THE ACTORS (Capt.1)

Pairing: Sasu/Hina always.

Rating: T+

Tags: Romance/ drama

Disclaimer: All characters in this story belongs to Masashi Kishimoto and the story belongs to imnotevil san

Sasuke : 28 tahun Actor

Hinata : 19 tahun Mahasiswi dan Housekeeper part time

Happy Reading..

##########################################################################

BOSAN!

Sasuke menutup buku yang ada ditangannya dengan kasar.

Bosan! Bosan! Bosan!

Hanya kata itu yang berputar dikepala emo nya. Onyx hitam pemuda 20 tahun itu menatap kearah luar dari jendela tempatnya duduk kini. Dia sedang mengurangi rutinitas membosankannya dengan menghitung jumlah daun yang diterbangkan oleh angin.

BRAK!

"Te.. Teme!"

Sosok berambut pirang dengan model jabrik menyelonong masuk kedalam kamarnya, membuat Sasuke dengan terpaksa dan malas memutar bola matanya hanya untuk sekedar menatap sekilas. Catat! Hanya sekilas.

Naruto membanting majalah yang ada ditangannya kemeja kerja Sasuke. Pria yang telah menjadi manajer Sasuke semenjak sang aktor masih mengenakan popok itu tampak sangat kesal.

"Kau.. Brengsek! Tidak bisakah sedikit saja mengurangi image buruk yang melekat padamu?"

Sasuke melirik majalah malang yang baru saja dibanting Naruto. Ada foto dirinya dalam dua situasi berbeda, satu dipeluk Karin dan satunya lagi saat tangan Shion melayang kearah wajah mahalnya.

"Aku tak perduli..", desis Sasuke.

"Tapi aku perduli!" Naruto mengambil nafas panjang sebelum kemudian mendekat pada Sasuke, "Kau tidak mencintai satupun dari mereka, kan? Lalu kenapa kau terima? Tidakkan ungkapan 'Sasuke akan berganti pacar sesuai jumlah film yang dia bintangi', belum cukup membuatmu jengah?"

Sasuke mengeram marah, "Aku sudah muak, Naruto Jiisan! Semenjak mereka menganggap cintaku sebagai piala bergilir.. Aku sudah MUAK!"

TOK! TOK!

Sasuke dan Naruto menengok seketika saat sebuah ketukan pelan terdengar dari pintu.

"Apa?", Sasuke menatap dingin sosok gadis yang kini berdiri diambang pintu dengan nampan berisi cangkir teh ditangan.

"Ma.. maaf menggangu, Uchiha san.. Sa.. Saya pikir karena ada tamu.. Saya buatkan teh.."

Naruto mendelik kearah Sasuke mengetahui ada gadis asing dirumahnya.

"Dia Hinata, menggantikan Kiba untuk mengurus segala keperluanku sementara ini.", kata Sasuke seolah menjawab pandangan menusuk Naruto.

Naruto memijit pelipisnya yang mulai terasa pening.

"Tolong hati – hatilah, Sasu.. Lawanmu sekarang Karin.. Dia tidak akan segan – segan menghancurkanmu.."

"Hn.." Jawab Sasuke ambigu sebelum kemudian mata pemuda itu tiba - tiba melihat kembali kearah jendela.

"AAH!"

"A.. Apa?! Apa?! Ada Paparazi lagi?", Naruto segera beringsut mendekat kearah jendela dengan panik.

"Ada kucing lewat..", jawab Sasuke cuek.

Demi apapun, rasanya Naruto ingin sekali mencekik artis binaannya ini.

.

.

"U.. Uchiha san.."

Sasuke menoleh saat suara lembut menyapa pendengarannya. Gadis mungil berambut indigo itu tampak menunduk, wajahnya tak terlalu kentara dengan poni bak gorden mami Mikoto menutup hampir setengah wajahnya.

"Hn?"

"A.. Apa ada lagi yang bisa saya lakukan? Ka.. Kalau tidak ada.. Saya ingin pulang..", ucap gadis itu tergagap.

Nilai minus lagi dari Sasuke.

"Tidak... Ah! Ada..", Sasuke tampaknya berubah pikiran.

Yah.. Mungkin mengerjai anak baru ini bisa mengurangi sedikit kejenuhannya. Hinata mendongak mendengar ucapan Sasuke, tampaknya keinginannya untuk segera pulang dan istirahat harus ditunda.

"Kau pasti tahu kan dorama yang saat ini ku lakoni?", tanya Sasuke pongah.

Orang mana sih yang tidak tahu dorama Sasuke? Kalaupun ada, pasti dia mahkluk dari planet antah berantah.

Hinata terdiam sejenak untuk mengingat - ingat, "Tidak..", ucap gadis itu tegas.

Sasuke seketika swetdrop. Oke! Anggap yang didepannya ini Alien.

"Ehem! Jadi intinya.. Bantu aku latihan..", Sasuke menyerahkan skrip naskah kearah Hinata.

Hinata menerima dengan ragu – ragu. Dia bukan artis. Dia cuma mahasiswa biasa, pengurus rumah tangga menggantikan Kiba yang kebetulan tuannya itu adalah Sasuke yang katanya sih artis.

"Baca saja semampumu..", kata Sasuke menenangkan.

.

.

"Sore ini.. Langit kelabu.."

"BWAHAHAHAHAHAHAHAHA!"

Sasuke tidak bisa menghentikan tawanya. Ayolah! Dia memang bukan aktris, tapi dia juga bukan anak TK yang baru belajar membaca, kan? Hinata hanya cemberut melihat Sasuke terpingkal dengan tidak elitnya. Memangnya seburuk itu ya caranya membaca?

"Kau! U.. Uchiha san baca sendiri saja..", cicit Hinata merajuk.

Walau dalam posisi menunduk, Sasuke tetap bisa menangkap semburat merah dipipinya. Sasuke mengelap air mata yang menyembul, ou! Astaga! Gadis ini lucu sekali.

"Kau.. pfft.. Teruskan saja.. pfft.."

Hinata mendelik dari balik poninya, awas saja kalau tuannya ini kembali tertawa, dia janji skrip ini akan melayang kearah wajah tampannya. Eh? Tampan? Hinata merona seketika.

"So.. Sore ini.. Langit kelabu.. apa kau tidak merasa dingin, Sora kun?"

Sasuke menatap Hinata intens, mencondongkan tubuhnya semakin merapat. Sementara Hinata kembang kempis hampir pingsan dengan perlakuan Sasuke.

"Tapi..", Sasuke meraih tangan mungil Hinata dan menyentuhkannya tepat didada.

"Didalam sini jauh lebih dingin.. Hinata..."

HEG?!

Iris lavender Hinata membola. Siapa tadi? Hinata? Tidakkah tuannya salah membaca? Harusnya namanya kan bukan Hinata.

Hinata membolak - balik skrip ditangannya dan membaca bagian percakapan Sasuke.

"U.. Uchiha san seharusnya bilang...ukh!"

Hinata terdiam seketika saat bibir Sasuke hanya tinggal beberapa jengkal dari miliknya. Astaga! Astaga!

"Pfft!"

Eh?

"BWAHAHAHAHAHAHAHAHA!", lagi – lagi tawa Sasuke meledak melihat betapa merah wajah Hinata, "Kau.. Polos sekali.. AUCH!"

Sadar dikerjai, Hinata segera melempar skrip ditangannya kearah Sasuke. Sasuke mengaduh kesakitan, saat tangan kecil Hinata mulai melancarkan pukulan dan cubitan ditubuh Sasuke.

"Kau ja.. Jahat! Ke.. Kejam!"

"Hei! Stop! Stop!", perintah Sasuke mulai kwalahan. Tangannya mulai meraih tangan Hinata dan..

BRUAK!

"A.. Aduh.."

Hinata meringis kesakitan akibat punggungnya menghantam lantai. Namun ia seketika mendongak saat menyadari posisi Sasuke yang kini terjatuh menimpanya.

Sasuke sendiri pun kaget mendapati jarak antara dirinya dan Hinata.

Terdiam. Kedua iris berlainan warna itu seolah terkunci dalam pesona masing – masing.

TBC.