My Teacher My Husband
XII
By
Arisa Adachi YunJaeShipper
a.k.a
U-Know Boo
Pairing :: YunJae, and many more
Disclaimer :: They are not mine, tapi Changmin forever mine!
Warnings :: Yaoi, OOC, and typo(s)
xxx
Pagi menjelang siang. Cuaca cerah dengan awan bergumpal memenuhi kanvas biru berupa langit. Bias-bias sinar matahari terlihat berebut melalui celah awan untuk sampai ke bumi. Di satu wilayah kota besar bernama Seoul, terlihat sebuah bangunan yang serupa rumah dengan halaman yang sangat luas.
Rumah itu tidak kecil, tapi juga tidak besar. Dindingnya berwarna merah muda pada satu sisi dan biru muda pada sisi lainnya. Di dinding itu pula terlihat berbagai gambar-gambar lucu. Seperti bunga, matahari, kupu-kupu dan lainnya. Dan di halamannya yang luas terdapat beberapa permainan yang cukup akrab dengan penglihatan kita. Seperti seluncuran, ayunan, jungkat-jungkit dan lain sebagainya. Yup, inilah dia TK dimana anak Jung Yunho dan Jung Jaejoong belajar dan bermain.
Si mungil Jung Changmin terlihat sedang duduk tenang sambil matanya melihat ke langit melalui jendela besar di kelasnya. (a/n :: bayangkan ruangan kelasnya seperti ruangan kelas Shin-chan ya?). Sesekali bocah mungil yang belum bisa berbicara dengan jelas itu mendesah. Matanya kembali ia alihkan pada kertas putih bersih yang terpampang di depannya. Hari ini Sungmin soensaengnim memberi tugas menggambar cita-cita di masa depan.
Changmin menghela napasnya, bukan ia bingung mengenai cita-citanya. Cita-citanya mudah saja. Yaitu menjadi orang yang banyak uang supaya bisa membahagiakan kedua orang tuanya dan makan sebanyak mungkin. Namun ada satu hal yang mengganjal pikiran bocah itu. Yup, mengenai suara-suara aneh yang ia dengar nyaris tiap malam.
Changmin lalu memutar kepalanya menatap gambar Kyuhyun. Di kertas gambar milik Kyuhyun itu, Changmin melihat gambar yang lumayan berantakan. Terlihat seseorang dengan senjata dan beberapa makhluk aneh yang bertanduk. "Kamu gambal apa Kyu?" tanya Changmin.
Kyuhyun tersenyum lebar, " Ini cita-cita Kyu~ Kyu ingin jadi pembelantas monctel!" ujar Kyuhyun bersemangat.
Changmin hanya mengangguk dengan wajah tidak berminat, hal itu rupanya sedikit membuat Kyuhyun merasa kesal. Bocah manis seperti perempuan itu melongokkan kepalanya ingin melihat gambar Changmin. Ia menaikkan sebelah alisnya ketika mendapati kertas gambar Changmin masih putih bersih, "Kok nggak gambal, Min?"
Changmin memandang Kyuhyun sejenak, lalu ganti memandang kertas putihnya, sedetik kemudian ia menghela napas, "Ada yang aneh di lumah Min, Kyu…" ujar Changmin pelan.
"Aneh?" Kyuhyun menaikkan alis kirinya, "Aneh gimana, Min?"
Changmin menggeser duduknya supaya lebih dekat dengan Kyuhyun, "Di lumah Min, tiap malam ada cuala-cuala aneh Kyu…"
"Cuala aneh? Cuala apa, Min?"
"Emm…" Changmin mengelus dagunya, "Cualanya begini 'uuhh~ ahhh~' gitu, Kyu. Udah gitu cualanya milip cuala kaa-chan~"
Kyuhyun mendengarkan dengan seksama. Terlihat dari kepalanya yang mengangguk dan dahinya yang berkerut, "Jangan-jangan di lumah Min ada monctel!"
"Mwo? Monctel?"
Kyuhyun mengangguk-anggukkan kepalanya dengan wajah serius, "Cepeltinya begitu! Coalnya cuala yang Min dengel itu menculigakan banget~"
"Jadi gimana dong? Maca di lumah Min ada monctel cih?"
"Begini caja!" Kyuhyun menjetikkan jarinya, "Ntal malem Kyu bobok di tempat Min, telus kita celidiki tentang monctel itu cama-cama!"
Changmin menganggukkan kepalanya tanda setuju, "Oke! Tapi jangan bilang cama tou-chan dan kaa-chan Min ya? Min nggak mau kalau meleka jadi khawatil!"
Kyuhyun mengangguk dengan senyum terkembang. Terbayang dalam benaknya kalau nanti malam ia akan memburu monster. Sesuai dengan cita-citanya.
"Aigoo… Kyunnie sama Minnie sudah selesai gambarnya?" tanya Sungmin soensaengnim yang tiba-tiba saja datang menghampiri mereka berdua. "Minnie kok belum menggambar?"
"Lagi nggak ada ide coencaengnim~" jawab Changmin.
Sungmin mengangguk. "Cungminnie~ ini gambal Kyu lhoooh~" ujar Kyuhyun girang sambil menarik kaus merah jambu Sungmin. Pria imut itu pun mengalihkan pandangannya ke kertas gambar Kyuhyun. Segera saja ia memuji gambar itu dengan kata-kata yang membuat wajah Kyuhyun memerah. Entah karena senang atau karena malu.
Dan pandangan Kyuhyun terus mengikuti Sungmin ketika gurunya itu berpindah melihat gambar-gambar muridnya lain. "Jangan celingkuh~" gerutu Changmin sambil menarik pipi chubby Kyuhyun. Kyuhyun hanya nyengir seraya mengusap pipinya.
.
.
.
"Kyunnie sama Minnie tidur sana gih," ujar Jaejoong.
"Min cama Kyu belum ngantuk kaa-chan~" tolak Changmin. Tangannya masih asyik menggoreskan crayon oranye di kertas putihnya. Demikian Kyuhyun yang melakukan hal sama di sampingnya. Sesuai rencana keduanya, malam ini Kyuhyun menginap di rumah Changmin. Yunho dan Jaejoong pun tidak menanyakan alasannya. Kyuhyun adalah teman baik Changmin, tidak salahkan kalau Kyuhyun ingin menginap di rumah Changmin.
Namun yang jadi masalah untuk Jaejoong adalah fakta bahwa kedua bocah lucu ini masih belum mau tidur. Padahal jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Jaejoong dan Yunho tengah duduk di sofa sambil menonton acara televisi, sedangkan Changmin dan Kyuhyun menelungkupkan badan mereka di karpet sambil menggambar.
"Yunnie!" desis Jaejoong pelan sambil mencubit pinggang Yunho. Bagaimana tidak, sedari tadi tangan suaminya itu terus menggerayangi dadanya. Bahkan sesekali memelintir nipple-nya. Jaejoong ingin sekali membalas perlakuan itu, tapi tidak dengan adanya Changmin dan Kyuhyun di dekat mereka. Untung saja Changmin dan Kyuhyun tidak lihat.
"Joongie-ya~ kita jadi nonton tidak sih?" bisik Yunho sambil menjilat telinga Jaejoong, sementara tangannya meremas-remas dada pria cantik itu.
Jaejoong hanya menggigit bibir bawahnya. Yang dimaksud Yunho adalah film dewasa alias film porno yang tadi dipinjam Yunho dari Yoochun. Niatnya sih mau nonton sekarang juga, tapi yah…
"Masih ada Changmin dan Kyuhyun, Yunnie-ya~"
"Jadi bagaimana? Kata Yoochun filmnya bagus. Aku jadi penasaran Joongie-ya~"
Jaejoong menghela napasnya. Ia pun sangat ingin menonton film itu. Belum pernah sekalipun Jaejoong menonton film semacam itu bersama Yunho. Ia penasaran akan seperti apa permainan Yunho setelah mereka menonton film itu berdua. Dengan cepat Jaejoong menarik tengkuk Yunho dan menciumnya dalam, "Bersabarlah sampai mereka tidur. Setelah itu tubuhku ini seratus persen menjadi milikmu," ujar Jaejoong sambil tersenyum nakal. Ia sedikit terangsang karena kata-katanya sendiri tadi.
Yunho hanya tersenyum mendengar kepastian dari sang istri. Segera tangannya ia lepas dari pinggang Jaejoong dan mulai menonton acara televisi dengan tenang. Berbeda halnya dengan Jaejoong yang kini dengan manjanya menumpukan kepalanya ke bahu Yunho dan melingkarkan tangannya pada pinggang suaminya itu. Yang dilakukan Yunho hanya mengelus-elus rambut halus Jaejoong, jarang-jarang istrinya ini bersikap begitu manja dan pasrah padanya.
Satu jam berlalu dan penantian pasangan JYJ alias Jung YunJae ini terbayar. Terlihat dua bocah laki-laki menelungkup di atas karpet dengan mata terpejam. Tangan-tangan mungil mereka masih menggenggam erat crayon yang mereka gunakan. Singkatnya Jung Changmin dan Kim Kyuhyun kini tertidur pulas.
"Yunnie-ya, mereka sudah tidur tuh," gumam Jaejoong sambil menunjuk kedua bocah itu. Namun ia mendelik kesal karena sang suami tidak merespon. Sepertinya Yunho tengah konsentrasi menonton film action di layar kaca televisinya. "Yunnie-ya! Jadi nonton tidak sih?" gerutu Jaejoong. Tangannya terulur mencubit pelan pinggang Yunho.
"Tumben sekali kau yang meminta, biasanya kau juga menolak kalau aku melakukan 'itu'"
Jaejoong mengeratkan pelukannya. Dengan nakal jari-jari lentiknya mengusap selangkangan suaminya itu, "Memang tidak boleh, umm?"
"Aish… Kau nakal sekali Joongie-ya."
"Ingin menghukumku?" goda Jaejoong. Kini telunjuknya menekan-nekan kesejatian Yunho yang telah mengeras.
"Ya! Kau benar-benar ingin dihukum rupanya!" Yunho berdiri tegak dari duduknya. Pria tampan itu kemudian menarik tubuh Jaejoong ke pelukannya dan berusaha mengangkat tubuhnya.
"Eh? Kita mau kemana? Bukannya kita mau nonton film itu?" tanya Jaejoong bingung.
"Kita nonton di kamar, pakai laptop-ku," jawab Yunho singkat, "Kalau disini takut Changmin dan Kyuhyun terbangun."
"Kenapa tidak membawa Min dan Kyu ke kamar Min saja?"
"Aku takut kalau nanti mereka terbangun jika kita memindahkan mereka. Sudahlah, kita ke kamar sekarang juga!" Dan tanpa basa-basi lagi Yunho langsung memikul tubuh Jaejoong di pundaknya. Sesekali Jaejoong mendesis pelan karena ulah tangan nakal Yunho yang meraba pantatnya.
.
.
.
'Tik, tik, tik'
Suara jarum jam terdengar berirama bagai detak jantung. Ruang tengah keluarga Jung itu terlihat tenang. Sepi. Nyaris tanpa suara, kecuali detak jam tadi. Terlihat dua orang bocah tertidur dengan lelapnya di karpet lembut berwarna coklat itu. Kertas gambar mereka telah acak-acakan karena tertimpa tubuh mungil keduanya dan crayon-crayon aneka warna berserakan di sekitar mereka.
Keduanya terlihat tidur dengan pulasnya, namun beberapa detik setelahnya salah satu dari dua bocah itu terbangun. Seorang bocah berambut ikal duduk sambil mengusap matanya yang mengantuk. "Pengen pipis~" gumam Kyuhyun lalu beranjak pergi menuju kamar mandi yang terletak di dekat dapur.
Dengan langkah gontai karena masih mengantuk, Kyuhyun membuka pintu kamar mandi dan membuka celananya. Sesekali ia menguap pelan sambil menunggu kegiatan buang air kecilnya selesai. Namun mata yang tadi seperempat terbuka kini terbuka sepenuhnya ketika telinganya yang mungil bin polos mendengar suara-suara aneh.
"Uuuumh~ ahh!"
Suara itu terdengar samar-samar namun sukses membuat Kyuhyun merinding ketakutan. Cepat-cepat ia membasuh junior mungilnya dan memakai celananya, tak peduli hal itu membuat celananya sedikit basah. Dengan cepat ia berlari ke arah Changmin dan membangunkan bocah itu. "Min! Bangun! Bangun!" seru Kyuhyun sambil mengguncang bahu Changmin.
"Eumm~ Ada apa Kyunnie?"
"A-ada cuala-cuala aneh Minnie~~~" rengek Kyuhyun sambil menggenggam erat kaus Changmin.
"Cuala aneh?"
"Umm~" Kyuhyun menganggukkan kepalanya dengan cepat. Tangannya masih menggenggam kaus Changmin dengan erat, "Di lumah Min benelan ada monctel~"
Changmin menajamkan pendengarannya, dan sesuai ucapan Kyuhyun suara 'ahh-uhh' mencurigakan itu memang terdengar. Seperti berasal dari lantai dua. "Allaceo, ayo kita cali acal cuala itu."
"Mwo?" Kyuhyun membulatkan mata bulatnya, "Celius? Kalau kita yang dicelang monctel itu gimana?"
"Bukannya cita-citamu mau jadi pembacmi monctel ya, Kyu?"
"Itu 'kan kalau Kyu cudah becal, cekalang Kyu kan macih kecil~"
Changmin swaetdrop mendengarnya. "Cudahlah, cekalang kita cali pengaman, lalu kita celang monctel itu!"
Kyuhyun ingin menolak. Namun ia memilih diam dan mengikuti Changmin. Kedua bocah polos dan mungil itu berjalan mengendap-endap menuju dapur. Sesampainya di dapur, Changmin menarik kursi menuju lemari dapur. Tangan-tangan mungilnya mengacak-acak lemari itu dengan pelan. Ia tersenyum puas ketika menemukan dua buah panci yang biasa digunakan Jaejoong untuk memasak air.
Changmin meloncat turun dari kursinya. Sekali lagi perlahan dan tanpa suara. Ia tidak mau kalau si monster menyadari keberadaannya. Dengan agak kesusahan Changmin berusaha memanjat counter dapur. Kali ini ia mengambil sendok sayur dan spatula yang tergantung disana.
"Pakai," perintah Changmin sambil menyerahkan panci kepada Kyuhyun. Kyuhyun mengambil panci itu, ia melihat Changmin memakai panci itu di kepalanya dan Kyuhyun ikut memakai panci itu kepalanya. Sekarang mereka terlihat seperti bocah bertopi panci(?).
"Nah, kalau begini kan lebih aman," ujar Changmin bangga. Ia menyerahkan spatula pada Kyuhyun, sedangkan ia menggenggam sendok sayur dalam genggamannya.
"Kita benal-benal akan mendatangi monctel itu?"
"Um, Min takut kalau monctel itu akan melukai kaa-chan atau tou-chan."
Dengan langkah pelan dan mengendap-endap, Changmin dan Kyuhyun menaiki tangga. Keduanya terlihat begitu hati-hati. Beberapa langkah berikutnya, dan dua bocah manis itu berhenti di depan sebuah pintu bercat putih. Dari dalam pintu itulah suara-suara aneh itu berasal.
"Ini 'kan kamal kaa-chan dan tou-chan?" bisik Changmin. Kyuhyun di belakangnya menganggukkan kepalanya, "Belalti monctelnya ada di kamal Yun ahjucci dan Jae ahjumma?"
"Mwo?" Changmin menolehkan kepalanya ke arah Kyuhyun, matanya menatap horror pada bocah berambut ikal itu, "Belalti kaa-chan tou-chan dalam bahaya dong!"
Sekali lagi Kyuhyun mengangguk, "Lalu bagaimana?" Changmin tidak menjawab. Suara-suara itu masih terdengar, bahkan lebih jelas dari sebelumnya, "Itu cuala Jae ahjumma 'kan?" celetuk Kyuhyun.
"Ne," gumam Changmin. Wajahnya terlihat begitu cemas. Ia begitu khawatir kalau kaa-chan kesayangannya itu dilukai oleh sang monster. Changmin ingin mendobrak ke dalam, namun bocah sekecil dia belum berani menghadap monster yang pasti sangat mengerikan. Beberapa kali Changmin pernah menonton film berbau horror yang menampilkan rupa monster atau iblis. Dan menurut Changmin mereka itu menyeramkan dan jahat.
"Ahh! Yunho!"
Changmin dan Kyuhyun sama-sama tersentak ketika mendengar suara Jaejoong yang lebih seperti pekikan kecil itu. Dalam pikiran mereka yang masih sangat polos, Jaejoong sedang diserang oleh monster itu dan meminta bantuan Yunho. Namun Yunho tidak bisa membantu, atau parahnya Yunho sudah mati lebih dulu dibunuh oleh monster kejam itu.
Tubuh mungil Changmin bergetar. Matanya mulai berkaca-kaca dan bibirnya gemetar. Ia sungguh tidak sanggup membayangkan kalau setelah malam ini selesai ia tidak lagi bisa melihat ayah dan ibunya. Tidak lagi bisa memakan masakan lezat sang ibu atau mendapat pelukan hangat dari sang ayah.
Berbekal nekat Changmin mendorong tubuhnya menghantam pintu itu. Kyuhyun terkejut melihatnya. Ia tidak menyangka Changmin seberani itu.
Mata Changmin membulat sempurna. Keringat dingin membasahi dahinya. Tidak sedikit pun pintu itu terbuka. Sepertinya terkunci dari dalam. Bocah mungil itu mulai panik. Terdengar suara gaduh dari dalam kamar. Changmin mulai terisak pelan.
'Klekk.'
Pintu terbuka tiba-tiba. Dan Changmin langsung menangis histeris ketika melihat Jaejoong -yang membuka pintu-. Bagaimana tidak. Piyama ibunya itu berantakan dan dikancing dengan asal. Rambutnya sedikit berantakan dan bibirnya terlihat bengkak. Serta yang membuat Changmin makin histeris adalah banyaknya titik-titik merah mencurigakan di leher putih Jaejoong. Dalam benak polos Changmin, pastilah monster itu yang menggigiti ibunya sampai seperti itu.
"Aigoo… Ada apa?" seru Jaejoong panik. Ia berjongkok supaya tingginya sejajar dengan Changmin. Pria cantik itu merasa heran, sekaligus malu. Malu karena Changmin dan Kyuhyun berdiri di depan pintu kamarnya ketika ia dan suaminya tengah bercinta. Jaejoong hanya bisa berharap semoga suara desahannya tidak terdengar oleh dua bocah itu.
"Min, min… Waeyo chagi?" tanya Jaejoong lembut sambil menepuk-nepuk pipi Changmin dengan pelan. Changmin menghentikan tangisannya. Dengan wajah basah karena air mata dan sedikit terisak, ia bertanya, "Kaa-chan gwaenchanayo~?"
"Gwaenchana, Minnie-yah. Ada apa?" tanya Jaejoong lembut.
Changmin tidak menjawab, ia memilih melongokkan kepalanya ke dalam kamar. Dilihatnya ayah tersayangnya tengah memakai kaus putihnya. Tidak ada monster di dalam kamar itu. Yang ada hanya kasur yang terlihat sangat berantakan.
"Monctelnya cudah pelgi, Min," celetuk Kyuhyun yang ikut melongok ke dalam kamar.
"Monster?" Jaejoong mengernyit bingung, "Monster apa?"
Changmin mengalihkan wajahnya ke arah Jaejoong lagi, "Kaa-chan benelan nggak apa 'kan?"
"Iya sayang. Kaa-chan baik-baik saja kok, memangnya kenapa?"
"Tadi Kyu cama Min dengel cuala aneh dali kamal Jae ahjumma! Jadi kami kila ada monctel di kamal Jae ahjumma" jawab Kyuhyun cepat.
"Mwo?" Dalam sekejap saja wajah Jaejoong memerah parah. Ternyata suara desahannya memang sampai terdengar oleh Changmin dan Kyuhyun.
"Kaa-chan kenapa tadi cualanya cepelti itu? Kaa-chan dicelang monctel ya?"
'Iya, dan monsternya adalah ayahmu,' jawab Jaejoong dalam hati tentu saja. Pria cantik itu tersenyum manis. Dengan lembut ia membelai pipi dan mengusap rambut halus Changmin, "Tidak ada apa-apa sayang. Semuanya baik-baik saja kok."
"Jinjja?"
Jaejoong mengangguk tanpa menghapus senyum manisnya. "Ada apa ini?" tanya Yunho yang sedikit penasaran kenapa Jaejoong begitu lama mengurusi Changmin dan Kyuhyun. "Min? Kyu? Kenapa jam segini malah terbangun? Ayo sana tidur lagi," perintah Yunho.
Changmin dan Kyuhyun mengangguk bersamaan. Namun bukannya masuk ke kamar Changmin, dua bocah itu malah memasuki kamar Yunho dan Jaejoong. Keduanya langsung naik ke kasur yang berantakan. Untung Yunho dan Jaejoong belum 'keluar', jadi seprai putih itu masih aman dari cairan-cairan mencurigakan XD
"Kenapa tidur disana?" tanya Yunho dengan nada sedikit tidak senang.
"Aniyo! Min cama Kyu bobok dicini aja!" seru Changmin.
Kyuhyun mengangguk cepat, "Kami ingin memactikan Jae ahjumma nggak dicelang monctel lagi!"
"What?"
Jaejoong tertawa kecil. Ia bangkit dari posisi jongkoknya. "Sebaiknya yang tadi ditunda dulu ya?" bisik Jaejoong pada Yunho.
"Ha? Tapi Jae…"
"Ada Min dan Kyu, Yunnie-ya. Tadi mereka terbangun karena mendengar suaraku."
Yunho memasang wajah terkejut. Namun sedetik kemudian ia menghela napas, "Oke, kita tunggu sampai mereka tidur, lalu kita lanjutkan di sofa, ne?"
"Tidak," jawab Jaejoong cepat menghapus seringai mesum di wajah Yunho. "Aku tidak mau mereka terbangun lagi. Sekarang kau tidur di sofa, biar aku tidur bersama mereka."
Yunho melongo tidak percaya, "Kau mengusirku Joongie-ya?"
"Aish bukan begitu. Hanya saja aku tidak yakin kau bisa menjaga tanganmu jika kau tidur bersamaku. Bukannya aku tidak mau. Tapi 'kan ada Changmin dan Kyuhyun."
Yunho ingin membantah, namun pada akhirnya ia memilih untuk mengalah, "Arraseo," ucapnya pelan dan berjalan keluar kamar. Melihat Yunho yang terlihat putus asa, membuat Jaejoong iba juga. Ia berlari kecil mendekati suaminya yang akan menuruni tangga. Dengan cepat Jaejoong menarik tangan Yunho dan mencium bibirnya kilat, "Mianhaeyo~" gumamnya sambil tersenyum nakal.
Yunho sih inginnya membalas godaan 'istri'nya itu. Tapi apa boleh buat, Jaejoong sudah berlari memasuki kamar. Yunho hanya menghela napas sambil tersenyum lirih, setelah ini ia bersumpah akan membuat suatu malam dimana Jaejoong menjerit-jerit menyebut namanya.
Membayangkannya saja sudah membuat seringai mesum terpampang di wajah tampan itu.
*author tarik napas*
END~
a/n :: Oke, ini sudah END, akhirnya~~~ *tebar2 kolor min*. Saia gk mau banyak komen karena kebetulan lagi gk enak badan~, silakan review saja jika berkenan ^^~
Terimakasih untuk dukungan kalian selama ini~ *hug satu2*