Main Cast : Lee Sungmin

Cho Kyuhyun

Author : Cho Ocean

Rate : T

Genre : Romance,Hurt

Disclaimer : Semua Cast milik Tuhan dan Orang cerita ini MURNI milik author .

Warning : GS, dan aku selalu buat genre HURT jadi yang gak suka silakan di CLOSE aja..Gomawo.

Kyuhyun (N ) 22 tahun

Sungmin (Y) 21 tahun

.

.

Happy reading...Enjoy it...Syalalalalalaa,,,

.

.

.

My Princess

Chapter 10

" Wae? " Tanya Sungmin dengan suara parau, matanya kini sudah berkaca-kaca, perasaannya tidak menentu anatara bahagia, tak percaya dan juga takut.

Bahagia jika memang yang dikatakan Kyuhyun itu adalah benar dari dasar hati namja itu, tak percaya karena ini terlalu cepat dan tiba-tiba, takut jika ini hanyalah sebuah mimpi yang akan cepat melihat senyum ketulusan yang Kyuhyun berikan dan pancaran mata yang penuh kejujuran dan ketulusan seakan menjawab semua isi pikiran Sungmin. Kyuhyun medudukan dirinya dihadapan Sungmin, menggenggam lembut kedua tangan Sungmin, tak lupa dikecupinya kedua tangan itu dan membawa untuk menyentuh dadanya, agar Sungmin merasakan tiap debaran jantung Kyuhyun yang berdetak untuk Sungmin.

" Ini, rasakanlah, ini untukmu, dia berdetak untukmu, aku terlalu bodoh untuk memahami semuanya selama ini. Membuatmu menderita dari hari kehari, mianhae " Ucap Kyuhyun dengan lirih, kemudian Sungmin melepaskan genggaman tangan Kyuhyun dan menggerakan jari-jari mungilnya untuk menyentuh wajah Kyuhyun, Kyuhyun merasakan kehangatan saat jemari mungil itu menelusuri pipinya dengan lembut.

" Tapi Kurasa ini salah " Seketika Kyuhyun membuka matanya dan menatap Sungmin penuh tanda tanya.

" Apanya yang salah? " Ada nada kegetiran dan ketakutan saat Kyuhyun menanyakan itu.

" Jelas ini salah karena kau milik Seulgi, kau bukan miliku Kyu, jika kau bersikap seperti ini artinya kau menghianati Seulgi dan itu artinya aku akan menjadi perusak hubungan orang lain. Aku merasa jahat dan buruk jika seperti itu, memang aku bukan gadis yang baik dan mandiri juga dewasa tetapi merebut kekasih orang lain seperti ini, aku tidak setega itu " Sungmin menundukan kepalanya ketika air matanya jatuh. Kyuhyun mengelus rambut Sungmin kemudian membawa kedalam pelukannya.

" Anni, kau tidak jahat, akulah penjahatnya disini, dan aku akan mengakhirinya dengan Seulgi, aku sudah tidak bisa memaksakan lagi perasaanmu, aku tidak bisa bersama dengan Seulgi terus ketika hatiku justru ada padamu, ketika pikiranku terus memikirkanmu, ketika rinduku ini tak terbendung saat tak bisa melihatmu. Aku tak bisa lagi dan tak sanggup lagi Min, aku mencintaimu, aku menginginkanmu melebihi dirimu menginginkanku "

" Tapi Seulgi juga menginginkanmu melebihi dirimu menginginkanku dan aku yakin dia tak akan semudah itu melepaskanmu " Kyuhyun melepaskan pelukannya pada Sungmin dan menangkupkan kedua pipi Sungmin dengan telapak tangan besarnya.

" Apapun caranya aku akan berusaha agar dia melepaskanku, kau tenang saja ne? " Kyuhyun kembali menarik Sungmin kedalam pelukannya namun kali ini Sungmin menolaknya membuat Kyuhyun menatapnya heran.

" Kalau begitu selesaikan semuanya dengan baik, aku tak ingin memulai apapun jika kau masih menjadi milik orang lain, meskipun pada akhirnya Seulgi akan tersakiti tetapi paling tidak saat kau ingin mengakhirinya, kau hanya miliknya saat itu. Jika kau ingin memilikiku saat kau dan dia belum berakhir maka aku akan menjadi sangat jahat " Kyuhyun menghela nafas beratnya.

" Kenapa kau membuatnya menjadi sulit Lee Sungmin? " Kyuhyun menggeser posisi duduknya sambil mengusap wajahnya kasar.

" Justru aku mempermudahmu Kyu, Jika memang kau mencintaiku maka bersabarlah dan ikuti jalan yang sudah seharusnya kau lalui, selama ini aku bisa bertahan maka jika kau tulus dan memang mencintaiku maka kau bisa melaluinya " Kyuhyun tersenyum lembut sebelum akhirnya menarik tengkuk Sungmin dan kembali membawa yeoja yang dicintainya itu kedalam ciuman yang panjang.

.

.

.

Seperti pagi sebelumnya, pagi ini Sungmin melangkahkan kakinya menuju atap kampus. Sesampainya di atap Sungmin mengedarkan pandangannya ke seluruh atap yang tidak terlalu luas itu, secara spontan Sungmin mengembangkan senyumannya ketika menemukan seseorang yang memang sedang dicarinya.

Dihampirinya Woo Bin yang sedang tertidur nyenyak di pokok atap, Sungmin menunduk sambil memperhatikan wajah Woo Bin dari dekat.

" KYAAAA " Sungmin terlonjak kaget karena tiba-tiba Woo Bin membuka kedua matanya dan menatap Sungmin tajam.

" Apa yang kau lakukan sih sebenarnya? " Woo Bin menatap heran kearah Sungmin, bahkan namja itu menghiraukan raut wajah terkejut campur kesal Sungmin.

" Kau membuatku terkejut, lagi pula kenapa kau suka sekali tidur diatap sih? Apa kau idak pernah tidur saat malam hari? " Sungmin mendudukan dirinya dengan nyaman disamping Woo Bin seraya mengeluarkan kotak bekal dan menyodorkannya kepada Woo Bin.

" Aku tau pasti kau belum sarapan, makanlah dengan lahap " Woo Bin tersenyum lalu mengelus lembut rambut Sungmin membuat hati Sungmin berdesir hangat.

" Gomawo " Woo Bin pun melahap makanannya dengan semangat, entah mengapa pagi ini cuaca sangat cerah dan menyenangkan.

" Jadi, apa yang menyebabkan dirimu selalu tidur di atap saat pagi hari? Memangnya apa saja yang kau lakukan pada malam hari? " tanya Sungmin yang sudah sangat penasaran.

" Kau ini mau tau saja, kau tidak perlu tahu apa saja yang aku lakukan saat malam hari, aku namja dan bebas jadi apapun yang aku lakukan itu menjadi urusanku " Jawab Woo Bin tak acuh sambil terus mengunyah makanannya.

" Apa kau ke club dan minum sampai pagi kemudian ke kampus dan tertidur diatap? " Woo Bin memandang Sungmin sejenak kemudian berdecih.

" Apa saat pagi hari kau menemuiku disini tercium aroma tidak enak dri tubuh dan mulutku ini? Alkohol misalnya? " Sungmin menggelengkan kepalanya dengan polos.

" Lalu untuk apa kau bertanya lagi jika tidak ada tanda-tanda aku melakukan apa yang kau tuduhkan itu? " Bahkan pakaianku saja rapid an wangi meskipun wajahku mungkin terlihat sangat mengantuk. " Sungmin yang masih tidak percaya mencoba meneliti wajah dan penampilan Woo Bin.

" Aiissshh kenapa kau tidak percaya sih? Yasudah terserah kau saja " Woo Bin dengan kesal menaruh kotak bekal makanan Sungmin yang sudah bersih tanpa sisa.

" Aiggooo, merajuk setelah semua makanan itu pindah kedalam perutmu? Hebat sekali kau ini, ck ini minumlah " Sungmin menyodorkan botol minum dan langsung ditegak Woo Bin sampai habis. Stelahnya tak ada pembicaraan apapun lagi.

" Hei, kau benar-benar merajuk eoh? " Sungmin menusuk-nusuk pipi Woo Bin sampai namja itu mendelik karena kesal namun saat melihat wajah Sungmin yang tersenyum senang, dia tetap mempertahankan wajah kesal dan membiarkan Sungmin menjahilinya.

" Yakk jangan merajuk begitu " Kini Sungmin yang tampaknya merajuk, terlihat dengan bibir yang mengerucut dan kedua tangan yang dilipat diatas dada sambil menatap Woo Bin kesal.

" HAHAHA kenapa justru kau yang merajuk, aku hanya bercanda " Namun sepertinya Sungmin benar-benar kesal, kemudian Sungmin beranjak dari duduknya dan meninggalkan atap dan juga Woo Bin yang tampak menghela nafas.

GREP

" Hei aku hanya bercanda " Woo Bin membalikan tubuh Sungmin menghadap kearahnya kemudian mencubit gemas pipi Sungmin.

" Kau ini lucu sekali sih " Sungmin menunduk menyembunyikan semburat merah yang menghiasi pipinya

" Hei, kenapa menunduk? Memang ada apa dibawah sana? " Woo Bin memegang kedua sisi kepala Sungmin kemudian menariknya ke atas agar Sungmin mendongak, saat melihat semburat merah itu membuat Woo Bin tersenyum senang namun tidak berniat menggoda.

" Tidak apa-apa, apa kau ada kelas pagi? Aku ada kelas pagi ini, aku harus segera kembali "

" Kau pergi saja, aku masih nanti jam 10 " Sungmin mengangguk mengerti.

" Baiklah, aku duluan, annyeong " Sungmin berjalan kearah pintu atap sebelum suara Woo Bin menginterupsinya.

" Hei, saat makan siang kau harus kesini, aku akan membelikanmu pizza "

" Ne " Jawab Sungmin setelah itu meninggalkan atap dan Woo Bin yang tersenyum senang.

.

.

.

" Kau dari mana saja? " Tanya Kyuhyun begitu Sungmin sampai di kelas dan duduk dibangkunya.

" Tidak dari mana-mana " Sungmin mengeluarkan bukunya dan mulai membaca, tidak puas dengan jawaban Sungmin, Kyuhyun merebut buku yang sedang Sungmin baca membuat Sungmin merengut kesal.

" Kau selalu datang lebih awal dan saat aku kerumahmu tadi Ryeowook bilang kau sudah berangkat, dari mana saja? " Sungmin tau tidak mungkin menyangkal kembali dan tidak mungkin juga dia mengatakan dari atap, Kyuhyun bisa mengamuk seperti kemarin.

" Aku hanya ke kedai kopi sebelum berangkat tadi " Jawab Sungmin dengan malas namun saat melihat Kyuhyun, nampaknya namja itu tau Sungmin berbohong.

" Berbohonglah dengan cara pinta Nona, bahkan aku melihat mobilmu di parkiran saat aku tiba di kampus, jadi apa lagi alasanmu sekarang? " Sungmin meneguk salivanya dengan berat, tangannya mulai berkeringat karena takut.

" Jawab atau kau kucium sekarang dan membuat semua orang melihatnya! " Gretak Kyuhyun yang membuat Sungmin terpojok.

" Kau mencintaiku tetapi tak percaya padaku? " Sungmin berpura-pura merajuk untuk menghindari pertanyaan Kyuhyun, berharap namja yang dicintainya itu tidak bertanya apapun lagi. Melihat betapa cemburunya Kyuhyun saat dia melihat Sungmin dan Woo Bin bersama.

" Jangan mengalihkan keadaan, cepat jawab! " Yang perlu Sungmin ingat sekarang, selain pencemburu ternyata Kyuhyun juga pemaksa. Dalam hati Sungmin sedang menimbang jawaban apa yang seharusnya diberikan kepada Kyuhyun.

" Apa jawabanmu? " Sungmin mengigit bibirnya ragu dan itu semakin membuat Kyuhyun curiga.

" Hahhh, katakana saja dengan jujur aku tidak akan marah " Mata Sungmin berbinar kemudian dengan cepat merubah ekspresinya dengan datar.

" Kau memang seharusnya tidak boleh marah kan? Kan kau bukan kekasihku " Jawaban Sungmin membuat perasaan Kyuhyun tertohok dan keadaan keduanya menjadi canggung, beruntung dosen mereka sudah datang.

.

.

.

Ketika jam istirahat, Sungmin bergegas menuju atap untuk bertemu Woo Bin, dan sesampainya disana senyum manisnya mengembang kala melihat Woo Bin menyusun pizza dan soft drink di atas meja kecil yang entah dapat dari mana.

" Oh, kau sudah datang, ayo kita makan " Woo Bin menarik Sungmin untuk duduk disampingnya.

" Waahh, selamat makaaaan " Sungmin mengambil satu potong pizza dan melahapnya langsung.

" Pelan-pelan makannya, ini masih banyak dan kita hanya berdua disini " Sungmin tak menghiraukan ucapan Woo Bin dan terus melahap pizza nya hingga potongan terakhir lalu mengambil kembali potongan pizza keduanya.

" Aigooo, sudah berapa hari kau tak makan eoh? Rakus sekali, kupikir kau yeoja yang memperhatikan berat badanmu " Sungmin mendelik tidak suka kea rah Woo Bin.

" Yakk, aku sedang makan dengan nikmat, harusnya kau tak perlu menyinggung berat badan, membuat nafsu makanku hilang saja " Sungmin meletakan sisa potongan pizza yang belum dihbiskannya dan meneguk kasar soft drink di hadapannya.

" Aku hanya bercanda, begitu saja marah, sudah lanjutkan lagi makanmu " Namun tampaknya Sungmin masih merajuk, Woo Bin pun mengambil sisa potongan pizza Sungmin tadi lalu menyodorkannya ke depan mulut Sungmin.

" Cha makan lagi " Sungmin menggelengkan kepalanya kemudian membuang tatapannya kearah lain.

" Aku hanya bercanda, kajja buka mulutmu " Sungmin melirik sekilas kearah Woo Bin.

" Janji tidak mengungkit berat badan lagi? " Woo Bin terkekeh sebentar sebelum akhirnya mengangguk tanda setuju.

" Aku janji, cha habiskan makanmu " Sungmin pun membuka mulutnya tanda ingin disuapi dan Woo Bin pun mencebilkan bibirnya melihat tingkah nona satu ini.

" Besok bawakan aku sarapan dan aku yang akan membelikanmu makan siang, eotthe? " Sungmin tampak berpikir sejenak sebelum akhirnya mengangguk tanda setuju.

" Baiklah, besok aku akan datang seperti biasanya " Sungmin kembali makan namun kali ini tidak disuapi lagi karena pizza ditangan Woo Bin sudah lenyap didalam perut Sungmin.

" Oia sabtu ini kau ada acara? " Sungmin tampak berpikir sejenak kemudian menggelengkan kepalanya.

" Tidak ada, wae? " Woo Bin menjentikan jarinya.

" Bagus, kau harus menemaniku weekend ini kesuatu tempat, oke? "

" Kemana? "

" Sudahlah ikut saja, nanti kau juga tahu kita akan kemana "

" Isshh begitu saja pakai rahasia segala sih "

" Sudah, ikut saja, kau akan suka " Woo Bin mengacak-acak rambut Sungmin membuat Sungmin melirik Woo Bin sebal namun keduanya melempar senyum satu sama lainnya.

BRAK

Sungmin dan Woo Bin terkejut saat pintu atap didorong kasar oleh seseorang dan pandangan keduanya tertuju pada seorang namja yang menatap marah mereka berdua.

" Kyu. " Kyuhyun menghampiri Sungmin dan Woo Bin lalu menarik tangan Sungmin agar bangkit dan berdiri didekatnya.

" Apa yang kau lakukan disini dengan yeojaKu eoh? " Woo Bin menatap Kyuhyun remeh, hampir saja Kyuhyun menghajar Woo Bin seperti beberapa waktu lalu jika saja Sungmin tidak menahan tangan Kyuhyun.

" Cukup Kyu, kumohon jangan membuat masalah " mohon Sungmin sambil menatap Kyuhyun.

" Sebaiknya aku pergi, dan kupikir tempat ini sudah tidak aman untuk kita bertemu, kita bisa cari tempat persembunyian lainnya. Aku pergi " Woo Bin sempat mengedipkan sebelah matanya seolah menggoda Sungmin dan itu sukses membuat kyuhyun mengeram marah dan Sungmin yang mendelik kearah Woo bin kesal tetapi namja itu tidak melihatnya karena sudah menghilang dibalik pintu atap.

" Sepeninggalan Woo Bin kini Kyuhyun menatap Sungmin tajam seolah meminta penjelasan Sungmin, tetapi yeoja itu tak menghiraukan tatapan tajam Kyuhyun dan memilih kembali menyantap pizza.

" Min ... "

" Sudahlah kyu, kalaupun aku dekat dengannya itu harusnya bukan masalah karena kami hanya berteman, dan seharusnya kau tak perlu semarah itu " Sungmin sengaja memotong ucapan Kyuhyun karena Sungmin tau kemana arah pembicaraan Kyuhyun.

" Bagaimana aku tidak marah melihat yeoja yang kucintai dekat dengan namja lain eoh? " Sungmin menghela nafas berat sebelun menghadap kearah Kyuhyun kemudian menangkupkan pipi Kyuhyun sambil menatap Kyuhyun lembut.

" Lalu bagaimana dengan aku yang harus melihat namja yang kucintai menjadi kekasih yeoja lain hmm? " pertanyaan Sungmin sukses membuat Kyuhyun bungkam dan menatap Sungmin sendu, kemudian menarik Sungmin erat kedalam pelukannya.

" Mianhae " ucap Kyuhyun lirih, Sungmin berusaha tegar dan tidak menangis walaupun hatinya menjerit sakit.

" Kumohon jangan berpaling, beri aku waktu sedikit saja untuk menyelesaikan semuanya, jebal " mohon Kyuhyun sambil terus memeluk Sungmin erat. Dapat Sungmin rasakan bahunya basah dan tubuh Kyuhyun bergetar.

" Uljima Kyu, jangan menangis, aku berjanji tak akan kemanapun, aku berjanji akan tetap diam ditempat tanpa menoleh kemanapun kecuali kau yang ada dihadapanku nanti, menjemputku, menggandeng tanganku untuk jalan bersama menuju masa dwpan kita hiks " Sungmin membalas pelukan Kyuhyun erat, keduanya menangis sambil memeluk satu sama lain.

.

.

.

" Oppaaaa " Seulgi memeluk Kyuhyun erat sesampainya namja itu di cafe tempat mereka janji bertemu.

" Seulgi sebaiknya kita duduk, semua orang menatap kearah kita " Kyuhyun melepas paksa lengan Seulgi yang melingkar ditubuhnya dan menggiring yeoja itu untuk kembali duduk.

" Aku senang oppa mengajakku berkencan hari ini " Ucap Seulgi setelah duduk kembali dibangkunya seraya memamerkan senyum bahagiannya. Saat melihat senyum yang terpatri diwajah yeoja yang pernah dicintainya itu terbersit rasa bersalah dihati Kyuhyun namun dia harus segera menepisnya karena diluar sana ada yeoja yang kini dicintainya menunggu sebuah kepastian.

" Ini bukan kencan " Kyuhyun menghela nafas saat dilihat dengan sekejap senyuman Seulgi memudar digantikan raut wajah gelisah.

" Seulgi ahh, kumohon dengarkan oppa sampai oppa selesai bicara " Seulgi tidak embalas ucapan Kyuhyun namun kedua tangan yeoja itu menutup kedua telingganya seolah tak ingin mendengar apapun yang akan Kyuhyun ucapkan. Kyuhyun tampak menghela nafas sejenak sambil mengamati Seulgi yang menundukan kepalanya.

" Mianhae, mian karena telah menghianati cinta kita, mianhae karena telah berpaling dari dirimu, bukan inginku seperti ini. Akupun tak berdaya menahan perasaanku yang sudah tidak mencintaimu lagi, aku tahu ini pasti menyakitimu tetapi dengan terus bertahan disisimu dan membohongi hati kecilku, ini sungguh menyakitkan. Dengan tetap bertahan dengan hubungan yang tak ada cinta didalamnya adalah sebuah kesia-siaan. " Kyuhyun memandang Seulgi yang kini sudah terisak, namun Kyuhyun harus menuntaskannya hari ini.

" Kita memulai semuanya dengan kebaikan, aku juga ingin mengakhiri dengan kebaikan bukan dengan permusuhan. Terima kasih karena sudah menjadi seseorang yang menghargai perasaan cinta dan sayangmu padaku sampai akhir, aku sangat menyesal tidak bisa mewujudkan mimpi kita untuk terus bersama, kau gadis yang cantik dan baik, aku yakin ada namja yang juga sama baiknya denganmu menunggumu diluar sana. " Kyuhyun beranjak dari duduknya dan berjongkok dihadapan Seulgi, menarik lembut dagu yeoja itu agar menatapnya.

" Mianhae " bisik Kyuhyun lirih, kemudian menghapus air mata yang mengalir dipipi Seulgi.

" Oppa, pergilah, aku akan me.. hiks melepaskanmu hiks " Kyuhyun merengkuh Seulgi kedalam pelukannya.

" Gomawo, kuharap kita bisa menjadi kakak dan adik setelah ini " Seulgi mengangguk dalam dekapan Kyuhyun, setelahnya Kyuhyun melepaskan pelukan Seulgi dan menghapus kembali air mata yeoja itu.

CUP

Kyuhyun mengecup kening Seulgi dan menatap dalam mata yeoja yang kini berstatus sebagai mantan kekasihnya.

CUP

" Yang terakhir " Ucap Kyuhyun setelah mengecup lembut bibir Seulgi.

" Aku harus pergi, ayo aku antar pulang " Kyuhyun sudah bangkit dari jongkoknya tetapi Seulgi menggelengkan kepalanya.

" Aku masih ingin disini " jawab Seulgi dengan suara seraknya.

" Baiklah, hubungi aku setelah sampai dirumah, jaga dirimu, aku pergi " Kyuhyun berbalik meninggalkan Seulgi yang kembali menangis.

.

.

.

" Sungmin dikamarnya? " Tanya Kyuhyun pada Ryeowook setelah pintu rumah Sungmin terbuka.

" Seperti biasanya " Jawab Ryeowook setelah mempersilahkan Kyuhyun masuk.

" Baiklah, aku ke atas dulu " Ryeowook tidak menjawab karena kyuhyun langsung meninggalkannya menuju kamar Sungmin.

CKLEK

" Min.. " Sungmin yang sedang membaca buku diatas tempat tidurnya memandang Kyuhyun yang tanpa permisi kini memasuki kamarnya dan duduk dihadapannya.

" Wae? " Tanya Sungmin yang bingung dengan tatapan Kyuhyun yang sulit diartikan, bukannya menjawab Kyuhyun justru menerjang tubuh Sungmin hingga tidur terlentang diatas ranjang.

" YA! Apa yang kau lakukan? " Sungmin memukul bahu Kyuhyun namun bukannya kesakitan Kyuhyun justru tersenyum lembut.

" Aku dan Seulgi sudah berakhir dan kita sudah resmi bersama " Sungmin membulatkan kedua matanya dan membuka mulutnya lebar karena shock dengan penuturan Kyuhyun.

" Jeongmal? " Tanya Sungmin tidak percaya namun anggukan kepala Kyuhyun membuatnya membekap mulutnya dengan kedua tangannya dan menatap Kyuhyun seolah tidak percaya.

" Ne, sekarang kita bebas, kita bisa bersama tanpa beban, kita akan memulainya dengan senyuman. Mulai sekarang aku akan menjadi cahaya disaat kau merasa gelap, aku menjadi udara saat kau tak dapat bernafas, aku akan menjadi pelangi disaat hujan. Aku tak pandai merangkai kata romantis untuk mengungkapkan betapa aku mencintaimu dan betapa bahagianya aku saat ini, tapi lihat mataku maka kau akan menemukan cinta tulusku hanya untukmu didalam sana " Sungmin sudah tidak dapat memendung tangisnya, Sungmin menarik leher Kyuhyun kedalam pelukannya kemudian menangis bahagia karena penantiannya selama ini berbuah manis.

" Gomawo, aku mencintaimu Kyu " Kyuhyun melepaskan pelukan Sungmin kemudian menatap dalam mata yeoja yang dicintainya itu.

" Aku juga mencintaimu " Setelahnya Kyuhyun memanggut bibir Sungmin lembut tanpa aba-aba, Sungmin yang awalnya terkejut kini memilih memejamkan matanya sambil membalas ciuman lembut Kyuhyun.

TBC

Maaf untuk update yang sangaaaaaaat lama dan cerita yang pendek, susah mencari waktu, ide, dan feel untuk menulis. Gomawo yang sudah menunggu cerita ini dan terus memberi semangat, aku gak bisa menjanjikan apapun untuk update secepat mungkin. Yang masih mau menunggu seperti Sungmin yang bersabar menunggu Kyuhyun aku ucapkan terima kasih.