A Seventeen Drabble.
"Warm."
Kim Mingyu x Jeon Wonwoo
Rate T
© Lee Mico Malfoy
[!] BoysLove. AU. Alur kecepetan. Typos. OOC. DLDR .g :)
.
.
.
Rintik hujan masih tampak enggan berhenti turun dari langit kota Seoul. Waktu kini menunjuk pukul 19.23. Seorang pemuda bersurai hitam tampak sibuk bergelung dalam selimut dengan ponsel ditangannya. Setelah menerima lamaran kekasihnya di taman tadi, hujan besar mendadak turun yang membuat pemuda berwajah emo itu kini berakhir di kamar kekasihnya.
"Sayang, apa yang sedang kau lakukan?" Seorang pemuda bertubuh tinggi tampak melangkah keluar dari kamar mandi hanya dengan berbalut handuk yang menutupi bagian privasinya.
"Main game." Si manis yang bergelung dalam selimut menjawab dengan tampang emo-nya.
"Game apa hm?" Mingyu, si tinggi, melangkah mendekati ranjang tempat sang kekasih bergelung.
"Mau tau saja." Wonwoo masih tampak fokus pada game diponselnya. Sebuah perempatan imaginer tampak muncul di dahi si tinggi. Butuh kesabaran berlebih memang jika memiliki kekasih semacam Jeon Wonwoo-nya ini.
"Tentu saja aku ingin aku apa yang sudah merebut perhatian calon istriku ini." Mingyu yang sudah naik ke ranjang king size miliknya merebut ponsel berwarna putih itu dari tangan Wonwoo, yang berhasil membuahkan sebuah pekikan kesal dari pemuda berwajah emo tersebut.
"Kembalikan Kim Mingyu bodoh." Mingyu menggeleng.
"Tidak. Aku tidak rela diduakan, apalagi hanya dengan game seperti ini."
"Yak! Apa-apaan kau ini? Cepat kembalikan!" Wonwoo keluar dari gulungan selimutnya -selimut milik Mingyu tepatnya-. Berusaha meraih ponsel yang kini berada ditangan Mingyu. Namun apalah daya, tubuh kekasih tampannya itu terlampau tinggi.
"Yak! Kim Mingyu! Cepat kembalikan! Kekanakan sekali kau cemburu pada game!" Wonwoo tetap berusaha menjangkau ponselnya.
'Bruk!'
"Yak! Apa-apaan kau? Berat tau!" Mingyu secara tiba-tiba mendorong dan memeluknya hingga mereka jatuh di ranjang dengan posisi Mingyu yang berada diatasnya.
"Biar. Aku mencintaimu." Pemuda tan itu mengeratkan pelukannya pada si 'manis'-nya tersayang. Wonwoo memilih menyerah pada akhirnya, bagaimana pun juga ia menyukai pelukan hangat kekasih 'bodoh'nya ini.
"Kim Mingyu bodoh." Si manis membalas pelukan si tampan, menyembunyikan wajahnya diceruk leher pemuda tinggi tersebut. Aroma mint dari sabun yang dipakai Mingyu memenuhi indra penciumannya, dan Wonwoo baru sadar kalau kekasihnya hanya mengenakan sehelai handuk, membuatnya merona.
"Walau pun aku bodoh, aku tetap bisa membuatmu merona dengan sangat manis seperti sekarang kan? Juga berhasil membuatmu cemburu seperti ditaman tadi." Mingyu tersenyum penuh arti. Membuat pemuda Jeon itu makin menenggelamkan wajahnya di perpotongan tubuh kekasihnya.
"Biar saja, Kim Mingyu bodoh." Lengan besar Mingyu kini mengelus rambut kekasihnya, senyuman simpul masih terlukis di wajahnya.
"Aku memang bodoh. Dan itu tidak apa-apa." Wonwoo mendongak, menatap wajah tampan yang selalu menghiasi mimpi-mimpinya itu.
"Kenapa kau bilang begitu?"
'Chup!'
Sebuah kecupan manis mendarat di dahi pemuda Jeon itu. Membuat wajahnya kembali merona.
"Karena kau. Aku rela dikatai bodoh, bahkan aku rela menjadi orang bodoh, jika memang itu bisa membuatmu tetap mencintaiku. Aku tak apa menjadi bodoh selamanya." Wonwoo merasakan geli di perutnya, seperti ada banyak kupu-kupu berterbangan didalam sana. Wajahnya pun bertambah merah, mirip seperti buah tomat matang yang ditanamnya di belakang rumahnya.
"Dasar, Kim Mingyu memang bodoh." Wonwoo memukul pelan dada bidang pria terkasihnya, sedangkan yang dipukul malah terkekeh.
"Iya aku memang bodoh, dan aku mencintaimu, Kim Wonwoo." Uh ingin sekali rasanya Wonwoo memukul wajah tampan itu, kenapa mahluk mirip tiang listrik ini senang sekali membuat wajahnya terasa panas karena merona?
"Aku juga bodoh. Karena aku jatuh pada Kim Mingyu yang bodoh." Wonwoo kini menangkup wajah tampan kekasihnya, membuat sang kekasih menatapnya dengan pandangan bingung.
"Tapi aku tidak menyesal, aku bahkan bersyukur. Aku mencintaimu, Kim Mingyu-ku yang bodoh." Pemuda bersurai hitam itu kini mengeliminasi jarak diantara keduanya, membuat si tampan membelakakan mata. Wonwoo menciumnya? Duluan? Oh ini benar-benar hari yang tidak akan pernah dilupakannya.
Wonwoo menarik wajahnya, mengakhiri ciuman singkat yang bahkan sanggup membuat jantungnya seakan ingin meloncat keluar.
"Terima kasih karena sudah membalas cintaku, sayang." Mingyu mengecup bibir manis kekasihnya sebelum kembali menariknya kedalam pelukannya.
Hening beberapa saat. Wonwoo sedang asik menyamankan diri dalam pelukan Mingyu sambil tampak menggerakan jarinya secara abstrak, seperti menggambar sesuatu di dada telanjang pemuda Kim yang tengah mendekapnya. Tidak menyadari bahwa pemuda Kim itu menatapnya dengan pandangan yang tak biasa.
"Sayang, ngomong-ngomong, cuaca diluar masih belum membaik. Apa kau tidak merasa dingin?" Mingyu bertanya. Wonwoo menggeleng.
"Tidak, kau kan memelukku. Kenapa? Kau kedinginan? Mau kubuatkan cokelat panas?" Kini Mingyu yang menggeleng.
"Aku kedinginan, tapi aku tidak mau coklat panas."
"Lalu?" Wonwoo bergidik ketika pemuda tan itu tiba-tiba tersenyum miring. Seperti ada sesuatu yang akan terjadi. Mingyu mendekatkan wajahnya.
"Bagaimana kalau kita membuat ranjang ini panas saja, sayang?" Wonwoo memekik pelan ketika merasakan sebuah tangan meremas bagian belakangnya.
"Yak! Kim Mingyu bodoh dan mesum!"
Fin.
Tamat juga sequelnya, horeee/?
Gimana? Masih aneh? Yaudah itu mah gak usah ditanya kali ya/?
Sistem kebut ditengah jam kerja nih kali ini bikinnya wkwk.
Maaf kalau lagi-lagi tidak sesuai ekspektasi kalian. Mico mah gini orangnya(?)
Mico juga mau ngucapin makasih sama kalian yang udah mau baca, ngefav, ngefollow dan ngereview tulisan Mico yang gak bisa Mico sebutin satu-satu. Alabyu lah pokoknya 8")
Rencananya, next Mico mau bikin FF SoonSeok atau ngelanjutin FF yang Verkwan 'Me Too' itu, doakan semoga Tabestry syndrome gak kumat wkwk.
Untuk Fic Cheolsoo kemarin itu, Ceritanya mau bikin rate M alias ada encehnya(?) Tapi masih belum sanggup ngetik jadi gatau kapan mau dilanjut wkwk.
Udah ah, kepanjangan ini cuap cuap udah kayak pidato lomba agustusan aja/?
Seperti biasa, the last: Mind to review, my Beloved reader?
-Salam Cinta - Mico-