WELCOME TO MY IMAGINATION
.
.
.
NARUTO © MASASHI KISHIMOTO
.
.
Pair : Sasuke Uchiha x Hinata Hyuuga
.
Warning! : Sedikit (banyak) Out of Character. Typos. Alur cepet/bertele-tele.
.
GAK SUKA?! JUST GO AWAY!
.
Aku berimajinasi bersama :
YanaKim/Mita622/Sushimakipark/Dita250/KailaWu/EveSeven/ViiViolettaAnais/Ella9601/Misslilylavender/Mai/SabakuNoDili/LinevyHima-chan/NurmalaPrieska/MichishigeWestwick/UchihaYuko/Callistalia/Nurul851II/ShitaYukarisELF/Clareon/Mikyu/Onyxlave14/KimSohyun/CiElAngel/AgnesiaMargaretta/AI/Lastrisihaan/Fio/Dwii-Hime/Dedeqseokyu/Love-4J-Love/Anggra-ab/Sita868/Ayamichiru
.
.
NB : Disarankan ㅡjika berkenanㅡ untuk mendengarkan backsound Naruto sesuai dengan yang tertulis di [...] Agar bisa mengikuti suasana seperti yang penulis inginkan. Terimakasih^^
Playlist :
- Homecoming
- Saika
- Man of the World
- Shiren
- Yamagasumi
- Senya
- Genshi
.
.
Happy Imagining^^
.
.
[Homecoming]
Setelah keluar dari gedung Hokage, Sasuke, Hinata dan yang lainnya masih berkumpul di depan gedung. Langit telah beranjak petang tidak menghalangi warga desa yang masih beraktivitas.
"Baiklah. Aku pergi sekarang!"
"Aku juga!"
"Yah.. Aku juga pulang sekarang. Sampai jumpa besok teman-teman."
Satu persatu dari Shikamaru, Lee, Kiba dan Akamaru pamit pulang kerumah masing-masing. Hanya tinggal Hinata, Sasuke, Naruto dan Sakura disana.
"A-aku juga akan pergi. Sampai jumpa semua." Hinata berkata dengan lirih sambil memandangi ketiga sahabat yang berdiri didepannya.
Memutar tubuhnya, Hinata mulai berjalan menjauhi mereka yang masih memandang kepergiannya.
"Sasuke-kun.. Kau tidak akan mengantar Hinata?" Tanya Sakura heran.
Sasuke menatap Sakura tidak kalah heran, "apa maksudmu?"
"Tidak. Kupikir kau akan mengantar Hinta pulang." Jawab Sakura mengutarakan apa yang ada dipikirannya.
"Hei Sasuke! Rumahmu pasti kan masih kotor dan berantakan, bagaimana jika malam ini kau tidur dirumahku?" Tawar Naruto sambil merangkul Sasuke.
Sasuke melirik Naruto tajam. "Lebih baik rumahku, daripada rumahmu." Kata Sasuke yang langsung melesat pergi begitu saja.
"A-apa maksudnya?"
"Maksud Sasuke itu, walaupun tempat tinggalnya kotor dan berantakan, setidaknya itu masih lebih baik daripada rumahmu, Naruto." Kata Sakura menjelaskan.
"Mak-maksudmuㅡ"
"Ah! Sudahlah.. Ayo kita pulang!"
OoOoO
[Homecoming]
Hinata berjalan seorang diri di keramaian malam desa Konoha. Sesekali ia melirik ke kedai-kedai penjual makanan. Ah! Dia sangat lapar. Ingin sekali ia mampir ke salah satu kedai itu, namun ia urungkan ketika mengingat pelayan dirumahnya pasti akan membuatkan makanan saat ia pulang dari misi.
"Apa yang kau pikirkan?!"
Hinata tersentak ketika mendengar suara seseorang disampingnya. Dan ketika ia menoleh, ia mendapati Sasuke Uchiha tengah berjalan bersamanya. Sejak kapan pemuda itu disana?
"Ti-tidak. Sedang apa Sasuke-kun disini?" Tanya Hinata gugup.
"Aku hanya sedang berjalan-jalan." Jawab Sasuke sambil mengedarkan pandangannya ke segala penjuru.
Hinata hanya bergumam mengerti akan jawaban yang diberikan Sasuke padanya tanpa berniat untuk berbincang lebih jauh.
"Aku harus membeli beberapa Kimono besok..." Ujar Sasuke tiba-tiba.
"Eh?"
"...Temani aku." Lanjutnya.
"Tapi..."
"Aku hanya menerima jawaban IYA." Potong Pemuda Uchiha itu.
"Baiklah."
Tanpa Hinata tahu, Sasuke tersenyum senang mendengar jawaban itu. Itu artinya, mereka akan menghabiskan waktu bersama besok.
"Sampai bertemu besok." Pamit Sasuke yang tiba-tiba menghilang dari jarak pandangnya.
"Dia suka sekali mengejutkanku." Gumam Hinata. Saat akan melanjutkan perjalanan, ia sadar jika ia telah sampai di depan kediaman Hyuuga. Pantas saja Sasuke langsung pergi meninggalkannya.
OoOoO
[Saika]
Tok Tok Tok
Hinata baru saja menutup pintu kamar ketika pintu itu di ketuk oleh seseorang, namun belum ia berhasil meraih pintu itu, pintu itu telah terbuka dan menampakkan sosok adik satu-satunya, Hanabi.
"Nee-chan.. Siapa yang mengantarmu pulang? Aku tidak pernah melihat cakra itu sebelumnya. Siapa dia?" Tanya Hanabi dengan sangat penasaran.
"Dia Sasuke, Hana-chan."
"Sasuke? Sasuke Uchiha? Apa kalian berkencan?" Tanya Hanabi lagi.
"Tidak Hana-chan." Jawab Hinata lembut.
"Jadi, apa itu berarti Nee-chan belum melupakan Jinchuuriki itu?" Hanabi kembali bertanya.
"Hana-chan..." Panggil Hinata lirih nan lembut. "Aku bukan lagi anak kecil yang melihat Naruto-kun dari balik pohon. Naruto-kun.. sekarang sudah menjadi milik Sakura-chan. Naruto-kun telah meraih salah satu impiannya, yaitu bersama Sakura-chan. Dan aku pun harus merelakannya."
"Jadi.. Nee-chan telah membuka hati untuk si Uchiha itu?" Tanya Hanabi. "Kalau begitu, aku akan memberitahu ayah."
"Hana-chan..." Cegah Hinata. "Tolong jangan beritahu apapun pada siapapun."
"Kenapa?"
"Kumohon..." Hinata menatap Hanabi penuh harapan.
"Baiklah. Tapi, bolehkan aku tidur denganmu malam ini?"
Hinata tersenyum lalu mengelus puncak kepala adiknya, "baiklah. Aku akan mandi setelah itu makan malam."
OoOoO
[Man of the World]
Sasuke berjalan mendekati jendela. Melihat ribuan bintang yang malam ini terlihat menghiasi langit Konoha. Bulan bersinar terang, membuatnya teringat pada seorang gadis.
Gadis yang selalu ada di hatinya. Tidak ada yang tahu jika Sasuke menyimpan nama seorang gadis didalam hatinya selama ini. Gadis yang selalu mencuri perhatiannya ditengah-tengah keriuhan teriakan kagum gadis-gadis cilik yang dulu ada disekelilingnya. Gadis yang tampak malu-malu dan tidak memperhatikannya.
Hinata Hyuuga.
Gadis yang menjadi salah satu alasan ia ingin lebih hebat dari Naruto. Namun yang ada, gadis itu tidak pernah berpaling dari Pemuda Matahari itu. Jika saja gadis itu mau memperhatikannya, mungkin saja, Sasuke tidak akan pernah pergi meninggalkan desa, melupakan dendamnya pada sang kakak. Yah, mungkin saja.
OoOoO
[Shiren]
Matahari telah hampir meninggi ketika dua gadis cantik berdiri di depan sebuah pintu berlambang kipas, lambang klan Uchiha. Dua gadis cantik itu adalah Hinata Uzumaki dan Sakura Haruno. Sakura dengan pakaiannya seperti biasa dan Hinata yang hari ini berpakaian sedikit terbuka, sedikit memamerkan lekuk tubuhnya.
Tok Tok Tok
Sakura mengetuk pintu itu, cukup lama ia menunggu sang pemilik membuka pintu, akhirnya ada sebuah pergerakan pada gagang pintunya. Sesosok pemuda tampan menampakan dirinya, masih dengan kimono tidurnya.
"Sasuke-kun!" Panggil Sakura dengan ceria. Sedangkan Hinata disampingnya hanya tersenyum malu-malu.
Sasuke sedikit terkejut melihat ada dua gadis cantik di depan rumahnya, namun, setelah menyadari sesuatu ia segera menormalkan keterkejutannya.
"Ada apa?!" Tanya Sasuke datar.
Sakura sedikit merengut mendapat respon seperti itu dari Sasuke. Lalu ia teringat dengan Hinata yang berdiri disebelahnya.
"Ah! Hinata-chan ingin bertemu denganmu." Ucap Sakura antusias.
Sasuke sedikit melirik Hinata, tidak ada ekspresi apapun di wajahnya. "Kalian.. pergi dari rumahku, sekarang!"
BLAM
Bertepatan setelah mengucapkan kalimat itu, Sasuke menutup pintu rumahnya dengan keras, membuat dua manusia itu terlonjak.
Tok Tok Tok Tok
"Ayolah Sasuke! Hinata ingin berbincang denganmu. Apa kau tega padanya?!" Teriak Sakura sambil terus mengetuk pintu rumah Sasuke.
"Berhentilah! Kalian tidak akan berhasil mengelabuhiku!" Teriak Sasuke dari balik pintu.
"A-APA!?"
PUFH
Sosok Hinata kini berubah menjadi... Naruto?! Tunggu dulu, bagaimana bisa? Apa yang sebenarnya telah terjadi?
FLASHBACK
Setelah keluar dari gedung Hokage, Naruto berniat untuk mengantar Sakura kembali kerumahnya dan disetujui oleh gadis itu. Dan disinilah mereka, berjalan berdampingan menuju kediaman Haruno.
"Hm.. Sakura-chan!"
"Ada apa Naruto?" Tanya Sakura heran.
"Menurutmu, apa Sasuke menyukai Hinata?" Tanya Naruto serius.
"Eh? Kenapa bertanya seperti itu?"
Naruto menggeleng, "tidak. Setelah kuingat-ingat, Sasuke selalu berada disamping Hinata."
"Tunggu... Apa kau cemburu?"
Naruto salah tingkah, ia mengibaskan tangannya tidak membenarkan ucapan Sakura, "tidak-tidak! Aku hanya berpikir, jika Sasuke menyukai Hinata, dan Hinata juga menyukai Sasuke, bukankah itu bagus? Itu artinya Hinata telah melupakanku, dan rasa bersalahku pun akan hilang."
"Hm.. Ku pikir, mereka memang saling menyukai." Kata Sakura.
"Sakura-chan... aku punya rencana!" Seru Naruto berbinar-binar.
Keesokan harinya,
Naruto dan Sakura pagi ini terlihat berada disekitar bangunan berlantai 2 dimana Sasuke tinggal.
"Naruto, apa kau yakin dengan ide gilamu itu?!" Tanya Sakura ragu.
"Tentu saja!" Jawab Naruto percaya diri. "Ah! Aku sungguh tidak sabar melihat wajah merona Sasuke!" Tambahnya dengan wajah jahilnya seraya bersiap untuk mengeluarkan jutsunya.
"Ini tidak akan berhasil!"
PUFH
FLASHBACK OFF
Ceklek
Sasuke kembali membuka pintu rumahnya, memandang intens sepasang kekasih dihadapannya itu. Tangannya ia tekuk di depan dada sambil menyandar pada sisi pintu.
"Kau sudah tahu ya, Sasuke?!" Tanya Naruto dengan cengiran khasnya.
"Kau pikir aku semudah itu dikelabuhi, he?" Ujar Sasuke sombong.
"Bukankah sudah ku bilang, jika ini tidak berhasil, ha!" Murka Sakura.
"Iya-iya. Aku kan hanya penasaran." Kata Naruto membela diri.
"Penasaran? Akan hal apa?!" Tanya Sasuke heran.
"I-itu... Aw!" Ucapan Naruto terhenti saat Sakura menginjak kakinya tiba-tiba.
"Tidak apa-apa." Potong Sakura cepat. "Sasuke-kun, apa kau tidak akan mempersilahkan kami masuk?" Imbuh Sakura bertanya.
"Tidak! Pergi kalian! Aku banyak urusan."
BLAM
Setelah mengucapkan itu, lagi-lagi Sasuke menutup pintunya. Namun, kali ini ia tidak berdiri dibalik pintu, ia masuk kedalam kamarnya, bersiap untuk pergi menemui Hinata. Sepasang kekasih yang masih berdiri di depan rumahnya mendesah kecewa.
"Ayo kita pergi Sakura-chan!" Ajak Naruto lesu, dan dibalas anggukan oleh Sakura dengan tak kalah lesu.
OoOoO
[Yamagasumi]
Melihat Hinata memilah-milah kimono untuknya mungkin tidak pernah terbayangkan oleh Sasuke. Jelas saja, dulu ia masih kecil dan tidak memikirkan hal-hal dewasa yang seperti itu. Baginya, mendapat perhatian atau hanya sekedar tatapan dari Hinata sudah sangat berarti.
Menghabiskan pagi bersama untuk mencari beberapa kimono untuk Sasuke. Mereka akan menghadiri pertunangan Hokage malam nanti. Sebagai seseorang yang pernah menjadi muridnya, ia harus hadir di acara itu.
"Sasuke-kun!" Suara lembut Hinata membuyarkan lamunan Sasuke tentang betapa indahnya pagi ini. Gadis itu membawa dua buah kimono, salah satunya kimono berwarna biru gelap dengan warna putih ditepiannya. Sedangkan yang satunya berwarna ungu gelap dengan aksen warna putih juga ditepiannya.
"Apa kau bergurau?"
Hinata menyerngitkan dahinya, tidak memahami perkataan Sasuke. "A-ada apa Sasuke-kun?"
"Putih?"
Oh, sekarang Hinata mengerti. Sasuke protes dengan warna yang melingkar dibagian leher serta lengan di kimono itu.
"Hm..." Hinata mengamati kimono itu dengan seksama. "Bukankah itu bagus? Warna terang akan sangat cocok jika digabungkan dengan warna gelap seperti ini?"
Sasuke mendengus, "jadi... Kau menolakku?!" Tanya Sasuke tiba-tiba.
Hinata mengerjapkan kedua matanya. Ia heran melihat tingkah Sasuke kali ini. Apa pemuda itu marah? Tapi kenapa? Sasuke keluar dari kedai pakaian begitu saja, meninggalkan Hinata dengan sejuta pertanyaan.
Hinata menyerahkan kimono yang ada di kedua tangannya pada seorang penjaga kedai itu, "tolong simpan ini. Aku akan kembali lagi nanti." Lalu ia berlari mengejar Sasuke.
"Sasuke-kun!" Hinata berhasil menemukan Sasuke di tengah keramaian persiapan desa Konoha menyambut pesta pertunangan dan juga festival musim gugur.
"Kenapa... kau pergi begitu saja? Apa kau tidak jadi membeli kimono?" Tanya Hinata dengan mimik wajah kebingungan.
Sasuke masih bungkam dengan ekspresi datarnya. Ia terus melangkah entah kemana. Yang ia rasakan saat ini adalah hatinya panas. Ingin sekali dia memukul sesuatu, tapi apa?
"Yo! Sasuke!"
Samar-samar Sasuke dan Hinata mendengar suara Naruto. Diedarkan pandangan mereka dan melihat Naruto baru saja keluar dari kedai Ramen bersama Sakura.
"Apa yang kalian lakukan disini? Berkencan?" Tanya Sakura dengan wajah cerianya, mengabaikan wajah tidak bersahabat Sasuke.
"Ti-tidak Sakura-chan. Aku menemani Sasuke-kun membeli kimono..."
"Ah! Itu manis sekali..." Cicit Sakura.
"Lalu, mana kimononya?" Kini giliran Naruto yang bertanya.
Hinata melirik takut pada Sasuke, ekspresinya masih sama. Tanpa ekspresi. "Kurasa Sasuke-kun tidak menyukai kimono itu.."
"Kalau begitu, kita jalan-jalan! Ayo ke taman desa!" Sakura menautkan tangannya pada lengan Hinata. Menggiring Hinata untuk mengikutinya.
"Ayo!" Naruto dengan bersemangat ikut menarik Sasuke mengikuti jejak kaki Sakura.
OoOoO
[Senya]
Mentari semakin meninggi ketika 3 orang berjalan menuju desa Konoha. Mereka adalah orang penting yang diundang ke pesta pertunangan Hokage. Pesta itu mengundang masing-masing pemimpin desa dengan 2 orang pengawal.
"Jadi.. Apa kita akan ikut merayakan festival musim gugur?" Tanya seorang wanita, salah satu dari mereka.
"Ya." Jawab sang pemimpin desa, "kau akan menjadi bagian dari Konoha, jadi kau harus mengetahui semua hal tentang Konoha, termasuk budayanya."
"Baiklah jika itu keputusanmu..."
OoOoO
[Genshi]
Awan putih menghiasi langit Konoha mempercantik pemandangan desa itu. Sasuke, Hinata, Naruto dan Sakura telah sampai di taman Konoha. Kupu-kupu, burung dan hewan terbang lainnya menghiasi sudut-sudut taman.
Taman itu terlihat sepi. Tidak banyak orang yang berkunjung ke taman itu saat ini.
Sakura menyipitkan matanya ketika melihat seorang wanita berdiri di bawah pohon di depan sana. Gaya berpakaian wanita itu berbeda dengan gaya berpakaian gadis-gadis atau wanita Konoha.
"Siapa wanita itu?" Tanya Sakura membuat mereka memfokuskan diri pada wanita yang jauh disana.
"Aku seperti pernah melihatnya. Tapi dimana ya?" Gumam Naruto, mengingat-ingat siapa gadis itu.
"Hanare..." Sasuke berucap, teringat dengan siapa sosok itu.
"Eh?"
.
.
.
TO BE CONTINUE