Chapter 2 : Yi En or Mark.
.
.
PRAAANG.
Semua orang yang ada diruangan itu diam dan takut saat bos mereka melempar vas bunga diatas meja.
"Siapkan pesawat. Kita ke Korea sekarang." Beberapa orang memberi hormat dan pergi menyiapkan keinginan bos mereka yang marah itu.
"Aku akan benar-benar membunuh mu Im Jaebum." Namja itu menggeram marah, ia tidak terima ayahnya dibunuh oleh mafia sialan itu.
"Yi En jangan bertindak gegabah. Untuk menghadapi Im Jaebum kita harus pintar." Seorang namja yang sedari tadi duduk tenang disamping Yi En membuka suara.
"Kau punya rencana Junior ?"
"Yang aku dengar Im Jaebum memiliki kekasih. Semua musuhnya mengincar kekasihnya. Tapi Im Jaebum begitu pintar dalam menyembunyikan kekasihnya. Bahkan tidak ada yang pernah tau seperti apa wajah kekasih Jaebum." Yi En masih tidak mengerti apa hubungan kekasih Jaebum dengan aksi balas dendamnya.
"Kita culik kekasihnya Yi En. Kemudian kita buat Jaebum menderita. Nyawa dibalas nyawa Yi En." Yi En menyeringai mendengar rencana sahabatnya, tapi kemudian ia berucap.
"Bagaimana kita bisa menculik kekasih Jaebum, jika tidak pernah ada yang tau dimana ia berada dan bagaimana rupa kekasihnya itu ?" Junior tersenyum melihat Yi En yang bingung. Yi En berbeda dengannya, Yi En lebih memilih menggunakan otot jika menghadapi masalah. Berbeda dengan Junior yang menggunakan akal.
"Kau tidak perlu khawatir soal itu Yi En. Aku sudah tau semua hal yang disembunyikan Im Jaebum." Yi En menepuk bahu temannya bangga.
'Tunggu aku Im Jaebum.' Yi En bangun dan pergi ketika semua yang ia butuhkan sudah ada.
Ia berjanji akan membuat mafia itu bertekuk lutut dihadapannya. Ia akan membalas kematian ayahnya. Lagipula ia adalah gengster, ia punya banyak anak buah yang siap mati hanya dengan sekali perintahnya. Ia akan membawa semua sahabat dan orang yang ia punya. Ia akan membuat Im Jaebum benar-benar kalah darinya.
.
.
Yi En dan Junior tiba di Busan tepat pada malam hari. Yi En menyuruh beberapa anak buahnya langsung ke tempat dimana akan menjadi markas mereka. Sedangkan ia dan Junior pergi untuk memastikan tempat yang diduga Junior rumah Jaebum.
Mereka mengawasi gerbang yang menjadi jalan masuk pertama yang harus dilewati untuk ke wilayah Jaebum.
"Begitu banyak penjaga. Ini akan sulit untuk masuk kedalam sana." Junior mengawasi sekitar gerbang itu.
"Im Jaebum pasti orang yang sangat kaya. Dia pemilik tanah disekitar sini sampai kedalam sana, disana kan juga ada pantai." Yi En sedikit memperhatikan beberapa cctv yang dipasang dipagar pembatas. Beruntungnya, ia memakirkan mobilnya sangat jauh dari pagar itu. Jadi jika ingin melihat, mereka harus memakai teropong (?).
"Sudah jelas. Dia bandar narkoba terbesar di Korea Selatan, Cina, Jepang, dan bahkan ia bandar narkoba di Korea Utara. Selain itu dia mafia penyelundup senjata dan manusia. Kekayaannya tidak terhitung lagi." Junior membenarkan perkataan Yi En.
"Tetapi semua itu tidak akan lama lagi. Ia akan hancur setelah kita memulai permainan ini." Junior menambahkannya sebelum menjalankan mobil mereka pergi dari sana.
.
"Kau punya seseorang didalam sana ?" Yi En mulai tertarik dengan rencana yang dibuat Junior.
"Hanya seorang sahabat tidak lebih. Besok kita akan bertemu dengannya. Dan kita bisa melakukan rencana kita." Junior akan memanfaatkan salah satu sahabatnya untuk memasukkan beberapa orang Yi En kedalam tempat tinggal Im Jaebum.
Yi En menuang Fortified Wine kedalam dua gelas dan memberikan yang satunya pada Junior.
"Kau lupa, aku tidak suka Fortified Wine. Alkohol didalamnya terlalu tinggi." Yi En menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia lupa jika Junior hanya suka riesling, wine dari anggur putih.
"Ambilkan aku riesling." Seorang pelayan pergi melaksanakan perintah Yi En.
Pelayan itu datang dan menuangkan riesling itu kedalam gelas yang baru ia bawa dan menaruhnya didepan Junior.
Mereka berdua pun meminum dan menikmati rasa wine kesukaan mereka.
"Junior bagaimana jika aku ikut kedalam sana ?" Junior segera menolehkan kepalanya kearah Yi En.
"Apa kau yakin Yi En ? Menurut informasi yang kudengar, Im Jaebum bukan tipe penyayang anak buah seperti kau. Ia akan membunuh siapapun yang bersalah atau melakukan sesuatu yang tidak ia suka. Aku tidak ingin kau mati disana."
"Kau meremehkan ku Junior. Ini pasti menyenangkan jika aku bisa melihat langsung kehidupan musuh ku."
"Sepertinya kau begitu tertarik dengan Im Jaebum, Yi En."
"Aku tidak tertarik dengan Jaebum, aku lebih tertarik dengan kekasihnya. Bagaimana mungkin dia bisa bertahan hidup menjadi kekasih Jaebum ? Itu sungguh membuatku penasaran."
"Lalu bagaimana anak buah mu ? Kau ingin menelantarkan mereka ?" Yi En tersenyum.
"Tentu tidak. Lagipula ada kau disini. Kau bisa mengurus mereka."
Junior hanya bisa menghembuskan nafas lelah. Dia harus mengurus semuanya lagi. Ia benci dengan tugas tambahan seperti ini. Tapi apa boleh buat, ia tidak bisa menolak keinginan Yi En.
"Bos ada telfon dari bos Wang." Seorang anak buah Yi En memberikan telfon itu pada Yi En.
"Ooh hai Wang. Ada apa ?
"Kau dimana Mark ?"
"Aku di Korea Selatan, tepatnya di Busan. Ada sesuatu ?"
"Tugas ku di Cina selesai. Bisa kah aku kesana ?"
"Tentu. Aku yakin Junior pasti membutuhkan bantuan mu."
"Bantuan ku ? Apa ada masalah Mark ?"
"Tidak. Ku beri izin kau kemari. Cepatlah."
"Oke."
Yi En memberikan telfon itu kembali ke anak buahnya. Dan tersenyum kearah Junior.
"Wang akan membantu mu. Dia sedang kesini. Lagipula ini kesempatan mu untuk mendekati Wang ?" Yi En menaik turunkan alisnya. Junior meninju lengan Yi En. Sebelum bangun dan pergi.
"Mark siapkan barang mu. Dan cepatlah pergi dari sini." Setelahnya terdengar tawa Yi En begitu mendengar ucapan Junior. Sedangkan Junior sudah berjalan kembali.
"Aye ye. Semoga kau berhasil Junior." Yi En memberikan semangat pada Junior yang sudah menghilang dipintu.
"Siapkan semua yang perlu aku bawa." Pelayan itu mengangguk dan pamit untuk pergi meninggalkan Yi En yang duduk disofa dengan beberapa anak buahnya yang berjaga dibelakangnya.
TBC
Hope you like it. Mind to review if you like it.
