Asrama Aneh
Desclaimer : Naruto CS punya Om Masashi Kishimoto yang diduga seorang fudanshi akut *plak* emang bener kok *bugh* (tepar deh, cacian~)
Author: Uchy-san *pengen banget di panggil dengan embel-embel*
Pairing : Untuk chap ini special aku kasih xxxNaru, ShinoKiba, ama ItaDei deh… ^.^
Warning : Complex (OOC, AU, AR, gaje, shounen ai, lebay, and Lain2nya ada Semua di sini)
Rate: T
Balasan Review
Moce-chan : Makasih dah review ^o^ and tentu aja Uchy bakal update terus ^^
Sasunaru's lover : Iya, maaf yaa~, ada kesalahan ama chappy 3 nya ^_^ ehehehehe makasih dah review ^.^
Aiko-chan : Salam kenal juga ^o^ ehehehehe , soal Naru-chan nanti bakal pairing ama siapa itu masih rahasia~~, tapi aku kasih bocoran dikit deh 6^_^ Naru-chan di chap ini bakal pairing ama senpainya yang ganteeeeeeng banget tapi PERVERT *natap tajam sang actor yang dibicarain* And iya, maaf yaa, ada kesalahan ama chappy 3 nya ^_^ ehehehehe well makasih dah review ^.^
Afuri : Yap bener banget, aku punya banyak kejutan buat para readers^.^ khukhukhukhu *evil smirk* and makasih dah review ya~
Hana-chan : em, mungkin ehehehehe ^^ Sasusai? Mungkin ehehehehe ^^ kudeta itu seperti apa ya?o Em, aku juga bingung ngejelasinnya, ahahahaha bercanda kok, kudeta itu adalah perebutan kekuasaan secara paksa oleh ajudan/bawahan terhadap tuannya, biasanya awalnya dilakukan secara sembunyi-sembunyi ^,^ Okay Uchy bakal update kilat kok, ditunggu ya~ and makasih dah review ^_^
Matsuo-chan : waktu aku baca review dari Matsuo-chan sumpah itu ngebuat Uchy hampir jatuh terjungkal dari tempat tidur ehehehehe ^^ um, soal Naru-chan bakal milih siapa nantinya ~~ itu masih rahasia ^^ Okey Uchy bakal update kilat kok, tapi jangan bawa kabur Naru-chan donk, pemeran utamanya kan jadi kaga' ada T.T
: Namikaze-chan : hati Naru kan cuma buat Sai, iya kan? Ahahahaha canda kok, uchy belum bisa bilang apa yg bakal terjadi ke depannya karena itu masih rahasia pemerintah Negara fujoshi (sok demokratis) well tetap read sampai akhir ya… and thanks for reviewnya ^_^
00000
Wuaah~ akhirnya fic yang gaje banget ini dah mencapai chapy 4, buat para reader yang membaca fic saya yang gaje ini saya ucapin makasih banyak karena telah meluangkan waktu kalian untuk membaca fic ini. Dan buat para reader yang telah mereview, saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, aku benar-benar terharu. Hiks. Dan maaf karena Uchy sempet hiatusin fic ini….. tapi kedepannya sesuai janji Uchy yang sebelumnya, bakal Uchy update tiap 2 minggu. Well Jangan berhenti mereview yaa~ ^_^
BTW, di chap 4 ini bakal ada adegan khusus buat para fujoshi dan fudanshi, jadi siap-siapin aja wadah buat muntah bagi para reader yang BUKAN pecinta yaoi *evil smirk*
Silahkan~
Don't Like, Don't Read
Please enjoy ^_^
NARUTO : 16 TAHUN (2 SMA)
SAI : 17 TAHUN (3 SMA/KEPALA ASRAMA)
SASUKE : 17 TAHUN (3 SMA/WAKIL KEPALA ASRAMA)
NEJI : 17 TAHUN (3 SMA/KETUA KLUB KARATE)
GAARA : 17 TAHUN (3 SMA/KETUA KLUB BASKET)
DEIDARA : 17 TAHUN (3 SMA)
ITACHI : 17 TAHUN (3 SMA)
KIBA : 16 TAHUN (2 SMA)
ROCKLEE : 16 TAHUN (2 SMA)
SUIGETSU : 17 TAHUN (1 SMA/2 TAHUN TINGGAL KELAS)
ATTENTION! : Anggap di fic ini Sasuke dan Itachi saudara kembar walaupun muka Itachi agak lebih tua dari Sasuke. *maaf ya Itachi-koi*
Chapter 4 (Dasar Pantat Ayam Aneh!)
"Jika kau tidak ingin terluka ataupun mati lebih baik turuti perkataanku!" Ucap Sasuke dengan seringaian iblisnya. Hal itu sontak membuat Naruto bergidik ngeri melihatnya.
"Camkan itu baik-baik bodoh !" Seru Sasuke lalu melangkah menuju pintu kamar Naruto dan membukanya. Sasuke lalu melangkah keluar dari kamar itu meninggalkan Naruto yang shock dengan perkataanya barusan.
"Di...dia...itu, orang itu...be...benar-benar gila, se...senyumnya...benar-benar mengerikan." Naruto menggigil dengan perlakuan Sasuke terhadapnya.
Sementara itu, di tempat lain, tepatnya di belakang aula asrama.
"Akhirnya, kita akan memulai kudeta ini." Ucap Itachi dengan seringai iblisnya. "Waaaah, aku...aku rasanya gak sabar untuk ngambil alih asrama ini, hup-BWAHAHAHAHAHAHA." Sambungnya dengan perasaan menggebu-gebu. Tanpa dia sadari, wajah orang berambut pirang panjang yang diketahui bernama Deidara yang berada di sampingnya terus bersamanya sejak tadi mulai memerah.
"Itachi! Kalau kau masih pengen melanjutkan kudeta ini lebih baik lepaskan...TANGANMU DARIKU! ARGH!" Teriak Deidara yang sudah naik pitam akibat perlakuan Itachi.
"Eh?" Itachi yang tersadar oleh teriakan Deidara baru menyadari apa yang dia lakukan sejak tadi terhadap partnernya. Ternyata tangan kanan Itachi sejak tadi meremas-remas kedua belah pantat Deidara.
PLAK
Deidara yang merasa sangat-sangat-sangat-sangat terhina menampar pipi kiri Itachi hingga jatuh secara tak elit.
"Adududududuh! Kau apa-apaan sih Dei? Aku kan gak sengaja." Ringis Itachi.
"KAU YANG APA-APAAN? NGEREMES-REMES PANTAT ORANG SE-ENAK JIDAT LOE! DASAR PERVERT-TUA-BANCI-GILAAAAAAAAAA!" Deidara makin gelap mata dan mulai masang kuda-kuda buat gebukin Itachi.
"Ma-maaf akukan ga' sengaja..." Itachi menelan ludah mulai merasakan aura pembunuh dari Deidara.
"Hyaaaat!"
BAGH-BUGH-BAGH-BUGH-BAGH-DUEESH (Sensor)
Sementara itu Sai dan Neji
"Hei, Sai ! Bagaimana kalau kita kembali ke aula? Kasihankan mereka harus tidur di situ semalaman ?" Seru Neji dengan wajah iba.
"Aku tidak peduli, itu salah mereka sendiri !" Ucap Sai dingin, "Baiklah, aku kembali ke kamar dulu ya, jaa~," Sambungnya sempat memperlihatkan sedikit senyuman ramahnya pada Neji dan beranjak pergi, sempat-sempatnya Sai memperlihatkan senyuman malaikat+misteriusnya pada Neji padahal di dalam hati dia sangat geram dengan apa yang telah terjadi di aula asrama.
'Ahh, Sai, senyumanmu bagaikan senyuman malaikat yang dapat menentramkan hati semua orang,' batin Neji terharu sambil mengatup kedua tangannya di depan dada melihat kepergian Sai.
Di kamar Sai dan Naruto
Ternyata Naruto masih ketakutan akibat perlakuan Sasuke beberapa saat yang lalu padanya dan memutuskan untuk mengungsi alias bersembunyi di bawah kolong tempat tidur. Dan tak lupa dia mengunci pintu kamarnya rapat-rapat.
"Ukh, kenapa aku setakut ini sich? Awas kau dasar senpai pantat ayam sialaaaan!" Geram Naruto sambil mengingat-ngingat kelakuan si teme pantat ayam padanya.
"Ukh, brengsek! Dasar pantat ayam aneh!" Serunya.
Tok Tok Tok
Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar Naruto dan sontak membuat Naruto kaget.
Tok Tok Tok
"Ukh, ja-jangan-jangan itu si senpai pantat ayam lagi'? Si-siaal! Kenapa nasibku harus menderita seperti ini?" teriak Naruto frustasi.
SAI POV
Tok Tok Tok
Aku mengetuk pintu kamarku beberapa kali, tapi sejak tadi Naruto yang aku pastikan berada di dalam kamar belum membukakan pintu untukku, apa terjadi sesuatu ya dengan Naruto?
END SAI POV
Tok Tok Tok
"Hei Naruto, tolong buka pintunya, ini aku Sai." Teriak Sai dari balik pintu kamarnya.
"Ah? Sai-senpai?" Naruto agak sedikit kaget atas teriakan Sai.
Tiba-tiba...
Cklek
Naruto akhirnya membuka pintu kamarnya dan...
"Huwaaa, Sai-senpaiiiiii...!" Teriak Naruto sambil menerjang Sai yang ada di depannya dan bahkan memeluknya ummm... tentu saja tanpa sadar.
"Ukh, Na-Naruto le-lepasin sesaaak." Ucap Sai hampir kehabisan napas akibat perlakuan secara tiba-tiba yang di lakukan oleh Naruto.
Naruto akhirnya sadar apa yang sedang diperbuatnya kepada senpainya itu dan cepat-cepat melepaskan pelukan mautnya dari tubuh Sai.
"Aaakh, ma-maaf Sai-senpai." Ucap Naruto membungkuk dengan rona wajah yang memerah.
"Ada apa Naruto? Kenapa tiba-tiba kau berteriak seperti tadi dan memelukku?" Tanya Sai masih berdiri di ambang pintu.
"Akh, aku baik-baik saja kok senpai, ummm ayo masuk." Jawab Naruto yang langsung menyeret Sai masuk ke dalam kamar dan menutup pintu kamarnya.
"Naruto kau tidak bisa membohongiku." Tiba-tiba Sai menarik tangan Naruto yang tadi digunakan Naruto untuk menarik lengannya.
"Be-benar kok Senpai, aku tidak apa-apa..." Ucap Naruto agak menunduk sambil mencoba menarik kembali tangannya yang sedang digenggam erat oleh Sai.
Terlihat jelas oleh Sai bahwa saat ini Naruto tengah ketakutan dan menyembunyikan sesuatu darinya.
"Haaahh, baiklah...sekarang sudah jam 10 lewat, waktunya bagi penghuni asrama untuk tidur." Ucap Sai setelah sempat menghela nafasnya sesaat. "Naruto, kau tidurlah, besok kau ada ulangan biologi kan'?" Lanjutnya sambil tersenyum ramah sontak membuat Naruto blushing.
"Eh? Dari mana Senpai tau?" Tanya Naruto heran sambil memiringkin sedikit kepalanya. Nampaknya Naruto sudah mulai dapat melupakan kejadian yang dialaminya tadi.
"Akh...um, anu, itu, aku, di-di beritahu sama Orochi-senpai." Jawab Sai gugup terlihat ada semburat merah di wajah putihnya yang seputih mayat. 'Ukh, Tidak mungkinkan aku bilang kalau aku sering memata-matainya?' Lanjutnya di dalam hati.
"Oooooh." Naruto ber-oh ria.
"Baiklah, tidurlah! Selamat malam!" Ucap Sai, dengan cepat dia berjalan ke ranjangnya lalu menarik selimutnya hingga menutupi seluruh tubuhnya dan tidur tanpa mengganti bajunya dengan piyama.
"Oyasumi nasai." Ucap Naruto tersenyum tanpa menyadari adanya keanehan pada diri Sai.
Keesokan Paginya, pukul 06.10
Terdengar suara kicauan burung yang merdu, eh- ternyata bukan suara kicauan burung melainkan suara jam weker yang bunyi alarmnya hampir sama atau mungkin sangat mirip dengan kicauan burung.
"Ukh- hoaaaam~ udah pagi rupanya." Ucap Naruto yang baru saja terbangun dari hibernasinya sambil mengucek-ngucek kedua matanya dan kemudian meraih jam weker yang ada di meja kecil dekat ranjangnya.
"Akh, ternyata baru jam 6 lewat 10." Ucapnya agak santai.
"Ekh, Sai-senpai mana ya? Kok tidak ada di ranjangnya? Apa mungkin sudah berangkat ke sekolah ya? Eh? Tapi kok jam gini sudah pergi?" Tanyanya mungkin pada diri sendiri.
Sementara itu di tempat lain, tepatnya di aula asrama
"BANGUUUUN KALIAAAAAN SEMUAAAAA!" Teriak seseorang yang tak lain dan tak bukan adalah Sai. Ya, Sai, sebenarnya alasan Sai untuk berangkat lebih pagi adalah untuk punya banyak waktu menghukum semua penghuni asrama yang sejak semalam terkapar tak berdaya di lantai dingin aula asrama.
Sontak teriakan Sai dengan nada memerintah tadi membuat seluruh penghuni asrama yang terkapar di lantai akhirnya bangun dengan rasa pusing yang melanda mereka akibat minuman beralkohol yang entah mungkin secara tidak sengaja ataupun sengaja mereka konsumsi.
"Ah, siapa sich yang teriak keras-keras? Telingaku sakit tahu!" Ucap seluruh penghuni asrama secara serempak dengan setengah sadar dan kembali tertidur pulas dengan santainya.
"Dj, putarin musiknya donks...ehehehehehe." Ucap Suigetsu mengigau masih setengah sadar.
"Hiks...masa...hiks...mudah itu indaaaaah...hiks." Ucap Lee yang masih terbaring di samping Suigetsu dengan gaya PHELOM (pelukan ala homo).
"Bintang-bintang di langiiiiiit...ukh." Ucap Gaara sang ketua basket yang juga masih setengah sadar mencoba untuk bangkit dengan gaya menggapai bintang.
"Uuuukh, Aku-sudah-tidak-tahan-LAGIIIIIIIIIIIIIIIII!" Seru Sai membahana ke negeri sebrang.
DUAK-BUGH-DESH-PAKK-BUM-BRUGH-BUAGH... *sensor 100thn+*
Akhirnya, semua penghuni asrama yang tadinya koid alias mati suri alias pingsan mulai bangkit dari kubur mereka alias lantai aula yang dingin dengan tubuh penuh lebam dan memar.
"Sa-!" Teriak penghuni asrama kompak.
SMA KONOHA GAKUEN PUTRA
"Hoaaam~ ukh, entah kenapa ya kalau hari Sabtu rasanya malas sekolah, apa aku bolos aja ya?" Ucap Kiba sambil berjalan di koridor sekolah dengan malasnya. Dan tiba-tiba dari ujung koridor.
"KIBAAAAAAAAAA! Selamat pagi~" Teriak Naruto dengan suara cemprengnya.
"Eh? Naruto? Selamat pagi~, akh seperti biasa ya, kau ceria setiap saat, bikin aku iri." Ucap Kiba saat Naruto berjalan mendekat ke arahnya.
"Anu, Kiba... aku...ingin tanya satu hal padamu..." Ujar Naruto dengan muka memerah semerah cat minyak.
TO BE CONTINUED
Wawancara exclusive
Uchy-san : Well, hari ini kalian gajian, wahai para authorku yang sugoooii (teriak make toa) *cengar-cengir selebar-lebarnya*
All aktor : Horeeeee !
Uchy-san : Um, tapiiiiiii, khusus buat Sasuke, gajinya SUDAH aku potong dan buat Itachi aku naikin gajinya deh *ngedipin mata ke Itachi* abis dia udah berhasil dapet first kissnya Naru-chan~
Sasu-chiken : Hei Author gila, kenapa gaji gue dipotong? *nyiapin golok yang udah di asah*
Uchy-san : Glek A,anu se-se-sebenarnya ini bukan kemauanku, ta-ta-tapi ini kemauannya si Naruke *nunjuk Naruto*dia yang motong gajimu Sasu-chikenhead!
Sasu-chiken : Na-naru-chan tega sekali kau ma sememu-ini ToT
Naru-chan : Biarin, ini balasan karena kau telah merape-eh salah-mengancamku! Eh dan satu lagi, sejak kapan kau jadi semeku, TEME?
Sasu-chiken : Huwaaaaaaa Naruto TOT *lari-lari sambil nangis gaje hingga keujung dunia fic*
XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
(OTAK UCHY LAGI BALANCE…. MAAF KALO FICNYA ANCUUUUR)
Akhir kata… (Wajib) Review please! ^^ Flame juga boleh kok~ *ngedipin mata ke readers*
