Amerika Serikat, negara makmur yang terdiri dari lima puluh negara bagian. Terlalu makmur sehingga banyak kelompok-kelompok mafia berbahaya tumbuh menjamur di negara itu. Mereka melakukan perbuatan ilegal tanpa takut mati. Aparat saja sudah lelah dengan ulah mereka yang jelas-jelas melanggar hukum. Mungkin bukan hanya lelah, namun banyaknya korporat yang ikut menyokong bisnis illegal para mafia membuat hukum sulit diterapkan bagi kelompok-kelompok tersebut. Salah satu dari sekian banyak kelompok mafia bernama Four Corners yang besar di Illinois. Kelompok yang diakui aparat sangat terorganisir dengan baik sehingga mereka licin –atau memang sengaja dibuat licin? Mereka melakukan semua pekerjaan illegal mulai dari menjual senjata api, menjadi pembunuh bayaran, dan terlibat dalam perdagangan manusia. Tak peduli korbannya laki-laki, perempuan, anak-anak, bahkan keluarga mereka sendiri.
Tak kurang 45 ribu anggotanya tersebar di berbagai negara bagian Amerika, Eropa seperti Italia, Rusia, dan Jerman, serta benua Asia seperti Jepang dan Hongkong. Menurut desas desus yang beredar di masyarakat, kelompok tersebut dinamai Four Corners karena memiliki 4 pemimpin yang membawahi anggota kelompok di masing-masing wilayah. Mereka adalah Nara Shikamaru yang menguasai wilayah Amerika, Hyuuga Neji di Eropa, Sabaku Gaara di Asia, dan yang terakhir adalah yang paling berbahaya. Dia tidak pernah turun tangan langsung dalam menangani pekerjaan kelompoknya. Kabarnya dia adalah orang yang paling kejam di antar anggota kelompok yang kejam. Ialah Uchiha Sasuke pemimpin utama Four Corners.
Haruno, Uchiha, and Their Problems
Oleh tonemtegrof
Masih tentang Four Corners, satu lagi kekejaman mereka yang membuatnya ditakuti masyarakat. Mereka sangat suka wanita. Sudah tak terhitung berapa banyak wanita yang memuaskan malam-malam anggota kelompok. Kadang wanita-wanita itu dibayar untuk melayani banyak anggota. Tak sedikit pula wanita yang dibunuh oleh mereka kerena mencoba kabur. Namun lagi-lagi keempat pemimpin tadi mendapat keistimewaan sendiri dalam memilih wanita. Biasanya mereka berempat lebih 'setia' dalam acara tidur meniduri ini. Wanita-wanita yang terpilih akan ditato di balik pergelangan tangan kanan mereka. Tujuannya adalah untuk menandai wanita-wanita tersebut dan tidak menjadi sasaran anggota lainnya. Tato burung gagak untuk wanita yang dipilih Shikamaru, tato berbentuk domino untuk wanita yang menemani Neji, tato untuk wanita yang dipilih Gaara dan Sasuke sedikit aneh. Mereka memilih tato dengan tulisan 'ai' dalam huruf kanji dan tato berbentuk tiga tomoe.
.
.
.
.
Haruno Sakura sudah berkali-kali menolak tawaran nenek pemilik toko tempat dia bekerja untuk tinggal di bagian atas toko. Pasalnya nenek itu sudah terlalu baik padanya. Dia tidak enak jika terus menerus merepotkan. Apalagi ia juga masih memiliki dua tanggungan di rumah. Sakura masih memiliki seorang kakak perempuan yang menderita gangguan mental bernama Haruno Mei dan seorang adik perempuan bernama Haruno Karin yang masih sekolah menengah. Mereka bertiga ditinggal oleh orang tua yang tidak bertanggung jawab. Sakura masih bisa maklum jika orang tua mereka meninggal. Tapi apa? Orang tua mereka bercerai dan meninggalkan Sakura hidup dengan dua orang saudaranya saat gadis manis itu berusia 12 tahun.
Sakura bekerja di banyak tempat untuk memenuhi kebutuhan hidup. Ia harus membuang mimpinya jauh-jauh untuk menjadi dokter. Jangankan menjadi dokter, sekolah menengah atas saja tidak lulus. Ada satu jalan pintas yang bisa meningkatkan taraf hidupnya dalam beberapa saat, jual diri. Sakura pertama kali mendapat tawaran seperti ini dari perempuan paruh baya yang ditemuinya saat hendak pulang ke apartemennya yang kumuh. Ia sempat tertarik tapi akhirnya ia memutuskan untuk tidak memilih jalan itu. Ia memang miskin tapi bukan berarti tidak berharga.
.
.
.
.
Malam ini terlalu membosankan bagi Sasuke. Ia baru saja membunuh pelacurnya. Sudah menjadi kebiasaan bagi Sasuke untuk tidur dengan wanita yang sama dalam jangka waktu terlama 3 bulan. Setelah itu-
Sret
Waktunya mereka mati. Wanita yang baru saja ia bunuh baru ia pakai selama 2 hari tapi ia sudah bosan. Ia mendenguskan wajah tampannya dan keluar dari kamar mewah yang berada di mansion Four Corners. Di ruang tengah ada Naruto dan Sai yang sedang 'bermain' dengan seorang wanita.
"Hn. Aku keluar dulu."
"Yo hati-hati bos!" Naruto yang sedang 'menunggangi' tersenyum lebar dan melambaikan tangan.
Mobil mewah milik Sasuke berderu membelah keheningan malam. Kecepatannya minimum karena ia ingin menikmati jalan sekaligus mencari mangsa baru. Anak buah merangkap pengawal yang biasa mengikutinya pun tidak tampak. Matanya tajam menoleh kanan kiri hingga helai merah muda yang dikuncir kuda menarik kejantanannya untuk berdiri.
"Damn!"
Sebelumnya ia tak pernah merasa sangat terangsang seperti ini. Butuh waktu lama untuk membuat kepunyaannya bangun. Bahkan jika ia dihadapkan dengan penari telanjang sekalipun. Tapi ini hanya rambut dan leher jenjang yang putih mulus ditambah bokong seksi milik seorang gadis yang Sasuke taksir masih perawan. Buru-buru ia lajukan mobilnya untuk berada di sisi gadis tadi.
"Masuk ke mobilku, sekarang."
Sakura POV
Sejak tadi aku merasa dibuntuti oleh mobil mewah. Tapi aku berusaha realistis dengan berpikir untuk apa orang kaya itu mencari si miskin. Sekarang mobil tadi benar-benar ada di sampingku dan pengemudinya menyuruh aku masuk. Dia pikir dia siapa. Shannaro! Mengingat ini sudah tengah malam dan jalanan sangat sepi maka aku memutuskan untuk lari tak menghiraukan orang tadi. Jujur aku takut sekali.
Hah hah hah hah
Kupikir orang tadi tidak mengejar jadi kuputuskan untuk berhenti dan mengambil nafas. "Diam atau kubunuh?" Tiba-tiba pisau lipat yang dingin menempel begitu saja di leherku. Aku berusaha menoleh untuk melihat pelakunya dan betapa kagetnya aku saat bertemu dengan mata sehitam jelaga yang menatapku tajam. Tubuhku bergetar ketakutan, tiba-tiba aku teringat Mei-nee dan Karin.
"Tolong jangan bunuh saya, Tuan."
Kerah bajuku ditarik dari belakang hingga aku yakin akan menimbulkan bekas-bekas merah di leherku. Pantatku juga sakit rasanya saat harus dipaksa duduk di jok mobil mewahnya yang nyaman sekali. Orang ini benar-benar kasar. Mobil melaju dengan kecepatan penuh. Aku tak tahu akan dibawa kemana dan aku sudah pasrah dengan apa yang terjadi. Jangan-jangan aku akan dijual atau dia akan mengambil organ dalamku? Hii...
.
.
.
.
Normal POV
Sakura yang sedari tadi diam terperangah melihat mansion mewah di hadapannya. Kakinya terseret-seret mengikuti langkah Sasuke yang sangat cepat. Sebenarnya ia ingin kabur tapi pergelangan tangannya sudah terlalu sakit di genggaman Sasuke.
Di ruang utama mansion ada Naruto, Kiba, Chouji, dan Shikamaru disana. Mereka berempat sedikit terkejut melihat gadis merah muda yang dibawa Sasuke. Bos mereka tidak pernah membawa gadisnya sendiri. Selalu ada orang lain yang membawa mereka pada lelaki itu.
"Teme! Kau membunuh wanita yang dua hari lalu kuberikan untukmu ya? Dasar! Aku jadi harus membereskan semuanya tahu," di antara anggota kelompok yang lain, Naruto memang yang paling akrab dengan Sasuke. Mereka sudah kenal sejak kecil. Mereka juga tahu alasan satu sama lain memilih jalan ilegal untuk menghidupi diri.
Sasuke hanya melirik mereka dan lanjut membawa Sakura menuju kamarnya. Dihempaskannya tubuh kecil milik Sakura ke atas kasur. Mata hitam bertatapan dengan emerald yang berkaca-kaca. Ia sempat hanyut dalam mata itu. Hanya sekejap dan tangannya mulai merobek kemeja yang dikenakan Sakura. Telinganya sudah tuli dengan segala bentuk tangisan. Termasuk tangisan Sakura yang meminta tolong dan belas kasihnya. Ia masih terus memuaskan hasrat bejatnya pada gadis tidak berdosa yang malam itu kehilangan mahkota berharganya di tangan pemimpin kelompok yang paling ditakuti.
.
.
.
.
Karin memeluk Mei kakaknya yang sedari tadi terus mengigau dalam tidurnya. Kakak perempuannya itu memanggil-manggil nama Sakura. Ia tak tahu apa yang terjadi dan hanya bisa berdoa yang terbaik untuk kakak yang sudah berkorban banyak demi dirinya dan Mei-nee.
To be Continued
.
.
.
.