NARUTO THE GREAT NINJA FROM HIDDEN LEAF

Genre : Adventure, Friendship

DISCLAIMER : NARUTO AND ALL BELONG TO MASASHI KISHIMOTO

WARNING! : typo, alur melenceng, SEMI-OP Naruto, Strong Naruto, Paragraf Berantakan, Gaje, Word tidak menentu, canon, OOC, Banyak istilah yang kurang dimengerti, Bahasa baku dan aneh..

Summary : Naruto Uzumaki, dia adalah bocah nakal yang berasal dari desa konoha namun siapa sangka jika dirinya bertemu dengan sosok misterius yang memberikan sedikit kekuatan tambahan hingga mengakibatkan hidupnya sedikit berubah, bagaimana perjalanan Naruto dalam meraih cita-citanya menjadi Hokage...

.

.

.

.


CHAPTER 6

Preparation


Situasi dirumah Tazuna menjadi hening mendengar asumsi Kakashi soal Zabuza yang diduga masih hidup, tidak ada satu kata-pun yang terucap dari Naruto maupun Sasuke..

"bukankah Kakashi-sensei sendiri yang memeriksa jasad Zabuza dan sensei sendiri yang mengatakan Zabuza sudah tewas." Sahut Sakura.

"yeah memang, aku pikir juga begitu.. namun aku baru menyadari tentang kematian sementara atau mati suri, senbon yang digunakan Ninja kemarin itu tidak mengenai organ vital Zabuza.. selain itu jenis jarum yang digunakan adalah jarum yang digunakan untuk akupuntur, bagi Ninja pemburu membuat seseorang mati sementara itu perkara mudah.. sebab mereka hafal dengan anatomi tubuh tubuh manusia." Jelas Kakashi panjang lebar.

"hmmm~ dugaanku sekarang adalah pertama Ninja tersebut membawa tubuh Zabuza, kedua dia menggunakan senbon sebagai alasan Zabuza terbunuh.. dari dua poin tersebut sudah jelas motif Ninja tersebut untuk menyelematkan Zabuza." ujar Sakura yang direspon anggukan pelan Kakashi.

"benar sekali, aku sempat curiga waktu Zabuza tewas setelah menerima hujaman senbon di lehernya." ucap Kakashi.

"yang benar saja? Mana mungkin Ninja pemburu mau melakukan hal semacam itu, sudah menjadi tugas mereka melenyapkan orang-orang seperti Zabuza." Ujar Tazuna.

"tidak, dengan semua kecurigaan ini.. kami harus mempersiapkan segalanya sebelum terlambat, itulah aturan dunia Shinobi.." Gumam Kakashi."terlebih lagi, tidak peduli Zabuza masih hidup atau sudah mati.. tidak menutup kemungkinan orang yang bernama Gatou akan menyewa Shinobi yang lebih hebat lagi." tambah kakashi.

Tersirat ekspresi senang di wajah Naruto mendengar kemungkinan Zabuza masih hidup..

'Heh!? dia sepertinya sangat senang mendengar Zabuza masih hidup.' Batin Kakashi memandang sekilas ekspresi Naruto.

"apa maksud sensei dengan mempersiapkan segalanya sebelum terlambat? Sensei baru saja pulih." Sahut Sakura.

"mulai besok aku akan melatih kalian." Ucap Kakashi.

"eh!? Latihan.." beo Sakura.

"ASIK! Latihan seperti apa Kakashi-sensei!?." Seru Naruto sangat antusias.

"kalian tunggu saja besok." Jawab Kakashi.

"tapi Sensei, bagaimana jika Zabuza menyerang disaat kami bertiga sedang berlatih?." Tanya Sasuke.

"soal itu kalian tidak perlu mengkhawatirkannya, orang yang baru saja pulih dari kematian sementara harus beristirahat penuh untuk memulihkan kondisi tubuhnya." Jawab Kakashi.

"kita jadi latihan'kan?!.. kedengarannya menyenangkan." sahut Naruto dengan antusias.

"kedengarannya tidak menyenangkan."

Terdengar suara dari arah pintu masuk, seorang anak laki-laki berusia 9 tahun tengah berdiri menatap team 7 dengan pandangan datar..

"AH! Inari darimana saja kau!?." Sambut Tazuna pada anak laki-laki bernama Inari.

"Kakek.." gumam Inari mengampiri Tazuna.

Tatapan kurang menyenangkan datang dari Naruto, Sasuke dan Sakura..

"Inari beri salam pada kakak-kakak ini, mereka adalah Ninja yang melindungi Kakek." Ucap Tazuna sambil menyentuh puncak kepala Inari.

Sontak Inari memandang dingin mereka bertiga..

"Ibu, mereka semua akan mati.." ujar Inari pada ibu-nya, sontak hal itu memancing kemarahan Naruto..

"APA KAU BILANG!? KEMARI KESINI SUPAYA AKU BISA MENGHAJARMU!." Bentak Naruto.

"Hey! sudah hentikan itu Naruto, bisa-bisanya kau marah pada anak kecil!." Seru Sakura sembari menahan Naruto agar tidak kelewatan.

"tidak ada yang bisa menang melawan Gatou." Ucap Inari sembari memandang datar Naruto.

"KAU!." Naruto semakin berontak.

"Hey! kubilang hentikan!.." sontak Sakura langsung memukul kepala Naruto dan membuatnya berhenti.

"Hey! dengar ya.. Aku adalah seorang Ninja yang akan menyandang gelar Hokage, orang seperti Gatou tidak akan ada apa-apanya melawanku." Seru Naruto menyeringai.

"Pfft.. kau itu bodoh sekali, tidak akan ada hal yang seperti itu." ejek Inari meremehkan.

"APA!?." Naruto semakin geram.

"NARUTO!."

Setelah puas mengejek Naruto kini Inari berjalan menuju pintu..

"Inari kau mau kemana?!." Tanya Tazuna.

"aku mau melihat laut dari kamarku.." jawab Inari sembari menutup pintu..

Keheningan tercipta di ruang tengah..

"maaf ya, dia jadi begitu setelah ayahnya meninggal.." ucap Tazuna dengan nada parau.

"memangnya apa yang terjadi dengan ayah Inari?." Tanya Kakashi penasaran.

"ayah Inari, dibunuh oleh Gatou." Seketika ekspresi berkabung muncul diantara team 7.

"maaf soal itu Tazuna-san."

"tidak apa-apa, kejadian itu sudah lama berlalu cukup lama." Jawab Tazuna tersenyum tipis.

Karena masih merasa tersinggung dengan perkataan Inari sontak Naruto tanpa basa-basi langsung pergi menuju kamar Inari yang berada di lantai dua..

"Hey! Naruto." Sakura tidak tahan dengan kelakuan Naruto langsung berdiri.

"Sakura, biarkan saja.." ujar Kakashi yang langsung membuat Sakura mengurungkan niatnya.

Ketika Naruto sampai di lantai dua sejenak ia berkeliling mencari ruangan Inari hingga Naruto mendengar suara isak tangis di salah satu pintu, Naruto berniat untuk melabrak Inari namun isakkan tangis Inari sembari memanggil-manggil ayahnya membuat Naruto menghentikan niatnya lalu meninggalkan Inari sendirian..

.

.

.

Keesokkan harinya Team 7 memulai latihan mereka seperti yang di janjikan Kakashi..

"baiklah, sekarang aku ingin bertanya pada kalian apa itu Chakra?." Ucap Kakashi.

"Engh!? Chakra?.. apa itu nama makanan?." jawab Naruto.

"Kau itu seorang Ninja! Bagaimana bisa kau tidak tahu apa itu Chakra!?.. memangnya selama ini apa yang kau pelajari di Akademi?." Bentak Sakura pada Naruto.

"Hehe~ aku selalu tertidur kalau ada pelajaran yang sulit.." ungkap Naruto sembari menggaruk kepalanya.

'gawat sekali jika Naruto sampai tidak tahu apa itu Chakra.' Batin Kakashi mendengar penuturan Naruto.

"Baiklah, apa ada yang bisa menjelaskan?." Kakashi mengalihkan pandangannya kearah Sakura dan Sasuke.

"aku bisa menjawabnya, Chakra merupakan energi yang di butuhkan Shinobi untuk mengeluarkan sebuah jutsu.. energi itu memiliki dua bagian, yaitu energi tubuh dan energi spritual, energi tubuh adalah energi yang berasal dari sel-sel tubuh sedangkan energi spritual didapatkan melalui latihan dan pengalaman lainnya.. jika di gabungkan keduanya melalu segel tangan maka Shinobi bisa mengeluarkan sebuah jutsu." Jawab Sasuke tersenyum kemenangan.

"Sasuke-kun memang hebat!." Gumam Sakura kagum dengan jawaban Sasuke.

"sepertinya aku unggul dalam masalah pengetahuan, bagaimana menurutmu Naruto?." ucap Sasuke memandang remeh Naruto.

"Grrrr! Menyebalkan sekali.."

"sudah~ sudah~ hentikan pertengkaran kalian.. sekarang kalian akan belajar cara mengendalikan Chakra, di pertarungan sebelumnya Sasuke berhasil menggunakan Jutsu dan Naruto juga berhasil menunjukkan mantel Chakra-nya namun tetap saja kalian semua belum bisa mengendalikan Chakra dengan sempurna." Ujar Kakashi yang mendapat respon anggukan pelan ketiganya."kalian akan belajar mengendalikan Chakra dengan memanjat pohon." Tambah Kakashi.

"Memanjat pohon!?." Beo ketiganya.

"tepat sekali, sekarang dengarkan baik-baik.. ini bukanlah cara memanjat pohon menggunakan tangan melainkan memanjat menggunakan kedua kaki." Sontak hal itu mengundang perhatian ketiganya.

Tanpa basa-basi Kakashi langsung memasang segel tangan harimau, seketika Chakra menyelimuti telapak kaki Kakashi lalu dengan perlahan Kakashi melangkah kearah batang pohon lalu berjalan santai hingga akhirnya Kakashi berhenti di salah satu dahan pohon dengan posisi menghadap kebawah..

"sekarang apa kalian paham?.. caranya dengan memfokuskan Chakra kalian dibawah telapak kaki lalu cobalah untuk melangkah." Ucap Kakashi.

"tunggu sebentar! Bagaimana kami bisa jadi kuat hanya dengan memanjat pohon seperti yang dilakukan Sensei sekarang?!." seru Sakura.

"dengarkan baik-baik, semua Ninja sekalipun hanya setingkat genin jika menguasai hal yang mendasar sudah cukup dia bisa dikatakan seorang Shinobi hebat.. tujuan dari latihan ini adalah bagaimana cara kalian mengendalikan Chakra dengan sempurna dan mengeluarkannya ditempat yang tepat dan waktu yang tepat, bahkan hal sepele seperti ini jika tidak mengetahui dasarnya Ninja sekaliber Jounin-pun akan kesulitan melakukannya." Jawab Kakashi dengan nada datar sembari mengeluarkan tiga buah kunai dari saku-nya lalu melemparkan kearah Naruto, Sakura dan Sasuke.

Syut!

Jleb!

Jleb!

Jleb!

"gunakan kunai itu untuk menandai seberapa tinggi kalian bisa memanjat, berusahalah untuk setinggi mungkin kalian membuat tanda.. untuk pertama kali cobalah berlari terlebih dahulu, mengerti?!." Jelas Kakashi.

Naruto, Sakura dan Sasuke mengambil kunai yang diberikan Kakashi..

"latihan ini sepertinya sangat mudah, akan kuselesaikan ini sebelum sarapan." Ucap Naruto sembari menunjukkan cengiran lebar.

"kalau begitu kenapa tidak panjat saja pohonnya." Jawab Kakashi.

'baiklah, pertama-tama pusatkan Chakra pada telapak kaki..' batin Naruto mengikuti apa yang di ajarkan Kakashi.

Sakura dan Sasuke juga melakukan apa yang dilakukan Naruto, setelah ketiganya merasakan sesuatu berpusat di telapak kaki mereka segera mereka bertiga langsung berlalu kearah pohon yang cukup tinggi dan memiliki batang pohon yang tebal..

Tap!

Sontak ketiganya secara bersamaan berhasil memanjat pohon dan berlari semampu mereka..

Krak!

Tiba-tiba pijakan kaki Sasuke hancur hingga akhirnya Sasuke berhasil membuat garis di pohon lalu melakukan lompatan salto kebelakang dan mendarat dengan sempurna..

'tidak kusangka akan sesulit ini..' batin Sasuke memandang sejenak lubang bekas tapak kaki Sasuke di batang pohon.

Sementara Naruto yang selangkah diatas Sasuke masih terus berlari hingga akhirnya...

Slip!

Uwaaaa!

Bruuk!

Naruto juga berhasil menandai garis di batang pohon sebelum akhirnya ia jatuh ketanah..

"Si-sial!." Gumam Naruto bangkit.

'jika jumlah Chakra berlebihan akan menghancurkan kayu-nya dan jika Chakranya terlalu sedikit maka otomatis kaki tidak akan menempel di kayu.' Batin Sasuke memandang Naruto yang tengah membersihkan debu yang menempel di pakaian.

"ini sangat mudah sekali!." Seru Sakura yang sudah berada diatas pohon sembari memandang kearah Naruto dan Sasuke.

Sasuke yang melihat Sakura sudah sampai di atas pohon sejenak berjongkok sembari menghela nafas..

"Kerja bagus Sakura!." Seru Naruto memandang kagum.

'Sigh! kenapa dia yang memujiku, yang aku inginkan hanyalah pujian Sasuke..' batin Sakura.

"sepertinya kalian berdua baru saja dikalahkan oleh seorang wanita, kemana harga diri kalian sebagai seorang pria, Hm?." Ujar Kakashi.

Sejenak Naruto dan Sasuke saling pandang satu sama lain sebelum akhirnya mereka berdua kembali melesat kearah batang pohon lalu memanjat kembali dengan ambisi masing-masing..

'Naruto dan Sasuke memiliki potensi yang menjanjikan, untuk saat ini Sasuke sudah menunjukkan kemampuannya sejauh ini dengan sangat baik sementara Naruto memiliki sesuatu yang spesial didalam dirinya.. jika latihan ini berjalan lancar, mereka berdua bisa menjadi Ninja paling hebat di Konoha.' Batin Kakashi memandang Sasuke dan Naruto yang tengah berusaha keras.

Dari balik pohon terlihat Inari mengamati Naruto berlatih namun tidak lama sebelum ia melangkah pulang kerumah dengan perasaan terbayang mendiang ayahnya..

.

.

.

.

Di bagian lain hutan terdapat bangunan yang menjadi tempat persembunyian Gatou, di dalamnya terlihat Zabuza terbaring dengan Haku yang duduk menunggu disamping..

Kriet!

Terdengar pintu terbuka yang langsung menarik perhatian Haku..

"jadi kau kembali dengan kekalahan, Ninja dari desa Kiri memang lemah." Ujar seorang pria berjas dengan kacamata hitam membingkai diwajah bernama Gatou.

Gatou datang bersama pengawalnya bernama Zouri dan Waraji, mereka berdua adalah seorang samurai sewaan Gatou..

"kau bahkan tidak bisa membalas kematian anak buahmu, bagaimana bisa kau menyebut dirimu Iblis dari Kirigakure.. jangan membuatku tertawa." Ucap Gatou.

Deg!

Ketika Zabuza melirik kearah Gatou sontak dua pengawalnya langsung berdiri didepan Gatou sambil bersiap menarik katana..

"tunggu disini.." Gatou memerintahkan anak buahnya untuk tetap ditempat."Hey, Apa kau tuli!?.. kenapa hanya dia,-"

Grep!

Sontak Gatou terkejut ketika tangannya ditahan oleh Haku..

"Jangan.. kau sentuh Zabuza dengan tangan kotormu itu!?." ancam Haku pada Gatou.

Melihat tuannya dalam bahaya segera Zouri dan Waraji menarik katana mereka namun tanpa diduga Haku sudah merebut senjata keduanya tanpa mereka sadari sembari menodongkan katana kearah leher keduanya...

'Ti-tidak mungkin..'

'pergerakannya tidak kusadari!..'

"jika kalian tidak berhenti sekarang juga maka aku akan membunuh kalian!." Ancam Haku pada Gatou dengan tatapan menusuk.

Seketika Gatou berkeringat dingin mendapatkan intimidasi dari Haku, sementara Zouri dan Waraji terpaku ditempat setelah mengalami kejadian tadi..

"Cih! sekali lagi kalian gagal.. jangan pernah kembali kesini!." Seru Gatou meninggalkan Haku dan Zabuza.

Setelah keadaannya kembali kondusif Haku sejenak menghela nafas lalu memandang wajah Zabuza..

"Haku, kau tidak perlu melaku,-"

"aku tahu.. ini bukan waktu yang tepat untuk membunuh Gatou."

"jika kau membuat keributan disini mereka akan semakin banyak, kita akan kesulitan membunuh Gatou." Ucap Zabuza.

"aku tahu, kita harus sedikit bersabar.." jawab Haku tersenyum.

'Heh!?.. dasar bocah ini.' batin Zabuza.

.

.

.

Hari semakin siang, Naruto beserta Sasuke dan Sakura masih terlihat memanjat pohon hingga keadaan mereka dipenuhi peluh dan debu, Sakura terlihat bersandar di pohon karena kelelahan sementara Sasuke dan Naruto masih terus berusaha dan belum beristirahat...

'sigh! Melelahkan, Naruto dan Sasuke sedikitpun tidak istirahat.. seberapa banyak stamina yang mereka miliki?!.' Batin Sakura memperhatikan Naruto dan Sasuke.

Kakashi masih setia mengawasi tiga muridnya latihan memanjat pohon..

'mereka berdua memiliki kekuatan yang sama dan tekad yang sama, Sasuke unggul dalam Ninjutsu sedangkan Naruto unggul dalam taijutsu tapi yang membedakan mereka berdua adalah jumlah Chakra.. Chakra yang dimiliki Naruto lebih banyak dibandingkan dengan Sasuke maupun milikku, aku sangat yakin sekali jika Naruto lebih memfokuskan pengendalian Chakra-nya dia bisa menjadi seorang Kage dalam waktu singkat ditambah Mantel Chakra yang menjadi andalan Naruto, Hehe~ kurasa aku terlalu meremehkan Naruto.. sial! aku jadi gemetar membayangkannya.' Batin Kakashi menganalisa Sasuke dan Naruto.

Naruto semakin mengejar tanda Sasuke, melihat Naruto yang semakin mendekat tiba-tiba pijakannya tidak stabil hingga memaksa Sasuke jatuh kebawah dan mendarat dengan sempurna begitu juga dengan Naruto yang mendarat dengan sempurna..

"Hehehe! Sebentar lagi aku akan mendahuluimu Sasuke!." Ucap Naruto dengan perasaan bangga.

"Khe! Jangan senang dulu, jarakmu masih setengah dariku dan aku masih terus naik lebih tinggi lagi." balas Sasuke.

"kalau begitu aku tidak akan kalah!." Sontak Naruto kembali memanjat dengan penuh semangat.

"tidak akan kubiarkan!." Sasuke juga tidak mau kalah.

"Baiklah! Karena hari semakin siang hari ini cukup sampai disini latihannya!.." sahut Kakashi yang langsung membuat Naruto dan Sasuke berhenti lalu menghampiri Kakashi.

"tapi sensei, aku belum merasa lelah." ucap Naruto dengan wajah penuh dengan keringat dan lecet.

"aku juga." tambah Sasuke setuju dengan Naruto meskipun ekspre berkata lain namun Sasuke tetap memaksakan kondisinya.

"Haha~ aku mengerti semangat kalian tapi mengisi tenaga juga penting, kalian belum sarapan.. sebaiknya kita kembali karena Sakura sudah mendahului." Ucap Kakashi.

Akhirnya siang itu Naruto dan Sasuke mengakhiri sesi latihan mereka lalu kembali ke rumah Tazuna bersama-sama..

.

Nyem!

Nyem!

Nyem!

Terlihat mereka berdua makan dengan terburu-buru karena ingin melanjutkan latihan, Kakashi yang melihatnya hanya bisa menggeleng kepala sementara Sakura beberapa kali membentak Naruto karena makan dengan sangat terburu-buru hingga kuah makanannya tumpah..

"TAMBAH!." Seru mereka berdua serempak sambil memandang sengit satu sama lain.

"Ugh!.."

Hoeek!

"KALAU SUDAH DIMUNTAHKAN JANGAN DIMAKAN LAGI!." Seru Sakura.

"tidak, aku harus makan.." gumam Sasuke.

"Hehe~ benar, tidak peduli apapun yang terjadi.. kami harus menjadi lebih kuat!."

'yah~ tapi tidak harus di depan meja makan.' Batin Kakashi sambil menikmati makanannya.

Selesai makan Naruto dan Sasuke langsung berangkat menuju tempat latihan sebelumnya, Kakashi yang melihat keduanya menghilang secara tiba-tiba hanya bisa tertegun...

'sebenarnya mereka berdua makan apa barusan?.' Batin Kakashi dengan ekspresi heran.

"wah~mereka cepat sekali perginya.." ujar Tazuna.

Inari yang melihat itu langsung pergi begitu saja...

"Inari! Kau mau kemana!?.." tanya Tsunami namun tidak direspon oleh Inari yang pergi ke kamarnya seperti biasa..

"Hah~ anak itu.." pasrah Tazuna melihat sikap cucu-nya yang membuatnya khawatir.

"kau bilang ayah Inari meninggal dibunuh oleh Gatou?!, bagaimana kronologisnya." Tanya Kakashi penasaran.

"Hah~ sepertinya kau ingin tahu banyak rupanya."

.

.

.

Masih ditempat latihan yang sama Naruto dan Sasuke berlatih kembali, terlihat mereka berdua menunjukkan kemampuan terbaik mereka untuk sampai ke puncak pohon...

'Yosh! Aku tidak boleh kalah!.' Batin Naruto dengan semangat.

Srak!

Sasuke berhasil menandai lalu kembali mendarat ketanah dengan sempurna lalu mengulanginya lagi...

'sebisa mungkin aku tidak boleh tertinggal oleh Naruto!.'

Latihan mereka berlangsung sengit hingga akhirnya hari semakin sore dan terlihat Naruto dan Sasuke beristirahat karena telah mencapai batas kemampuan mereka...

"Eheh!... sedikit lagi aku akan mendahuluimu, Sasuke!." Seru Naruto dengan kondisi lebam akibat terjatuh beberapa kali...

"jangan bermimpi kau bisa mengejarku, kau masih tertinggal tujuh garis dibelakangku!." Balas Sasuke menyeringai tipis kearah Naruto.

Sejenak terjadi keheningan sebelum Naruto dan Sasuke tertawa bersama..

"H-hey, N-Naruto.. ada yang ingin aku tanyakan padamu." tanya Sasuke dengan malu-malu.

"apa?." Naruto membenarkan posisi duduknya.

"i-ini soal kekuatanmu yang kemarin, bagaimana bisa kau mengendalikan semua Chakra yang kau punya dalam jumlah besar lalu menjadikannya sebuah mantel pelindung.. aku ingin tahu bagaimana kau melakukannya dan latihan seperti apa yang kau jalani untuk mencapainya?." Tanya Sasuke sambil menahan gengsi-nya yang begitu tinggi.

"Heee~ jadi kau penasaran ya!?.." dengan ekspresi yang dibuat-buat Naruto mencoba menggoda Sasuke.

"Bah!.. jawab saja dan jangan membuang-buang waktu." Jawab Sasuke dengan ketus.

"Baiklah~ baiklah~... sebenarnya tidak ada latihan khusus, seingatku ada seorang pertapa aneh yang memberitahu soal kekuatan yang ada didalam diriku ini dan dia memberiku sebuah hadiah entah apa itu bentuknya.. jujur saja setelah mengalami mimpi aneh itu aku jadi sering kehilangan kesadaran disaat sedang bertarung." Ungkap Naruto.

"kehilangan kesadaran?!." Beo Sasuke yang direspon anggukan pelan Naruto.

"aku pikir itu adalah sebuah kutukan karena sering menjahili seseorang Hehe~." Ucap Naruto sembari menunjukkan cengirannya pada Sasuke.

"mungkin Kami-sama sedang menghukummu karena sifat burukmu itu, Naruto." balas Sasuke.

"Hey! Hey! waktu itu aku mencoba menarik perhatian semua orang tapi yang ada aku selalu saja dimarahi oleh Iruka-sensei atau Kakek Hokage." Tutur Naruto sedikit murung dengan kejadian sebelum-sebelumnya, Sasuke yang mendengarkan juga terdiam.

"dulu aku punya sebuah keluarga, mereka sangat menyayangiku begitu juga dengan kakakku.. dia adalah sosok yang sangat aku kagumi, dulu aku sempat bermimpi bisa sehebat dirinya.. kami selalu menghabiskan waktu bersama meskipun sebentar, tapi hal yang paling menyebalkan dari dia adalah selalu menolak permintaanku dan menunda-nunda." Ungkap Sasuke menceritakan masa lalu-nya pada Naruto.

"Hebat! Aku juga ingin punya keluarga sepertimu, ngomong-ngomong bagaimana dengan keluargamu sekarang?!.." tanya Naruto penasaran.

Mendengar pertanyaan itu seketika Sasuke mengeratkan kedua kepalan tangannya sambil mengeratkan gigi-nya..

"keluargaku dan semua Clan Uchiha dibunuh oleh satu orang, orang yang selalu kugagumi... yaitu Kakakku sendiri!." Jawab Sasuke sedikit meninggikan suaranya diakhir kalimat.

Sontak suasana disekitar mereka menjadi hening, Naruto terpaku mendengarnya..

"dia sudah membunuh kedua orang tuaku dan membuatku sengsara, karena itu aku harus membalaskan dendamku padanya karena sudah membunuh keluarga-ku serta Clan Uchiha... orang itu tidak bisa dimaafkan!." Ucap Sasuke dengan tubuhnya gemetar karena menahan amarah yang memuncak.

"kau pasti kesepian sekarang, aku tahu rasanya bagaimana menjadi sebatang kara.. kau beruntung masih bisa merasakan kasih sayang kedua orang tua dan kakakmu walau berakhir dengan tragis." gumam Naruto tersenyum sendiri yang langsung memancing rasa penasaran Sasuke.

"aku dengar kau ini juga hidup sebatang kara, aku benci mengatakannya tapi sepertinya kita berdua memiliki kesamaan." Ujar Sasuke.

"Yah~ aku tidak peduli dengan kebencianmu terhadap aku atau apapun itu, aku sama sekali tidak memperdulikan bagaimana orang-orang menilaiku.. tujuanku hanya ingin keberadaanku diakui semua orang, makanya aku ingin menjadi Hokage agar semua orang mengakui aku ini hebat.. HEHEHE~." Ungkap Naruto sembari menunjukkan cengiran lebarnya pada Sasuke.

"jika kau ingin menjadi seorang Hokage,-" Sasuke menjeda kalimatnya lalu bangkit dari tempatnya sembari mengeratkan pegangan kunainya."coba kau kalahkan aku dulu, dimulai dari memanjat pohon!?." Seru Sasuke menyeringai tipis, tanpa banyak basa-basi Naruto bangkit juga dari posisinya sambil mengarahkan kepalan tangannya kearah Sasuke.

"Heh! lihat saja.. aku akan mendahuluimu sebelum malam hari!." Seru Naruto, tiba-tiba Sasuke menyambut kepalan tangan Naruto..

"aku pegang kata-katamu itu, Naruto!."

HEYAAAAAAA!

Langsung keduanya melesat kearah bekas pohon yang dipenuhi sayatan kunai, dengan semangat yang kini membara di keduanya, tanpa diketahui oleh keduanya Kakashi yang bersembunyi dibalik pohon tersenyum mendengar semua perkataan mereka berdua..

'aku harap mereka berdua bisa menjadi sahabat, Naruto kau mirip sekali dengan dia..' batin Kakashi perlahan ia pergi dari sana dengan perasaan lega.

.

.

.

pagi keenam sejak latihan dimulai, matahari sudah mulai naik dan di tengah hutan terlihat Naruto sedang tertidur pulas dengan kondisi lusuh dan luka lecet di wajahnya...

Crip!

Crip!

Crip!

Burung-burung kecil mulai hinggap dikepala Naruto namun ia tidak terbangun berkat suara burung yang hinggap di kepalanya, di bagian hutan lain terlihat seseorang tengah memetik rumput dengan santai..

"Ah!.." sosok tersebut kaget ketika burung berukuran sedang hinggap di pundaknya namun hal itu tidak lama setelah pandangannya beralih ke sosok Naruto yang tengah tertidur pulas di kerumuni kumpulan burung-burung kecil hingga sedang..

Akhirnya sosok tersebut mendekat kearah Naruto hingga ekspresinya berubah datar ketika melihat pelindung kepala bersimbol Konoha, perlahan ia mendekat sembari teringat kejadian sebelumnya..

Sosok tersebut berniat mengarahkan telapak tangannya ke leher Naruto namun berubah haluan menjadi menepuk-nepuk pelan tubuh Naruto..

"Hey!, ayo bangun.. kalau kau tidur di tempat seperti ini nanti bisa kena masuk angin lho!?." Ujar sosok tersebut pada Naruto.

Sekilas Naruto mengerjapkan kedua matanya hingga ia memandang sosok perempuan yang tengah membangunkannya..

"ng?.." perlahan tubuh Naruto bangkit sembari mengusap-usap wajahnya."kau siapa.." tambah Naruto namun pertanyaannya tidak dijawab.

Sosok perempuan itu bangkit lalu kembali melanjutkan mencari tanaman obat..

"Kakak sedang apa!?." Tanya naruto penasaran.

"Hm!?.. aku sedang mencari tanaman obat." Jawab singkat perempuan itu.

"sini biar aku bantu!... tanaman yang dipetik seperti ini'kan?." Seru Naruto sambil menunjukkannya kepada perempuan misterius tersebut..

"iya."

"ngomong-ngomong untuk apa kakak mengumpulkan semua tanaman ini?!." tanya Naruto penasaran.

"temanku sedang sakit, jadi aku mencarikannya obat untuk memulihkan kondisinya yang kritis... bagaimana dengamu?, apa yang kau lakukan hingga tertidur di tengah hutan?." Jawab perempuan tersebut dengan lembut sembari melempar pertanyaan.

"tentu saja Latihan!." Spontan Naruto, sontak ucapan Naruto membuat perempuan didepannya tertegun.

"Kau.. jika dilihat dari pelindung kepalamu, kau ini seorang Ninja?." Tanya perempuan itu.

"Tentu saja aku ini seorang Ninja!." Dengan pede-nya Naruto menunjuk-nunjuk dirinya sambil menunjukkan cengiran lebar.

"haha~ itu berarti kau ini kuat sekali.."

"Hehe.."

"tapi kenapa kau berlatih sampai sekeras itu?!."

"karena aku ingin menjadi lebih kuat."

"Hmm.. tapi kelihatannya kau terlihat kuat sekali."

"aku ingin menjadi kuat lagi."

Mendengar jawaban tersebut ekspresi perempuan itu tertegun...

"untuk apa kau ingin menjadi kuat lagi?." tanya perempuan itu penasaran.

"untuk menjadi Ninja nomer satu di desaku!, aku akan membuat semua orang mengakui kehebatanku dan menyandang gelar Hokage!.. sekarang ini aku sedang membuktikan kekuatanku pada seseorang." Seru Naruto.

"kau melakukan itu untuk seseorang atau untuk dirimu sendiri?." Sontak ucapan perempuan itu membuat Naruto heran.

"Hihihi~.."

"Apa-nya yang lucu, Hah!." Bentak Naruto.

"apa kau memiliki orang yang berharga bagimu?."

'sebenarnya kakak ini mau-nya apa sih?!.' Batin Naruto merasa aneh dengan cara bicara perempuan itu.

Sejenak keheningan terjadi diantara keduanya...

"Manusia itu.. pada saat dia melindungi sesuatu yang berharga baginya, mereka bisa menjadi lebih kuat." gumam perempuan tersebut.

Mendengar perkataan tersebut seketika Naruto mengingat semua kejadian-kejadian sebelumnya, seperti ketika Iruka yang mengakuinya pertama kali, lalu terlintas juga pujian Kakashi untuknya saat pertama kali bertarung melawan Zabuza..

"ya~ kurang lebih seperti itu-lah, Hehehe!." Ucap Naruto sembari menggaruk belakang kepalanya..

Set!

Seketika perempuan itu langsung bangkit dari tempatnya lalu berbalik sambil melangkah pergi namun berhenti sejenak..

"Ah! Aku hampir lupa.. aku ini laki-laki." Ucap sang perempuan yang ternyata adalah laki-laki, mendengar hal tersebut seketika Naruto melongo..

'TIDAK MUNGKIN!.. PADAHAL DIA LEBIH MANIS DARI SAKURA-CHAN!.' Seru Naruto dalam hatinya sangat terkejut mendengar pengakuan Laki-laki yang mirip perempuan barusan..

Tidak lama setelah kepergian laki-laki yang mirip perempuan, Sasuke datang berpapasan sejenak dengan laki-laki tersebut sambil menyipitkan matanya lalu ia alihkan kearah Naruto...

"Hey! kau kenal orang itu?." Tanya Sasuke sambil menunjuk kearah laki-laki tadi.

"Ti-tidak.. t-tolong lupakan soal dia." Gumam Naruto dengan ekspresi suram.

"kau baik-baik saja?." Tanya Sasuke sekali lagi.

"aku baik~.." jawab Naruto dengan parau.

.

.

.

.

Keesokkan hari-nya pagi ketujuh sejak latihan dimulai terlihat di tengah hutan Kakashi dan Sakura sedang mencari-cari seseorang, pandangan keduanya mengedar kesekitar...

"dimana bocah itu berada ya~?." gumam Kakashi.

"dasar Naruto! kemarin dia memaksakan diri sampai tidak sarapan, ditambah lagi Sasuke-kun juga sering keluar malam dengan alasan latihan bersama Naruto!." gerutu Sakura.

"Yah~ kurasa mereka berdua tidak ingin kalah darimu Sakura." Ucap Kakashi dengan santai.

"benarkah!?.." balas Sakura dengan ekspresi penuh harap.

Disaat pencarian mereka sedang berlangsung tak jauh dari tempat mereka terlihat sebuah kunai yang menancap di dekat pohon, karena penasaran Sakura dan Kakashi menghampiri kunai tersebut dan sontak mereka berdua terkejut ketika mendongak keatas dan mendapati Naruto sedang duduk dengan santai diatas dahan pohon...

"Hoi! Lihat aku sudah sampai di atas pohon.." seru Naruto dengan bangga.

Kakashi dan Sakura tertegun melihat kemajuan Naruto selama seminggu penuh..

"Naruto sudah bisa memanjat setinggi itu?." gumam Sakura sementara Kakashi hanya menghela nafas lega..

Sret!

Karena merasa puas dengan pencapaiannya Naruto bangkit dari posisinya namun tiba-tiba saja ia kehilangan keseimbangan hingga tubuh mulai jatuh ke bawah..

"NARUTO!." teriak Kakashi dan Sakura ketika melihat Naruto jatuh..

UWAAAAA!.

Tap!

"Ups! Hanya bercanda.. HAHAHA!." ucap Naruto dengan posisi terbalik di bawah dahan pohon."HAHAHA! kena kalian!." Tambah Naruto dengan tawa terpingkal-pingkal.

"Hah! Hampir saja." Ujar Sakura bernafas lega.'AKAN KUBUNUH BOCAH KUNING ITU!.' inner Sakura berkata lain..

Dari tempat Naruto tiba-tiba Sasuke muncul tanpa disadari Kakashi dan Sakura..

"Hn, dasar tukang pamer.." ucap Sasuke.

"Blee~.. akui saja kekalahanmu yang kemarin." jawaban Naruto langsung memancing kekesalan Sasuke.

"kau beruntung karena pijakanku sedikit hancur disaat terakhir.." sanggah Sasuke dengan gengsi tinggi.

"Heeee~ akui saja kau kalah, dasar mayat hidup.."

"Apa kau bilang!?.. penikmat makanan kaleng."

"rambut bebek!."

Kakashi yang mendengar ejekan mereka berdua tersebut hanya bisa tertawa pelan..

'mereka berdua berkembang begitu pesat, latihan memanjat pohon benar-benar efektif.. kurasa tinggal memoles saja mulai dari sekarang.' senyum mengembang diwajah Kakashi.

"Baiklah, karena tubuhku sudah pulih sepenuhnya kita akan mengawal Tazuna membangun jembatan.. aku punya firasat Zabuza akan muncul saat itu juga." ucap Kakashi dengan ekspresi berubah serius, sontak Naruto dan Sasuke yang berada diatas pohon turun dan berkumpul bersama Kakashi.

"Yosh! Aku tidak sabar menghajar orang itu untuk kedua kali-nya!." seru naruto, sementara Sasuke dan Sakura memandang aneh Naruto yang antusias.

"jangan senang dulu Naruto, kita tidak tahu kemampuan orang itu meningkat atau tidak selama seminggu ini.. kita harus bersiap untuk hal terburuk saat bertemu dengan Zabuza, bisa saja dia menjadi lebih kuat dari sebelumnya." Ungkap Kakashi.

Terjadi keheningan melanda mereka bertiga...

"kalau begitu aku akan latihan lebih keras lagi.." seketika Naruto mengeluarkan kunai yang ia gunakan untuk menandai garis di pohon lalu berbalik kearah pohon yang menjadi tempat latihannya."jika orang itu meningkatkan kemampuannya dengan pesat maka aku juga harus diatas orang itu bahkan sepuluh langkah didepan." Tambah Naruto sebelum dirinya berlari kearah pohon dengan cepat, melihat Naruto yang seperti itu lantas Sasuke juga melakukan hal yang sama..

"Cih!.. aku tidak boleh sampai kalah dari pecundang itu." Sasuke langsung melesat meninggalkan Sakura yang tertegun.

"mereka berdua.." beo Sakura.

"Yah~ kurasa sekarang giliranmu yang tertinggal dari mereka berdua.. Sakura." Ucap Kakashi dengan santai.

Sontak Sakura memandang sekilas Kakashi sebelum pandangannya kembali ke Sasuke dan Naruto..

'Naruto..' batin Sakura dengan ekspresi sedikit murung.

.

Terlihat di puncak pohon Naruto dan Sasuke tengah bernafas tersengal-sengal karena mereka berdua berhasil sampai di puncak pohon hingga malam hari tiba, keadaan mereka berdua saat ini sangat kacau..

"ayo kita pulang." Ucap Sasuke.

"Hosh.. Hosh.. Iya!." Seru Naruto dari seberang pohon tak jauh dari tempat Sasuke.

Akhirnya Naruto dan Sasuke pulang kerumah Tazuna, dengan perasaan bangga Naruto terus berceloteh soal kemampuannya di sepanjang jalan sementara Sasuke hanya mendengarkan hingga mereka berdua sampai di depan pintu rumah Tazuna..

Trak!

"Hahaha~ akhirnya kalian berdua kembali.. tapi kenapa kondisi kalian berdua babak belur?." Tanya Tazuna penasaran.

"Hehe~ kami berdua memanjat pohon sampai ke puncak.." ungkap Naruto menyeringai.

Sasuke berjalan melewati Naruto lalu duduk bersebrangan dengan Kakashi..

"baiklah, karena kalian berdua sudah kembali.. mulai besok kalian juga mengawal Tazuna-san." Ucap Kakashi.

"Ha'i!" seru mereka berdua.

"hari ini aku membangun jembatan sampai semua tubuhku terasa mati rasa, sebentar lagi jembatannya akan selesai besok." Ungkap Tazuna, dari arah dapur Tsunami datang membawa makan malam...

"kalian ini jangan terlalu memaksakan diri, ayah juga jangan sampai memaksakan diri." ucap Tsunami kesal karena melihat Tazuna bekerja sangat keras.

Dari sebrang meja ekspresi datar Inari terbingkai melihat Naruto dengan keadaan babak belur, sontak bayangan ayahnya dulu kini tergambar hingga air mata tidak bisa dibendung Inari..

"Kenapa.. Kenapa.." terdengar gumaman Inari yang memancing perhatian Naruto."Kenapa kau berusaha mati-matian sekeras itu!, walau kau berlatih sekeras itu tetap saja tidak akan bisa mengalahkan anak buah Gatou!.. seberapa hebat kata-katamu yang kau keluarkan, sebanyak apapun usaha yang kau kerahkan! Kenyataanya orang lemah pasti akan kalah dengan orang yang lebih kuat!." seru Inari meluapkan seluruh emosinya.

Sontak hal itu memancing berbagai ekspresi dari Kakashi hingga Tsunami, terjadi keheningan di meja makan..

"Berisik!, kau itu berbeda denganku.." ucap Naruto kesal.

"entah kenapa melihatmu seperti itu membuatku marah!, kau tidak tahu keadaan negara ini seperti apa tapi kau berbicara seenaknya seperti itu!.. memangnya kau tahu apa tentang aku!, aku ini berbeda denganmu yang tidak pernah merasakan kesedihan dan selalu tertawa seenaknya seperti tidak terjadi apa-apa!.." Inari meluapkan semua apa yang ia rasakan hingga membuat Naruto terdiam namun hal itu tidak berlangsung lama..

"Cerewet!, kau ini bocah yang hanya bisa menangis.." Naruto menjeda kalimatnya sambil memandang Inari dengan ekspresi mengintimidasi."yang kau lakukan hanya menangis dan menangis, itu tidak akan merubah segalanya.. jika kau ingin merubah semua menjadi lebih baik maka mulailah dari kedua tanganmu dan berhentilah menjadi bocah cengeng!." Tambah Naruto dengan nada bicara datar.

Kreet!

Karena perkataan Inari barusan seketika Naruto bangkit dari kursinya lalu berjalan menuju kamar..

"Hey! Naruto!, keterlaluan kau bicara seperti itu didepan anak kecil!." Bentak Sakura namun diabaikan oleh Naruto sedangkan Sasuke hanya bisa terdiam.

Sejenak Kakashi melihat raut wajah Inari yang tertutup topi sambil menahan tangisannya plus air mata yang tidak bisa di bendung, sementara itu Naruto kembali ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya diatas futon yang sudah disediakan Tsunami..

"Hah~ gara-gara bocah itu Mood-ku jadi jelek, Hey! Rubah jelek! Apa kau mendengarku!?." Gumam Naruto.

'Sopanlah sedikit saat kau memanggil siapapun yang lebih Tua!, dasar bocah tidak tahu tata krama.' Bentak Kyuubi lewat Mindlink sembari mendengus kesal.

"mau bagaimana lagi, gara-gara bocah cengeng itu mood-ku hancur.. ngomong-ngomong Kyuubi, apa kau tidak bosan berada di balik jeruji?." Tanya Naruto sembari memandang langit-langit kamar.

'tentu saja aku sangat bosan berada disini apalagi mendengar semua celotehanmu membuat kepalaku sakit.' Ungkap Kyuubi.

"begitu ya~, aku pikir kau suka karena kau berada didalam tubuhku jadi kau tidak kesepian." Balas Naruto.

'HAH! Aku tidak pernah kesepian! Untuk apa aku membutuhkan teman!?.. aku ini Kyuubi, bijuu terkuat di dunia. Semua makhluk takut akan kekuatanku!.' Seru Kyuubi bangga.

"benarkah?!.. kedengarannya kau baru saja menyanggah perkataanku tadi?, akui saja kau kesepian!?." Ucapan Naruto seketika membuat Kyuubi tertegun.

'kau tidak tahu apa-apa soal diriku, Bocah.. jangan berkata seperti itu lagi, aku sangat tidak suka mendengarnya.' ucap Kyuubi dengan nada sedikit datar.

"kalau begitu aku minta maaf soal ucapanku barusan, bagaimana kalau kita ganti topik.. apa kau bisa mengajariku sebuah Jutsu?." Ucap Naruto penuh harap.

'aku tidak akan mengajari-mu apapun, sebaiknya kau minta saja pada orang-orangan sawah itu untuk mengajarkanmu Jutsu.. aku terlalu malas untuk mengurusi manusia tidak berguna seperti kau.' Balas Kyuubi dengan ketus.

"Oh~ ayolah, jangan begitu Kyuubi.. kita ini'kan rekan satu tim?." Balas Naruto mencoba membujuk Kyuubi.

'kita bukan rekan satu tim, hanya karena aku berada di dalam tubuhmu bukan berarti kita satu tim.. sekarang jangan ganggu aku lagi!.' bersamaan dengan ucapan tersebut Kyuubi langsung memutuskan kontak Mindlink-nya.

"Kyuubi!?.. Hah~ dasar rubah pemalas, sebaiknya aku istirahat." Gumam Naruto bangkit dari futonnya untuk mengganti pakaiannya dengan piyama tidur..

Malam hari yang sunyi dan damai membuat Naruto terlelap dalam tidurnya, ditemani suara desiran air laut yang tenang dan bulan sabit yang terlihat dekat menerangi sepanjang malam.

.

.

.

Chapter 06 End.