Prev Chapter

Youngjae menggangguk lemah, menandakan bahwa ia bisa mendengar Jaebum. Kedua tangannya terangkat dan memeluk punggung Jaebum. Menenggelamkan wajahnya didada Hyung-nya itu. nafasnya terengah, seperti orang yang baru saja lari berpuluh puluh kilo meter. Kata-kata seperti panas dan sesak terus terdengar, meski tak begitu jelas.

Semua pergerakan yang dibuat lelaki dalam pelukannya bisa Jaebum rasakan. tangannya mengusap rambut hitam lembab itu, sepertinya Youngjae habis mandi. "Youngjae, apa kau tak sengaja makan mentimun hari ini?"

Youngjae menggeleng, meski pelan namun tetap bisa dirasakan Jaebum. Dugaan sementara Jaebum, mungkin saja Youngjae terserang alergi karna mentimun. Nyatanya Youngjae tidak memakannya hari ini dan ia bisa memastikan itu. karna hampir seharian ini mereka pergi bersama.

'Kalau bukan karna alergi, lantas apa?' pertanyaan itu terus berputar dipikiran Jaebum. Sibuk berfikir, kedua matanya menangkap sebuah benda aneh. Botol kosong dimeja nakas. Tunggu, seingatnya saat ia berpamitan tadi, ia melihat Youngjae hendak minum dari botol yang sama persis dengan yang dimeja. Apa karna minuman itu?

"Youngjae, kau masih bisa mendengarku kan" Youngjae mengangguk sekali lagi. "Apa kau meminum sesuatu?" dan mengangguk lagi.

Tubuh terasa panas dan wajah memerah, apa Youngjae..

"Apa kau tau apa yang kau minum?" kali ini Youngjae membantah dengan memberi gelengan pelan.

Kemungkinan besar Youngjae tanpa sepengetahuannya meminum obat perangsang. Meski Jaebum belum yakin benar dengan spekulasinya namun, hey dia seorang lelaki berumur 21 tahun yang pastinya sudah mengenal seks dan semacamnya. Meski Jaebum belum pernah merasakan pengalaman itu dengan seseorang. Setidaknya belum sampai saat ini.

Baiklah, Jaebum akan memastikannya sekali lagi. "Apa tubuhmu terasa panas seakan terbakar?"

Youngjae mengangguk.

"Dan, er-apa kau, ereksi?"

Hening, keduanya terdiam. Ada apa ini? kenapa Youngjae tak memberikan respon apapun?

"Youngjae-yaa, apa kau-"

"Ya Hyung, aku mengalaminya" suara lirih itu terdengar begitu jelas ditelinga Jaebum.


KallenPark Present

After Graduation

GOT7 fanfict [2Jae Couple]

Romance, lil bit humor

Rated : M [For Mature/NC]

I just own the storyline

WARNING!

YAOI FANFIC, BOYS LOVE SIDE

MATURE CONTENT

YADONG, MESUM, APAPUN ITU

GA JELAS, TYPO EVERYWHERE

PENUH OOC/?

GA SUKA? GA USAH BACA

GA TERIMA BASH DE EL EL

DAN SATU LAGI

BACA? REVIEW!

BACA, GA REVIEW? JAMBAN SANA!

FAV/FOLLOW TANPA REVIEW? KE BIANGNYA JAMBAN SEKALIAN WKWK

Maaf agak kasar, tapi please, follow/fav tanpa review itu sama aja bertamu kerumah orang ga pake salam-langsung nyelonong. Ga sopan!

Tanpa banyak basa basi lagi

Check this one out, yeah!

.

.

Jawaban Youngjae membuat semuanya menjadi jelas. 'Shit!' Jaebum mengumpat, kedua matanya terpejam. Brengsek, siapa orang bodoh yang berani memberi Youngjae minuman seperti itu? apa sasaeng fans? Sepengetahuan Jaebum, GOT7 tidak pernah berurusan dengan fans diluar kendali seperti itu. tidak, atau sejauh ini belum terjadi. Tidak, Jaebum tak mau banyak berspekulasi. Yang terpenting saat ini adalah Youngjae, lelaki didalam dekapannya. Ia harus membebaskan lelaki kesayangannya itu dari situasi er-yang sangat-ah entahlah, Jaebum tak bisa menjabarkannya situasi mereka sekarang.

"H-hyung-" suara Youngjae terdengar, seperti tertahan. Menyadarkan Jaebum dari lamunannya.

"Ah, y-ya?"

Pelukan yang dibuat Youngjae pada tubuhnya semakin erat. membuat Jaebum otomatis menahan nafas, mencoba menstabilkan detak jantung miliknya yang terdengar begitu keras. Jaebum hanya berharap Youngjae tak bisa mendengarnya. Semoga saja, meski ia tau itu mustahil.

Wajah Youngjae perlahan bergerak menelusuri leher serta rahang Jaebum. Membuat sang pemilik memejamkan matanya erat, menahan sensasi menggelitik saat hawa panas dari Youngjae menyapu kulit sensitifnya itu. "Youngjae-"

"Hyung mmh-kau, tubuhmu dingin" ucapannya tersendat, pegangannya pada punggung itu berubah menjadi cengkraman erat pada kaos tipis Jaebum.

'Ayolah Jaebum, dia membutuhkanmu!' seakan setan dipikirannya mendoktrin agar Jaebum meng'iya'kan Main Vocal got7 itu. tidak, tak mungkin jaebum melakukan hal itu, terlebih pada Youngjae. Dan parahnya, pada saat lelaki itu dalam pengaruh sesuatu. Oh tentu tidak, Jaebum bukan lelaki yang senang memanfaatkan situasi.

Dijauhkannya pelan bahu Youngjae, membuat lelaki itu mendongak kearahnya. Oh lihatlah tatapan penuh ketidak berdayaan itu. sekali lagi, nyaris meruntuhkan pertahanan Jaebum. "Jaebum hyung.." suara Youngjae begitu merdu, ah, pasti terdengar sangat indah jika namanya disebut saat lelaki itu mencapai puncak kenikmatanya dan-cukup! Astaga, Jaebum, apa yang kau fikirkan?

"Tidak" Jaebum menarik dirinya, menjauh. Membuat tatapan bingung itu tertuju padanya. "Aku-haah, maafkan aku Youngjae" sedikit menahan nafasnya sebelum ia membuang nafas berat. "Tidak bisa Youngjae. Aku tak ingin terlihat seperti memanfaatkanmu"

Jaebum benar-benar membawa dirinya menjauh. Ia memejamkan mata, mencoba mengusir pikiran negatif yang berkeliaran di dalam kepalanya. Tidak, ini tidak benar untuknya. Setidaknya Jaebum ingin memastikan apa Youngjae memiliki perasaan yang sama padanya. Karna jika tidak, akan terasa menyakitkan jika hal intim seperti itu dilakukan hanya dengan perasaan dari sebelah pihak saja. Kurang lebih itulah yang Jaebum pikirkan.

'Youngjae, maafkan aku. Andai kau membalas perasaanku, aku pasti akan mengeluarkanmu dari situasi ini' batin Jaebum. Jaebum berbalik setelah satu langkah mundur yang diambilnya. Ia terus melangkah menuju pintu, mengabaikan Youngjae dibelakang sana. Hatinya terus mengucap kata maaf, berharap youngjae bisa mendengarnya. Astaga, pikirannya kacau, ia harus segera keluar dari sini.

Handle pintu itu berputar, baru saja Jaebum hendak membuka pintu itu tiba-tiba pintu itu ditahan oleh seseorang. Itu Youngjae, dia menahan Jaebum. Membuat tubuh Jaebum seketika membeku karnanya. Nafas Jaebum tertahan, sedang Youngjae, begitu memburu dibelakangnya.

"H-hyung-"

"..."

"Aku menginginkanmu, Jaebum Hyung"

Kediaman Jaebum setelah pernyataan dari Youngjae membuatnya tak sadar bahwa dirinya sudah berbaik. Dan kini mereka berhadapan, saling berpandangan satu sama lain. Youngjae mengambil satu langkah maju, membuat Jaebum mengambil langkah sebaliknya. Terus begitu sampai pintu yang kini menutup dibelakang Jaebum bertabrakan dengan punggungnya.

Youngjae semakin mendekatkan diri. Bahkan kedua tangannya mulai bergerak naik, memeluk leher Jaebum. Tindakan berani itu diikuti bibir Youngjae yang semakin mendekat. Dan mulai mencium bibir Jaebum. Ciuman itu terasa menuntut, terbukti dengan Youngjae yang semakin menekan dan melumat paksa bibir Jaebum. serta jangan lupakan tangan Youngjae menekan tengkuk Jaebum dibelakang sana.

Mendapat serangan tiba-tiba membuat pertahanan Jaebum mulai goyah. 'Brengsek!' dirinya mengumpat lagi. Sudah jelas, Youngjae ingin dirinya, terlepas dari pengaruh obat sialan itu atau tidak. mereka menginginkan satu sama lain, lantas apa yang kau tunggu Im Jaebum?

Mendapat sepenuhnya kesadaran membuat Jaebum lagi-lagi mendorong Youngjae menjauh. Kali ini agak kasar, membuat tautan pada bibir mereka ikut terpisah. Youngjae menatap Jaebum, dengan wajah memerah serta nafsu yang begitu memuncak.

"Kau-" ucapannya tertahan. Dengan gerakan cepat Jaebum melepas kaos yang dikenakannya. Membanting telak kaos tak berdosa itu ke lantai dan menghampiri lelaki itu-Youngjae-. Menangkup wajah Youngjae dengan kedua tangannya dan mencium lelaki itu tepat di bibirnya. Jaebum, mencium lelaki itu dengan segala ke runtuhan ego yang sekian lama dibangunnya sendiri. Persetan dengan harga diri, dan semua sisi yang melarangnya melakukan ini. Jaebum, hanya tak ingin membiarkan malam ini berakhir begitu sia-sia.

Pergulatan yang sebelumnya terasa canggung itu kini mulai memanas. Sudah mulai menerima bibir pasangannya membuat lumatan pelan itu menjadi semakin erotis. Gigitan serta jilatan mengiringinya disertai dengan erangan terdengar.

"Mmhh" suara Youngjae teredam. Jaebum melahap bibirnya sampai ke celah terkecil, semakin membuai Youngjae. Membuatnya semakin 'panas' didalam kungkungan lelaki itu.

Jaebum semakin menjadi begitu 'suara' lelaki itu terdengar akibat perbuatannya. Tautan basah mereka terus terjalin, dan jaebum mulai menggiring pelan youngjae untuk melangkah menuju tempat tidur. Menjatuhkan pelan tubuh mereka ke atas benda empuk itu, dengan keduanya saling menindih satu sama lain.

Jaebum melepas tautan mereka saat dirasa Youngjae membutuhkan oksigen untuk bernafas. Benar saja, nafas memburu langsung terdengar darinya. Seakan tak memberi Youngjae untuk berhenti 'bersuara', kini serangan itu tertuju pada sekitar leher dan tulang selangka Youngjae. Menyesap kulit putih itu dan meninggalkan bercak kemerahan dimana-mana. Seolah dengan begitu Jaebum telah meng-klaim kepemilikan atas Youngjae, entah tubuh maupun hatinya.

"Shh H-hyung uhh" Youngjae menggeliat, menerima perlakuan jaebum atas dirinya. Tubuhnya terasa semakin panas, dan celananya terasa begitu sesak.

Kini Jaebum memilih menanggalkan baju yang dikenakan Youngjae. Tanpa sadar Jaebum menjilat bibirnya sendiri. Saat melihat tubuh bagian atas Youngjae yang terekspose bebas. Padahal selama ini Jaebum sering kali mendapati lelaki itu bertelanjang dada. Tapi kali ini, entah apa yang membuat tubuh itu menjadi lebih seksi dan menggairahkan berkali-kali lipat.

Jaebum semakin mendekat dan menyerang nipple yang menegang itu secara bergantian. Bermain-main dengan lidah dan bibirnya tak jarang giginya berperan serta memanja tonjolan kecil itu. jilat, hisap serta gigitan Jaebum berikan, memancing desahan Youngjae agar terus terdengar.

"Ngh Jaebum-ie Hyungh-ahh!" desahan itu lolos, saat Jebum memijat sesuatu yang sedari tadi mengeras dibalik celana Youngjae. Oh baiklah, Jaebum benar-benar memanja dirinya. Lelaki itu menahan kepala Jaebum di dadanya sedang pinggulnya bergerak mengikuti irama pijatan Jaebum.

Youngjae semakin mencengkram rambut Jaebum merasa sesuatu akan 'meledak' dibawah sana. "Hyung, jauhkan umhh-tanganmu!" kakinya bergerak tak karuan saat merasakan sesuatu itu semakin dekat-memaksa ingin keluar.

"Keluarkan Youngjae" titah Jaebum.

"T-tapi-aahhh" lenguhan itu terdengar bersamaan dengan klimaks pertamanya. Jaebum bangun dari posisinya. Menatap lelaki dibawahnya itu melemas akibat sentuhan-nya. Jaebum melirik ke arah selangkangannya, 'Sial, terangsang!' . lalu beralih ke arah Youngjae, ia malah menemukan lelaki itu masih ereksi. Dahinya berkerut dalam. Seberapa besar dosis obat perangsang itu?

Tatapan sayu itu menatap jaebum-lagi. Wajahnya masih memerah serta dadanya naik turun saat ia berusaha meraup oksigen sebanyak-banyaknya. "Jaebum-ie Hyung.."

Jaebum mendekat, menyeka bulir keringat diwajah Youngjae. "Apa kau lelah?" gelengan yang Jaebum dapat.

"Kau mau menyelesaikannya?" kali ini Youngjae mengangguk lemah. Mengundang senyum diwajah Jaebum.

"Aku harap kau tak akan menyesal dengan keputusanmu itu, Choi Youngjae. Karna sekali aku memulainya, maka ku pastikan itu tak akan berhenti sampai semuanya benar-benar berakhir"

.

.

Jaebum pikir tak perlu foreplay terlalu bertele-tele atau sekedar penetrasi dengan jemarinya untuk mempersiapkan si manis ini. Toh dalam keadaan dibawah pengaruh sesuatu, memperlambat hanya akan membuat Youngjae semakin tersiksa. Sejujurnya Jaebum sangat ingin pengalaman pertama bagi keduanya ini berakhir dengan kenangan manis. Atau setidaknya akan berkesan bahwa Jaebum menggagahi lelaki itu dengan lembut di setiap sentuhannya. Tapi, ya mau gimana lagi? Keadaan tak membuat semua itu menjadi mungkin.

Dan tak butuh waktu banyak bagi Jaebum untuk merubah 'keadaan'. Lihat saja, hanya dalam hitungan jari, si manis-Youngjae sudah tak tertutupi sehelai kain-naked. Ia melihat Youngjae sebelum mengambil posisi merunduk di atas tubuhnya. Membuka paha itu lebar-lebar dan jaebum sudah benar-benar menindihnya dengan pertumpu pada siku sebelah kirinya.

"Lakukan sesuatu yang bisa membuatmu lebih baik, Jae. Berpeganglah padaku"

Meski nafasnya masih terdengar tak beraturan akibat sisa-sisa klimaks pertamanya, Youngjae tetap menurut. Ia berpegang pada lelaki di atasnya, memeluk erat sekeliling leher Jaebum.

"Buat dirimu rileks, Jae.." Jaebum terus memerintahkan sesuatu meski Youngjae terlihat agak bingung dengan maksud Hyung-nya itu. ya, ia sengaja melakukan itu-terus mengajaknya bicara. Jaebum menenangkan nafasnya sambil mulai mengarahkan kesejatiannya menuju pintu anus Youngjae.

"Aaakkhh!" Dan Jaebum melesakkan penis besarnya secara langsung pada lubang sempit itu. tidak hanya pangkal kemaluannya saja, tapi sehentak melingkupi seluruh bagian penis besarnya. Jaebum tau itu pasti menyakitkan, dan menurutnya akan lebih menyakitkan lagi jika yang di lakukannya hanya sampai setengah fase.

"Maaf-maaf Jae, ku bilang lakukan apapun untuk meredakan sakitnya, kau bisa mencakarku atau apapun!"

"K-kau tidak mengatakannya Hyung!"

"Maaf.."

"H-hyung, lakukan sesuatu. Kau membuatku sesak. Itu-terasa penuh dibawah sana"

Jaebum pun mulai bergerak. Pelan pada awalnya, lantaran ia dalam usaha untuk tidak kehilangan kendali dirinya. Sial, begitu sulit menggerakkan penisnya di dalam sana karna memang Youngjae begitu sempit dan membungkusnya erat. mengingat fase penetrasi tadi ia tak menggunakan pelumas atau apapun. 'Anak ini pasti kesakitan' pikirnya.

"Ungghh" Youngjae melengguh begitu merasakan sodokan Jaebum di bawah sana semakin cepat. Ia menarik leher Jaebum, semakin memeluknya membuat wajah mereka semakin berdekatan, bahkan tanpa jarak.

"Dimana, Jae? Katakan jika aku menemukannya"

"Katakan apa? Ha-aahhh!"

Jaebum mengernyit heran mendengar respon itu. maka untuk memastikan pemikirannya, ia berhenti. Menarik penisnya ke arah sebaliknya, hampir melepas tautan intim mereka dan..

"Ahhh!" menghentakkannya lagi, keras dan tepat menuju titik itu. Refleks dinding-dinging prostatnya menyempit, menekan kuat penis besar Jaebum membuatnya semakin keras.

"J-jaeh ahh, bum-ie hyung!" Youngjae semakin gila, di penuhi kabut gairah. Pahanya terasa tegang, sedang lututnya bergetar di setiap Jaebum bergerak menghujamnya dengan kenikmatan. Tak ingin membuat Jaebum berusaha sendiri, ia mengangkat pinggulnya. Bergerak berlawanan dengan arah sodokan Jabum pada dinding rektumnya.

"Kau membuatku gila"

"Aahh, ngghh"

"Youngjae-yaa!"

"L-lebih ughh, ituh-datang lagi hyungh-"

Perasaan familiar itu datang lagi. Sesuatu entah apa itu, berputar disekitaran perutnya dan mendesak keluar. Jaebum meringis saat merasakan cengkraman erat di bagian belakang lehernya. Desahan lelaki di bawahnya semakin keras, dan liar seiring usaha mereka mencapai nirwana.

"Jaeh-bum-ie hyungh"

"keluarkan saja"

Youngjae hampir-hampir tak bisa menahannya lagi.

"Aakh! Uuhhh" Satu, dua tusukan keras Jaebum untuk kesekian kalinya pada sweetspot Youngjae kali ini benar-benar membuat cairan pekat kelelakiannya itu keluar. Kontraksi akibat klimaks kedua Youngjae membuat dinging rektumnya menyempit, menekan kuat penis Jaebum yang sepertinya belum ada tanda-tanda untuk menyusul Youngjae.

Youngjae memejamkan matanya penuh kelegaan, setelah melepaskan sesuatu yang membuatnya mengerang nikmat penuh ektasi. Kedua tangan yang sebelumnya memeluk leher Jaebum itu, kini terkulai begitu saja di kedua sisi kepalanya. Oh bagus, tubuhnya terasa sangat lelah dan er-lengket. Lelaki bersurai hitam itu menghirup nafas sedalam-dalamnya. Menikmati sisa-sisa klimaksnya yang kedua di kali pertama pengalamannya bercinta.

"Jae.."

Terlalu asik mengistirahatkan diri, sampai ia lupa bahwa sesuatu-atau seseorang di atasnya belum mendapat timbal balik dari kegiatan mereka. ayolah, bagaimana bisa Youngjae lupa bahwa, penis Jaebum masih ereksi-sangat keras-di dalam prostatnya!

"Youngjae-yaa.." suara itu terdengar lagi, kini lebih rendah dan menggoda. Di cabutnya paksa kesejatiannya dari lubang Youngjae, dan membalikkan tubuh lemas Youngjae cepat. Menjadi posisi telungkup dan menarik pinggulnya cepat membuat si main vocal dalam posisi menungging dengan bokongnya yang condong ke arah tubuh di belakangnya.

"H-hyung? Ada apa?" detik terasa secepat Youngjae mengedipkan kelopak matanya. Baru saja ia mencoba mencerna apa yang terjadi, namun sesuatu yang keras itu kembali memasukinya dari belakang.

"A-aahh" membuatnya kembali mendesah.

"Kau tak lupa dengan ucapanku tadi, kan?" Jaebum merunduk menghampiri punggung putih nan telanjang Youngjae. Menyesapnya keras menghasilkan sebercak merah keunguan yang kentara.

"Ah? Aku, aku tak begitu ahh-ingat"

"Benarkah? apa kau melupakan milikku belum mencapainya? Itu berarti kita belum benar-benar selesai, Jae-yaa.."

"Apa? T-tapi ahh-"

"Youngjae-yaa, saatnya ronde kedua"

"J-jangan hyungh! A-aahh"

Dan terus terdengar desahan demi desahan dari kamar leader dan main vocal got7 itu. beruntung kamar keduanya terletak di sudut paling jauh dari kamar member lainnya. Dan semoga saja member lainnya tak bisa mendengar suara-suara 'aneh' dari pergulatan panas keduanya.

Hah-hanya karna sebotol cairan bening milik-entah siapapun itu. sialnya berhasil membuat malam di hari melelahkan Youngjae tak berakhir mudah begitu saja. beruntung manager hyung memeberi mereka kebebasan untuk esok hari.

Karna saat Jaebum mengatakan ia tak akan berhenti, maka lelaki itu akan benar-benar melakukannya.

.

END


EPILOG

"Aku pulang" Jackson memasuki kamarnya-dan Mark-dengan raut lelah di wajahnya. Sontak itu membuat Mark mengernyit heran. Tak biasanya Jackson muram seperti itu. yeah, siapa yang tidak kenal Jackson dengan tingkahnya yang hyperactive itu? maka tak heran jika jackson dalam keadaan diam, Mark atau orang lain di sekitarnya patut bertanya 'kenapa'.

"Oh, kau datang"

"Hm" Jackson merebahkan tubuh lelahnya di atas kasur.

"Kau terlihat lelah"

"sangat-lelah"

Mendengar jawaban Jackson membuat Mark teringat akan sesuatu. Ia bangkit dan merogoh saku mantel yang digunakannya ke acara perpisahan Youngjae hari ini.

"Ada apa, Mark?"

"Tidak, sepertinya aku punya sesuatu yang cocok untukmu" Mark merogoh saku mantelnya semakin dalam. Tunggu, kenapa tidak ada?

Mark berbalik dan menggidikkan bahunya. "Aku tak menemukannya. Maaf Jackson-ah, mau ku ambilkan minum?"

Jackson yang belum paham kelakuan roommate nya itu semakin mengerutkan dahinya. "Apa maksud mu? Sebenarnya apa yang kau cari?"

"Ah itu, seorang fans-ah nuna fans memberikan sebotol minuman saat aku selesai menghadiri acara Youngjae"

Jackson mendengarnya dengan penuh antusias. "Lalu?"

"Wanita itu bilang, itu minuman kesehatan. Tapi sudah tidak ada, aku tak menemukannya di saku mantelku"

"Yasudah, biarkan saja"

"Hm, seingatku aku meletakkannya di suatu tempat. Entah itu tas milik Bambam? Atau Youngjae"

"Sudah, aku tak apa. Aku hanya ingin tidur" Jackson melepas kaos yang di kenakannya dan kembali berbaring. Menutup rapat kedua matanya dan mulai terlelap.

"Katakan saja jika kau butuh sesuatu. Aku masih terjaga"

"Hm"

Dan setelahnya keheningan benar-benar menguasai kamar main rapper dan main dancer got7 itu.

Sekarang kita tau, siapa sebenarnya pemilik minuman misterius itu. benar kan?

.

FIN

-Beneran E.N.D-


My note:

Hai! Setelah sekian lama ku anggurin ff ini di folder 'project' akhirnya berhasil diselesaikan juga. Pagi ini, rampung jam 3 pagi setelah 5 jam pergulatan batin ngetik mature content macem di atas T.T jujur aja chapt ini udah kelar pas jaman aku posting chapt1-beberapa bulan lalu. Cuma aku merasa kurang srek dan berakhir gonta ganti gaya/whatthe..

Cobaan banget pas lagi ngedit ade mondar mandir dibelakangku. Klak klik tombol minimize terus alhasil -_- NC ke dua yang bikin aku kelimpungan sangking malunya sama apa yang tangan ketik dan otak fikirkan. Astagaahhhh!

Maaf banget buat yang nunggu kelanjutan vocal couple satu ini-2Jae got7. Aku merasa seperti nge php-in kalian ya -_- mianhae, mianhae /pundung/

Aku baca semua review dari kalian-reader-nim tercinta yang berbaik hati mau meninggalkan jejaknya di ff gaje nan ga hot ini :'v aku sangat sangat berterimakasih, tapi maaf lagi aku blm bisa balesin satu-satu. Dan akan sangat berkenan jika aku melihat kalian meninggalkan sepatah dua patah kata, atau kesan kalian setelah membaca chapt2 nya yang sebenarnya-aneh dan maaf-mengecewakan X( aku berusaha yang terbaik untuk chapt ini, meski banyak banget kekurangan dan ditengah ke galauan memilih apa aku harus pindah fandom di ffn ini? karna sepetinya minat baca fandom screenplays untuk fanfict got7 itu rada kurang-menurutku. Entah memang peminatnya kurang, atau siders ff ku aja yang banyak, entahlah.

Aku punya 2 prolog untuk judul yang berbeda. JJ project dan Jackjae-2Jae. Berpotensi rated M ditengah jalan karna efek abis nonton Love stage! Duh itu sangat membangkitkan jiwa fujo -_-

Tapi aku akan berfikir 2 atau 3 kali untuk posting keduanya, tergantung respon kalian-pada readers-untuk chapt ini. kita buat kerja sama yang baik, aku menulis, memposting-kalian memberi review yang sebearnya sangat sederhana dan mudah namun tau kah kalian, revew kalian sangat berarti bagi pemula sepertiku. Mudah kan?

Ahaha aku terlihat seperti pengemis review -_- *sigh*

So, the last but not the last one, REVIEW?