If you didn't like dumb, cliche, template story with boring development like this one. Just go read the sequel s/12802206/1/Primordial-Tree which written like I usually do. Non mainstream(here) Long story with LN format.


Disclaimer : Masasshi Kishimoto


Mensana Incorporesano. Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Dengan kata lain, badan yang sehat juga akan membuat keadaan mental seseorang jadi stabil.

Hanya saja, hal itu bukanlah alasan kenapa aku memaksakan diri untuk memastikan gadis berukuran mini yang di depanku untuk menghabiskan makanannya. Dan yang kumaksud dengan gadis berukuran mini bukanlah sekedar gadis kecil biasa.

Bagi orang-orang di dunia ini, keberadaannya memang sudah dianggap biasa. Sama sekali tidak ada yang aneh dengan keberadaan seorang gadis kecil manis yang mempunyai dua telinga segi tiga panjang di atas kepalanya, mata berwarna violet, dan juga ekor berbulu yang membuatmu ingin meremas-remasnya.

Jika ada sesutu yang tidak normal di sini, hal itu adalah keberadaanku. Sebab aku bukan berasal dari dunia ini.

"Hinata."

"Iya Master."

Aku sudah sering memintanya untuk memanggilku dengan namaku, Naruto. Tapi sepertinya, pendidikan yang diborkan ke dalam kepalanya sudah masuk terlalu dalam dan gadis ini jadi kesulitan melakukan sesuatu yang bertentangan dengan ajaran yang prnah dia dapatkan.

Dan ketika aku bilang pendidikan, yang kumaksud adalah hasil dari orang-orang yang melatihnya untuk bertindak seperti budak, berpikir seperti budak, dan bicara seperti budak.

"Kenapa kau tidak besar-besar?."

"Maafkan aku."

Gadis kecil yang sedang makan di depanku adalah seorang budak dari ras beast bernama Hinata. Dua minggu yang lalu aku membelinya untuk membantuku yang tidak punya kemampuan fisik cukup dan hanya bisa melakukan pekerjaan kelas bawah dengan uang yang juga kelas bawah.

Ya, di sini perbudakan masih ada dan bukan hanya itu. Di dunia ini, makhkluk sentient bukan hanya manusia saja. Tapi ada banyak makhluk lain yang hidup bersama dan berbagi dunia bersama manusia-manusia sepertiku.

Pembagian dasarnya ada empat. Ras Myth yang tidak punya tubuh fisik dan hanya memikiki elemen supranatural seperti peri, roh, dan dewa-dewa yang bisa membuat keajaiban. Legend yang punya kapasitas magic besar dan kemampuan unik seperti vampire, elf, duyung dan yang sejenisnya. Beast seperti naga, griffon, dan juga phoenix yang punya kemampuan fisik sangat tinggi. Lalu manusia yang kelicikannya tidak ada yang mengalahkan.

Selain empat golongan utama tadi, tiga ras yang menghuni di dunia ini masih dibagi dalam dua kategori lagi. Darah murni dan campuran. Sebab ras Myth bahkan tidak punya darah, tentu saja mereka jadi pengecualian.

Sebagian besar penghuni dunia ini adalah dari ras campuran yang lahir dari hubungan dua ras berbeda. Dan sebab hubungan itu terus terjalin selama berulang-ulang, ras turunan ini punya banyak ras turunan lain baru. Dalam kasus Hinata, dia punya darah dari ras Beast tapi darah manusianya jauh lebih kental sehingga penampilannya jadi seperti sekarang.

Gadis kecil dengan mata besar jernih yang warnanya unik, punya telinga yang lucu, dan ekor berbulu yang kelihatan empuk.

Untuk para darh murni, sebagian besar dari mereka lebih sering dianggap sebagai sumber bencana sebab hanya ada sedikit darah murni yang punya sesuatu lebih dari insting dasar. Mengingat mereka adalah makhluk yang ada bahkan sejak dunia ini tercipta dan tidak pernah berubah dari saat itu. Saat dunia masih sangat kejam sampai kau harus jadi sangat kuat untuk bisa tetap bertahan hidup.

Sampai saat ini aku masih belum bertemu dengan malaikan maso ataupun gadis kecil dengan tubuh mesin yang hanya bisa bicara tentang logika. Tapi misalkan keduanya muncul lalu mengajaku untuk bermain kata atau menantangku main catur, aku sama sekali tidak akan terkejut. Sebab aku sudah berada di dunia ini selama lebih dari setahun, aku sudah mulai menyerah untuk mengkategorikan hal baru yang kutemui di dunia ini ke dua tempat.

Hal masuk akal dan hal tidak masuk akal.

Lalu kenapa aku membawa-bawa topik ini?.

Alasannya adala karena banyak ras yang memiliki rasio pertumbuhan yang berbeda dengan manusia. Dan Hinata yang punya darah besar di dalam tubuhnya harusnya punya pertumbuhan yang lebih cepat dari manusia pada umumnya.

Rata-rata umur dari sub spesies ras beast adalah tiga puluh tahun. Dengan kata lain, sekitar setengah dari umur rata-rata manusia. Oleh sebab itulah mereka punya rasio pertumbuhan yang jauh lebih cepat dari manusia. Dan hal itu harusnya tentu saja teraplikasikan juga pada Hinata.

Di umurnya yang sekarang sudah delapan setengah tahun, harusnya dia sudah tumbuh sebesar remaja berusia lima atau enam belas tahun yang lekuk-lekuk tubuhnya mulai kelihatan menggoda. Hanya saja, entah kenapa gadis yang kubeli ini masih kelihatan seperti gadis kecil berumur sembilan atau sepuluh tahun.

"Kalau kau merasa bersalah, habiskan makananmu sampai tidak ada sisa dan cepatlah jadi besar."

Kemungkinan besar penyebab pertumbuhannya yang terhambat adalah kekurangan nutrisi. Ketika aku membelinya di kelihatan sangat kurus, yang menandakan kalau yang mengurusnya tidak memberikan makanan yang cukup bernutrisi padanya.

Tidak.

Aku bahkan tidak yakin kalau dia diberi makan dengan layak oleh orang-orang yang menjualnya. Oleh sebab itulah aku ingin memastikan kalau asupan nutrisinya terpenuhi dengan baik supaya dia bisa tumbuh dengan sehat.

Sebab kesehatannya punya pengharuh yang besar terhadap hidupku.

Cerita tentang seseorang yang ditransfer ke dunia lain itu ada banyak. Tapi hanya sedikit orang yang diapnggil dari dunia lain lalu langsung di suruh bermain game dalam mode hard dari awal di mana kau tidak diberikan cheat apapun kecuali pemahaman bahasa.

Sekarang aku tahu rasanya jadi S*baru-kun.

Tanpa tahu sebabnya, tanpa tahu tujuannya, dan tanpa tahu bagaimana semuanya terjadi tiba-tiba aku ditransfer ke dunia ini dua tahun yang lalu. Dan begitu aku sampai, yang menyambutku bukan seorang raja yang memintaku mengalahkan raja iblis, gadis elf yang tidak punya teman, maupun putri raja yang negaranya sudah hancur.

Yang menyambutku adalah tumpukan mayat yang terbaring di tanah bersimbah darah dan juga prajurit yang sedang berteriak dengan keras kalau mereka sudah menang dari kejauhan.

Sebab aku tidak bisa memanggil hujan meteor ataupun punya tubuh atletik seperti monyet yang diapnggil ke jaman sengoku. Pada akhirnya aku ditangkap dan dijadikan pekerja gratisan di tambang karena dianggap bagian dari musuh yang merek lawan.

Di sana tentu saja aku tidak bertemu dengan naga kelaparan yang bisa kumanfaatkan untuk membesakan diri dengan hanya diberi makanan. Jadi, kehidupan baruku di dunia lain langsung dibuat jadi buruk. Meski aku dipindahkan ke tempat lainpun setelah hasil tambang di sana menipis, kehidupanku sama sekali tidak bisa dibilang membaik.

Bahkan ada saat di mana aku hampir dipenggal ketika seseorang memberikan tuduhan palsu padaku. Di saat itulah aku bertemu dengan guild master dari tempat di mana aku menjadi adventurer sekarang.

Dia menjadi saksi kalau aku tidak bersalah lalu jadi penjaminku. Aku tidak tahu alasan macam apa yang dimilikinya saat itu, tapi kenyataan kalau nyawaku terselmatkan berkatnya sama sekali tidak bisa dipungkiri.

Aku ingin mebayar hutang budiku padanya, dan untuk bisa melakukannya hal pertama yang harus kulakukan adalah membayar uang jaminan yang dia keluarkan dulu untuku. Dan untuk bisa mendapatkan uang itu caranya adalah dengan bekerja dengan keras sebagai adventurer.

Kenapa aku harus bekerja jadi adventurer yang pada dasarnya cuma merchenery?. Jawabannya adalah karena pekerjaan itu simple, selain itu pekerjaan itu adalah pekerjaan di mana aku punya koneksi dengan orang yang agak bisa kupercaya. Guild masternya.

Cara kerja komunitas sosial di dunia ini masih belum kuketahui secara detail, aku tidak pernah mendirikan usaha sendiri, dan tentu saja aku tidak cukup pintar untuk mampu membuat produk yang cukup WAH sampai bisa menarik banyak pembeli dengan sekali coba.

Sebelumnya aku hanya bisa melakukan pekerjaan dengan hasil kecil sebab rengkingku yang berada di posisi paling bawah mengingat aku tidak punya cheat yang membuatku sekuat dewa. Tapi setelah bisa membeli partner, dalam kasus ini Hinata harusnya aku bisa mencari pekerjaan yang hasilnya jauh lebih baik.

Seseorang dari ras beast punya kemampuan fisik jauh lebih besar dari manusia. Dengan memilikinya, kami bisa masuk ke tempat berbahaya tanpa harus takut mati konyol. Gadis kecil ini adalah investasi yang tidak boleh sampai jadi sia-sia.

"Ma-Master."

"Apa?."

"Aku tidak yakin kalau aku bisa langsung tumbuh besar dengan hanya makan banyak."

"Kau kira aku bodoh?."

"Hie. . "

Tentu saja aku tahu kalau kau ini bukan balon yang bisa langsung jadi besar begitu ditiup angin. Aku memang ingin buru-buru membayar hutang budiku pada guild master, tapi bukan berari aku akan akan menarik-narik badanmu agar kau bisa jadi cepat tinggi. Jadi jangan memasang muka ketakutan seperti itu, kau jadi membuaku merasa bersalah.

"Ma-Master."

"Apa lagi?."

"Kalau Master memang sudah tidak bisa menahan diri, kau tidak perlu memikirkanku."

"Ha?."

"Mungkin tongkat Master tidak akan muat, tapi kalau Master memang benar-benar ingin melakukannya. . ."

"Hinata. . . entah kenapa topik yang kau bawa kedengaran berbahaya."

". . . aku berjanji tidak akan mengeluh meski merasa sakit."

Begitu Hinata selesai berbicara, tiba-tiba semua orang di sekitarku berhenti melakukan aktifitasnya masing-masing dan melihatku dengan tatapan yang biasanya hanya mereka tujukan pada sampah. Hinata sendiri melihatku dengan tatapan penuh determinasi seakan baru saja memutuskan untuk mengorbankan diri demi kedamaian dunia. Tapi sebab di kelopak matanya ada air mata yang dia tahan agar tidak keluar, orang yang melihatnya hanya akan menganggap kalau aku barus saja memaksa gadis di depanku untuk melakukan sesuatu yang dia tidak mau tanpa bisa menolak.

"Hinata."

"Iya, Master."

"Dekatkan wajahmu padaku."

Tidak seperti ras turunan dari makhluk-makhluk bagian dari ras murni Legend, manusia tidak bisa memanipuasi magic hanya dengan memberikan nama keren pada sebuah teknik, menuliskan sesuatu di atas sesuatu, maupun meraplakan mantra panjang. Hanya saja, menusia dan kebanyakan ras campuran lainnya yang normalnya tidak punya bakat bawaan dari lahir bisa menggunakan talisman sebagai medium untuk memanipulasi magic.

Talisman punya banyak bentuk dan fungsi, dan di telinga kanan Hinata ada sebuah talisman berbentuk anting yang akan memberikan panas ke tubuhnya jika aku ingin menghukumnya setelah menolak permintaanku.

Oleh sebab itulah, dia langsung memprioritaskan perintahku dan segera berhenti makan dan mendekatkan wajahnya padaku.

Setelah itu.

"Jadi. . . siapa yang mengajarimu tentang hal seperti itu?."

Aku mencibit pipinya dan menariknya dengan keras.

"Aku sudah dewasa. . Tentu saja aku paham topi. . ."

"Jadi siapa?."

"Bukan siapa-siapa!."

"Bilang saja! Aku tidak akan marah! Malah aku akan marah kalau kau mengatakan satu namapun."

"Aku tidak tahu namanya."

"Bagaimana bisa?."

"Kami tidak pernah saling sapa, jadi aku tidak tahu."

"Dan dia?."

"Pelatihku dulu saat masih di tempat itu."

Yang dia maksud dengan tempat itu adalah tempat yang menampungnya selama belum dibeli seseorang. Dengan kata lain, warehouse dari penjual budak yang kutemui dulu. Sepertinya pendidikan yang dia terima levelnya sangat tinggi. Dan pendidikan itu juga termasuk sex education yang levelnya sama-sama tingginya.

"Ok, kita tutup topik ini."

Aku sama sekali tidak ingin mengetahui pendidikan macam apa yang dia terima ataupun sejauh apa sesuatu bisa mereka kategorikan sebagai pendidikan. Sebagai sesama orang yang punya masa lalu tidak terlalu menyenangkan, mari kita tidak saling menggali luka lama.

"Kau ingat kenapa aku membelimu?."

"Membantu Master bertarung."

"Baguslah kalau kau ingat!."

Yang perlu kau lakukan hanyalah jadi lebih kuat, lebih bisa diandalkan, dan bisa jadi lebih berguna. Kau tidak perlu memikirkan hal lain dan hanya perlu fokus pada tiga hal itu saja. Jika kau memecah kau memikirkan terlalu banyak hal dan tidak bisa berkonestrasi pada tugas utamamu, maka kau malah hanya jadi beban.

"Dan kau tahu apa yang akan kulakukan kalau sampai hal itu terjadi kan?."

"Um. . . ."

Dia mengangguk.

Alasanku membuat sebuah party dengan seorang budak adalah karena mereka penurut, tidak bisa bohong, dan tidak akan menghianatiku. Bagiku yang tidak punya orang yang bisa kuandalkan, orang yang bertindak seperti mesin saja yang bisa kupercaya.

"Jadi jangan terlalu banyak memikirkan hal tidak berguna."

Sebab mesin tidak memikirkan sesuatu seperti itu. Dan ketika kau tidak lagi bertindak seperti mesin, aku tidak lagi bisa mempercayaimu. Yang pada akhirnya membuatku tidak membutuhkanmu lagi. Di saat itu mungkin aku akan berpikir kalau investasiku padamu merugikan.

"Kau tidak mau kujual lagi kan?."

"Um."

"Bagus, sekarang habiskan makananmu dan ikuti aku."

"Ya."

"Hari ini kita akan berburu sesuatu yang besar, jadi siapkan tenagamu."

Setelah itu Hinata menghabiskan makanannya dan kamipun pergi ke lokasi berburu.


WTF lenovoaxioo nulis cerita beginian? ngikut trend.