Desclaimer : Masashi Kishimoto

5 day with stranger

c

c

c

Naruto pov

Aku kadang bingung, entah sejak kapan rasanya aku mulai begitu menyukai gadis itu. Sialnya gadis yang aku taksir setengah mati itu, ternyata masih memiliki ikatan darah denganku.

Aku pun tak menyangka, mengapa hatiku malah memilihnya sebagai gadis yang harus, aku cintai di sisa hidupku yang masih panjang ini. Maksudku, aku memang mudah dekat dengan beberapa gadis.

Tapi jantungku tak pernah mau berdetak kencang dan gugup luar biasa seperti, yang aku rasakan saat aku bersama dengan Sakura. Itulah alasannya mengapa aku menganggap gadis-gadis lain hanya sebatas teman akrab saja. Karena memang aku tidak merasakan kemistri khusus dengan mereka.

Sakura... Menurutku dia gadis yang manis walaupun perangainya agak tomboy.

Mungkin karena sebelum kakakku bercerai dengan Kushina, aku sempat tinggal lama dengan mereka. Aku melewati hari-hariku bersama Sakura. Mulai dari aktivitas baru bangun, sampai mulai tidur di malam hari kami selalu berdua. Jadi, rasanya aku sudah terbiasa bersamanya.

Dan aku rasa semenjak kami menginjak masa perpisahan di junior high school, aku pribadi merasa mulai tertarik pada Sakura.

Dimana mataku selalu tertuju padanya. Apapun yang dia lakukan aku harus mengetahuinya, aku kadang tanpa sadar mulai bersikap konyol agar aku berhasil menarik perhatiannya. Tapi pada akhirnya, aku malah membuat diriku sendiri malu.

Yah, malaupun aku sukses mempermalukan diriku sendiri hanya untuk Sakura. Tapi serius, aku tidak pernah merasa menyesal telah menistakan diri sendiri. Karena pada dasarnya aku cukup puas saat melihat Sakura tertawa atau jengkel dengan ulahku.

Jujur saja saat aku tau kami satu sekolah di Senior high school yang sama. Aku sangat senang, dan entah kenapa semakin hari aku melihat Sakura terus tumbuh lalu berubah menjadi remaja yang anggun dan cantik. Walaupun sikapnya mulai acuh padaku, karena dia malu menyapaku saat Sakura sedang bersama dengan teman-temannya yang high class. Tapi sungguh aku baik-baik saja!

c

c

c

c

Aku bersyukur ketika kakakku -Minato dan istrinya mempercayaiku untuk menjaga Sakura. Aku pasti akan melindungi gadis itu dengan segenap jiwa dan raga, karena aku sangat mencintainya.

Aku berani menunjukan rasa sayang dan rasa cintakku secara blak-blakkan pada Sakura. Karena aku adalah tipe orang yang jujur, tapi reaksi yang Sakura berikan sangat jauh dari ekspetasiku. Meskipun begitu aku tidak boleh kecewa!

Mungkin Sakura hanya belum paham akan maksudku atau dia yang kurang peka akan kodeku selama ini.

Yah, biarkan saja dulu Sakura beradaptasi dengan perasaan baru yang tumbuh di hatinya. Dia kan anak kecil yang masih labil!

Bahkan aku berani bertaruh jika Sakura, pasti belum merasakan apa itu yang dinamakan cinta monyet.

Sejak aku mendeklarasikan diri telah menyukai Sakura, aku malah mulai menyukai warna pink juga. Aku mulai mengoleksi dan memiliki banyak barang yang berwarna pink, mulai dari baju kaus, jaket, sisir, sikat gigi, sendok, mangkuk dan aksesoris-lainnya.

Aku tidak merasa malu untuk membeli barang-barang imut itu. Sebab disetiap kali aku melihat benda berwarna pink, aku malah semakin merindukan Sakura.

Ayah dan Ibuku juga tidak akan protes bila mereka melihatku memakai barang-barang dengan warna soft itu. Sebab mereka juga sependapat jika barang-barang itu, adalah sebagai pengobat rindu dari satu-satunya cucu perempuan yang mereka miliki. Alibi yang sempurna!

Pagi ini aku sangat senang!

Aku bisa tidur berdua dengannya, aku akan memasak sarapan untuknya dan tentu saja selama 5 hari kedepan, hanya ada aku dan Sakura di rumah ini.

Oh astaga!!!...

Ini adalah hadiah terindah yang penah terwujud nyata di hidupku.

Terimakasih kakak ipar karena kau telah mempercayaiku untuk menjaga Sakura. Aku tidak akan mengecewakanmu!!

c

c

c

Aku adalah seorang laki-laki yang pandai memasak. Alasannya karena aku memiliki keinginan untuk menjadi koki dan mendirikan restoran sendiri suatu saat nanti.

Dan syukurnya berkat keahlianku dalam urusan dapur, sekarang aku bisa mengaplikasikan ilmuku untuk menyenangkan hati princessku.

Aku akan memasakan makanan yang spesial untuknya. Beruntungnya dapur kakak ipar sudah berisi prabotan dan bahan makanan yang lengkap, jadi aku bisa memasak apapun sesukaku hari ini.

Tap.

Tap.

Tap.

Tap.

Aku mendengar ada langkah kaki yang mendekat. Hm.. Aku rasa Sakura sudah datang, dan dia pasti sudah merasa sangat lapar.

Aku langsung memutar badanku. Dan jelas saja princessku, duduk di depan pantry dengan mata yang masih sayu dan rambut berantakan. Ia memakai kardigan biru dongker yang kebesaran serta tangtop di bagian dalamnya. Sialan mengapa dia terlihat sangat menggoda dengan pakaian itu!!?...

Aku hanya bisa meraung dalam hati!

Beberapa bulan tak melihatnya bagun pagi, membuatku makin bersemangat memandangi setiap lekuk tubuh indahnya pagi ini.

"Kau lapar princess?" Tanyaku.

"Kapan kau akan pergi dari sini?" Ucapnya sinis.

Itu bukan jawaban yang ingin aku dengar.

Akupun mendekat kearahnya.

Dan,

Brraaakkk!!...

Aku menggebrak meja marmer pantry dengan kedua tanganku, serta langsung mendekatkan wajahku padanya.

"Sampai Ibumu memintaku untuk pergi.. Dan sebelum itu terjadi, harusnya kau senang karena aku akan menemanimu setiap hari seperti dulu..."

"Enyahlah dari hadapanku!" Ujarnya dengan nada kebencian.

Aku mulai tersulut dengan tingkahnya!

"Baiklah... Setidaknya makanlah dulu sarapanmu..."

Aku sedikit mendesah dan langsung menghidangkan banyak makanan hasil masakanku pada Sakura.

"Ini tidak beracun kan??" Aku sangat terusik sekaligus gemas, ketika melihat Sakura mencium potongan daging berbumbu lada hitam dengan ujung sumpit yang mengarah padaku.

Aku yang masih berdiri didekat pantry sambil menenteng satu gelas susu hangat hanya mendecih pelan. Lalu akupun menyambar potongan daging lezat itu dihadapan wajahnya.

"Lihat?? Aku tidak matikan??" Balasku sedikit sarkas usai aku menelan daging masakanku.

"Makanlah aku tak akan meracunimu princess..."

"Baiklah... Aku percaya, selamat makan!" Katanya sambil mengatupkan kedua tangannya sebelum benar-benar memulai sarapannya.

Melihat Sakura yang makan dengan lahap, akupun tak kuasa menahan tanganku untuk tidak menyentuh surai merah mudanya. Aku mengusap-ngusap lembut pucuk kepalanya. "Makanlah yang banyak princess!" Kataku cukup manis.

"Jangan menggangguku! Kau membuatku tidak nyaman!!..." Dia mengacaukan kesukaanku.

"Kau cantik..." Balasku.

"Berhenti bicara, atau aku akan mogok makan!" Ancaman itu sukses membuatku terkekeh renyah.

"Lakukanlah jika kau bisa... Tapi sepertinya kau sangat menyukai masakanku princess... Dan tolong jangan menyakiti perasaanku lagi dengan selalu bersikap dingin padaku. Kau tau, jika aku sangat merindukanmu yang selalu bersikap manis padaku..."

Sakura menatapku tajam. Aku masih setia berdiri di balik meja pantry menghadap lurus kearahnya.

"Apa maksudmu??" Tudingnya.

Akupun langsung menyerangnya. Aku rasa sekaranglah saat yang tepat untuk mengobrol berdua dan mulai meluruskan kekusutan hubungan kami.

"Jangan membenciku... Itu sangat menyakitkan! Aku tidak tau apa salahku padamu, sampai kau bersikap acuh dan menyebalkan padaku... Aku sangat merindukan Sakura yang dulu... Aku rindu sosok Sakura yang lengket dan manja padaku!"

Aku melihat dia terkekeh remeh. Ok! Seperti biasa dia mulai memandang rendah perasaanku. Yaampun dari mana Sakura kecilku, belajar hal buruk seperti itu??

Princessku sudah berubah manjadi iblis!

"Aku rasa, aku punya banyak alasan mengapa aku harus menjauh dan mulai berpura-pura untuk tidak mengenalmu di depan umum..." Simbing Sakura.

Aku agak sedikit kecewa dan... Kesal!

"Beritau aku!"

"Aku rasa, kau bisa menebaknya sendiri... Dan mulailah sadar diri jika, kau adalah parasit dihidupku! Kau menggangguku!... Kau paman yang menyebalkan!!.." Kalimat itu terucap untukku. Sebelum dia pergi.

Sakura mengakhiri sarapannya dengan mangkuk nasi yang bersih. Bahkan lauk yang aku masak untuknya juga hanya bersisa sedikit. Dia lapar, dan aku tau itu. Tapi Sakura sangat tsundere untuk mengungkapkan betapa ia menikmati jamuan sarapan dariku.

Sakura sangat tsundere pada semua hal!

Dari nada bicaranya saja, aku bisa menebak isi hati, pikiran dan lidahnya tidak singkron satu sama lain.

Aku harus bersabar untuk mengurus princessku itu!

ccc

ega lagi libur hehehe

selamat berlibur :)