TOKOH BLEACH JADI MAHASISWA?
Hai semua….. pasti diantara penggemar bleach ada yang masih sekolah, ada yang udah kuliah, ada yang udah kerja pula! Bleach milik kita bersama…. (nyolong yel-yel Trans TV) *ditabok kru Trans TV*
Kali ini, gue bakal ngasih cerita tokoh Bleach sebagai mahasiswa. Yang tua-tua jadi dosennya! Gimana jadinya? Oke! Mari kita saksikan bersama! (kayak lagi nonton piala dunia aja….)
Disclaimer : Bleach punya Tite Kubo lah! Masa punya Tite Kubo dong? *ditabok Tite Kubo*
Warning : banyak OOC, Shonen Ai, dan hal-hal yang gajebo lainnya…
JADI MAHASISWA, NIH!
By : Eka Kuchiki
Hitsugaya, Ichigo dan Renji sedang ada di Depok. Mobil yang mereka naiki melaju kencang.
Hitsugaya menghela nafas. Kali ini, dia telah sampai di tempat ia dan teman-temannya kuliah nanti.
UNIVERSITAS INDONESIA! (jengjengjeng….)
"Jadi ini Universitas Indonesia yang kata orang Universitas nomor satu di Indonesia itu?" gumam Hitsugaya saat mobil memasuki gerbang masuk UI. *Promosi Mode : ON!* (maklum…. Authornya kan juga anak UI….)
"Giling! Luas banget tempatnya!" seru Renji norak.
"Ya iyalah! Kalo gak luas sama aja kayak sekolahan dong!" sahut Ichigo yang lagi nyetir dengan khidmat.
"Gila! Ada danaunya juga!" lagi-lagi Renji kumat noraknya.
"Berenang aja sono!" sahut Ichigo iseng.
"Goblok! Ya nggak lah! Gue kan kesini mau kuliah!"
"Tumben elo inget kuliah!"
"Sialan lo!"
Ichigo melirik Hitsugaya yang sejak tadi diam saja. Yang dilirik cuma stei kul doang. (padahal deg-degan tuhh…) *Author dibekuin Hitsugaya*
"Elo bener-bener hebat, Toshiro! Jadi lo beneran masuk ke Fakultas Kedokteran?" Tanya Ichigo.
"Elo gak percaya gue masuk ke sana?" balas Hitsugaya.
"Ya… gue sih percaya elo bakal masuk ke sana. Secara elo kan anak jenius!"
"Terus?"
"Yang gue heranin, apa kata orang nanti saat ngeliat elo. Badan elo kan pendek, pasti orang bakal….."
"Elo bilang gue pendek lagi, GUE PATAHIN TULANG RUSUK LO!" Hitsugaya pasang muka angker.
"Makasih deh…." Sahut Ichigo ngeri. Ia gak mau dibanting sama Hitsugaya yang jago karate dan Taekwondo. Dua-duanya sabuk item pula!
"Eh, Btw, elo sendiri masuk Fakultas apa, Ichigo?" Tanya Renji
"Fakultas Akutansi." Jawab Ichigo. "Elo sendiri?"
"Fakultas Ilmu Budaya. Jurusan sastra Belanda."
"Sastra Belanda?" seru Hitsugaya dan Ichigo berbarengan.
"Emang napa?"
"Ngapain belajar sastra Belanda? Emangnya elo mau kesana?" Tanya Hitsugaya.
"Nggak kok."
"Terus kenapa?"
"Gue emang keterimanya disitu…" Jawab Renji sedih. Tabahlah Renji! Semoga ada monyet belanda disana yang mencintaimu sepenuh hati….. *Author digeplak Renji*
"Gapapa… udah bagus, kok. Daripada elo keterima di sastra jawa, madesu…." Hibur Ichigo. *Ichigo ditabok anak sastra jawa*
Mobil berjalan terus. (kok gak nyampe-nyampe ya?) Setelah nyasar 50 kali, (buset… kesasar apa seneng jalan-jalan?) akhirnya mereka sampai di Balairung untuk daftar ulang.
Event 1 : Ngantri ngambil formulir peserta.
Hitsugaya berdiri dibarisan Fakultas Kedokteran. Banyak orang yang menatapnya aneh. Mungkin dibenak mereka, Anak siapa nih? Kok anak kecil bisa nyasar ke barisan kedokteran? *Author dibankai Hitsugaya*
Sampai akhirnya, seseorang yang berada di depannya menyapanya.
"Hai! Lo anak mana?" Tanya cowok itu.
"Anak Jakarta."jawab Hitsugaya.
Cowok itu mengulurkan tangannya, "Gue Dave. Dave Hendrik."
Hitsugaya bengong, "Namamu…. Dave Hendrik?"
"Ya, bukanlah! Nama gue Dave Fransisco." Dave ketawa lebar. "Jadi lo anggep gue serius ya…"
"Nggak…" geleng Hitsugaya. Bodo amat! Mo Dave Hendrik kek, Dave Fransisco kek, Dave Rajagukguk sekalipun gue gak peduli. Batinnya kesal.
"Nama lo siapa?"
" Namaku Toshiro Hitsugaya."jawab Hitsugaya.
"Btw, elo manis deh!" Dave memberikan senyumnya yang membuat Hitsugaya pengen nabok.
"Gue kan cowok, masa manis sih?" Tanya Hitsugaya dengan muka blushing. Padahal tangannya jelas-jelas udah pengen nabok.
"Beneran lho! Wajah elo manis banget! Apalagi kalo lagi blushing kayak gitu!" Puji Dave bertubi-tubi. Sayangnya pujian itu membuat Hitsugaya pengen muntah seember.
"Urusai!" gumam Hitsugaya. Ia udah nahan-nahan tangannya agar gak gatel nabokin Dave.
Kemudian salah satu mahasiswi UI memberikan informasi kepada para mahasiswa baru (singkat jadi maba).
"Kepada para maba, pendaftaran sudah dibuka. Dan sekali lagi peringatan, jangan ikutin orang berjakun–jaket kuning– tanpa nametag." Kata cewek itu sambil menunjukkan nametagnya –tanda ia adalah panitia pendaftaran ulang ini. "Nanti bisa nyasar lho…."
Para maba cowok tertawa mendengarnya. Kedengarannya seperti para maba akan nyasar di hutan rimba kalau ngikutin cewek cakep *Author digeplak readers karena mulai ngaco*
"Eh, saya serius lho! Soalnya banyak anak yang usil disini…" kata cewek itu. Para maba menghentikan tawa mereka.
Hitsugaya mengangguk sekali. Tentu saja ia mengerti.
Antrian sudah mulai maju. Saatnya mengambil map.
Event 2 : mengambil map sesuai dengan program pendidikannya.
Giliran Hitsugaya mengambil mapnya di loket 2. Mahasiswi yang menyerahkan map kuning kepada Maba menatapnya heran.
"Dek, kenapa ngambil map? Mana kakak kamu?" Tanya mahasiswi itu.
Hitsugaya bengong plus kesel karena dianggap masih kecil. "Mbak, saya tidak punya kakak. Saya yang akan kuliah disini." Katanya sambil nahan emosi.
Mahasiswi itu gak percaya, "Masa sih? Kok kamu pendek banget? Kamu kurang gizi ya?"
"Mbak, saya YANG MAU KULIAH DISINI! DAN SAYA BUKAN ANAK KEKURANGAN GIZI!" gertak Hitsugaya. Sialan! Gue dibilang kurang gizi! Batinnya.
"Oh, maaf. Ini map kamu." Mahasiswi itu memberikan map kuning kepada Hitsugaya. Tampangnya udah ketakutan gitu….
Event 3 : nunggu registrasi di balairung sambil ngisi formulir.
Para maba berlari menuju Balairung. Saat itu, Hitsugaya bertemu dengan Ichigo dan Renji.
"Kurosaki! Abarai!" seru Hitsugaya ketika melihat Ichigo dan Renji.
"Toshiro!" panggil Ichigo senang. Beberapa orang nengok kearah Ichigo, tapi Hitsugaya gak ngerespon.
"Elo manggil kepelanan! Harusnya gini, HITSUGAYA!" jerit Renji sampai membuat orang-orang di Balairung budek mendadak. Hitsugaya nutup telinganya, tapi tetep nggak ngefek.
Hitsugaya geleng-geleng kepala, kena karma apa gue sampe dapet temen rada sinting …. Batinnya.
Di Balairung, mereka gak bisa masuk begitu aja. Mereka harus mengantri dulu. Dan emang gila banget! Antriannya panjang banget!
Sembari menunggu antrian, mereka disuruh mengisi formulir pendaftaran dan kertas untuk mengambil jaket yang ada di dalam map.
Ichigo duduk di samping kiri seorang cewek, disamping kanannya ada Hitsugaya dan Renji.
Ichigo geleng-geleng kepala kayak orang lagi dugem, "Gila! Yang ngantri banyak amat, yak!"
"Gak heran, soalnya UI emang punya banyak fakultas….."Timpal seorang cewek. Ichigo menoleh kesampingnya.
"Iya juga, sih…. Btw, siapa nama lo?"
"Gue Rukia Kuchiki." Jawab cewek itu.
Ichigo mengulurkan tangannya, "Gue Ichigo Kurosaki," katanya. "Dari Fakultas apa?"
"Akutansi."
"Sama dong kayak gue!" kata Ichigo. "Btw, elo datang sendiri?"
"Dianter kakak gue. Kakak gue dosen akutansi."
"Hah?" Ichigo bengong sampai mati. *Author digeplak Ichigo*….. maksudnya bengong setengah mati. "Jangan-jangan, kakakmu itu…."
"Byakuya Kuchiki." Sambung Rukia. "Emangnya kenapa?"
Buset dah! Byakuya itu kan terkenal sebagai model, pengusaha, dan juga pemain sinetron. Baru tau gue kalo Byakuya jadi dosen! Batin Ichigo. Dan gue baru aja kenalan ma adeknya!Gokil!
Renji menyikut Ichigo, "Woi! Lo dapet kenalan cewek kagak bilang-bilang, yak!" bisik Renji kesal.
"Eh, lo ngapain nyambung-nyambung kayak kabel listrik?" sewot Ichigo. "Yawdah, kenalan aja sendiri!"
"Gue Renji Abarai," Renji memperkenalkan dirinya. "Temannya Ichigo."
"Gue Rukia Kuchiki." Rukia lalu menunjuk Hitsugaya. "Cowok yang imut itu namanya siapa?"
"Oh, itu Hitsugaya." Jawab Renji. "Lengkapnya Toshiro Hitsugaya. Orangnya agak galak, lho!"
"Oh ya?"
"Abarai…." Hitsugaya masang muka manis.
"Ada apa, Hitsugaya?" Renji pasang muka manis juga. (?)
"Elo pasti gak mau gue pelintir lagi kan? Jangan SEMBARANGAN NGOMONGIN GUE!" Hitsugaya langsung masang tampang angker. Renji sweatdrop.
"Hai!" Sapa Rukia ke Hitsugaya. Nampaknya dia gak takut sama Hitsugaya.
"Hai juga…." Hitsugaya nanggepin datar-datar aja.
Renji nyikut Hitsugaya, "Kasih tanggepan yang ramah dikit, napa?" protes Renji.
Hitsugaya balik nyikut Renji, "Gak usah protes, deh!"
Akhirnya mereka berdua langsung main sikut-sikutan. Ichigo dan Rukia sweatdrop.
Event 4: Registrasi, lalu ambil Jaket Kuning plus kartu mahasiswa
Akhirnya setelah menunggu 2 tahun kemudian…. *Author digeplak Ichigo dkk* maksudnya 2 jam, mereka berempat masuk ke ruang Balairung.
Pas ngumpulin berkas-berkas di loket 2, Renji mengalami sedikit kesulitan karena berkasnya acak-acakan. (siapa suruh naronya gak disusun!) Mana kertasnya ada yang lecek! Renji akhirnya diberi hadiah death glare oleh administratornya. (selamet ya Renji!)
Yang lain? Lancar aja!
Lanjut ke loket 3, yakni ngukur jaket kuning (atau kita singkat jadi jakun) . Giliran Hitsugaya dan Rukia yang bingung gara-gara jakun ukuran S kebesaran untuk mereka. Sedangkan ukuran jakun yang paling kecil adalah S!
(gue sendiri pake jakun ukuran S! Padahal gue kan badannya tinggi! Gak kayak mereka berdua….) *Author dibekuin Hitsugaya dan Rukia karena ngatain mereka pendek*
"Mas, gak ada ukuran yang lebih kecil ya?" Tanya Hitsugaya.
"Iya nih mas. Masa ukurannya gede semua?" sahut Rukia.
Mas-masnya ngeliatin Rukia, "Oh…. Kamu ini adeknya Pak Byakuya, kan?"
"Iya. Emangnya kenapa?" Tanya Rukia bingung.
"Pak Byakuya udah pesan ukuran jaketnya." Kata mas-masnya sambil nyerahin catatan ke Rukia. "Tuker aja catatannya ke loket 6." Tambahnya.
"Makasih, mas!" Kata Rukia. Ia tersenyum senang.
"Hitsugaya, aku duluan ya…." Rukia melambaikan tangannya ke Hitsugaya yang masih berkutat dengan mas-masnya.
"Mas, punya saya bisa dikecilin?" Tanya Hitsugaya sambil menunjukkan jakun ukuran S.
Mas-mas itu ngeliatin Hitsugaya sambil senyum-senyum. Hitsugaya sempet parno, Ini mas-mas jangan-jangan naksir sama gue lagi! Batinnya.
"Boleh! Nanti saya bilang ke loket 6 agar punya kamu disamakan dengan punya Rukia." Katanya. "Tapi…. Ada satu syarat."
"Apa syaratnya?"
"Kamu mau gak kencan sama saya?" Tanya mas-mas itu sambil ngedip-ngedipin matanya. (mas, lagi sakit mata, ya?)
Hitsugaya blushing. Mas-masnya malah ketawa.
"Tadi saya Cuma bercanda…." Katanya sambil menyerahkan catatan ke Hitsugaya. "Kasih ini ke loket 6."
"Makasih!" sahut Hitsugaya ketus.
"Eh, ada lagi!" kata mas-mas itu. "Boleh minta nomor hape gak?"
Hitsugaya langsung ngeloyor pergi sambil misuh-misuh, "Gila! Gue masih normal, bego!" gumamnya kesal.
Loket 4 dan 5 registrasi buat kartu mahasiswa. Sembari menunggu kartu mahasiswa, para maba langsung mengambil jakun di loket 6. Tapi ada momen yang sangat penting kali ini!
Byakuya Kuchiki ada di loket 6! *Author langsung ngedeketin Byakuya, tapi diseret readers untuk mengetik lagi*
"Nii-sama?" Tanya Rukia heran. "Nii-sama ngapain disini?"
"Mau mastiin apakah orang diloket 6 ini ngasih jaket ke kamu dengan ukuran yang benar…." Kata Byakuya dingin. *Author pingsan, lalu ditabok-tabok readers biar cepet sadar*
"Ya ampun Nii-sama.…" sahut Rukia. "Aku kan bisa sendiri…."
"Tidak bisa, Rukia!" kata Byakuya. "Itu hakmu sebagai mahasiswa disini. Jaket kuning itu lambang bahwa kamu adalah mahasiswa disini." (Ya iyalah! Masa lambang mahasiswa UGM?)
Rukia sweat drop mendengar Byakuya ngomong kayak gitu. Lebai deh mas Byakuya! *Author ditodongin senbonzakura sama Byakuya*
"Elo gak boleh macem-macem sama gue!" Kata Byakuya sambil menodongkan senbonzakuranya.
"Mas byakuya kejem amat, sih! Masa adik sendiri ditodongin zanpakuto….. huwee…" Eka nangis dengan tampang 'oh so sad' yang bikin orang jadi ikut sedih.
"Yawdah, kamu jangan bandel lagi ya…." Byakuya mengusap-usap rambut Eka. Entah Byakuya kasian ngeliat Eka nangis atau gak kepingin Balairung banjir air mata.
"Byakuya-nii…." Eka meluk Byakuya.
"Dasar…" gumamnya sambil menyunggingkan senyum.
Oke, kembali ke cerita.
"Jadi semuanya sudah beres?" Tanya Byakuya kepada Rukia. "Kartu Mahasiswa, Jakun sudah beres?"
"Beres!" Rukia mengacungkan jempolnya.
"Baguslah kalau begitu." Byakuya langsung pergi gak dijemput pulang gak dianter. (Emangnya jelangkung?)
Selesai keluar dari Balairung, urusan belum selesai. Para maba harus tes kesehatan. Ichigo kembali bergabung bersama Hitsugaya, Renji, dan Rukia.
Tiba-tiba ada seorang cewek berambut oranye mendekati Rukia.
"Kuchiki!" jerit cewek itu senang.
"Inoue!" jerit Rukia.
Mereka langsung berpelukan (teletubbies mode : on!). Hitsugaya, Ichigo, dan Renji sweat drop.
"Kalian dari satu sekolah ya?" Tanya Hitsugaya.
"Iya!" jawab Rukia dan Inoue berbarengan.
"Kamu dari fakultas apa?" Tanya Ichigo.
"Fakultas Ilmu Budaya, jurusan bahasa Jepang." Jawab Inoue.
"Aku Ichigo Kurosaki," Ichigo menyalami tangan Inoue. Inoue langsung blushing.
"A… aku… Orihime Inoue…." Jawab Inoue terbata-bata. Jujur, dia terpesona oleh ketampanan Ichigo.
"Ehem!" Renji udah ber-ehem ria melihat adegan itu. Bilang aja, Nji! Elo ngiri kan?
"Eh, kalian dapat nomor berapa?" Tanya Hitsugaya. Ia menunjukkan nomor urut untuk tes kesehatan, nomornya 1055.
Ichigo menunjukkan nomornya, 1056. Rukia dan Renji juga berurutan, 1057 dan 1058. Nomor Inoue ternyata paling jauh, 1180.
"Yah, nomor aku jauh banget…." Keluhnya.
"Gapapa, Inoue…" hibur Rukia. "Siapa tahu aja kita satu bis."
Tiba-tiba , Byakuya datang (lagi!). *Author mau ngedeketin Byakuya tapi dihadang readers*
"Kalau nunggu bis akan lama, Rukia." Kata Byakuya. Semua mata tertuju pada Byakuya.
"Nii-sama?" Rukia kaget melihat kakaknya tiba-tiba aja datang.
"Kalian langsung datang ke FKM (Fakultas Kesehatan Masyarakat), disana kalian langsung mengambil formulir lalu mengantri untuk diperiksa." Jelas Byakuya.
"Pak, apa disana pakai nomor urut ini?" Hitsugaya menunjukkan nomornya.
Byakuya melihat nomor itu lalu menggeleng, "Itu nomor antrian bus. Disana tidak diminta nomor urut."
"Bukannya kita harus naik bus kuning?" Tanya Ichigo.
Byakuya menatap Ichigo dingin. Ichigo langsung diem. Kayaknya dia udah tau jawabannya.
"Ayo, Rukia."
Byakuya mengajak Rukia untuk ikut ke mobilnya. Rukia mengajak Inoue.
Hitsugaya, Ichigo, dan Renji akhirnya naik jalan kaki setelah tau kalau kalau FKM itu cukup dekat dan kebetulan mobilnya Byakuya itu mobil sedan (Cuma cukup untuk 5 orang).
Event 5 : Tes kesehatan
Hitsugaya dan Ichigo tidak takut ketika sampel darah mereka diambil untuk dicek Hbnya. Berbeda dengan Renji, dia teriak-teriak dulu sampai Hitsugaya dan Ichigo memegangi kedua tangannya dan membekap mulutnya.
Saat pengukuran tinggi badan….
Hitsugaya kesal setengah mati gara-gara dibilang anak kecil oleh perawat yang mengukurnya. Emangnya tinggi Hitsugaya berapa? Cuma 133 cm! Beratnya? 28 kg! Waw! Pantes aja dibilang anak kecil….. *Author dibankai Hitsugaya*
Ichigo lain lagi. Saat ditanya riwayat penyakitnya, dia terdiam sebentar.
"Kayaknya saya tidak sakit apa-apa." Jawabnya. Dokter muda yang memeriksanya mengangguk senang.
Tes kesehatan lainnya seperti tes warna (untuk mengetahui apakah maba buta warna atau tidak), periksa telinga, mulut, tekanan darah, dan gigi berjalan dengan lancar.
Hitsugaya diberitahu oleh dokter muda yang memeriksa tekanan darahnya bahwa ia punya tekanan darah yang cukup tinggi.
"Apa kamu suka makan jeroan?" Tanya Dokter itu.
"Tidak."
"Kurang tidur?"
Hitsugaya menggeleng.
"Suka marah-marah?"
Kali ini Hitsugaya pasang wajah kesal, "Memangnya kenapa kalau saya suka marah-marah?" tanyanya.
"Tidak ada apa-apa." Dokter itu langsung mencatat tekanan darah Hitsugaya. Dengan catatan, Hitsugaya pendek karena punya tekanan darah tinggi yang disebabkan oleh kebiasaan suka marah-marah. (?)
Ichigo dan Hitsugaya menunggu Renji yang sedang asyik melihat stand-stand yang menjual aneka pernak-pernik UI, kaos, dan makanan minuman. Mereka duduk tak jauh dari stand tersebut.
"Capek juga, ya." Ujar Ichigo.
"Iya." Hitsugaya menguap. Tanpa sadar ia menyandarkan dirinya dibahu Ichigo.
"Emmm…" Tahu-tahu Hitsugaya sudah tertidur di bahu Ichigo.
Ichigo tersenyum lalu mendekapnya dengan lembut.
"Rupanya dia tertidur," gumam Ichigo. "Dia manis kalau sedang tertidur."
Renji menghampiri Ichigo dan Hitsugaya dengan tangan penuh dengan belanjaan serta makanan.
"Hoi! Ichigo! Sedang apa kau dengan Hitsugaya?" Teriak Renji.
Ichigo melotot ke Renji dan mengisyaratkannya agar memelankan suaranya. Namun terlambat! Hitsugaya sudah bangun!
"Emm… Ada apa sih ribut-ribut?" Hitsugaya mengucek matanya.
Hitsugaya terdiam. Ia melihat tangan yang kekar mendekapnya. Kemudian ia menoleh ke atas.
"Hua! Kurosaki! Apa yang kau lakukan?" Hitsugaya menendang Ichigo secara refleks.
Ichigo yang apes kena tendang langsung bangun dan mengejar Renji berhasrat ingin memukulnya. Dibelakang Ichigo, Hitsugaya mengejar Ichigo dengan wajah angker.
"Huaa! Apa salahku?" jerit Renji.
Daftar ulang di UI sudah selesai. Namun ada lagi setumpuk tugas dan masalah menanti mereka. Tugas apakah itu? Tunggu di chapter selanjutnya!
Fanfic ini terinspirasi saat saya lagi daftar ulang di UI. Gila banget! Datang dari jam setengah 8, pulang jam 4 sore! Gomen kalo garing. Maklum, disana emang kerjaannya kayak begitu….
Oh iya! Aslinya Fakultas kedokteran dan Kedokteran gigi UI itu adanya di Salemba, Jakarta. Tapi berhubung ini Fanfic, saya gabungin aja Fakultas kedokteran jadi di Depok! (ketawa setan) *Dihajar Rektor UI*
Review please?