STUFFY

"Jika kalian mulai mengetahui apa itu 'Gigolo' ketahuilah bahwa apapun yang terjadi mereka adalah bajingan yang sangat tidak berhak disebut manusia. Mereka itu berbahaya bagi orang-orang yang tak mau terkena maksiat. Namun, mereka akan lebih berbahaya ketika mereka merasakan 'Jatuh cinta' …." Walaupun begitu jika ada sesuatu yang dikehendaki tuhan pada mereka. Semua akan berbalik.

.

++++XXX++++

Stuffy © Rocka_baby

Kim Junmyun | Zhang Yixing | Wu Yi Fan

Rated M | No NC, only mature content

Drama | Tragedy | Hurt/Comfort

Backsong | Beast – Im Sorry

Length | Oneshoot

Yaoi | Bertele-tele | Typo(s) | Bad Fic

Diclameir | Pure and real my mine

Made | 08.06.13

WARNING! OOC! SCRENE OF SINETRON! TYPO(S)! BADFIC!

++++XXX++++

Chapter 4

Sebuket bunga mawar putih. Begitulah apa yang dibawa Junmyun sekembalinya dari membuka pintu. Disana seorang pengantar barang mengirimi bunga mawar putih untuk Yixing dengan tidak di beri nama pengirim. Junmyun sangat penasaran dengan orang yang mengirim mawar putih ini pada istrinya. Ayolah, siapa yang tak curiga dengan seseorang yang mengirimi istrinya dengan bunga mawar?

"Bunga? Dari siapa, hyung?" Junmyun mengeleng dan membaca sebuah kartu merah yang terselip diantara kelopak putih sang mawar. Hebat, orang ini bahkan menulis tulisan tangannya saja mengunakan tinta emas yang sangat indah! Membuat cemburu Junmyun yang belum pernah memberi Yixing bunga.

Ying~ maafkan aku, atas kejadian semalam…

Lebih baik aku menyerah dibandingkan, melihatmu menyakiti dirimu sendiri. tapi, jangan salahkan aku jika aku terus mencintaimu dan menjadi pengagum rahasiamu. Aku mencintaimu (sangat)

-Pengagum rahasiamu

Yixing tertegun dengan semua kalimat di kartu yang dipegang Junmyun. Junmyun meremas kartu itu dan membuang mawar putuh itu ke tong sampah. Sekarang lihat bagaimana tatapan Junmyun menjadi dingin. Sementara Yixing terus mengigit bibirnya sampai berdarah.

"Jangan gigit bibirmu, ayo lukamu kuobati. Entahlah siapa yang mengirim ini tapi yang jelas siapa lagi jika bukan si brengsek itu, kan?"

"Eumm.. hyung, maafkan aku" Junmyun kemudian mendekap erat tubuh Yixing dan segera mencium lembut bibir Yixing. Darah yang keluar dari bibir Yixing terus dihisap Junmyun agar tak keluar lagi. Bisa dikatakan perasaan Junmyun saat ini adalah cemburu, sedih, khawatir, dan kesal. Dan ciuman Junmyun membuat bibir Yixing terasa sangat perih.

"Ying~ kau tahukan aku sangat menyayangimu? Jadi jangan membuat masalah, kau ini nakal sekali, hum?" cibir Junmyun setelah melepaskan ciumannya.

"Kau ini!"

"Baiklah, sekarang ayo kita obati luka-luka mu, baby boy~"

"Tapi aku belum merapihkan makanan ini dan belum mencuci piring"

"Tak ada alasan"

++++XXxXX++++

Setelah menjelaskan semuanya dengan paksa oleh Junmyun, Yixing merasa bersalah. Walaupun bagaimanapun Junmyun tetap ingin Yixing selalu memberitahukan apapun padanya. Garis bawahi apapun dalam hal apapun. Kini yang tersisa hanya Junmyun yang sedang mengobati luka di bibir Yixing sembari mencuri-curi sebuah ciuman.

"Awhh… sakit, hyung! Kau terlalu menekannya" ringis Yixing ketika Junmyun menyentuh luka sayatan di lehernya. Junmyun tahu itu buka luka biasa untuk sebuah goresan kecil. Dengan semua yang dijelaskan Yixing tentang Kris, demi apapun lebih baik mati daripada melihat istrinya direbut oleh seorang gigolo. Jangan sampai tuhan…

Wajah Junmyun mendekati Yixing yang akhirnya sedikit mundur, namun tangan Junmyun segera menangkup wajah Yixing agar mendekati. "Maafkan aku, pasti sakit~" tanpa menunggu jawaban bibir Junmyun telah mendarat di permukaan sayatan leher Yixing dan menghisapnya.

"…Hyu-hyung… hen-hentikan…" lirih Yixing menahan geli dan perih sekaligus. Entah apa yang ada dipikiran Junmyun melakukan hal itu, namun ia begitu nyilu melihat sayatan Yixing. Disela-sela hisapannya Junmyun berkata. "Kita akan pindah ke Jerman, Ying~"

"APA?!" Yixing terkejut dan saat itu pula Junmyun menghentikan kegiatannya dan melingkarkan tangannya ke tubuh Yixing.

"Ikuti apa kataku, Ying~ kita pindah agar dia tak menganggumu dan aku akan mengizinkanmu membuka toko tanaman atau bunga di Jerman…."

Mereka terdiam sejenak sampai akhirnya Junmyun menidurkan Yixing dengan sebuah ciuman dibibir yang merekatkan mereka berdua. Junmyun seperti sudah melupakan apa yang seharusnya ia lakukan, yaitu mengobati leher Yixing. Tapi sekarang sepertinya ia akan melukai bagian-bagian tertentu tubuh Yixing dan akan tidur setelah bekerja keras dengan kenikmatan setelah ini. Haha.

++++XXxXX++++

Malam yang dingin, ditambah jalanan yang kali ini begitu macet sampai mobil Junmyun terjebak dalam keadaannya. Yixing yang duduk disebelahnya tak memalingkan wajahnya dari seorang anak laki-laki berumur 2 tahun yang sedang tidur dalam pelukannya. Yixing tersenyum mendengar dengkuran kecil dari anak yang ia adopsi barusan. Ia baru pulang dari sebuah panti asuhan.

"Sepertinya ia benar-benar merasa nyaman di pelukanmu, Ying~" ucap Junmyun seraya mengelus surai hitam anak itu. Jalanan yang macet membuat Junmyun bisa leluasa menikmati pemandangan indah disampingnya. Apalagi jika bukan sang istri dan anak adopsi mereka.

Yixing tersenyum dan sedikit memalingkan wajah ke kaca jendela mobil. Jalanan ini, seluk beluk rumah-rumah dengan gang-gang gelap yang banyak yang buntu dengan penerangan minim. Mengingatkan kenangannya dahulu. Ya, karena 6 bulan sebelum kepindahan mereka nanti ke Jerman. Yixing meminta Junmyun berjalan-jalan sesudah mengadopsi anak mereka.

"Ada apa, Ying~" Junmyun membelai lembut puncak kepala Yixing. Namun, arah pandangan Yixing tetap ke sana. Sebuah gang di pinggir jalan yang gelap di arah jarum jam 10 tempat mobil mereka terjebak kemacetan. Wajah Yixing terpaku melihat seseorang yang berdiri di ambang gang itu sembari memakai syal rajutan merah. Syal … yang dahulu ia miliki.

"Gege! Lihat! I-itu kan syalku yang dulu ge!" Pekik Yixing menunjuk pria tinggi yang memakai syal merah miliknya. Yixing tak bohong itu miliknya karena seberapa banyaknya syal merah didunia ini, hanya syal merah dengan tanda kelopak bunga mawar putih bersulam emaslah yang hanya dimiliki Yixing dan orang itu mendapatkannya. Padahal dahulu sudah Yixing berikan pada…

"Bukankah, itu Kris, Ying? Kenapa dia ada disana dan memakai syal yang mirip denganmu dulu?" Junmyun terheran-heran sampai akhirnya, keduanya bertukar pandang dan mengingat kembali sebuah nama depan 'Wu'

Flashback: ON

Jalanan yang telah sepi membuat kedua anak yang sedang mengendarai sepeda itu benar-benar harus menguras seluruh tenaga agar bisa sampai ke rumah masing-masing tanpa terlambat. Sisa-sisa perayaan malam tahun baru bertebaran di sepanjang jalan. Ya karena daerah ini merupakan salah satu daerah di busan yang menyediakan pesta kembang api di pantai.

Junmyun yang berusia 12 tahun mengayuh sepeda gunungnya, sementara Yixing yang berusia 11 tahun berdiri di atas pedalannya. Namun, ban sepeda Junmyun kempes seketika karena beban yang berat serta jalanan yang tidak rata.

"Ge, bagaimana ini? Bannya bocor! Kalau begini terus kita bisa dimarahi eomma karena pulang terlambat!" gerutu Yixing yang sudah turun dari sepeda Junmyun. Hanya senyuman yang diberikan Junmyun pada teman kecilnya itu.

"Sabar Ying~ terpaksa kita jalan dengan cepat! Kajja! Sebelum kita membeku disini!" terpaksa kedua anak lelaki itu hanya berjalan dengan diikuti angin malam. Pesta kembang api dipantai busan memang selalu meriah, sama seperti sekarang. Benar-benar sangat sepi jalanan dengan sisa-sisa sampah. Orang-orang pasti kelelahan karena merayakan malam tahun baru.

Kali ini kedua bocah itu mulai memasuki jalan raya yang di sampingnya gang-gang sempit yang menuju rumah penduduk. Junmyun terus melihat kedepan, sementara Yixing seperti biasanya mengamati sekitar. Semuanya tampak baik-baik saja, mereka berjalan di trotoar, mengetahui jalan pulang, sampai mata Yixing menengok kesamping dimana sebuah gang buntu dengan sekumpulan keranjang sampah. Namun bukan itu pemandangan yang membuat Yixing menjerit.

"OMONA!" Junmyun menengok kearah Yixing dan bertanya "ada apa, Ying~" Yixing berhenti dan menutup mulutnya sampai ia menunjuk ke dalam gang dengan wajah hampir menangis.

"KITA HARUS MENOLONGNYA! GE!" pekik Yixing sebelum tangannya dicekal Junmyun agar tidak berlari kedalam gang. Sekarang, salahkan Yixing kenapa matanya benar-benar jeli untuk melihat sesuatu di kegelapan. Junmyun berginsut dan menjatuhkan begitu saja sepedanya. Ia tak ingin Yixing terlibat ataupun terluka karena melihat ….

"Tunggu disini! Aku akan menarik perhatian ajushi itu! Jangan kemana-mana!" pintah Junmyun sembari mencengkram bahu Yixing. Yixing menganggu dan bersembunyi di samping bak sampah. Ia menunggu Junmyun selesai mengolok-olok seorang ajushi dan membuatnya mengejar Junmyun, sampai ia bisa menyelamatkan anak itu…

"HEY, BOCAH MAU KEMANA KAU?!" Yixing ketakutan ketika sang ajushi berdiri di depannya dan membenahi celananya yang tadi terbuka sebelum berlari mengejar Junmyun yang terus-menerus meledeknya dari jauh. Setelah aman dan sepi Yixing bangun dari persembunyiannya dan memasuki gang.

Salahkan matanya, salahkan ia karena tak sengaja ia melihat kedalam gang seorang bocah laki-laki meronta-ronta didepan seorang ajushi karena bocah itu sedang di 'sodomi' ya, Yixing melihat dengan jelas walau sekilas bagaimana tubuh bocah itu bergetar ketika sang ajushi menyodominya di duburnya.

"Ka-kau tidak apa-apa?" lirih Yixing memegang syalnya. Tampak disana seorang bocah lelaki seusianya atau seusia Junmyun tengah bersender lemas begitu saja di tembok gang yang hanya ditemani satu lampu jalanan yang temaram. Yixing melepaskan syal kesayangannya dan mendekati bocah itu. Ia kasihan melihat kondisi bocah itu begitu mengenaskan. Rambut berantakan, baju kaus yang tak beraturan dan hampir robek. Dan jangan lupakan celana yang dipakainya menjadi tak beraturan akibat sepertinya ulah ajushi phedofil tadi, menurut Yixing sangat bejad.

Bocah laki-laki itu sedikit mendongakkan kepalanya. Dan saat itu pula mata mereka bertemu. Mata dingin dan terluka sang bocah dengan kilauan hazel yang menghipnotis milik Yixing. Yixing tak menyadari saat ia memasangkan syal-nya di leher sang bocah yang begitu dekat jaraknya dengan wajah bocah itu. Bisa dikatakan bocah lelaki itu merasa nyaman menghirup aroma Yixing. Ia sedikit tenang dari ketakutannya.

"Sekarang kau sudah aman…" ucap Yixing lembut dengan senyum indah di bibir Yixing walaupun binar-binar air mata seakan ingin jatuh melihat kondisi anak lelaki didepannya. Namun sang bocah mengangguk kecil ketika melihat senyuman manis dengan dihiasi dimple di wajah Yixing. Apakah dia malaikat yang menolongku? –batin sang bocah.

"terima kasih.." lirih sang bocah dengan dinginnya. Yixing terhentak dan sedikit ragu-ragu ia mengelus lembut rahang tegas anak itu, "ma-maaf.." bocah itu tak bereaksi apa-apa seakan ia benar-benar membutuhkan sentuhan hangat Yixing.

"kau bisa memanggilku Lay dan syal kesayanganku kupinjamkan padamu" ucap Yixing sebelum Junmyun kembali datang dan menyuruhnya meninggalkan bocah itu sendirian karena hari yang semakin mendekati subuh, ya jam dua pagi. Karena Junmyun terus memaksanya Yixing akhirnya harus beranjak dari sisi anak lelaki yang ditolongnya itu. Namun, sang bocah menarik tangannya dan menatap lekat mata hazelnya.

"Wu Yi Fan" lirihnya dengan bibir pecah-pecah. Yixing tersenyum sampai akhirnya ia mengambil sendiri tangan –Yifan- dan mengengamnya erat.

"Jaga syalku, ne? nanti aku kembali untuk mengambilnya dan jaga dirimu Yifan…"

Flashback: OFF

Mobil Junmyun bergerak maju ketika mobil didepannya maju dan menempatkan jendela samping Yixing bersebelahan dengan sang pria yang ada di trotoar jalanan. Sejelek apapun pandangan mata orang jika melihat sesuatu di sampingnya pasti bisa mengenali dengan jelas. Sama seperti Yixing.

Dunia memang sempit! Yixing semakin mengeratkan dekapannya anaknya yang tertidur pulas. Ia sungguh takut. Benarkah anak yang dahulu ia tolong adalah Kris Wu –Pria yang sekarang berdiri di trotoar itu. Tapi, anak itu Wu Yi Fan… ah tidak, anak itu benar-benar Kris si gigolo itu?! Bagaimana mungkin menjadi seperti itu… Yifan?

"Aku tahu apa yang kupikirkan Ying~ mungkin dia benar-benar Kris. Mereka sama-sama Wu, lagipula lihat syalmu?" Junmyun masih memegang stir mobil dan menunggu agar mobil didepannya berjalan. Walaupun matanya memandang tajam ke samping jendela dimana pria tampan itu seperti sedang menunggu sesuatu.

Yifan… itukah kau yang sekarang? Aku bahkan tak mengenalimu sama sekali. Kau jauh berbeda dengan kau yang dahulu tergeletak lemas di pojok gang. Namun, disana kau masih murni, tidak seperti sekarang. Aku tak akan menolongmu lagi, Kris. Tak akan pernah…. Cukup aku menolongmu ketika itu, tidak untuk sekarang menolongmu dalam menyadarkan hati nuranimu –Pikir Yixing dengan pandangan memilukan.

Semua yang dahulu Yixing lakukan pasti Junmyun ketahui termasuk salah satunya peristiwa bertemu atau tepatnya menolong anak lelaki bernama 'Wu Yi Fan' dan bagaimana mungkin terlupakan jika bocah itu dahulu dipinjamkan syal kesayangan Yixing. Perasaan cemburu terkadang membakar Junmyun. Ia sungguh tak suka jika orang lain mendapatkan sesuatu dari istrinya. Ingat, sesuatu itu bisa dalam bentuk senyuman dan prilaku baik dari Yixing-nya. Ia tak suka membagi-bagi apapun yang harusnya hanya miliknya, sama seperti Yixing. Yixing miliknya seutuhnya.

Dan satu hal yang Junmyun tahu adalah Kris merupakan rival, musuh, dan salah satu pencinta Yixing. Entah bagaimana Junmyun simpulkan, tapi tentu saja! Lihat bagaimana si gigolo menjadikan Yixing-nya 'Target special', apalagi sepertinya Yixing-nya benar-benar cinta pertama si gigolo. Namja tampan itu juga tak bisa dilukai begitu saja agar menyerah. Junmyun tahu salah satu cara menyakiti hati seseorang dengan … menghancurkan perasaannya. Patah hati. Menyakitkan. Pengalaman Junmyun ketika ia ditolak cintanya oleh Yixing berapa kali, tapi akhirnya Yixing luluh hatinya dan bisa Junmyun miliki. Kemenangan besarnya. Paling ia sukai.

.

++++XXxXX++++

.

Masih dipakainya syal pemberian 'Lay' dahulu. Ia berdiri tegak dengan tubuh tinggi semampai dan wajah dingin yang selalu di katakan 'tampan'. Kris tak heran jika anak lelaki bernama Lay itu tak datang ke sini lagi. Beberapa kali ia ke arena ini untuk mengembalikan syal rajutan milik Lay.

Kris menerima dan menunggu Lay dengan syal hangat di sekitar lehernya. Mungkin sekarang Lay sudah beranjak dewasa sepertinya dan bertranformasi menjadi namja cantik. Dahulu, kala ia pertama kali elihat senyuman bocah asing itu… sungguh rasanya ia lebih baik di lecehkan terus agar Lay datang menolongnya dan menenangkannya. Terukir jelas bagaimana imutnya senyum bocah asing itu di pikiran Kris. Dan Yixing selalu mengingatkan dia dengan Lay nya. Kris selalu merasa nyaman dengan hanya memandang Yixing dari jauh setiap harinya.

"Lebih baik aku cepat pergi" gumam Kris ketika melihat jalanan sebrang sedang macet. Awalnya Kris hanya ingin ke Busan ini untuk mengenang masa kecilnya yang kelam. Dan melupakan segala yang terjadi dahulu, kemarin, dan sekarang ia berusaha memperbaiki segalanya. Daya tahan tubuhnya semakin melemah akhir-akhir ini dan butuh perawatan intensif. Namun, Kris menganggapnya angin lalu. Ia masih melayani pelanggannya ataupun mengirimi dan mengawasi Yixing dari jauh. Hari ini ia absen menjadi stalker Yixing, tapi tetap mengirim bunga mawar putih –kesukaan Yixing. Dan ia tak akan pernah berhenti mencintai Yixing.

Perlahan tapi pasti Kris mulai menyebrang jalan dan membelah kemacetan mobil-mobil. Seingatnya, mobil audi miliknya diparkirkan di depan restoran sebrang. Sinar-sinar lampu sen, terarah ke tubuh Kris yang sedang menyebrang. Kilauan onxy dingin milik Kris terarah ke sebuah mobil berwarna hitam metallic.

Tiba-tiba rasanya seperti ada batu besar yang menghantamnya.

Sakit…

Seakan semua oksigen telah lenyap di dunia ini, Kris mematung. Saraf reflek milik Kris seakan-akan ingin memerintahkan untuk berlari ke mobil itu, memecahkan kaca dan menarik jauh … namja itu. Namja yang selalu mengisi hatinya. Zhang Yixing. Ke sisinya.

Dari luar sini Kris melihat ke dalam kaca mobil dimana bisa dengan jelas ia lihat. Wajah Zhang Yixing yang cantik namun bukan miliknya itu memerah karena tiba-tiba di cium tepat di bibir oleh seorang namja disebelahnya. Siapa lagi jika bukan suaminya itu. Tangan Kris mengepal keras, tadinya memang ia melihat Yixing di mobil namun ketika ia sudah tepat di depan mobil mereka… lihat apa yang sekarang dilakukannya?

Yixing tersenyum kikuk menyadari Junmyun menciumnya, padahal ia masih mendekap anak adopsinya. Walaupun mereka sudah menjadi suami-istri beberapa bulan ini, namun tetap saja Yixing selalu malu jika di beri perlakuan khusus. Dari sela-sela ciuman Junmyun itu pun ia bisa melihat, Kris yang berdiri mematung di depan mobil mereka dengan ekspresi wajah yang menyedihkan.

"Salah satu cara membuat 'dia' menyerah.. Ying~ dan kita namakan anak kita Kim Sehun!" bisik Junmyun lembut tepat di telinga Yixing. Selepas Junmyun menjauhi dirinya, Yixing mengelus lembut pipi 'Sehun'

"Nama yang bagus dari appa yang yadong, eoh?" goda Yixing.

"Yadong-yadong seperti ini juga suamimu Yixing~" balas Junmyun. Ia lalu melajukan mobilnya setelah jalanan bebas macet kembali. Saat itu pandangan Junmyun terarah sedikit ke samping dimana, terlihat Kris sudah berada di samping trotoarnya dengan memegang kunci mobil.

"Sakit, sakit sekali…" gumam Kris. Namun, mobil itu terus berjalan tanpa bisa ia kembalikan seperti semula. Kenapa harus Yixing? Kenapa perasaannya sudah terlambat? Jika boleh di ulang kembali.. ia akan memperbaikinya. Kris akan menjadi pria baik dan yang paling penting juga akan mendapatkan Yixing dengan cara yang baik pula. Tidak seperti ini. Menyesakan. Karena siapa?

To Be Continue

Hello! Semua! Masih adakah yang mau membaca fics jamuran yang keknya udah lama banget gak update ya *deep bow* fanfic ini kadang bikin saya stuck ide karena bingung mau lanjutnya mau gimana hehehe~ apalagi udah gak ada lagi kris dan luhan.. oh my deer!

Untuk cast disini, kaya junmyun maaf banget dia agak alay lebay gimana gitu, maklum holing kaya kadang sedikit lebay lah. Dan yang masih support fanfic ini, big thanks banget! *wink*

Thanks To MY OXYGEN!

Kukuruyuuk | myunicorn91 | xing mae30 | exindira | Alexara | AbigailWoo | jinahyoo | the-dancing-petals | kerdus susu | Miss Wu. | Choi Arang | chunsatic729 | XanDC09 | exo12 | CuteEvil300799 | |

NEXT OR DELETE?