Uzumaki Naruto diserang rasa panik ketika tempat 'istimewanya' tumbuh keras jika dia melihat atau memperhatikan dengan jeli tubuh dari beberapa siswi perempuan dikelasnya. Dan untuk mencaritahu keanehan itu, setelah kelas akademi dibubarkan dia segera berlari ke kantor Jijinya.

"Hokage-jiji, kenapa tempat 'istimewaku' menjadi keras ketika aku memperhatikan siswi perempuan dikelasku?"

Pertanyaannya itu membuat Sarutobi Hiruzen ternganga. Dia menghentikan kegiatannya menandatangani dokumen, kedua matanya menatap Naruto sangsi. Bukannya dia tidak tahu, namun dia sedikit bingung karena sebuah gejala Pubertas menyerang Naruto yang masih berusia 6 tahun.

"Aku tak tahu harus berkata apa (?)" Sarutobi menggaruk-garuk dagunya. "Tapi apa kau yakin dengan apa yang kau katakan i-"

Sarutobi berhenti ketika pintu ruangannya diketuk dan seketika terbuka menampilkan sekretarisnya yang datang membawa kopi.

Naruto yang melihat kedatangan sekretaris itu seketika menahan nafasnya. Kedua tangannya menutupi daerah selangkangannya, menghalangi setiap pandangan untuk siapapun bisa melihat celananya yang berkembang. Meskipun begitu, mata birunya itu terus menatap perhatian kepada pantat si sekretaris yang berlenggak-lenggok menghampiri meja Hokage-jijinya.

'Bagaimana bisa?' Batin Sarutobi menjerit, dia menahan keinginannya berbicara dan lebih memilih menunggu sekretarisnya untuk meninggalkan ruangan.

Setelah beberapa saat menunggu kembalinya si sekretaris, Sarutobi berdehem meminta perhatian cucunya yang masih memandangi pintu yang tertutup.

"Naruto, apa yang kau alami saat ini adalah gejala normal dari fase Pubertas. Namun yang aku sendiri bingung,,," Sarutobi berhenti, menghela nafas sejenak sebelum dia menyelesaikan penjelasannya. ",,,Kenapa dia menyerangmu yang masih berusia 6 tahun?"

"Eh? Memangnya itu salah, Jiji?" Naruto mengangkat alis, dia sendiri juga terbawa bingung dengan perkataan Jijinya.

"Mmmmm,,," Sarutobi mengangguk. ",,,Pubertas adalah masa dimana seorang anak mengalami perubahan fisik, psikis, dan pematangan fungsi seksual. Masa pubertas yang normal biasanya dimulai ketika si anak berusia 8-10 tahun. Tapi entah kenapa pubertas menyerangmu disaat usiamu baru memasuki 6 tahun? Dalam medis menyebutkan adanya masa pubertas dini, itupun ketika si anak berumur 7 -9 tahun."

"Itu berarti, aku tidak normal ya, jiji?" Naruto menunduk sendu dan dengan tangannya mencengkram sisi celananya.

"Tidak ada yang menyebutmu tidak normal, Naruto-kun! Mungkin kita bisa menyebut keadaanmu saat ini adalah khusus!" Sarutobi menyanggah, dia hanya bingung, bukan menganggap cucunya tidak normal. Dia berbicara tentang Kyuubi, dan mungkin saja pubertas Naruto yang terlalu dini ini di dorong oleh keberadaannya.

"Terus apa yang harus aku lakukan, Jiji?" Naruto menggaruk tengkuknya merasa bingung, "Aku masih sangat bingung dengan pubertas itu!?" Dia sama sekali masih tabu dengan nama pubertas yang disebutkan Jijinya itu.

"Aku rasa aku tidak bisa menjelaskannya dengan cukup nyaman." Dahi Sarutobi mulai berkeringat dingin. "Lebih baik kau kembali lagi besok siang! Aku akan meminta bantuan wali kelasmu untuk bertanggung jawab menjelaskannya padamu!"

Sarutobi tahu, dengan sifat tersembunyinya yang mesum, dia tidak akan bisa menjelaskannya dengan benar kepada Naruto. Dia tidak ingin meracuni pikiran polos cucunya itu dengan variasi penjelasan yang sangat mengedepankan nilai fantasinya.

.

.

.

Naruto Masashi Kishimoto

Genre : Adult, Smut with plot, Romance, Drama, Parody and litle Adventure.

Warning : Don't like, don't flames! Only 18up! .

.

.

.

Suzume sedang duduk di kursinya, menenggelamkan kepalanya diatas meja guru dengan mulut yang tak henti mengeluh dengan jadwal padatnya mengajar di akademi.

Setelah memeriksa jadwal ajaran baru membuatnya langsung berada dalam suasana hati yang sangat buruk, pikirannya merasa terbebani dengan stres yang dia dapatkan dari tugasnya sehari-hari sebagai instruktur akademi.

Bercinta bisa meringankan stres, namun dia tidak pernah melakukannya karena meskipun sudah berumur 25 tahun, Suzume sendiripun masih memegang title perawan tua yang tidak pernah berpacaran.

Meskipun Masturbasi bisa menenangkan sedikit gairahnya, namun itu tidak pernah membuat pikirannya tenang. Pikirannya sudah mulai merasa muak, dia sudah sangat mendambakan pasangan yang akan siap meringankan stresnya.

Tapi siapa? Dia sudah mencari dari timur kebarat, selatan keutara dan hasilnya akan tetap sama. Kebanyakan laki-laki mendambakan wanita yang cantik dan seksi, dan kriteria seperti itu sangat jauh untuk dia jangkau.

"Suzume-san!"

"Suzume-san!"

Dengan ekspresi awut-awutan Suzume mendongkak menatap rekan kerjanya.

"Kau dipanggil keruang kepala!"

Dengan malas dia mulai bangkit dari kursinya, berangkat keluar ruangan guru untuk menuju ketempat dimana kepala akademi berada.

"Dia kenapa?"

"Jadwalnya semakin padat, mungkin saja pikirannya mulai stres."

"Ooooh,,,"

ooo

ooo

Setelah mengetuk pintu, Suzume membuka pintu dan segera menghadap kepala akademi, karena menunduk Suzume tidak menyadari bahwa yang duduk dikursi kepala adalah pemimpin desanya.

"Terimakasih telah memenuhi panggilanku, Suzume-san!"

"Ho- Hokage-sama,,," Suzume tersentak, dia mendongkak dan lekas membungkukan badannya. ",,,Ma- Maafkan saya jika tidak menyadari itu anda, Hokage-sama!"

"Aku yang seharusnya meminta maaf karena telah mengganggu waktumu, Suzume-san!" Sarutobi menggelengkan kepalanya. "Dan mungkin juga aku harus meminta maaf lagi untuk membuatmu membantu orangtua ini!" Sarutobi menaruh pipa rokoknya dan tersenyum menatap Suzume.

Mendengar itu membuat Suzume menganggukan kepalanya.

"Naruto,,, cucuku yang malang telah memulai jalan menuju kedewasaaanya, dan sejujurnya aku tak begitu tahu bagaimana menjelaskannya kepadanya (?)." Dengan wajah sedih Sarutobi menjelaskan kepada Suzume.

"TIDAK MUNGK-" Suzume sontak langsung menutup mulutnya, nadanya lepas kendali menerima informasi itu. "Ma- Maksudku,,, bagaimana mungkin? Bukankah masih terlalu dini untuk memulai itu?"

Dia mengenal Naruto Uzumaki, dia adalah salah-satu siswa yang diajarnya. Jadi bagaimana mungkin anak semuda itu mulai mengalami pubertas? Sangat aneh!

"Akupun sama terkejutnya denganmu!" Sarutobi meringis.

"Jadi apa yang bisa saya lakukan untuk anda, Hokage-sama?" Suzume bertanya hormat.

"Aku akan bertanya,,," Sarutobi berhenti, menghela nafasnya sebelum mengatakan maksud yang ingin dia sampaikan tadi. ",,,Apakah kau bisa melakukannya untukku? Menjelaskan fase pubertas untuk Naruto?"

Mata Suzume melebar. Dia mulai diserang panik dan gugup ketika muncul bayangan-bayangan jika dia harus menjelaskan hal memalukan itu untuk Naruto.

"T- Tapi,,,"

Suzume berhenti ketika beberapa pikiran menggoda dan tidak senonoh muncul di kepalanya.

Bagaimana jika selain menjelaskan tentang pubertas, dia juga menjelaskan sekaligus mengajarinya tentang beberapa kesenangan orang dewasa?

Bagaimana jika dia mendidik anak Naruto ini menjadi mainan Seks hidup untuk dia gunakan?

Suzume tahu sedikit tentang siswanya itu, dan jika boleh dipikirkan kembali, kriteria sebagai alat peringan stres nampaknya sangat cocok untuknya.

Uzumaki Naruto adalah seorang anak yatim-piatu, jadi tidak akan terlalu bermasalah dengan orangtuanya. Terutama dia juga merupakan hama yang dihindari oleh hampir seluruh penduduk desa, jadi jika suatu saat kegiatannya ketahuan, dia tidak akan terlalu bersalah dan mereka malah menganggapnya sebagai korban dari kebiadapan Naruto.

Menyadari semua itu membuat batin Suzume menyeringai. Akhirnya sebuah kesempatan datang untuknya, dia hanya perlu memoles 'Boneka Seks' itu dan membuatnya hidup untuk memuaskan nafsunya.

",,,Perintah Hokage adalah mutlak, saya akan menerima tugas ini dan bekerja semaksimal mungkin untuk menjelaskannya kepada Uzumaki-san!"

"Aku senang mendengarnya, Suzume-san!"

TO BE CONTINUED!

oooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooo

Baca beberapa fanfic lemon/smut membuatku jadi kepingin membuat satu fanfic tambahan untuk meramaikan per-lemonan Indonesia. Hahahahaha

Aku akan menambahkan nama lengkap dari Suzume menjadi Suzume Okita, di caon dia berusia 31 tahun tapi aku ingin membuatnya sedikit lebih muda, jadi jangan tanya kenapa!?

Siapa yang punya fetish dengan cewek nerd? Angkat tangannya tinggi-tinggi! :v

Aku menunggu responnya, karena aku author baru jadi aku sangat membutuhkan review untuk mendongkrak semangatku!