Kira of Beast

Disclaimer : Naruto & High School DxD, bukan punya saya

Pair : Naruto x Harem!

"Serangan", 'Batin / dalam hati', Informasi

,

- - - - x x x - - - -

.

Terlihat lima orang siswa yang keluar dari sebuah gedung yang telah hancur. Mereka keluar beriringan dengan wajah seolah tidak bersalah, kecuali untuk pemuda berambut coklat yang hanya menatap kagum tangan kanannya

"Dan itulah apa yang terjadi jika budak iblis menjadi kau paham Issei? Jelas Rias kepada Issei yang dari tadi asik sendiri memperhatikan tangan kanannya

"AWASSS….!"

'BOOMM'

Sebuah serangan nyaris membunuh mereka semua jika Koneko tidak terlambat memperingatkan semuanya. Memandang dengan penuh kewaspadaan sosok yang berada dalam kabut dari hasil serangan tiba – tiba barusan

Tiba – tiba sosok tersebut kembali menerjang mereka dengan sangat seakan sudah tahu tugas masing-masing mereka berlima segera menyerang sosok Iblis penghianat yang baru muncul tersebut, iblis ini berbentuk setengah badan manusia dan badan bagian bawah merupakan badan kuda dengan senjata tombak.

Koneko segera menyerang Iblis tersebut dengan sangat cepat berusaha menjatuhkan lawannya. Tapi sayang akibat kelelahan melawan Iblis sebelumnya gerakan Koneko sedikit melambat dan dapat di respon cepat oleh sang Iblis. Dan untung saja Issei sigap membantunya walaupun tidak terlalu berarti

Kiba yang melihat Koneko dan Issei kewalahan segera membantu menghabisi Iblis tersebut seraya mengayunkan kedua pedangnya. Sebelum sampai tujuan tiba-tiba iblis tadi melompat tinggi dengan ke 4 kakinya dan menembakan bola Api berwarna merah kebiruan yang kemudian menyebar menjadi ratusan bola kecil sebesar ukuran bola tenis

Kelima siswa yang melihat serangan tersebut segera sadar bahwa iblis penghianat kali ini bukanlah lawannya yang sebanding, mereka hanya mampu menatap horror ratusan bola Api yang siap memanggang mereka seakan pasrah akan nasib yang mereka alami

Sebelum ratusan bola api tersebut mencapai mereka, tiba – tiba mereka kembali dikejutkan akan adanya sebuah tameng dari api hitam dan kehadiran sosok pemuda berambut merah dengan posisi membelakangi mereka dan melindungi mereka

'Duarr' 'Duar'

Kaget, itulah yang mereka lihat ketika serangan yang mengenai tameng hitam tersebut seperti menelannya dan sebagian lainnya yang tidak mengerah ke mereka meledak. Si pemuda berambut merah memegang salah satu pedang pendek yang berada di punggungnya dengan tangan kirinya

Merasa serangannya gagal, Iblis tersebut kembali mempersiapkan tombaknya dan berlari menyerang namun yang menjadi target adalah pemuda misterius yang baru datang. Melihat Iblis yang jaraknya semakin dekat dan mengangkat tombaknya, si pemuda misterius hanya diam menunggu sambil berpose seperti akan melompat ke depan dengan memegang ujung pedang di punggungnya

Mereka para siswa panic setengah mati karena sang Iblis sudah hampir 10 meter di depan sosok pemuda misterius yang masih saja diam. Mereka pun berniat membantu sang pemuda dan menyiapkan serangannya, lagi – lagi mereka di kejutkan oleh pemuda tersebut yang menghilang

'Bruakk' 'Wushh'

Retakan terjadi pada tempat dimana pemuda tersebut berpijak sebelum menghilang dan kembali muncul di belakang dengan pedang yang sudah terangkat seperti habis menebas dan menyarungkannya kembali

Kelima siswa tersebut hanya memandang horror aksi sosok misterius tersebut, pasalnya Iblis yang di berada di depan mereka tersebut diam dan tidak lama kemudian setengah badannya ambruk sedangkan bagian bawahnya tetap berdiri. Pemuda yang perlahan berjalan menjauh tersebut, jelas-jelas bukan lawan yang seimbang bagi mereka

"Si-si-siapa k-kalian dan siapa na-nama kalian?" ucap Rias terbata-bata mengajuakn pertanyaan sebelum pemuda misterius tersebut menjauh di sebabkan karena rasa penasaran yang tinggi

Namun jawaban yang di dapat membuat mereka merinding ketakutan, karena si pemuda yang berambut jabrik warna merah menolehkan kepalanya sejenak ke arah mereka memperlihatkan bola mata hitam dengan iris berbentuk bintang 6 yang berwarna semerah darah (Mangekyou Sasuke) dan berjalan kembali meninggalkan mereka

Mereka semua langsung jatuh terduduk karena aura tatapan sejenak tersebut benar-benar menakutkan, tubuh mereka benar-benar bergemetar dengan hebatnya

"Ma-mata apa i-itu?" ucap Issei gelagapan

"En-entahlah, A-Apa pun itu berbentuk indah namun aura di pancarkan be-begitu mengerikan" jawab Rias

"Se-semoga bukan musuh, me-menatapnya saja se-seolah melihat ju-jurang tanpa batas"

Mereka mengangguk membenarkan apa yang di katakana Kiba barusan, hanya melihatnya saja mereka sudah tak sanggup. Untung saja pemuda misterius tersebut menatap mereka di dalam kegelapan malam sehingga mereka tidak melihat ekspresi wajah pemilik mata tersebut

Rias pun memberitahukan kejadian semalam atas pertemuannya dengan sosok misterius itu kepada Sona Sitri yang juga merupakan Iblis kelas atas untuk mencari info, sayangnya Sona yang merupakan bagian Sitri yang dianggap keluarga kebangsawanan yang punya pengetahuan tinggi pun tidak mengetahui dan baru pertama kali mendengarnya. Selama beberapa hari mereka berdua di bantu para budak masing-masing mencari info di perpustakaan Iblis, namun hasilnya nihil

. . .

"Kuoh Kuoh Kuoh, sudah lumayan lama aku tidak melihatnya. Bagaimana ya keadaanya sekarang?" gumam seorang pemuda seolah bertanya kepada dirinya sendiri

Pemuda tersebut a.k.a Naruto mempunyai ciri rambut kuning berantakan, paras tampan, kulit putih, memakai seragam khusus seorang siswa Akademy Kuoh. Pagi ini dirinya berjalan dengan tenangnya sambil merokok, padahal jam sudah menunjukan pukul 9 pagi dan akhirnya sampai di gerbang Kuoh Academy

Melangkahkan kakinya ke gedung mata Naruto bergerak liar melihat sekelilingnya yang sudah pasti sepi dan berjalan menyusuri koridor untuk mencari ruang kelasnya karena kemarin dirinya sudah melapor dan mendapatkan nama kelasnya namun bertemu guru yang sedang berjalan di koridor

Saat ini di kelas 2-C terlihat rebut oleh para siswa yang sibuk melakukan aktifitas mereka masing-masing. Ada yang mengobrol dengan teman sebangkunya ada yang sibuk baca buku da nada juga yang teriak teriak tak jelas.

Tetapi sepertinya itu tidak berlaku bagi Issei yang hanya tidur di meja dan bahkan mengabaikan Matsuda dan Motohama yang asik membicarakan hal-hal berbau porno, seakan tidak peduli pada dunia luar Issei kembali tertidur di dalam kelas

"Katanya kelas kita kedatangan murid baru lho!"

"Benarkah, cowok atau cewek?"

"dari kabar yang aku dapt sih, katanya cowok"

"Semoga saja dia keren"

Sederet percakapan tersebut terdengar oleh Issei namun dirinya tidak perduli, asalkan tidak sekeren saingannya Yuuto pun berusaha melanjutkan aktifitasnya, tidur kembali.

'Cklek'

Pintu kelas terbuka dan menampakan seorang guru yang telah berdiri di depan kelas dan sekilas memperhatikan para siswa yang masih rebut.

"Anak-anak, hari ini kelas kalian kedatangan murid baru" ucap guru tersebut yang sukses membuat mereka semua diam, bahkan Issei sampai terbangun dari tidurnya

"Silahkan masuk Namikaze-san" ucap guru tersebut

Terlihat seorang pemuda berambut jabrik pirang dengan poni yang memanjang menutup sebelah matanya dan 2 kancing baju atasnya terbuka, memasuki kelas tersebut. Dan dari penampilannya hanya satu k

"Hay, perkenalkan namaku Namikaze Naruto. Semoga kita bisamenjadi teman baik" ucap Naruto memperkenalkan diri sekaligus mengisi keheningan yang berlangsung, dah hasilnya

"Kyyyyyaaaaa"

Teriakan para siswi sukses memekakan telinga, seakan mereka merasa beruntung karena di kelas mereka sekarang terdapat siswa baru yang bahkan sama kerennya dengan idola sekolah Yuuto Kiba. sedangkan trio mesum jangan ditanya, mereka seakan merasa semakin terpuruk dengan kedatangan Naruto yang menyebabkan misi mereka semakin sulit untuk dilaksanakan

"Berapa nomor hp-mu"

"Sudah punya pacar belum?"

"Rumah mu di mana"

"Jadilah suamiku kelak?"

"Diam..!" bentak guru akibat pertanyaan para muridnya yang aneh-aneh

. .

. .

. .

Naruto melangkahkan kakinya di sebuah taman yang merupakan jalurnya untuk pulang, harusnya dirinya sudah mencapai rumahnya namun tadi di sekolah mendapati tugas-tugas di karenakan awal semester sehingga larut malam begini masih di perjalanan

Dalam perjalanan menuju rumahnya, Naruto merasakan aura malaikat jatuh, iblis, karena penasaran pun naruto bergegas mencari asal aura tersebut. Dilihatnya seorangmalaikat jatuh yang terbang tidak jauh dengan Light Spear di tangan kanannya yang siap di lempar kapan saja dan seorang teman sekelasnya Issei sedang ambruk tidak jauh dari malaikat jatuh tersebut di sertai darah dan luka di beberapa bagian tubuhnya yang sedang mencoba kembali

'Issei pov'

Aku tak mengira padahal sekarang aku sudah menjadi iblis dan bisa memakai Sacred Gear ku tetapi masih tidak bisa mengalahkannya, kenapa aku selemah ini, bahkan menjadi iblis pun aku masih saja lemah, menggunakan teleport yang katanya iblis terlemah saja bisa namun aku tidak. Apakah sudah waktunya aku meninggalkan dunia ini, padahal aku belum merasakan dada Buchou, Akeno, Koneko, belum merasakan bercinta, belum mencapai impian ku menjadi harem king.

'Issei pov end'

"Matilah kau iblis" teriak malaikat jatuh itu sambil melemparkanLight Spear yang di gemgamnya

Issei yang melihat serangan itu hanya pasrah dan menutup matanya 'mungkin ini sudah menjadi nasibku'. Issei yang menunggu datangnya serangan tersebut menjadi sedikit heran kenapa tidak kunjung juga rasa sakit 'apakah aku sudah mati lagi', namun issei tidak berani membuka matanya sampai terdengar suara "Hey Issei, jangan kau menutup mata mu saat serangan menuju ke arah mu"

Saat mendengar suara itu, issei begitu terkejut dan saat melihat apa yang ada di depannya matanya langsung melotot dengan wajah yang pucat seperti mayat, ia kaget "Na-Naruto" gagapnya melihat Naruto memegang Light Spear yang beberapa cm lagi menusuk matanya yang pasti akan menembus kepalanya, dan ia pun terkulai pingsan

"AP-PA?!bagaimana mungkin" ucap Dohnaseek yang melemparkan Light Spear tersebut juga terkejut melihat pemuda yang di datang tiba – tiba menangkap Light Spear dengan tangan kanannya

"Nee, . . Bisakah kau kau pergi dengan tenang sekarang?" ucap naruto santai sambil memegang Light Spear yang di lempar Raynare dan meremasnya menjadi serpihan cahaya dan menghilangkan bulatan hitam sebesar biji kelereng di depan cengkraman tangan kirinya, dan saat naruto menengok ke belakang ia hanya bisa sweatdrop melihat iblis yang mendadak pingsan itu, "Hahhh, merepotkan"

"Siapa kau?menyingkirlah jangan menghalangiku menghabisi iblis di belakang mu itu atau juga kau akan mati! Rain Light Spe..!"

"Maaf..!" bisik Naruto

"Argghh….!"

'Bughh' 'Brakkk'

Perkataan Dohnaseek tersela saat Naruto menghilang dan muncul di belakangnya yang langsung menusuknya dengan Light Spear yang di pegangnya kemudian menendang Dohnaseek dan tersungkur menyentuh tanah

"Aku sudah memperingatkan mu tapi kau memaksakan ego mu" ucap Naruto dan mengambil rokok dari sakunya kemudian menyalakannya sambil menginjak Dohnaseek yang masih terbaring di tanah

Tiba-tiba muncul lingkaran sihir di sekitar taman tersebut dan munculah Rias bersama budak lainnya, mereka kaget melihat Issei yang terkapar dengan di sertai beberapa luka dan darah di bagian tubuhnya

"Bagaimana keadaanya" Tanya Naruto dari kejauhan

Ke empat siswa yang sedang menghampiri Issei pun kaget setelah mendengar suara Naruto dan saat melihat ke sekeliling mereka semakin terkejut. Bukan hanya taman yang di penuhi beberapa lubang, namun malaikat jatuh yang tubuhnya tertusuk yang perlahan mengurai jadi cahaya dan adanya pemuda yang err 'tampan'

"Lumayan parah, tapi masih bisa di obati" jawab Kiba mewakili ketiga siswi yang datang bersamanya sedang menatap sosok Naruto

"K-Ka . ..!"

"Sudah lumayan lama kita tidak bertemu, Rias" sapa Naruto

"Maaf…" bisik lirih Rias sampai tidak terdengar oleh yang lainnya

"ara-ara Buchou punya teman tampan gini kok ga bilang-bilang" ucap Akeno sambil memicing kearah Rias

"Hey tampan, siapa nama mu" lanjut Akeno yang penyakitnya kambuh

"Naruto, Namikaze Naruto. Ya sudah aku pulang dulu dahhh" jawab Naruto sambil melangkah pergi menjauh

"ara-ara, tampannya. Pasti jadi milikku, fufufu" gumam Akeno dengan pipi merona yang langsung di hadiahi tatapan maut oleh gadis lainnya kecuali Rias yang masih dalam dunianya sendiri

"Mari kembali ke ruang klub, kita obati luka Issei" ucap Rias, dirinya benar – benar syok atas kehadirannya. Tadinya mereka berniat mengejarnya namun saat melihat pakaian seragam yang di pakainya mereka pun mengurungkannya karena akan cepat bertemu kembali

,

,

Terima Kasih Sudah Membaca

- - - - x x x - - - -

- - - x - - -