[Icha icha: Alternative uniferse]

Sumary: Hanya mengisahkan lemon Naruto dengan berbagai char gadis dari setiap anime berbeda beda.

Warn: Lemon! Abal! Geje! Ooc! Tidak diperuntukkan bagi berusia kurang dari 17 tahun

Rated: M

Naruto dan seluruh character anime yang ada di fic ini milik pencipta mereka!

.

Chap 1

Hinata Hyuga

•°•°•°•

"unghh~" aku melenguh ketika merasakan sesuatu yang basah,lembut dan kenyal tengah mengulum torpedoku. ku membuka mataku, melirik kebawah dah menemukan gadis berambut indigo dengan lidah terjulur tengah menunggu sesuatu. Hadiah mungkin.

"Guh!".

Ah ini dia hadiah yang gadis itu tunggu sebuah susu yang segar di pagi hari. aku bangun duduk melihatnya tengah meratakan hadiah yang kuberikan di payudara miliknya. yang besar itu.

Aku menoleh kesamping dan mendapati, jam weker menunjukan waktu pukul 5. Kau menolehkan kepalaku pada gadis itu yang telah selesai meratakan hadiahku. dia kemudian menoleh padaku sambil tersenyum menggoda.

"Ohayou naruto kunnn~" Manjanya, padaku "ohayou mo Hinata" gadis di depanku ini namanya hinata. Hyuga seorang putri bangsawan dari keluarga hyuga. Putri yang lemah lembut dan pemalu. Tapi siapa yang akan menyangka bahwa dia akan sangat buas diranjang.? Sifat pemalunya akan menguap jika sudah bertemu denganku. dia selalu saja mencari cara agar bisa menarik diriku ke atas ranjang.

"Hinata ini masih pagi" aku berucap padanya sambil melirik jam kembali. "mou aku tidak peduli salahmu karena pergi dengan Mikoto. sehingga tadi malam kita hanya bermain 3 Jam." hinata kemudian mendorongku untuk tidur kembali dia memeluku dari atas.

"ya aku tidak bisa menyalahkanmu sih... siapa yang bisa menolak Namikaze Naruto pria terkaya di Dunia.? sudah kaya tampan pulak" hinata kemudian menjilati leherku. "dan juga perkasa diranjang uhnmmmn~" erangnya, menggoda sambil menjilati telingaku tangannya ia gerakan menyusuri dada telanjangku dan berhenti di perur atletisku. dia bermain mainkan jarinya di pusar. dan itu membuatku geli.

Ah ya aku kemarin memang pergi dengan mikoto. Milf itu memang menggoda jadi aku mana mungkin menolaknya, lagipula aku tak menggoda mereka. mereka yang datang padaku dengan pandangan penuh nafsu. Masuk akal pikirku aku orang terkaya di dunia well siapa yang bisa menolakku.

"engh." aku melenguh. ketika merasakan hinata menggigit leherku, kenudian menjilatinya, dihisap jilat emut. dia melakukannya, tidak hanya dileher. tapi juga di dada bidangku. dan aku yakin itu pasti akan meninggalkan jejak.

"jadi... naruto kunnnn~ mau bermain.?"

Hinata berkata dengan manja, dengan pose menggoda dia menyentuh bibir bawahnya, tangan kirinya, ia gunakan untuk meremas pelan oppainya yang besar sementara bagian bawahnya, ia gerakan maju mundur vaginanya, dengan pelan sambil duduk diperutku. perlu diketahui kami memang sudah telanjang sejak semalam.

"Oh tentu.. Siapa yang akan menolak dirimu~"

Aku memberikan senyum rubah padanya, dan dia menyeringai senang. aku pastikan ini akan lama.

"Kalau begitu kemarilah~ sayang."

Dia merentangkan tangannya, mengundangku. aku segera melesat menerkamnya dalam pelukan dan menindignya dibawahku.

"anghhhss~"

•°•°•°•

Naruto mengangkat ke atas tangan kanan hinata, dan mulai membenamkan kepalanya, di ketiak hinata. "uhmmm slurrrpss~ harum" naruto mengemut menjilat dan menggigit kecil ketiak hinata. "ahhh~ yaaah naruhhh" suara nikmat hinata. Hianata hanya bisa menikmati perlakuan naruto padanya. tangan kiri naruto ia gunakan untuk memilin puting hinata, menariknya keras kemudian mencubitnya..

"ahhh~ jangan terlalu keras~"

erang sakit sekaligus nikmat, 'hummmph' naruto tak menjawab melainkan hanya menggeleng diketiak hinata. sambil melumat ketiak hinata. naruto mengangkat kepalanya, menghentikan aktivitasnya, diketiak hinata. Naruto kemudian beralih menujut wajah hinata. Dahi, mata, hidung, pipi naruto jilati. naruto memperlakukan wajah hinat layaknya kue manis. Lidah naruto akhirnya, sampai dimulut hinata.

"ughmmm slurrpss~"

Hinata yang melihat lidah naruto dimulutnya segera menarik leher naruto mendekat. untuk melakuan ciuman panas.

"slurrrpsss uhnghmmm anghh.~" naruto mengabsen prajurit putih yang berbaris rapi dalam mulut hinata. tangan kirinya ia gunakan untuk mendorong kepala hinata agar ciuman mereka semalin dalam.

Hinata sendiri hanya bisa mendesah dan mengerang tertahan ketika tangan kanan naruto mengobrak abrik vaginanya, memakai dua jari.

"fuaaah.~"

Naruto menyudahi ciuaman mereka. Karena perlunya pasokan oksigen. naruto mebalik tubuh hinata membuat hinata menungging. hinata dengan wajah memerah dikuasai nafsu hanya menuruti perlakuan naruto.

"slurrpss"

"anhhh~"

Naruto dalam posisi menungging memeluk hinata dibawahnya, dan mulai menjilat telinga hinata, mengecup punggung hinata turun sampai di anus Hinata.

"ini selalu saja sempit." gumam naruto

"Akhhh~" teriak hinata nikmat. Saat naruto memasukan jari telunjuk dan tengahnya, ke vaginanya, sementar anusnya dimasuki jempol naruto.

"akhhh~ qkhhh kimochi..."

Hinata mendesah sekeras kerasnya. ketika naruto menggerakan jari jarinya yang berada di kedua lubangnya.

*plak!

Naruto menampar pantat hinata dengan tangan kanan. Membuat hinata menjerit nikmat.

*plak!

"apa kau menikmatinya.? " tanya naruto sambil terus menampar pantat hinata "ahnhh~ yah kimochi aaaah~" hinata tidak menjawab melainkan mendesah dengan wajah ahego.

"aku anggap ia" naruto menjepit anus dan vagina hinata dengan keras.

"aaaahhhh aku muncraaaat!"

*squissshh!

Vagina hinata memuncratkan cairan bening dengan keras.

"anghh.~" hinata mendesah dengan posisi menungging wajah menyentuh kasur. Ketika naruto mencabut jarinya, cairan hinata sangat banyak di tangan naruto.

"hah kau bahkan belum kuberikan Hidangan utama." naruto melirik hinata. tanpa mempedulikan hinata yang kelelahan naruto segera memposisikan penis besarnya, di vagina hinata.

"aku datang" kata naruto sambil mendorong penisnya, ke dalam vagina hinata.

'Akhhsss~" hinata menjerit ketika penis besar naruto memasuki tubuhnya. tanpa menunggu hinata siap atau tidak naruto sudah mulai memompa Hinata dengan brutal dan cepat.

"akhh yah~ uhmmm ahh kimochi!" hinata dengan wajah menyentuh kasur terus mendesah nikmat. karna genjotan naruto yang brutal.

"kau seperti pelacur hinata dimana sifat seorang putri humm."

Naruto menarik kedua tangan hinata kbelekang sehingga hinata tertarik dan tububnya sedikit melengkung.

"fuck! Ah~ persetan dengan kehormatan ahnhh~ ahh ahh~ aku hanya pelacurmu ahhh~" racau hinata.

"gah! Baiklah kalau begitu ini!"

Naruto membenamkan dalam dalam penisnya, dan menembakan spermanya, ke dalam rahim hinata. "akhhh~" kepala hinata mengadah dengan bola mata memutih dan mulut mengalami orgasme tepat. bersamaan naruto memuncratkan spermanya.

Naruto melepaskan tangan hinata dan membuat tubuh hinata jatuh membentur kasur. naruto mencabut penisnya, kemudian berdiri dan melirik hinata yang sepertinya pingsan.

"haaah dia pingsan." desah naruto. Naruto kemudian melirik Hpnya, yang bergetar di atas meja naruto kemudian berjalan dan mengambil Hp nya membuka layar kunci dan menekan icon W.A

"Menu baru di Totsutki Resto" gumam naruto ketika mendapat pesan dari Pemilik restoran no 1 di Jepang Nakiri Erina.

"jam 8 kami bermain 3 Jam rupanya. baiklah." setelah melirik jam naruto kemudian mengambil bajunya dari dalam lemari tak lupa juga celana kemudian segera memakainya dan berjalan keluar kamarnya

•°•°•°•

Nakiri Erina

Naruto keluar satu kamarnya. mendapati para pelayannya, berjejer rapi disepanjang jalan menujur ruang makan. Rumah sepertinya bukan kata yang tepat. Menggambarkan tempat naruto. Istanah itulah kata tepat untuk menggambarkan tempat tinggal naruto.

"Goshujin sama~"

Kepala pelayan naruto dengan manja menyendekan kepalanya, dipaha naruto yang tengah duduk.

"ada apa shizune.? " tanya naruto pada kepala pelayan berambut hitam bernama shizune itu. "anda bermain dengan nona hinata semalaman bukankah anda tau kami juga kesepian Goshujin samah." shizune berbicara dengan mengelus penis besar naruto dari balik celananya.

"aku akan bermain denganmu nanti malam jadi jangan murung" naruto menyuruh shizune duduk dipangkuannya, yang dengan senang hati dituruti pelayan lainnya yang melihat itu merasa iri.

"jangan iri aku selalu berlaku adil kan.?" naruto melirik 50 pelayannya, yang semua bergender perempuan.

"Hai gosjujin sama" para pelayan menjawab serempak

"Ahnhh goshujin sama"

shizune mendesah karna tiba tiba tangan naruto meremas dadanya.

"semakin besar saja nee." naruto dengan senyum rubah meremas remas dada shizune yang berukuran ideal digenggamannya.

Sementara shizune hanya mendesah menikmati perlakuan naruto.

"maaf menganggu anda Naruto sama"

Suara wanita menghentikan kegiatan meremas naruto. dan itu membuat shizune kesal Naruto menoleh dan mendapati sekretaris cantiknya, berambut perak Grayfia lucifuge.

"ah grayfia ada apa.?" tanya naruto sambil menurunkan shizune dari pangkuannya. Grayfia menjawab dengan wajah datar khasnya.

"Naruto sama, anda sudah di tunggu Nona Erina dari Totsuki resto. bukan" Grayfia mengingatkan mengenai jadwal naruto.

"ah kau benar" naruto berdiri kemudian mengambil kunci mobilnya. lalu berjalan melewati Grayfia. "sankyu dan aku akan memberikanmu hadiah aku janji." naruto meremas pantat montok grayfia sambil berbisik.

"ah~" desah kecil grayfia dengan wajah memerah. naruto menyeringai mendengar desahan grayfia.

•°•°•°•

Naruto berjalan keluar dan melihat dua pengawal wanitanya, Karasuba dan Asama miya. Ahli Kenjutsu (seni berpedang) terbaik di Jepang. Perlu diketahui semua yang bekerja dengan naruto adalah wanita. Alasannya, naruto tidak percaya pada pria dia lebih memilih menyerahkan seluruh pekerjaanya. Pada wanita.

"Ghosujin sama"

Sapa kedua pangawal naruto dengan wajah datar.

"Jangan terlalu datar padaku." naruto berucap ditengah tengan keduanya, sambil meremas Dada mereka berdua dari luar seragam hitam mereka.

"ah~ Gomenasai Goshujin sama"

Mereka mendesah kecil sebelum kemudian meminta maaf.

"lupakan karasuba bawa mobil kita ke Totsutki resto" titah naruto yang dijawab anggukan Karasuba, naruto dan miya kemudian duduk di kursi penumpang.

[Totsuki Resto]

Mobil naruto berhenti di depan sebuah restoran mewah berbintang. naruto turun diikuti dua pengawalnya, para pelayan yang melihat orang terkaya di dunia itu akan memasuki restoran mereka, mereka pun segera. Memberikan akses dan pelayanan terbaik.

naruto duduk di meja VIP setelah di antar oleh Sekretaris Erina, Arato Hisako untuk pengawal naruto sendiri. Mereka duduk tidak jauh dari naruto.

"Nee arato san." naruto dengan nada menggoda memabgil Hisako.

"ah eh ya." Hisako yang dipanggil seperti itupun menjadi gugup.

Naruto memberikan gestur untuk mendekat yang segera dituruti hisako.

"ya Naruto sama." tanya hisako kepada naruto.

Naruto menarik tangan hisako sehingga hisako terhuyung ke arahnya, naruto menahan hisako tepat di dadanya, dengan tangannya, kemudian meremasnya.

"ahnn~" hisako menahan desahannya. agar tak di dengar para pengunjung.

"nee hisako chan." hisako merinding ketika naruto meniup meremas pantatnya.

"aku tau kau sering mengintip ketika aku dan erina sedang sex." naruto menjilat telinga hisako. Hisako merasa tubuhnya, menegang mendengar ucapan naruto.

"i itu-" "ssstt jangan takut." naruto memangku hisako. Sambil memainkan oppai hisako.

"aku tau tak ada yang bisa menolak pesonaku." naruto kembali meremas oppai hisako sedikit keras.

"anhmm. J jadi " hisako melirik naruto dengan wajah memerah. "tentu saja mengapa tidak," naruto menaruh dagunya di pundak hisako.

"kau cantik manis dan juga asetmu bagus." naruto meremas gemas oppai hisako. Membuat hisako mendesah lirih.

"aku akan memberimu hadiah, setelah kau mengikuti perintahku." kata naruto sambil menurunkan hisako. Hisako segera menganggukan kepalanya dengam cepat sebagai jawaban. untuk naruto.

•°•°•°•

Nakiri Erina seorang Chef wanita yang telah terkenal namanya, ke penjuru dunia dia juga merupakan cucu legenda makanan Nakiri Senzaemon. sekrang erina sedang memasak untuk dihidangkan pada tamu spesialnya, Namikaze Naruto. saking fokusnya, pada masakannya. ia sampai tak sadar bahwa dapurnya, telah sepi tidak ada koki selain dirinya, pelangganya juga sudah pada pulang karena ulah naruto.

Erina terkejut ketika tiba tiba sebuah tangan putih ramping memeluknya, dari belakang ia juga bisa merasakan sesuatu yang kenyal menempel dipundaknya.

"Hisako." pekik erina ketia menyadari itu tangan hisako dan kini tengah meremas dadanya dari balik seragam chefnya.

"ah~ hisako apa yang kau lakukan."

Erina mematikan kompor berbalik dan mendorong hisako. terkejut Erina melihat hisako yang telanjang tanpa mengenakan apapun. Hanya mengenakan Strap one diselangkangannya, se akan akan dia memiliki penis.

"Hi hisako." erina menelan ludah nya melihat hisako yang menurutnya menggoda. Hisako mendekat ke arah erina. sementara erina bejalan mundur.

"nona erina " Hisako yang melihat erina tidak bisa kabur lgi karna tertahan dinding pun segera memeluk erina. membuat strap one yang ia kenakan membentur perut erina.

"nona aku mencintaimu." hisa berbisik ditelinga erina membuat erina membola.

"Hi hisako." gugup erina. "j jan-" "uhmmm... ah hah hah.." ucapan erina tak bisa ia selesaikan karena keburu dicium oleh hisako.

"aku cemburu ketika melihatmu bermain dengan tuan naruto tolong lirik aku Erina sama"

Hisako membalik badan erina. Erina yang mendengar ucapan hisako tiba tiba badannya, lemas seakan tidak memiliki tenaga untuk melawan. Hisako yang telah berhasil membalik tubuh erina pun segera memeluk erina dari belakang dan memainkan oppainya.

"ahh~ hisako." desah erina. Hisako yang mensengar desahan erina pun menjadi semangat. dia memajukan wajahnya dan mulai memberi kismark pada leher erina.

"engnhh~" erina mengerang merasakan gigitan kecil pada lehernya.

Tidak ingin berlama lama hisako pun dengan cepat menurunkan celana erina beserta celana dalamnya, langsung.

"Erina sama. Aku sudah tidak tahan." hisako mulai memasukan strap on itu ke vagina erina dengan perlahan

"tu tunggu hisa-" panik erina namun terlambat

*Bless

"ahh~ ah ah hisakoh. ah ahmm.'

Setelah masuk hisako langsung menggenjot erina dengan perlahan dan semakin cepat sehingga membuat erina terhentak hentak kedepan.

"Erina sama oh. Erina sama" hisako yang menggenjot erina juga merasa nikmat karena vibrator yang ia pasang di vaginanya.

"Hi hisako aku aka-" "kyaaah! Ah ah~" erina tak selesai mengucapkan kalimatnya, karena telah terpotong oleh desahan dan teriakan hisako. Erina menoleh dan terkejut ketika melihat naruto yang tengah memompa hisako dari belakang. Melalui lubang analnya, dengan keras dan brutal.

Sehingga itu berefek pada erina dan membuat sodikan strap one hisako menjadi lebih kencang.

"Na naruto."

"Yo erina"

Naruto menyeringai.

T.B.C

Yo xd author baru disini sory kalau gk hot xd btw mau dilanjut kagak nih fic.?

( kalau baca jan lupa review eaak )