Chanyeol dan baekhyun menghentikan aktifitas saling cumbu mereka. Baekhyun kemudian merangkak untuk duduk diatas pangkuan chanyeol. Baekhyun memandang dua manik gelap milik chanyeol secara intens. Tangan baekhyun menyentuh pipi chanyeol dan kemudian ia kecup bibir milik chanyeol.K keduanya kini kembali dalam ciuman yang dalam dan menuntut. Setelah beberapa lumatan ciuman itu berhenti dan menciptakan benang saliva antara bibir milik keduanya. Baekhyun yang sedari tadi memejamkan matanya kini membuka mata dengan nafas yang terengah dan tangannya menyibakkan rambut yang menutupi poninya ke atas, semakin terlihat berantakan.
"uhh, apa aku harus melakukan sesuatu?" tanya chanyeol menggoda baekhyun.
"yaa.. apa kau membawa kondom?" tanya baekhyun yang amsih terengah.
"shit... aku tidak tahu jika kita akan bercinta setelah ini baek.. dan aku tidak pernah terpikirkan akan hal itu" ucap chanyeol berbohong.
"tak apa yeol. Itu keren karena karena kau tidak berpikir kita akan melakukan seks malam ini. Dan akan lebih baik jika kau tidak pernah berpikir tentang hal itu" ucap baekhyun menenangkan chanyeol.
Chanyeol terkekeh kikuk. "uh yaa, aku tidak pernah berpikir hal seperti itu. bahkan sedikitpun tidak pernah terlintas. Yup!" bohong chanyeol-lagi. Baekhyun yang mendengar nada kekikukan di suara chanyeol terkekeh geli.
"aku punya kondom..." ucap baekhyun setelahnya.
"huh?" chanyeol menaikan kedua alisnya, matanya menatap heran pada baekhyun.
"aku bilang aku punya kondom. Tunggu disini!" ucap baekhyun yang kemudian melompat dari atas pangkuan chanyeol.
"uh oke.." ucap chaneyol yang sedikit heran kenapa kekasihnya ini memiliki kondom.
Baekhyun kemudian berlari kecil menuju kamar mandi didalam kamarnya. Dia mengobrakabrik lemari kecil tempat menyimpan peralatan mandinya dan sedikit terlihat kebingungan sambil sesekali menoleh ke arah chanyeol dan tersenyum saat mendapati chanyeol sedang memandangnya. Sedangkan chanyeol yang berada di atas ranjang milik baekhyun, terlihat menarik nafas beberapa kali dan membuangnya secara kasar.
"huh...aku bisa melakukan ini.. kau bisa melakukan ini park chanyeol" gumamnya pelan sambil menunggu baekhyun.
"aku rasa aku menyimpannya di—ah ini dia..!" gumam baekhyun yang kemudian mengeluarkan satu bungkus plastik berwarna silver dari sebuah box kecil dengan warna pink yang –wow apakah itu sebuah kondom rasa strawberry?
Baekhyun kemudian berlari kearah ranjang dan langsung naik dan bersimpuh disebelah chanyeol.
"here we go.." ucap baekhyun girang sambil mengulurkan bungkus silver itu kearah chanyeol. Chanyeol memandang baekhyun dengan tatapan tak percaya, namun kemudian dia mengambil bungkusan tersebut dan mengamatinya.
"tunggu apa lagi?" tanya baekhyun.
"uhh apa aku harus memakainya?" tanya chanyeol.
Baekhyun terkekeh kecil. " ya, cepat pakai itu bodoh" ucap baekhyun.
"uh ya.. okay.. aku rasa aku akan memakainya di bawah selimut." Ucap chanyeol.
"ide bagus.." sambut baekhyun yang kemudian ikut masuk kedalam selimut yang menutupi bagian perut kebawah keduanya.
Chanyeol kemudian mengambil bungkus yang tadi sempat ia taruh diatas meja nakas-saat dia masuk kedalam selimut- kemudian merobek bungkusan itu. kondom berwarna pink itu terlempar ke atas perutnya karena ia terlalu kasar atau mungkin terlalu panik saat membukanya dan untung saja baekhyun tidak memperhatikan hal itu. dengan cepat chanyeol mengambil kondomnya dan memakainya di balik selimut. Baekhyun yang melihat chanyeol sedang berkutat dengan sesuatu dibalik selimut kemudian mendapat ide bahwa ia harus membuka celananya juga. Kemudian cepat cepat ia menurunkan celananya dan membuangnya asal dibawah tempat tidur. Baekhyun kembali menoleh ke arah chanyeol yang terlihat masih kesulitan dengan sesuatu dibawah selimutnya.
"uh apa kau perlu bantuan?" tanya baekhyun.
"oh tidak ini hampir selesai" ucap chanyeol gugup dan kemudian ia selesai dengan sesuatu dibalik selimutnya. Chanyeol perlahan menindih baekhyun dan menggerakkan kejantanannya menuju lubang baekhyun-tanpa foreplay apapun.
Baekhyun hanya pasrah saat kepala kejantanan chanyeol menyentuh lubang hangat milik baekhyun. perlahan tapi pasti chanyeol memasukan ujung kejantanannya kedalam lubang kenikmatan baekhyun. baekhyun mengenyitkan dahi dan menutup matanya untuk menahan rasa sakit. Sesekali ia menggigit bibir bawanhnya.
"perlahan yeol.." ucap baekhyun disela rintihan yang tertahan.
Chanyeol yang melihat ekspresi baekhyun dengan cepat langsung menghentakkan kejantanannya hingga seluruhnya masuk kedalam lubang baekhyun.
"akkhhhh" terdengar dua suara pekikan keras. Satu milik baekhyun yang terdengar kesakitan, dan satu milik chanyeol yang terdengar seperti sebuah kenikmatan.
Chanyeol masih dalam posisi diam, karena ia tidak tega melihat baekhyun yang menahan kesakitan dengan keringat disekujur wajahnya. Chanyeol kemudian mencium kening baekhyun dan beralih ke hidung baekhyun.
"bergeraklah perlahan yeol.." ucap baekhyun yang memberi izin.
Perlahan chanyeol menarik kejantanannya keluar namun masih menyisakan ujungny didalam lubang baekhyun, dan mendorongnya masuk lagi. Seperti itu, terus, dan secara intens chnayeol lakukan untuk mencoba mencari titik kenikmatan didalam lubang baekhyun. tangan baekhyun meraih tengkuk chanyeol untuk mempermudah baekhyun mencium bibir chanyeol. Keduanya kini saling berpagutan bibir dengan tubuh bagian bawah yang juga bergerak mendorong dan menerima secara intens, pelan, dan teratur. Tidak ada paksaan didalamnya.
"ahhh... lebih cepat yeol.." ucap baekhyun.
Tangan baekhyun meraih kejantanannya sendiri ketika dirasa dia akan mencapai klimaksnya. Chanyeol sedikit mempercepat gerakannya dan tangannya meraih tangan baekhyun, menyingkirkannya, dan mulai mengocok kejantanan mungil baekhyun.
"ahhh.. teruss yeol.. ahh ya.. disitu... ahh sedikit ke kanan..." racau baekhyun kenikmatan.
"eungh... disini?" tanya chanyeol dan hanya dibalas desahan baekhyun.
Chnayeol yang mendengar desahan baekhyun semakin menggila dan mempercepat gerakan pinggul dan tangannya. Kaki baekhyun yang melingkar di pinggang chanyeol semakin ia eratkan dan dalam 1 menit terakhir baekhyun mencapi klimaksnya.
"aaaakhhhh..." desah baekhyun bersamaan dengan cairannya yang keluar membasahi tangan chanyeol dan perut baekhyun sendiri.
30 detik setelahnya chanyeol menyemprotkan cairannya didalam lubang baekhyun. baekhyun merasakan hangat namun tidak merasa basah (?) karena cairan milik chanyeol terhalang oleh kondom yang melekat pada kejantanan chanyeol.
Keduanya kini terengah setelah mendapat klimaks mereka. Chanyeol mencium kening baekhyun beberapa kali.
"terimakasih baek,, ini malam terbaik dalam hidupku" ucap chanyeol yang kemudian merebahkan dirinya disamping baekhyun.
Baekhyun tersenyum, sedikit menangkat tubuhnya yang terasa pegal apalagi dibagian bawah selangkangannya. Baekhyun berusaha turun dari ranjang dan berjalan ke arah kamar mandi meninggalkan chanyeol yang sedang berbaring kelelahan diranjangnya. Chanyeol menyadari kepergian baekhyun namun ia terlalu lelah jadi ia putuskan untuk menunggu baekhyun kembali dari kamar mandi.
.
30 menit berlalu
Baekhyun selesai membersihkan dirinya dan sudah mengenakan piyama tidurnya. Kini Baekhyun terdiam didepan cermin di kamar mandinya. Hanya diam dengan tatapan tidak percaya pada dirinya sendiri. Baekhyun tidak percaya bahwa dirinya baru saja melakukan seks-bercinta- dengan chanyeol, kekasihnya yang baru saja resmi sekitar 24 jam yang lalu.
Baekhyun tidak menyesali perbuatannya bersama chanyeol, dia hanya merasa gugup dan tidak percaya bahwa dirinya dengan rela memberikan keperjakaannya kepada chanyeol. 'apakah aku begitu mencintainya hanya dalam waktu 48 jam?' tanya baekhyun dalam hati. Baekhyun kemudian menggelengkan kepalanya pelan dan menarik nafas panjang dan beberapa kali menggumamkan kata 'jangan panik, jangan panik, jangan panik' sebelum kemudian meraih kenop pintu kamar mandi dan membukanya.
Terlihat chanyeol yang terduduk dipinggir ranjang baekhyun dengan pakaian lengkapnya. Ia melihat baekhyun dengan rambut basahnya yang menandakan bahwa kekasihnya baru saja selesai mandi dan kini berjalan kearahnya dan duduk disebelahnya.
Baekhyun yang berjalan ke arah chanyeol tidak berani melirikan matanya kearah chanyeol. Kemudian mereka berdua kini telah duduk di pinggir ranjang baekhyun. keduanya hanya diam untuk beberapa saat. Baekhyun hanya menundukkan kepalanya kebawah. Chanyeol memandang ke arah baekhyun kemudian ikut menundukkan kepalanya.
"huh.. setidaknya kondomnya tidak robek" ucap chanyeol yang berusaha membuka obrolan. Baekhyun hanya menghela nafas dan menaikkan pandangannya ke langit kamar.
"uh yaa. Aku rasa begitu.." ucap baekhyun pelan. "aku rasa tadi sudah cukup baik dan cukup menyenangkan." Lanjutnya.
"yaaa." Balas chanyeol.
"ya... tapi itu bukan salahmu jika kau tidak bisa memebuatku mendesah lebih keras." Ucap baekhyun sedikit iba.
"aku tidak berpikir begitu. yah..lubangmu sangat sempit, dan seperti tidak ada jalan menuju kesana"
"huh? Tidak?" tanya baekhyun.
"yaa aku tidak berpikir aku bersalah." Ucap chanyeol sambil mengedikkan bahunya.
"wow.. itu bukan salahku juga kan?" tanya baekhyun dengan kedua alis terangkat. " kenapa yeol? Apa kau berpikir itu salahku?" chanyeol hanya diam dan kemudian menghela nafasnya pelan.
"oh..." baekhyun menutup kedua tangannya tak percaya dengan keterdiaman chanyeol. Baekhyun berpikir chanyeol menyalahkannya. Baekhyun langsung bangkit dari duduknya dan berjalan kesisi ranjang untuk menggulung sprei dan selimut bekas percintaannya dengan chanyeol.
"hei.. baek, tunggu dengarkan aku." Ucap chanyeol yang ikut bangkit dan meraih lengan baekhyun.
Baekhyun menghempaskan tangan chanyeol dan kembali sibuk dengan kegiatan menggulung sprei dan selimutnya.
Chanyeol mengusak rambutnya frustasi. "dengar baek, ini bukan salah siapa siapa oke? Ini adalah hal pertama bagi kita berdua dan adalah hal yang wajar jika kita harus saling terbuka satu sama lain, oke? Dan tentang kondom itu? itu membuat semuanya semakin buruk." Ucap chanyeol, dan baekhyun masih memunggunginya.
"dan kau berpikir itu salahku? Salahku karena membuatmu memakai kondom?" tanya baekhyun ketus.
"aku tidak berkata seperti itu baek.." baekhyun hanya tersenyum sarkastik kearah chanyeol.
"aku tau ini rasanya aneh karena ini adalah hal yang baru untuk kita, oke?" ucap chanyeol meyakinkan baekhyun, namun baekhyun tak ingin perduli dan terus melanjutkan mengabaikan chanyeol.
"emm mungkin ini terdengar tidak cukup baik, tapi aku tidak tau bagaiman cara semua hal ini berjalan, aku rasa kau mungkin tidak terlalu terangsang atau—" ucapan chanyeol terputus.
"oke- baiklah tuan park." Pekik baekhyun menghentikan ucapan chanyeol. "oh tuhan, aku tidak percaya dengan apa yang baru saja kita lakukan, oke? Aku tidak menyesalinya, tapi, oh maksudku, aku baru mengenalmu belum ada lebih dari seminggu—bahkan baru 48 jam yang lalu dan aku tidak memiliki copyan hasil tes riwayat kesehatanmu—"
"hasil tes huh? Kau tau aku masih perjaka setidaknya satu menit yang lalu dan asal kau tau aku melakukannya pertama kali denganmu dan kau meragukanku?" ucap chanyeol memutus kalimat panjang baekhyun.
"ada banyak penyakit kelamin yang bisa kau dapatkan tanpa harus berhubungan seksual, yeol."
"oke" ucap chanyeol singkat sambil memutar matanya. Baekhyun semakin merasa kesal.
"oke.. kau tau yeol.. semua ini terjadi begitu cepat, dan kita terbawa suasana dan kita membuat kesalahan." Ucap baekhyun lirih. "semua orang melakukan kesalahan, dan ini bukan hal yang besar karena kita melakukan seks. Ini bukan akhir dari dunia." Lanjut baekhyun.
"ya kau tau itu, cepat atau lambat semuanya akan terjadi"ucap chanyeol.
"bisakah kita lewatkan semua ini?" balas baekhyun. "aku lelah yeol, sebaiknya kau pulang."
Chanyeol tidak percaya dengan kata kata baekhyun yang menyuruhnya untuk melewatkan hal ini. Bagi chanyeol semua itu seperti baekhyun menyuruhnay untuk melupakan peristiwa penting dalam sejarah hidupnya. Pe-nga-la-man-seks-per-ta-ma-nya. Yang dalam kamus hidup park chanyeol itu merupakan sebuah moment penting.
Chanyeol mengehela nafas dan memandang baekhyun dengan rasa tidak percaya. Seseorang yangdalam 48 jam ini membuatnya menyimpang, dan jatuh cinta secara bersamaan, mengusirnya setelah mereka melakukan seks.
"hmm aku rasa aku harus pergi." Ucap chanyeol singkat. "atau aku harus melompat lagi dari atap saat hyung dan noona mu pulang." Sindir chanyeol yang membuatbakehyun semakin memerah kesal.
Baekhyun mengantarkan chanyeol untuk keluar melalui pintu utama rumahnya. Chanyeol masih membelekangin pintu dengan baekhyun yang berada di belakangnya. Chanyeol menghela nafas dan berpaling menghadap baekhyun yang menundukkan kepalanya.
"aku akan menghubungimu baek.."
"ya.." balas baekhyun singkat sambil mengangkat kepalanya. Dia saat ini sedang tidak ingin berbicara dengan chanyeol atau siapapun. Baekhyun hanya ingin sendiri danmerenungi semuanya. Perlahan chanyeol mendekatkan wajahnya ke wajah baekhyun tapi baekhyun membuang muka. Menolak ciuman chanyeol dengan halus, walaupun sedikit menyakitkan mengingat apa yang abru saja mereka lakukan—sebelum bertengkar hebat.
Chanyeol yang merasa mendapat penolakan segera berbalik dan berlalu dari hadapan baekhyun. chanyeol merasa kesal dan bingung dengan sikap baekhyun yang tidak bisa ditebak.
"tunggu, yeol." Chanyeol yang berjalan menjauh dari baekhyun seketika menolah dan menghentikan langkahnya.
"eh, kau tau..kenapa tidak aku saja yang akan menghubungimu duluan, yeol? Emm, aku akan menghadapi minggu yang berat dengan ujian dan semacamnya." Ucap baekhyun yang mash berdiri didepan pintu rumahnya.
"..dan juga kris masih selalu menghubungiku dan mengirimiku pesan untuk meminta maaf. Jadi aku tidak tahu apa yang akan aku lakukan. Kris berkata dia sedang menulis lagu, dan dia ingin aku mendengarkannya dan—"
"ini bukan waktu yang tepat untuk membahas mantanmu, ya, tapi, nikmati saja semua itu.." chanyeol memutus kalimat panjang baekhyun. chanyeol kecewa karena baekhyun membahas kris disaat seperti ini. Chanyeol cemburu tapi tidak ingin menambah masalah.
"dan aku rasa kau ingin menikmati waktumu bersama , aku rasa ini juga bukan waktu yang teopat untukmu..untuk menjalin sebuah..."
"hubungan?" tanya chanyeol.
"ya... apapun itu." Gumam baekhyun pelan namun suasana sangat sepi jadi chanyeol masih bisa mendengarnya.
Chanyeol mengusak rambutnya frustasi. Ini seperti baekhyun sedang memutuskan hubungan mereka secara sepihak, setelah apa yang mereka lakukan. Chanyeol merasa dipermainkan, dan merasa terbuang. Tapi kemudian chanyeol menyunggingkan senyum, senyum sarkastik. Perlahan chanyeol berjalan menuju baekhyun.
"ya tuhan, sekedar catatan untukmu, byun baekhyun. aku sudah berusaha untuk menahannya, dan kau dengan mudahnya—"
"dengan mudahnya apa?" baekhyun mengedikkan bahunya dengan mimik bertanya namun mata yang berkaca kaca.
Chanyeol menghela nafas untuk kesekian kalinya. "tidak, tidak ada. Lupakan. Aku minta maaf semua ini terjadi." kemudian chanyeol berbalik dan pergi dari hadapan baekhyun. chanyeol merasa menyesal karena tidak bisa menahan nafsu, merasa bodoh karena tidak bisa mencegah baekhyun saat baekhyun dengan gamblangnya memutus hubungan mereka secara sepihak, dan merasa tercampakkan dan dipermainkan di saat yang bersamaan.
"ya..aku juga minta maaf." Cicit baekhyun setelah chanyeol berlalu. Air mata yang sedari tadi dia tahan akhirnya lolos juga. Baekhyun tak sanggup menahan air matanya saat chanyeol meminta maaf untuk kesalahan pada hubungan mereka yang mereka sendiri tidak tau apa penyebabnya. Baekhyun merasa egois karena meminta hubungan mereka usai, secara sepihak. Baekhyun merasa bodoh karena tidak bisa menahan chanyeol untuk tidak pergi dari hadapannya. Baekhyun merasakan hatinya nyeri karena chanyeol.
Baekhyun masuk kedalam rumah dan menutup pintunya kasar. Menyandarkan punggungnya pada pintu dibelakangnya. Satu tangannya memegang dada kirinya menahan nyeri yang ia rasakan, dan satu tangannya lagi menutup mulut menahan isakan yang meronta ingin keluar.
Chanyeol masuk kedalam mobilny yang ia parkir didepan rumah baekhyun, membanting pintu mobil secara kasar. Punggungnya ia sandarkan, tangannya meremas rambutnya dengan rahang yang mengeras menahan emosi. Sedetik kemudian satu tangannya yang lain meninju kemudi yang berada didepannya, meluapkan segala gemuruh perih di hatinya.
Baekhyun yang masih terduduk dengan isak tangis, segera berdiri dan berjalan cepat menuju kamarnya. Setelah sampai dikamar, baekhyun segera menuju jendela dan melihat mobil chanyeol sudah tidak terparkir dihalaman depan rumahnya. Air mata baekhyun mash terus menetes, tapi dengan cepat baekhyun menghapusnya dan mengambil ponselnya di nakas. Sedikit berharap chanyeol akan menghubunginya, dan membuatnya berubah pikiran agar bisa mempertahankan hubungan mereka. Namun nihil, tidak ada satupun notifikasi dan membuat baekhyun membuang ponselnya ke ranjang. Baekhyun menuju ranjang—dengan pipi yang ia gembungkan mencoba menahan tangisnya yang tidak mau berhenti—dan berbaring di atasnya. 10 menit berlalu dan akhirnya baekhyun tertidur dengan air mata yang masih membekas di kedua belah pipinya.
Chanyeol meraih ponsel yang ada dikantong celana dan menyalakan layarnya. Berharap ada sebuah notifikasi pesan atau sebuah telepon dari baekhyun yang mengatakan berubah pikiran, dan menyesal telah mengakhiri hubungan mereka secara sepihak. Chanyeol terus memandang layar ponselnya, namun tidak ada notifikasi apapun. Chanyeol menatap jendela kamar baekhyun dengan mimik berharap dan menunggu. Chanyeol membuka pintu mobilnya dan ingin beranjak menyusul baekhyun ke dalam rumah, namun otaknya otaknya berkata bahwa dia tidak bersalah dan baekhyun yang seharusnya meminta maaf dan memperbaiki semuanya. Chanyeol mengurungkanniatnya dan kembali menutup pintu mobil, membuang nafas kasar dan melajukan mobilnya berlalu dari depan rumah baekhhyun. 10 menit berlalu akhirnya chanyeol meraih ponselnya dan menekan beberapa kali kemudian menempelkan ponsel tersebut ke telinganya.
"hei, ini aku. Apa yang kau lakukan?" tanya chanyeol kepada orang diseberang telepon.
.
Drtt drttt drttt
10 menit yang lalu dia masih menangis dan baru saja dia tertidur harus dibangunkan oleh sebuah panggilan telepon masuk. Baekhyun mengerjapkan matanya dan mengambil ponselnya, ia teringat akan pertengkarannya dengan chanyeol, dan dengan segera tanpa melihat id pemanggilnya, baekhhyun mengangkat telepon masuk yang ia harap adalah dari chanyeol.
"oh tuhan, aku sangat senang kau menelpon. Aku—"
"sayang? Oh aku sangat senang kau terdengar menunggu telpon dariku. Aku hanya ingin mendengar suara merdu gadis manisku."
"oh kris.."
"baek, kenapa kau terdengar sedih sekarang? Hey?"
"maaf kris, aku sedang tidak dalam mood—"
"tunggu baek, aku hanya ingin meminta maaf, aku tau kau hanya belum siap dan aku sudah kelewatan karena memukul temanmu."
"apa?"
"yah kau tau, aku akan menunggumu untukku baek. Jadi maafkan aku dan mari kita kembali lagi seperti semuanya baik-baik saja? Jangan putuskan hubungan ini, baek. Tidak ada yang mencintaimu seperti aku mecintaimu baek."
"kris, ini sudah malam dan aku sangat lelah. aku masih punya banyak tugas dan aku harus kuliah besok pagi. Berhentilah menelponku karena kita tidak akan pernah terjadi lagi."
"tunggu, apa kau menolakku? Apa kau sekarang berkencan dengan park chanyeol itu?"
"apa? Tidak. Aku hanya berpikir ini bukan waktu yang tepat untuk membahasnya. Aku hanya—"
"aku mengerti kau lelah baek. Maafkan aku. Tidurlah malaikat kecilku. Bermimpilah. Selamat malam. Aku mencintaimu."
Baekhyun menutup panggilan dari kris dan menghembuskan nafas kasar. Baekhyun kecewa karena bukan chanyeol yang menghubunginya, sedikit banyak baekhyun berharap chanyeol menelponnya dan baekhyun dengan rela akan meminta maaf kepada chanyeol. Baekhyun membenamkan kepalanya kedalam bantal dan kembali menangis meurtuki kebodohan dan keegoisannya.
.
Chanyeol duduk disebuah cafe dengan jongin dan kyungso didepannya. Ya, 10 menit yang lalu saat chanyeol pergidari rumah baekhyun, dia menghubungi dua sahabatnya itu dan kini mereka berakhir disebuah cafe langganan mereka. Chanyeol menceritakan apa yang baru saja ia alami, mulai dari seks, sampai pertengkarannya dengan baekhyun. jongin dan kyungsoo menatap chanyeol dengan tatapan iba dan prihatin.
Chanyeol mengehela nafas untuk kesekian kalinya. Matanya memerah karena menahan air mata dan kekecewaan. Terlihat sangat berantakan.
"seks, seks, seks. Semua itu terlihat jauh lebih indah ketika kau belum melakukannya." Chanyeol tersenyum singkat. "karena sebelum kau melakukannya, itu adalah segalanya, segalanya yang kau inginkan diseluruh duniamu, ya, kalian berdua paham yang aku katakan?" tanya chanyeol yang menundukkan kepalanya.
Jongin dan kyungsoo hanya menganggukan kepalanya.
"dan setelah kalian melakukannya, apa yang kau inginkan diseluruh dunia menjadi hilang. Poof! Dan merusak sesuatu yang baru saja kau mulai." Bisik chanyeol. " semua menjadi berantakan. Aku berharap bisa memutar waktu dan kembali ke awal lagi" Lanjutnya yang kemudian mengusak wajahnya dengan kedua tangannya. Benar benar membuat frustasi.
"dari awal? Maksudmu dari hari jumat?" tanya jongin.
"ya..maksudku dari awal saat kita berada diclub. Jika aku dapat memutar waktu, aku akan melakukan dengan cara yang berbeda." Ucap chanyeol memandang cangkir kopinya yang belum dia sentuh sama sekali.
"oke, aku akan menanyakanmu satu pertanyaan serius, dan aku ingin kau berpikir sebelum memberikan jawaban." Chanyeol memperhatikan jongin dan berusaha fokus dengan pertanyaan yang akan jongin berikan.
"apa mungkin masalahnya adalah, seperti..." jongin menjeda ucapannya dan sedikit melirik kiri kanannya dan mendekatkan kepalanya ke arah chanyeol. "milikmu kurang memuaskan?" lanjut jongin. "dan kau tidak tau ukuranmu karena kau belum atau tidak pernah melakukan perbandingan sebelumnya? Apa kau ingin aku melihat milikmu? Hanya untuk membandingkan." tanya jongin. Kyungsoo disebelahnya hanya memutar mata malas mendengar pertanyaan sok serius jongin yang ternyata hanya pembahasan mesum seperti biasanya. Chanyeol memutar matanya kesal.
"tidak, percayalah tidak perlu dibandingkan, miliku akan lebih besar dari milikmu. Aku yakin itu." ucap chanyeol enggan atas tawaran jongin.
"kau yakin?" jongin memastikan dan, dipastikan juga mendapat pukulan keras dari kyungsoo, tepat di kepala.
"yak! Berhentilah membahas hal yang berada diluar topik." Ucap kyungsoo kepada jongin, kesal. Kyungsoo kemudian menatap chanyeol.
"apa?" tanya chanyeol yang merasa ditatap tajam oleh mata bulat kyungsoo.
"tenanglah, dia tidak berada di kampus yang sama dengan kita. Jadi kita tidak akan bertemu dengannya. Tidak ada yang mengenalnya di kampus kita jadi tidak akan tersebar gosip bahwa park chanyeol dengan penis pausnya tidak bisa membuat kekasinya mendesah. Dan ingat, beberapa minggu lagi kita akan diwisuda. Berhentilah memikirkannya, kembalilah pada luhan. Dia bukan akhir dari segalanya, park. Jadi lupakan baekhyun dan lanjutkan hidupmu. Pergi ke bar dan temui beberapa gadis diluar sana." Ucap jongin yang hanya ditanggapi senyuman oleh chanyeol.
"berhentilah berkata omong kosong!" ucap kyungsoo menanggapi ucapan panjang lebar jongin.
"oh begitukah?" balas jongin yang kini sedang mendelikkan matanya ke arah kyungsoo.
"yup, benar benar omong kosong." Ucap kyungsoo yang membalas delikan mata jongin dengan lirikan singkat dan kembali menatap chanyeol. "kau bertemu dengan seseorang yang dari ceritamu, dia adalah seorang pria yang manis, menginspirasi dan keren. Berapa kali kau menghabiskan akhir pekanmu untuk berkeliling ke club dan menemukan orang seperti dia? Itu hanya terjadi sekali, dan tidak akan terjadi lagi. Tidak. Akan. Pernah. Terjadi. Lagi. Park. Chanyeol. Jadi sekarang apa? Kau akan memperjuangkannya atau kau akan melemparkan tanganmu dan pergi begitu saja?"
"tapi aku telah merusaknya dengan membuatnya melakukan seks denganku, soo." Ucap chanyeol.
"uh-huh, kau melakukannya dengan kekasih yang kau cintai. Itu bukan seks, tapi bercinta, oke? Kau baru melakukannya pertama kali dengannya dan itu adalah pengalaman pertama untuk kalian berdua. Jadi wajar jika kalian tidak tahu apapun, dan kesalah kecil bisa saja terjadi. ini bukan tentang apa yang telah kalian lakukan, tapi ini tentang apa yang harus kalian pertahankan dengan tidak membiarkan salah satu diantara kalian untuk saling mengabaikan dan berjalan menjauh. Ini tentang bagaimana kau menghadapi masalahmu dan menjadi seorang pria sejati dengan tidak melepaskan apa yang kau cintai, chanyeol-ah." Kyungsoo meyakinkan chanyeol untuk kedua kalinya.
"uhh aku tidak tahu jika aku seorang pria seperti itu soo" chanyeol berucap lirih ampak keputus asaan.
Kyungsoo tersenyum. "kau seorang pria. Jadilah pria sejati dan perbaiki hubungan kalian!" kyungsoo kembali meyakinkan chanyeol yang terlihat bingung dan putus asa.
"izinkan aku bertanya.." ucap jongin. " beberapa hari yang lalu semua ini tentang kau dan luhan, Luhanmu yang manis. Dan sekarang aku hanya ingin tahu apa yang begitu istimewa dari seorang Byun Baekhyun hingga membuat park chanyeol menjadi menggila dan frustasi dan gay?" tanya jongin. Chanyeol membuka mulutnya namun kemudian dia menutupnya kembali. Dia tidak pernah menjawab pertanyaan itu karena, ya, dia tidak mempunyai satupun alasan kenapa dia mencintai seorang Byun Baekhyun. chanyeol hanya berpikir ketika mencintai seseorang karena sebuah alasan, semua hal itu hanya omong kosong karena suatu saat jika 'sebuah alasan' itu telah berganti dan hilang dari seorang yang kau cintai, maka cintamu juga akan berganti dan ikut menghilang.
.
.
July, 25, 2015
Keesokan harinya baekhyun terbangun dengan mata sembab dan sedikit lingkar hitam dibawah matanya. Baekhyun berhenti menangis pukul 2 malam dan kini dia terlihat berantakan. Baekhyun bangkit dari tidurnya dan mendudukan dirinya di atas ranjang. Dia melihat ponselnya dan tidak ada notifikasi yang menandakan chanyeol menghubunginya. Baekhyun menghela nafas pelan., merasakan kekosongan pada satu sisi ruang didalam hatinya. Satu tempat yang sempat diisi oleh chanyeol. Dan dia merindukan chanyeol berada disana lagi. Dengan perhatian klise dan romantisnya. Kemudian baekhyun teringat dengan hadiah yang diberikan chanyeol kemarin. Mata baekhyun kembali berkaca kaca. Baekhyun merindukan chanyeol dan sadar bahwa dia sangat mencintai seorang park chanyeol.
Baekhyun kemudian beranjak menuju kamar mandi dan bersiap berangkat ke kampusnya dengan mood yang sendu. Baekhyun yang sudah siap dengan kaos coklat dilapisi jaket merah maroon dan celana jeasnya turun dari lantai dua dan menuju ke ruang makan, disana sudah ada jongdae dengan pakaian kerjanya sedang membaca kroan dan juga xiumin yang sibuk mengelap piring. Baekhyun mencoba tersenyum dan menghilangkan raut sedihnya.
"selamat pagi.."
"oh selamat pagi manis.. kau ingin susu untuk sarapan?" tanya xiumin yang masih sibuk dengan piring piringnya.
Baekhyun tidak menanggapi pertanyaan xiumin namun segera berjalan menuju arah mesih kopi dan menuangkan kopi kedalam cangkirnya. Baekhyun kemudian berjalan ke arah meja makan dan mengambil roti didepan jongdae. Jongdae yang menyadari kehadiran baekhyun mendongakkan kepalanya dan mendapati adiknya dengan raut sedih dan bibir yang melengkung ke bawah.
"apa kau baik baik saja?" tanya jongdae khawatir.
Baekhyun hanya mengangguk anggukan kepalanya. Jongdae yang melihat itu kemudian tersenyum dan mengelus kepala baekhyun kemudian melanjutkan kegiatannya membaca koran. Baekhyun kemudian duduk didepan jongdae dan mengamati kedua kakaknya bergantian. Kemudian dia menyadari suatu hal. Tiba tiba baekhyun berdiri.
"aku bertemu seorang pria." Ucap baekhyun lirih namun dapat didengar oleh kedua kakaknya. Xiumin seketika menghentikan kegiatannya dan menoleh ke arah baekhyun. hal yang sama dilakukan oleh jongdae.
"aku bertemeu dengan seorang pria. Pria yang benar benar baik. Dan sekarang aku membuangnya." Ucap baekhyun kemudian dia menoleh kearah xiumin.
"oh sayang, aku yakin kau tidak melakukan itu." ucap xiumin.
"tidak. aku melakukannya. Aku membuangnya dan aku mengacaukannya. Dan sekarang semua sudah berakhir sebelum aku...aku tidak akan pernah melihatnya lagi." Mata baekhyun berkaca kaca namun dia menahannya.
Xiumin kemudian beranjak dari tempatnya dan berjalanmenuju baekhyun dan memeluknya. " oh sayang" ucap xiumin sambil mengelus punggung baekhyun.
"aku mencintaimu noona.." ucap baekhyun.
Jongdae yang melihat hal itu tersenyum dari tempat duduknya.
"kalian berdua.. aku mencintai kalian berdua." Ucap baekhyun sambil melirik jongdae di sebelahnya. "maafkan aku karena tidak memberi tau kalian lebih awal." Lanjut baekhyundengan mata tertutup yang kemudian air mata yang sedari tadi dia tahan keluar tanpa seijinnya. Jongdae berjalan menuju kedua orang yang sangat dicintainya itu kemudian ikut memeluk baekhyun dan mereka bertiga berakhir dengan pelukan hangat dipagi hari.
"aku rasa aku harus berangkat. Aku tidak mau ketinggalan bus." Ucap baekhyun dan pelukan ketiga orang itu terlepas.
"kau ingin aku antar? Sekalian kita membicarakannya?" tanya jongdae.
"uhm, aku rasa aku akan naik bus saja." Ucap baekhyun yang kemudian memeluk xiumin sekali lagi dan berjalan keluar dari ruang makan.
Xiumin dan jongdae menatap kepergian baekhyun dengan senyuman. Setelah baekhyun tidak terlihat lagi, xiumin menghela nafas lega dan memegang dadanya.
"aku ingin kau mengingat setia detil dari apa yang baru saja terjadi, karena itu tidak akan pernah terjadi lagi." Ucap jongdae tegas.
"aku senang bakehyun bisa terbuka dengan kita." Xiumin tersenyum lega dan kemudian memeluk jongdae.
.
Bakehyun membuak pintu utama rumahnya dan menghirup udara pagi hari seoul yang begitu segar. Baekhyun kemudian berbalik untuk menutup pintu rumahnya.
"WHOAAA! Shit! Apa yang ka—"
"whoaa maaf maaf." Chanyeol meminta maaf karena kehadirannya yang tiba tiba membuat baekhyun kaget.
"kau..kau.."baekhyun dengan jantung yang masih berdetak karena kaget menunjuk nunjuk chanyeol dengan jari telunjuknya. "kau..seharusnya memberi peringatan jika kau tidak ingin membuat orang dihadapanmu mendapat serangan jantung." Ucap baekhyun kesal.
"okay . aku tau aku minta maaf." Ucap chanyeol. "aku hanya—emm aku ingin.." chanyeol terbata kemudian dia mengambil nafas untuk menenangkan diri.
"baek, aku sudah berpikir dan aku sadar aku tidak tau banyak hal tentang bagaimana suatu hubungan vbisa berjalan." Ucap chanyeol. Baekhyun berjalan melewati chanyeol namun chanyeol menghalangi jalan baekhyun dengan tubuhnya.
"begitupun aku." Balas baekhyun.
Kini mereka berdua saling berhadapan.
"aku juga tidak tau apa apa tentang cinta. Aku bahkan tidak percaya bahwa aku berkata hal hal ini." Ucap chanyeol yang dibalas dengan kekehan baekhyun yang memutar mata kemudian berjalan melewati chanyeol.
Chanyeol memutar badannya dan sekarang mengahadap baekhyun yang berjalan menjauhinya.
"kau tau aku memang tidak tau apapun tentang cinta." Baekhyun berhenti dari pergerakannya danseolah mematung, kemudian dia membalik badannya dan mengahadap chanyeol yang berada e meter didepannya. Chanyeol perlahan berjalan menuju baekhyun.
"Tapi aku tau satu hal yang paling aku inginkan di dunia ini adalah aku bisa terus berbicara dengan mu. Aku ingin tahu bagaimana harimu, apa yang ingin kamu makan, dan aku ingin berdebat denganmu, aku selalu ingin mendengar tentang semua teori dan pemikiranmu, walaupun kau tau semua terkadang tidak masuk akal. Aku tau semua ini tidak sesederhana itu. aku hanya berpikir, agar aku terus bisa bersama denganmu. Dan selanjutnya, aku tidak tahu bagaimana selanjutnya" chanyeol menghentikan langkahnya saat kata kata yang diucapkannya juga berhenti. Kini baekhyun berdiri didepannya denga mata yang berkaca kaca.
Baekhyun membuka mulutnya, namun dia tidak bisa mengucapkan satu patah katapun. Baekhyun mati matian berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh didepan chanyeol. Baekhyun tidak tahu harus menjawab apa. Baginya chanyeol baru saja mengungkapkan cinta dengan cara paling keren dan romantis. Baekhyun ingin berkata bahwa ia sangat bahagia namun apa yang keluar dari mulutnya seolah berlawanan dengan hatinya.
"uh aku akan terlambat ke kampus.." ucap baekhyun.
"uhm oke." Balas chanyeol. Chanyeol seakan kembali tertampar bahwa baekhyun benar benar tidak ingin bertemu dengannya lagi dan muka dan ingin chanyeol enyah dari hadapannya. Chanyeol kemudian tersenyum dan melangkahkan kakinya untuk melewati baekhyun dan pergi meninggalkanya. Namun belum sempat ia mengambil langkah baekhyun menghalangi jalan chanyeol.
"uh, apakah kau bisa mengantarku?" tanya baekhyun memerah.
"uh.." chanyeol nampak berpikir dengan permintaan baekhyun.
Baekhyun menunggu dengan sejuta perasaan yang bercampur aduk. Apakah chanyeol akan mengiyakan permintaannya, karena jika chanyeol menolak permintaannya sudah bisa dipastikan bahwa baekhyun telah kehilangan cinta chanyeol seutuhnya.
"uhm aku rasa ya.." ucap chanyeol dan baekhyun tersenyum dengan puppy eyesnya.
"jadi, itu tidak akan membuatmu terlambat ke kampus kan?" tanya baekhyun.
"ya aku pasti akan terlambat. Tapi asal kau ingat aku mahasiswa semester akhir baekh."ucap chanyeol yang kemudian mengajak baekhyun masuk kedalam mobilnya.
.
Baekhyun duduk disamping chanyeol. Keduanya saling diam. Terkadang baekhyun menoleh kearah chanyeol, kemudian mengalihkan pandangannya kembali ke depan atau kejendala. Begitu pula dengan chanyeol. Keduanya dalam suasana canggung untuk memulai percakapan.
Baekhyun kemudian mengambil sesuatu dari dalam tasnya dan mengeluarkan sebuah keping CD.
"aku membuatkanmu sebuah mix dari lagu lagu yang aku anggap bagus, semoga kau menyukainya." Ucap baekhyun yang kemudian memasukkan cd itu kedalam player di dahboard mobil chanyeol.
Terdengar alunan lagu rock yang mememikan telinga dan baekhyun memelotokan matanya kaget.
"uh maaf, ini lagu yang salah." Baekhyun kemudian menekan tombol next dan berputarlah alunan musik suatu suku pedalaman dan baekhyun kembali melotot kaget dan dengan cepat menekan tombol next. Chanyeol terkekeh melihat tingkah baekhyun.
Kali ini terdengar alunan suara Austin Mahone yang bersenandung..
You dont undertsand how much you really mean to me..
I need you in my life you are my necessary
But believe me you're everything that just make my world complete
And my love is clear the only thing that i'll ever see...
Baekhyun dan chanyeol mendengarkan musik yang terputar dalam diam.
"kau tau, tidak ada teori atau pemikiranku yang tidak masuk akal, yeol. Hanya perlu dikembangkan saja dan akan jadi masuk akal." Ucap baekhyun dengan tatapan lurus kedepan.
"uh oke.." ucap chanyeol sambil mengelus kepala baekhyun.
"dan seperti apa yang kau katakan sebelumnya, tentang keinginanmu untuk terus berbicara denganku dan segalanya tadi, aku juga menginginkan hal yang sama, yeol."
Chanyeol memalingkan wajahnya ke arah baekhyun dan tersenyum bahagia.
"dan untuk masalah seks, aku ingin kita membicarakan apa yang harus dan tidak harus dilakukan, oke?"
"baiklah aku setuju." Jawab chanyeol.
.
Setelah 20 menit mereka sampai di depan kampus baekhyun.
"tunggu disini.' Ucap chanyeol yang kemudian beranjak dari tempat duduknya dan brjalan ke arah samping mobilnya. Chanyeol membukakan pintu mobil baekhyun. baekhyun tersenyum dengan rona merah di pipinya.
"kau konyol, park." Ucap baekhyun sambil memutar matanya, namun tak melupakan rona merah dipipinya.
Chanyeol menyeringai. " hadapi saja keromantisan kekasihmu ini, byun." Ucap chanyeol yang kemudian mengecup singkat bibir baekhyun. tubuh mereka terhalang oleh pintu mobil chanyeol.
"jadi.."
"jadi apa?" tanya chanyeol sambil menutup pintu mobilnya.
"apa kau akan menjemputku setelah kelasku selesai?" tanya baekhyun.
"jam berapa?" chanyeol nampak berpikir.
"jam 4 setelah aku selesai dengan club jazz ku.' Ucap baekhyun
"kalau begitu kau akan melihat kekasihmu berdiri didepan mobilnya, disini, di tempatini, pukul 4 nanti."
"okay. Sampai jumpa nanti sore." Baekhyun berjalan meninggalkan chanyeol yang kemudian berjalan ke arah pintu kemudi untuk segera pergi.
10 langkah yang baekhyun ambil, baekhyun kemudian berbalik ke arah chanyeol. Chanyeol yang melihat baekhyun berlari kearahnya segera memutar tubuhnya untuk berjalan ke arah baekhyun dan baekhyun sudah memeluk chanyeol yang membuat chanyeo lterhentak kebelakang beberapa langkah dan punggungnya menabarak mobilnya.
Baekhyun mencium chanyeol , melumat bibir chanyeol lembut tanpa tuntutan. Chanyeol pun sama, menyesap bibir baekhyun perlahan dan penuh kasih sayang. Keduanya saling memberi dan menerima. Saling berbagi perasaan dalam sebuah pagutan. Seperti perasaan mereka yang akan terus memberi dan menerima. Saling mengisi kekosongan dalam hati park chanyeol dan juga byun baekhyun.
.
.
.
.
The end