An absurd fiction by parknoname

Step Mom, #1 Canggung

Jaemin, and others

Family, Friendship, a little bit Romance

Jaemin berharap, ibu barunya ini tidaklah sama dengan yang ada di sinetron-sinetron

Note: plot murni pemikiran saya, terinspirasi dari sinetron-sinetron Indonesia yang sering menistakan seorang ibu tiri

Warning: very absurd, less than 1000+ words

ㅂㅂㅂ

"Pulang sekarang."

"Tapi, yah.. masih ada les setelah ini."

"Pulang. Sekarang. Ada seseorang yang ingin ayah kenalkan padamu"

Dan setelah itu ayahnya memutuskan sambungan telepon sepihak. Jaemin menghela nafas, tidak ingat punya ayah pemaksa seperti ini. Ia lalu memandang dua sahabat karibnya yang berdiri di ambang pintu dan menyunggingkan senyum kecut.

"Ayah menyuruhku pulang." Jaemin menghampiri keduanya

Haechan yang pertama merespon, "Kenapa? Ada masalah?"

"Katanya ayah ingin mengenalkan seseorang padaku."

Jeno yang tengah bersandar pada dinding berjengit, "Apa akhirnya paman Jung akan mengenalkanmu pada ibu tirimu?"

Jaemin menghela nafas sampai bahunya naik lalu turun kembali, "Sepertinya begitu."

Haechan tiba-tiba tertawa jahil, "Haha habislah kau, Jaem! Kau tahu 'kan ibu tiriku saja seperti nenek sihir. Nah, selamat bertemu nenek sihir-mu, temanku!" lalu Haechan menepuk bahu Jaemin beberapa kali

Bukankah Haechan hebat sekali? Sudah sering dipukuli oleh ibu tirinya juga ia tidak jera memanggil beliau nenek sihir. Jaemin hanya mendengus, lalu berpamitan pada kedua sahabat karibnya itu, minta tolong pada keduanya untuk memintakan izin pada guru les mereka nanti.

Jaemin sampai di rumahnya yang bercat putih gading, setelah melewati perjalanan panjang menggunakan bus dengan pikiran melayang pada kira-kira siapa orang yang ingin Jaehyun kenalkan padanya.

Mobil milik ayahnya telah terpakir rapi di halaman rumah, itu membuat Jaemin tiba-tiba berdebar tanpa sebab. Aduh, dia itu kenapa sih?

Hal pertama yang Jaemin lihat saat menginjakkan kaki di ruang tamu adalah ayahnya yang tengah tertawa bersama seorang pemuda. Tunggu, pemuda? Jadi.. ibu tirinya seorang laki-laki? Bukan wanita dengan wajah seperti nenek sihir? Huft, Jaemin sedikit lega.

"Oh, Jaemin sudah pulang, nak?" Jaehyun menatap anaknya, membuat pemuda lain ikut menatap Jaemin

Wah, tunggu, Jaemin berdebar lagi.

Pemuda itu beranjak dari duduknya dan berjalan mendekati Jaemin, lalu berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan bocah itu. Tangannya terangkat untuk mengacak rambut Jaemin lembut, "Jung Jaemin, 'kan? Perkenalkan, aku Kim Doyoung."

Jaemin terpaku, pemuda itu –Kim Doyoung– memiliki senyum yang lebar hingga gusinya terlihat, matanya lucu mirip kelinci, rambut coklatnya terlihat begitu pas dan pantas dengan wajahnya.

Jaemin mengalihkan pandang pada Jaehyun dibelakang sana, meminta penjelasan lebih dari seorang Kim Doyoung ini. Jaehyun tersenyum, "Pengganti ibumu."

ㅂㅂㅂ

Begini,

Jaemin tidak ingin dikutuk jadi batu oleh Jaehyun, ia selalu jadi anak baik didepan ayahnya. Tapi Jaemin tidak menyangka bahwa Jaehyun akan meninggalkannya hanya berduaan dengan Doyoung, dengan calon ibunya.

Kira-kira beberapa menit lalu Jaehyun meninggalkan rumah. Padahal pak bos yang menyebalkan itu tidak menelpon Jaehyun, hanya ada satu alasan masuk akal: ayahnya itu memang sengaja meninggalkannya berduaan dengan Doyoung.

Atmosfer jadi sangat canggung, terlebih tidak ada yang membuka percakapan diantara keduanya. Yah, tentu saja, Doyoung kini tengah berkutat dengan semua bahan makanan di dapur, membelakangi Jaemin yang duduk di meja makan dapur.

"Ayahmu bilang kau suka spaghetti, benar Jaem?"

Jaemin berjengit mendengar Doyoung bertanya sembari menoleh kearahnya dengan tatapan antusias, "Uh.. iya, eum.." Jaemin bingung harus memanggil Doyoung apa

Pemuda kelinci didepannya terkekeh, ia meninggalkan bahan-bahan makanan untuk menghampiri Jaemin di meja makan, duduk dihadapan bocah itu mencoba mengusir rasa canggung.

"Jaemin, apa kau keberatan memanggilku- eum.. I.. bu?"

Alis Jaemin terangkat, "I..bu?" ulangnya

Doyoung mengangguk lucu, "Iya, ibu."

Kalau pemuda dihadapannya ini bisa menjadi sumber kebahagiaan ayahnya, maka,

"Ibu, cepat masakan spaghetti, aku lapar, hehe"

Doyoung tidak bisa tidak terharu mendengar panggilan Jaemin, tapi dirasanya akan sangat konyol jika ia menangis sekarang. Maka Doyoung hanya mengiyakan ucapan Jaemin dan kembali berkutat dengan perangkat dapur, membuatkan spaghetti untuk Jaemin,

Dengan ekstrak cinta tentunya.

ㅂㅂㅂ

Pernikahan Jaehyun dan Doyoung berlangsung seperti kedipan mata. Halaman rumahnya disulap menjadi lebih indah dengan altar ditengah. Rasa-rasanya baru kemarin Jaemin berkenalan dengan Doyoung, hari ini ia melihat ayahnya mencium Doyoung di altar.

Pernikahan ini dihadiri oleh paman-paman yang ia sayangi, ada Taeyong dan Yuta, ada Johnny dan Ten, ada Taeil, ada Hansol, bahkan juga ada pak bos yang sering membuat Jaehyun pusing (wajahnya menyeramkan jadi Jaemin tidak berani menatapnya lama-lama).

Semuanya ikut berbahagia, seperti virus zombie yang menyebar dengan cepat, senyuman Jaehyun dan Doyoung menginfeksi semua orang yang menghadiri pernikahan. Tulang pipi Jaemin lelah tersenyum, tapi sepertinya Jaehyun dan Doyoung terlihat bahagia melihatnya tersenyum. Maka, dia tidak punya pilihan lain selain terus tersenyum.

ㅂㅂㅂ

Jaemin menghampiri Jaehyun dan Doyoung yang tengah beristirahat di taman belakang setelah pernikahan dilaksanakan.

Jaehyun yang pertama menyadari keberadaannya, "Oh, Jaemin? Sini nak."

Jaemin duduk diantara kedua orang tuanya, menatap keduanya bergantian, dan berakhir dengan memeluk Doyoung erat. Perasaan Doyoung membuncah antara bahagia dan bingung, ia membalas pelukan Jaemin.

"Ibu.." panggil Jaemin pelan

Doyoung berjengit akan panggilan Jaemin, "Iya sayang?"

Jaemin mengeratkan pelukannya, "Ibu.. ibu.."

Dan detik itu juga Doyoung menangis bahagia, karena ia telah resmi menjadi pendamping hidup Jaehyun, sekaligus ibu baru yang diterima oleh Jaemin.

#1 Canggung, fin.

ㅂㅂㅂ

Membalas review guest yang nggak bisa dibalas lewat pm:

Rimm: gatau tuh huhu, aku kok bayanginnya yang itu loh.. istrinya stevan william itu loh xD kayaknya pantes jadi ibu tirinya haechan :'v

exohye: penawar ORD ya, iya ini konfliknya gak akan berat, karena aku tobat bikin angst gitu :'v

Papa: iya pah, tapi kalo mamahnya jahat aku kabur dari rumah ya, with heart, Jaemin :'v

Gazagezug: waaa aku nista banget ya jadiin Doyoung itu tiri T^T

A/N

Hiyaaa series satu :'v yap sekedar info Step Mom gak akan panjang ya, pendek-pendek saja, paling panjang mentok-mentok 1000+ words xD karena aku kalau buat cerita pasti mentok pendek, pas dipanjangin eh.. malah kepanjangan (contoh On Rainy Day) suka mao nangis rasanya/?

Aku ada wacana/? Untuk ngebuat percakapan di Step Mom ini pake bahasa sehari-hari, biar ringan dibaca, menurut kalian gimana?

Oh iya, Merry Christmas untuk kalian yang merayakan ^^

Last, review kalian sangat nyemangatin aku dalam menulis, jadi review juseyo

이 이야기 많이 사랑해 주세요~

Regard,

Park-no-name

[161226]