Chapter 15

-The Complicatian Has Gone Away-

_7 tahun kemudian_

Kulihat ia di sana. Terduduk di depan sebuah cermin besar dengan tuxedo putihnya. Ia terlihat sangat mengagumkan. Aku berjalan ke arahnya, dan menggenggam pundaknya. Ia menoleh ke arahku.

Sepertinya ia baru menyadari keberadaanku di ruangan ini.

"Jaehwan hyung.." ucapnya.

"Hongbin, kau baik-baik saja?" Aku mencoba tersenyum selembut mungkin padanya.

"Sejujurnya, aku benar-benar gugup."

Ia menunduk. Aku bisa dengar jantungnya berdetak dengan sangat kencang. Seharusnya dia tak begini. Aku harus menenangkannya. Dan aku sudah punya caranya.

"Jangan terlalu gugup begitu, Hongbin-ah. Lihat siapa yang datang.."

Aku menunjuk ke arah pintu hanya dengan gestur mataku. Ia menoleh ke arah yang aku tunjuk.

"Aku mendatangkan mereka untukmu."

"Wonshik! Hakyeon hyung!"

Hongbin akhirnya tersenyum saat ia berlari ke arah kedua orang yang berdiri di depan pintu. Keduanya tersenyum ketika Hongbin memeluk mereka. Aku pun ikut tersenyum.

"Wonshik! Hakyeon hyung! Aku sangat merindukan kalian berdua! Bagaimana kalian bisa sampai sini?"

"Tentu saja dari undangan yang kalian kirim, babo." Wonshik menjitak lembut kepala Hongbin. Hongbin masih tersenyum.

"Dan seperti yang Jaehwan katakan. Dia yang mempersilahkan kami masuk ke sini." Hakyeon hyung menunjuk ke arahku.

Hongbin menoleh. Sedangkan aku hanya berdiri di tempatku, mengharapkan sesuatu dari Hongbin. Lalu ia berlari memelukku.

"Gomawo, hyung! Kau yang terbaik!" Aku terkekeh.

"Cheonmaneyo.."

"Ngomong-ngomong, Hongbin," Ucap Wonsik lagi. Aku dan Hongbin pun melepas pelukan kami satu sama lain, kemudian menatapnya. "Aku tak tahu kau pernah menyukai Sanghyuk. Sampai kalian menikah hari ini."

"Yah.. Banyak yang terjadi saat kau tidak di sini, Wonsik." Ucap Hongbin sambil melirik ke arahku. Aku hanya bisa memutar bola mataku.

Tiba-tiba Taekwoon hyung membuka pintu ruangan.

"Teman-teman. Upacara hampir di mulai. Hongbin, kau harus bersiap di tempatmu bersama appa."

"Oh, ne!"

Kudengar Hongbin menarik nafas dalam sebelum keluar dari ruangan.

"Wonshikkie~ Kita harus ke sana, sekarang! Aku tidak mau terlambat di momen seperti ini!" Hakyeon hyung menarik lengan Wonshik dan kekasihnya itu hanya bisa mengikuti.

Lalu...

Akhirnya hanya ada aku dan Taekwoon hyung di dalam ruangan ini. Ia mulai berjalan ke arahku, dan aku mulai merasa gugup.

"Kita juga harus pergi sekarang. Aku tak mau terlambat untuk upacara pernikahan adikku sendiri." Ia mengelus kepalaku.

Sedangkan aku menatap lantai. Aku bertaruh wajahku kini pasti benar-benar merah. Aku melirik ke arahnya, dan dia tersenyum. Mungkin wajahku lucu.

"Jangan gugup begitu. Kau sudah cantik dengan yang kau kenakan ini."

"Babo. Yang kau katakan barusan itu yang membuatku makin gugup." Kupukul dadanya pelan, sembari menundukkan kepala untuk menyembunyikan wajahku yang memerah.

"Tapi aku suka saat kau sedang gugup. Cute~"

Ia sedikit membungkuk untuk mengecup bibirku sekilas, kemudian menarik tanganku. Ia menarikku keluar dari ruangan tadi, menuju tempat duduk yang sudah disediakan untuk kami.

Tak lama, upacara dimulai. Lagu-lagu mulai terdengar, ketika Hongbin muncul dari pintu masuk, bersama appa-nya. Tangan Hongbin berada dalam genggaman tangan Tuan Jung. Mereka berjalan menuju altar.

Wajah Hongbin benar-benar menampakkan kegugupan. Namun ia tetap tersenyum. Sanghyuk , yang sudah siap berada di altar, tengah menunggu. Dia juga terlihat sangat gugup.

They are so cute~~ Batinku.

Sesampainya Hongbin dan Tuan Jung di depan Sanghyuk, Tuan Jung berkata, "Han Sanghyuk. Kupercayakan putraku kepadamu. Berjanjilah bahwa kau akan menjadi pasangan yang baik dalam hidupnya. Cintai dia seumur hidup."

"Tentu, Tuan Jung. Aku berjanji." ucapnya sembari menatap Hongbin dan tersenyum.

Tuan Jung akhirnya memberikan tangan Hongbin pada Sanghyuk. Hongbin berjalan dan berdiri di sampingnya. Mereka menatap satu sama lain, kemudian tersenyum. Kemudian keduanya menghadap sang penghulu. Mereka menyumpahkan janji-janji mereka. Untuk selamanya menjadi pasangan yang bahagia. Sanghyuk berjanji untuk untuk selalu bersama Hongbin. Selalu menjaganya, selalu mencintainya. Selamanya, hingga ajal memisahkan mereka.

Sebuah janji yang begitu indah.

Kuharap, Taekwoon hyung juga akan menjajikanku hal itu kepadaku. Suatu saat nanti, ketika saatnya datang untuk kami.

Aku kembali memperhatikan pasangan yang tengah jadi pusat perhatian itu. Kini mereka saling berhadapan. Sanghyuk menyisipkan sebuah cincin di jari manis Hongbin. Dan Hongbin melakukan hal yang sama. Kemudian mereka berbagi sebuah ciuman lembut di hadapan semua orang.

Aku menangis saking bahagia.

Kemudian seorang gadis kecil datang memberikan sebuket bunga pada Hongbin. Kini waktunya mereka masuk ke dalam mobil yang akan membawa keduanya ke tujuan pertama mereka. Mereka berjalan keluar dari gedung, menuju sebuah taman.

Para tamu mengikuti dari belakang. Tentu aku ikut.

Tepat di depan sebuah mobil hitam, Sanghyuk dan Hongbin berhenti sejenak. Tanpa berbalik atau mengatakan apapun, Hongbin melempar buket bunganya ke belakang. Semua tamu melompat untuk meraih buket tersebut. Aku hanya tersenyum, sebelum kusadari, buket itu berada di tanganku. Aku mengerjapkan mataku beberapa kali.

Kurasakan sebuah lengan memeluk pinggangku dari belakang.

"Ini berarti, selanjutnya giliran kita." ucap Taekwoon hyung. Aku menoleh, dan dia tersenyum padaku dengan lembut.

Wajahku memanas.

Akupun kembali memperhatikan Hongbin dan Sanghyuk melambaikan tangan pada kami. Kami berdua membalas lambaian tangan mereka, sebelum akhirnya mereka masuk ke dalam mobil. Aku masih melambaikan tangan pada mobil yang kini mulai bergerak menjauh.

Sekarang kami semua bahagia. Masing-masing memiliki cintanya sendiri. Their special someone. Tak ada lagi perkelahian, tak ada lagi air mata, dan tak ada lagi masalah. Hari-hari kami lewati dengan senyuman, tawa, dan cinta.

Because the complication has gone away

.

.

.

.

.

=oO|THE END|Oo=


A/N: Cajaaaan gimana epilognya? Mian, ya Hongbin uke di sini.. Buat Hyukbin shipper (Yang sukanya Seme!Hongbin) author minta maaaaaaf banget ... Sejujurnya, di Hyukbin, author terima-terima aja siapa pun yang jadi seme. Tapi entah kenapa, kalau nulis ff pasti berujung dengan Hyuk sebagai seme ... (Emang dasar Hyukbin itu otp gaje :p) Tapi author punya kok FF Hyukbin dengan Hyuk sebagai semenya... kapan-kapan author post ya... hehe :3

oh iya.. karena ff ini sudah selesai, author punya ff Keo baru! judullnya [Forcing an Approval] 5 chapter+epilog... sudah done, karena lagi, ini ff translate-an dari akun author di AFF. tapi tetep author update satu persatu secara berkala wkwk.. silakan cek di profile author ya.. dan jangan lupa review ^^

Btw, Thanks for reading ^^