Kuroko no Basuke © Tadatoshi Fujimaki
Mayuzumi Chihiro/Kuroko Tetsuya
.
"who? –Kuroko about a boy of jackpot arcade
.
Kuroko Tetsuya tidak habis pikir perihal sejak kapan ia jadi sangat suka bertapa di depan sebuah jackpot arcade seperti ini.
Kalau dipikir-pikir dengan nalar, si surai baby blue itu tahu persis, apa yang tengah dilakukannya itu tidak lebih dari tindak pemborosan duniawi. Palet ramping berlimpah warna-warni yang berputar melelahkan mata, keping-keping koin yang meniti jalurnya lalu lantas terjatuh di warna yang suram untuk memberikan satu lagi tambahan urat kencang di leher, serta lembaran tiket kecil ajaib yang (dengan sangat menjengkelkannya) tampak malu-malu menampakkan diri hingga berakhir tersendat di satu-dua buah saja–sungguh, bagian mana yang Kuroko Tetsuya sukai dari rangkaian tawaran menjemukan mesin arcade penuh harapan palsu itu?
… Kemukakan pertanyaan-pertanyaan itu pada Kuroko, maka dijamin ia tidak akan mampu memberikan penjelasan yang logis.
Koin ke sekian yang dikorbankan hanya berbuah lima lembar tiket. Kuroko kalap menariknya dari cengkeraman sang arcade dengan satu hentakan kasar. Sepasang irisnya jeli menghitung–hanya tiga belas lembar yang menjadi haknya hingga saat ini.
Satu menit yang bergulir lambat hanya Kuroko pakai untuk tercenung. Manik biru jernih itu bergantian melirik tiket dalam genggamannya dan sebuah bola basket mini berwujud gantungan kunci yang teronggok manis dalam etalase di sudut ruangan yang lain.
Satu-satunya yang kini valid menjadi pembelaan diri bagi Kuroko, ia sangat-sangat-sangat menginginkan gantungan kunci itu dan ia harus secepat mungkin memanen sejumlah tiket sebelum gantungan kunci itu raib ditukarkan tiket milik orang lain.
Kuroko mendesah panjang lalu menjamah wujud saku apapun yang mengganduli tiap jengkal fabrik yang melekati tubuhnya. Namun, jemarinya kali ini tak mampu lagi menemukan satu pun logam tipis yang menjadi satu-satunya asa–yang artinya tak ada lagi kesempatan untuk hari ini.
Oh tentu tak masalah, seorang Kuroko Tetsuya itu pantang menyerah. Ia sudah mengukuhkan hatinya (dalam hal ini ia terlihat semakin mirip dengan salah satu seniornya di Seirin yang dijuluki Iron Heart) untuk kembali mencoba peruntungan pada keesokan hari. Tidak apa-apa, kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda, hari ini tetap indah seperti biasa–pemuda berperawakan mungil itu benar-benar cermin dari segala pemikiran positif di dunia manapun.
Kuroko sudah mencapai daun pintu keluar game center tatkala indera pendengarannya secara tidak sengaja menangkap sayup-sayup sebuah suara berat yang terselip di antara gaduh musik arcade yang bersahut-sahutan–ia sendiri tidak mengerti mengapa telinganya sangat sensitif terhadap setitik suara itu. Ia yakin mendengar gumaman semacam kecepatan putaran omega, perlambatan alfa, radian teta, waktu berhenti–atau gerak melingkar apalah itu namanya.
Kuroko mulai berpikir, akan adakah orang aneh yang memilih game center sebagai sarana belajar fisika?
… Dan nyatanya, memang ada.
Ketika menoleh kembali ke belakang, Kuroko menemukan sesosok jangkung bersurai sea fog tengah tertunduk janggal di depan jackpot arcade yang beberapa saat lalu membuatnya harus menelan kecewa. Hanya menatap hampa–pada lembaran-lembaran tiket yang mengalir deras menerpa sepatunya.
"Ah, tiketnya …!" Sebuah pekikan serta-merta lolos dari tenggorokan Kuroko–membuat sang pemenang jackpot refleks menolehkan kepalanya.
Selang beberapa detik, bumi seolah berhenti berputar. Kedua insan itu sama-sama terkejut. Saling menatap tak percaya–berusaha mengais jejak memori dari masing-masing manik lawan pandang.
Kuroko sekuat tenaga mengingat sosok berbalut mimik non-ekspresi itu sementara sang pemuda terkait perlahan berjongkok untuk menarik tiket di kakinya dan menyodorkannya pada Kuroko.
"Aku tidak butuh ini, untukmu saja."
–Hingga detik-detik terakhir menyaksikan kepergiannya dari jarak pandang, tanda tanya besar dalam benak Kuroko Tetsuya: Sebenarnya siapa gerangan pemuda kelabu itu …?
.
Owari
.
[A/N]
Bonus buat reader-tachi nih, chapter lanjutan yang kemarin dari sudut pandang Kuroko hahaha! xD MayuKuro OTP tertjintah saya :* Semoga reader-tachi suka yak.
Betewe, terima kasih sudah mampir dan membaca! Kritik dan saran are welcome~ /ripenglish
