IT'S YOUR FAULT

.

.

Lee Jihoon (GS)

Kwon Soonyoung

Etc…

.

.

Summary :

Jihoon tidak sengaja, polos, atau…. Jalang? /SOONHOON /SVT FANFICTION/GENDERSWITCH!/

.

.

.

.

Tofu-looks present

.

.

.

"Oh, Soonyoung? Kau datang?"

Mendengar sapaan itu membuat pemuda dengan mata sipit itu tersenyum manis sambil membungkuk hormat. "Ne, Eomma."

"Malam – malam begini mau bertemu Jihoon? Langsung saja ke kamar nya. Omong – omong, sudah seminggu kau tidak bermain kesini? Apa kau lupa jalan kemari, hm?" Ucap wanita paruh baya itu sambil memasang wajah pura – pura marahnya. Soonyoung menggaruk tenguknya yang tidak gatal itu, "Maafkan aku, eomma. Aku mendapatkan kesempatan untuk pertukaran pelajar ke Jepang. Apakah Jihoon tidak memberi tahu?"

Wanita dengan rambut sebahu itu mengulas senyum kecilnya, "Dia menjadi sedikit pendiam seminggu ini. Pulang sekolah langsung masuk ke kamarnya. Turun ke bawah hanya untuk makan."

Soonyoung menggeleng kecil, "Dasar anak ini. Padahal aku permisi dengan baik – baik." Gumamnya tak habis pikir. Sedangkan wanita yang kini diketahui identitasnya sebagai ibunya Jihoon hanya tertawa kecil menanggapinya. "Sudahlah Soon, naik saja. Dia pasti akan senang melihat sahabatnya datang." Ujar wanita paruh baya itu sambil melanjutkan kegiatannya yang tertunda, yaitu, cuci piring. Soonyoung mengangguk sekali lagi sebelum menundukkan sedikit badannya. Dia memang sudah menjadi sahabat Jihoon sejak dia berumur 1 tahun, tapi dia tak pernah mengurangi rasa hormatnya pada Ibu Jihoon yang bahkan sudah dianggapnya sebagai ibu kedua nya.

"Baiklah, permisi Eomma.." Ucapnya sebelum berjalan menaiki tangga.

Dia masuk ke ruangan penuh dengan warna pink muda itu, sedikit bingung saat tak mendapati gadis pendek dengan rambut sebahu itu di tempat tidurnya. Kemana dia? Apa dia pergi? Ah, padahal Soonyoung sudah sangat merindukannya.

Tapi suara pintu terbuka itu mengejutkan Soonyoung. Dengan segera dia berlari dan menyembunyikan diri di samping tempat tidur Jihoon dengan cara berjongkok. Sedikit dia mendongak dan kini dia mendapati Jihoon, dengan rambut semi basah, dan handuk melilit di badannya.

Soonyoung menegak liurnya. Ini memang bukan pertama kali baginya untuk melihat Jihoon hanya berpakaian seperti ini. Jantungnya berdebar dengan sangat kuat sementara kerinduan membuncah di hatinya. Dia dengan dada yang sangat berdebar, mengendap – endap dari belakang Jihoon.

GREP.

"—Y – Yak! Siapa ini!? Ka—Um? Soonyoung?"

Soonyoung hanya tersenyum sambil menelusupkan kepalanya pada leher Jihoon. Menghirup aroma Strawberry yang menguar dari tubuh Jihoon. Dia dengan sengaja menempelkan bibirnya di tulang selangka Jihoon sambil sedikit berbisik, "Aku merindukan kamu, Ji.."

"Ih Soonyoung! Lepas! Aku mau memakai baju ku dulu! Geli!"

Soonyoung menggeleng keras sambil menduselkan wajahnya pada leher Jihoon, juga tentu saja dengan sengaja mengecup beberapa bagian dari leher Jihoon yang membuat Jihoon meronta kegelian. "Cukup, Soonyoung! Aku mau memakai baju ku dulu baru kamu bisa berbuat seenakmu!"

Soonyoung tertawa kecil, "Baiklah, baiklah gadis pendek. Aku akan keluar menunggumu."

Soonyoung sudah akan beranjak sebelum tangan Jihoon mencekal tangannya. Jihoon menatapnya dengan tatapan polos seperti biasanya. "Kamu tunggu saja sambil menutup mata disini. Tidak perlu keluar."

Soonyoung menegak liurnya, apa gadis ini sedang menggoda nya? Dengan kaku dia mundur dan menutup matanya dengan kedua telapak tangannya.

Jihoon tersenyum kecil, dengan segera dia melepas lilitan handuknya hingga kini dia benar – benar telanjang di depan sahabatnya yang terkasih itu. Lalu berbalik dan mengambil pakaiannya.

Oh, Soonyoung? Tentu saja dia mengintip, tapi yang bisa dilihatnya hanyalah bokong Jihoon yang begitu kencang dan padat juga lekuk tubuh sempurna Jihoon. Soonyoung mendesah kecewa, "Yah belum sempat lihat boobs nya." Ucapnya dengan sangat pelan meskipun bagian selatannya sudah menggembung.

oOo

"... Seungkwan makin sering menjahiliku dengan Seokmin. Kata mereka aku seperti zombie. Bukankah mereka begitu jahat, Soonie?"

"E – Eh, iya Jihoon. Sangat jahat." Ucap Soonyoung kaku, matanya menunjukkan kepanikan yang jelas tertera. Bagaimana Soonyoung tidak gugup, coba? Jihoon, dengan santainya hanya memakai baju tanpa lengan yang bisa Soonyoung pastikan sangat tipis dan sedikit menerawang. Bahkan Soonyoung bisa melihat kedua puting lucu Jihoon menyembul dari sana. Dan sialnya, Jihoon hanya memakai celana short yang hanya sampai di paha Jihoon! Dan mau tahu apa yang lebih parah? Kini Jihoon sedang duduk selonjoran diantara kedua kaki Soonyoung dengan kepala menyandar dada Soonyoung.

Apakah Jihoon tak tahu kalau Soonyoung juga lelaki yang mempunyai hasrat yang tinggi jika di suguhi pemandangan seperti ini?

"Bagaimana di Jepang? Menyenangkan?"

Soonyoung gelagapan sendiri, dia menggigit bibir bawahnya panik. Bukan karena dia terkejut dengan pertanyaan Jihoon. Dia hanya panik karena kini Jihoon berbalik dan menumpukan dada nya pada dada Soonyoung hingga Soonyoung bisa merasakan bagaimana kenyal dan empuk nya dada Jihoon.

"U – Um.. Rasanya sama saja seperti disini. Disini sedang musim semi, disana juga. Tidak banyak perbedaan. Kecuali.."

Mata Jihoon menatap Soonyoung dengan tatapan polos, dia menatap Soonyoung dengan binar penasaran hingga membuat Soonyoung gemas seketika, "Kecuali?" Tanya Jihoon lucu. Soonyoung tersenyum hangat dan langsung menubrukkan bibirnya pelan ke bibir Jihoon dengan sekilas. "Kecuali kamu, Ji. Disana tidak ada kamu."

Jihoon membulatkan matanya dengan pipi bersemu merah. Ini memang bukan pertama kalinya Soonyoung menciumnya, tapi entah kenapa dia masih saja merasa gugup dan kaku.

Persahabatan dengan ciuman, eh?

"Aku kangen kamu, Ji.." Gumam Soonyoung sambil mengecup dahi Jihoon halus. Jihoon menggigit bibir bawahnya gugup. Dia tentu saja juga sangat merindukan Soonyoung. Dia lalu berbalik dan kembali menyandarkan kepalanya pada dada Soonyoung sementara sang lelaki mengeratkan pelukan tangannya pada pinggang Jihoon.

"Aku juga kangen kamu." Bisik Jihoon dengan degupan jantung yang menggila.

Mendengar lisan Jihoon tersebut membuat Soonyoung otomatis menarik sudut bibirnya tipis. Dia mencintai Jihoon? Tentu saja! Dia bahkan rela jika disuruh menyerahkan jiwa nya demi Jihoon. Hanya saja, dia begitu nyaman dengan hubungan persahabatan penuh cinta seperti ini.

"Aku sepertinya menginap hari ini, mumpung besok libur jadi aku bisa puas melepas rindu ku." Bisik Soonyoung sambil membaringkan Jihoon disampingnya. Kemudian dia menarik Jihoon mendekat dan memeluk Jihoon erat seperti tiada hari esok. "Selamat tidur Jihoon – ie.." Bisik Soonyoung sambil lagi – lagi mengecup bibir Jihoon kilas. Membiarkan Jihoon bersemu merah dan mengubur diri di dada Soonyoung.

oOo

Mereka adalah sahabat sejak masih berumur 1. Jihoon sangat dekat dengan Soonyoung hingga mereka berdua sulit untuk di pisahkan. 3 tahun lalu, Soonyoung masih tinggal di samping rumah Jihoon, sebelum ayah Soonyoung memutuskan untuk pindah ke apartemen mewah di Gangnam. Tapi walaupun begitu, Soonyoung selalu saja menyempatkan diri untuk mengantar Jihoon ke depan rumahnya.

Ibu dan Ayah Soonyoung juga sangat menyukai Jihoon. Berulang kali Ayah Soonyoung menyuruhnya untuk segera memacari Jihoon, tapi tentu saja Soonyoung menolak. Dia lebih suka dengan hubungannya yang sekarang. Yang bisa berdekatan tanpa status dan tidak ada kata 'putus' di dalamnya. Soonyoung juga tentu saja mengetahui bahwa Jihoon juga mencintai nya. Tapi mereka seolah memiliki silent agreement.

Pagi ini, Soonyoung bangun duluan. Dia menopangkan kepalanya dengan tangannya sementara matanya tetap menatap wajah Jihoon yang masih lusuh. Jihoon masih tidur di samping Soonyoung. Soonyoung tersenyum kecil sambil menyisihkan rambut Jihoon yang tadinya menutupi bagian dari wajah Jihoon.

Dengan gemas dan penuh kasih sayang, dia mendekatkan wajahnya dan mengecup bibir Jihoon sedikit lama sebelum menjauhkan wajahnya sedikit. Perempuan itu masih saja terlelap tanpa memikirkan bagaimana posisi tidurnya saat ini. Soonyoung menegak liurnya keras saat menyadari bagaimana posisi tidur Jihoon ini.

Perempuan ini tidur terlentang dengan tangan semi terbuka. Tidak ada yang aneh. Tidak ada jika kau tidak melihat bagaimana menonjolnya kedua puting Jihoon dari balik kain tipis itu. Baju Jihoon yang tipis itu bahkan sudah sedikit tidak beraturan hingga puting kanan Jihoon bisa mencuat di bagian kain yang seharusnya menutupi itu. Puting itu terlihat sangat lucu dengan warna pink nya. Astaga, Soonyoung mimpi apa semalam?

Soonyoung tak bisa mengalihkan pandangannya dari puting Jihoon yang mencuat dengan imutnya itu. Puting itu belum terlalu mencuat yang memastikan bahwa puting imut itu belum terkena sedikit pun rangsangan. Dengan perasaan takut dan penasaran, Soonyoung mendekatkan jarinya dan menyuil puting itu dengan halus. Putingnya sangat halus dan lembut, hingga membuat Soonyoung nyaris menyesapnya.

Dan benar saja. Puting itu langsung mengucung dengan manis. Berdiri tegak dengan imutnya hingga membuat kejantanan Soonyoung juga ikut berdiri dibalik celana pendeknya. Dia lalu memijat penisnya itu dari balik celananya, sementara dia tetap berfokus pada puting Jihoon yang sungguh indah itu. Dengan keberanian yang menjulang, dia mengecup benda kecil itu, mendiamkannya bentar di bibirnya guna dapat meresapi tekstur puting sahabatnya itu sebelum menjauhkan dirinya dan membenarkan baju milik Jihoon itu. Setelah Jihoon rapi, dia lalu masuk ke kamar mandi, berusaha menuntaskan hasratnya.

oOo

"Soonyoung, Eomma dan Appa mungkin akan lebih lama menetap di sini. Minkyung masih tidak mau ditinggal sendiri, kau tidak apa kan sendirian di sana? Kau bisa main – main ke rumah Jihoon kalau kau mau, tapi jangan lupa untuk mengunci pintu rumah selalu."

"Tidak apa eomma. Omong – omong aku memang sedang berada di rumah Jihoon. Aku menginap disini semalam.."

"Apakah ada Jihoon disana?"

Soonyoung melirik Jihoon yang sedang medusel pada lehernya, "Ada eomma.."

"Berikan ponselnya pada dia, Soon.. Eomma sangat merindukannya.."

Soonyoung memberikan ponselnya pada Jihoon yang tentu saja langsung di terima dengan gembira oleh Jihoon, "Aaa~ Eomma! Aku sangat merindukan eomma!"

"Jihoonie.. Eomma juga. Bagaimana sekolahmu? Semua baik – baik saja, kan? Ayah dan ibu mu juga sehat, kan? Dan, apa Soonyoung merepotkan?"

"Aniya Eomma.. Sekolahku baik – baik saja kok walaupun si sipit meninggalkanku ke Jepang dan—mmh! Soonyoung! Jangan menciumku tiba – tiba, dong!"

Wanita paruh baya di sebrang sana tertawa hangat mendengar pekikan Jihoon, "Yeokshi uri Soonyoungie, tak tahan jika tidak mencium bibir Jihoonie.. Ah, sepertinya aku mengganggu, ya? Eomma tutup, ne?"

"Eomma! Tidak kok! Ish dasar sipit!"

"Jangan salahkan Soonyoung, sayang. Salahkan dirimu yang terlalu menggemaskan. Eomma mengerti kalau kalian perlu waktu berdua dulu. Eomma akan menelpon lagi nanti, Okay?"

Jihoon mendesah kecil, "Huft.. Arraseoyo Eomma.. Berhati – hatilah di sana.."

"Tentu saja sayang.. Salam untuk Appa dan Eomma mu, ya? Bye Jihoon – ie.."—PIP!

"Huh, eomma mengganggu saja." Gerutu Soonyoung yang langsung mendapatkan jitakan halus dari si mungil. Jihoon lalu berbaring di samping Soonyoung. Membiarkan Soonyoung meliriknya dan mengukung Jihoon dari atas, memerangkapnya.

Mereka berdua bertatapan lama, hanya menyelami lautan masing – masing hingga Soonyoung membuka suaranya, "Jihoon – ie.. Kamu kalau tidur benar – benar seperti mayat, ya?"—Bahkan saat ada yang mencium puting manis mu itu, kau tidak menyadarinya.

"Eh? Kenapa?" Tanya Jihoon bingung dengan pipi merahnya. Soonyoung hanya menggeleng kecil, langsung saja dia memagut bibir Jihoon dengan lembut dan halus. Dia menghisap bibir Jihoon dengan sangat lembut dan tentu saja Jihoon langsung memberikan akses lebih. Dia langsung membuka bibirnya hingga kini mereka saling bertarung lidah. Jihoon kalah, dia membiarkan Soonyoung menghisap lidahnya.

"Jihoon – ie, Soonyoung – ie.. Apa kalian masih tidur?"

Jihoon dengan segera memutus ciuman mereka, dia melirik pintu yang masih tertutup itu. Ah, eomma nya berada di balik sana. "Ya eomma?"

Soonyoung yang kesal ciumannya di putus begitu saja langsung kembali menciumi dagu Jihoon dan beralih ke sudut bibir Jihoon.

"Eomma dan Appa akan pergi ke Busan selama sekitar 5 hari. Bahan makanan sudah eomma beli dan eomma letakkan di kulkas."

"Oh, baiklah Eomma.. Hati – hati!"

"Tadi eomma ku, sekarang eomma mu." Gerutu Soonyoung. Jihoon hanya tertawa kecil dan langsung kembali menubrukkan bibirnya pada bibir Soonyoung.

oOo

"Berenang?"

Jihoon mengangguk senang. Soonyoung yang melihatnya hanya mendesah kecil.

Dia tidak terlalu suka berenang, sebenarnya.

"Daripada kita melamun di sini tanpa melakukan apapun, bukankah lebih baik kita main air di kolam? Ayo berenang di kolam renang Apartemenmu! Biasanya jam kerja begini tidak ada orang, kok!"

Soonyoung memang sudah mempunyai apartemennya sendiri. Sebenarnya itu usulan Appa nya. Karena rumah mereka sangat berjauhan dengan sekolah nya, maka Appa Soonyoung berinisyatif untuk membelikan Soonyoung satu unit apartemen di daerah rumah Jihoon.

"Apartemen ku?"

"Ya? Oh ayolah Soon! Lagipula sudah lama aku tidak bermain disana!"

Soonyoung menghela nafasnya sekali lagi. Melihat wajah memohon Jihoon tentu saja membuatnya menyerah dan langsung mengiyakannya. Jihoon bersorak senang.

"Cepat siapkan pakaian renang mu."

oOo

Soonyoung menggelengkan kepalanya kecil, tangannya refleks naik untuk memijit ringan pangkal hidungnya. Dia masih tidak habis pikir dengan apa yang ada dihadapannya ini.

"Jihoonie.. Kita ke kolam, bukan ke pantai."

Soonyoung berujar dengan nada rendah yang tanda nya ia geram dengan pemandangan di depannya ini. Bagaimana tidak geram? Jihoon hanya memakai bikini yang sialnya sangat minim di mata Soonyoung!

"Bagaimana?"

"Ganti."

Jihoon mendecak malas, dia mematut bayangannya di depan cermin. "Bikini ini sangat pas pada tubuhku. Bagaimana bisa kamu suruh aku ganti?"

Soonyoung menggelengkan kepalanya kecil, dia menelisik penampilan Jihoon yang begitu menggiurkan saat ini. Buah dada Jihoon sangat menepak, dan sialnya, bikini itu semi transparan hingga Soonyoung bisa melihat puting Jihoon yang mengintipdari sana. Jihoon juga kali ini menggunakan g-string. Membuat pantatnya begitu menyembul dan kencang.

Tidak Soonyoung, kau tidak boleh berdiri hanya karena hal seperti ini.

"Jihoon, bagaimana jika nanti ada banyak laki – laki? Aku tidak mau tubuhmu menjadi bahan tontonan mereka, Ji.." Ucap Soonyoung rendah, mata nya terus saja menghindar dari pemandangan menggiurkan di depannya.

"Tadi aku sudah bertanya ke receptionist, kolam renang sedang kosong dan mungkin akan tetap kosong sampai malam nanti. Jadi kali ini, jangan mengelak lagi, Soon!" Ucap Jihoon kesal sambil merampas bathrobe yang tergantung di lemari Soonyoung. Kakinya dengan menghentak langsung melesat ke pintu apartemen Soonyoung, hingga..

GREP..

Soonyoung dengan tiba – tiba menariknya ke dalam pelukan dari belakang sementara bibirnya dengan lancang memberikan beberapa kecupan pada leher dan bahu Jihoon. Membuat Jihoon terdiam mengkaku dengan debaran jantung yang menggila. Ini perdana dan pertama kali nya, Soonyoung melakukan hal semi intim seperti ini.

"Jangan kesal padaku, Ji.." Bisik Soonyoung tepat di telinga nya. Lalu mendaratkan kecupan manis lagi di bahu Jihoon. Jihoon memejamkan matanya sementara tangannya mengusap punggung tangan Soonyoung yang ada di depan perutnya.

"Aku tidak. Sudahlah, ayo ke bawah."

oOo

Soonyoung tak bisa berucap apapun lagi begitu melihat pemandangan yang terusuguhkan di depannya.

Itu Jihoon, perempuan yang sangat dicintainya, sedang bermain air hingga membiarkan kini tubuhnya menjadi bahan santapan mata Soonyoung. Perempuan itu asik bermain air, di kolam yang airnya hanya mencapai tepat di bawah dadanya hingga kini Soonyoung bisa dengan jelas melihat puting lucu milik Jihoon.

Taukah kalian kalau kini Soonyoung sangat ingin melecehkan puting manis itu dengan giginya?

"Soonyoung! Kenapa hanya diam! Ayo sini!" Panggil Jihoon sambil menggerakkan tubuhnya, yang tentu saja mengakibatkan payudara manis itu bergoyang dengan lucu. Soonyoung memejamkan matanya dengan tangan menelusup masuk ke dalam boxer ketatnya. Berusaha menenangkan si jagoan yang sudah berdiri mencari liang.

"Tunggu 3 tahun lagi, bodoh. Jangan sekarang!" Gumam Soonyoung pada penis nya yang sudah berdiri dengan riangnya.

"Kamu kenapa, 'sih?" Tanya Jihoon saat dia berdiri tepat di depan Soonyoung. Yang Soonyoung lakukan kini hanya memejamkan matanya, "Nothing, Ji.. Kamu 'kan tahu kalau aku tidak terlalu suka berenang." Ucapnya bergetar, tangannya pelan – pelan memijit kejantanannya dengan sensual.

Perempuan di depannya terlihat mengerucutkan bibirnya, dia langsung beralih ke belakang Soonyoung dan—HAPP!

"Ji – Jihoon?"

"Ayo bawa aku ke tengah, Soon! Aku takut kesana, katanya dalam!"

Soonyoung menghela kan nafasnya, kejantanannya kini makin sakit karena terlalu tegang. Jihoon, dengan bodoh nya, memeluk leher Soonyoung dari belakang, melengketkan kedua buah dada cantiknya di punggung Soonyoung hingga Soonyoung bisa merasakan bagaimana puting itu menggelitiki punggungnya.

"Disini saja, ya?"

"Aku mau kesana..." Dan sialnya, Jihoon malah berbisik tepat di samping telinganya hingga Soonyoung bisa merasakan deru nafas Jihoon yang panas di lehernya.

"Ah baiklah! Baiklah!"—dan sabarlah sedikit penis sialan!

oOo

Terkadang Soonyoung bingung, apakah di kehidupan sebelumnya Jihoon adalah seorang putri tidur?

Mereka sudah selesai berenang—sebenarnya hanya Jihoon yang menikmatinya—dan kini mereka kembali ke kamar Soonyoung. Tentu saja Jihoon meminta di gendong sampai kamar, dan Soonyoung tak bisa melakukan apa – apa selain mengangguk manis dan membiarkan benda kenyal itu bergoyang – goyang di punggungnya.

Dan saat sampai di kamar, alangkah terkejutnya Soonyoung saat tahu kalau Jihoon tertidur di gendongannya. Bahkan perjalanan ke kamar Soonyoung hanya 5 menit dan gadis ini sudah tertidur!?

Soonyoung menggelengkan kepalanya pelan, dia segera membenarkan bathrobe yang Jihoon gunakan. Matanya menelisik wajah manis si mungil dengan tulus. Setelahnya, ia mengulas senyum lembut. Tapi senyum itu hilang saat Jihoon—dengan sengaja ataupun tidak sengaja—menggerakkan lututnya hingga mengenai selangkangan Soonyoung dengan telak. Hingga kini ia mengangkang di hadapan Soonyoung.

Soonyoung menegak liurnya pelan, tangannya turun kembali untuk memijat penis nya dengan lembut sementara pandangannya teralihkan pada selangkangan Jihoon yang tertutupi oleh bathrobe nya.

Mengintip sedikit boleh, 'kan?

Soonyoung menegak liurnya pelan sambil mensisihkan bathrobe putih itu dengan pelan, kini ia sudah bisa melihat bagaimana mulusnya paha Jihoon. Sedikit lagi, ia akan melihat celana dal—"—What the fuck?" Gumam Soonyoung terkejut.

Bagaimana ia tidak terkejut? Sebuah lipatan manis dengan warna pink terpampang di hadapannya. Dan lihatlah benda kecil yang mengintip dari lipatan itu!

Jihoon tidak memakai celana dalamnya? Tadi dia memang mandi di kamar mandi kolam renang, tapi.. Kenapa dia tidak memakai g-string nya kembali?

Tunggu, jika ia tak memakai g-stringnya, maka..

"WTF.." Gumam Soonyoung kembali saat payudara kenyal nan manis beserta puting pink nya menyapa Soonyoung dengan lucu.

"Gila, jadi dari tadi dia naked di balik bathrobe sialan ini?" Gumam Soonyoung tak habis pikir, dia kembali menatap pemandangan menggiurkan di depannya sambil kembali mengurut penisnya dengan sedikit cepat. Matanya menatap 'lapar' pada tubuh Jihoon, tangannya juga dengan lancang mengusap puting pink Jihoon dengan pelan. Tapi, setelah itu, seakan tersadar akan sesuatu, ia segera menarik tangannya dan berjalan dengan cepat menuju kamar mandinya,

"Tidak.. Aku tidak boleh menyentuhnya lagi." Gumam Soonyoung sambil mendudukkan dirinya di atas kloset dan mulai mengocok penis panjang dan besar nya.

oOo

Soonyoung kira cobaan tadi sudah berlalu, tapi ternyata malah bertambah! Laki – laki itu memijit kepalanya ringan sementara kejantanannya kembali bangun dengan gagahnya. Matanya tak terlepas sedikit pun dari wanita yang tertidur di depannya.

Itu Jihoon tentu saja, tapi dengan keadaan telanjang! Bathrobe itu masih melekat di bahunya, tapi sudah terbuka hingga menampakkan tubuh Jihoon yang sebenarnya. Payudara itu sungguh manis dan imut di mata Soonyoung, dan jangan lupakan vagina Jihoon yang sudah terbuka. Ya, Jihoon mengangkang lebar hingga Soonyoung bisa melihat klitoris menggemaskan miliknya. Jihoon tertidur dengan sangat berantakan!

Soonyoung tak tahan lagi. Dengan segera ia melangkah ke tempat tidurnya yang di tiduri Jihoon, dan langsung mengambil tempat di samping Jihoon.

Penisnya sudah bangun, dan kini ia meloloskan boxernya agar penisnya itu dapat bernafas. Tangannya dengan lancang, mengusili puting Jihoon. Dia mengusap – usapnya hingga benda kecil imut itu kini mengucung dengan berani. Merasa gemas, Soonyoung langsung memelintirnya pelan. Begitu juga dengan payudara nya yang sebelah lagi.

"Salah siapa terlalu seksi." Gumam Soonyoung saat ada pikiran bersalah menghampiri dirinya. Dengan berani dan tak tahu diri, dia langsung memasukkan puting itu ke dalam mulutnya. Dengan segera dia menghisapnya pelan dan menggigit – gigitinya halus. Soonyoung sangat merasa gemas melihat puting lucu itu hingga ia menghisap – hisapnya dengan sangat halus,

Payudara Jihoon sangat bersih, mulus, bening, dan lembut. Sangat cantik juga menawan hingga membuat Soonyoung bisa saja kalap dan meremas – remasnya dengan gemas.

"Nghh.."

Soonyoung terdiam untuk sesaat. Bibirnya masih mengapit puting Jihoon yang sangat lucu itu. Jihoon... barusan mendesah, 'kan?

Dengan perlahan Soonyoung kembali menjilat puting cantik milik Jihoon itu dan.. "Nghh.."

Soonyoung kembali terpanjat mendengarnya. Jihoon benar – benar mendesah. Apa yang harus dilakukannya? Berhenti?

Soonyoung meneggakkan tubuhnya sebentar guna merenungkan apa yang akan dilakukannya berikutnya. Tapi matanya terlalu liar hingga kini ia tak lepas dari tubuh bersih Jihoon yang sangat menggoda. Oh ayolah, dia bisa melihat payudara dengan puting pink itu memohon untuk dilecehkan kembali olehnya.

"Jihoonie, kau terlalu seksi.." Gumamnya kecil dan langsung menghisap puting manis Jihoon dengan lembut, membasahinya dengan liurnya sendiri. "Astaga, payudara nya sangat lembut." Gumam Soonyoung sambil terus menghisapnya pelan.

Tangan Soonyoung gatal, lalu naik dan meraba permukaan vagina milik Jihoon yang tidak terlapis apapun itu. Ibu jarinya perlahan mengusap kecil daging kecil yang menonjol dengan lucu nya itu.

"Nghh.."

Mendengar desahan itu kini malah membuat Soonyoung semakin semangat. Dengan beringas, dia menghisap puting Jihoon. Tangannya dengan sedikit kasar bermain – main di klitoris Jihoon yang terpampang dengan manisnya. Sungguh, Jihoon sangat menggiurkan.

"Soon—hyoung.. Apa yang—hh.. Apa yang kau lakukan."

Mati.

.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

.

.

.

A/N

Gila lama bgt ga nulis wkwkwk.. sekali nya balik malah ngegantung gini hahahaah..

Sumpah gw kira kuliah itu bisa bikin lebih free gt haha ternyata? :')

TUGAS DIMANA2

Derita anak teknik mesin sih wkwkwk

Gw cewek ngambil teknik mesin HUAHAHAHA

Review nya yg banyak dong biar gw semangat ngelanjutinnya wkwkwkwk

OIYA MAKASIH REVIEWNYA SEMUA ADUH GW SENENG BGT BACAINNYAAAA ADA KAK FRIXI KWON LAGI DUH GW PENGGEMAR FFN KAKAKKKK WKKWKWKKWKW SEMUANYAAAA KALIAN YG REVIEEWW DAN SETIA NUNGGUIN SAMPE CHAP INIIIII AKU SAYANG KALIANNN HOHOHOHOHO