So, terima kasih atas review kalian dalam fic ini. Maaf jika saya hanya akan membalas satu review karena FFn saat ini sedang dalam sesi perbaikan.

Murasaki Dokugi

Namanya fan fiction, jelas isinya fan story dong.

Berdasarkan hint dari episode 25, Kapten Kaizo adalah kakak angkat Fang. Kalau kalian perhatikan baik-baik, dia yang membesarkan Fang waktu masih kecil. Beberapa penambahan terinspirasi dari film "Guardians of the Galaxy". Nonton aja, nanti kamu bakal paham.

.

Nah, sekian balasan dari saya. Sekarang saya akan melanjutkan fic ini. Kasian sama yang udah penasaran.

Oh, by the way...

Jika kalian pernah melihat timeline Facebook kalian penuh dengan album berjudul "PANGsFever" dengan banyak permainan kata "PANG"...

.

.

I did that.

.

.

Rate: T

Genre: Sci-Fi/Humor

Starring: BoBoiBoy and Fang...?

.

SoniCanvas presents...

.

Damn, I shrunk Everyone!

.

The Deal

.

"Baiklah, aku akan mencari cara mengembalikan mereka semua. Tapi setelah itu, kau harus kumpulkan kekuatan mereka berempat bersamaku dan ikut denganku kembali ke pesawat atau aku akan memburumu hingga tujuh galaksi." Kaizo kembali mengancam Fang dengan wajah merah padam.

"Jika persyaratanmu seperti itu, aku juga punya persyaratan. Satu saja." ucap Fang datar. "Selama kita membuat mesin pembalik waktu, kau tak boleh menggunakan kekuatanmu. Ini agar tak ada anak-anak yang terluka selama pengerjaan."

"Itu satu hal yang mudah...APA?!" mata Kaizo terbelalak. "Pertama kau memintaku mengembalikan mereka semua dan sekarang kau melucutiku?"

Fang kembali mengubah kacamatanya menjadi topeng dan kembali mengutak-atik jam tangannya.

"Wah, unggahannya sudah setengah jalan. Mari kita lihat bagaimana reaksi Letnan Lahap setelah ini."

"Kau pasti sedang menggertakku."

"Kau tak percaya? Cek saja sendiri." Fang mengutak-atik jam tangannya untuk menampilkan hologram sebuah barisan biru dengan angka di atasnya yang bertuliskan 55%.

"Aku akan meretasnya..." gumam Kaizo.

"Sayangnya, aku baru ingat kalau kau mempercayakan semua sistem keamanan komputer di pesawatmu padaku karena kau tak bisa membaca kode. Kau tak bisa melakukan peretasan tanpa bantuanku." Fang tersenyum menyeringai. "Aku belajar banyak hal selama kau membesarkanku, Kapten."

"Grrr...baiklah, apa yang kau butuhkan?" Kaizo mendengus, masih menatap Fang nanar.

"Aku akan butuh banyak barang bekas dan komputer. Kita akan membangun barang ini bersama, seperti dahulu."

"Nggh...kau bedebah..." Kaizo pergi meninggalkan Fang dan kawan-kawan dengan wajah merah padam. Ia tak percaya bisa mematuhi anak buahnya karena sebuah reputasi yang akan hancur.

"Fang, kau gila?!" seru BoBoiBoy pada Fang. "Menukarkan kekuatan kita semua untuk mengembalikan mereka? Bagaimana jika dia datang lagi dan memburu kita?"

"Tenang, BoBoiBoy. Aku sudah memikirkan rencana BuBaDiBaKu ini sebelum dia kembali untuk menjemputku." Fang menyibakkan rambutnya dengan penuh gaya.

"BuBadibaaKu?" BoBoiBoy menaikkan alisnya. "Kau sangat tidak kreatif, Fang. Kau hanya mengubah satu huruf dari operasi BuBadibaKo."

"Tapi intinya sama, 'kan?" jawab Fang santai. "Ini juga akan berhasil jika aku masih bisa mendapatkan kepercayaannya setelah ceramah ala ustad SuNaruto yang kau lakukan tadi."

"Lalu, kau mau apakan bayi-bayi ini jika kau saja akan membangun mesin pemundur waktu bersama Kaito?"

"BoBoiBoy, namanya Kaizo." Fang menatap BoBoiBoy datar. "Dan kau bisa berpecah jadi lima. Aku yakin kau bisa mengatasi mereka sendiri."

"Sudah kubilang padamu, kita hanya anak kecil yang tak tahu apa-apa tentang memiliki seorang anak!"

"Kau bisa kembalikan pada orang tua mereka. Terbangkan mereka dengan Taufan agar tak menangis selama perjalanan."

"...Tapi Taufan tak bisa mengantar mereka dengan cepat. Halilintar saja."

"Antar pulang dengan Taufan atau membiarkan mereka bermain dengan Api saat terbagi jadi lima. Itu pilihanmu. Aku tak mau melihat tiga bayi itu salah urat setelah diantar Halilintar." Fang berjalan pergi hendak menyusul Kapten Kaizo. "Permisi. Ada kesepakatan yang harus kubuat dan sebuah mesin yang harus dibangun."

"Ngggrh..." BoBoiBoy melepas topinya dan mengacak-acak rambutnya yang sebagian telah memutih akibat terlalu banyak pikiran.

"BoBoiBoy, kemarilah." ucap Tok Aba menyuruh BoBoiBoy untuk duduk di sebelahnya.

"Menurut Kakek, aku harus bagaimana?" tanya BoBoiBoy bingung sembari melihat tiga bayi teman-temannya yang kini tertidur pulas.

"Menurut Kakek sebaiknya kamu antarkan mereka bertiga pulang secara bersamaan. Pasti lebih cepat."

"Tapi, kalau BoBoiBoy terpecah jadi tiga, dia akan kehilangan lebih banyak ingatan. Dia hanya bisa memakai satu saja." timpal Ochobot. "Lagipula, dari tadi kau belum mengeluarkan Taufan. Mereka pasti senang jika bisa terbang di atas papannya."

"Ochobot, apa yang kubilang kemarin tentang merusak dinding kasat mata?" BoBoiBoy mengingatkan Ochobot bahwa dirinya baru saja membaca pikiran pembaca tentang Taufan yang tak muncul sejak dimulainya dua episode terbaru di musim ketiga.

"Ehehe... maaf..."

.

.

.

Sementara itu...

Fang dan Kapten Kaizo sedang berada dalam Markas Kotak yang reyot. Tentu saja, ini markas Adu Du dan Probe yang sempat hancur karena ulah BoBoiBoy dan kawan-kawan yang selalu mengacau di markas tersebut.

"Kau yakin kita bisa mendapatkan peralatan disini?" tanya Kaizo datar.

"Percayalah, aku pernah bekerja dengannya." balas Fang santai.

Tak lama kemudian, pintu markas pun terbuka dengan sendirinya. Menampakkan sosok alien berkepala kotak yang menunjukkan batang antenanya, karena dia tidak punya hidung jadi tidak pantas dengan ungkapan "batang hidung".

"Aku tak tahu apa maumu kesini, Fang. Tapi aku takkan bekerjasama denganmu setelah temanmu menghancurkan markas-i-itu..."

Adu Du mengomel pada Fang tentang markasnya yang hancur hingga matanya tertuju pada "teman" yang saat itu bersama Fang.

"K-Kapten...K-Ka-Ka..." Adu Du mendadak syok berat sekaligus tergagap ketakutan. Fang segera menyeret Adu Du yang terpaku ketakutan ke dalam merkas menuju sudut tergelap di markas tersebut.

"Dengar, aku sedang membutuhkan peralatan kerjamu dan kepala kotak cerdasmu untuk membuat mesin pemundur waktu yang baru. Kau bisa melakukannya?" tanya Fang pelan hampir berbisik.

"Kau...tidak akan!" jawab Adu Du gemetar. "Aku akan bekerja dengan pria menyeramkan itu? Apa untungnya untukku?"

"Aku punya sesuatu yang tak bisa kau tolak. Ini akan menjadi sensasi terbaik di Spacebook dan Insta-Gram. Tapi, pastikan agar Kapten Kaizo tidak mengetahui kesepakatan kita. Setuju?"

"Baiklah. Apa tawaranmu?"

"Ini dia..."

.

.

.

Kembali lagi pada BoBoiBoy Taufan yang sedang membawa tiga bayi terbang ke angkasa untuk mengantar mereka pulang ke rumah masing-masing. Yaya dan Ying tampak sangat senang sambil duduk memegang papan Taufan, sementara Gopal mungil yang digendongnya malah gemetar ketakutan.

Tak lama kemudian...

"HUEEEEK!"

Suara seseorang yang muntah terdengar di sekitar BoBoiBoy Taufan, namun suara itu diabaikan karena suara itu hilang oleh desir angin kencang yang mengibas rambutnya. Sejurus kemudian, BoBoiBoy Taufan merasa ada sesuatu yang hilang di kepalanya.

Topinya tak lagi berada di kepalanya.

BoBoiBoy Taufan menoleh perlahan ke belakang. Tampak Gopal mungil sudah memegang topi dan tersenyum polos pada punggung hingga topi yang penuh dengan muntahan.

"HIIIIY!" BoBoiBoy Taufan berusaha membersihkan dirinya dengan cepat dengan gerakan menukik, namun justru membuat Yaya dan Ying ikut muntah di papannya. "MAYDAY, MAYDAY! BOBOIBOY TAUFAN MOHON IZIN MENDARAT DARURAT DI RUMAH PAK KUMAR! MAYDAY, MAYDAY!"

BRUK!

GEDRUMPYANG!

BoBoiBoy dengan sukses mendarat darurat di rumah Pak Kumar, ayah Gopal. Tentu saja dengan tiga bayi di pamgkuannya dan muntahan yang kini mengotori sekujur tubuhnya.

"Dia bilang Taufan akan membuat mereka senang...ini becana..." gumam BoBoiBoy menyesali pilihannya untuk mengantar bayi dengan menjadi Taufan.

~To be Continued...