"Kau yang memintanya, jangan salahkan aku jika terjadi sesuatu yang 'menyenangkan' menimpamu" desis Sehun tepat di telinga Luhan dan dengan sengaja mengehembuskan nafasnya di tengkuk Luhan.
"Enghh" Luhan tak dapat membungkam mulutnya dengan serangan pertama Sehun.
"Saem a-apa yang akan saem lakukan?" tanya Luhan gugup dan berniat mengalihkan suasana hatinya yang tak beraturan akibat tatapan Sehun yang memandanganya dengan pandangan sperti menelanjanginya.
Padahal bukan pandangannya, bahkan tangan Sehun sendiri yang telah menelanjanginya tadi.
Seketika wajah Luhan merona mengingat apa yang ia pikirkan barusan dan tak sadar kini Sehun mendekatkan wajahnya pada wajah Luhan.
CHU~
"Itu yang akan aku lakukan" jawab Sehun enteng.
Luhan membulatkan matanya merasakan sesuatu yang yang kenyal dan tipid berada di atas bibir mungilnya, kemudian menatap pria yang kini menarik kembali bibirnya. Luhan semakin malu mendapatkan perlakuan itu dari gurunya.
Chu~
Sekali lagi Sehun menempelkan bibirnya di bibir manis Luhan, tapi lebih lama dari yang pertama.
Sehun hanya mendiamkan dirinya menunggu reaksi Luhan. Merasa tidak ada penolakan, Sehun menggerakkan bibirnya melumat bibir Luhan yang terasa pas saat ia kulum.
Luhan menahan dada bidang Sehun agar tak semakin memajukan tubuhnya, melupakan tugas utama tangannya yang seharusnya melindungi payudaranya dari tatapan 'pemangsa'.
Sehun semakin bernafsu memandang payudara Luhan yang tak sengaja matanya lihat. Dia mulai mencium Luhan dengan ganas dan terkesan tak sabaran.
"Emmhh emmnghh" Luhan terus melenguh mendapat perlakuan Sehun di bibirnya. Luhan memejamkan matanya menikmati permainan lidah Sehun yang kini memasuki rongga mulutnya.
Tak sadar Sehun tengah menatapnya lapar.
Beberapa menit kemudian Luhan mengerang dan sedikit memukul dada bidang Sehun tanda ia mulai kehabisan nafas.
Sehun melepaskan pagutanya dengan tak rela.
"ahhh hhh" Luhan menghirup udara sebanyak banyaknya ketika Sehun melepaskan bibirnya .
"Kau menikmatiny?" tanya Sehun lembut dan tangannya kini mencoba meraih payudara Luhan.
Luhan mengangguk kecil kemudian dengan sigap menangkap tangan Sehun yang hendak menggapai breastnya.
"Andweyo saemm~" cicit Luhan.
Sehun melepaskan tangannya dari genggaman Luhan. Kemudian memeluk tubuh tak berpakaian Luhan.
Seketika rasa hangat merayapi tubuh Luhan. Bukan hanya tubuhnya tapi hatinyapun begitu. Darahnya berdesir cepat seirama dengan detak jantungnya ketika menatap dada bidang Sehun ada di hadapannya.
"Lu~ aku akan bertanggung jawab jika nantinya kau akan hamil~" ucap Sehun pelan di telinga Luhan,.membuatnya merinding.
Luhan hanya diam, tidak mengiyakan dan juga tidak menolak ucapan Sehun.
Sehun mengusap punggung Luhan, membuat Luhan memejamkan matanya merasakan tangan besar Sehun menyentuhnya.
Luhan melingkarkan tangannya di pinggang Sehun dan memeluknya erat membuat yang dipeluk tersenyum.
Namun senyumnya hilang ketika Luhan menggeliat geli oleh usapannya membuat dada mereka menempel dan menggesek satu sama lain. Sehun dapat merasakan puting Luhan yang menggesek dadanya itu. Seketika membuat nafasnya memburu.
Perlahan usapan tangan Sehun merambat ke arah depan, letak payudara Luhan.
"Y-yaaahhh~" pekikan terdengar dari bibir mungil Luhan ketika tangan Sehun berhasil
menangkup payudaranya dan langsung memilin nipplenya dengan lembut.
"Eummmhh ahh saem~ ahhh shh"
Mulut Luhan semakin meracau tak jelas ketika tangan Sehun mengerjai payudaranya dengan mengusap ujung nipplenya kemudian di tarik terkdang di pelintir.
Luhan taknfapat menahan gejolak nikmat yangbia rasakan, sangat berlebihan.
Sehun menghentikan kegiatannya dan melepaskan tangan Luhan yang bertengger manis di pinggangnya kemudian merendahkan wajahnya tepat di hadapan payudara Luhan yang kini nipplenya mengacung tegang menantang wajah Sehun.
Entah dorongan setan dari mana Luhan memajukan dadanya sehingga nipplenya kini berada di antara jepitan mulut Sehun yang tengah mengamati payudara Luhan.
"Ahhh~" lenguh Luhan pelan.
"Kau nakal sekali hm" ucap Sehun yang mulutnya masih tersumpal nipple mungil milik Luhan sehingga ketika Sehun mengucapkan beberapa hurup dan mengharuskan merapatkan mulutnya, bibirnya akan menjepit nipple Luhan dan membuat Luhan mengerang keras.
"Anhhh ahhhh hhhh"
Kini Sehub mulai melumat nipple Luhan, tak jarang menyedotnya seperti bayi yang kelaparan.
"Ohhh hhh ahhh yahh terusss saemhh hisapp k-kyahhh begitu" Luhan terus meracau nikmat ketika Sehun menggigit kecil nipplenya
Tangannya mencengkram rambut Sehun dan menahannya agar tak beranjak sincipun untui mengerjai payudaranya.
Tangan Sehun tak tinggal diam, kini ia mulai mengusap perut rata Luhan dan terus menurunkan usapannya, sampai tangannya merasakan basah pada bagian yang ia pegang. Luhan yang titik sensitifnya tersentuh semakin mengerang tak jelas.
Sehun membelai belahan bibir vagina Luhan, dan gotcha ia menemukan titik kecil itu, klitoris Luhan.
Tubuh Luhan mengejang ketika Sehun menekan-nekan klitorisnya.
"E-eumhh Sehunnieehhh ahh janganhh di pelint-ahhhh" Luhan terus mendesakan nama Sehun yang terdengar sangat indah di telinga Sehun ketika tangan Sehun malah mencubit klitorisnya.
Sehun memasukan jari telunjuknya.
"Ahh~" erangan kecil Luhan terdengar ketika jari Sehun mulai keluar masuk.
Kini Sehun memasukan jari tengahnya
"AKHHHH perihh Sehunnieee~" Luhan menggeliat tak nyaman dengan rintihan rintihan kecilnya.
Sehun kembali memasukan jari manisnya, kini tiga jari Sehun yang mulai menginfasi Lubang perawan Luhan.
"Kyahhhh appoooo!~ Keluarkan Sehunnieee" pekik Luhan kesakitan.
Sehun tak menggerakan ketiga jarinya lebih memilih membuat Luhan nyaman kembali dengan mencium bibirnya.
Tak jarang kecupan-kecupan kecil di hadiahi Sehun pada wajah cantik Luhan.
"Enhhh Sehunnie~" Luhan mendesahkan nama Sehun dengan sangat manaj ketika jari-jari di dalam vaginanya mulai keluar masuk mencari sweet spotmya.
"Emhhh ahhhh ahh Kyahhh~~~ di sanahh eunghh Sehunniee tusuk lagi di sanahhh" jerit Luhan ketika dirinya mulai merasakan keenakan jari Sehun menyentuh titik terdalamnya.
"Ahh ahh akuh mau keluarhh Sehunniee~~"
Setelahnya kembali pekikan pilu dari Luhan kembali terdengar ketika Sehun memasukan batangnya yang besar.
Flashback Off
Kini Luhan terbaring lemas di ranjang kamarnya dengan Sehun yang menahan kedua kakinya dan lidahnya yang lihai mulai menginvasi lubang Luhan.
Diatasnya Luhan mengejang tanda sebentar lagi ia akan mendapatkan klimaksnya.
"Ahh ahhh akh o-oppahh a-akuhh aku akan-"
Sehun menghentikan kegiatannya. Luhan terengah mengatur nafasnya ia merasa kesal kali ini di saat dirinya akan cum Sehun menghentikan kegiatannyaa.
"Lebih baik langsung ke inti, bagaimana sayang?" tanya Sehun mengecupi wajah Luhan dan tangannya mulai membelai 'lagi' vagina Luhan.
Luhan hannya mengangguk pasrah.
"Tahan baby ini akan terasa sakit di seperti pertama kali kita melakukannya. Tapi kau akan merasakan kenikmatan setelahnya" jelas Sehun melebarkan kedua paha mulus Luhan.
Sehun mengocok penisnya sebentar lalu mulai menggesekkannya pada bibir vagina Luhan.
"Geli oppahh" seru Luhan sedikit terkikik. Tanpa ragu Sehun mulai memasukkan penisnya dengan perlahan, Sehun tidak mau bermain kasar dengan Luhan
"Akhhh appohhh lepas oppa lepashhh" Luhan meronta.
"Stttt sabarbabyhhh ini baru setengahh" ucap Sehun di sela desahannya. Luhan meremas pundak Sehun dengan kencang.
JLEB
Sehun memasuki Luhan sepenuhnya. Sehun tidak mau Luhan meringis menahan pergerakannya yang lamban.
"Ahh shit! You're so tight baby!" Sehun mulai ber-dirty talk akibat remasan dinding vagina Luhan yang sangat sempit.
"Hiks... Appohh..." tangisan Luhan mengencang, pasalnya sejak tadi Luhan hanya menahan tangisnya. Seketika Sehun tersadar bahwa ia salah. Luhan masih di bawah umur dan itu akan membuat Luhan menjauhinya.
Sehun membaringkan tubuhnya di samping Luhan, merengkuh Luhan dalam pelukannya tanpa melepas kontak bagian intim mereka.
"M-maafkan oppa,baby... Oppa ya- ahhh" ucapan Sehun terpotong akibat pergerakan Luhan yang tiba-tiba. Maksud Luhan ingin melepas kontak mereka, tapi bagi Sehun, Luhan menginginkannya.
"Kau yang meminta,baby" Sehun kembali pada posisinya di atas Luhan dan dengan tempo yang tidak bisa dibilang lamban Sehun meng-in out-kan penisnya.
"Akhhh morehhh oppa morehh" desah Luhan yang mulai merasakan kenikmatannya.
"Feels good babyLu?" bisik Sehun seduktif di telinga Luhan, tak lupa mengulumnya dengan sensual.
"Yeah it feel good ahh" balas Luhan yang mulai terhentak akibat genjotan Sehun yang semakin cepat.
"Desahkan nama oppa,babyhhh"
"NGHH SEHUNNIE OPPAHH" desah Luhan dengan Sexy dan kencang saat ia mendapatkan orgasme pertamanya, sembari meremas sprei yang sudah tak beraturan. Cairan Luhan memperlicin pergerakan Sehun di dalamnya. Entah apa yang akan dipikirkan para pekerja di rumah mereka saat mendengar teriakan Luhan.
"Terus babyhh" desah Sehun di sela acara mengenjot Luhannya.
"There oppahh morehhh" pekik Luhan dengan wajah penuh peluh dan rambut acak-acakan yang membuat hormon Sehun naik.
SRET
BLES
SRET
BLES
Tanpa ampun Sehun menghantamg-spot Luhan berulang-ulang, membuatnya mendesahkan nama Sehun. Penis Sehun mulai membesar menandakan ia akan segera klimaks, Sehun menambah kecepatan genjotannya yang menjadi brutal.
"Ahhh oppahhh Lulu lelahhh" sergah Luhan yang sudah mulai lelah.
"Sebentar lagi babyhhhshhh shittt vaginamu sangat sempit aghh"
"Shhh morehhh ahhh morehhh there oppa ahhh" desah Luhan yang kembali mendapat tumbukan telak pada-spot-nya.
"NGHHH OPPAHHH/BABYHHH" keduanya mencapai klimaks bersamaan.
Sehun membelai wajah Luhan dengan sayang. Kontak mereka belum terlepas, Sehun hanya menutup kedua tubuh polos mereka dengan selimut lalu membawa Luhan yang sudah lebih dulu masuk ke alam mimpi akibat lelah setelah mereka klimaks.
Luhan yang kini memejamkan matanya, perasaan lelah dan puas tergurat jelas di wajahnya.
TBC
maaf kalo gak hot huhah hwn ingung /? *pegangin Sehun* /?
Sequelnya beneran mau? ._.
Tapi seqeuelnya itu berchapter /?
ini endnya gantung sebenernya :'v maap~
Big thanks buat yang udah mau nungguin FF Ini, terus juga big thanks buat yang follow, fav, terutama reviews :'3
buat yg follow/fav ff ini lebih baik ikut review juga
terus big thanks juga buat komentor/? terakhir maaf banget soal itu hehe hwn gak terlalu tau tentang rrnang soalnya itu diambil dari pengalaman hwn yang pernah hampir tenggelem main batu kodok di kolam renang nahan napas sampe 7 menit 31 dtk itu waktunya hwn inget" T^T takut waktu itu *curhat*
FF ini sengaja hwn publish sekarang buat para jones, karna hwn sekarang kayak jones juga pacar hwn tabrakan dan baru selesai oprasi :')
doain ya /? biar cepet sembuh.
curhat kan nih jadinya pokoknya sekali lagi makasih ya~
