Simple
Rivaere by Himawari no Yakusoku
Shingeki no Kyojin © Hajime Isayama
Rate T
.
.
Kau membawa apa?'Kebahagiaankah atau kesengsaraan.'Aku tidak tau apakah itu. Tapi, jika aku diperbolehkan menebak, aku akan menjawab bahwa'Kejutan itu adalah sesuatu yang sangat buruk ya sesuatu yang sangat buruk tapi di dalam itu semua aku tersenyum karnanya.'
.
"Tuan Muda." Panggil seorang maid.
"Ada apa Annie, dan berhenti memanggilku Tuan Muda."
"Baiklah. Tapi sebelum itu maafkan aku –Eren."
Eren yang mendengar itu hanya tersenyum simpul.
"Tidak apa-apa. Akan lebih enak kalau kau memanggil nama kecilku."
Annie hanya mengangguk dan tersenyum pula.
"Aku ingin memberitaukan informasi yang kudapat padamu."
"Informasi apa itu?."
.
Disebuah ruangan berdekorasi elegan, terdapat seorang pria bertubuh atletis mengangkat sebuah telephone yang tak jauh darinya.
"Halo maaf mengganggumu waktu istirahatmu Rivaille tapi sebelum itu bagaimana kabarmu?."
"Ada apa kau menelephoneku?." Jawab Rivaille to the point.
"Seperti biasa kau tidak suka basa-basi ya Rivaille."
"Apa yang kau mau?."
"Berhentilah bersikap seperti itu kau juga harus bersosialisasi jika tidak kau tidak akan mempunyai teman."
"Kau tau Erwin bahwa aku tidak suka menunggu."
"Baiklah. Aku ingin bernegoisasi –Kau pasti mengerti."
"Baiklah. Tapi ada bayarannya."
"Tentu aku sudah menyiapkan bayaran untukmu mungkin ini akan menjadi bayaran paling tinggi yang akan aku berikan padamu."
"Baiklah. Aku terima tawaranmu semoga kau tidak membuatku kecewa."
"Baiklah. Aku mengerti tapi sebelum itu kau harus melakukan perintahku dengan sangat baik nanti akan aku berikan perinciannya padamu ingat kau harus bersikap sangat baik seperti kau mengoles cangkirmu dengan hati-hati dan perlahan."
"Hm. Aku mengerti."
"Baguslah kalau begitu datanglah ke ruanganku besok lusa."
Sambungan telephone diputuskan secara sepihak, siapa lagi kalau bukan Rivaille seorang guru profesional dan kebanggaan Jerman ini dan pindah ke jepang karna alasan tertentu.
Di lain tempat.
.
Setelah semua informasi yang telah disampaikan Annie, Eren hanya tersenyum seraya menggumamkan sesuatu.
'Kejutankah.'
Annie yang melihat itu hanya memandang dengan rasa prihatin.
"Apa aku perlu melakukan sesuatu?."
"Tidak –Tidak perlu Annie. Terima kasih atas informasi yang kau berikan padaku."
Annie yang melihat senyuman Eren hanya mengangguk tanda mengerti.
"Senang bisa membantumu –Eren."
TBC
A/N
Maaf bila ada kesalahan dari penulisan maupun dari cerita. Terima kasih saya akan berusaha sebaik mungkin untuk membuat cerita ini dinikmati para pembaca.
OMAKE
'Psstt.'
Jean yang merasa risih akhirnya membalikan badan dan menghadap Connie.
"Bisakah kau diam. Apa kau tidak tau aku sedang membaca majalah edisi terbaru."
"Aku hanya ingin memberitaumu katanya aka nada murid pindahan."
"Murid pindahan?."
"Iya. Katanya sih dia seorang gadis."
"Apa benarkah?."
"Iya kau ingin mengetahuinya bukan?."
Jean yang mendengar itu hanya menyeringai.
"Jika dia perempuan akan aku buat dia terpesona oleh ku."
"Ha. Jangan bercanda Jean mungkin kau akan ditamparnya."
"Apa maksudmu?."
"Lihatlah mukamu itu seperti muka orang bodoh."
Jean yang mendengar itu hanya menggeram kesal.
"Sialan kau –"
"Kemari kau akan keremukan kepalamu itu dengan tanganku." Sambung Jean.
Jean hampir saja mau memukul si biksu kecil dari alam berbeda tapi sayangnya Connie berhasil menghindar lebih dulu dan pergi meninggalkan Jean.
"Sial."
Jean kesal karenanya hampir saja seluruh pasilitas di ruangan itu hancur karena Jean menghancurkan nya sebagai bahan pelampiasan seraya meneriaki nama 'Connie Springer sialan kau.' Atau 'Dasar botak.'
Orang-orang yang mendengar Jean hanya menutup telinga mereka hingga –
"Jean Kristein beraninya kau mengganggu ketenanganku bersihkan semua koridor bangunan sekarang juga dan aku juga akan mengurangi poinmu -45 dan kau juga harus membayar semua pasilitas yang telah kau hancurkan."
"Tidakkkkkkk." Teriak Jean dengan OOC nya.
Coba kita ulangi pada bagian Sir Rivaille.
Flashback
Terlihat seorang Sir Rivaille sedang menyeduh the nya dengan secara perlahan dan mengaduknya setelah cukup, dia mengangkat cangkir dan mendekatkannya pada bibirnya rasanya ingin sekali dia mengecap rasa the itu dengan khidmat tapi sayang seseorang berteriak dan mengagetkan seorang Sir Rivaille hinggak cangkirnya terjatuh. Dan Sir Rivaille seperti nya sudah tau siapa yang berteriak.
Dan sekarang bisa dilihat Sir Rivaille murka.
Orang yang melihat Sir Rivaille hanya berdoa.'Siapa saja dia semoga dia tenang di alam sana.'
