The Heirs
Naruto Masashi Kishimoto
High School DxD Ichie Ishibumi
Warning : AU, OOC, OC, TYPO, Semi Canon, dan Lain – lain
DevilNaru, SmartNaru
" Yumina - san, kemarilah ! "
Yumina berjalan tergesa-gesa mematuhi panggilan Kakashi yang dipenuhi kekhawatiran. Anggota termuda dalam peerage Minato Paimon itu sedikit kebingungan ketika ia memasuki tenda yang khusus bagi para kage dan petinggu desa menemukan bahwa bukan hanya Kakashi saja yang diliputi oleh kekhawatiran, namun juga Roger dan Mia.
Bersama dengan Kakashi, ketiganya berkumpul bersama Uzukage dan Mizukage yang untuk sementara mengambil alih tampuk kepemimpinan para Shinobi pasca penyerangan Rabo."
Uzukage - dono dan Mizukage - dono memiliki permintaan untukmu " ujar Kakashi yang pelak membuat Yumina berpaling kepada dua kage yang selamat dari Rabo.
Mizukage, yang dahulunya sempat menjadi lawan Yumina dulu ketika perang Shinobi 3 baru saja dimulai, segera menyampaikan apa yang ada di benaknya." Gadis muda, aku sangat mengingat bahwa di pertarungan sebelumnya kau memiliki kemampuan yang istimewa terkait dengan posisi "
" Itu benar " Yumina mengkonfirmasi kata-kata retoris tersebut.
Uzukage mengambilalih ketika ia merasa Mizukage terlalu berbasa-basi" Kami ingin meminta bantuanmu untuk melacak Rabo. Para Daimyo mulai curiga dengan apa yang terjadi dan kita harus cepat menemukan apa yang telah terjadi pada kage lain. Tentu kau paham apa yang terjadi jika para Daimyo sampai mengetahui peristiwa ini "
Yumina mengangguk paham. Para Daimyo merupakan manusia yang memiliki pengaruh besar atas tanah kekuasannya, setidaknya bagi bangsa Shinobi yang masih tetap aktif dan menyembunyikan diri dari Jepang telah menjadi negara modern. Dengan bocornya informasi ini dapat menebarkan informasi tentang dunia supranatural kepada rakyat para Daimyo ini yang bukan merupakan shinobi dan hal itu haruslah dicegah. Bahkan mereka telah memiliki rencana untuk menghapus ingatan beberapa shinobi muda dan tidak berpengalaman terkait dunia supranatural.
Mudah saja bagi Yumina untuk melakukan hal tersebut. ia sudah mengetahui pasti keberadaan Rabo dan telah mengarahkan Naruto ke sana. Kendati suara hatinya berteriak untuk segera membantu Naruto, ia tak bisa melakukannya sekarang. Waktunya belum tepat untuk itu.
Melihat adanya keraguan dari wajah Yumina, Mizukage membuka mulutnya lagi." Anda harus melihat situasi ini lebih luas lagi gadis muda. "Setelah yakin Yumina mendengarkannya, ia melanjutkan." Kita telah melihat sendiri bagaimana kemampuan orang itu. Hell, aku, mantan shinobi berambut perak, dan gadis mungil berambut hijau itu telah merasakan sendiri kekuatannya" Kakashi dan Mia yang disinggung oleh Mizukage hanya memberikan tatapan menusuk, namun mereka menyetujui bahwa Rabo sangatlah kuat
" Aku memperoleh informasi baru dari koneksiku bahwa kaum Samurai telah dibantai yang hanya menyisakan ketujuh pillar Samurai. Date Masamune, pillar terkuat sajalah yang masih dalam kategori baik-baik saja, sementara 6 lainnya masih dalam keadaan koma. Kita tak perlu terlalu jenius untuk mengetahui siapa yang bertanggungjawab atas hal ini bukan ?"Pertanyaan retoris itu hanya dijawab anggukan oleh mereka yang mendengarkan."Dengan gerakan ini, sudah pasti orang itu memiliki tujuan besar lainnya dan pasti akan sangatlah berbahaya. Kita harus segera mengetahui lokasinya. setidaknya dengan itu kita dapat menentukan targetnya selanjutnya. Hal itu membantu kita untuk daoat bekerja sama dengan kaum ataupun bangsa lailain untuk menumbangkan dia dan pada akhirnya memperoleh petunjuk akan keadaan para kage."
Mizukage menangkap Yumina yang sempat beradu pandang dengan Kakashi, Mia, dan Roger. Ia kemudian menambahkan kata-kata lagi" Aku sangat meyakini bahwa kalian memiliki petunjuk di sini"
Yumina mendesah lelah ketika Mizukage dan Uzukage mulai curiga oada menerima konfirmasi dari Kakashi dan yang lain dan mengerti kekhawatiran dari rekannya itu. Yumina mundur memberi jalan bagi Kakashi untuk menjelaskan situasi dan rencana mereka.
" Dengar, kami tidak mengetahui pasti target dan lokasi orang itu. Namun, kami memiliki dugaan"
Uzukage dan Mizukage mengangguk
"Segera elaborasikan"
Kakashi mengangkat tangan kanannya, mengintruksikan kedua kage tersebut untuk menahan diri.
"Ini akan sangat lama dan sangatlah efektif dan efisien jika saya menjelaskan ini pada yang lain. "
Mizukage kendati tak senang dengan kata-kata Kakashi menyetujuinya. Uzukage sebagai figur paling tua dan dianggap bijaksana di sana mengelus pelan janggutnya seraya memutuskan" Benar juga, kita akan mengadakan rapat segera. Panggil para komandan divisi kemari. Kita perlu mendiskusikan ini pada mereka juga"
Sementara itu, di sebuah tebing yang berada di kepulauan terdekat dengan Kyoto, ancaman lainnya ikut muncul dalam bentuk The White Night Demon dengan tangan kanannya yang diperban seluruhnya hanya menatap lurus pada perairan ganas yang memisahkan pulau tempat mereka berada dengan tak bereaksi ketika merasakan tekanan energi yang luar biasa berada di belakang tubuhnya.
" Bagaimana keadaanmu sang Prodigy Onmyouji ?"Ketika figur untuk mengeluarkan kata-kata tersebut, barulah Yashamaru berbalik dan segera berlutut menundukkan kepalanya.
" Kondisi hamba sudah pulih sepenuhnya, terkecuali lengan kanan hamba yang tak kunjung pulih setelah menerima serangan bocah iblis tersebut. Tentunya ini semua berkat keagungan anda, Rabo-sama"
Rabo hanya mengeluarkan dengusan yang diiringi dengan seringaian." Kau dan mulut manismu. Bagaimana dengan pasukanmu dan yang terpenting misi yang kuperintahkan padamu "
Kepalan tangan Yashamaru mengerat, namun tak ada perubahan ekspresi pada wajahnya " Para anggota hamba mulai berangsur pulih dari pengaruh yang ditanamkan Mephisto Pheles. Saya yakin dalam waktu dua hari lagi, mereka akan pulih untuk memenuhi panggilan anda. Terkait perintah anda, tidak ada yang perlu dikhawatirkan "
" Oh kalau begitu segera berikan padaku"
" Maaf tuan, bukankah anda mempercayakan ini pada kami"
Balasan dari Yashamaru yang spontan membuat Rabo terdiam. Tatapan matanya menajam pada ketua White Night Demon Eyes
" Apakah aku baru menangkap adanya keraguan pada diriku dalam kata-katamu tadi, Yashamaru?"
Yashamaru mulai bergidik ketika Rabo memanggil namanya.
" Tentu tidak, Ra- "
Rabo memotong ucapannya dengan sebuah pukulan tepat di wajah yang cukup membuat Yashamaru terlontar hingga hampir jatuh dari tebing. Sebelum sempat kehilangan keseimbangannya dan jatuh, Rabo menangkapnya dengan mencengkram lehernya untuk tidak jatuh.
" Kau hanyalah alat. Alat tak boleh menentang dan menolak titah pemiliknya. Eksistensi magician tak lebih dari itu. Apa kau paham maksudku, Yashamaru ?"
Yashamaru hanya mengangguk, ia kesulitan untuk membuka mulutnya.
" Bagus. Sekarang, lokasinya ?" Rabo menjatuhkannya tepat di sisi curam tebing. Tatapan yang ia berikan mengintimidasi namun Yashamaru berusaha keras untuk menyembunyikan ketakutannya.
"Kami meyakini benda itu terkubur tepat di stadium untuk duel nanti "
Rabo tersenyum lebar mendengar hal itu. " Kau yakin pusaka ke empat berada di sana ?"
" Keyakinan hamba 100% atas hal itu " Setelah mendengar itu, Rabo hanya tersenyum dan menghilang begitu saja.
Yashamaru yang kini tinggal sendiri hanya mengerat kepalan tangannya keras " Tunggu saja … hari di mana tujuanku terwujud akan tiba"
Harapan, setidaknya Yashamaru memiliki itu. Hal serupa tak dapat kita temukan pada Yato yang kini telah duduk terpasung di tangan dan kakinya pada Takimagahara yang telah kosong menyisakan sebuah singgasana emas di mana Rabo terlihat mengatur beberapa rencananya untuk membawa revolusi seperti yang ia katakan.
Panggung lebar Kyoto sebentar lagi akan membentang, membawakan terror dan misteri bagi siapapun yang terlibat di dalamnya.
Chapter 14: Suit Up !
Shikamaru merasakan ketegangan yang luar biasa kala setiap mata dalam ruang pertemuan tempat ia berada sekarang menatap pada dirinya dan Naruto. Sejak Arima memperkenalkan diri dan membawanya ke ruangan ini yang mana merupakan markas Onmyouji, ia dapat merasakan seluruh atensi ruangan tertuju pada mereka berdua.
Markas onmyouji itu layaknya stadium lapangan bola, namun tentu tidak seluas itu. Lantainya ditutupi oleh marmer tebal yang mengkilap sehingga seseorang dapat melihat pantulannya sendiri pada lantai tersebut. Kursi yang berjenjang layaknya ruang auditorium dalam pertunjukkan orchestra itu dipenuhi oleh para onmyouji. Kemudian, sinar cahaya redup yang berasal dari setiap obor pada pillar bangunan tersebut memberikan efek remang khas para dukun. Tepat pada bagian tengah, bagian yang layaknya tempat para pemimpin berdiri, Arima berada di sana dengan senyuman lebarnya yang sama sekali tak menunjukkan kharismanya sebagai Ketua dari Onmyouji.
" Ha'I Ha'I kalian dapat menghentikan tatapan kalian tersebut. Aku dapat melihat dengan jelas bahwa Naruto – san dan Shikamaru ataupun Abe no Seimei – sama terganggu atas hal itu "
Kata- kata Arima tidak berubah menjadi penyejuk bagi Shikamaru malah membuatnya semakin rishi kala tak hanya tatapan saja tetapi juga bisikan-bisikan yang meragukan eksistensinya mulai terdengar.
Salah seorang onmyouji yang Shikamaru ketahui datang bersama dengan Arima untuk membantu mereka sebelumnya berdiri di atas kursinya. Tubuhnya boleh kecil, namun Shikamaru telah melihat jelas dalam pertarungan tadi bagaimana onmyouji tersebut menolong mereka tanpa merapal sebuah mantra ataupun menggunakan jimat. Kenyataan bahwa ia duduk di barisan kedua setelah Arima juga menunjukkan ia memiliki pangkat di sana.
" Awalnya aku juga meragukan bocah ingusan ini sebagai Abe no Seimei. Namun, aku dapat merasakan hawa keberadaan Onmyouji legendaris itu dalam tubuhnya. Ia benar-benar reinkarnasi Abe no Seimei "
Shikamaru mengabaikan kebisingan yang dibuat oleh onmyouji lain setelah mendengar klaim tersebut. Fokusnya teralihkan karena kata-kata Onmyouji yang menyebutnya sebagai bocah ingusan.
' Kau lebih pendek dariku ! Kau yang bocah ! Bodoh ! '
Shikamaru cukup cerdas untuk tak meneriakkan isi kepalanya tersebut setelah melihat kemampuan onmyouji tersebut.
" Ha'I Ha'I, terima kasih atas konfirmasi mu Tenma – kun " Arima melontarkan senyum pada Tenma yang hanya membalasnya dengan seringaiannya seperti biasa.
" Sebelum kita membahas sesuatu yang serius di sini, izinkan aku untuk memperkenalkan para Guardians Onmyouji "
Arima memulai dengan memperkenalkan onmyouji cebol yang sebelumnya telah berbicara " Pria cebol di sana adalah Tenma Unomiya, sang Kijin ! "
" Hei ! " Shikamaru menyeringai dalam batinnya.
" Jangan nilai kekuatannya dari ukuran tubuhnya, ia merupakan guardians terkuat di antara 12 Guardians! "
Memilih untuk mengabaikan Tenma, Arima berpaling pada seorang pria bersurai biru langit yang menggunakan masker pada wajahnya. Ia memiliki perawakan pria muda dengan pakaian yang mengingatkanmu akan dokter.
" Kankuro Mitosaka, sang Seiryu ! Guardians terkuat setelah Tenma – kun "
" Anda terlalu melebihkan Arima – sama"
Arima kembali mengabaikan komentar tersebut dan melanjutkan pada seorang gadis pendek yang berwajah stoic dengan surai ungu panjang yang menyentuh hingga mata kakinya. Ia mengenakan pakaiann khas onmyouji berwarna kehitaman dengan paduan garis kuning pada setiap sisinya.
" Cordelia Kasukami, sang Tenku. Sekali lagi jangan melihat penampilannya, gadis ini memiliki robot-robot luar biasa yang dapat membuatmu tak berkutik "
Cordelia tak membalas, ekspresinya juga tak berubah sama sekali. Oleh karena itu, Arima melanjutkan pula seorang gadis bertubuh kecil pula namun memiliki surai pink yang bergelombang. Pakaian onmyouji nya sedikit berbeda dengan para onmyouji lainnya, pakaiannya lebih terlihat seperti gothic Lolita.
" Miku Zeze, sang Daion. Dia salah satu yang menemaniku untuk menolong kalian tadi dengan boneka-bonekanya. "
" Dan terakhir, Shimon Ikaruga " Arima menunjuk pada pemuda bersurai merah jabrik. Pemuda itu sama sekali tak menggunakan pakaian onmyouji, ia berpenampilan layaknya pemuda biasa. " Ia adalah anggota termuda kami dan pemegang gelar Suzaku "
" Tunggu, bukankah onmyouji memiliki 12 guardians … tapi kau baru menyebutkan lima guardians. Dimana para guardians lainnya ? " Shikamaru langsung mengutarakan kebingungannya. Pertanyaannya itu membuat seisi ruangan itu hening seketika. Reinkarna Abe no Seimei itu dapat merasakan ketegangan yang semakin kentara di ruangan tersebut. Ia cukup terkejut menemukan Arima masih menunjukkan senyumnya.
" Guardians Toda, Tenko, Rikugo, Genbu, Taijo, dan Kochin saat ini berada dalam masa kritis. Mereka sudah tak mampu memenuhi tugas mereka lagi sebagai guardians."
" A- apa yang terjadi pada mereka ?"
" Mereka berada di tempat dan waktu yang salah. "
Shikamaru dan Arima bertatap mata begitu lama hingga akhirnya ketua Onmyouji itu mendesah lelah. Raut kegembiraan dan konyol dari wajahnya menghilang digantikan keseriusan yang menunjukkan mengapa ia bisa terpilih menjadi ketua.
" Mereka memiliki misi bersama bangsa Samurai ketika Rabo memutuskan untuk membantai bangsa samurai "
Tak perlu penjelasan lebih panjang, Jiraiya dan para iblis telah mengerti apa yang telah terjadi.
" Ba – bagaimana dengan Byakko ? " Sinon bertanya, ia merupakan keturunan nekoshou asli yang bagian dari Shinto. Dibandingkan yang lain terkecuali Jiraiya dan Shikamaru, ia paling mengerti kondisi saat ini.
" Well, itu pertanyaan yang bagus darimu mantan Nekoshou. "
Ketika nama Byakko disuarakan, Shikamaru dapat melihat dan merasakan dengan jelas perubahan gerak-gerik dari setiap onmyouji dalam ruangan tersebut. Mereka terlihat seperti tidak nyaman untuk membahas mengenai Byakko.
" Byakko telah mengalami kekosongan sejak sekitar 20 – 30 tahun yang lalu. Kami masih belum menemukan onmyouji yang dianggap oleh Byakko pantas setelah pemegang gelar terakhir tersebut meninggalkan Kyoto untuk bergabung bersama sahabatnya. Walaupun setengah tahun yang lalu ia kembali kemari, kami tak dapat membawa diri kami untuk menerima dirinya dan rombongan yang ia bawa"
" Ma – maksudmu .. " Naruto mulai dapat menerka siapa yang dimaksud oleh Arima.
"Yap. Pemegang gelar Byakko sebelumnya telah bergabung dengan bangsa iblis, Amanokawa Seigen. Kami sangat kecewa atas hal ini. Namun kekecewaan yang lebih mendalam datang dari dirimu " Arima menunjuk pada Shikamaru yang menyipitkan matanya.
"Abe no Seimei hidup dalam jiwamu. Kau adalah reinkarnasi dari Onmyouji yang namanya terkenal seantero dunia. Onmyouji yang disebut sebagai yang terkuat. Sangat mengecewakan mengetahui legenda sepertinya menjatuhkan dirinya begitu jauh hingga bergabung dengan iblis "
"Benar-benar sebuah kekecewaan " timpal Tenma dengan seringai yang menunjukkan kejiijikan.
"Ho – " Naruto yang ingin membalas segera berhenti ketika Shikamaru maju selangkah.
"Pendapat kalian tentang diriku tidak penting bagiku. Aku berterima kasih kalian telah mau datang untuk membantu dan menyelamatkan kami. Bagiku bangsa Onmyouji tidak begitu penting, hanya Shukaku – otousan dan Yoshino – kaasan yang benar-benar kupedulikan. "
Shikamaru menarik nafas panjang, alis matanya tertekuk sangat kontras dengan wajah malas yang biasa ia gunakan
"Kau dan kalian semua dapat menyimpan pendapat kalian tentangku sesuka kalian. Mereka semua adalah teman-temanku, kami telah menjalani petualangan yang mempertaruhkan nyawa bersama. Kami berbagi semua itu dan aku sama sekali tidak merasakan penyesalan setelah menjadi iblis. " Setelah mengakhiri ucapannya, Shikamaru dengan sengaja mengeluarkan aura kekuatannya.
Knight Naruto menyeringai dalam diam ketika menyaksikan para onmyouji di hadapannya terkejut atas tekanan kekuatan yang miliki saat ini. Reaksi berbeda ditunjukkan oleh Arima dan Tenma yang hanya mengeluarkan cengiran; Kankuro, Cordelia, dan Miku masih tetap dengan ekspresi stoic mereka, sementara terakhir Ikaruga memberikan tatapan tajam pada Shikamaru.
Korrina yang sedari tadi hanya diam di belakang perlahan maju untuk menunjukkan dirinya. Fitur youkai tupainya telah belum ia aktifkan kembali semenjak menjelaskan cara mereka menyamar tersebut. " Arima – sama, kupikir sudah saatnya anda beralih pada fokus utama pertemuan ini "
Para Onmyouji memicingkan matanya tak senang atas sikap yang dinilai sok akrab kepada pemimpin mereka dari seorang iblis. Para Guardians tidak menunjukkan reaksi yang berarti, namun Arima kembali pada ekspresi ramahnya. " Kau benar sekali Korrina – chan. Tentu saja sesi untuk menguji mental keduanya telah selesai. Nah, mari kita bahas hal penting di sini "
Arima mengetukkan palunya di tangannya dan tanpa melirik ke belakang memerintahkan seorang onmyouji di belakangnya.
" Bawa mereka masuk "
" Dimengerti Arima – sama "
Naruto dan Jiraiya telah dapat menebak siapa yang Arima panggil. Keduanya sama sekali tak terkejut ketika menemukan Seigen dan Killer Bee berjalan masuk dengan gontai. Killer Bee sangat santai melantunkan rap-rapnya, mengabaikan tatapan – tatapan yang diberikan orang di sekitarnya.
" Akhirnya kau berhasil kemari juga, Naruto – sama " Seigen membuka ucapannya dengan kata-kata yang dipenuhi dengan nada keluhan. Kantung mata yang tebal dan ekspresi wajahnya yang sarat akan kelelahan semakin membuat Naruto merasa bahwa salah satu pawn ayahnya ini tidak terlalu senang dengan misinya untuk menyelamatkan Paimon.
" Maaf telah merepotkan kalian " balas Naruto, tidak tahu harus berkata apa lagi ketika melihat kondisi Seigen.
" Yo yo Naruto – sama tak perlu khawatir yo! " Bee menggantikan Seigen untuk merespon. Ia melakukan beberapa gerakan absurd yang Naruto tangkap sebagai sebuah tarian. Setelah memutarkan tubuhnya dengan gerakan yang ia anggap cemerlang, ia melanjutkan "Minato – sama memang tak pernah salah yo, beliau berkata anda pasti datang yo! "
Naruto sedikit terkejut mendengar kata-kata terakhir Killer Bee. Apa maksudnya ayahnya telah mengetahui bahwa peristiwa ini akan terjadi ?
Belum sempat Naruto mengutarakan kebingungannya, Arima mengetuk palunya kembali menarik perhatian dari para iblis, Jiraiya, dan Linze
" Ha'i anda dapat melanjutkan pembicaraan anda nanti. Tenma dan para guardians lain dapat mengantarkan teman-teman kita untuk keluar. Kita masih membutuhkan latihan untuk mempersiapkan diri melawan Rabo. " Tanpa ada bantahan Tenma berjalan keluar ruangan pertemuan tersebut diikuti para Onmyouji lainnya.
Arima melirik pada Seigen " Kau juga dapat melakukan hal yang sama bagi teman-temanmu". Seigen hanya mengangguk dan mulai berjalan keluar diikuti Bee yang masih terus melakukan Rapnya. Jiraiya, para iblis, dan Linze yang menyadari mereka harus mengikuti Seigen segera mengekori mereka.
Arima yang melihat hal itu kembali berkata lagi " Terkecuali untukmu Naruto Paimon dan Nara Shikamaru. Kita masih memiliki pembicaraan penting di sini "
Jiraiya berhenti mendengar ucapan Arima " Kalau begitu aku juga akan tetap tinggal "
" Oh kau benar-benar tak dapat mempercayaiku huh ? baiklah kau boleh tinggal "
Le Fay yang semula ingin ikut menyuarakan untuk tinggal berhenti ketika mendapatkan gestur Naruto untuk mengikuti Seigen dan yang lain. Sinon tidak terlalu peduli, begitu menerima gestur dari Kingnya untuk mengikuti Seigen, ia lanjut berjalan kembali. Mephisto pun acuh tak acuh tetap berjalan, ia sama sekali tak berhenti ketika Arima memanggil Naruto dan Shikamaru. Linze yang sempat berniatan sama dengan Le fay akhirnya harus memilih untuk mengikuti masternya. Korrina juga tak berhenti karena telah mengetahui apa yang ingin Arima bicarakan pada sepupunya.
Setelah ruangan itu benar-benar kosong menyisakan Arima, Naruto, Shikamaru, dan Jiraiya, ruangan itu mendadak menggelap. Arima mulai berdiri dan berjalan kepada Naruto. Tak ada lagi raut ramah di wajahnya hanya ada keseriusan di sana.
Ia menatap Naruto seperti sedang mengamati sebuah soal ujian yang begitu rumit. Tatapannya dalam hingga terasa hingga ke kalbu dan Naruto tertegun ketika raut ramah kembali hadir di wajah ketua Onmyouji tersebut.
" Naruto Paimon, kau benar-benar mewarisi perawakan ayahmu "
" Kau mengetahui ayahku ? " Naruto dengan alis terangkat menunjukkan kebingungannya. Apa Arima memintanya untuk bertahan di sini hanya untuk mengatakan bahwa ia mirip ayahnya. Bagaimana pula ketua Onmyouji itu mengetahui tentang ayahnya.
" Tentu saja. Aku telah mengenalnya selama apa yang bisa kuingat dalam kehidupanku. Aku mengingat seorang pemuda penjual senjata shinobi yang telah mengalahkanku saat aku masih dibutakan oleh arogansi atas bakat yang kumiliki "
Jiraiya mengangkat alisnya pula. Ia mengetahui betul bagaimana sejarah Minato dahulu. Sebelum menjadi Hokage keempat dan kemudian memalsukan kematiannya untuk bergabung dalam Civil War yang tak tahu kapan akan berhenti, menantunya itu menyamar menjadi penjual senjata shinobi. Ia melakukan ini selama bertahun-tahun, berpindah dari satu desa ke desa lain dan terus menyamarkan penampilannya. Namun, mata Jiraiya yang jeli tidak tertipu atas penyamaran Minato ketika pertama kali Kushina memperkenalkan mereka berdua. Ia tahu ada sesuatu yang salah pada Minato, ia sangat yakin bahwa Minato berbeda dari yang lainnya. Namun, itu cerita untuk kemudian hari. Sekarang, fokus Jiraiya tertumpu pada Arima yang mana matanya berkaca.
" Aku mengingatnya sebagai Teladanku. Kau tahu, aku selalu ingin mengalahkannya. Aku berlatih keras dan terus menantangnya di setiap kesempatan. Aku tidak mengingat pasti … seribu … serratus … entahlah " Arima mengangkat bahunya acuh dan ia kembali menatap lurus pada Naruto " Namun, aku mengingat pasti bahwa aku tak pernah mengalahkannya "
Naruto tertegun " Arima – sama, apa kau menahanku kemari hanya untuk menceritakan tentang ayahku ? "
Cengiran terbentuk di wajah Arima " Lihat, sikapmu yang langsung menuju ke titik permasalahan dengan kalimat sindiran begitu persis ketika Minato merasa terganggu. "
" Onmyouji, aku pikir kau telah menyimpang sekarang. Aku mengerti kau ingin mengenang masa lalumu dengan Minato. Namun, sekarang kita memiliki masalah genting di sini " Jiraiya yang melihat cucu angkatnya mulai merasa terganggu dengan prilaku Arima memilih untuk menegurnya.
" Nah, jawaban atas masalah genting itu telah berada di sini. Anda tak perlu terlalu khawatir Sannin Jiraiya "
" apa maksudmu ? " Shikamaru menyipitkan matanya penuh kecurigaan.
Arima mengabaikan pertanyaan Shikamaru dan kembali menatap lurus pada Naruto. Kedua tangannya dengan cepat mendarat pada pundak Naruto. " The Chosen One telah datang. Ia akan menyelesaikan masalah ini "
Mata Naruto, Jiraiya, dan Shikamaru melebar " The Chosen One ?!"
Sudut bibir Arima yang membentuk cengiran perlahan menurun ketika melihat reaksi kaget dari Naruto " Apa – apaan dengan reaksi tersebut ? Minato pasti telah mengatakannya padamu bukan ?! " Tangan Arima tanpa sadar mulai mencengram pundak Naruto begitu erat. Naruto yang telah merasa tak nyaman atas tindakan Arima segera menepis tangan tersebut dan melompat menjauh.
Arima masih menatap Naruto kendati Jiraiya dan shikamaru yang berada di dekatnya telah memasang posisi siaga.
" The Chosen One! Aku berbicara tentang ramalan mengenai dirimu. Minato tentu telah mengatakan hal ini padamu bukan setelah memilih untuk bunuh diri ?! "
Dua kata terakhir Arima benar-benar membuat mata Naruto terbelalak " APA MAKSUDNYA ITU ? "
Naruto berteriak keras pada Arima yang menunjukkan ekspresi baru. Itu bukan lagi keseriusan ataupun ramah, melainkan ekspresi jijik dan kecewa.
" Dad tidak bunuh diri. Ia menggunakan teknik terkuatnya 'Penarik Bulan' untuk membasmi Old Satan yang telah menyerang Paimon. Ia wafat atas pilihannya untuk melindungi warganya. Aku tidak akan mentolerir penghinaan atas kata-katamu itu! " ujar Naruto dengan nada penuh kebencian. Jiraiya berani bersumpah ia melihat mata kanan Naruto berkedip-kedip hendak membentuk pola pusaran air.
" Bohong ! Kau pasti menyadarinya bukan ?! Minato Paimon, iblis sekuat dan sepintar dia pasti memiliki jalan lain untuk menyelamatkan warganya. "
Naruto yang hendak membalas kata-kata Arima berhenti dan tertegun ketika menyaksikan ketua Onmyouji itu mulai menangis dalam diam.
" Pria itu …. Aku tahu semua kemampuan dan kecerdasannya. Jika ia benar-benar ingin menyelamatkan warganya, ia pasti memiliki jalan lain. Ia memiliki sejuta rencana yang tak akan tertebak oleh musuhnya. Ia dapat membalikkan keadaan bahkan ketika ia berada dalam keadaan antara hidup dan mati pun. Ia … ia bisa saja menghubungiku atau yang lainnya untuk datang membantu ketika penyerangan itu. " Suara Arima semakin melirih hingga pada kata-kata terakhirnya hanya berupa bisikan yang tidak begitu terdengar, namun Naruto dengan pendengaran iblisnya mendengar itu.
" A- apa maksudnya itu ? " Kepala Naruto mulai dipenuhi oleh kata-kata Arima. Sejuta spekulasi, asumsi, dan teori mulai berputar dalam otak cerdas tersebut. Namun sebelum sempat ia menarik kesimpulan, ia merasakan tepukan lagi pada pundaknya. Tepukan itu dari Arima yang sekarang menatapnya dengan lirih.
" Aku tidak tahu apa yang Minato pikirkan, tapi … ada ramalan yang pada intinya mengatakan bahwa kau adalah kunci untuk menyelesaikan masalah di Kyoto ini. Tidak ini malah bukanlah masalah yang besar, kau the chosen one memiliki tanggung jawab yang lebih besar dibandingkan masalah ini " Mata Naruto, Shikamaru, dan Jiraiya kembali melebar mendengar deklarasi Arima.
XoX
Istana Yasaka
Tengu dan Sesshomaru menemukan diri mereka berlutut di hadapan para Bijuu yang berkumpul. Para Bijuu adalah penguasa atas bangsa Youkai Shinto. Dengan Yasaka yang merupakan bijuu ekor 9 sebagai penguasa tertinggi sementara bijuu ekor 1 hingga 8 menjadi dewan petinggi desa. Tengu sendiri merupakan wakil dari Yasaka, ia memiliki peran layaknya perdana menteri sedangkan Sesshomaru merupakan kepala unit keamanan.
" Hmm, keadaan ini akan semakin sulit. Tak kusangka bangsa Onmyouji akan ikut campur " Songoku, sang Bijuu ekor empat dengan perawakan layaknya kakek tua namun dengan tubuh berotot berkomentar atas laporan dari Tengu dan Sesshomaru.
" Kheh, aku sudah menduga bahwa generasi muda benar-benar tidak bisa diharapkan. Aku lebih kecewa ketika mendengar kalian berdua gagal menangkap para iblis karena gangguan dari Onmyouji. Kemampuan kalian berdua mulai mengkarat rupanya " Shukaku, sang Bijuu ekor satu mengkritik pedas pada Tengu dan Sesshomaru.
" Kau tidak memiliki hak untuk berkomentar banyak Shukaku. Keturunanmu ikut ambil dalam penyergapan ini. Bukankah kita harus lebih fokus pada tindakan apa yang perlu kita lakukan terhadap bangsa Onmyouji? " Matatabi, sang Bijuu ekor dua menatap nyalang pada Shukaku yang balas menatapnya.
" Aku setuju dengan Matatabi. Kita perlu bertindak tegas terhadap bangsa Onmyouji. Perbuatan mereka hari ini sangatlah tidak pantas sebagai bagian dari Shinto " Isobu, sang Bijuu ekor tiga menyuarakan persetujuannya atas kata-kata Matatabi.
Kokuo, sang Bijuu ekor lima dan Saiken, sang bijuu ekor enam hanya duduk diam. Mereka tidak berkomentar apapun.
" Aku juga setuju dengan pendapat Matatabi – chan. " Chomei, sang bijuu ekor tujuh berkomentar dengan nada ceria sama sekali tidak menyesuaikan diri dengan kondisi tegang di antara para bijuu.
" Pendapat Matatabi ada benarnya. Namun, kita perlu berfokus pada duel dua hari lagi bukan ? Masyarakat Youkai telah menunggu duel ini. Lagipula …. " Yamata No Orochi, sang Bijuu ekor delapan menyuarakan pendapatnya, ia menggantung ucapannya seraya melirik pada Yasaka yang duduk di paling tengah " Aku curiga bahwa Yasaka – sama telah membangun konspirasi untuk menunda duel yang akan menurunkannya dari tahta "
Suasana sedikit menegang ketika Yamata no Orochi melayangkan tuduhannya pada Yasaka.
Yasaka mendelik pada saudaranya tersebut dan akhirnya berpaling pada Tengu dan Sesshomaru untuk menyatakan keputusannya sebagai penguasa " Awasi pergerakan bangsa Onmyouji dan selidiki alasan mereka dalam kasus ini. Kita tidak bisa seenaknya memulai konflik dengan sesama bangsa Shinto. Apalagi keadaan darurat di mana Takamagahara tidak memberikan respon apapun terkait Yatogami Rabo. "
Yamata yang mendengar keputusan Yasaka tidak dapat menahan dirinya untuk berkomentar " Oh, sungguh bijaksana dirimu Yang Mulia Yasaka – Hime. " Tentu saja komentar itu dipenuhi dengan nada sarkasme.
Tengu dan Sesshomaru yang telah memperoleh perintah mereka pamit undur diri. Setelah keduanya pergi, para bijuu lainnya juga mulai beranjak, dimulai dari Shukaku, Matatabi, Songoku, dan Yamata no Orochi meninggalkan ruangan tersebut tanpa memberikan hormat pada Yasaka. Yamata no Orochi bahkan berhenti pada pintu masuk dan menyampaikan kata-kata pada Yasaka
" Nikmatilah singgasana mu itu selagi bisa Yasaka. Setelah duel lusa, kau tak akan memperoleh sedikitpun kesempatan untuk menginjakkan tanah di istana ini "
Yasaka menatap tajam Yamata no Orochi yang berjalan santai keluar. Setelah benar-benar sosok saudaranya itu menghilang dari pandangannya, Yasaka menghela nafas dan memandang saudaranya yang masih bertahan yakni Isobu, Kokuo, Saiken, dan Chomei.
" Anda harus segera melakukan sesuatu tentang duel ini Yang Mulia Yasaka. " Kokuo mengutarakan kata-katanya yang mendapat balasan helaan nafas tak berdaya oleh sang Kyuubi.
" Aku berharap dapat melakukan sesuatu saudaraku "
Chomei yang biasanya riang sedikit murung ketika melihat ekspresi Yasaka yang sendu. Ia dan Isobu menatap satu sama lain sebelum akhirnya bertukar pandang dengan Saiken. Dalam diam, keduanya beranjak berdiri dan menunduk hormat pada Yasaka sebelum akhirnya beranjak pergi dari ruangan tersebut.
"Bijuu ekor lima semulanya mengambil jalan netral dalam perebutan kekuasaan ini. Namun, Han sebagai wakil kami sangatlah ambisius. Aku tidak dapat membendung ambisi nya untuk menjatuhkan anda dari tahta anda. Maaf Yasaka – sama, hanya itu yang dapat saya katakan. Saya mendoakan yang terbaik bagi kejayaan Kyoto, bagi kejayaan Youkai"
Yasaka menatap Kokuo yang ikut bangkit pula. Ratu Youkai itu segera menyahut balasan atas kata-kata saudaranya tersebut.
"Terima kasih Kokuo. Aku juga berharap hal yang sama"
Sementara itu pada kubu yang menentang Yasaka, Shukaku mendelik pada Yamata No Orochi
" Sejujurnya saudaraku, aku tak mengerti mengapa kau memulai semua konspirasi untuk menurunkan Yasaka ketika kau berada di pihak yang sangat dirugikan karena tak memiliki perwakilan untuk turun duel "
" Khehehe, Tanuki gendut ini benar ular bodoh. Duel tinggal dua hari lagi, namun aku sama sekali belum melihat perwakilanmu. " Son Goku mengabaikan delikan yang Shukaku berikan padanya. Bijuu ekor empat itu lebih tertarik untuk mengejek saudaranya yang lain, sang Bijuu ekor delapan.
Matatabi yang mengerti permainan yang Son Goku mainkan, segera menyahut.
" Ah, bodohnya kau saudaraku. Bijuu ekor delapan sudah tak lagi memiliki keturunan muda untuk mewakilkan diri mereka dalam pertarungan ini. Mereka semua sudah binasa "
Shukaku yang sebelumnya kesal karena diejek dan diabaikan oleh Son Goku segera tertawa terbahak-bahak ketika melihat Yamata no Orochi berhenti berjalan dan memandang mereka dengan niat membunuh yang luar biasa. Tentunya itu menakutkan, namun Yamata no Orochi tak bisa berbuat apa-apa sekarang. Setidaknya itulah yang Shukaku pikirkan.
Tanpa sempat ketiga bijuu tersebut hindari, tiga buah anaconda besar segera membelit tubuh mereka, meremas tubuh mereka dengan keras. Sebelum Son Goku dan Matatabi sempat untuk membakar ular-ular tersebut keduanya membatu, yap benar-benar membatu secara harfiah setelah dihadiahi tatapan mata dari gorgon. Shukaku yang berhasil selamat dan tidak begitu terganggu oleh serangan Yamata No Orochi segera mengeluarkan Meriam udaranya untuk melempar Yamata no Orochi.
Namun serangan itu segera dianulir oleh Yamata No Orochi dengan membentuk ular raksasa dari haorinya yang menelan Meriam angin Shukaku. Bijuu ekor satu itu tetap berhasil lolos dan membuat jarak untuk menghindari serangan kejutan lainnya dari Yamata no Orochi.
" Kheh, serangan kejutanmu lumayan. Akan tetapi, di hadapan pertahanan absolutku, itu bukanlah apa-apa" ujar Shukaku dengan kepercayaan diri tinggi hingga tak menyadari Yamata no Orochi tak lagi di hadapannya.
" Pertahanan absolut huh ?"
Shukaku melebarkan matanya ketika mendengar suara Yamata no Orochi tepat di belakangnya, sebelum sempat bertindak lebih jauh, sebuah tebasan yang begitu menyakitkan pada dadanya membuatnya terdiam. Ia menatap tak percaya pada sebuah sebuah pedang yang berada di genggaman Orochimaru.
" Kusanagi ?! "
" Yap, namun sayang sekali ini bukan yang asli. Kau tentunya mengetahui bukan bahwa pedang kusanagi berasal dari leluhurku yang berhasil dibunuh oleh Susano'o. Aku mempelajari bagaimana itu bisa terjadi dan membuat replikanya. Walaupun tidak sekuat aslinya, namun ini benar-benar efektif untuk membelah pertahananmu huh"
" Ugh … " Shukaku melirik ke samping secara refleks setelah mendengar erangan tersebut. Bola matanya melebar menemukan Matatabi dan Son Goku dalam keadaan lemas pada belitan ular anaconda yang memiliki diameter 10 m. Ia juga baru menyadari bahwa ular yang sama telah membelitnya.
" Kalian pikir aku begitu bodoh melakukan tindakan ini tanpa ada persiapan huh ?! "
" Ini mungkin luput dari perhatian kalian. Namun, satu keturunanku berhasil selamat dan menjadi iblis setelah peristiwa itu "
Ketiga bijuu itu melebarkan mata mereka mendengar pernyataan Orochimaru.
" Dan beruntungnya aku, tanpa harus bekerja keras …. 6 bulan yang lalu ia datang kemari. Tentunya sebagai tetua yang baik aku menerima nya dan orang-orang yang ia bawa dengan satu syarat. "
Ketiga bijuu tersebut meneguk ludah kepayahan setelah melihat seringai mengerikan di wajah Yamata No Orochi
" Bantai para Bijuu "
XoX
"Masalah Kyoto dimulai oleh adanya ketidakpuasan para Bijuu atas kepemimpinan Kyoto dipegang oleh Kyubbi secara turun temurun semenjak perang para dewa" ujar Arima menjelaskan kepada para iblis muda, Jiraiya, Mephisto, dan Linze mengenai awal muda kekacauan di Kyoto. Ia tidak sendirian, para Guardians, Seigen, Bee, Korrina, dan yang paling mengejutkan ketujuh samurai yang selamat dari pembantaian Rabo berada di ruangan tersebut.
Mereka telah saling berkenalan satu sama lain dan mengetahui para Samurai yang selamat. Ketua mereka, Date Masamune, sang Pillar Petir terlihat sangat depresi karena gagal menyelamatkan bangsanya. Namun dia bukanlah yang berdiri terakhir untuk melawan Rabo. Figur yang memperoleh kehormatan tersebut mirisnya merupakan samurai termuda yang bahkan belum mencapai gelar Pillar. Kamado Tanjirou, ia merupakan samurai dari tingkat biasa dengan teknik pernafasan mataharinya. Pemuda itulah yang beberapa kali sempat menahan tebasan Kusanagi Rabo. Keduanya terlihat begitu depresi sehingga tidak begitu mengikuti alur pembicaraan. Para samurai lainnya mengikkuti tindakan kedua orang tersebut.
" Perang para dewa ? " beo Linze tak mengerti.
" Itu adalah perang yang terjadi ratusan tahun yang lalu. Perang di antara ke Sembilan bijuu yang pada akhirnya mengeluarkan Kyuubi sebagai pemenangnya setelah berhasil mengalahkan Yamata No Orochi, Hachibi terkuat saat itu. " Arima menjawab kebingungan Linze dengan segera.
" Jika yang berperang adalah para bijuu mengapa disebut perang para dewa ?" Le Fay ikut menyuarakan kebingungannya.
" Pada zaman dahulu, kekuatan Bijuu sangatlah besar dan manusia mempercayai mereka ada pada tingkatan dewa, bukan sebuah pemikiran yang salah menurutku, namun seiring dengan pudarnya kepercayaan akan Shinto, kekuatan itu juga mulai berkurang drastis. " Seigen menggantikan Arima untuk menjawab kebingungan Le Fay. Tatapan matanya yang seperti orang tanpa punya harapan hidup itu menghentikan Le Fay dan yang lainnya untuk bertanya lebih lanjut. Arima yang mengerti bahwa ia dapat menjelaskan kembali, melanjutkan tindakannya itu.
" Ketidakpuasan ini dimulai sejak suami Yasaka – sama menghilang tanpa jejak setelah hampir membahayakan kaum Youkai. "
" Yasaka – sama memiliki seorang suami ?! " Jiraiya terperanjat dengan mata yang melebar.
" Tentu saja bodoh. Jadi kau pikir dari mana anaknya, Kunou – hime sama datang jika ia tidak memiliki seorang laki-laki untuk membantunya membuat anak " Mephisto dengan tenang memukul keras belakang kepala Jiraiya atas keterkejutannya yang konyol. Pilihan kata-katanya yang sedikit vulgar membuat Naruto dan Shikamaru bertindak cepat menutup telinga Le Fay yang mereka pandang sebagai anak polos selagi memberikan tatapan tajam pada iblis tua legendaris tersebut.
"Apa yang sebenarnya mantan suami Yasaka – sama lakukan hingga dapat membahayakan kaum youkai" Sinon yang tidak terpengaruh dengan keadaan sekitar dan berfokus pada penjelasan Arima menanyakan hal yang krusial dalam diskusi ini.
Arima terdiam sejenak dan memandang kepada Bee dan para Guardians. Setelah memperoleh anggukan dari mereka, ketua onmyouji itu melanjutkan.
"Ia ingin membuka the Box of Happiness atau dengan kata lain Kotak Pandora. Pusaka yang diturunkan Kaguya – sama pada bangsa Youkai. "
Sinon melebarkan matanya ketika mendengar hal itu. Namun, keterkejutannya semakin bertambah, ketika Arima menjelaskan lebih lanjut lagi.
"Malah sebenarnya, ia telah berhasil membuka salah satu mulut dari kotak Pandora tersebut yang mengakibatkan hampir punahnya para keturunan Bijuu dan meninggalnya Baji dan Wu Chin, dua youkai legendaris saudara seperguruan dari Sun Wukong untuk menyegel kembali kotak Pandora tersebut. Para Bijuu muda yang kalian lawan sebelumnya merupakan keturunan terakhir dari masing-masing bijuu. "
" Tunggu … kami tidak melihat ada perwakilan dari Bijuu ekor delapan "
" Yo … satu –satunya bijuu ekor delapan yang tersisa hanya aku selain si pak tua Yamata No Orochi yo! "
" Jadi anda yang akan mengikuti duel ini ? " tanya Sinon pada Bee.
Seigen menghela nafas, ia menggantikan mantan Bijuu ekor delapan itu untuk menjawab " Begitulah rencananya. Namun, kedatangan Naruto dan kalian semua mengubah itu semua"
" Maksudnya? " Shikamaru mengangkat alisnya.
Arima menyilangkan tangan di depan dadanya, menatap lurus dengan pandangan tajam " Beberapa hari belakangan ini, aku dan para guardians menangkap gerakan-gerakan mencurigakan di Kota Kyoto. Aku yakin beberapa kali menangkap keberadaan magician di tanah Kyoto"
Kelompok Paimon terlihat berjengit mendengar hal itu, terkecuali Sinon yang belum sempat berurusan dengan The White Night Demon Eyes.
" Tepat. Aku pikir Yashamaru telah menggerakkan magician di bawah komandonya untuk sebuah misi. Kemungkinan terburuk misi tersebut berasal dari Rabo yang berarti … ia mengincar pusaka terakhir. "
Ketua Onmyouji tersebut menjeda sesaat selagi berjalan menuju para Guardians yang tengah terbaring koma setelah ikut bertarung melindungi para samurai
" Dengan setengah guardiansku yang tumbang. Aku berpikir Bee sangat dibutuhkan untuk tindakan preventif. Setidaknya ketika hal buruk terjadi dan Pandora kembali bangkit, para Bijuu tidak berkumpul pada satu tempat. Itu dapat memberikan kita sedikit waktu untuk bersiap menghadapi perang"
" Perang?! " Le Fay dan Linze terlihat terkejut mendengar hal ini. Naruto dan Shikamaru menyipitkan mata mereka sedangkan Sinon tidak menunjukkan reaksi yang berarti.
" Yap. Perang. Itu pasti akan terjadi. Banyak nyawa yang akan tumbang dalam waktu dua hari lagi. Satu hal yang bisa kita lakukan hanyalah mengurangi jumlah korban yang jatuh. "
" Mengapa tidak mencegah perang itu terjadi ?! "
" Itu tidak mungkin" ujar Tenma, sang Guardians terkuat. " Untuk mencegah perang ini, para dewa Shinto merupakan satu-satunya pihak yang dapat kita andalkan. Namun, melihat tidak adanya gerakan dari Takamagahara terhadap Rabo hanya menunjukkan dua kemungkinan"
" Takamagahara melakukan tindakan secara diam-diam yang sudah pasti dapat kita lihat beberapa petunjuknya jika memang terjadi atau Takamagahara telah roboh. Jika aku menjadi Rabo yang telah memiliki tiga pusaka tersebut, tentu saja merobohkan Takamagahara menjadi satu tindakan yang harus dilakukan. Dengan kehilangan para dewa tempat mereka menggantungkan harapan mereka, para warga Shinto tak akan memiliki kesempatan untuk menolak ide revolusinya."
Cordelia mencibir " Revolusi bodoh"
Kankuro mengurut pelipisnya keras " Tindakannya dapat memancing perhatian dunia kepada Shinto. Ia menginginkan Shinto menjadi penguasa atas dunia ini. Sebuah filosofi bodoh yang akan membawa Shinto malah jatuh ke dasar. Tidak ada yang menguasai dunia ini. Kita berbagi hidup dan melakukan yang terbaik untuk dunia ini. Setidaknya itulah yang Kaguya – Kami-sama inginkan bagi bangsa Shinto ketika membangun 4 pusakanya. Ia menginginkan pusaka itu menjadi alat untuk bertahan dari gempuran luar jika terjadi. Rabo benar-benar telah merusak esensinya dengan berniat menggunakan pusaka tersebut untuk menyerang yang lain."
" Ok. Aku mengerti. Namun, kita keluar dari topik. Aku menangkap bahwa Bee – san tidak akan mewakili Bijuu Ekor Delapan. Pertanyaannya adalah siapa yang akan menggantikannya ?" ujar Naruto yang membuat Arima, Bee, Seigen, Korinna, Guardians, dan para Samurai menatapnya.
Setelah hening beberapa saat, Le Fay memilih untuk memecahkan keheningan tersebut.
" Et –etto … kupikir Naruto – san benar. Apakah kalian dapat berhenti memandang dia seperti itu ? Kita butuh mencari pengganti Bee – san dalam Duel ini bukan ?"
Shikamaru mengurut pelipisnya ketika mengerti mengapa semuanya menatap Naruto. Pemahaman yang sama pun segera ditangkap Naruto yang melebarkan matanya " Kalian ingin aku menggantikan Bee – san dalam duel ini?!"
" Untuk saat ini, itulah pilihan terbaik. " ujar Arima
" Kemampuan dan kecerdikanmu tak perlu diragukan lagi. Aku telah melihatnya sendiri ketika pertarungan dengan para Bijuu tadi. "
" Kau tidak perlu memikirkan tentang penyamaran. Alat yang diciptakan Clemont ini dapat menyamarkan aura iblis dan penampilanmu" Korrina menambahkan dengan mengeluarkan arloji yang serupa digunakan oleh dirinya.
Naruto mengamati sejenak arloji tersebut. Ia mempelajarinya sejenak dan segera mengembalikannya pada Korrina.
" Eh?"
" Aku sudah tidak membutuhkannya." Naruto menjawab kebingungan Korrina dengan memperlihatkan arlojinya sendiri. Dengan satu usapan, aura iblis Naruto memudar. Mata birunya berubah warna menjadi kekuningan, kulit tubuhnya dan surainya menghitam. Terakhir ia memiliki delapan ekor berbentuk layaknya tentakel gurita.
Korrina terbelalak melihat perubahan itu
" Ba-bagaimana bisa?"
" Arlojiku memiliki beberapa kemampuan. Aku menambahkan teknologi Clemont dalam arlojiku. Namun, aku tidak dapat menggunakan kemampuan arlojiku yang lain ketika menggunakan teknologi Clemont. Terlebih, teknologi Clemont hanya memberikanku penyamaran menjadi youkai. Aku masih tidak dapat menggunakan senjutsu. Jadi yang benar-benar bisa kumanfaatkan saat bertarung hanyalah Seals Paimon dan Sacred Gearku"
" Sacred Gear ? Kau memilikinya ?"
"Yap. Aku baru mengetahuinya ketika Old Satan menyerang" balas Nruto membuatnya murung seketika. Perasaan yang sama terjadi pada Korrina, Seigen, Bee, dan Jiraiya.
Arima yang menyadari perubahan tensi tersebut segera bertepuk tangan menarik perhatian semua kepadanya " Ha'I ha'I kupikir ada banyak hal yang terjadi sekarang. Ini merupakan saat yang tepat bagi kalian untuk istirahat"
XoX
Setelah para tamunya meninggalkan ruangan, ketujuh Samurai yang selamat bertukar pikiran. Para samurai tidak seperti dua bangsa Shinobi dan Onmyouji yang diberkahi oleh Chakra dan Manna, mereka hanyalah manusia biasa namun memiliki teknik pengaturan pernafasan yang membuat mereka mampu mengatur stamina agar dapat bertarung. Oleh karena itulah, para samurai terkuat disebut sebagai "Pillar" sesuai dengan tipe pernafasan masing-masing.
" Apa kita benar-benar bisa mempercayai para Onmyouji dan iblis ini ?" Ichiga Kurosaki, Pillar Kegelapan masih meragukan untuk bekerjasama dengan bangsa Iblis yang merupakan lawan mereka sejak dahulu kala.
" Kita tidak memiliki pilihan lain. Bangsa kita telah dimusnahkan menyisakan kita bertujuh. Aliansi merupakan jalan terbaik untuk membalas perbuatan Rabo" Balasan itu datang dari Date Masamune, Pillar Petir yang disebut sebagai Pillar terkuat.
" Satu-satunya yang mampu untuk menahan Kusanagi hanyalah Yoruichi. Sayang sekali, ia telah meninggalkan kita terlebih dahulu. Aku sependapat bahwa aliansi merupakan jalan terbaik sekarang" Mifune, sebagai Pillar Besi dan yang paling lama menduduki Pillar menyatakan persetujuannya.
Ketiga Pillar lainnya menggangguk setuju. Mereka adalah Pillar Batu, Pillar Air, dan Pillar Bunga. Sedangkan satu-satunya samurai yang selamat dan bukan merupakan Pillar hanya duduk termenung. Gambaran akan pembantaian bangsa mereka benar-benar terpatri di kepalanya.
Date yang mengerti apa yang berada di pikiran pemuda tersebut segera menepuk pundaknya.
" Tenang saja. Kita akan membawa keadilan bagi mereka yang telah berbuat ini kepada kita. Kita akan membalas Rabo. Tidak akan ada lagi yang tersakiti setelah kita membunuhnya. Kau setuju denganku Tanjirou ?"
XoX
Naruto duduk termenung pada kasur yang telah disiapkan untuknya. Untung saja mereka memperoleh ruangan mereka masing-masing di markas Onmyouji ini. Ia benar-benar membutuhkan waktu untuk sendirian dan memikirkan semua yang terjadi hari ini. Terlebih kepada kata-kata Arima bahwa ayahnya sengaja membunuh dirinya sendiri dan adanya ramalan yang menyangkut tentang dirinya.
Pikirannya tidak bertahan lama ketika Naruto mendadak bersin karena adanya partikel debu di sekitarnya. Alis matanya berkerut ketika menemukan ruangannya begitu dipenuhi debu. Ketika mengamati teksturnya dengan seksama, bola matanya melebar ketika menyadari bahwa itu bukanlah debu, melainkan pasir.
Naruto terlambat menyadari bahwa ada hal yang ganjil ketika lantai tempatnya bergejolak membuat gempa kecil hingga membuatnya terjatuh dan pasir-pasir yang mendiami ruangannya bergelombang seakan berusaha menarik dirinya. Dengan segala pengendalian yang ia miliki atas tubuhnya, Naruto melompat tinggi dan melayang di udara menggunakan sayapnya.
Pasir di kamarnya bergejolak sekali lagi sebelum akhirnya meledak melontarkan butiran-butiran pasir super cepat yang mampu untuk melubangi tengkorak manusia. Dengan menggunakan kemampuan aerobatiknya, Naruto mampu menghindari beberapa serangan yang dapat berakibat fatal dan selamat dengan beberapa luka lecet di tubuhnya. Sosok penyerangnya sekarang telah berdiri di tengah ruangan kamarnya yang berantakan. Ia melirik pintu keluar dan menyadari bahwa ruangan ini terlalu sempit untuk bertarung. Ia akan sangat kesulitan. Namun seluruh dinding kamarnya telah diselimuti pasir. Tidak ada kesempatan bagi Naruto untuk melarikan diri atau membawa musuhnya ini kepada tanah lapang di mana Naruto lebih diunggulkan.
" Aku telah mendengar semuanya. Kalian terlalu naïf jika berpikir bahwa kalian bisa lari begitu saja. Di detik-detik terakhir, aku menempatkan beberapa pasirku pada tubuh kalian. Aku dapat melacak kalian hingga kemari"
Naruto mengenalinya sebagai Ichibi, keturunan dari Shukaku, Sabaku No Gaara. Pengendalian pasirnya begitu luar biasa hingga Mephisto Pheles yang terus bersama mereka bahkan tak menyadari teknik Gaara.
" Lalu, kau kemari untuk menangkapku?"
" Tidak. Ayah menginginkanmu untuk mati. Aku hanya harus membawa bukti bahwa kau telah mati. Kepalamu sudah cukup"
" Maaf kawan, aku suka kepalaku masih di tubuhku."
" Aku bukan kawanmu. Aku juga tidak membutuhkan pendapatmu " Gelombang pasir kembali menyerang Naruto yang mampu ia hindari dengan sangat baik. Lengan kanannya segera bertransformasi membentuk selaras senapan. Ia menembakkannya pada lantai di sekitar Gaara. Namun Gaara yang mengetahui maksud Naruto untuk melarikan diri dari ruangan tersebut membentuk pasir yang cukup tebal untuk menahan peluru Naruto.
Gelombang pasir kembali bergerak liar berusaha menangkap Naruto yang mulai kewalahan.
Grep.
Naruto tertangkap. Pasir telah mencengkram pergelangan kakinya. Satu momentum tersebut segera digunakan Gaara untuk membanting Naruto ke lantai yang telah dipenuhi pasir.
"Sial" Naruto menggerutu ketika pasir-pasir di tanah tersebut mulai mencengkramnya hendak meremukkan tulang-tulangnya.
"Semuanya berakhir di sini. Aku akan membawa kepalamu dan pergi dari sini"
" Sayang sekali. Hal itu tak terjadi"
DUAR
Pasir yang menyelimutinya meledak seiring lengan kanannya memerah sempurna. Gaara terlihat sedikit mengerutkan matanya melihat hal tersebut. Namun, ia merespon dengan sangat cepat. Pasir-pasir di sekitar Naruto mulai mencoba untuk menangkap Naruto kembali. Sementara ia membentuk sebuah cambuk pasir di depannya yang hendak melecuti lawawnnya.
Exchange
Naruto segera berpindah tempat dengan gentong di belakang tubuh Gaara
Kepalan tangannya mengerat seiring suhu lengan kanannya meningkat dan dengan satu ayunan cepat pukulan itu mendarat pada perut Gaara. Setidaknya, itulah yang Naruto rencanakan. Ia sama sekali tak menyangka bahwa Gaara dapat dengan cepat membalut lengannya dengan pasir.
" Pasir cukup tahan panas jika dapat digunakan dengan tepat"
Tidak ingin berbuat kesalahan seperti sebelumnya. Duri – duri pasir segera terbentuk dan menembus tubuh Naruto, meninggalkan luka besar di perutnya hingga Naruto memuntahkan darah.
Dengan tenang, Gaara mencengkram erat surai kuning Naruto. Tangannya telah dilapisi pasir membentuk sebuah bilah kapak.
Gerakannya terhenti ketika merasakan sebuah pukulan kecil di perutnya. Ia menemukan lengan kiri Naruto memukul perutnya, pukulan yang sangat ringan. Bahkan hanya terasa seperti sebuah sentuhan. Namun, matanya segera terbelalak ketika mendengar sebuah suara mekanik yang diikuti dengan menurunnya staminanya.
Divide
Lengan kiri Naruto segera terbalut gauntlet putih dengan permata ungu tepat di telapak tangannya. Duri pasir yang menusuk Naruto segera menyusut hingga tak lagi menusuk Naruto. Hal yang sama berlaku bagi pasir yang menyelimuti lengan kanannya. Dengan hal itu, tidak ada lagi halangan bagi Naruto untuk mendaratkan Phoenix Fist pada wajah Gaara yang hanya sempat melindungi dirinya sesaat. Pukulan Naruto terbukti sangat kuat hingga melontarkan Gaara keluar dari ruangannya.
Pertarungan itu berakhir ketika Gaara yang hendak bangun menemukan dirinya dikerumuni oleh Mephisto Pheles, Shikamaru, Jiraiya, dan Sinon. Sementara Le Fay dan Linze segera memasuki ruang Naruto untuk membantu memulihkan Naruto.
" Ja – jangan bunuh dia. Cukup segel kemampuannya dan tahan dia. Setelah urusan dengan Rabo selesai. Kita dapat menyerahkannya pada para Youkai" Ujar Naruto yang telah kembali pulih cukup membuat terkejut Linze dan Le Fay karena saat pertama melihat Naruto terdapat lubang menganga di perutnya.
"Seperti biasa, kau terlalu lembut" Shikamaru mendesah lelah. Mephisto Pheles yang tidak keberatan akan usul Naruuto segera menyegel kemampuan Gaara.
" Kenapa ? Kau bisa membunuhku sekarang?"
" Membunuhmu tak akan menyelesaikan apapun."
Para Onmyouji segera datang menjemput untuk menahan Gaara.
Setelah Gaara benar-benar pergi, Mephisto melirik ke arah Naruto dan Shikamaru.
" Kupikir aku mempunyai ide agar rencana menyusup ke Duel dapat lebih terjamin"
Mephisto Pheles yang memperoleh tatapan kebingungan dari para generasi muda yang melihatnya hanya tersenyum tipis
" Ini ide yang fantastis. Namun sebelum itu, aku akan memperbaiki system Manna mu terlebih dahulu Heir Paimon"
Aura keunguan menyelimuti tubuh Naruto. Ketika aura itu menghilang, Naruto dapat merasakan Seals Paimon nya kembali, bahkan menjadi lebih kuat.
" Dengan ini kau berutang padaku Heir Paimon. Satu-satunya harga yang kuterima hanyalah menumbangkan Rabo!"
"Benar"
TBC
Profile Character :
Title : Lord of Paimon
Ability : Seals of Room
Equipment : Divine Dividing (Partial), Innovate Clear
Skills :
Seals of Room
1. Alpha Mode. Dengan menggunakan kemampuan seals nya, Naruto dapat memodifikasi penglihatan dan instingnya dengan tajam. Melalui alpha mode, Naruto dapat melihat hingga 10 Km dengan jelas dan mampu berteleportasi dengan kunainya. Serangan pamungkasnya pada mode ini merupakan Alpha Jab, di mana Naruto dapat memberikan pukulan langsung ke dalam tubuh lawannya. Alpha jab ini dapat menganggu peredaran darah dan membuat musuh merasakan efek paralysis jika terlalu lama terkena.
2. Beta Mode. Mode ini merupakan tahap lanjut dari Alpha Mode. Dengan mode ini, Naruto memperoleh penglihatan layaknya sinar x-ray sehingga dapat melihat dengan jelas bagian dalam tubuh musuhnya. Serangan pamungkasnya merupakan Beta Stab yang dapat memutus aliran oksigen pada peredaran darah, menyerang langsung pada sendi dan tulang sehingga mengakibatkan cedera dalam berat pada musuhnya.
3. Gamma Mode. Mode ini merupakan tahap final dari Seals of Room. Dengan mode ini, Naruto dapat memaksimalkan kemampuan pada Alpha dan Beta Mode dalam satu waktu. Teknik terkuatnya bernama Gamma Sword, yang dapat memotong hingga kepada jaringan terdalam tubuh target.
4. Omega Mode : Omega Punch (Locked)
5. Terra Mode : Terra Slash (Locked)
Bonds Synchronization : Dark Phoenix (Partial Locked)
1. Phoenix fist
2. Phoenix Suffocated
3. Vertical Slash (Locked)
4. Phoenix Claw
5. Phoenix Sacrifices
6. Cursed Burning Cross (Locked)
Combination Techniques
1. Flaring Shadow Strike (With Shikamaru)
2. Shadow Burning Shuriken (With Shikamaru)
3. Triangle Chaos (With Shikamaru dan Le Fay)
4. Flaring Schyte (With Hidan)
5. Absolute Defense (With Gaara)
6. Total Attack (With Shikamaru, Le Fay, dan Sinon)