Naruto by Masashi Kishimoto
Warning: Drabble, Incest, OOC, Au, typo, Sci-fi, Smut, PWP.
Terjebak!
..
..
Enjoy it!
Naruto menatap ruangan yang sedang ia tempati dengan pandangan menyesal, ia melihat pintu yang membuatnya terjebak di dalam ruangan ini, di sana tertulis. Kau bisa keluar jikalau kau berhubungan seks dengan wanita yang berada satu ruangan denganmu. Ia benar-benar menyesal karena telah menciptakan ruangan seperti ini.
"Jadi kita harus berhubungan seks hingga kita berdua orgasm bersamaan?"
Dengan pelan, ia menoleh ke sumber suara. Wajahnya semakin menyesal saat dia tahu ada seorang wanita yang juga terjebak di ruangan ini.
Wanita itu mencubit dagunya, saat ini ia tengah berpikir sejenak. "Jika itu terpaksa dilakukan, mengapa tidak?"
Wajah Naruto langsung membiru saat mendengar pernyataan tersebut. "Astaga, Kaachan! Kita Ibu dan Anak, kita tak boleh melakukan itu! Aku akan mencari cara lain!" Ujar Naruto yang kemudian mulai berusaha untuk membuka pintu tersebut.
Sang Ibu terlihat diam tak membalas perkataan Naruto barusan, ia menatap Naruto yang sedang mencoba membuka pintu itu.
Satu jam kemudian
Naruto frustasi, ia menjambak rambut pirangnya. Dia menoleh menatap Ibunya yang tengah duduk santai di atas lantai, wanita bernama Kushina Uzumaki itu terlihat tenang saat anak semata wayangnya itu sedang frustasi.
"Jadi, kita tak ada pilihan lain 'kan?"
Naruto menghela napas lemas, dia tak punya pilihan. Dia juga tak bisa membuka pintu tersebut, terlalu rumit jika dipikirkan olehnya. A.L miliknya terlalu kuat untuk dijebol.
"Kaachan, kenapa kau sudah telanjang!?" Naruto terkejut saat mendapati Kushina yang sudah terlanjang bulat, wanita berambut merah itu berdiri tepat di depannya. Darah segar mengalir turun dari hidungnya, membuat Kushina menyeringai saat melihatnya. "Uwaahh, aku mimisan!"
Kushina tertawa kecil saat melihat Naruto panik akan darah yang keluar dari hidungnya itu. "Kaachan kira kau pernah melihat wanita bugil, ternyata kau masih perjaka," ejek Kushina yang kemudian tertawa kecil.
"Diam!" Wajah Naruto merona saat di ejek oleh Kushina, dia merasakan sesuatu yang tegak, namun itu bukan keadilan. 'Sial, kaachan terlalu seksi,' batinnya saat ia melihat tubuh molek milik Kushina Uzumaki.
Di saat Naruto sedang berpikir, Kushina mulai melangkah mendekati anaknya tersebut, dia masih tersenyum, tapi kali ini senyumnya berubah menjadi senyuman mesum. MILF berambut merah itu sepertinya akan dapat sebuah mainan baru.
Naruto pun dikejutkan dengan Kushina yang sudah ada di depannya, dia juga terkejut saat wanita berambut merah itu mendorongnya hingga terjungkal kebelakang, Kushina dengan sigap duduk di atas tubuh Naruto, tepatnya di atas gundukan besar milik pemuda pirang itu.
"Oi, Kaachan!" Seru Naruto saat ia mendapati Kushina ada di atasnya, dia juga merasakan bagaimana cairan yang mulai membasahi benda berharga miliknya. 'Oi, dia terangsang!'
Kushina tersenyum mesum, sambil meremas kedua buah dadanya, kedua pipi putihnya merona, dan ia terus menjilati kedua bagian bibirnya. Mata violet itu telah dibutakan oleh nafsu besar yang ada di dalam dirinya.
Sinyal bahaya berbunyi saat Kushina tengah menatap nafsu dirinya, Naruto kembali berpikir bagaimana caranya untuk keluar dari situasi seperti ini.
"Tak usah kau pikirkan terlalu dalam," ujar Kushina, wanita tersebut mulai mengelus gundukan itu kemudian membuka sangkar tersebut. Sebuah benda panjang muncul dari balik celana Naruto, membuat Kushina terkejut menatapnya. "Sochi, ini indah," puji Kushina, ia mengelus penis berurat milik Naruto, tangan halusnya mulai menggenggamnya, lalu menaik turunkannya dengan lembut.
"Ugh! Kaachan..."
Kushina pun mengangkat pinggulnya, dia mengarahkan penis Naruto tepat di liang senggama miliknya, wanita itu mendorong tubuhnya kebawah, dia mulai merasakan benda itu masuk ke dalam tubuhnya. "Oh, fuck!" Kushina terus mendorong pinggulnya ke bawah, hingga masuk semua ke dalam liang senggamanya. Napasnya memburu saat ia selesai memasukkan penis Naruto ke dalam liangnya.
Naruto terdiam sejenak, ia merasakan kedutan di dinding rahim Kushina, ia juga merasakan cairan yang ada di dalam tubuh Kushina.
Tiba-tiba, kedua tangan Naruto di arahkan untuk menyentuh kedua buah dada Kushina. Wanita itu tengah tersenyum mesum sambil menatap Naruto. "Ayolah Sochi, kau pasti bisa! Kau selalu melihat kedua benda ini saat berada di dekatku. Aku tau kau dari dulu ingin meremas ini," ujar Kushina yang membuka aib Naruto, membuat pemuda itu menatapnya dengan pandangan pucat, sedetik kemudian rona di wajah Naruto berubah menjadi merah malu. "Remaslah!"
Naruto merasakan betapa lembutnya payudara Kushina, dia pun dengan sengaja meremas lembut buah dada Kushina, membuat wanita itu mengerang sambil menaik turunkan pinggulnya. Pemuda itu sangat terkejut akan erangan Kushina, dia langsung menarik kedua tangannya.
"Kau takut?" Naruto mengangguk kecil, dia memang masih terlalu polos untuk masalah ini. "Jangan takut sochi, Kaachan akan mengarahkan semuanya untukmu," lanjut Kushina yang kembali mengarahkan kedua tangan Naruto ke buah dadanya.
"Nah Sochi, kita mulai permainannya!"
..
..
..
Pintu ruangan itu terbuka, Kushina keluar dari tempat itu sambil menjilati jemari lentiknya. Dibelakang wanita itu, Naruto tengah berjalan lemas, dia menghela napas lelah setelah 'pertarungannya' dengan Kushina.
Kushina memutar kedua bola matanya bosan, ia kemudian berbalik kemudian menarik Naruto dan memeluknya tepat di kedua dadanya. "Kalau kau mau lagi, Kaachan dengan sukarela akan memberikannya, jujur saja kau pasti menikmati permainan kita tadi kan?"
Wajah Naruto merona, dia menatap ke arah lain sambil salah satu tangannya menempel di buah dada Kushina. "Y-ya, aku suka."
"Bagus. Saatnya membuat seorang anak denganmu!"
"Kau gila Kaachan!"
...
..
.
Yah, idenya dari Randz sih, cuman ya kayaknya masih kurang eksekusinya. Tapi saya agak puas dengan ini.
Terima kasih Randz atas idenya, dan... Bgst kau!
