KnB belong to Fujimaki T.

Story by me

Wrng; Tetsuya POV, Alur maju mundur cantik, typo, ooc, dll.

..

KuroAka

..

Pertama kali melihatmu, aku merasakan desiran aneh dalam sekujur tubuhku. Sepasang rubi dan keluguanmu, membuatku merasa selalu ingin berada didekatmu.

..

..

"Mama, siapa dia?" tanyanya tak mengalihkan pandangan dariku ketika aku dan Tante Shiori memasuki istana besar tempat tinggal keluarga Akashi.

"Kuroko Tetsuya. Tapi, mulai sekarang namanya adalah Akashi Tetsuya." Tante Shiori menjawab sambil menoleh padaku dengan senyuman hangat menenangkan.

"Tetsuya, dia akan menjadi kakakmu. Panggil dia Kakak Seijuurou, ya?"

Aku balas mengangguk kecil sambil tersenyum tipis. Kemudian menatap seorang anak berusia sama denganku. Tante Shiori bilang dia akan menjadi kakakku.

Kuamati lagi anak bersurai merah sewarna buah strowberry matang. Mata rubynya berkilauan. Begitu polos memandangku penasaran.

'Kuharap mereka berdua menjadi saudara yang akrab dan saling menyayangi,' kata Tante Shiori dalam hati sambil menatap kami berdua dengan tatapan teduh. Aku hanya tersenyum datar.

Yeah, aku bisa mendengar isi hati orang lain. Kemampuan ini sudah kumiliki semenjak lahir. Kemampuan alami yang menyebabkan aku menjadi seorang penyendiri dan tidak punya teman, bahkan kedua orangtuaku pun sampai membuangku.

Aku menunduk sedih ketika sekelebat memory itu terulang kembali dalam ingatanku.

...

..

KuroAkaKuroAkaKuroAka

...

..

Saat itu, kami -aku, mama dan papa- sedang sarapan bersama di ruang keluarga.

"Istriku, hari ini aku akan pulang agak larut. Biasa, mau lembur. Nanti kau tidak perlu menungguku, oke? Langsung tidur saja," kata Papa usai makanan di piringnya habis.

'Lebih baik dia tidak perlu tahu kalau aku akan pergi bersama Shiori lagi malam ini di restouran mewah,' lanjut Papa membatin.

Aku hanya mengerutkan dahi. Dalam hati bertanya-tanya, mengapa Papa berbohong?

"Ah, iya. Tak apa, Sayang. Aku akan di rumah saja bersama Tetsuya." Sedangkan Mama yang tidak tahu isi hati Papa hanya mengangguk santai. Namun, dalam hati Mama berdecih sebal sambil berkata, 'Dasar warkakholik! Tidakkah dia meluangkan waktunya untukku?! Kalau begitu lebih baik siang ini aku akan pergi jalan-jalan ke mall dan bersenang-senang dengan Masaomi.'

Aku beralih menatap Mama dengan ekspresi yang sama. Mengapa mereka berdua saling berbohong?

"Mama, Papa, kenapa kalian bohong?" Aku pun memutuskan mengeluarkan isi hatiku. Menatap mereka dengan bingung. Padahal mereka pernah bilang padaku untuk tidak boleh berbohong, tapi mereka sendiri malah saling bohong. Cih!

"Hah? Apa maksudmu, Tetsuya?"

Ah, tentu saja mereka tidak tahu. Karena itulah dengan segala kepolosanku, aku pun menjelaskan.

"Tadi Papa bilang malam ini pulang larut karena ada lembur kan? Padahal papa hanya ingin pergi dengan orang yang bernama Shiori di restourant mewah. Curang! kenapa aku dan Mama tidak diajakin?" Aku menatap Papa sambil cemberut karena tidak diajak ke tempat tersebut. Papa tampak kaget mendengar penjelasanku.

"Hah? Shiori? Wanita murahan itu? Apa benar kau mau pergi dengannya?!" Entah kenapa Mama malah murka memelototi Papaku.

Kemudian aku beralih menatap Mama. "Oh iya, tadi Mama juga berencana untuk pergi ke mall bersama orang yang punya nama Masaomi siang ini, 'kan? Nanti aku boleh ikut tidak, Mam? Soalnya aku bosan kalau cuma di rumah saja," kataku dengan penuh harap.

Brak!

"Apa?! Kau juga mau pergi dengan si cecunguk itu?! Jangan-jangan selama ini kau selingkuh di belakangku ya?!"

Suara gebrakan meja dari Papa sempat membuatku dan Mama terlonjak di tempat.

Mama tampak gugup sambil menelan ludahnya, sebelum kemudian, Mama berdiri dan balas menatap bengis pada Papa. "Harusnya itu yang jadi pertanyaanku! Bagaimana denganmu dan si pelacur itu hah?!"

Aku terdiam menatap mereka dengan takut. Mengapa mereka malah bertengkar?

Wajah Papa sudah merah padam. "Jangan samakan aku denganmu! Aku dan Shiori hanya berteman saja! Tidak sepertimu yang suka berselingkuh!"

Plak!

Mama menampar pipi Papa dengan air mata menggenang di kedua bola matanya. "Jaga bicaramu! Aku dan Masaomi juga tidak ada hubungan apa pun. Lagi pula ini salahmu! Kau selalu mementingkan pekerjaan ketimbang diriku! Tidak seperti Masaomi. Meskipun dia sibuk, namun dia selalu menyempatkan waktunya untukku!!"

Aku mematung mendengar pertengkaran mereka. Mulai mengerti kemana arah pembicaraan ini.

"Mama, Papa, tolong jangan bertengkar!" Aku segera berdiri dan berlari menengahi mereka berdua.

Mama beralih menatapku sengit. Aku didorong sampai jatuh terduduk di atas lantai yang dingin. Aku meringis dan menatapnya tidak percaya.

"Ini semua gara-gara kau! Kau pasti menggunakan kekuatan anehmu itu lagi untuk membaca pikiran kami, kan?!" teriak Mama menunjuk-nunjuk mukaku dengan sengit.

"Heh, benar juga." Kali ini giliran Papa menatapku dengan tatapan tidak suka sambil berdecih.

"Kau memang anak tidak berguna. Selalu membuat masalah. Sama seperti mamanya!"

Mama menoleh cepat pada Papa. "Apa kau bilang?! Dia itu sama sepertimu!!"

Pada akhirnya mereka bertengkar. Saling adu pukul di depan mataku.

...

..

"Ini kamar Seijuuro. Untuk sementara, kamu tidur sekamar dengannya dulu ya?"

Aku hanya mengangguk ketika Ibu mengusap-usap puncak kepalaku dan Seijuuro. Kemudian dia mengucapkan selamat malam sebelum menutup pintu kamar.

...

..

Awalnya aku tidak tahu siapa keluarga baruku.

Hingga aku menyadari bahwa orangtuamu adalah dua orang yang telah membuat Papa dan Mamaku bercerai.

...

..

tbc

:p