"Baekhyun, apa kau yakin?"

"Tentu saja!"

"Aku benar-benar sudah gila."

"Tentu saja! Syukurlah kau sudah menyadarinya!"

"Astaga anak ini! Ini semua gara-gara kau!"

Baekhyun dan Sehun selalu menjadi duo komplit, saat Sehun menjadi satu-satunya yang 'waras' dari keduanya, Baekhyun akan menjadi yang paling 'gila'.

Saat mereka berumur 8 tahun, mereka masuk di SD yang sama dan pada hari itu Sehun memenangkan mainan yang dijanjikan sebagai hadiah oleh gurunya saat mereka bermain game, Baekhyun kesal karena ia kalah dan ia sangat menginginkan boneka itu lebih dari apapun, pada saat bersamaan ini juga merupakan pertama kalinya Baekhyun tidak mendapatkan apa yang ia inginkan, jadi Baekhyun kecil berusaha untuk merebut mainan itu dan akan melakukan apapun agar Baekhyun mendapatkannya.

Hal pertama yang terlintas dipikiran Baekhyun adalah merebut paksa mainan itu lalu berlari kabur atau setelah merebut paksa boneka itu ia akan memukul Sehun lalu menikmati tangisan Sehun yang bertanda bawah ia kalah, pikiran Baekhyun saat itu terlalu berbahaya untuk pikiran seorang anak SD.

"Kau mau mainan ini?"

"Ha?" Baekhyun terkejut, tentu saja ia terkejut, Sehun baru saja berbicara dengannya, orang yang merebut mainannya baru saja berbicara dengannya. "Dari tadi kau memandanginya. Jika kau mau kau bisa memilikinya, boneka ini tidak sesuai dengan gayaku."

Baekhyun memandangi Sehun heran, apakah ia baru saja memberikan bonekanya padaku? Dengan sukarela?

"Ambillah," Sehun mengulurkan boneka yang dipegangnya pada Baekhyun, Baekhyun menatap boneka itu dan Sehun berulang kali, apakah ia serius?

"oh kau tidak mau?" Baekhyun masih memandangi Sehun bingung, Sehun dibuat kesal melihatnya, "baiklah, sepertinya boneka ini lebih bagus jika diletakkan di kotak sampah."

"AH! Jangan! Jangan!" Baekhyun merebut boneka itu dari tangan Sehun secepat kilat lalu ia memeluknya erat. "Tinggalkan saja boneka ini padaku."

"Aku memberikannya padamu, bukan meninggalkannya. Itu artinya aku tidak akan mengambil boneka itu lagi darimu." Sehun mengulurkan tangganya pada Baekhyun, Baekhyun memiringkan kepalanya kesamping dan memandangi tangan Sehun heran. "Namaku Oh Sehun. Byun Baekhyun, kan? Teman?"

Baekhyun tersenyum dan menyambut tangan Sehun dengan semangat, "Teman."

Saat umur 8 tahun, Baekhyun mendapatkan teman baru, Oh Sehun.

Beberapa bulan setelah mereka baru memasuki SMP, Baekhyun memukul kakak kelas mereka sampai-sampai kakak kelas itu tidak bisa masuk selama beberapa minggu karena kedua matanya hitam lebam dan salahsatu tangannya patah. Pada saat itulah pertama kalinya Sehun tau jika Baekhyun merupakan anak yang suka dan pandai berkelahi.

"Apa kau gila?!" Sehun berteriak didepan wajah Baekhyun setelah menariknya ke toilet sekolah, Baekhyun memejamkan matanya takut lalu memasang wajah memelas miliknya.

"Oh ayolah Sehun, ia menindasku, kakak itu seorang bully," Sehun mengurut keningnya yang berkedut akibat tingkah Baekhyun, "dia juga salah memilih korban sih." Gumam Baekhyun.

"Astaga kau ini! Kau itu anak baru! Bagaimana bisa kau sekolah dengan tenang jika sudah seperti ini? Kakak kelas yang lainnya pasti akan mengejarmu dan berujung mengganggumu karena kau secara tidak langsung sudah tidak menghormati mereka." Sehun mengembuskan nafas berat.

Baekhyun tersenyum manis dan Sehun sangat tau jika itu terpaksa, "kau akan membantuku kan, Sehun?"

"Apa pilihanku? Tentu saja aku akan membantumu, bodoh." Sehun mengacak rambutnya kasar dengan jarinya. "Kau pasti akan terkena sanksi, mungkin kau akan di skors selama beberapa hari bahkan beberapa minggu. Apa kau mau? Apa yang akan orangtua-mu katakan nanti?" Sehun berjalan mondar-mandir didepan Baekhyun, Baekhyun hanya tertawa melihat tingkah temannya itu.

"Orangtua-ku sudah tidak ada lagi Sehun, aku tinggal dengan Luhan, ingat?" Baekhyun tertawa pelan, "malah sekarang kau yang berlagak seperti orangtua-ku."

"Oh benarkah? Bagaimana jika aku beri tau Luhan tentang masalah ini? Bukannya ia menjadi 'orangtuamu' untuk saat ini?" Sehun merogoh kantong seragamnya untuk mengambil hp-nya dan Baekhyun langsung berdiri dan menahan tangan Sehun kuat.

"OWWWW KAU TIDAK BISA MELAKUKAN ITU!"

"Kenapa tidak?"

"Ayolah Sehunnn, kau tau jika Luhan tau ini dia akan menceramahiku sampai telingaku berdarah," Baekhyun merengek dengan air mata palsu yang Sehun tau betul jika airmata itu merupakan senjata andalan Baekhyun disaat ia sedang mempengaruhi orang lain, "atau lebih buruk lagi ia akan membunuhku!"

Sehun hanya memandangi Baekhyun dengan datar, "Bukankah kau pantas mendapatkan itu semua?"

"Astaga Sehun aku tidak tau kau sejahat itu."

"Sekarang aku yang jahat?"

"Tolonglah Sehunnn," Baekhyun mengeluarkan puppy eyes miliknya, Sehun mengerutkan keningnya dan mengeluarkan nafas panjang. "Astaga apa-apaan ini, baiklah-baiklah. Singkirkan wajah mengerikanmu itu dari hadapanku."

"ASAAA! SEHUN MEMANG YANG TERBAIK!"

Saat merek SMP, Sehun menyadari jika ia akan selalu luluh dengan puppy eyes Baekhyun.

Masuk SMA tahun akhir, Sehun mengetahui jika Baekhyun sering menipu orang lain, tidak jarang ia melihat Baekhyun belari dikejar dua atau tiga orang yang berbadan dua kali lebih besar dari Baekhyun dan tidak jarang juga ia akan melihat Baekhyun berkelahi dengan orang yang mengejarnya jika ia ditunggu oleh satu orang saja, Sehun mengetahui fakta ini dengan cara yang tidak mudah.

Hari itu Sehun sedang menunggu Baekhyun didepan gerbang sekolah mereka saat ia melihat Baekhyun berlari melompati pagar sekolah mereka dan mendarat tepat didepan Sehun.

"Oh, Sehun?" Baekhyun berbalik dan terkejut melihat Sehun, sangat jelas jika Baekhyun tidak mengira Sehun akan ada disana, "apa yang kau lakukan disini?"

Sehun memejamkan matanya dan menghembuskan nafas berat, apakah ini balasan yang didapatkannya selama berteman dengan Baekhyun? Kebodohannya? "Aku menunggumu, bodoh. Kau yang mengajakku pulang bersama semalam, kan? Jangan bilang kau lupa." Baekhyun mengangguk lalu setelahnya ia segera menarik tangan Sehun paksa ketika ia mendengar orang-orang dibelakang Sehun meneriaki mereka dengan sumpahan. Baekhyun menarik Sehun untuk berlari dan berakhir dengan memasuki salah satu gang sepi beberapa blok setelah sekolah mereka.

Saat mereka sudah sangat jauh memasuki lorong itu, Sehun berhenti secara mendadak dan berbalik menggenggam tangan Baekhyun kuat yang mengakibatkan Baekhyun hampir terjatuh karena kehilangan keseimbangan, "apakah kau masih peduli untuk menjelaskan sesuatu padaku, Baekhyun?"

Baekhyun mengeram dan memijat pelan bagian atas tanggannya yang ngilu akibat tertarik secara tiba-tiba dan sangat kuat, "bisakah untuk sekarang kita kabur saja? Mereka sebentar lagi akan menangkap kita jika kita tidak bergegas, aku akan menjelaskannya saat kita sudah aman." Baekhyun menarik tangan Sehun untuk berlari lagi tetapi Sehun tidak akan percaya dengan bualan Baekhyun lagi jadi ia kembali menarik tangan Baekhyun yang menyebabkan ia hampir tersungkur.

"Kau jelaskan sekarang atau kita tidak akan pergi dari sini," Sehun melepaskan tangan Baekhyun dan melipat kedua tangannya didepan dada, Baekhyun menginjak-injakkan kakinya ketanah geram. "Bukankah ini jalan buntu? Kau tidak ada pilihan lain selain melawan mereka disini jika ingin keluar dan aku yakin kau mumbutuhkanku untuk melawan mereka, jadi selagi menunggu mereka sampai, mari mendengar penjelasanmu atas orang-orang yang mengejarmu selama ini. Siapa mereka?"

Baekhyun mengeluarkan suara geraman kecil, ia memandangi Sehun sinis lalu menceritakan kenapa orang-orang itu bisa mengejarnya, dan untuk mengatakan reaksi Sehun seperti apa, Sehun hanya diam memandangi Baekhyun.

"Jadi kau seorang penipu?" Baekhyun memandangi Sehun takut lalu mengangguk pelan, ia menundukkan kepalanya, tak berani menatap Sehun. Sehun menghembuskan nafasnya lalu berjalan mendekati Baekhyun, "aku tidak tau alasanmu kenapa kau bisa menjadi seorang yang seperti itu, dan aku tau pasti alasannya pasti sangat penting untukmu." Sehun mengacak rambut Baekhyun pelan, "Kau tau kan aku akan selalu menjadi orang yang mendukungmu? Jadi apapun masalahmu ataupun jika kau butuh orang untuk membantumu melawan orang-orang itu, kau bisa mengandalkanku."

Baekhyun tertawa lalu merangkul Sehun, "baiklah! Mari mengubah tittle kita dari sahabat menjadi partner in crime!"

"Kenapa tidak keduanya?" Sehun tertawa lalu menarik pipi Baekhyun kuat, "astaga kau sangat lucu."

Baekhyun menepis tangan Sehun dan tertawa, karena saat tiga orang yang mengejar mereka sudah datang menghampiri mereka, pada saat itulah mereka tau dan sangat sadar akan fakta jika mereka merupakan duo yang sangat hebat jika bekerja sama.

Jadi, saat Sehun melihat dua orang berdiri disamping mobil sport yang Baekhyun 'pinjam' sebelumnya, Sehun tau jika kerjasamanya dengan Baekhyun satu kali lagi sedang di uji.

Sehun berjalan menghampiri kedua orang tersebut dengan kunci mobil yang sudah diberikan Baekhyun sebelumnya, "Paman? Apakah kalian bisa menepi? Aku ingin pulang dan kalian menutupi jalan keluar mobilku."

Salah satu dari mereka melihat Sehun dari atas sampai bawah dan mendorongnya keras yang mengakibatkan Sehun terdorong beberapa langkah kebelakang, "aku yakin sekali ini bukan mobilmu, nak. Dimana bocah tengik itu?"

Sehun tersenyum tipis, ingin sekali ia menjotos orang ini tapi sebuah persoalan lebih baik didiskusikan terlebih dahulu bukan? Guru Sehun pernah mengatakan jika kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah apapun, "Apa yang kau maksud paman? Jelas-jelas ini mobilku, jika bukan kenapa aku bisa memiliki kuncinya?" Sehun mengayunkan kunci mobil itu dijari tangannya dengan muka datar yang mengatakan cepat-minggir, air muka kedua orang tersebut berubah kesal karena Sehun secara tidak langsung mengusir mereka dan tidak menghotmati mereka berdua.

"Jangan mengetesku, bocah. Berlarilah sebelum aku memukulmu. Dan jangan lupa bawakan bocah Baekhyun itu, aku tau kau sedang melindunginya." Salah satu dari mereka mendorong Sehun untuk kedua kalinya, dan dorongan itu akan menjadi terakhir kalinya mereka menyentuh Sehun.

Sepertinya guru Sehun salah, karena mendiskusikan masalah tidak selalu berhasil, maka jalan satu-satunya adalah kekerasan. "Baiklah, maafkan aku mengenai ini, Paman." Sehun menendang perut laki-laki yang berada didepannya kuat sehingga ia terhempas kebadan mobil dengan keras. Saat melihat partner-nya terjatuh kesakitan, laki-laki satunya menghampiri Sehun dan melayangkan tangannya untuk memukulnya, tetapi Sehun melihat pergerakannya dan menangkap pergelangan tangan orang itu lalu mendorongnya kebelakang sampai terdengar bunyi patahan tulang, Sehun melepaskan pergelangan tangannya lalu menendang kepalanya sehingga ia tergeletak ditanah disamping Sehun, Sehun menarik tangan orang yang sedang berteriak kesakitan sambil memegangi perutnya itu lalu mendorongnya menjauhi mobil Baekhyun, Sehun membuka pintu sopir mobil sport itu dan masuk kedalamnya, ia menghidupkan mesin mobil itu dan tidak lama setelahnya pintu penumpang mobil itu terbuka dan Baekhyun masuk kedalamnya.

"Aku melihat paman itu memuntahkan darah dan paman yang satunya lagi memegangi pergelangan tangannya yang ku prediksi pasti patah," Baekhyun memandangi Sehun curiga. "Kau tidak perlu sekasar itu tau, bagaimana jika boss-nya mengirimkan lebih banyak orang untuk mengejarku?"

"Jika kau ingin protes dan merengek tentang orang-orang yang mengejarmu nanti, kenapa kau meminta bantuanku? Kau tau ini akan terjadi, kan."

"Astaga baper sekali," Baekhyun berdecih. "Aku hanya bercanda! Akan lebih bagus jika kau mematahkan kedua tangan orang itu dan membuat yang satunya berlumuran darah. Agar mereka tau jika mereka mengejar Baekhyun mereka tidak akan membuahkan hasil."

"Jadi, bagaimana dengan traktiranku?"

"Janji adalah janji, ayo ke restoran itali yang paling mahal itu. Aku juga ingin mengembalikan mobil ini." Sehun tersenyum tipis, ia mengacak rambut Baekhyun pelan, lucu sekali.

(0)

"Boss, kami menemukan identitas mahasiswa yang membawa lari mobil anda." Seorang berjas hitam masuk keruangan bernuansa hitam dan silver itu dengan membawa dokumen yang berisi informasi dan identitas seseorang ditangannya, lalu ia berjalan mendekati meja yang terletak dipinggir ruangan dan menyerahkan dokumen itu pada seseorang yang duduk dibalik meja itu.

"Bagus, kau bisa keluar."

Chanyeol membuka dokumen itu dan menemukan foto anak yang membawa mobilnya kemarin dihalaman pertama, Byun Baekhyun, seorang mahasiswa di universitas negeri di Seoul, jurusan IT, tinggal bersama sahabatnya, banyak record tentang dirinya berkelahi dengan siswa satu sekolahnya dulu maupun sekarang dan juga dengan orang luar, kabur dari rumah sejak umur 10 tahun, penipu. Yang terakhir membuat Chanyeol mengerutkan keningnya, bagaimana anak sekecil dan selugu ini bisa menipu? Jika ia menipu pun orang pasti sudah bisa menebak jika ia merupakan bocah ingusan yang mencoba untuk memeras uang mereka, atau mereka terlalu bodoh untuk menyadarinya? Chanyeol hanya mengangkat bahunya tak peduli, orang kaya saat ini memang sangat mudah dibutakan dengan wajah cantik dan seks, tidak heran jika banyak sekali orang yang tertipu, wanita-wanita jalang pun merupakan penipu paling rendahan, mereka akan memuaskanmu lalu akan meminta bayaran dan tak sedikit dari mereka yang tetap tinggal dengan pengusaha-pengusaha bodoh itu, mereka memiliki banyak pendamping dan membuang uang mereka tanpa mereka sadari.

Chanyeol tidak akan pernah tertipu dengan muslihat mereka-mereka yang berlutut dan merangkak dikakinya hanya untuk ketenaran dan uang.

Tanpa peringatan, tiba-tiba Kyungsoo masuk ke kantornya tanpa mengetok pintu terlebih dahulu, "tuan maafkan aku, tetapi kau harus melihat ini." Kyungsoo bergegas mendekati Chanyeol dan menunjukkan tablet yang sedang dipegangnya, didalamnya terdapat video dengan anak buahnya yang berbicara dengan satu orang dengan muka lebam yang diikat dikursi.

"Kami tidak tau apa-apa, kami diberitau jika sekertaris dari eXo meminta uang yang sangat besar jumlahnya pada CEO kami untuk alasan keamanan, ia bilang itu merupakan perintah langsung dari Presdir Park, lalu beberapa hari setelahnya saat Presdir Yang mendengar berita ini, ia mengatakan jika eXo telah menipu kami karena beberapa hari sebelum sekertaris eXo itu datang, kami sudah membayar uang keamanan tersebut, jadi Presdir Yang memerintahkan kami untuk memperingatkan eXo tentang akibat dari menipu kami dengan cara menyerang bar kalian di Gangnam, Presdir Yang juga akan berhenti membayar uang keamanan mulai dari sekarang-"

Chanyeol menghembuskan nafas berat, "tidak mungkin kau meminta uang itu kan, Kyungsoo?"

Kyungsoo sedikit tersentak dengan pernyataan Chanyeol tetapi ia berhasil menenangkan dirinya beberapa detik setelahnya, "tentu saja tidak, Tuan."

"Apakah kau sudah mengetahui pelakunya?" Kyungsoo mengangguk lalu menekan tabletnya beberapa kali sebelum memberikannya pada Chanyeol.

"Sepertinya orang yang membawa lari mobilmu dengan orang yang mengaku menjadi sekertaris eXo adalah orang yang sama, tuan." Kyungsoo menggeser layar tabletnya sebelum melanjutkan penjelasannya. "seperti yang anda lihat, ini adalah rekaman CCTV di bar YG yang didatanginya, kecocokan ditur dan postur tubuhnya hampir mendekati 90% dan bisa dipastikan mereka adalah orang yang sama."

"Karena belum ada yang tau dengan keberadaan dan bagaimana penampilanku atau penampilan sekertaris eXo, Baekhyun ini memanfaatkan keadaan itu, Tuan. Karena jika ia menggunakan identitasku maka akan lebih mudah karena eXo merupakan gang ternama dan terkuat di Seoul, sehingga korbannya akan dengan mudah percaya dan tanpa penyelidikan lebih lanjut akan mengeluarkan jumlah uang yang ia patok karena tidak ada yang meragukan eXo."

Chanyeol tertawa tipis, ternyata ia menipu bukan menggunakan wajah dan tubuhnya, ia memanfaat jurusan yang ia pelajari untuk menipu, Chanyeol akui mengandalkan IT merupakan langkah yang cerdas, sangat pandai Byun Baekhyun.

Chanyeol tertawa dan bersiap untuk menemui Byun Baekhyun ini ditempat dan waktu yang sama saat ia membawa lari mobilnya kemarin, ia ingin tau seberapa hebat dan seberapa pandai Baekhyun yang berhasil melangkahi kekuasaan Chanyeol ini.

(0)

Saat Baekyun dan Sehun sudah dekat dengan restoran itali yang mereka tuju, Baekhyun bisa melihat pemilik mobil yang sedang dikendarainya saat ini sedang berdiri memandangi mereka dari kejauhan, Baekhyun menyenggol Sehun pelan, "Sehun, kau bisa turun disini dulu? Belikan aku permen kapas itu." Baekhyun menunjuk kedai penjual permen kapas disebrang jalan, Sehun menatap Baekhyun curiga tetapi masih tetap melakukan apa yang dikatakannya, "aku akan memasan meja untuk kita, oke?"

Sehun hanya pergi tanpa mengatakan apapun pada Baekhyun, saat Sehun sudah tidak terlihat dipandangan mata, Baekhyun berpindah ketempat duduk pengemudi dan menghampiri si pemilik mobil, Baekhyun bisa melihat orang itu memandangi setiap pergerakan mobil yang sedang dikendarainya ini.

Baekhyun memarkirkan mobilnya didepan pemiliknua lalu keluar dan berhadapan dengan pemiliknya, Baekhyun memandanginya dari bawah sampai atas, dia sangat tinggi, mungkin dua atau tiga senti lebih tinggi dari Sehun.

"Uhm, hallo?" Baekhyun mengangkat tangannya canggung untuk berkenalan, sedangkan orang didepannya hanya memandangi Baekhyun bagaikan mengulitinya hidup-hidup.

Baekhyun menarik tangannya kembali, sepertinya ia tidak berniat berkenalan, "aku hanya ingin berterimakasih, kemarin itu ada 'sesuatu' yang memaksa ku untuk meminjam mobilmu, tenang saja aku bukan seorang pencuri."

Lawan bicaranya tertawa, "tentu saja kau bukan pencuri," ia mengulurkan tangannya, "bukankah tidak sopan bagiku untuk tidak mengenalkan diri?"

Orang ini gila, pikir Baekhyun. Tadi ia mengajak berkenalan tapi ditolak mentah-mentah, tapi Baekhyun tetap menyambut tangan lawan bicaranya, walaupun seperti ini Baekhyun masih menjunjung tinggi perilaku sopan. "Tentu saja, namaku-"

"Byun Baekhyun? Tentu saja, aku sudah 'mendengar' tentang dirimu." Baekhyun merasakan tangannya digenggam sedikit lebih kuat dari sebelumnya. "Kau seharusnya mengetahui bagaimana dan siapa namaku kan? Lagipula kau ini adalah seorang sekertarisku."

Baekhyun mengangkat alisnya bingung, sekertarisnya? Terakhir kali Baekhyun ingat dia masih menjadi seorang mahasiswa. "Maaf, Tuan. Sepertinya anda salah ora- AW! Bisakah kau tidak menggenggam tanganku sekuat itu?"

Lawan bicara Baekhyun terkekeh, "aku sangat yakin kau bukan pencuri tetapi seorang conman?" dengan itu ia memutar tangan Baekhyun yang sedang digenggamnya berlawanan arah, saat Baekhyun merintih karena pergelangan tangannya terasa terbakar, orang itu mendorong Baekhyun kearah mobil sehingga Baekhyun terhempas menghadap mobil sport putih itu dengan tangannya dikunci dibelakang tubuhnya oleh orang asing, "kau sedang berbicara dengan Presdir Park."

Baekhyun memejamkan matanya kuat, bagaimana ia tidak bisa mengenali Park Chanyeol? Baekhyun sudah memikirkan matang-matang rencananya saat ia memutuskan untuk menipu YG, saat ia akan menggunakan nama eXo ia sudah mempertimbangkan akibat dan dampak yang akan diterimanya jika mereka tau tentang Baekhyun, dan Baekhyun yakin ia sudah sangat hafal dengan wajah Presdir eXo dan ia sudah sangat siap jika akhirnya ia akan berhadapan dengan Presdirnya nanti, tetapi kenapa ia bisa lupa? Baekhyun mengutuk dirinya sendiri.

"Uhm, maafkan aku untuk ini, Presdir." Baekhyun mehentakkan kepalanya kebelakang dengan kuat bertujuan untuk menghantam kepala Chanyeol, tapi karena Chanyeol sudah sangat sering mendapatkan reaksi yang sama saat sedang mengunci pergerakan lawannya dengan posisi seperti ini, ia bisa memprediksi pergerakan Baekhyun.

"Tidak, Baekhyun. Maafkan aku untuk ini." Baekhyun memejamkan matanya kuat, siap menerima apapun yang akan menghantam dirinya, tapi setelah beberapa saat menunggu dantidak terjadi apa-apa, Baekhyun membuka matanya dan melihat Sehun berdiri dibelakang Chanyeol dengan pisau yang sering dibawanya berada dileher Chanyeol, tidak lama setelahnya ia mendengar suara Sehun. "Bisakah kau melepaskan temanku, Paman?"

Sehun menekan pisau lipat yang dibawanya lebih dekat ke nadi Chanyeol. "Aku yakin kau tidak ingin pergi dari sini dengan leher yang terbuka dan darah yang keluar dengan deras, bukan? Lepaskan Baekhyun."

Chanyeol tersenyum, "tentu saja tidak. Tapi aku yakin kau juga tidak ingin pergi dari sini dengan kepala yang tertembus peluru, bukan?" Sehun melirik pelipisnya yang dibidik oleh laser merah pertanda dirinya sedang ditargetkan oleh snipper yang dibawa Chanyeol kemari bersamanya.

Jika Sehun tau apa yang harus dilakukannya pada saat seperti ini, maka yang harus dilakukannya adalah membelah leher panjang itu sampai putus.

(0)

Apa-apaan ini wkwkwkw, Chapter 3 is up, gimana menurut kalian? Ada masukan? Wkwk, btw review kalian sangat berpengaruh untuk gue :"D jadi jangan lupa reviewnya ya :""")

BTW GUE SUKA BATZ SAMA ALBUM CBX YANG JAPAN, a-n-je-a-ye Ka-ching lagi sering-seringnya gue puter :" mana bentar lagi EXO kambek, oke sip pasti lagunya bagus wkwk

Bentar lagi juga gue mau tes juga, sorry kl bakal lama update, doain ya gaes wkwk, dahhh De iz out!!!!