chanyeol remaja dengan emosi labil pacaran ama kakak kelas super dingin.
cerita simple cuma untuk have fun
happy reading
::krisyeol begin::
pagi itu terlihat pria dengan potongan tubuh model melipat tangan di dadanya dengan wajah angkuh namun terkesan kocak sedang berdiri di cermin besar kamarnya.
"eukhh, makhluk tuhan paling sempurna"
lalu dia memasang berbagai macam ekspresi wajah dihadapan cermin. dan dengan nada penuh dramatisasi dia menyalakan wajahnya sendiri namun tersirat jelas perasaan bangga.
"yaampun yeol, apa dosa lw sampe punya muka perfect gini! berapa juta dosa lwdapet gara-gara bikin orang patah hati"
drrttt ddrrttt
dengan malas dia menengok hapenya. setelah melihat siapa yang menelepon wajahnya berubah sumringah lalu cepat-cepat mengangkat panggilan masuk di ponselnya, mencari posisi nyaman di kursi meja belajar.
"haloo, chan yeol speaking" kata chanyeol sok imut
"gaya luh yeol.. yeoll.." orang di seberang sana cuma bisa geleng-geleng kepala
"hhehehe, kenapa darling?" tanya chanyeol to the point
"idihh! pagi-pagi udah sok romantis" dengan nada ketus dan dinginnya
"ngomong ini salah ngomong itu salah, udah ah males!"
tuut tuut tuut
chanyeol membanting hapenya ke atas ranjang, sudah hampir 9 bulan ini dia menjalin cinta dengan kakak seniornya. seniornya yang dingin dan cuek tapi juga sekaligus aneh dan unik. entah apa yang membuat chanyeol bertahan dengan kondisi ini. mungkin paras super tampannya.
drrrtt drrtt drrttt drrrttt
chanyeol mengabaikan ponsel yang terus bergetar itu.
drrrtt drrtt drrttt drrrttt
akhirnya chanyeol memutuskan untuk mengangkat panggilan telepon dari kontak nama handsome romantic galaxy.
"apa?" chanyeol langsung memekik tajam
"ampun dah, masih pagi udah marah-marah" suara di seberang sana melunak
"loe pikir siapa yang bikin gw begini?" masih dengan nada emosi tinggi
"sorry, honey" suaara di seberang sana makin melembut
"kenapa?" tetap nada emosi
"pagi ini aku gak bisa jemput kamu. kita ketemu di sekolah aja yah" terdengar nada bersalah sekaligus merayu
"kenapa?" masih dengan nada yang sama
"aku telat, baru aja bangun. gak akan keburu kalo jemput kamu. ntar yang ada kita jadi sama-sama telat. ntar kita janjian di gerbang sekolah deh"
''..." chanyeol diam
''ntar istirahat ke kelas kamu, oke?"
"..." tetap diam
"ntar pulang sekolah kita jalan deh"
"gak usah!" chan yeol langsung mutusin sepihak lagi sambungan telepon tersebut. dia keluar kamar dengan membawa tas sekolahnya.
"mah, pah.. yeolli berangkat yah" kata chanyeol sembari mencium tangan kedua orangtuanya.
"tumben ngga dijemput temen kamu yang tinggi banget itu"
"dia telat bangun mah, dia nyuruh aku duluan" chan yeol cemberut.
"yaudah dianter ama papah aja sih. masa yeolli mama yang ganteng harus desek-desekkan naek angkutan umum?" nyonya park membelai lembut pipi putra bungsunya. kini giliran tuan park yang cemberut.
"ogah ah, papa kan masih sarapan. lagi juga tempat kerja papa jauh banget dari sekolah yeol-ah, lama mah muternya. yang ada entar papa telat"
"iya mah, papa bener. udah yah mah pah yeolli berangkat" dengan nada sedih dan putus asa, papanya yang mendengar itu hanya bisa menelan sarapan yang belum terkunyah sempurna. padahal kan tadi dia cuma becanda, cuma pengen ada 'diskusi kecil' dengan putra bungsunya. biasanya juga yeolli suka perang kata ama papanya. kegalauan sang papa pun meningkat, sudah bisa dirasakan aura membunuh istrinya terasa mencekik lehernya.
.
.
chan yeol berjalan gontai menuruni bus di halte yang letaknya persis ada didepan gerbang sekolahnya. dan matanya langsung menangkap sesosok tinggi dengan rambut pirang di halaman sekolah. itu adalah kekasihnya sekaligus kakak kelasnya. wu yi fan, atau kris wu, orang yang tadi pagi sukses membuat hancur moodnya.
"yeol-ah, chanyeol-ah!" tangan kris melambai memanggil chanyeol dengan lengkung bibir ke atas yang sangat manis. mungkin jika sedang tidak kesal, chan yeol akan langsung lompat kedalam pelukan lelaki pirang ini. tapi yah chanyeol bisa apa, ego dan gengsi sudah menguasai hatinya dengan terpaksa dia melewati kekasih tampannya begitu saja seperti tidak mengenalnya.
tapi tentu kris tidak menyerah, dia tetap mengikuti dan memanggil panggilan sayang kepada kekasih tercintanya itu. terkadang kris juga mengutuk dirinya sendiri, hal bodoh seperti ini tidak akan terjadi bila dia bisa mengontrol mulutnya.
akhirnya mereka sampai dikelas chanyeol, lelaki bermata bulat itu langsung mendudukkan dirinya dengan kasar. membuat teman sebangkunya yang sedang asyik bermimpi terkejut.
"bussett yeol! gila aja lw pagi-pagi udah ngamuk"
chanyeol hanya menatap tajam pada kai teman sebangkunya, yang kerjaannya cuma tidur kalo dikelas.
"kenapa sih? cerita lah" kata kai menghibur chanyeol sambil beresin rambutnya yang agak berantakan. chan yeol cuma menunjuk ke arah kris dengan dagunya.
"bussett kris-hyung! sejak kapan lw disitu? lw berdua sama aja ngagetin gw mulu" sadar kalau aura-aura mereka gak enak, kai dengan kecepatan super meniggalkan mejanya dan pindah ke meja pojok belakang untuk nerusin tidur paginya yang tertunda.
chanyeol makin bete aja ngeliat si item pesek itu ninggalin dia tanpa kata padahal tadi kai sok-sok'an mau dengerin curhatan chanyeol.
"yeol.." bujuk kris, tapi yeol tetap diam. akhirnya kris berdiri, chanyeol agak sedikit kaget dia mikir kalo kris bakal pergi karena udah gak tahan ama sifat kekanakkannya tapi ternyata kris duduk disebelah chanyeol, tempat duduk kai.
"honeeyyyy.. maafkan aku" panggil kris manja. kris meletakkan tangannya diatas paha kiri chanyeol. chanyeol memandang kris horor.
"jangan melotot gitu my sweety honey" kris malah makin berani mengelus paha chanyeol dan menggelitikinya sesekali.
"kau pikir ini dimana? bego banget ihh. lepas lepas lepas" chanyeol berusaha melepaskan diri dari cengkraman angry bird mesum dengan suara lirih dan wajah merah padam. kris merasa puas, tidak ada niat sedikit pun untuk melepas dia malah mengarahkan tangannya ke paha dalam chanyeol.
"kriiissss!" chanyeol teriak menahan malu, dia tidak peduli kalau tadi dia menjadi pusat perhatian dikelas.
"maafkan aku dulu" perintah kris.
"okee! aku maafkan! cepat pergi!"
kris hanya tersenyum tipis dan berbisik di telinga chanyeol "istirahat nanti, aku tunggu di tempat biasa yeol-ah"
.
.
.
TBC
