Nervous Baek
.
.
.
.
Author: Kim Aluna
Main Casts: Park Chanyeol, Byun Baekhyun
Other Casts: All Member EXO and other
Rate: T
Length: Oneshoot
.
.
.
Disclaimer:
All Casts belongs to God and theirselves
.
.
.
Summary:
EXO adalah sebuah boyband baru. Dan ini hanya sepenggal cerita di sebuah ruangan yang berisi ke-nerveous-an Baek dan cara Chanyeol menenangkannya hanya dengan sebuah sugesti ala Chanyeol.
.
.
.
Warning:
Typo, alur berantakan, fanfiksi gajelas, patut ditanyakan kejelasannya/?
.
.
.
Author's Note:
Ini ff yang syudah lamaaaa zekaleh ngerem (oke, tau ngerem? Ayam betina nunggu telurnya menetas itu loh, taukan ya taulah ya) atau lumutan di buku tulis. Dan akhirnya saya berinisiatif (waks) untuk mengetik dan mempublishnya :v berdoa lah ini gak garing wkwk btw ini ceritanya terjadi pas EXO th. 2012 yaw
.
.
.
Baekhyun meremas tangannya gugup di ruang tunggu (read: ruang make up) ketika mereka akan perform di salah satu acara besar Korea Selatan.
"Baekhyun-a, gwaenchanayo~? Kau berkeringat terus sedari tadi, padahal ruangan ini ber-AC. Kau tidak mau eyelinermu luntur, kan?" Kyungsoo bertanya karena melihat Baekhyun meremas tangannya sedari tadi membuatnya jengah juga. Baekhyun menggelengkan kepalanya dengan gugup.
"Nan gwaenchana, Kyungsoo-ya. Aku hanya gugup." Dia tersenyum manis dan menampilkan eyesmilenya yang imut—yang jujur saja membuat pria paling jangkung di EXO-K menahan nafasnya karena keimutannya—dan kemudian Baek menambahkan, "Dan ya ampun! Apa eyelinerku mulai luntur karena keringat berlebihan ini?!" tanya nya panik.
Kyungsoo tertawa kecil—yang sungguh anggun dan membuat namja di sebelahnya mengecup pipinya gemas—dan menjawab, "Baek-hyung, tenanglah, matamu tetap bagus, kok. Eyelinermu tidak luntur. Dan kau bisa memakainya lagi kan kalaupun luntur?" katanya, sambil menyandarkan kepalanya ke dada Kai karena pria itu melingkari perutnya dengan tangannya dan menarik Kyungsoo mendekat.
Baekhyun cemberut—yang malah membuatnya terlihat semakin imut—dan berkata, "Ya ampun, Kyung, apa yang harus kulakukan? Ottokhaeyoooo~? Aku sangat gugup padahal ini perform kita yang kesekian kalinya bulan ini!" Baekhyun mendekatkan dirinya pada Kyungsoo dan menyandarkan dirinya kesana, mencari ketenangan.
"Mengapa tidak mencoba bertanya pada Park Dobi, couple hiperaktif-mu itu, hmm?" Kai menjawab lalu melanjutkan, "Dan, hyung, menjauhlah dari tubuh Soo baby-ku!" Kai memeluk Kyungsoo dengan lebih posesif.
Baekhyun cemberut ketika tubuhnya dijauhkan dari tubuh hangat Eomma EXO-K dan melintasi ruangan untuk duduk di sofa, bersebelahan dengan Chanyeol yang tersenyum lebar ke arahnya.
Baekhyun menghempaskan tubuhnya ke atas sofa begitu saja dan menyandarkan tubuhnya pada dada bidang Chanyeol.
"Hangat." Gumam Baekhyun sambil memejamkan matanya ketika kenyamanan yang merambati dirinya—hati dan jiwanya—dan membuat semua resahnya hilang begitu saja. Baekhyun merasakan tangan besar sedang merangkul dan mengusap lembut lengan kirinya, memberi ketenangan lebih pada dirinya.
"Ada apa sebenarnya, hmm?" suara bass itu berbisik lembut di telinga Baekhyun, membuat Baekhyun membuka matanya dan melingkarkan kedua tangannya dengan manja ke pinggang Chanyeol, semakin merapatkan dirinya pada Giant-NYA, mencari kehangatan di dada Chanyeol sambil memejamkan mata dengan nyaman.
Chanyeol terkekeh melihat tingkah imut Baekhyun dan membawa baby Baek-nya kedalam pangkuannya. Kaki Baekhyun menekuk—itu gerakan reflek Baekhyun—dengan tangan yang masih melingkar erat di pinggang Chanyeol dan kepala yang masih mencari kehangatan di dada bidang Chanyeol.
Chanyeol melingkarkan tangannya ke sekeliling tubuh kekasih mungilnya, memeluk sayang sosok imut itu dan berbisik lagi, "Apa sekarang sudah mau cerita?" tanya Chanyeol disertai senyum lembutnya.
Baekhyun mendongak dan menyadari jarak wajahnya hanya beberapa senti saja dari wajah Chanyeol. Baekhyun menunduk lagi—pipinya memerah parah dan dia tak ingin Chanyeol melihatnya—tapi dia kemudian menjawab Chanyeol sambil menatap mata Chanyeol.
"Aku—aku takut. Mak—maksudku, aku gugup. Walaupun ini adalah perform kita yang kesekian kalinya dalam bulan ini, tapi, tetap saja, aku takut jika tiba-tiba aku..." Baekhyun terus mengoceh dengan cepat dan gugup dengan sedikit logat daerah aslinya. Chanyeol menyadari kegugupan kekasihnya. Dan setelah beberapa saat Chanyeol membiarkan Baekhyun mengucapkan semua yang ingin dia ucapkan—dan ritmenya semakin cepat dan juga ada beberapa kata yang dia ulang—ucapan Baekhyun terpotong telunjuk panjang Chanyeol yang tiba-tiba saja ada di depan mulutnya.
Baekhyun mendongak—setelah sebelumnya dia menjelaskan semua yang ingin dia ucapkan dengan berbagai gaya yang tidak bisa diam, khas Baekhyun—menatap Chanyeol yang matanya menatap teduh diriya. Tangan Chanyeol beralih mengelus pipi Baekhyun dengan lembut sebelum berbisik lembut.
"Sst. Cukup, Sayang. Kau bisa. Kau bisa. Kau pasti bisa. Jangan gugup, Sayang." Chanyeol menenangkan dan memberi sugesti pada Baekhyun.
"Ada aku dibelakangmu. Ada aku. Ada aku." Chanyeol berbisik lembut.
Baekhyun mengangguk dan memejamkan matanya—menanamkan sugesti dalam dirinya bahwa dia bisa melewati perform kali ini dengan sempurna.
"Yeah, aku bisa." Gumam Baekhyun pelan. Dia membuka matanya, menatap mata Chanyeol. "Terima kasih, Yeol-ie, kau yang terbaik, Sayang." Baekhyun mengelus rahang itu dengan lembut.
"Apapun untukmu, Baby." Chanyeol tersenyum—yang sejujurnya selalu berhasil membuat Baekhyun terpesona dan membuat detak jantungnya tak karuan kencangnya—lalu membawa wajah Baekhyun mendekat. Baekhyun memejamkan matanya, menerima apapun yang akan Chanyeol lakukan.
Bibir Baekhyun terpagut lembut, tenggelam dalam hisapan pelan dan lembut Chanyeol. Tangan Baekhyun sudah berpindah dan melingkar erat di leher Chanyeol, menariknya mendekat. Kakinya sudah berpindah dan berada di samping kanan dan kiri pinggang Chanyeol. Tangan Chanyeol menarik pinggang itu lebih dekat lagi, seakan berusaha menyatukan mereka sampai tak ada satupun celah tersisa.
Gigitan kecil terasa di bibir Baekhyun dan itu terasa memabukkan, menggairahkan dan membuatnya menginginkan lagi pagutan itu. Jadi, ketika Chanyeol baru saja ingin melepas hisapan kuatnya pada bibir atas Baekhyun—yang hingga membuat pria manis itu melenguh dan mendesah tanpa sadar—Baekhyun sudah lebih dulu mengulum bibir bawah Chanyeol, mencegah bibir itu meninggalkan bibirnya yang terasa basah.
Chanyeol tertawa kecil dalam hati dan tersenyum dalam ciuman memamabukkannya dengan Baekhyun, menyadari betapa agresifnya pria manisnya saat ini. Chanyeol membiarkan Baekhyun menguasai bibirnya selama beberapa detik sebelum akhirnya dia mengambil alih lagi kendali atas bibir manis di hadapannya, mendominasi ciuman mereka.
Ciuman itu berlanjut, tidak berubah, tetap lembut, dan memabukkan, mengabaikan sang penata rias yang berteriak protes karena riasannya mulai berantakan.
Dan akhirnya, Baekhyun berhasil perform dengan baik hari itu.
.
.
.
Hehe :3 haiiiiiii :3 udah beberapa hari saya gak ngepost, kangen juga wkwk
Saya lg sibuk banget nyiapin festival sekolah yang diadain Sabtu pagi nyampe Minggu sore TT3TT
Capeeeeeeeeeeeekkkkk~ TT3TT
Mau nyentuh laptop tapi ngerjain ini itu di sekolah sama perjalanan ke rumah dari sekolah itu sejam, jadi nyampe rumah udah tepar TTATT
Malah kemarin sekolah dari jam setengah 7 nyampe rumah setengah 9 malem karena ada les :'D
Lah jadi curcol kan, maaf ya..
Oiya, kasih tanggapannya ya^^
Review?