The Power of Elemental
Disclaimer : Naruto Mashashi Kishimoto & Highschool DxD Ichie Shibumi
Author : Namikaze Fansboy
Rated : T
Genre: Adventure/ Supernatural/ Scy-fi/ Other
Pair : [Naruto X Rias]
.
.
.
Summary : Karena sebuah kesalahan ia harus dibuang namun itu bukan akhir melainkan awal perjalanan barunya dengan hidup dan ingatan baru ia akan memulai kehidupan yang berbeda dari yang sebelumnya. NaruRias Strong!Naru Supernatural/ Romance/ Scy-fi.
~XXX~ Chapter 1~XXX~
Tampak seorang pemuda bersurai pirang yang kini kondisinya tengah sekarat dengan luka lebam menghiasi tubuhnya bahkan seragamnya komando pasukan angkasanya sudah tak berbentuk lagi kini diseret oleh dua orang atau lebih tepatnya makhluk aneh besar pendek dengan dua antena atau bisa sebut alien.
"Sayang sekali Naruto sudah berapa kali aku bilang untuk mengutamakan misi malah kau membangkang padahal kau adalah salah satu pasukan yang kubanggakan" Ucap pria berambut dark blue dengan iris merah cerah.
"Maafkan aku Kapten Kaizou aku mengecewakanmu tapi aku tidak pernah menyesal membantu temanku" Balas Naruto dengan nada terbata karena sekarang ia merasakan sulit walau hanya untuk menarik nafas.
"Aku pribadi memaafkanmu Naruto tapi sub komando kita tidak akan menolerirnya kau tahu sendiri Naruto! dan karena itu kau akan mendapat hukuman" Ucap Kaizou setengah hati walau bagaimanapun juga ia sangat dekat dengan Naruto.
"Apapun itu aku akan menerima hukumannya kapten" Ucap Naruto hormat dengan nada pelan.
"Hukumannya kau akan dibuang ke lubang hitam karena apa yang kau perbuat merugikan bagi Komando kita dan artinya kemungkinan kau untuk hidup sangatlah kecil jika kau masuk kedalam lubang hitam dengan kondisi seperti ini"
Naruto terhenyak mendengarnya tapi akhirnya ia tersenyum karena sahabatnya ini rasanya tak rela melemparnya ke lubang dimana ia bisa terdampar dimana saja dan kemungkinan besar dirinya pasti mati.
"Aku akan terima" Senyum Naruto tetap menghiasi wajahnya membuat Kaizou meneteskan air mata sekali.
"Baiklah lempar Naruto kelubang hitam dan sebagai pengingat akan jasanya selama ini aku sertakan Sfera Element padamu sebagai pengguna terakhir tapi sebelum itu minumlah ini"
Kaizou kini sudah membuat keputusan dan kemudiab kedua alien itu memasukkan Naruto kedalam sekoci angkasa setelah Naruto meminum pemberian dari Kaizou.
"Luncurkan" Perintah Kaizou pada pengendali pesawat angkasa.
Dan setelah itu sekoci yang berisikan Naruto meluncur dengan kecepatan kilat kearah lubang hitam.
'Dengan cairan yang kau minum tadi kau akan selamat melewati lubang hitam sobat, tapi sebagai gantinya kau akan kehilangan ingatan secara permanen dan saat kau berusaha mengingat tentang masa lalumu maka sfera elementmu akan bangkit kembali dan aku berharap kau akab menggunakannya secara bijak seperi saat kau memimpin pasukan disini sampai jumpa lagi pengguna sfera seven terakhir' Batin Kaizou memanjatkan doa.
Sedangkan disuatau tempat jauh dari posisi kapal sub antariksa nampak pemuda surai coklat yang kini telah bersimpuh darah didepan gadis yang memiliki sepasang sayap gagak dipunggungnya.
"Y-Yuuma-chan.. Mengapa?" Tampak seorang pemuda bersurai coklat menatap gadis didepannya ini dengan takut -takut, dan dapat terlihat gadis itu menyeringai pada pemuda coklat itu.
"Itu tadi menyenangkan bermain pacaran seperti anak kecil denganmu. maaf Issei jangan salahkan aku. Salahkan takdir yang membuat aku harus membunuh orang tidak berguna sepertimu yang memilki kekuatan yang berbahaya pada tuanku, jadi sebelum kau menjadi masalah dimasa yang akan datang, aku harus namaku Raynare bukanlah Yumma hahaha" Ujar gadis bernama Yumma yang kemudian memberitahukan namanya yang asli.
Pemuda bernama Issei yang mendengar itu hanya dapat terkejut merasa selama ini ia telah dibohongi.
"Dan juga salahkan tuhan yang memberikan Sacred Gear berbahaya padamu yang dapat mengancam tuanku hahahah" Ucapnya sambil tertawa.
Setelah memastikan pemuda yang menjadi sasarannya meninggal Raynarepun pergi meninggalkan Issei yang sudah tak bernyawa lagi. Tak lama setelah kepergian raynare muncul sebuah lingkaran sihir dengan sebuah lambang rumit didalamnya.
"Sepertinya Issei-kun sedang sekarat Buchou, Apa kau berniat menjadikannya Peeragemu?" Tanya gadis berambut dark blue pada sang gadis berambut crimson.
"Tentu saja Akeno" Jawabnya, kemudian ia mengambil beberapa piece dalam sakunya seperti bidak catur.
"4 Piece Pawn? kurasa dia cukup berbakat Rias-Buchou?" Ucap Akeno pada sang ketua.
"Aku Rias Gremory penerus dari klan Gremory merenkarnasikan dirimu Hyoudo Issei menjadi Pawn dariku dan mengabdi padaku" Ucap Rias membacakan mantra dan seketika itu 4 pawn itu masuk kedalam tubuh Issei.
"Ayo Akeno kit-..." Ucapan Rias terhenti kala mereka melihat sesuatu yang sangat terang yang berasal dari langit.
Blaaaaaar!
Sebuah ledakan tercipta dari sesuatu benda yang mendarat tadi dan dengan cepat pula Rias dan Akeno menuju asal ledakan itu yang lokasinya tidak jauh dari posisi Issei sekarang.
"Buchou itu ada sebuah pesawat" Ucap Akeno menunjuk pesawat luar angkasa yang jatuh.
"Ayo kita lihat" Ucap Rias.
Dan seketika itu mata mereka terbelalak mendapati seorang pemuda bersurai pirang dengan kondisi tubuh penuh luka berada dalam pesawat itu.
"Ada seorang pemuda Buchou" Ucap Akeno dengan nada terkejut.
"Aku tahu... Coba kita keluarkan dari dalam sana" Ucap Rias pada Akeno.
Beberapa menit kemudian tubuh pemuda itu sudah berhasil di bawa keluar dari pesawat luar angkasa itu. Rias dan Akeno mengamati pemuda itu dengan seksama dan dapat terlihat name tag diseragamnya yang sudah sobek dimana -mana bernama Naruto.
Sring!
"Lihat Buchou empat piece pawn bereaksi pada tubuh pemuda ini" Ucap Akeno pada Rias.
"Kau benar Akeno kurasa aku akan menjadikannya Peerageku siapa tahu dia memiliki kekuatan yang besar walau aku tidak merasakan ia memiliki Sacred Gear" Ucap Rias kemudian mempersiapkan ritual.
"Aku Rias Gremory penerus dari klan Gremory merenkarnasikan dirimu Naruto menjadi Pawn dariku dan mengabdi padaku" Ucap Rias membacakan mantra yang sama seperti Issei tadi.
"Kurasa ia pemuda yang menarik Buchou tidak mungkin ia tanpa sebab berada dalam pesawat ini" Sahut Akeno yang dibalas anggukan dari Rias.
"Kalau begitu kau bawa Issei-kun dan aku akan membawa pemuda bernama Naruto ini" Akeno hanya mengangguk sebagai tanda ia mengerti ucapan dari sang King.
~XXX~ The Power Of Element ~XXX~
Tampak seorang pemuda bersurai pirang membuka kedua kelopak matanya dan merasakan sesuatu yang berat menimpa perutnya.
"Uwaaaaa..." Naruto langsung terjungkal kesamping kasur saat mendapati seorang gadis bersurai crimson sedang berada disampingnya dan parahnya dalam kondisi telanjang.
"Enghhh... Ohayou Naruto-kun" Sapa gadis berambut crimson yang tak lain adalah Rias.
"Naruto? Siapa Naruto? Dan kenapa aku bisa disini?" Tanya pemuda itu dengan nada bingung sepertinya pempinan pasukan angkasa galaksi ini yang terkenal kuat ini sedang mengalami Amnesia.
"Bukankah Naruto itu namamu? Aku mendapati dari seragam yang kau gunakan?" Tanya Rias yang kini malah ikut bingung bersama Naruto.
"Ugh... Maaf sepertinya aku tidak mengingat apapun dan ngomong -ngomong ini dimana dan kenapa kau telanjang?" Tanya Naruto pada Rias.
"Ini di Kuoh dan kenapa aku telanjang? ini karena sudah kebiasaanku dan kurasa sepertinya kau sedang Amnesia" Ucap Rias pada Naruto, sedangkan Naruto sendiri menautkan alisnya pertanda bingung.
"Amnesia? apa itu Amnesia?" Rias tentu saja menepuk jidatnya karena sepertinya pemuda didepannya ini mengalami benturan yang sangat keras.
"Hilang ingatan. Kau mengalami hilang ingatan" Jelas Rias.
"Apa itu buruk" Rias Sweatdrop mendengar ucapan Naruto yang terkesan polos sekali.
"Sudahlah kau mandilah aku akan mendaftarkanmu Kuoh Academy jadi mulai sekarang kau resmi menjadi murid Kuoh Highschool" Naruto hanya mengangguk menanggapi ucapan Rias yang kini berjalan keluar dari kamarnya.
"Siapa dia? kenapa dia terlihat marah padaku?" Gumam Naruto sembari melihat punggung Rias.
Tak sampai lima belas menit Naruto dan Rias kini sudah berada di gerbang sekolah untuk menunggu Peerage yang lainnya, dan tak lama menunggu gadis berambut dark blue kemarin yang tak lain adalah Akeno datang.
"Ara Ara sepertinya kau membawa murid tampan Buchou fufufu" Akeno menyeringai kearah Naruto seolah mengulitinya sedangkan Naruto sendiri hanya diam dalam kepolosan.
"Huh... Dia sedang dalam kondisi Amnesia Akeno" Rias hanya dapat menghela nafas, baginya mungkin ini lebih sulit menghadapi sifat polos Naruto daripada sifat mesum milik Issei.
"Benarkah?" Tanya Akeno yang kini sudah mendekati kini mendekati Naruto dengan jarak yang tidak dibilang dekat bahkan sangat dekat.
"Tampan dan manis" Komentar Akeno sedangkan Naruto sendiri hanya termangu ditempat tak mengerti apa yang dilakukan Akeno.
"Ano... Apa yang kau lakukan Ehmm-..." Naruto bingung untuk memanggil perempuan berdada besar didepannya ini.
"Panggil aku Akeno-chan, aku sangat suka sifat polosmu Naruto-kun fufufu" Akeno menyeringai kearah Naruto.
"Hai Akeno-chan"
"Sudahlah Akeno jangan kau isi kepalanya dengan hal -hal yang buruk" Ucap Rias melepas interaksi antara keduanya.
"Ara ara Buchou ternyata cemburu" Goda Akeno pada Rias.
"Terserah, dan ingat Naruto nanti kau akan memperkenalkan dirimu sebagai Naruto Namiakze" Balas Rias datar yang hanya di balas anggukan bagai robot oleh Naruto.
Tak lama kemudian Peerage yang lainnya datangpun datang. Akhirnya Rias dan Peeragenya masuk kedalam sekolah dan mereka akan memberitahu kejadian yang sebenarnya pada Naruto dan Issei setelah pulang sekolah nanti.
Setelah beberapa lama mencari kelas yang di sebutkan oleh Rias Naruto akhirnya sampai dikelas bertuliskan 10-D dengan rasa gugup menyelimuti dirinya walau ia tidak mengingat apapun tapi entah mengapa masuk kedalam kelas ini membuat dirinya gugup.
"Ahhh... akhirnya murid yang kita tunggu sudah datang Namikaze-san silahkan masuk" Naruto mendongak dan mendapati sang sensei sedang menyuruhnya untuk memasuki kelas.
"Kyaa... Tampan sekali" Komentar para gadis yang ada didalam kelas itu bahkan ada yang sampai menjerit, yah walaupun bagaimanapun juga sifat polos Naruto ini tidak mengurangi kesempurnaan yang ada pada dirinya apalagi dengan tubuh atletis miliknya.
"Anoo... Perkenalkan nama saya Namikaze Naruto kalian bisa memanggilku Naruto" Ucap Naruto memperkenalkan dirinya.
"Kalau boleh tahu apa Hobimu Namikaze-san?" Tanya sang sensei yang membuat Naruto menoleh kearahnya.
"Ehmmm... untuk saat ini tidak ada yang aku sukai" Jawab Naruto polos bagaikan jawaban dari anak SD yang baru saja memperkenalkan diri.
"Kawaiiiii..." Jerit para siswi yang melihat tingkah polos Naruto.
'Ada apa dengan mereka?' Batin Naruto yang melihat para siswi menatapnya dengan pandangan berbinar.
"Baiklah Namikaze-san kau bisa duduk disamping Haruka-san" Ucap sang sensei menunjuk bangku belakang nomor dua yang ditempati oleh gadis bersurai hitam dengan iris violet.
"Baiklah pelajaran kita akan mulai kembali" Sang sensei kembali konsentrasi kepapan tulis mengabaikan siswinya yang masih menatap Naruto dengan berbinar.
"Perkenalkan namaku Haruka Asterix" Ucap Haruka memperkenalkan diri pada Naruto.
"Namaku Naruto Namikaze senang berkenalan denganmu" Naruto menerima jabat tangan dari Haruka.
~XXX~ The Power Of Element ~XXX~
Teng! Teng!
Bel pertanda berakhirnya kegiatan belajar mengajarpun berbunyi dan ini tandanya sudah waktunya untuk para siswa kembali kerumahnya, sedangkan Naruto kini sedang merapikan buku -bukunya dan ternyata sekolah tidak buruk seperti apa yang ia bayangkan sebelumnya.
"Naruto Namikaze" Merasa namanya dipanggil Narutopun menoleh dan kemudian mendapati pemuda bersurai pirang dengan paras tampan menghampirinya.
"Ahhh... Yuuto-senpai ada apa?" Tanya Naruto pada kakak kelasnya ini.
"Aku kesini untuk menjemputmu datang keruang klub" Jawab Kiba Yuuto pada Naruto.
"Ohhh..." Sahut Naruto.
Tak sampai lima menit akhirnya Naruto sudah selesai merapikan buku -bukunya dan keduanya pun kini berjalan menuju ruang klub yang sedang diarahkan oleh Kiba.
"Anoo Namikaze-kun apa benar kau sedang Amnesia seperti yang dibilang Akeno-senpai?" Tanya Kiba pada Naruto.
"Entahlah Senpai tapi Rias-senpai bilang aku sedang mengalami Amnesia atau hilang ingatan" Jawab Naruto.
"Mungkin karena kau mengalami benturan keras saat kapalmu mendarat ke tanah" Naruto mengalihkan pandangannya kearah Kiba.
"Pesawat? maksudmu aku mengalami kecelelakaan pesawat?" Tanya Naruto.
"Entahlah tapi kalau dilihat pesawatmu itu mirip pesawat angkasa"
Naruto yang mendengar jawaban dari Kiba langsung terhenyak ditempat entah mengapa kata pesawat angkasa ia terasa tidak asing lagi ditelinganya dan sebuah bayangan usam masuk kedalam pikirannya.
"Ughh..." Kiba menoleh dan dapat ia lihat Naruto sedang merintih dengan memegang kepalanya pertanda ia sedang kesakitan.
"Kau kenapa Namikaze-kun?" Tanya Kiiba nampak cemas.
"Kepalaku terasa sakit setelah sebuah sekelebatan bayangan hitam masuk kedalam pikiranku" Jawab Naruto jujur.
"Mungkin saja itu ingatanmu tapi lebih baik kau tidak usah memaksakan diri karena fatal nanti akibatnya" Naruto mengangguk mendengarkan ucapan dari Kiba dan kini Naruto mulai berjalan ditatih oleh Kiba untuk sampai ke ruang klub.
Sring!
Terdengar suara seperti desiran sinar membuat Kiba menoleh kesumber suara yang tak lain adalah kedua jam ditangan Naruto yang bersinar sesaat kemudian cahaya itu menghilang dengan munculnya lambang petir di jam kanan milik Naruto.
'Jamnya bersinar! Apa itu Sacred Gear?' Batin Kiba yang sedang memperhatikan jam tangan milik Naruto.
Sedangkan diruang klub tampak semuanya sudah berkumpul bahkan Issei juga sudah datang tapi Kiba dan Naruto belum ada tanda -tanda mereka akan segera sampai.
"Dimana sebenarnya mereka, ini sudah hampir lima belas menit" Gerutu Rias tak sabar menunggu Knight dan Pawnnya itu.
"Sabar Buchou sep-..." Ucapan Akeno terpotong karena pintu ruang klub sedang dibuka yang kemudian menampilkan sosok Naruto yang sedang ditatih oleh Kiba.
"Apa yang terjadi pada Naruto?" Tanya Rias yang melihat kondisi Naruto yang sepertinya sedang menahan sakitnya.
"Entahlah Buchou tadi Namikaze-kun bilang ia merasakan bayangan hitam masuk kedalam pikirannya dan aku pikir mungkin saja itu bagian dari ingatannya tapi..." Rias menatap Kiba penuh penasaran karena Knightnya ini memutuskan ucapannya.
"Tapi apa Yuuto?" Tanya Rias yang semakin penasaran.
"Saat itu jam dikedua tangan Naruto bersinar setelah itu jam tangan kanannya muncul lambang petir"
Mendengar ucapan Kiba Rias langsung mengeceknya dan benar kini jam tangan kanan milik Naruto memiliki lambang petir setahunya jam itu kemarin hanya berwarna hitam polos.
"Bagaimana kau menjelaskan ini Naruto?" Tanya Rias mengintimidasi kearah Naruto.
"Aku saja baru menyadarinya kenapa kau bertanya padaku Senpai?" Naruto berbalik tanya kepada Rias membuatnya harus menghela nafas.
"Anoo.. sebenarnya kenapa aku dipanggil kesini Senpai?" Tanya Issei pada Rias.
"Ara.. ara bukankah kau memiliki pertanyaan yang sedang dipikirkan Issei-kun?" Balas Akeno pada Issei.
"Apa maksudnya Akeno-senpai?" Tanya Issei tak mengerti arti ucapan dari Akeno.
"Fufufu mungkin tentang kejadian semalam" Ucapan Akeno membuat Issei stuck ditempat karena Senpainya ini mengetahui mimpinya.
"Ba -bagaimana bisa kau tahu mimpiku?"
"Kau mengira itu hanya mimpi? itu adalah kenyataan" Kini Rias mulai masuk dalam pembicaraan antara Issei dan Akeno.
"Lalu kenapa aku tidak mati?" Tanya Issei.
"Itu mudah Buchou menghidupkan kalian lagi bersama dengan Namikaze-kun " Jawab Akeno dan sontak saja ucapan dari Akeno membuat Naruto melotot kearahnya.
"Bagaimana caranya?" Kini Naruto yang bertanya.
"Tentu dengan merenkarnasikan kalian menjadi Iblis" Issei tentu saja terkejut karena dirinya kini menjadi Iblis berbeda dengan Naruto yang nampak tak mengerti.
"Apa itu Iblis? Apakah buruk menjadi Iblis?" Ucapan polos Naruto tentu saja membuat penghuni didalam ruang klub itu menatapnya sambil melotot.
"Hey kenapa kalian mmelototiku seperti itu, apakah salah pertanyaanku?" Ucap Naruto yang melihat teman -temannya ini melototinya.
"Apa kau tak tahu apa itu Iblis? kemana hidupmu selama ini?" Tanya Issei pada Naruto.
"Entahlah Senpai" Issei hanya sweatdrop mendengar jawaban Naruto.
"Baiklah sebelum itu kalian perkenalkan diri kalian dulu" Perintah Rias pada Peeragenya.
"Koneko Toujou bidak Rook"
"Knight dari Rias-Buchou Kiba Yuuto"
"Namaku Akeno Himajima posisi Queen"
"Dan aku Rias Gremory King"
Ucap keempatnya memperkenalkan diri denga posisi bidaknya.
"Baiklah karena kalian adalah bagian dari keluargaku dan anggota klub maka mulai sekarang kalian harus memanggilku Buchou" Ujar Rias kepada Naruto dan Issei.
"Ha'i Buchou" ujar mereka serempak.
"Dan yah, sepertinya kau memiliki sesuatu yang unik Issei sehingga kau di incar oleh malaikat jatuh" Ujar Rias.
"Sesuatu yang unik?" Tanya Issei
"Sepertinya kau memiliki Sacred Gear yang di takukti oleh para Malaikat jatuh"
"Sacred Gear?" tanya Issei lagi yang masih tidak mengerti.
"Sacred Gear adalah benda yang di berikan oleh tuhan kepada manusia yang bisa berbentuk penyembuhan,kekuatan, dan lain -lain tapi dari itu semua ada 13 Sacred Gear yang disebut longinus yang bisa membunuh tuhan" Jawab Akeno yang mendapat anggukan dari Issei.
"Menbunuh tuhan? apa itu mungkin?" Tanya Issei.
"Entahlah karena memang seperti itulah yang beredar" Jawab Akeno.
"Baiklah sekarang coba kau munculkan Sacred Gear milikmu Issei" Ucap Rias menyuruh Issei mengeluarkan Sacred Gearnya.
"Tapi bagaimana memunculkannya" tanya Issei
"Sacred Gear akan muncul dengan kemauan dari pemiliknya, semakin kuat kemauanmu akan semakin kuat sacred Gearmu"
"Baiklah Buchou" jawab Issei.
"Sekarang coba kau bayangkan karakter yang menurutmu sangat kuat" Perintah Rias.
"Baiklah aku akan membayangkan kekuatan Son Goku dari Dragon Ball" Ujar Issei yang membuat semuanya sweatdrop minus Naruto yang tidak tahu apa itu Dragon Ball. Dan kini Issei mulai memasang kuda -kuda.
[BOOST]
Kemudian muncul seperti sarung tangan berwarna merah di tangan kiri Issei.
"Kau berhasil memunculkan sacred gearmu Issei" Puji Rias kepada Issei.
"Tapi kekuatan benda ini apa Buchou?" Tanya Issei kapada Rias.
"Itu Twice Crytical yang bisa menggandakan kekuatanmu dua kali lipat" Jawab Rias memberikan penjelasan tentang Sacred Gearnya.
"Tapi kekuatan sebenarnya dari Sacred Gearmu masih tertidur dan sebenarnya sacred gearmu adalah Booster Gear yang bisa menggandakan kekuatan setiap 10 detik dan salah satu longinus yang dapat membunuh tuhan" Ucap Rias dan membuat Issei menganga mendengarnya.
"Yosss... aku akan berlatih lebih keras lagi untuk menjadi King Of Harem" Teriak Issei penuh dengan semangat.
Duak!
"Hentai dilarang disini" Issei hanya meringis kala kepalanya berdenyut sakit merasakan pukulan dari maskot sekolah Koneko.
"Baiklah kalau begitu kalian boleh kembali" Ucap Rias mempersilahkan para Peeragenya kembali.
Tak lama berselang ruang klub kini hanya menyisakan Naruto dan Rias saja karena memang Naruto tinggal bersama Rias.
"Baiklah lebih baik kita mencari baju untukmu karena tidak mungkin kau memakai seragam ini terus" Naruto hanya menggangguk pertanda ia setuju dengan Rias.
"Hai Buchou"
"Kalau begitu kita harus cepat karena hari sudah mulai malam" Ucap Rias kemudian mereka berjalan keluar dari ruang klub.
~XXX~ The Power Of Element ~XXX~
Haru sudah malam dan kini Naruto dan Rias sudah kembali dari pusat perbelanjaan untuk membeli beberapa stel baju untuk Naruto.
"Hohoho tak kusangka aku akan mendapat mangsa enak"
Tiba -tiba terdengar suara membuat Rias dan Naruto berbalik yang kemudian mendapati makhluk aneh yang bertanduk.
"Apa itu Buchou?" Tanya Naruto pada Rias.
"Itu adalah iblis liar dalam wujud Minotour, sebaiknya kau mundur biar aku yang urus" Naruto langsung mundur seperti apa yang dikatakan oleh Rias.
"Kau berpikir dapat mengalahkanku sendirian?" Rias menggeletuk mendengar ucapan dari Minotour itu.
"Kita lihat saja" Balas Rias dengan memunculkab lingkaran sihir didepannya.
[Power Of Destruction]
Sebuah benda padat berwarna merah meluncur kearah Iblis liar itu namun dengan gerakan cepar dia sudah menghindar dan secepat kilat sudah berdiri dibelakang Rias dengan kepalan tinju.
Blaaaaar!
Rias sempat membuat lingkaran sihir membuat pukulannya hanya menabrak lingkaran sihir.
"Sekarang giliranku" Ucap Rias menyeringai pelan.
Sring!
Muncul lingkaran sihir dibelakang Minotour itu dan dari kedua lingkaran sihir itu muncul Power of Destruction yang dengan sukses menghantamnya hingga tersungkur.
"Ugh... Tak kusangka kau dapat membuatku seperti ini, tapi jangan senang dulu ini masih belum berakhir kita akan bermain lebih lama dan setelah itu akan kunikmati tubuhmu sebelum kubunuh" Detik itu juga energi dari Iblis liar itu meningkat dengan drastis.
Sring!
Dengan kecepatan kilat Iblis liar itu sudah berada dibelakang Rias dengan pukulan keras yang membuat dirinya terdorong beberapa meter karena tadi ia sempat membuat lingkaran sihir.
"Buchou..." Teriak Naruto melihat Rias yang sudah terdesak.
"Aku harus membantu Buchou" Gumam Naruto yang kini mulai berlari kearah Iblis liar itu.
"Hoho jadi sekarang kau masuk dalam pertarungan" Ucap Minotour itu melirik Naruto.
Sring!
Lagi -lagi dengan cepat ia sudah berdiri disamping Naruto namun dengan reflek cepat Naruto dapat menghindari pukulannya sedangkan Rias yang melihat itu memandang Naruto dengan pandangan sulit diartikan.
"Rasakan" Ucap Naruto sambil meninju tanah dibawahnya dan seketika itu Iblis liar itu terjepit oleh bongkahan tanah.
"Ayo Buchou" Rias langsung tersadar dari lamunannya mendengar teriakan Naruto.
"Ayo" Balas Rias yang kini siap menembakkan Power of destruction dengan skala yang lebih besar.
[Power Of Destruction]
Naruto juga tidak tinggal diam ia langsung mengayunkan tangannya secara vertical dan muncul pisau berbentuk petir.
[Thunder Knife]
Serangan gabungan antara Naruto dan Rias sukses membuat Iblis liar itu hancur lebur menerima kedua serangan itu.
"Naruto" Panggil Rias.
"Ya?" Sahut Naruto membalas panggilan Rias.
"Bagaimanna kau melakukan itu?"
~XXX~ Tobe Continued ~XXX~
Yo bertemu lagi dengan Namikaze Fansboy dengan fic baru tapi dengan konsep yang sama dengan The Sfera Power... yah jujur saja saya tidak terlalu suka Naruto memiliki kekuatan sihir ataupun Sacres Gear tapi lebih suka yang berasal dari teknologi... karena terkesan lebih keren tanpa kekuatan sihir dapat menjadi sosok yang kuat.
Dan yah habis ini saya baru akan update yang sfera power... oh ya bagaimana menurut kalian fict ini? pasti garing ya dengan sifat sok polos Naruto hahaaha... kalau begitu Jaa ne...
Dont Forget For
R
E
V
I
E
w