GHOST!
Summary : Hei, aku ingin menanyakan satu hal pada kalian. Apa kalian percaya HANTU? Well –ada yang menjawab iya ataupun tidak sama sekali. Tapi aku ingin mengatakan satu hal yang penting –menurutku, hal itu adalah AKU BISA MELIHAT HANTU! –Taehyung. /BTS fic. VJin/JinV inside. RnR please! :)
Cast : BTS member.
Genre : Horror, Romance. Slight!Humor.
Warning : Typho(s), Sho-ai, Other.
Disclaimer : Semua cast yang ada di cerita ini milik mereka masing-masing. Saya hanya meminjam namanya saja.
-000-
.
/
.
Previous Chapter :
"Haahhh! Sepi juga ya kalau Taehyung dan Seok Jin Hyung tidak ada," Gumam Jimin sambil menguap sesekali. J-Hope yang berada di sampingnya ikut menimpali, "Memang. Tapi, kita bisa terbebas dari kejahilan seorang Kim Taehyung walaupun hanya untuk sehari," Jimin bangun dari rebahannya di atas karpet ruang tengah. "Memangnya besok mereka akan pulang?"
J-Hope mengalihkan pandangannya dari televisi yang sedang di tontonnya ke arah Jimin. "Mungkin."
"BABY! BABY! BABY! OHHH RIGHT!" Seketika Jimin juga J-Hope menutup kedua telinga mereka yang sedang terkontaminasi suara mengerikan yang berasal dari kamar mandi.
"BABY! BABY! BABY! OHHHH!"
"Ini suara siapa sih, Hyung? Suaranya cetar sekali!" J-Hope menggeleng tidak tahu, "Mana kutahu! Suranya membuat telingaku katarak!"
Jimin melongo sebentar. "Mata kali Hyung lamun katarak mah!" Tunggu. Sejak kapan Jimin bisa Bahasa Sunda? Oh itu saya yang ngajarin. Haha, back to the story.
J-Hope menatap horror ke arah Jimin. Yang ditatap mengkerut takut karena wajah J-Hope yang terlihat seperti jomblo ngenes –bukan orang yang takut akan sesuatu. "Ekspresimu Hoseok Hyung! Menyeramkan!"
"Jangan-jangan…
Jimin meneguk ludahnya kasar.
… itu hantu yang sering menghatui Taehyung?"
"BABY! BABY! BABY! OHHHH RIGHT!"
"Yang benar saja! Tidak mungkin hantu bisa nyanyi –dan juga lagunya Justin Biabar lagi!" J-Hope mengendikkan bahunya tidak peduli. "Paling itu suara Namjoon,"
Jimin juga J-Hope terdiam sebentar. "Berarti… sejak Taehyung pergi, hantu itu sudah tidak ada ya?" J-Hope menjawab, "Yah, mungkin hantu itu akan mengikuti Taehyung kemanapun."
"Aku berharap Taehyung bisa 'bebas' dan kembali seperti Taehyung yang dulu." J-Hope mengangguk setuju. "Aku juga berharap begitu,"
"SEMUANYA! MAKAN MALAM SUDAH SIAP! DAN NAMJOON! BERHENTI BERNYANYI LAGU JUSTIN BIABAR!" Teriakan membahana Suga terdengar dari dapur. Dan tolong abaikan teriakan protes dari sang ketua yang masih betah konser di kamar mandi.
"Apa ku bilang, itu suara Namjoon."
Jimin tertawa terbahak-bahak dan Jung Kook ikut menimpali dari dalam kamar, "JIMIN HYUNG! JANGAN BERISIK! AKU SEDANG BELAJAR!"
Final Chapter: Ending?
Taehyung menggeliatkan tubuhnya perlahan. Membuka kedua kelopak matanya sedikit demi sedikit lalu memfokuskan penglihatannya. Hal yang pertama kali ia lihat adalah langit-langit atap tempat tidur asing. Ada dimana dia sekarang?
"Kau sudah sadar?"
Menengok kearah sumber suara di sebelah kanannya –ia menemukan Jin yang sedang duduk menatapnya. "Ini… dimana?"
Jin tersenyum kecil lalu menjawab, "Ini di kamarku," Taehyung mengernyitkan dahinya bingung. "Kamarmu?"
"Heh? Kau lupa, ya? Kita sekarang masih berada di rumah kedua orang tuaku, Taehyung-ah."
"Ah, iya. Aku lupa, Hyung…"
Jin menempatkan telapak tangannya pada kening V kemudian menyamakan suhunya dengan keningnya sendiri. "Tidak panas. Kenapa kau jadi amnesia begitu? Jangan-jangan kau lupa padaku yang tampan ini?"
V terbatuk keras. Entah dia ingin batuk atau karena reflek mendengar kalimat Jin Hyung-nya yang begitu narsis. Pake kubik. "Seok Jin Hyung?"
"Ya?"
"Kau tidak ingin kutendang, bukan?"
Jin tertawa terbahak-bahak. V yang melihatnya hanya memutar bola matanya bosan. "Apa yang lucu, Hyung?"
"Wajahmu lucu sekali! Rasanya aku jadi ingin menciummu," V sedikit merona lalu berkata, "Apa maksudnya itu? Seok Jin Hyung mesum!"
Dan Jin pun kembali tertawa. "Aku hanya bergurau! Tapi, kalau aku memintanya... boleh 'kan?" Wajah V yang sudah disertai semburat merah tambah merah lagi saat Jin mengucapkan kalimat itu. Ingin rasanya ia memukul kepala Jin yang menurutnya mesum itu –atau ia akan pergi dari hadapan Jin yang raut wajahnya mupeng itu! Bukannya tidak suka, tapi… rasanya malu saja sebab Jin menyatakan itu secara gamblang. Uhk, V, kau hanya belum terbiasa bukan? Mengaku saja.
Saat tidak ada respon dari V, Jin yang melihatnya secara perlahan mendekatkan wajahnya pada wajah V yang sudah memerah bak kepiting baru di rebus. Dengan perlahan, jarak mereka hampir terpisahkan… dan saat Jin menutup matanya,
"Jin-ah! Makan malam sudah siap! Ajak Taehyung juga, ya!"
Teriakan Ibunda Jin menyadarkan Jin dari tindakan yang akan dilakukannya. Ugh, padahal tinggal sedikit lagi, Batin Jin dengan rasa kecewa mendalam. Please, jangan alay disaat seperti ini, Seok Jin.
Memundurkan wajahnya perlahan lalu menatap V yang wajahnya masih memerah. "Kau dengar apa kata Eomma-ku 'kan?" V mengangguk sebagai balasan. "Lebih baik kau mandi terlebih dahulu. Nanti kau menyusul saja ke meja makan, oke?" V kembali mengangguk untuk yang kedua kalinya. "Baiklah, aku duluan kalau begitu. Jangan lama-lama mandinya!"
V mengerutkan wajahnya kesal, "Seperti Seok Jin Hyung tidak lama saja!"
"Hei, aku lama karena melakukan ritual ketampanan wajah. Nah, kalau kau mungkin melamunkan aku sambil menyabuni tubuhmu yang mulus itu, lalu terus ke bawah –"
"JANGAN DITERUSKAN!" V frustasi seketika. Sejak kapan Seok Jin Hyung jadi mesum seperti ini? V benar-benar tidak habis pikir dengan kelakuan Jin sekarang. Sudah narsis, ditambah mesum pula. Ini berbahaya! Jangan-jangan… Jin Hyung kemasukan roh halus yang kelakuannya mesum lagi. Haduh, tidak bisa di bayangkan kalau itu benar-benar terjadi.. Oh ya, ngomong-ngomong, apa Ibunya Jin sudah berhasil mengusir hantu wanita yang selalu gentayangan itu?
"Seok Jin Hyung," Jin menyahut dengan gumaman pelan. "Apa Eomma-mu berhasil mengusir hantu wanita itu?" Jin terdiam sebentar. Ah, benar juga! Bagaimana perasaan V saat sudah melakukan ritual pengusiran roh halus tadi ya?
"Eomma bilang berhasil. Tapi itu tergantung padamu yang bisa merasakan, apakah hantu itu masih ada di sekitarmu atau tidak Taehyung-ah." V mengangguk mengerti. "Jadi, apa yang kau rasakan sekarang, Taehyung-ah?"
V mengusap dadanya pelan lalu menghembuskan nafas, "Rasanya lega," Jin tersenyum kecil lalu V melanjutkan. "dan semoga saja tetap seperti ini sampai seterusnya."
Jin mengusap kepalanya lembut lalu berujar, "Aku juga berharap begitu." Kemudian mencium bibirnya sekilas. "Aku menyanyangimu Taehyung. Bahkan, lebih dari itu. Aku akan berusaha untuk melindungimu mulai dari sekarang, dan jangan sungkan bila ingin mengeluhkan sesuatu –apa saja. Akan kuusahakan untuk selalu mengambil solusi yang terbaik. Jadi, maukah kau menerimaku?"
Terkejut. V tidak menyangka Jin akan mengatakannya hari ini –saat ini pula. Berdehem kecil untuk menetralkan suaranya yang tiba-tiba gugup lalu menjawab kecil, "Kau janji Seok Jin Hyung?"
"Pasti. Kau boleh lakukan apa saja –asal itu bisa membuatmu percaya bahwa aku serius untuk menjagamu."
"Sungguh?" Jin menggenggam kedua tangan V lalu berkata, "Kau mau bukti?"
Dan bukti itu membuat jarak mereka terpisah beberapa sentimeter lagi, tapi, "Jin-ah! Kenapa lama sekali! Appa dan Eomma sudah menunggu daritadi! Cepatlah kemari!" teriakan ekstrim Ibunda Jin telah mengganggu acara ciuman mereka berdua. Untuk kedua kalinya. DUA KALI! Jin pun merutuk kesal dalam hati. Awas, nanti kamu kualat Seok Jin.
"Hahh… kau mandilah Taehyung-ah. Nanti Eomma-ku yang cantiknya melebihi Angelina Jolie itu mengamuk lagi dan membakar ruang makan. Sudah ya, aku duluan." Jin mengambil handuk yang akan dipakai oleh V dan menyimpannya di tepi ranjang yang sedang ditiduri V. Kemudian berlalu keluar menuju ruang makan.
+BTS Dorm+
Jimin mengucek sebelah matanya pelan. Ia masih mengantuk –sungguh. Tapi karena panggilan dari alam –buang air kecil- ia harus segera pergi ke kamar mandi. Tanpa menyalakan lampu dapur –karena ia masih ditengah ambang kesadaran, ia langsung masuk saja ke area dapur. Mengerjapkan kedua matanya cepat –karena ia baru saja tidak sengaja melihat sesosok yang melewati dapur. Jimin dengan cepat menyiapkan kuda-kuda –siap untuk tawuran dan berteriak, "SIAPA KAU?!"
Sosok yang dituju berhenti melangkah. Terdiam untuk sesaat. Hawa dingin semakin terasa menembus kulit karena hei! –ini tepat pukul satu dini hari. Jimin dengan perlahan mendekati sosok tersebuk –tentu saja dengan kaki yang gemetaran dan jangan lupa –ia kebelet kencing! Bisa-bisa Jimin ngompol di celanan nih.
Semakin mendekati sosok tersebut lalu berhenti –karena melihat pergerakan dari si sosok yang dituju.
Dengan perlahan kepala sosok di depannya menoleh ke belakang dan –
"HUWAAAAAA!"
Rap Monster dengan kecepatan penuh langsung berlari ke arah dapur. Sialan, ia masih memakai celana Hello Kitty –karena kaget dengan suara teriakan cetar yang memekakan telinga. Bergegas menyalakan saklar lampu dan yang ia lihat –
"APA-APAAN INI?!"
Sosok yang ada di TKP menoleh ke arah Rap Monster dan mengendikan bahunya pelan. Sosok itu langsung pergi ke kamar mandi –tempat yang daritadi ingin ditujunya. Rap Monster dengan gesit berjalan ke arah korban –yang tergeletak dengan tidak elitnya di atas lantai. "Oi! Jimin! Apa yang sebenarnya terjadi!" sambil mengguncang-guncang bahu sang korban –Park Jimin.
Suara pintu kamar mandi terdengar terbuka, sosok itu keluar dan menghampiri mereka. Rap Monster yang melihatnya langsung bertanya, "Yoongi Hyung! Kau apakan Jimin?!"
Sosok itu melihat ke arah Jimin yang wajahnya terlihat pucat –"Aku tidak melakukan apapun. Kau kira aku mau membunuhnya begitu?" dan sosok yang daritadi disebut-sebut adalah Min Yoongi aka Suga.
"Lalu kenapa wajahnya pucat begini, seperti melihat hantu saja!" Suga berpikir sebentar. "Mungkin, dia takut saat melihatku?"
Rap Monster cengo sesaat, "Apa yang harus ditakutkan dari wajahmu yang manis itu Hyung?!"
BUGH
"Jangan katakana kata keramat itu lagi. Itu seperti istilah untuk wanita kau tahu," Suga merutuk kesal dan mengerucutkan bibirnya. "Lalu apa yang terjadi pada Jimin?"
"Tadi aku sedang memakai masker wajah –dan saat ia melihat wajahku ia langsung berteriak lebay begitu." Jela Suga bosan. Rap Monster mengangguk mengerti, "Heh, kukira ada hantu beneran. Ternyata ini semua gara-gara Yoongi Hyung,"
"Jangan salahkan aku, bodoh. Jelas anak itu yang dengan PD-nya berteriak tengah malam begini."
"Hah~! Sudahlah, lebih baik aku kembali tidur. Jaljayoo~" Suga langsung menyela, "Lalu Jimin bagaimana?"
"Itu urusanmu. Sudah ah, aku mengantuk." Rap Monster dengan kecepatan penuh kembali ke kamar dan kembali bermimpi indah.
Suga cengo sesaat lalu melihat Jimin yang masih tergeletakdengan wajah pucat. "Memangnya wajahku seseram itu di matamu, heh Park Jimin?" Dengan pelan ia membopong Jimin dengan sebelah tangannya dan kembali ke kamar. "Hah… dasar Jimin, kau selalu merepotkanku." Dan seulas senyum kecil menghiasi wajah Suga.
"Eh tapi, aku baru tahu kalau Namjoon pecinta Hello Kitty. Hahaha!" ucapnya dalam hati.
.
.
.
Pagi sudah datang. Para member bangtan sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Ada yang sedang memasak, cuci baju, nonton tv, adapun yang masih dengan pulasnya tertidur –atau mungkin pingsan.
Bel pintu utama berbunyi –tanda ada tamu datang. J-Hope yang sedang bersantai langsung menghampiri pitu dan membukanya.
"Annyeong!"
"Huwaa! Taehyung-ah! Seok Jin Hyung! Kalian sudah pulang, eoh?" Sahut J-hope senang dan mempersilahkan mereka masukke dalam dorm.
"Ne! Beri pelukan selamat datang," ucap V yang disambut dengan pelukan teletubbies dari J-Hope.
Ekhem, sepertinya ada yang envy. Lihatlah wajah Seok Jin yang berubah masam.
"Ada apa ribut-ribut begi –WOO! Taehyung dan Seok Jin Hyung sudah pulang!" Pekik Jung Kook senang dan langsung bergabung dengan pelukan teletubbies J-Hope dan V.
Jin pun diabaikan.
#SeokJinrapopo.
Dan secara langsung semua member ikut melakukan pelukan bersahabat itu –tak lupa Jin yang ditarik bergabung oleh Jimin-yang ternyata sudah sadar dari pingsan satu malamnya.
"Jadi bagaimana? Apa semuanya lancar? Dan Taehyung Hyung?" Tanya Jung Kook penasaran.
V menyikut Jin –yang secara verbal menyuruhnya untuk menjawab pertanyaan itu.
"Semuanya berjalan layaknya air terjun. Dan taehyung selamat!"
"HOREEEE!"
"PS nya mana nih? PS!"
Taehyung mengerutkan keningnya bingung. "PS apaan sih Jimin Hyung?"
"Pajak Selamat! Hahahah!"
Dan member Bangtan pun mengakhiri pelukan dengan tertawa gembira. Senang karena V dan Jin akhirnya pulang –sekaligus membawa berita yang menyenangkan.
Akhirnya, dengan tawa mereka… mengakhiri peristiwa yang buruk –yang terjadi di waktu sebelumnya. Doakan semoga 'apapun' itu, jangan mengangganggu kami ataupun kalian. Karena 'hal seperti itu' selalu ada di sekitar kita. Makanya, jadilah pribadi yang baik, kawan!
FIN
.
/
.
-000-
Horay~! Finally, happy ending everyone~!
Thank for all reader and reviewer~!
Love You guys~!
Thank for supporting me, and… for like this fic.
Sorry for late update and… short. Because I'm very busy now T.T
Khamsahamnida~!
Salam,
-Kay-
