Esok harinya tak ada angin tak ada hujan tak ada uang, eh untuk yang terakhir tentu tidak, Taehyung orang kaya bro. Kim Taehyung yang tidak pernah menjemput Jeon Jungkook sang kekasih untuk istirahat bersama, kini terlihat memasuki kelas Jungkook dengan kedua tangan dimasukkan celana seragamnya, keren dan tampan itulah yang tergambar dari visual seorang Kim Taehyung saat ini.
Tumben memang, tapi Jungkook tak peduli, ia tau ada Taehyung masuk kelasnya berjalan menuju mejanya yang berada dibelakang, membuat Taehuung melewati beberapa meja yang membuat penghuni meja-meja tersebut memekik kegirangan, 'biasa aja keles' batin Jungkook.
"Hei babi berotot, makan yuk"
"Ayuk papan triplek"
Penghuni kelas yang sangat jelas mendengar ucapan mereka hanya melongo 'ini pacar kok dihna-hina' begitulah fikir mereka.
Sedangkan Zelo yang memang sudah biasa dengan kelakuan mereka tak mau ambil pusing, ia sendiri langsung berlari kecil menghampiri Hoseok yang sudah menunggu di depan pintu kelas.
Meninggalkan pasangan Taekook yang berjalan santai seperti di pantai padahal ini kan kelas, suka-suka mereka ajalah, orang ganteng mah bebas.
.
.
Sewaktu sampai di depan bangku Mark yang berada di deretan paling depan, Taehyung menghentikan langkahnya, sebenarnya Jungkook juga sedikit bingung, 'ngapain nih orang berhenti disini, mau ngebully Mark ?'
"Mmm hai Mark ?", sapa Taehyung manis.
Mark yang tadinya sibuk mengobrol dengan Jaemin teman sebangkunya otomatis mendongakkan kepalanya, dan didapatinya sunbae yang kemarin ia temui.
"Oh, hai hyung", balas Mark dengan tersenyum manis menurut Taehyung.
"Makan bareng kita yuk, ajak temen kamu juga boleh ?"
"Eh tapi hyung nanti Jungkook….", belum selesai Mark berbicara sudah dipotong oleh Taehyung.
"Hei Kook ketua kelasmu dan temannya ini boleh kan makan bareng kita ?", tanya Taehyung pada Jungkook.
"Heh ? Kenapa mesti ngga boleh, ya boleh ajalah asal makannya gak pake uangku"
"Nah kan ayuk ikut", Taehyung langsung menyambar pergelangan tangan Mark, mengabaikan Jungkook dan Jaemin yang masih tertinggal.
Jungkook memandang Jaemin yang masih saja menatap pintu kelas, padahal Taehyung dan Mark sudah menghilang"
"Hei Jaemin jangan melamun terus, ayo aku lapar nih"
"E..Eh iya ayo Kook", tersirat rasa canggung Jaemin yang bisa dibaca Jungkook.
.
.
"Hei biasa aja Jae, kenapa hum ? kau takut denganku ?", tanya Jungkook sambil melangkah beriringan menuju kantin.
"Hehe sedikit, maaf ya, (nunjukkin peace sign), habisnya kamu kan preman gitu", jawab Jaemin jujur.
"Sudahlah mulai sekarang tak usah usah takut, aku gak gigit lho padahal, cuma hobi nonjok aja sih hahaha"
Jaemin mulai pucet.
"Astaga aku cuma bercanda Jaeeee", gemas Jungkook pada wakil ketua kelasnya ini.
"Ta..tapi aku takut ditonjok", cicit Jaemin.
"Ya kalau kamu gak bikin masalah sama aku, ya aku gak akan nonjok kamu tiba-tiba lah, aku gak gila ya please"
"Hehehe iya juga ya"
Tak terasa mereka sudah sampai di kantin, dan gampang sekali menemukan yang lainnya, tentusaja itu karena rambutnya pada mencolok gitu sih.
Taehyung duduk bersebelahan dengan Mark, membuat Jungkook dan jaemin duduk dihadapan mereka. Mark yang menyadari Jaemin dan Jungkook sudah ada langsung memperkenalkan Jaemin pada yang lainnya.
"Nah Tae bagaimana bisa kau akrab dengan anak rajin begini ?", tanya Jimin penasaran,
"Oh aku tidak sengaja menabraknya kemarin di toko buku sewaktu aku mengantar Mingyu, ternyata dia ketua kelas di kelas Jungkook, dan ya setelah itu kita berkenalan, begitulah hehe iya kan Mark ?", tanya Taehyung sambil mengusap rambut Mark dan Mark hanya mengangguk sebagai jawban.
'Ada yang aneh' pikir yang lainnya, oh kecuali satu-satunya namja bermarga Jeon ini, dia mah sabodo emang gue pikirin lu mau kenalan ama sapa, ckckck.
.
.
Hari-hari berikutnya Taehyung dan Jungkook malah terkesan menjauh, tidak mereka tidak bertengkar, hanya saja sekarang mereka mempunyai sesuatu yang lain.
Berawal dari Taehyung yang tak pernah lagi menebengi Jungkook, Jungkook sih tak masalah, ia justru senang-senang saja karena ia bisa mengantar Dawon noona (bagi yang lupa dia adalah kakak Hoseok) ke kampus dengan motor besarnya yang tak kalah bagus dari motor Taehyung.
Sedangkan Taehyung malah mengantar jemput Mark yang temapt tinggalnya jauh dari rumah Taehyung.
.
.
Mereka berdua sama-sama tau dan tidak mempermasalahkan hal ini, tapi para hyungdeul dibuat pusing dengan kelakuan mereka, apa sih mau mereka ? begitulah kira-kira yang ada di benak para hyungdeul.
Seluruh murid juga ikut bingung, sebenarnya mereka putus atau tidak ?
.
.
"Ehmm Mark boleh aku tanya sesuatu ?", saat ini jam kosong, seperti biasa Jaemin dan Mark mengobrol santai seperti murid yang lain.
Mark mengelus permukaan tangan Jaemin, "Tentu saja Jae, kau mau tanya apa heum ?"
"A..anu m..mm.. itu, apa… kau pacaran dengan Taehyung hyung ?"
Mark sedikit kaget, tapi ia langsung tersenyum, "Tidak Jae, kenapa hum ?"
"Ah tidak, sudahlah lupakan"
Mark ingin bertanya lebih tapi entah kenapa ia tak berani.
.
.
Dan tanpa sepengetahuan mereka ada seseorang yang tidak sengaja memperhatikan bagaimana Mark mengelus lembut tangan Jaemin.
.
.
Sering sekali Taehyung membawa Mark sedangkan Jungkook membawa Dawon untuk nongkrong bersama hyungdeul lainnya, membuat hyungdeul sedikit risih sebenarnya, bukan karena mereka benci Mark dan Dawon, hanya saja status Taehyung dan Jungkook yang masih tak jelas ini.
.
.
Hari ini mereka, read : Namjoon, Jin, Yoongi, Jimin, Hoseok, Zelo, Taehyung dan Jungkook sepakat untuk mengganti warna rambut mereka. Bosan begitulah katanya.
Memasuki salon langganan mereka, (padahal preman tapi punya salon langganan, hmm) mereka mulai memilah milih warna pa yang cocok, meminta pendapat yang lainnya, dan akhirnya setelah mantap dengan pilihannya, mereka pun siap untuk diganti warna rambutnya.
.
.
"Uwaaah Park Yoongi manis sekali ih sini cium" seru Jimin menatap sang kekasih yang sekarang mengganti warna rambutnya menjadi hitam, semakin terlihat manis memang. Sedangkan Jimin mengganti rambutnya dengan warna Silver Purple, Yoongi puas dengan hasil warna yang ia sarankan pada kekasihnya.
"Ish pelankan suaramu bodoh, malu bego"
"Hehehe habisnya aku gakuku ganana chagi, habis ini kerumahku yuk", senyum mesum berkembang di bibir tebal Tuan Park ini.
"Mmm oke tapi beliin aku seperangkat komputer kumamon keluaran terbaru ya", yang ini juga matre.
"Bereeesss sayang, kita beli komputernya dulu trus kerumahku oke"
"Ne ne", jawab Yoongi bersemangat.
.
.
Pasangan lain yang gak kalah manis, Namjin ululu.
"Rambut kamu bagus banget deh Joon, aku suka", rambut Namjoon berwarna Black Green, tidak mencolok lagi.
"Aku juga suka rambut kamu Hyung, kamu keliatan kalem kalau cuma di cat cokelat begini"
"Makasih", jawab Jin sambil malu-malu alpaca.
"Jadi pengen makan cokelat deh hyung", Namjoon menaik turunkan alisnya memberi kode, untung Jin gak bego jadi dia langsung tanggap.
"Yasudah ayo", Jin langsung menggandeng lengan Namjoon dan melangkahkan kakinya menuju parkiran.
.
.
"Chagi rambut aku bagus ngga ?", tanya Hoseok pada Zelo, ia mengganti warna rambutnya menjadi oranye kemerahan seperti api.
"Bagus kok chagi, kamu makin keliatan sexy", Zelo memang selalu jujur, tapi kejujurannya itu membuat dedek Hoseok gatal pengen bangun.
"Kamu juga makin cantik sama warna biru muda ini, seger gitu liatnya, apalagi dipaduin sama kulit kamu yang putih itu, uwh aku jadi pengen liat kulit putih kamu semuanya deh", mulai deh gencatan rayuan dari si Jung ini biar bisa modus.
"Ish malu tau di dengerin orang"
"Hah mana ada orang ?"
"Ih kamu mah jaad sama sohib sendiri, noh masih ada Jungkook ama Taehyung hyung"
Emg sih sedari tadi Jungkook sama taehyung diem aja, males komentar, mereka bukan pengghibah betewe.
"Oh mereka, orang-orang yang gak jelas hubungannya gimana itu kan chagi ?"
JLEB, Taekook tersungging lho ya, Hoseok kalo ngomong bener deh tapi sakit.
"Ish hyung gak boleh…" omongan Zelo terpotong karena Taehyung.
"Kami pulang duluan ya Hoseok hyung dan Zelo, ayo Kook", tanpa menunggu jawaban dari pasangan HosZel, Taehyung langsung menyeret Jungkook menuju parkiran motor, untuk hari ini sih mereka memang barengan, kan mau nyemir rambut bareng gitu.
.
.
"Hyung jangan gitu deh, mereka kesinggung lho, liat deh muka Taehyung hyung ?"
"Biarin aja sayang, biar mereka bisa bersikap dewasa, bisa ambil keputusan, udah ah yuk pulang gausah mikirin mereka mulu, toh mereka juga gak melulu mikirin kita, aku udah kebelet pengen liat kulit putihmu itu lho chagi"
"Ih… apaan sih", Zelo jalan duluan, malu, mukanya merah, tapi mau juga sih, helleh.
.
.
Selama diperjalanan Taehyung dan Jungkook sama-sama diam, sedikit canggung memang karena telah lama tak pernah berboncengan lagi, rasanya aneh.
Saat ini motor mereka sudah sampai di rumah keluarga Jeon, "Mau mampir hyung ?", tawar Jungkook.
"Eh ngga usah deh udah malem juga, kapan-kapan aja oke"
"Oh oke deh, thanks ya hyung aku masuk dulu"
"Gak masalah Kook, oh iya besok seharian ada acara ngga ?"
"Mm ngga sih hyung, kenapa ?"
"Begini Kook setelah aku pikir-pikir sepertinya kita emang harus memperjelas hubungan kita"
DEG, kok perasaan mereka sama-sama ngga enak ya ?
Taehyung melanjutkan, "Kamu udah sering jalan bareng Dawon noona, aku juga sering jalan sama Mark, aku yakin kalau kita sama-sama udah saling.." ada jeda sebentar, "…menyukai mereka, benar bukan ?"
Jungkook diam, ia memang menyukai Dawon noona, ia nyaman dan merasa cocok dengannya.
"Apa kau menyukai Mark ?" tanya Jungkook.
"Hm sepertinya begitu, maaf Kook", Taehyung menunduk merasa bersalah.
Tapi Jungkook mengangkat wajah Taehyung untuk menghadapnya, "Hei tak apa hyung jangan merasa bersalah begitu, jika kau merasa nyaman dengannya tak apa, aku juga merasakan apa yang kau rasakan, aku nyaman dengan Dawon noona"
Taehyung tersenyum, 'Tampan banget gilaaa' batin Jungkook.
"Maaf ya Kook padahal aku yang ngajakin pacaran tapi malah aku yang ngajakin…putus"
Jungkook balas tersenyum, "Ya ampun manis banget, kalau aja nih kelinci gendut mau jadi uke, aku gak bakal suka yang lain' batin Taehyung.
"Gak apa-apa hyung, kalau memang kita jodoh kita pasti balikan lagi hehehe"
"Iya juga sih ya, oh iya Kook, kamu mau ngga besok seharian penuh pergi sama aku, hitung-hitung kencan terakhir biar ada kenanga, kalau aku fikir-fikir selama ini kita emang ngga kelihatan seperti pacaran, aku pengen besok seharian kita bener-bener ngelakuin hal-hal yang biasanya orang pacaran lakuin, tapi kalau kamu ngga mau juga ngga apa-apa kok hehe".
"Mau dong, asal semuanya hyung yang bayar hehe"
"Tentu, kan aku yang ngajak"
"Sip deh, jadi besok kemana terus ngapain aja ?"
"Gimana kalau ke taman bermain, terus di dalemnya kan ada kolam renang, nah kita renang juga aja, terus pas sore kita nonton bisokop dulu, pas malem kita ke sungai han, otte ?"
"Waaah oke deh hyung, aku tunggu besok pagi ya", Jungkook nampak senang sekali karena ia akan berjalan-jalan seharian, begitulah fikirnya.
Tapi kemudian ia teringat, "Jadi hyung….besok…hari terakhir kita pacaran ya ?"
Ada rasa sesak di hati keduanya mengingat hal ini.
"Begitulah Kook"
"Hm..Oh iya hyung besok kita pakai baju couple yuk ?", Jungkook mencoba mengalihkan pembicaraan, Taehyung tau sebenarnya jika mereka merasakan rasa yang sama.
"Bagaimana kalau memakai warna merah, kau kan suka warna merah"
"Ah boleh juga hyung, aku akan pakai kaos putih dan kemeja kotak-kotak merah terus celana jeans hitam sama sepatu converse hitam plus tas punggung warna hitam"
"Oke, hyung akan pakai jaket merah, tas punggung merah serta snapback, selebihnya sama denganmu, bagimana ?"
(Style mereka waktu bawain lagu 21st Century Girls di Mcountdown pas dijewer sama Hosiki)
"Bagus-bagus hyung, yaudah deh hyung cepet pulang gih terus tidur biar besok gak kesiangan"
"Siap sayang, byebye"
Taehyung langsung memacu motornya, sedangkan Jungkook masih diam disana, masih terngiang panggilan sayang dari Taehyung barusan, ia tau dan ia sadar jika Taehyung memperlakukannya manis karena lusa status mereka sudah berubah, tapi kenapa rasanya hangat sekali ?
.
.
Keesokan harinya, pukul delapan pagi, Taehyung telah siap di depan rumah Jungkook beserta motor Porsche berwarna merah miliknya, duduk santai di kap mobilnya menunggu Jungkook.
Tak lama kemudian yang ditunggu pun keluar, menyambut Taehyung dengan senyuman manis.
"Sudah siap sayang ?" tanya Taehyung sambil membelai pipi chubby Jungkook, jika dalam keadaan biasa Jungkook mana mau diperlakukan seperti itu, seperti uke saja, tapi biarlah untuk hari ini dia akan mengalah, biarlah ia menjadi uke, ia tak mau merusak hari ini.
"Ne hyung kajja"
Taehyung membukakan pintu penumpang untuk Jungkook, dan dibals Jungkook dengan gumaman terim kasih, setelahnya Taehyung beralhi pada pintu kemudi dan mendudukkan dirinya di sebelah Jungkook.
"Mau sarapan dulu ?" tanya Taehyung sambil menyalakan mesin mobilnya dan mulai menjalankannya.
"Boleh hyung, tapi kita pesan Drive Thru saja ya, kita makan dijalan biar cepat"
"Lho tapi terus aku makannya gimana ?"
"Nanti aku suapi hyung"
Taehyung tersenyum menatap Jungkook dan mengusak rambutnya.
"Arraseo chagi", lalu Taehyung kembali mengemudi.
Mereka memutuskan untuk menyalakan musik utnuk mengusir rasa bosan, untunglah selera mereka sama, sama-sama menyukai musik hiphop.
Mereka pun bernyanyi sekeras mungkin tak peduli dengan pendapat orang lain, toh suara mereka tidak buruk-buruk juga.
Bercanda bersama, tertawa bersama.
.
.
Jungkook mengambil foto Taehyung yang sedang mengemudi kemudian mempostnya di Instagram dengan caption 'Kekasihku tampan sekali kan, kekeke' lalu Jungkook langsung membuat smartphonenya dalam mode pesawat, ia tau pasti para hyungdeul the kepoers itu langsung menyerbunya dengan berbagai pertanyaan.
Mereka telah sampai di restaurant cepat saji tersebut, membeli apa saja yang mereka inginkan untuk sarapan pagi ini. Sesuai yang dikatakan Jungkook jika ia akan menyuapi Taehyung, bergantian ia makan dengan Taehyung, Taehyung menggigit hamburger itu sekali selanjutnya jungkook, begitu seterusnya.
.
.
Mereka telah sampai di taman bermain tersebut, sepuluh menit lagi pintu gerbang dibuka, mereka juga sudah membeli tiket. Sambil menunggu Taehyung dan Jungkook banyak mengambil foto, dengan berbagai gaya konyol sampai romantis seperti taehyung memeluk Jungkook dari belakang.
.
.
Pintu gerbang akhirnya dibuka, Taehyung dan Jungkook serta pengunjung yang lain langsung berhamburan masuk.
Mereka menaiki banyak wahana mulai dari ekstrem hingga yang biasa-biasa saja, sesekali mengambil foto, mereka juga berfoto dengan badut-badut, konyol memamng, tapi mereka bahagia. Taehyung senang sekali sedari tadi Jungkook bersikap begitu manis selayaknya uke, melakukan banyak aegyo, manja, terkadang merajuk imut. Jungkook juga senang sekali, Taehyung begitu tampan dan mempesona, ia juga sempat mendengar ada beberapa pengunjung yang berkata jika mereka terlihat serasi.
Hari sudah siang dan Jungkook mulai lapar, "Hyung makan yuk, haus juga nih, pengen ice cream"
"Oke sayang, apapun untuk Kim Jungkook"
"Ish apaan sih hyung", Jungkook langsung berlari kecil memasuki restaurant yang tak jauh dari mereka, taehyung hanya geleng-geleng kepala, Jungkook yang saat ini sungguh berbeda, ia tau Jungkook hanya berusaha membuatnya senang dengan merubah sikapnya seperti itu.
.
.
Setelah makan mereka memutuskan untuk berenang.
Taehyung dan Jungkook sama-sama hanya memakai celana pendek, memperlihatkan tubuh bagian atas mereka, yang tentu saja itu membuat para pengunjung fokus pada mereka, god damn it so sexy.
Taehyung dan Jungkook sama-sama tidak suka jika pasangan mereka dilihati seperti itu, jadilah mereka cepat-cepat masuk ke air agar tubuh mereka tidak terlihat lagi.
Diam-diam Jungkook memp[erhatikan lekuk tubuh Taehyung yang menurutnya begitu sexy, kulit tannya yang saat ini sudah basah, lengan berototnya, dan perutnya yang sedikit terbentuk abs, ingin sekali Jungkook memeluknya ya tuhan.
Tak jauh beda dengan Jungkook, Taehyung juga menahan hasratnya untuk tidak menghisap nipple Jungkook, tubuh Jungkook begitu menggoda dengan kulit susu dan halusnya itu.
.
.
Membuang pikiran kotor mereka masing-masing, akhirnya kegiatan berenang pun di sudahi dengan selamat lahir batin.
Karena mereka sama-sama namja jadilah tempat mandi untuk umumnyanya juga bersama.
Taehyung melirik pemandangan Jungkook yang sedang menggosok-gosok kulitnya dengan sabun dan air yang terpancur dari shower, sexy sexy sexy.
Tak tahan, Taehyung merebut sabun yang dipegang Jungkook lalu membantunya, Jungkook diam saja menuruti kemauan Taehyung. Mata Taehyung tak beralih sedikit pun dari mata Jungkook meskipun tangannya bergerak kesan kemari menyabuni tubuh Jungkook.
"Nah sekarang kau sudah selesa kumandikan, sekarang gantian Kook"
"Ne hyung"
Taehyung bisa merasakan betapa lembutnya tangan Jungkook ketika Jungkook membelai kulitnya bersamaan dengan licinnya sabun yang Jungkook gunakan, ya tuhan Taehyung butuh toilet mungkin setelah ini.
.
.
Karena kamar ganti penuh tidak seperti di awal tadi, jadilan mereka masuk di kamar ganti yang sama.
"Hm hyung duluan saja deh, aku ngga akan ngintip kok"
"Tidak tidak, bersama oke, nanti keburu malam, katanya kuki lihat sunset dari bianglala heum ?". Taehyung memutuskan memnaggilkan Jungkook dengan kuki, lebih imut katanya, dan Jungkook sih pasrah saja.
"Oh iya hyung, aku lupa yasudah ayo cepat"
Sebenarnya Taehyung hanya modus, kan nanti Taehyung jadi bisa lihat tubuh kuki-nya hahaha (ketawa iblis).
Mereka mulai memakai pakaian, sejujurnya mereka pernah melihat tubuh telanjang masing-masing, tapi itu dulu, sewaktu status mereka belum pacaran, mereka sering mandi bersama jika menginap di salah satu rumah hyungdeul atau rumah mereka sendiri. Entahlah mengapa saat ini terasa begitu canggung.
Lalu pada bagian celana Jungkook tergesa-gesa memakinya, membuat Taehyung tersenyum kecil, Taehyung udah liat kok barusan, depan belakang Taehyung udah liat wkwkwk.
Jungkook juga diam-diam melirik Taehyung, dan yang ia dapati 'dedek Taehyung sedikit tegang ?'
Bomat lah Jungkook malu langsung benerin ikat pinggannya, padahal Taehyung juga tau kalau tadi kuki-nya itu juga nakal curi-curi pandang ke 'dedeknya' hm.
.
.
Sesuai rencana, saat ini mereka sudah menaiki Bianglala, tepat saat mereka berhenti di atas, pemandangan matahari tenggelam terlihat begitu indah.
Tak mau kehilangan kesempatan, Taehyung memotret Jungkook, kemudian mereka pun foto bersama berlatar sunset tersebut.
"Hyung ini indah sekali ya ?"
"Iya sayang, aku harap kapan-kapan kita bisa kesini bareng-bareng lagi"
"Iya hyung, double date ya hehe", Jungkook tersenyum miris sambil menatap sunset tersebut, entah mengapa ia begitu sedih.
Tiba-tiba saja Taehyung menariknya kedalam pelukannya, hangat dan nyaman.
"Kuki, aku mohon jangan bahas itu hari ini, arra ?"
Jungkook mendongakkan kepalanya sambil mengangguk lucu.
Perlahan Taehyung mendekatkan wajahnya, mempertemukan bibir tebal miliknya dengan bibir Jungkook, begitu pas.
Perlahan Taehyung mengulum bibir bawah Jungkook, Jungkook juga bergerak mengulum bibir atas Taehyung. Lama kelamaan ciuman mereka terasa begitu menggairahkan, hingga Taehyung mendorong Jungkook di kursi yang disediakan, menurunkan ciumannya pada leher Jungkook yang menggoda sedari tadi, meninggalkan tanda disana. Jungkook berusaha menahan desahannya, ia takut jika Taehyung akan berbuat lebih karena desahannya, sedangkan esok hari mereka sudah tidak saling memiliki lagi.
Taehyung duduk disamping Jungkook, mengangkat Jungkook kedalam pangkuannya dan langsung menyingkap kaos Jungkook. Memainkan kedua nipplenya dengan bibir Taehyung yang mencium ganas Jungkook lagi. Menyentil, menekan, meremas, mencubit, Taehyung lakukan pada nipple Jungkook, cukup sudah Taehyung ingin merasakan nipple Jungkook dengan bibirnya.
Taehyung mulai dengan menusuk-nusuk nipple Jungkook dengan lidahnya, mata Taehyung yang tak pernah beralih menatap Jungkook, ia bisa melihat Jungkook menahan desahannya dengan menggigit bibir bawahnya kuat-kuat.
Taehyung berhenti bermain sebentar, "Jangan ditahan kuki, nanti bibir kamu sakit, mendesah saja tak apa, tenang aku tak akan melakukan lebih dari ini"
Dan selanjutnya Taehyung menjilati kedua nipple Jungkook dengan semangat, memutari dengan lidahnya, mengemutnya seperti menyusu. Jungkook sendiri sudah tak menahan desahannya, mendesah keras sambil meremat-remat rambut Taehyung.
Taehyung berhenti, ia masih sadar ini dimana dan sebentar lagi mereka akan turun. Membenahi semuanya agar tidak dicurigai, mendudukkan Jungkook disebelahnya kemudian mengecup kening Jungkook begitu lama, "Aku mencintaimu Jeon Jungkook" ucap Taehyung. Jungkook tersenyum dan langsung bergelayut manja sambil menyenderkan kepalanya di bahu lebar Taehyung "Nado saranghae hyungie". Dan tak lama mereka pun turun dan langsung meninggalkan area bermain tersebut menuju bioskop.
.
.
Mereka sama-sama suka film action, jadilah mereka memilih genre film tersebut, tidak romantis memang, tapi toh mereka sama-sama suka.
Mereka memilih tempat duduk berisi dua orang, dan ketika film dimainkan mereka juga masih cukup romantis dengan saling menyuapi popcorn.
.
.
Mereka telah keluar dari bioskop, mencari penjual ramen, Jungkook ngidam ramen sekarang.
Setelah puas makan ramen, Jungkook masih ingin jajanan ini itu, Taehyung dengan senang hati membelikannya, berapa duit sih pikir Taehyung.
Setelah puas, mereka meluncur menuju sungai han. Setelah sampai mereka langsung mengambil tempat duduk yang sama persis seperti terakhir mereka kesini dulu, sebelum ada status di antara mereka.
"Hyung aku jadi ingat beberapa waktu yang lalu deh, kita kan malmingan kesini juga hehe"
"Iya Kook, aku tentu saja ingat", Taehyung merebahkan kepalanya di paha Jungkook, mereka mulai bersenda guaru kembali, memanggil beberapa penjual jajanan lagi, Jungkook ingin arum manis, astaga jika saja sekarang dalam kondisi normal maka Taehyung akan tertawa sampai koprol melihat Jungkook si preman menginginkan arum manis, ckckck.
"Kuki..."
"Ne hyung ?"
"Hyung minta arum manisnya juga dong, suapi", ujar Taehyung dengan nada sok manja.
"Kkk ne hyung ini makanlah", Jungkook pun mulai menyuapi Taehyung.
"Kuk arum manisnya kok hambar sih"
"Ah masak sih hyung, nggak kok, tadi kuki sudah makan banyak"
"Ah mungkin ini karena si arum manis kalah dengan kemanisan wajahmu ya kuk hehehe", gombal mode Kim Taehyung 2k17.
Dan Jungkook hanya berekspresi seperti ini -_-
.
.
Pukul 12 malam tepat pihak penyelenggara meyalakan kembang api, dejavu, persis seperti dulu.
Mereka pun memilih untuk berdiri agar dapat melihat kembang api tersebut lebih jelas.
.
.
Setelah pertunjukan kembang api tersebut selesai, Jungkook memutuskan untuk membuka suara pertama.
"Jadi, sekarang kita sudah putus ya hyung ?", ujar Jungkook dengan senyum dipaksakan dan hati yang sangat bergejolak, sakit, perih tapi tidak berdarah itulah yang ia rasakan, tanpa ia ketahui Taehyung pun sesungguhnya juga merasakan seperti itu.
"Begitulah", jawab Taehyung dengan tersenyum lembut dan mata yang berkaca-kaca, untung sekarang malam jadi tidak akan terlihat jelas jika Taehyung menahan air matanya.
"Yasudah ayo pulang, huaaa aku lelah sekali hyung, besok pijitin aku dikantin oke"
"Dih sapa lo"
"Aku, mantan kekasih Kim Taehyung hahaha, yasudah ayolah hyung aku ngantuk nih"
"Hahaha ya ya benar, huft yasudah ayo"
.
.
Entah hari ini harus dinobatkan sebagai hari yang bahagia atau menyedihkan, mereka berdua sama-sama tidak tau.
.
.
Tibisi
Ekhem, tes tes...
Udah berapa lapa coy ni ff ga dilanjut"in, kek d masukin peti terus di kubur aja ampe ga bisa nyentuh hmz -_-
Aq sadar ntah masih ad yg baca crita ini apa ga, aq udh ngerasa pas aq ngaret" update emg aq udah kehilangan beberapa readersq, tapi gapapa aq pengen tanggung jawab nyelesein ini (uhuy)
Jadi begini (memulai seribu alasan)
Akhir taon 2016 sampe awal taun ini aq sbuk dg kegiatan kantor, pajak, lap keuangan bbrapa prusahaan (bos saya kebanyakan PT sedih dd) de el el gtu lah, terus habis itu jederrrrr dapet kabar oppa" ke jekerdah kan
Nah jadi mulai deh nyiapin ini itu buat nton oppa
Jadinya sekarang udah agak longgar dan bisa sedikit demi sedikit nyicil update ff ini, begitu...
Mohon maaf ya semuanya, hope you will never forget this fanfic guys (: