Naruto by Masashi Kishimoto

Warning: Drabble, Incest, OOC, Au, typo, Sci-fi, Smut, PWP.

Terjebak lagi

..

.

Enjoy it!

Naruto saat ini sedang berusaha untuk membuat kecerdasan lainnya, ia menginginkan sebuah Al yang tak menyusahkan dirinya seperti kemarin. Pemuda itu saat ini berada di ruangan yang sama saat dirinya terjebak beberapa hari yang lalu.

Tiba-tiba, Kushina berjalan memasuki ruangan tersebut tanpa sepengetahuan Naruto. Dia dengan santainya meminum jus jeruk miliknya sambil melihat bagaimana Naruto mengutak-atik komponen yang ada di ruangan tersebut.

"Sochi, kau sedang ap-!"

Pintu besi itu kembali tertutup, membuat Naruto panik tak karuan. "Kaachan! Kenapa kau disini!?"

"Um, aku hanya ingin melihat-lihat saja. Apa tak boleh?"

Naruto kembali menjambak rambutnya. "Boleh saja, tapi kau harusnya menunggu aku selesai mengutak-atik terlebih dahulu," jelas Naruto, dia kemudian melihat papan tulisan yang berada di atas pintu masuk.

"Berhubungan seks, tapi laki-laki harus mendominasi."

"Ini Quest apaan woi!?"

Kushina tertawa kecil menanggapi protes yang dilakukan oleh Naruto, wanita itu pun kembali membuka semua pakaiannya hingga telanjang bulat seperti kemarin.

Naruto menghela napas, ia kemudian berbalik sambil menatap Kushina yang sudah telanjang. "Kaachan, tolong pakai kembali pakaianmu!"

"Untuk apa? Kita akan melakukannya bukan?"

Naruto menepuk jidatnya, dia terpaksa membuka seluruh pakaiannya hingga telanjang. "Jadi, kita akan melakukannya dimana?"

Kushina pun mengulurkan tangannya, ia menunjuk ke sebuah kasur yang terletak di pojok ruangan itu. "Tuh, ada kasur, mari tidur!"

"Sejak kapan ada kasur!?"

Kushina pun menarik tangan Naruto ke kasur tersebut, wanita itu kemudian merebahkan diri di atas kasur empuk tersebut. "Kau boleh menggunakan tubuhku Sochi," ujar Kushina disertai dengan sebuah senyuman mesumnya.

Untuk kesekian kalinya, Naruto menepuk jidatnya. Di dalam hatinya, ia tak mau berhubungan badan hanya untuk membuka pintu besi sialan ini, namun penisnya tak menyetujui pikirannya. Mata biru Naruto bergulir ke bawah, dia melihat penisnya sudah berdiri tegap. "Penis sialan," umpat Naruto. Pemuda itu kemudian merangkak di atas tubuh Kushina. "Maafkan aku Kaachan."

"Untuk apa? Kaachan menikmati penismu malahan."

"..."

Kushina langsung memeluk kepala Naruto, dia menenggelamkannya di belahan dada besar miliknya. Sementara Naruto, dia mulai bergerak, kedua tangannya mulai meremas buah dada Kushina, sesekali ia mencubit puting susu milik wanita itu. Kushina menggigit bibir bawahnya menahan desahannya, wajahnya sangat merona saat dirinya dirangsang oleh Naruto.

Naruto tak tinggal diam begitu saja, sementara ia masih merangsang tubuh atas Kushina, bagian bawah Naruto juga ikut merangsang Kushina. Penis besarnya bergesekan dengan liang senggama yang telah dimasukinya beberapa hari yang lalu. Naruto merasakan cairan yang keluar dari vagina Kushina, dia pun berinisiatif untuk memasukkan penisnya ke dalam tubuh Kushina.

"Kaachan..." Naruto memanggil Kushina yang tengah menutup wajahnya. Naruto mengarahkan penisnya ke liang senggama Kushina, kemudian mendorong pinggulnya ke depan untuk memasukkan benda tersebut.

Dengan sekali hentak, Naruto memasukkan penisnya membuat Kushina terkejut hingga tubuhnya terdorong ke atas.

Naruto sendiri langsung mengangkat tubuh Kushina untuk duduk di atas kedua pahanya. Dia menahan Kushina yang masih lemas akibat kejutan yang diberi oleh Naruto barusan.

Naruto menyeringai kecil, ia kemudian membisikkan sesuatu di telinga wanita itu. "Kaachan sangat cantik dan seksi," bisiknya tepat ditelinga Kushina, ia pun menciumi leher putih itu, sambil menggerakkan pinggulnya. Ia memberikan beberapa bercak merah di sana, kemudian mulai menjilati permukaan kulit Kushina yang lain.

Sembari terus menggerakkan pinggulnya, jilatan Naruto mulai naik ke atas, hingga sampai di wajah Kushina. Mata biru Naruto menatap Kushina yang sedang menahan rasa malunya, mata violet itu tak mau menatap biru langit milik Naruto.

"Kaachan..." Naruto memanggil Kushina sekali lagi, dia kemudian menyentuh pipi merah Kushina, lalu mengelusnya dengan lembut sebelum akhirnya Naruto mencium bibir plum milik Kushina, ia menyesap bibir seksi milik Ibunya, mengecap bagaimana rasa manis yang keluar dari bibir Kushina. Naruto tak lupa untuk menggerakkan kembali pinggulnya.

Kushina tak menyangka akan dapat perlakukan romantis dari putranya itu.

"Aku akan melakukannya dengan lembut Kaachan," bisik Naruto, ia kemudian kembali mencium Kushina.

..

.

Beberapa saat kemudian, Naruto dan Kushina keluar bersamaan. Wanita itu menutup wajahnya menggunakan telapak tangannya, ia sangat malu sekarang.

Sementara itu, Naruto menyeringai kecil kemudian mendekatkan bibirnya ke telinga Kushina. "Aku menunggumu di kamar utama, Okaachan," ujar Naruto dengan nada serak nan seksinya kepada Kushina.

Wanita itu langsung berlari kabur dari Naruto, ia tak mau jika wajah merahnya dilihat oleh Naruto.

..

..

.

Oke bye!