Naruto © Masashi Kishimoto

Warnings: Canon. Drabble dari akhir Chapter 383: The Epilogue and The…! dan Chapter 384: Brother's Bloodbath

Itachi VS Sasuke Part I

.

.

"Mari lihat seberapa hebat penglihatanmu." Itachi menyunggingkan senyum terbaiknya, tapi tak terlihat oleh Sasuke karena mereka berdua saling membelakangi. Dengan cepat ia berbalik dan melemparkan kunai-nya ke arah Sasuke—yang dengan cepat ditahan olehnya.

Sasuke melihat celah, ia melayangkan kusanagi-nya, hendak menebas pergelangan kaki Itachi. Namun, ia kalah cepat. Itachi melompat menghindar dan menendangnya. Lengah, ia terpukul mundur beberapa senti. Tak mau kalah, ia kembali mengayunkan kusanagi-nya—sekali lagi, berharap dapat melukai Itachi barang sedikit saja.

Lagi-lagi Itachi melompat, melewati tubuh Sasuke dari atas dan menyambar kerah jubah pemuda itu dan membantingnya ke lantai. Ia tatap Sasuke yang sedang mengeluarkan Chidori. Tatapannya tajam, wajahnya tak menunjukkan emosi, sangat tenang.

Sasuke melihat sebuah kesempatan. Ia menghancurkan lantai dengan Chidori, sekejab mata saja ia sudah menusuk Itachi tepat di jantung. "Mati kau, Itachi." Ia menyeringai.

Itachi yang terbujur kaku di tanah, mengarahkan tangan kanannya, menunjuk sebuah singgasana di mana terdapat sosok dirinya sedang duduk di sana.

Ilusi.

Yang dibunuh Sasuke tak lebih dari ilusi semata. Geram. Emosinya memuncak. Ia tak terima dipermainkan oleh Itachi. Maka dengan kecepatan yang tak terlihat oleh mata, ia berpindah ke belakang singgasana, dan menusuk Itachi dari balik singgasana itu. Sekali lagi.

Ia menyeringai. Sasuke merasa menang, Itachi pasti mati, pikirnya. "Kali ini mati kau."

Pooff!

"Apa?"

"Kau memang benar-benar bodoh, Baka Otouto."

Sasuke mendengus kesal. Kali ini ia benar-benar kesal.

"Sialan kau! Mau sampai kapan kau berilusi terus, hah! Kapan kau mati kalo bukan di chapter-chapter ini?"

Itachi menyeringai. "Ogah! Ogah amat eke mati! Elu aja yang mati, sana!" Ia menjulurkan lidah.

"ARGH!" Sasuke menerjang Itachi yang sudah berlari-lari di tembok sambil mengayunkan kusanagi-nya. "Mati lu! Mati nape!"

"Ogah, weeekk!" Itachi mengepak-ngepakkan kedua tangannya yang dikepit di ketiak memperagakan gaya bebek, niatnya sih untuk menghina Sasuke.

Dua makhluk keturunan Uchiha itu saling kejar mengejar sambil mendaki gunung lewati lembah (?). Mendadak muncul sebuah tanaman dari balik tembok, melihat tingkah dua bersaudara itu.

"Ckckck. Ini kapan matinya si Itachi sih? Pan cerita aslinya begitu, eke jadi mesti nunggu lama deh di sini."

"Kakek tua! Jangan lari kau!" Sasuke masih saja menebas-nebaskan kusanagi-nya. Itachi mengelak, kusanagi itu membelah sesuatu.

"ARGH! DAUN GUE!"

-Owari(?)-

Sasuke: "Lah! Kayaknya ini cerita dulu udah pernah ada deh, Thor!"

Author: "Re-publish, Sasuke chayaaannnkk~"

Sasuke: "Ihhhh~ Author alaaaay deh~" *monyong-monyongin bibir*

Author: "yang alay gua apa elu!" *lari terbirit-birit*

Itachi: "Sedang apa kau, Baka Otouto?"

Sasuke: "Uh, Itachi! Sini! Elu aja yang gue cium!" *monyong-monyongin bibir 5 meter*

Itachi: *ikutan kabur*

Zetsu: "Daun di kepala gue!"