Sakura-tearz33: aloooo! Akhirnya sakura bisa update cerita baru! Bahagiiaa nyaaa..heheheheh

Sebelumnya Sakura minta maaf karena setelah sekian lama baru update cerita baru. Sakura sebenarnya terus keasyikan baca fanfic orang lain, hingga lupa punya sendiri. Hiks(T_T)

Selain itu, karena Sakura tertarik dengan cerita soal reinkarnasi, Sakura mencoba membuat komik (atau lebih tepatnya doujin) SasuNaru sendiri. *hehehe*

Tapi ternyata makin lama makin susah gambarnya! Akhirnya Sakura mengubahnya ke dalam bentuk Fic ini. Hasilnya TREng TReng! Fanfic "Reincarnation: Bond" ini! *yippie!*

Okokok.. Langsung to the story yach^^

P.S : semoga cerita ini disukai. N maaf kalau ceritanya jelek. Sakura sudah berusaha yang terbaik^^

WARNING:bahasa aneh,salah ketik, typos, character OOC, alur aneh,yaoi, author ingusan, pokokna sudah diperingati ma sakura loo..

Please R n R!^^

Disclaimer: I don't own naruto.. Kalo beneran punyaku, bakal kuutamakan sasunaru loo^^ wkwkwk..(Dilempar pisau)

Chapter 1

Srrrrrr...

TRANG! TRANG!

Terdengar suara adu pedang di balik pohon. Disana terlihat dua sosok pria yang sedang bertarung. Yang satu memegang pedang panjang dan yang satu lagi memakai kunai. Keduanya menjauh, kemudian mendekat lagi.

TRANG!

"Dobe... Lebih baik kau latih dirimu untuk jadi Hokage saja. Jangan terus mencariku!" Ucap pria yang berambut raven.

"Bagaimana bisa menjadi Hokage kalau menolong teman sendiri tidak bisa... Sasuke!" Teriak pria yang satu lagi yang berambut pirang.

"Kamu sungguh ke...", sebelum pria yang dipanggil Sasuke itu selesai bicara, dua shuriken terbang menujunya, tetapi dapat dengan mudah dihindarinya.

Kemudian matanya pun menelusur di balik pohon untuk melihat pemilik shuriken itu.

"Tch. Ternyata Sakura ya."

Selesai dia bicara, pemuda raven itu langsung menghilang dan berada di belakang wanita yang bernama Sakura.

"SAKURA!" Teriak Naruto

"Sasu-..ke..ku..", dengan terbata-bata sakura memanggil namanya.

"Sayonara, Sakura.", sesaat itu juga, Sasuke langsung menghunuskan pedangnya ke wanita itu.

JLEEBB!

Terdengar suara butir-butir darah yang mengalir jatuh ke tanah. Mata Sasuke terbuka lebar karena terkejut melihat peristiwa di depannya. Pedang yang di tusuknya itu tepat di jantung pria yang berambut kuning, bukan Sakura.

"Na... Naruto...", ucap Sakura dengan pucat pasi, " KYAAA!"

Naruto pun jatuh berlutut ke tanah sambil memegang dadanya sambil memuntahkan darah.

'Sial. Kena jantungku.'

Sakit.

Naruto pun mengangkat wajahnya untuk melihat...

Sakit.

"Sasuke-teme.. Aku.. Aku.."

Melihat lelaki yang dicintainya.

SAKIIIITT!

"WUAAHH!"

Sosok pria terlihat baru bangun akibat mimpi buruknya. Keringat pun bercucuran dari tubuhnya.

NARUTO's POV

Hosh..hosh...

"Sial.. Lagi-lagi aku mimpi yang sama lagi. Sakitnya masih sangat terasa."

Namaku Namikaze Naruto, 16 tahun kelas SMA 1 di Konoha High School. Akhir-akhir ini aku terus memimpikan mimpi yang sama, dimana aku seorang ninja dan dibunuh oleh orang tidak aku ingat tampangnya. Yang kuingat hanyalah...

Tatapan dingin dari mata merah yang aneh yang terdapat 3 bintik koma.

End NARUTO's POV

Setelah mengatur nafasnya kembali normal, Naruto pun melihat jam wekernya dan ...

"YA AMPUN! AKU TERLAMBAT-TEBAYO!" Teriaknya dengan histeris.

Naruto pun bergegas masuk ke kamar mandi untuk mandi bebek selama 3menit dan mengambil sepotong roti panggang dan bergegas keluar.

"Telat! Tel.." Pria pirang itu berhenti seketika melihat dua foto yang terpampang, dan tersenyum.

"Aku berangkat, ayah... Ibu..."

Setelah itu, terdengar suara pintu ditutup.

••••»»»S.N«««••••

"Hosh..hosh.. Untung masih sempat... Huff..."

Naruto yang lari menuju sekolah pun berhasil sampai tepat waktu sebelum bel berbunyi.

"Yo Naruto! Lagi-lagi terlambat bangun?"

Naruto pun berbalik untuk melihat orang yang memanggilnya.

"Sakura! Kiba! Sai!", teriak Naruto dengan ceria.

"Terlambat lagi?" Tanya Sakura sambil menghela nafas.

"Hehehe... Gitu deh...", jawab Naruto malu-malu sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

Ketiga sahabatnya pun terlena melihat senyuman sang malaikat pirang itu hingga tak sadar bahwa guru wali kelasnya sudah memasuki kelas.

"Hait-hait... Duduk dibangku masing-masing." Perintah wali kelas mereka, a.k.a. Hatake KakashI dengan suara malasnya seperti biasa.

"Anak-anak, hari ini kalian akan mendapat guru biologi baru" , kata Kakashi sambil membaca buku orange favoritnya. (Murid-murid pun sweat dropped)

"Silakan masuk."

SREEET

Setelah mendengar aba-aba dari Kakashi, seorang lelaki yang usianya sekitar 50-an pun memasuki ruangan kelas tersebut.

"Y0HOOO, ANAK-ANAK! NAMAKU JIRAIYA! SALAM KENAL! DAN KALAU ADA YANG INGIN TANYA TENTANG S0AL WANITA, TANYAKAN AKU SAJA!" ,Teriak lelaki itu sambil memperlihatkan giginya yang putih.

Suasana kelas pun menjadi hening sesaat, kemudian...

"BWAHAHAHAHAHAHA!"

Seluruh murid serempak tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan orang yang bernama Jiraiya itu.

"Na-Naruto..", panggil Sakura sambil tertawa hingga membuat perutnya sakit, "Lucu sekali yah guru i-..."

Sakura yang belum siap bicara langsung memasang muka horor karena melihat Naruto yang sudah dianggap sebagai adiknya sendiri mengeluarkan air mata.

"NARUTO! Kenapa kamu menangis! Ada apa!" Teriak Sakura yang sangat panik.

"Eh?", Naruto terkejut, "kok ti..-tiba-tiba", sambil mengelap mukanya.

Semua murid langsung khawatir melihat malaikat mereka yang tiba-tiba menangis. Semuanya pun panik dan sibuk menghiburnya.

"Jiraiya-sama!" Teriak Kakashi dengan suara yang cukup keras hingga membuat seluruh siswa berpaling untuk melihat ke arah mereka. "Kenapa anda juga ikut menangis!" Tanya pria bermasker itu dengan sweat drop.

Semua mulai berteriak histeris alias lebay karena kejadian aneh bin ajaib itu sampai terdengar diluar gedung Konoha High School.

Disisi lain...

Diluar gedung KHS, tampak sebuah mobil limousin yang baru berhenti tepat di depan gerbang sekolah diikuti oleh dua mobil lainnya yang mengapitnya. Beberapa orang berjas dan berkacamata hitam keluar dari kedua mobil itu, berbaris dan membuka pintu mobil limousin itu untuk menyambut tuannya.

"Tuan muda, kita sudah sampai." ,kata salah satu pria berjas hitam sambil menunduk memberi hormat.

Kemudian tampaklah sosok seorang pria berambut raven hitam jigrak ke belakang seperti pantat ayam dengan kulit putih pucat dan memakai seragam yang dibelakangnya terdapat lambang kipas, keluar dari limousin itu.

"GYAAA!"

"GAWAAT!"

Was wes wos...

Pemuda yang mendengar keributan yang berasal dari dalam gedung sekolah itu pun hanya menghela nafas.

"Tempat ini tidak berubah sama sekali, masih ribut seperti dulu."

••••»»»S.N«««••••

"Ne, Naruto",Sakura bertanya, "kenapa tadi kamu tiba-tiba menangis?"

Saat ini sedang waktu istirahat, jadi Sakura, Sai, dan Naruto sedang jalan-jalan mengelilingi sekolah mereka karena tidak ada kerjaan. Naruto yang mendengar pertanyaan Sakura pun hanya mengaruk-garuk kepalanya lagi.

"Mahh... Sakura-chan, aku sendiri juga tidak tahu."

"Yah, memang otak dari orang yang 'ITU'-nya kecil tidak berguna. Otaknya pun ikutan kecil," kata Sai sambil menanpilkan senyuman palsu khasnya.

Tentu saja si penyuka ramen yang mendengar itu pun naik darah, "SAI!"

Suaranya yang agak cempleng sampai bergema diseluruh sekolahnya.

••••»»»S.N«««••••

"Aah... Selamat datang, saudara Uchiha di KHS kami. Saya, Shizune, wali kelas di KHS ini. Saat ini, kepala sekolah kami sedang ada rapat, jadi saya menggantikannya untuk mengurus pemindahan anda," kata wanita yang berambut pendek itu sambil membungkuk memberi hormat.

"Hn."

"Ano... Kenapa tuan Uchiha memilih sekolah ini?" Tanya salah satu pegawai yang ada disamping Shizune yang terpesona dengan Uchiha satu ini.

Pemuda itu hanya menatap datar dan berkata," Untuk mengambil kembali milikku yang ada di si..."

"SIALAN! AWAS KAMU SAI!"

Pemuda yang mendengar teriakan itu langsung menoleh ke seberang untuk melihat pemilik suara itu. Terlihat seorang pria berkulit tan dan berambut pirang yang sedang memarahi salah satu temannya yang berambut hitam. Mukanya yang sedang marah sambil ngambek terlihat lucu, apalagi ditambah 3 pasang garis seperti kumis rubah yang menghiasi wajahnya terkesan semakin imut. Plus, keindahan mata biru langitnya yang besar membuat orang-orang akan terlena dan terpesona.

"..hirnya..."

"Eh? Anda bilang sesuatu, Uchiha Sasuke?", Tanya Shizune.

Pria yang bernama Uchiha Sasuke ini masih tetap menatap pemuda pirang itu dengan mata onyxnya dan kemudian tampak sebuah seringai muncul di wajahnya. " Akhirnya kutemukan kau juga, Naruto."

To be continued...

Gimana-gimana? Repiuwww plizzu