"Kyuu... aku titip Naruto, dia pasti akan menjalani kehidupan yang lebih berat dari Menma, masuklah kedalam tubuhnya! Dan tolong lindungi dia! Dan sanpaikan maafku padanya, karena aku tidak bisa menjaganya, mengawasinya dan mengajarinya... hiks... kenapa aku jadi cengeng... pokoknya rubah buluk kau harus menjaga putra kecilku... walau kau hanya sebagian kecil chakra dari Kyuubi yang berada dalam tubuh Menma dan Minato" pinta seorang wanita berambut merah panjang dihadapan seekor rubah berekor sembilan yang diketahui sebagai Kyuubi
"Pergilah...! Tanpa kau mintapun aku akan menjaganya, pergilah dengan tenang! Kushina," Jawab suara yang keluar dari mulut rubah berekor sembilan yang mulai menghilang.
.
.
.
Didepan ruang operasi terlihat dua orang pria serta seorang anak laki-laki yang berambut merah sedang menangis dipangkuan pria berambut pirang cerah, sedangkan pria yang satu lagi berambut putih dengan pakaian anbu tengah berdiri menyandar pada dinding.
"Hikss... Kaa-chan... hiks... huweee..." tangis hocah laki-laki berambut merah tersebut menjadi-jadi.
"Cuuup... Menma-chan tenang ya... Kaa-san pasti baik-baik saja"
"Hiks... seharusnya Menma yang jatuh..."
"Sudah... jangan menangis lagi! Kalau Menma-chan menangis Kaa-chan pasti sedih" ucap pria berambut pirang mengelus rambut merah acak-acakan milik putranya. Setelah menunggu beberapa lama akhirnya lampu yang berada diatas pintu ruang oprasi tersebut padam.
Cklik
"Bagaimana keadaan Kushina dan bayinya dokter?" Tanya Minato sambil mengendong Menma pada dokter yang baru keluar dari ruangan oprasi tersebut.
"Maaf Hokage-sama, kami tidak bisa mempertahankan Kushina-sama," jawab dokter tersebut dengan raut wajah penuh sesal.
Deg
"La lalu Naruto?"
"Putra anda? dia terlahir prematur, dan tubuhnya lemah sekarang berada di incubator, Hokage-sama. Maaf Hokage-sama bisa mengikuti saya sebentar?"
Setelah menitipkan Menma pada Kakashi dengan langkah cepat Sang Hokage pirang tersebut mengikuti langkah dokter wanita yang ada didepannya. Setelah sampai disuatu ruangan yang di-identifikasi sebagai kantor dokter yang bername tag Ikuto Tatsuya.
"Ada apa Dok?" Tanya Minato
"Begini Hokage-sama, karena takut terjadi hal yang tidak diinginkan akibat benturan hebat yang dialami Kushina-sama kami merongsen tubuh Naruto-sama dan kami menemukan keanehan pada jantungnya."
"Maksudmu?" Tanya Minato semakin pelan.
"Jantung Naruto-sama tidak sempurna seperti bayi lainnya, terjadi penyempitan pada katup jantung Naruto-sama... Penyempitan katup jantung ini berawal dari organ paru paru yang akan mengatur oksigen yang di bawa oleh aliran darah yang rendah. Jika katup pada paru paru mengalami penyempitan akan membuat kondisi jantung Naruto-sama bekerja lebih keras untuk memompa dan memberikan asupan darah yang membawa oksigen. Kondisi ini akan semakin kronis jika di biarkan hingga Naruto-sama besar, dan organ tubuh seperti paru paru juga bisa rusak seiring berjalan nya waktu akibat dari penyakit ini," terang dokter tersebut.
"Kumohon... tolong selamatkan Naruto, lakukan apapun untuk membuatnya tetap hidup!" Pinta Minato dengan mata yang berkaca-kaca.
...
...
...
...
..
.
..
...
...
...
...
((((({© Before the Heart Stops Beating ©})))))
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Isi cerita milik Est ...
Warning!'
1• Ini fic masih abal...
2• Gagal EYD masih ada...
3• Typo masih berseliweran... walaupun Est udah berusaha menguranginya...
4• tidak yaoi ataupun shonen-ai...
['`:_:'`]
{•_•}
V
Pagi hari di akhir bulan Agustus, di depan gerbang Rumah Sakit Konoha terlihat dua keluarga yang memiliki warna rambut yang sangat kontras. Ya, mereka pasangan Uchiha Fugaku beserta isrti dan kedua anaknya berjalan beriringan dengan seorang pria dewasa berambut pirang yang mengendong bayi kecil yang baru berusia sepuluh bulan, bayi yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan bayi lain yang berusia sama dengannya, bayi manis berambut pirang cerah yang menurun dari sang ayah serta mata sapphire besar yang terlihat dipenuhi cahaya harpan, jangan lupakan tiga garis horizontal dimasing-masing pipi pucatnya yang menambah kadar kemanisannya. Lalu didepan mereka dua bocah berusia sekitaran empat tahun berambut merah dan raven tengah bercengkrama sambil berjalan beriringan, dibelakang mereka, sang kakak dari bocah raven menatap mereka dengan sesekali menebar senyum ramah pada beberapa pejalan kaki yang menyapanya, dengan kalem anak tersebut menjinjing tas berukuran sedang ditangan kirinya, sedangkan tangan kanannya menggenggam setusuk danggo.
Tanpa terasa, kini kereka telah sampai didepan rumah keluarga Namikaze, sepasang tangan kecil membuka pintu yang dicat biru tersebut pelan dan mengajak teman ravennya masuk, membiarkan pintu tersebut tetap terbuka dan disusul yang lain.
"Sasuke-kun, Menma-kun hati-hati!"
""Iya Kaa-san""
"Mereka itu..." desah Mikoto mengelengkan kepala, "Itachi-kun, kau tidak ada misi dengan team mu?"
"Tidak Kaa-san, Hokage-sama memberi kami cuti hari ini," jawab Itachi sambil memainkan tangan kecil Naruto yang tertidur.
"Biarkan dia tidur Itachi!" Mengacak rambut sang putra sulung pelan, Fugaku lalu mengajak Itachi menuju ke ruang makan, terlihat Minato yang tengah melepas apron merah, dan menyampirkannya pada gantungan yang berada disudut dapur, sedangkan Mikoto sedang menata makanan dimeja yang sudah dikerubungi oleh Menma dan Sasuke.
Mendudukan dirinya di samping Sasuke, Itachi lalu membalik piring yang sudah tersedia didepannya. Selama sarapan ruangan tersebut hanya terdengar suara denting sendok yang beradu dengan piring.
"Minato-kun, aku dan Fugaku-kun akan langsung pulang, tidak apapa kan kalau Naru-chan bersama dengan Itachi-kun?"
"Tentu saja tidak papa, maaf kalau kami merepotkan kalian," dengan senyum andalannya Minato menatap Mikoto penuh harau.
"Ah, kami senang membantumu, lagian Naru-chan dan Menma-kun anak yang manis,,,"
"Menma tampan Kaa-chan..." tolak bocah berambut merah tersebut.
Kenapa Menma memanggil Mikoto Kaa-chan? Karena semenjak Kushina meninggal Menma selalu dititipkan di kediaman Uchiha Fugaku setiap Minato berangkat ke kantor Hokagenya, dan akan menjemputnya malam hari setelah memastikan keadaan Naruto di Rumah Sakit.
"Kau itu manis karena mirip sama Kushina-ba-san" sahut Sasuke sambil memakan tomat segar yang dihidangkan.
"Yak... kau sendili cantik Teme..."
"Aku jauh lebih tampan darimu Dobe"
"Sasuke-kun, Menma-kun bicaranya" tegur Mikoto karena lagi lagi mendengar panggilan sayang mereka yang menurun dari kedua pria yang kini berada dikedua sisinya 'kyaaa... berasa jadi punya suami dua, maaf ya Kushi-chan...'
Sekip(°õ° )
Di kantor Hokage terlihat Minato sedang memangku Naruto yang terlihat rewel karena tudak mau diturunkan dari pangkuannya sambil mengerjakan paperwork yang baru saja diantarkan lagi. Karena sudah hampir lima jam menetap diposisi yang sama kini terlihat Minato yang mulai gelisah. Sesekali ia mengeser duduknya pelan. Pandangannya juga sesekali menuju kearah Naruto dan mencabut ibu jari Naruto dari bibir mungil berwarna pink kemerahan tersebut.
'Kenapa tidak ada orang sama sekali yang masuk sihh, dan kenapa juga aku tadi meliburikan semua anbu yang bertugas diruangan ini..." sesal Minato karena tidak ada yang bisa dimintai tolong untuk ditiipin Naruto disaat dia benar-benar harus ke toilet.
Cklek
"Minato, aku membutuhkan bebe-" baru saja masuk dan menyampaikan perihal kedatangannya harus terpotong oleh tingkah Sang Hokage yang menyodorkan putranya. Beruntung reflek shinobinya masih bisa digunakan(?) Dengan baik walau termakan usia, pria tua tersebut masih mampu menagkap(?) balita mungil tersebut dan mengendongnya.
"Tolong, titip Naruto Danzo-sama... aku benar-henar sudah tidak tahan,"
BRAK
Setelah pintu ditutup dengan keras Minato sudah menghilang, meninggalkan Danzo dengan Naruto yang menggeliat tidak nyaman karena perpindahan tangan dan dada yang sangat kontras. Mengerjapkn matanya lucu, dia meatap Danzo penuh tanda tanya.
"Ciapa?" Masih dengan suara serak, Naruto memiringkan kepalanya menggadap Danzo.
Dengan posisi Naruto yang ia angkat sejajar dengan dagunya ia menatap mata penuh tanya tersebut dengan gemas, maklum kakek tua tersebut belum pernah tahu rasanya mengendong balita kecil yang baru berumur empat tahun, pipi cabbi pucat tersebut masih mengembung lucu karena pertanyaannya belum dijawab oleh orang tua yang berada dihadapannya.
"Jii-chan...?"
"Hemm... umurmu empat tahunkan? Kenapa kau seringan ini?" Mengangkat Naruto tinggi, sambil mendudukkan dirinya di sofa.
"Kata Nii-chan Nalu belat"
"Benarkah? Menurutku kau ringan Naru, mau jalan-jalan?" Tawar Danzo yang kembali berdiri.
"Mau..."
"Baiklah... pegangan yang erat Naru"
"Um..." mengalungkan tangan kecilnya pada leher Danzo. Seakan tanpa beban pria tua tersebut mengendong bocah pirang putra Namikaze Minato dengn tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya mengenggam tongkat kayunya meninggalkan ruangan tersebut.
Selang beberapa saat setelah mereka meninggalkan ruangan tersebut, muncul Minato yang memasang wajah penuh kelegaan. Mengacak rambutnya pelan ia celingak-clinguk mencari dua orang yang sebelumnya berada di ruangan tersebut. Karena tidak menemukan keberadaan putranya, dengan panik ia berlari keluar.
"Kakashi kau melihat Naruto dan Danzo?" tanya Minato pada Kakashi yanga kebetulan lewat.
"Naru? Tadi aku melihatnya keluar dengan Danzo-sama "
"Fyuu... Syukurlah..." setelah mendapat jawaban dari Kakashi dia lalu kembali keruangannya.
(((({©
"Kita mau kemana Jii-chan?" Tanya Naruto pada Danzo.
"Hemm... ketempatku, kau mau?"
"Apa di lumah jii-chan ada jeluk dan apelnya?"
"Ada, kau suka apel dan jeruk Naru?"
"Um... Nalu cuka cekali. Coalnya Nii-chan tachi cuka men, mem, umm... belikan Nalu apel dan jeluk, kadang Cacu-nii juga bawa tomat ciih..."
"Kau ini Naru, kau bisa mengucapkan huruf K dan T bahkan G dengan baik, tapi masih belum bisa R dan S"
"Abii.. cucah ciih..."
"S Naru, 'ES'"
"Et, El, Et, ets est est est ess... yeee Nalu bicsa, bissa, jii-chan.. Nalu bissa... Cassuke Csassuke Sassu"
"S nya hanya satu Naru, bukan didobel"
"EST Es Satu, Tes Satu hihihi... telimakasih Jii-chan... Nalu Sayang Jii-chan... um... nama Jii-chan Ssiapa cih?"
"Danzo"
"Danso?"
"Pakai Zet 'Z' Naru, bukan S"
"Ohh..."
"Sudah sampai, kau mau turun?"
"Um... jadi ini Lumah Jii-chan? Tapi koq Cepelti malkas yang ada dikomiknya Menma-nii yah?"
"Hahahaha... kau menyukai komik?"
"Um..."
"Sudahlah ayo masuk, ku kenalkan kau dengan Anbu bimbinganku,"
"Jadi Jii-chan gulu? Ayo Jii-chan... jangan lupa Jeluk dan apelnya yah..." mendengar permintaan bocah didepannya Danzo lalu memerintahkan salah satu Anbu yang menjadi penjaganya membelikan buah kesukaan bocah blonde tersebut.
Dengan langkah kecilnya Naruto memasuki ruangan yang menjadi tempat para Anbu NE berlatih, disana dia mendapati beberaa anggota Anbu yang sedang berlatih tanding. Dengan mata berbinar penuh ketertarikan ia memperhatikan latihan para Anbu NE tersebut.
"Wahhhh... kelen..."
(((({©
Di kelas Sasuke dan Menma, tepat saat jam istitahat yang seharusnya tenang kini menjadi gaduh sejak Sang Sensei aka. Iruka Sensei keluar dari kelasnya kini para siswi mengerubungi bangku yang ditempati oleh dua siswa yang menjadi pangeran di kelas tersebut.
"KYAAAAA... SASUKE-KUN... MENMA-KUN... TERIMALAH BEKAL MAKAN SIANG BUATANKU... SASUKE-KUN MENMA-KUN..."
"Maaf teman-teman, kami membawa bekal sendiri tadi, mungkin kalian mau memberikan pada yang lain yang kebetulan tidak bawa bekal hari ini" tolak Menma sambil menebar senyun bak pangeran yang membuat para siswi klepek-klepek.
"Kyaaa... Menma-kun tersenyum padaku..." teriak siswi yang lain.
"Bisa kalian diam" desis Sasuke pelan, yang entah mengapa langsung membuat para siswi yang berteriak diam, apalagi dengan aura ungu menakutkan yang seakan keluar dibalik punggung sang bungsu Uchiha.
"Permisi, kami mau lewat, bisakah kalian bergeser dulu?" Pinta Menma ramah, dan langsung membunarkan kerumunan yang memenuhi bangkunya. "Ayo Teme, Shika, Choji, Kiba, Shino, ayo cepat!"
"Hah... merepotkan" desah Shikamaru pelan sambil menguap dan mengaruk tengkuknya.
Sesampainya diatap, mereka langsung menuju posisi nyaman mereka masing-masing. Shikamaru yang langsung tidur dibawah bayang-bayang, Kiba yang duduk melingkar dengan Choji, dan Sasuke serta Menma yang membuka bekal mereka. Sedangkan Shino sudah mojok dengan serangga kesayangannya.
"Hah... hari ini terlalu panas, apaalagi dengan Kaa-san yang selalu marah-marah"
"Mau bagaimana lagi Kiba, perempuan itu memang merepotkan, apalagi kalau sudah datang bulan" balas Shikamaru dengan nada malasnya.
"Tapi kenapa ibunya Sasuke tidak?" Ucap Menma menimpali
"Karena ibuku memang baik Dobe"
"Memang, Kaa-chan kita memang baik"
"Setuju, Mikoto Ba-san memang baik, aku sampai ingin menukarkan dengan ibuku,"
"Kau harus berhadapan dulu dengan keenam pria penjaganya Kiba,"
"Kau tidak seru Shino"
"Hei teman-teman ayo kita bolos lagi" teriak Menma dengan semangat.
""Ayo...""
©}))))
Di kantor Hokage, Minato yang sedang mengurangi tumpukan kertas yang semakin hari semakin beranak-pianak, harus dikejutkan dengan kepulan asap dari Anbu bawahannya yang ditugaskan untuk mengawasi Menma dan teman-temannya.
"Ada apa?" Tanya Minato dengan nada lelah
"Lapor Hokage-sama, Menma-Sama dan kelima temannya kembali membolos"
Ctak
selain bulpain yang ada ditangannya patah, terlihat pula urat-urat yang ada di pelipis Sang Hokage bermunculan dipelipisnya.
"Menma..." desis Sang Hokage marah...
!
..÷÷
Tbc
.
.
.
.
Haii... Est kembali dengan fic baru...
Bagaimana cerita ini, masih jelek kah?
Emanh sih... masih jelek, fic ini est dedikasikan(?) Buat nee-chan est yang selalu berteriak jadi istrinya Sasuke sama Gaara dan Sasori,...
Semoga senpai-dan Reader-san suka...
Est juga terima kritik dan saran yang membangun...
Serta kolom review est selalu terbuka buat para reader yang ingin menuangkan unek-unek yang ada di hati setelah baca cerita abal est ini,
.
.
.
Akhir kata, terima kasih sudah mampir...
Review yah...
#bungkuk90°