Disclaimer : SM Entertaiment
Warning : Boys Love, Male Pregnant
"Hmm... Heechul, 24 tahun, pria, po-APAAA? Oh God, forgive me. Uuh, ahh, wuidih gilaaak!" seru Key sebelum akhirnya pingsan dengan elit.
Heechul dan Hankyung langsung menghampiri mayat Key dan mengecek napasnya, "masi idup toh. Key! Bangun! Ya! Ada apa sih?" Heechul mengambil kertas yang ada di tangan Key. Seketika dibuangnya kertas itu karena ia tak bisa membaca tulisan dokter, dan akhirnya diambil Hankyung. Sekali lagi kertas itu terbanting ke lantai.
"Ada apa ini ribut-ribut?" datanglah dokter cakep dengan bibir seksi, Prof. Dr. Ir. Kim Jonghyun.
"Key pingsan. Ini lagi, suratnya gak kebaca. Tulisan siapa sih?" Hankyung nyodorin kertas yang tadinya tergeletak di lantai ke tangan Jonghyun yang hanya membaca sebentar, geleng-geleng, lalu meletakkannya ke meja dan segera keluar memanggil bantuan.
Tak lama, datanglah dokter muda paling uzur, Dr. Onew. Ia langsung geleng-geleng kepala, kemudian menggendong Key dengan bridal style keluar ruangan itu.
Akhirnya pasangan mesra itu ditangani Jonghyun.
"Hyung, aku (pura-pura) tidak tahu apa yang selama ini kalian lakukan. Tapi Jjong harap Hyung sekalian segera menikah. Aah, umma... Tolong Jjong anakmu yang cakep ini..." dan ia segera keluar ruangan itu, kembali ke ruangannya yang nyaman dan tak berkasus dengan sempoyongan sambil menggenggam kertas terkutuk itu.
HanChul couple hanya berpandangan sambil mengangkat bahu sambil menunggu dua dokter lainnya yang sudah akrab dengan mereka.
Lalu terbukalah pintu itu, menampakkan dokter dibawah umur, Taemin. Dia langsung memeluk kedua hyung-nya itu.
"Chukae~" dan berlalu begitu saja.
Akhirnya dokter paling cool datang juga sambil membawa kertas keramat itu, lalu duduk di kursi dokter yang biasanya diduduki Key yang kini sedang berbaring di UGD.
"Jadi begini. Ini memang mengagetkan. Aku juga kaget walau tidak terlihat karena wajahku memang tampan. Beginilah keluarga Choi. Sebagai contoh lainnya, lihat saja Siwon-hyung. Benarkan?" celoteh Minho narsis.
Heechul mengibas-ngibaskan tangannya, "Apapunlah itu, aku tetap lebih cantik dan cakep daripada kalian berdua. Oke? Nah, sekarang jelaskan ada apa. Cepat, aku tahu kiamat akan datang."
Minho berdehem sebentar, "jadi... Di badan Heechul-hyung sekarang ada kehidupan. Singkatnya, hyung hamil."
"Ooh, cuma hamil toh... APAAH! HAMIL!" seru Hankyung dan Heechul shock. Hampir saja Heechul pingsan. Tapi tidak jadi.
"Begitulah. Nah, mulai sekarang hyung tidak boleh..." Minho menerangkan apa saja yang tidak boleh dilakukan dan yang harus dilakukan Heechul selama ia hamil.
Setelah dapat jamuan dan kotbah dari Minho yang gak kalah dengan Siwon, Heechul pulang bersama Hankyung dengan menggunakan mobil mewah baru yang dibeli Hankyung kemaren.
"Hannie, aku hamil..." kata Heechul sambil menatap kosong ke depan.
Hankyung menghela napas, "aku tahu."
"Hannie, aku hamil..." kata Heechul lagi.
Hankyung melirik sedikit, "aku tau, Chullie."
"Hannie, aku hamil..." sekali lagi dia mengatakannya.
Hankyung menggenggam tangan Heechul dengan tangan kanannya, "aku tau, Chullie, jangan bikin aku takut gitu dong..."
"Huh..." Heechul mendengus. Kini tatapan matanya tidak kosong lagi. Ia memandangi pemandangan di luar sambil senyum-senyum sendiri. Aiish...
..::'''::..::'''::..::'''::..
"Kami pulaaaang..." teriak Heechul dari depan pintu dorm ceria.
"Whoaa, hyung sakit apa?" tanya Sungmin yang tadinya melihat Kyuhyun main game, sekarang mengalihkan pandangannya pada Cinderella itu.
Heechul tersenyum dan memeluk Sungmin erat, "Minnie-chan, aku hamil..."
Minnie balas peluk, "serius hyung?" tanya Sungmin. Heechul mengangguk. "Whoaaaa, asik asik, bentar lagi ada adek... Yeyeye... Hyung, nanti anaknya cewek ya! Biar manis kayak aku..." Sungmin berdiri dan menggoyang-goyangkan pinggulnya.
"Ya!" Heechul menjitak kepala Sungmin yang baru saja duduk, "tentu saja dia nanti akan secantik aku dong..." lanjutnya.
"Sayang sekali hyung. Berarti nanti anakmu mewarisi wajah ibu tiri dong. Hahh, poor baby..." desah Sungmin dan langsung mendapat jitakan gratis dari Heechul lagi.
"Uuh, atiit..." keluh Sungmin. Heechul tersenyum manis, membuat Sungmin heran. Lalu menggelengkan kepalanya dan beranjak mendekati Hankyung, "hyung, Heechul-hyung kerasukan." dan kabur ke kamarnya.
"Hannie, bobo' yuk..." kata Heechul sambil menyeret Hankyung masuk ke kamar mereka.
Tapi sebelum HanChul memasuki kamarnya, "Chullie-ah! Gimana? Kau sakit apa?" tiba-tiba Leeteuk menampakkan wajahnya.
"Umma~" Heechul menelantarkan Hankyung dan beralih memeluk sang leader, "umma, aku hamil..." seru Heechul sambil tersenyum maniiis banget, membuat Leeteuk dan Hankyung yang melihatnya terpana.
Setelah selesai terpana, barulah Leeteuk terkejut, "APAH? Kamu hamil? Kyungie-ah! Apa yang sudah kamu lakukan pada anakku yang cantik ini hah?" marah Leeteuk pada Hankyung yang hanya tertunduk.
"Sudahlah umma, dengan begini keinginan umma yang kepengen punya cucu segera terwujud, 'kan? Lagian aku senang kok, bisa hamil." Heechul mengelus perutnya yang masih rata.
Leeteuk mengangguk-angguk, "benar juga. Kalau begitu, congrat! Kalian harus menraktirku besok oke? Sekarang kalian mau ngapain? Jangan berbuat yang aneh-aneh pada Heehee-ku, Kyungie! Dia sedang hamil, arraseo"
Hankyung mendesah kecewa, "iya umma. Kyungie cuma mau berbuat yang biasa kami lakukan kok. Masa gak boleh juga sih?"
"No!" Leeteuk menyilangkan kedua tangannya di depan dada, "aku gak mau cucuku kenapa-napa."
"Aduuh, perutku sakiit..." tiba-tiba saja Heechul membungkuk sambil memegangi perutnya.
Leeteuk panik, "kyaa~ Kyungie! Bawa dia ke kamar. Aduh, aduh, gimana ini? Aku harus gimana?"
Hankyung segera membawa Heechul ke kamar mereka, dan mendudukkannya di kasur. Iapun duduk di sebelah Heechul lalu mengelus perut Heechul lembut, "tenang Chullie."
"Tapi kenapa sakit sekali...? Ahh..." mata indah Heechul berkaca-kaca.
Hankyung memeluk Heechul sambil tetap mengelus perut Heechul yang di dalamnya ada baby, "tadi 'kan sudah dibilang sama Minho kalau ini wajar. Ini 'kan kehamilan yang tidak biasa, jadi mungkin saja baby-nya dan dirimu butuh penyesuaian yang lebih dari yang biasanya dialami perempuan. Jadi tenang saja ya, jangan panik. Nanti kau bisa stress." kata Hankyung menenangkan.
Heechul hanya mengangguk, sambil menikmati hangatnya dekapan penuh kasih sayang pangerannya itu. Perlahan-lahan sakit yang dirasakannya menghilang, tapi ia tetap tidak bergeming karena merasanya nyaman berada dalam pelukan itu.
Sementara pasangan bahagia itu sudah tenang, Leeteuk yang di luar kamar heboh sendiri. Ia mengetok-ngetok pintu kamar YeWook couple. Tak lama, pintu terbuka memperlihatkan sosok manis seorang Yesung yang diikuti menyembulnya kepala pemuda imut Ryeowook dari balik bahunya, "ada apa hyung?" tanya Ryeowook heran melihat wajah panik Leeteuk.
"Heehee hamil!"
"APAAAA!" Yesung dan Ryeowook mengeluarkan suara indahnya.
Leeteuk menarik napas, "Heehee hamil, jelas? Sekarang Wookie, masakkan dia sesuatu. Orang hamil tidak boleh kelaparan."
"Haa! Okeh!" seru Ryeowook semangat sambil mengacungkan jempolnya dan tersenyum menampakkan gigi putihnya yang 'tring'. Haha...
"Heechul-hyung, mau dimasakkan apa?" Yesung berteriak dengan suara merdunya di depan kamar Hankyung dan Heechul.
Lama tak ada jawaban, membuat 3 orang yang stand by di depan kamar itu terheran.
o==o==o==o==o
"Hannie, aku mau kamu masak ikan teri asin gulai asam manis. Tapi gak boleh pakai nenas loh, ya! Sana gih, minta bantu sama Wookie bikinnya. Yang enak ya, Hannie, Chullie sayang banget deh sama Hannie." kata Heechul sambil mendorong Hankyung yang tak bisa berkata-kata keluar dari kamar, bergabung dengan 3 makhluk lainnya.
"Jadi mau dimasakin apa hyung?" tanya Yesung.
Hankyung garuk-garuk kepala, "err, tadi katanya mau ikan teri asin gulai asam manis tapi gak pakai nenas. Ya Tuhan, dosa apa yang telah kuperbuat?"
"Banyak!" Ryeowook, Yesung, Leeteuk, dan Kyuhyun yang sedari tadi nonton sinetron menyahut sadis.
"Sok suci banget sih hyung." tambah si magnae kurang kerjaan.
Hankyung mengacak rambutnya frustasi, "jahat banget. Yaudah, lupakan! Sekarang, Wookie, apa bahan-bahan masakan kita lengkap?" tanya Hankyung.
"Lengkap dong. Kemaren 'kan aku baru belanja. Nih, bon-nya! Bayar ke aku ya!" Ryeowook nyerahin kertas langsing sepanjang dua meter dengan daftar bahan-bahan masakan yang tertulis kecil-kecil dengan jarak yang rapat pula. Hankyung menangis dibuatnya.
Whatever!
Hankyung membuka freezer yang penuh dan berbau khas daging dan ikan mentah. Ia mengambil tempat dimana biasanya ikan teri diletakkan, dan membuka wadah itu.
"Aiiish, bau-nya kagak nahan! Teri jaman kapan nih, Wookie?" jerit Hankyung.
Ryeowook menggeleng, "itu teri segar, hyung. Bisa dimasak apa aja. Pasti enak, apalagi kalau yang masak aku." ujar Ryeowook narsis.
"Hmmm, begitu ya... Kalau begitu, beri tahu aku cara membuat gulai!" kata Hankyung sambil mencari bumbu lainnya untuk perasa asin, asam, dan manis.
Dengan cekatan, Hankyung mengolah semua bahan-bahan dan bumbu-bumbu dengan panduan kata-kata Ryeowook. Hingga tercium wangi gulai yang sungguh menggugah selera.
Tiba-tiba Shindong muncul, "waaaaaaah, enak nih. Siapa yang masak? Aaah, Hankyungie~ pasti rasa China." ujarnya asal. Ia mencicipi sedikit gulai ikan teri itu, "wuaaah, delicious..."
Karena dia memang memasak banyak, sekalian untuk member Super Junior lain gitu, Hankyung pun mengizinkan Shindong untuk mengambil gulai itu, "ini untuk Heehee, hyung." jelas Hankyung.
"Hm? Kenapa dia rikues sama kamu? Biasanya juga sama Wookie." tanya Shindong heran.
Hankyung memandang Shindong. Ah, benar juga, dia 'kan belum tahu, "Chullie ngidam, hyung. Dia hamil. Tadi kami sudah cek ke dokter."
"APAAA? Chukae~ aku jadi dapat jatah makanan enak begini. Hahaha..."
"Hehehe," Hankyung menggaruk belakang kepalanya, "iya hyung, makasih..." katanya sambil melanjutkan masakannya yang kini tinggal diberikan sentuhan akhir.
Hankyung lalu memulai lagi acara memasaknya. Tentu saja sudah dibagi-bagi untuk member lainnya. Sekarang tinggal bagian Heechul saja yang sengaja dibuat agak lebih banyak.
Ia mengiris 5 buah jeruk nipis masing-masing menjadi 2 bagian, lalu memerasnya, dimasukkannya ke dalam masakannya itu.
'Udah pasti asam nih,' pikir Hankyung.
Ia lalu mencari garam. Iapun memasukkan 10 sendok garam ke dalam masakannya tercinta.
'Ahaha, asin. Heehee pasti suka! Nah, tinggal manisnya nih,'
Ia membuka tempat gula, tetapi isinya tinggal sedikit. Ia membuka lemari kecil yang persis berada di atas kompor. 'Hah? Gula-gula kapas? Punya siapa? Aish, bodo ah! Emang gue pikirin?' pikir Hankyung sambil mengambil 5 bungkus gula-kapas itu, ia membukanya dan memasukkannya ke dalam gulai-yang-tadinya-lezat itu.
Setelah semua tercampur rata, Hankyung mencium wangi asapnya, "HUATCHI! HATCHI! Aish, HUATCHI!" Hankyung bersin berkepanjangan karena bau menusuk dari masakan-yang-dapat-membunuh-perlahan itu.
"Omoo~ Hankyungie what happen?" tiba-tiba Heechul yang baru belajar bahasa inggris dengan Siwon pun datang menghampiri kekasih China tercintanya.
"Uhuk, huatchi! Itu, uhuk uhuk- jangan dimakan! Uhuk!"
Heechul melihat masakan Hankyung yang begitu menggoda, air liurnya menetes seketika mencium wangi mematikan-yang-menurutnya-menggoda itu.
Heechul mengambil sendok dan mencicipi masakan mengerikan itu, "mmmmh, Hannie-ku, kau pandai sekali memasak." puji Heechul. Ia mengambil piring dan mulai memakannya dengan damai. Sementara Hankyung masih bersin-bersin dan batuk-batuk di lantai dapur. Poor Hankyungie~
"Hannie~"
"Eh, ya-uhuk," Hankyung yang sudah berhasil mengatasi bersin dan batuknya itu memilih menemani Heechul makan. Ingat! Hanya menemani, tapi..."
"Hannie, aku udah kenyang, tapi baby-nya gak mau makanan ini nyisa. Kamu yang abisin yah? Sini aku suapin, aaa!"
Hankyung tewas di tempat dengan mulut berbusa. Hehe, bercanda kok XDv
Hankyung melemas. Sudah setengah jam dia tersiksa dengan batuk dan bersinnya, sekarang dia disuruh makan? Tuhan, dosa apa yang telah diperbuat Hankyung yang tampan? BANYAK! Wekekeke...
Hankyung mau tidak mau membuka mulutnya, melihat kekasihnya melempar tatapan mematikan. Dan...
Akhirnya dia demam 3 hari dengan bibir mendower, hidung yang selalu mengeluarkan cairan kental-huek, dan air mata yang senantiasa menampakkan wujudnya. Untung saja selama itu Heechul tidak meminta hal-hal yang merepotkan. Yah, palingan minta mangga kembar siam. =='
..::'''::..::'''::..::'''::..
"Tuhan, aku mohon supaya Heechul dan baby bisa tenang, tidak meminta yang aneh-aneh."
"Hannie, hiks,"
Hankyung menggerakkan lehernya. Ia mendapati Heechul berdiri terisak di depan pintu kamarnya sambil mengelus perutnya.
Oh. My. God!
"Hankyungie jahaaaaat! Ummaaa!" Heechul berlari dan menggedor-gedor pintu berwarna putih, pintu kamar Leeteuk, "umma, buka pintunya... Umma Hankyungie jahaaat..."
Leeteuk yang baru saja selesai mandi langsung membuka pintunya. Heechul langsung masuk dan menutup pintunya.
Bukh.
"Aaargh, hidung mancungkuuuu!" terdengar suara ratapan dari balik pintu. Ternyata Hankyung mengejar Heechul dan hendak masuk juga ke kamar leader tercinta. Tapi apa daya, pintu dibanting, hidung pun menjadi korban. "Heechul sayang, dengerin penjelasan aku dong. Maksudku bukan begituuu. Heechul!"
"Hankyungie jahat! Hiks, jadi selama ini kau menganggapku dan baby pengganggu ya? Ya sudah, mulai sekarang aku tidak akan mengganggumu lagi. Kau punya selingkuhan 'kan? Sekarang pergi sana! Nikahi selingkuhanmu!"
"Heenim, sudahlah, tenangkan dirimu. Jangan emosi, kasian baby-nya." suara hangat Leeteuk terdengar.
"Tapi umma, Heehee sakit hati. Memangnya siapa yang membuat Heehee hamil? 'Kan Hankyungie, tapi masa dia menganggap Heehee dan baby pengganggu? Appa macam apa dia?"
Jleb
"Ukh..." hati rapuh Hankyung bagai tertusuk ribuan jarum suntik yang mengambil darahnya banyak-banyak.
"Makanya dengerin penjelasanku dong, Chullie sayang. Maksudku bukan begitu. Aku 'kan tidak mengatakan kalau kau dan baby penganggu. Aku 'kan mulai besok sampai 3 minggu ke depan ada jadwal di China, jadi aku tidak ingin kau meminta yang aneh-aneh yang tidak bisa dipenuhi Leeteuk hyung dan dongsaengdeul. Aku tidak mau anak kita ileran. Itu saja kok. Dan apa tadi? Selingkuhan? Tentu saja aku tidak punya! Heechul, dengar! Aku hanya cinta sama kamu. Tidak, selain kau, Kim Heechul. Kau dengar?" jelas Hankyung panjang lebar.
Pintu terbuka, menampakkan Leeteuk yang hanya memakai handuk di pinggang. Tentu saja, dia 'kan baru mandi dan belum sempat berpakaian. "Hankyungie, lebih baik kau biarkan Heenim bersamaku. Kau pergilah, bukankah 1 jam lagi kau ada jadwal? Bersiap-siaplah, aku akan menemani Heenim."
"Tapi hyung,"
"Pergi sajalah Hankyungie. Aku percaya padamu dan kau harus percaya padaku, Heenim akan baik-baik saja. Aku juga akan membantu menjelaskannya padanya. Dia hanya sangat sensitif karena lagi hamil."
"Hiks,"
"Dia menangis, hyung, aku mau menenangkan dia."
"Biar aku, kau harus pergi. Jadilah seorang profesional!" Leeteuk menepuk pundak Hankyung dan menutup pintu kamarnya meninggalkan Hankyung yang masih berdiri terdiam di depan pintu kamar itu.
~To Be Continued~
Annyeooong... Rhi mo ngasi tau niiih, fanfic2 Rhi dipindahin ke rhiyeon . wordpress. com (tanpa spasi) untuk dapetin password, boleh dari fb Uchiha no Vi-chan (Cho RhiYeon) or twitter vichan_sippya XD ato sms jg boleh.. Nomor HP-ku ada di info FB :D
oh ya, review doooong XD
Rhi ^^v
