"

"Ne... aku suka, malah benar-benar suka. Terimakasih Siwon-ah.." Kata Kibum yang tanpa terasa menitikan air mata.

"Astaga Kibum-ah? kenapa menangis?"

"Hiks... aku tak menangis, aku bahagia.." Kata Kibum sembari tersenyum manis ke arah Siwon. Ntah mengapa senyuman Kibum yang sangat jarang ditunjukkan itu terasa begitu indah, bahkan bisa mengalahkan keindahan alam yang terpampar di hadapannya sekarang.

"Kalau bahagia maka tersenyumlah, kalau kau sedih maka menangislah. Jangan melakukan kedua-duannya secara bersamaan Kibum-ah... kau membuatku khawatir, jadi kalau kau benar-benar bahagia, tersenyumlah." Kata Siwon sambil menghapus air mata Kibum dengan kedua telapak tangannya.

"Ya sudah, kajja kita duduk di sana." Ajak Siwon sambil menunjuk pemandangan alam itu.

"Ne, Kajja." Kata Kibum sambil tersenyum senang. Sangking senangnnya ia tak sadar kalau Siwon merangkul pinggangnya.

"Ne.."

Mereka pun berjalan sambil berlari kecil berlawanan dengan arah hembusan angin yang membuat rambut mereka tertiup angin itu.
Setelah sampai ketujuan pun, mereka langsung mendudukkan diri di sela-sela bunga-bunga itu.

"Siwon-ah.."

"Ne?"

"Gomawo."

"Huh? Untuk apa?"

"Untuk semuannya." Kata Kibum sambil tersennyum manis kearah Siwon.

"Kalau begitu bisakah aku mendapatkan balasannya?"

"Balasan? balasan apa?" Tanya Kibum heran.

"Bolehkah aku meminta sesuatu padamu?" Kata Siwon yang menatap tajam mata Kibum.

"Ne.."

"Bolehkah aku memiliki namja bernama Kim Kibum untuk mengisi kekosongan hatiku untuk saat ini nanti dan selamannya?" Tutur Siwon yang mengelus lembut pipi Kibum.

"As you wish.." Kata Kibum sambil memejamkan matannya begitu pula Siwon. Mereka saling mendekatkan wajah mereka sampai bibir keduannya bertemu. Memberi tahu pada masing-masing pasangannya, kalau cinta yang mereka miliki itu tulus tanpa ada sedikit pun niat untuk berpisah. Mereka saling berpelukan seakan-akan memberi tahu detak jantung masing-masing. Karna tuntutan oksigen yang seperti pengganggu keduannya, sepasang sejoli itu pun memisahkan bibir mereka.

"Saranghae.."

"Nado.. nado saranghae.."

Ya, setidaknnya Siwon sang namja yang mula-mulannya culun berhasil menahlukan sang namja es bernama Kim Kibum yang mungkin suatu saat akan beraganti marga menjadi Choi Kibum.

TBC/END?


A/N: *jingkrak jingkrak diatas kepala Ferdinnand* YEAHHHHHHHHH! akhirnnya kelar juga chap empat, kalian mau ini end aja atw TBC? ini keputusan kalian loh, soalnnya kalian yang baca dan kalianlah yang menentukan.

Oh ya, baca juga ya proyek baruku yang lain.. :3

buat Ferdinnand makasih sepupuku tersayang karna udah mau ngedit kata-kata di FF ini, dan juga saranmu untuk tak menggunakan bahasa jepang lagi, walau pun aku agak bete dengan usulmu yang satu itu =A= Oh ya, mendingan lu cepet nyari uke baru, sayang banget tuh tampang, ganteng-ganteng kok jomblo =A= gak asik banget kan? dan sebenarnya ada alasan lain selain itu, alasannya adalah GW UDAH CAPEK DENGERIN CERITA LO YANG PANJANG KALI LEBAR TENTANG MASLAH MANTAN UKE LO TIAP MALEM DI BBM! plis deh yah, entah kenapa lu beda bnget pas curhat ama kenyataannya, biasannya juga bisu mendadak bahkan gak bicara sama sekali, heran gw - -" dingin amat sih lo.. yah walaupun gw seneng lu YAOI #autis

special thx to:

Ferdinnand Leonardo| Cho97| RistaMbum| Yooooona
Guest| ochaviosa| Ichigobumchan| Choi Seung Min
Sya emoet| Booooo| Choi Min Hae| Cho| Zakurafrezee| cloudyeye

Tambah lama tambah dikit nih yang review =A= apa sebegitu membosankannya FF saya?